Tag Archives: Super Junior

– I GO CRAZY BECAUSE OF YOU – eps 8

Flashback……

Yeonhee menerima sms dari yesung yang isinya permohonan maaf

From : 0109***********

To: Yeonhee.

Subject: pulang sekolah.

Message : Yeonhee, maaf kalau aku menggangu mu. Nanti siang aku betul-betul tidak bisa menjemput

mu. Mungkin Teukie hyung yang akan menggantikan ku menjemput mu atau yang lain nya.

Yesung.

-Yeonhee’s PoV-

Yayaya whatever mauu kamu jemput ato gak aku juga bisa pulang sendiri!!! Batin ku dalam hati. Akhirnya dia bisa pergi menghilang untuk beberapa saat dari hidup ku. “ Uwaa Yeonhee udah bel ayo turun.” Kata Nari pada ku. “ Ne.” “ Memangnya habis ini pelajaran apa?.” Tanya ku saat turun dari tangga. “ Tata Boga.” Jawab nya sambil berlari kecil. “ Nari aku ga ikut ya.” kata ku pelan. “ Uwa pasti mau bolos pelajaran!!.” Kata Nari. “ Habis kamu tau kan aku benci masak!!.” Kata ku pada nya. “ Biar ah kan ada yang lain kayak  Minjoon, ahra, dan lain nya.” kata Nari sambil memegang tangan ku agar tidak kabur. Huh.. dasar betul-betul serigala berbulu domba!! Teriak ku dalam hati.

“ Ayo cepat ntar kalo telat pasti dihukum ama Seongsaenim.” Kata Nari mengingat kan ku. “ Ne..” Jawab ku. “ Yeonhee kamu duduk belakang kan?.” Tanya Minjoon. “ Yoi males duduk depan pasti ntar Seongsaenim nyuruh aku terus.” Jawab ku. “ Sama donk.” Kata Ahra ikut-ikutan. “ Hahaha.” Ejek yang lain. “ Makanya jadi cewek tu harus bisa masak apalagi kamu Yeonhee kamu udah punya tunangan tapi ga bisa masak.”kata Haejin padaku. “ Kenapa aku?! Tunhangan pake dibawa-bawa lagi!.” Tanya ku marah. “ Just kidd kok.” Kata Minjoon. “ kalian dengan kata lain juga ngejek aku yang ga bisa masak! Dalam hidup ku Cuma ada yang nama nya olahraga!.” Sambung Ahra. “ Ya kita ngerti kok kamu suka olahraga.” Kata ku sambil menepuk pundak ahra. “ Udah ah kelamaan disini. Ayo keruang praktek.” Kata Seojin mengingatkan. Kami pun berjalan menuju ruang praktek tataboga. Inilah pelajaran ke dua yang paling ku benci setelah Matematika!!.

“ Yeonhee sebelah sini!.” Panggil Ahra pada ku. Aku pun berjalan kea rah kursi belakang yang dekat dengan nya. “ Oke apa sudah lengkap semua?.” Tanya Seongsaenim pada kami. “ Arisa belum datang seongsaenim!!.” Jawab yang lain pada GaIn Seongsaenim. “ Oke kalau gitu kita tunggu dia sebentar lagi.” Kata Seongsaenim menuju ke meja prakteknya. ‘ Sambil menunggu Arisa gunakan apron kalian.” Suruh seongsaenim. Tiba-tiba Arisa datang dan masuk ke dalam ruang praktek kulihat dia langsung mengambil tempat duduk disamping Haena. Seongsaenim tidak memarahi keterlambatan nya sama sekali. Aku tau kenapa….

“ Hari ini saya akan mengajarkan kalian cara untuk memotong ikan yang baik dan mengolah nya.” kata GaIn Seongsaenim pada kami. “ Huh murid-murid laki-laki pasti sekarang enak sedang pelajaran mekanik….” Desah ku. “ Kenapa?.” Tanya Nari. “ Gapapa.” Jawab ku langsung. “

Sekarang ambil pisau kalian masing-masing.” Lanjut seongsaenim. “ Kemudian lihat contoh yang akan saya berikan, setelah bel istirahat nanti kalian akan mencoba untuk memotong ikan sendiri-sendiri.” Kata Seongsaenim. Karena tempat duduk ku ada di belakang aku melihat kedepan tidak sengaja mata ku bertatapan dengan Arisa. Dia menatap ku dengan tatapan kebencian dan dendam. Aku tau perasaan nya. untung saja bel istirahat menyelamatkan ku. Kalau tidak aku akan di terkam habis oleh Arisa. “ Oke kita lanjutkan setelah ini.” Kata Seongsaenim mempersilahkan kami istirahat. Kulihat gerombolan Arisa yang langsung berjalan keluar kelas bersamaan.

“ Yeonhee kantin yuk!!.” Ajak Seojin pada ku. “ Tapi aku mau ketemu sama Hanjoon oppa.” Jawab ku. “ Yah, kok gitu!..” kata Seojin lagi dengan tatapan memelas. “ Aku kan udah ga ketemu dia selama 4 hari.. jelas aku kangen.” Kata ku sambil tersenyum. “ Ya udah deh.. Ahra kamu temenin aku ke kantin yuk.” Ajak Seojin mencari teman. “ ga males ajak Minjoon aja aku mau nemenin Yeonhee habis kantin ga ada apa-apa nya.” jawab Ahra singkat. “ yah minjoon..” pelas Seojin kali ini. “ Ok.. Arasho.” Jawab nya kami melihat mereka berdua berjalan menuju kantin.

“ Jadi ga?.” Tanya Ahra tiba-tiba pada ku. “ Ke??.” Tanya ku heran. “ Ke kelas nya hanjoon aku lagi bete berat nih.” Kata nya. “ Heeh jadi.” Jawabku. “ Kalian mau kemana??.” Tanya Nari polos. “ Astaga Nari dari tadi kita ngomong kamu ga ngerti?!.” Tanya ku kaget. “ Kagak.” “ Ih… aku gemes sama kamu!!.” Kata Ahra padanya. “ Ikut ga?.” Tanya ku pada mereka berdua. “ JAdi!!.” Teriak meraka seperti anak kecil.

Kami pun berjalan menuju kelas XII Bahasa 3. “ Hanjoon oppa nya ada??.” Tanya ku pada seorang teman sekelas nya. “ Masuk aja didalam. Aku pun melangkahkan kaki ku menuju kedalam kelas. Tapi langkah ku terhenti didepan pintu karena suatu pemandangan yang sangat menghancurkan hati ku.. aku betul-betul sesak saat ini. Air mata ku mulai menetes. Sedangkan Nari dan Ahra hanya dapat terdiam. Ya.. kulihat Hanjoon sedang berciuman dengan seorang perempuan yang sangat familiar untuk ku. Haena.. Kim Haena!!

Continue reading

– I GO CRAZY BECAUSE OF YOU – eps 7

-LEETEUK POV-

“ Yeonhee ayo turun udah sampe apartement nih.” Kata ku mengajak Yeonhee untuk turun dari mobil. Aku pun keluar dari dalam mobil. “ Ayo Yeonhee.” Kata ku lagi sambil berjalan. Tapi tidak ada jawaban dari Yeonhee. “ yeonhee..” kulihat dia di dalam mobil. “ Haiss.. kenapa tidur disini??.” Tanya ku. “ Yeonhee ayo bangun.” Kata ku sambil mengguncang-guncangkan tubuh Yeonhee. “ ehm..” katanya sambil tidur lagi. “ Ya, kok tidur lagi.” “ kalo kamu ga bangun aku terpaksa gendong kamu lho ya.. jangan marahin aku.” Kata ku pada nya. lalu ku bopong tubuh nya menuju dorm. Memangnya sekarang jam berapa sampai dia  sudah tertidur.. batinku sambi mencoba melihat jam tangan ku.. OMO?! Udah jam 9.. pantes aja dia ketiduran. Mian Yeonhee bikin kamu kecapekan…

Ting..tong..ting..tong… kupencet tombol bel dorm kami. “ Ne!.” kata seseorang dari dalam dorm. Pintu pun akhir nya dibuka kan. “ Hyung pulangnya kok lama??.” Tanya Wookie pada ku. “ SSSTTTt…” kata ku mengisyaratkan agar dia diam. “ Ok de hyung.” Kata Wookie sambil menutup pintu saat aku masuk.

-YESUNG POV-

“ Hyung kok pulangnya lama??.” Kudengar suara Wookie dari luar kamar. Ahh.. itu pasti Teukie hyung sudah pulang. Aku pun keluar dari kamar. “ Hyu..” belum sempat ku selesaikan kata-kataku aku melihat Teukie hyung yang sedang membopong tubuh Yeonhee yang rupanya sedang tidur. “ Yesung.” Kata Teukie hyung kaget melihat ku. “ Yesung ini gak kayak yang kamu pikirin kok.” Kata Teukie hyung lagi untuk meluruskan masalah. “ Ne Ara hyung.” Jawabku. “ Bisa kamu gantikan aku membopong Yeonhee ke kamarnya.. Sepertinya dia kelelahan karena kuajak muter-muter.. hehe.” Pinta Teukie hyung pada ku. “ Hyung..” kata ku. “ Udah cepat ga usah babibu. Kamu juga udah sering bopong dia. Ga salah kan.” Kata Teukie hyung yang langsung menyerahkan Yeonhee ke dekapan ku.

Akhirnya ku bawa Yeonhee ke kamar nya. dia pasti sangat lelah. “ Hei.. Yeonhee.” Kata ku sambil membaringkannya di tempat tidur. “ Kenapa kamu bisa lebih cantik saat tidur?! Padahal jika kamu diam dan tidak marah-marah kamu pasti terlihat lebih cantik lagi..” “ Apa sebegitu bencinya kamu sama aku?? Sampai kamu nyiksa dirimu untuk marah setiap hari?!.” Lanjut ku lagi. Ku tatap wajah nya yang sedang tertidur. Dia memang betul-betul cantik. Tuhan apa sebenarnya sedang terjadi saat ini?! Kenapa Kau memberikan ku dua pilihan yang amat berat untuk ku pilih?! Apa betul aku sudah jatuh cinta dengan nya?? aku bingung dengan hati ku sendiri. Aku pun keluar dari kamar Yeonhee agar tidak menggangu tidurnya dan kembali ke kamar ku. Aku melihat kotak hp yang waktu itu ku beli.. aku pasti akan memberikan nya pada Yeonhee besok.

-AUTHOR POV-

Ke esokan paginya Yeonhee terbangun dari tidurnya yang lelap. Dan segera mandi serta mengganti bajunya dengan seragam sekolahnya. “ Annyong Yeonhee.” Sapa Teukie pada Yeonhee. “ Annyong oppa.” Balas Yeonhee. “ Hei Yeonhee kemarin kamu ga di apa-apain kan sama makhluk ganas satu itu?!.” Tanya Heechul oppa tiba-tiba pada ku. “ a..Ani oppa.” Jawab Yeonhee. “ Betulan kan?.” Tanya Sungmin oppa meminta kejelasan. “ Hei!! Maksud kalian apa?!.” Kata Teukie menjitak kepala Heechullie. “ Huwaa!! Apa-apa an kamu Teukie BABO!!.” Teriak Heechul tidak terima. “ Apa?! Berani Loe??!.” Kata Teukie menantang. “ Sini KAMU!!.” Kata Heechul lagi sambil mengejar Leeteuk.

“ HYUNG!! Bisakah kalian melewati pagi dengan NORMAl!!.” Kata Wookie kesal. “ Diam kamu Dongsaeng!.” Sahut Heechul dan Teukie bersamaan. “ Owkey… Hyung berdua pagi ini sarapan diluar.” Kata Wookie membalas. Sekarang balik Heechul dan Leeteuk yang memohon kepada wookie walaupun akhirnya Heechul minta dimasakan oleh Hankyung.” Ya, Pagi yang  damai di dorm Super Junior.” Kata Kibum yang ditanggapi dengan anggukan dari member yang lain..

“ Yeonhee kamu ga berangkat?!.” Tanya Leeteuk pada Yeonhee yang belum menghabiskan sarapan nya. “ Ne oppa.” Jawab Yeonhee agak malas-malasan. Walaupun badannya sudah tidak sesakit dulu. Yeonhee pun bergerak kearah kamar mandi.

-YEONHEE  POV-

Aku masuk kedalam kamar mandi untuk mencuci tangan ku. Kulihat penampilan ku di kaca. Perban yang tadinya melilit ditubuh ku sebagian sudah lepas. Tapi yang paling menggangu ku adalah bekas luka di siku ku yang belum hilang. Huh…  desah ku… akupun segera keluar  dari kamar mandi. “ Yeonhee ppalli udah jam 7 lho!!.” Kata Sungmin oppa memanggilku. “ Ya!!.” jawabku. segera aku keluar menuju ruang tengah. Ku lihat Yesung yang sedang membaca Koran… ( emang dia ngerti cara baca Koran?!.) “ Ayo berangkat!!.” Kata nya pada ku. Haiss.. kenapa dia yang mesti nganter aku?! Makan hati banget.. T.T dengan pasrah aku berjalan mengikuti langkah nya.

-YESUNG POV-

Terdengar suara langkah kaki.. ya itu Yeonhee. Dengan agak takut ku tatap dia. “ Ayo berangkat!!.” Kata ku padanya. Aku takut kalau dia masih marah pada ku. Dia pun mengikuti langkah ku menuju mobil walaupun aku tau dia sangat tidak ingin melihat ku. Karena dari tadi ku dengar suara dengusan nafas nya. Oh.. iya aku mau ngasih barang ke dia. “ Yeonhee ini buat kamu.” Kata ku lalu memberikan kotak hp padanya.

Continue reading

Fatale History (Part 15)

Fatale History (Part-15)

Author: Shim Min Ra.

Rating:PG-15.

Genre(s):Angst, Romance, Tragedy, School Life, Friendship, Drama.

Length:Series.

Main Cast:Kim Ki Bum (Super Junior), Song Seung Hyun (FT. Island), Shim Min Ra (Original Character).

Supporting Cast:Lee Ji Eun (IU), Lee Dong Hae (Super Junior), Jung Soo Jung (Krystal Jung’s F(X)), Cho Kyu Hyun (Super Junior), Jung Yong Hwa (CN Blue), Lee Sung Min (Super Junior), Lee Na Young.

-Author’s POV-

Sungmin menarik napas panjang setelah ia memasuki kamarnya. Ia buru-buru mengunci pintu sebelum Kyuhyun menemukan dirinya dan mencurigainya karena ia telah menghilang dari pesta begitu saja. Tetapi ketika ia hendak memutar tubuhnya dan berjalan menuju tempat tidur, sepasang matanya menangkap sosok bayangan seorang namja yang tengah terbujur di atas ranjang. Menatapnya dengan dingin, nyaris tanpa ekspresi. Sampai-sampai ia tidak bisa menebak apakah namja itu marah padanya atau tidak.

“Kyu…” ujar Sungmin pelan, tidak berani bergerak sedikit pun dari tempatnya berdiri. “Kau membuatku kaget. Bu…bukankah… kau seharusnya masih berada di… pesta?”

Kyuhyun memalingkan tatapannya dari Sungmin, lalu ia menegakkan posisi tubuhnya yang tadi berbaring dan beringsut ke arah sisi ranjang. Kepalanya menunduk, memilih untuk memandang ke arah lantai dan sepatunya sendiri. “Kau tahu… kenapa aku ada di dalam kamarmu?”

“M…mwoya?” tanya Sungmin, berusaha bersikap seperti biasanya. “Apa… kau lupa? Aku ini hanya pesuruhmu, Kyuhyun-ah… Bagaimana mungkin aku bisa mengetahui jalan pikiranmu?”

“Nan ara…” gantung Kyuhyun, raut wajahnya begitu datar dan suaranya semakin memberat. “Saat itu, kau dan Jieun hanya berdua di dalam hutan. Apa kau tidak memperhitungkan hal ini sebelumnya? Jarak hutan dengan arena pacuan kuda itu dekat, jadi tentu saja aku bisa mengawasimu dengan mudah. Bukankah begitu, Lee Sungmin?”

“Kyu…hyun-ah…”

“Ternyata yeoja yang sering kau temui itu Lee Jieun?” tanya Kyuhyun, terkekeh pelan. “Atau… masih ada rahasia lain yang kau sembunyikan dariku?”

“Itu… itu hanya salah paham!” hardik Sungmin, mencoba untuk membela diri. “Tentang Lee Jieun, itu karena aku pernah bekerja di tempatnya sejak kecil… Tetapi karena orangtuanya kecelakaan, akhirnya kami berdua tidak pernah bertemu lagi. Aku pun di pecat dari rumahnya. Lalu… kami hanya kebetulan bertemu lagi di sini… Itu saja.”

“Di mana kau bekerja sebelumnya?” selidik Kyuhyun, menyipitkan kedua matanya.

“Aku… be…bekerja…”

“Kau berani berbohong padaku?!” gertak Kyuhyun, nada suaranya penuh dengan intimidasi. “Apa… kau mendekati Lee Jieun karena alasan yang sama seperti kau mendekatiku?”

“Kyuhyun-ah… Kau… salah sangka.”

“Salah sangka?” seringai Kyuhyun sinis. “Dengar! Sejak dulu, kau memang tidak pernah menganggapku sebagai teman… Kau kira aku hanya akan terus duduk diam dan melihatmu dari balik layar? Kau kira aku ini tidak tahu apa-apa? Aku tahu semuanya, Lee Sungmin! Kau itu hanya memanfaatkanku! Demi apa? UANG!”

Sungmin terbelalak. Ia sama sekali tidak pernah menduga bahwa Kyuhyun telah menyadari rencananya selama ini.

“Asal kau tahu, aku juga tidak pernah menganggapmu sebagai teman,” desis Kyuhyun tajam. “Di mataku, keberadaanmu tidaklah lebih dari sebuah parasit.”

FATALEhistory-

Continue reading

Fatale History (Part 14)

Fatale History (Part-14)

Author: Shim Min Ra.

Rating:PG-15.

Genre(s):Angst, Romance, Tragedy, School Life, Friendship, Drama.

Length:Series.

Main Cast:Kim Ki Bum (Super Junior), Song Seung Hyun (FT. Island), Shim Min Ra (Original Character).

Supporting Cast:Lee Ji Eun (IU), Lee Dong Hae (Super Junior), Jung Soo Jung (Krystal Jung’s F(X)), Cho Kyu Hyun (Super Junior), Lee Chae Rin (CL’s 2NE1), Jung Yong Hwa (CN Blue), Lee Sung Min (Super Junior), Ham Eun Jung (T-ara).

-Lee Dong Hae’s POV-

Selama beberapa saat, pikiranku telah hanyut dalam pertanyaan batinku sendiri. Sebenarnya aku sendiri tidak mengerti mengapa aku tidak bisa bersikap jujur di depan gadis itu. Akhir-akhir ini aku sengaja berperilaku kasar terhadapnya, seolah-olah aku tidak rela melihatnya dekat dengan namja asing yang tidak kukenal sama sekali.

Satu teka-teki yang belum dapat terpecahkan olehku sampai sekarang. Teka-teki yang merupakan akar dari segala perkara.

Apa sebenarnya hubungan mereka berdua?

Kembali kupusatkan perhatianku pada gadis itu. Mataku membeliak. Betapa kagetnya ketika aku menyadari bahwa tidak ada siapapun di depan sana. Sepertinya mereka berdua telah pergi ketika pikiranku sedang melayang jauh.

“Ck! Aku kehilangan jejak mereka!” seruku kesal sembari mengacak-acak rambutku frustasi.

“Kehilangan jejak siapa?”

Aku menoleh, mendapati Kyuhyun yang baru saja datang sembari menunggang kudanya yang berwarna hitam legam. “Kyuhyun-ah, kau hampir membuatku mati karena serangan jantung!”

Kyuhyun terkekeh pelan, lalu ia bergegas turun dari atas kudanya dengan santai. “Kenapa kau bisa berada di dekat arena pacuan kuda? Kupikir tadinya kau benci berkuda.”

“Ah… Geuge…” perkataanku terputus, lalu kutatap Kyuhyun lurus-lurus. “Neo… Apa kau melihat orang lain yang berada di dalam hutan ini?”

“Orang lain?” tanya Kyuhyun bingung. “Nugu?”

Aku terdiam selama sepersekian detik, memilih untuk tidak gegabah. “Anni. Lupakan saja.”

“Kau semakin aneh akhir-akhir ini, Donghae-ya…”

“Cho Kyuhyun…”

“Mwo?”

“Bisakah kau mengirim temanmu itu pulang?” pintaku tegas, sepasang mataku menatap tajam ke arahnya.

Kyuhyun memutar kedua bola matanya jenuh. “Kau memerintahku?”

“Apa tujuanmu menyuruh namja yang bernama Lee Sungmin itu kemari?” tanyaku lagi. “Dengar. Dia itu hanya namja miskin, Kyuhyun-ah. Meskipun dia temanmu, tetapi kuharap kau bisa mempertimbangkan pendapatku juga.”

“Ini urusan pribadiku,” tanggap Kyuhyun apatis. “Kau tidak perlu terlibat di dalamnya.”

“Urusan pribadimu??” ulangku sembari menaikkan suara di akhir kalimat. “Sayang sekali! Kurasa pemikiranmu itu salah. Karena kau, semua orang juga membicarakanku!”

“Geuman…”

“Tindakanmu itu juga mempengaruhi reputasiku, Cho Kyuhyun!”

“GEUMANHAE!!”

“Geumanhae?” aku menyeringai sekilas, mengutip perkataan Kyuhyun dengan sinis. “Kau yang seharusnya berhenti! Apa aku harus mengabari orangtuamu untuk membuatmu berhenti?”

“SHIKKEUREO!” teriak Kyuhyun yang langsung menyambar kerah kemejaku dan mencekamnya.

“Bagaimana kalau aku tidak mau menutup mulutku?” tantangku yang mulai terbawa suasana. “Apa yang akan kau lakukan, Tuan Cho?”

BUGGHH!

Salah satu kepalan tangan Kyuhyun mengarah pada wajahku. Ia memukulku tanpa ragu. “Jangan ikut campur dalam urusan pribadiku…! Kalau tidak, dapat kupastikan kau akan menyesal!”

“Cih!”

“Kalian sedang apa?” tanya seorang gadis yang tiba-tiba muncul di hadapan kami berdua. Ia tertegun melihat luka memar di wajahku. “Wae… geurae?”

Kyuhyun memalingkan wajahnya ke lain arah dan mengabaikan pertanyaan gadis tersebut. Lalu ia kembali menaiki kudanya dan beranjak pergi meninggalkan hutan ini.

“Kau berkelahi dengan Kyuhyun?” tanya yeoja itu seraya menghampiriku dengan cemas, berusaha untuk menyentuh wajahku. “Coba kulihat…”

“Enyah dari hadapanku,” ucapku dingin seraya menepis tangannya dari wajahku, membuatnya tersentak kaget. “Nan gwaenchana.”

“Donghae-ya, kenapa kau berkelahi dengannya?”

“Dengarkan aku,” tuturku perlahan seraya menatapnya cukup lama. “Jangan pernah meremehkan Kyuhyun, Lee Jieun.”

Gadis itu terdiam, balas menatapku heran. Meskipun aku yakin ia tidak mengerti dengan apa yang kukatakan, namun ia tetap tidak bertanya apa-apa dan memilih untuk diam. Memandangku dalam kesunyian.

FATALEhistory-

Continue reading

Fatale History (Part 13)

Fatale History (Part-13)

Author: Shim Min Ra.

Rating:PG-15.

Genre(s):Angst, Romance, Tragedy, School Life, Friendship, Drama.

Length:Series.

Main Cast:Kim Ki Bum (Super Junior), Song Seung Hyun (FT. Island), Shim Min Ra (Original Character).

Supporting Cast:Lee Ji Eun (IU), Lee Dong Hae (Super Junior), Jung Soo Jung (Krystal Jung’s F(X)), Cho Kyu Hyun (Super Junior), Lee Chae Rin (CL’s 2NE1), Jung Yong Hwa (CN Blue), Lee Sung Min (Super Junior), Ham Eun Jung (T-ara).

-Shim Min Ra’s POV-

Kutolehkan kepalaku ke kiri dan ke kanan, memastikan bahwa tidak ada siapapun yang melihatku pergi dari kamar Sungmin. Setelah merasa bahwa situasiku aman, aku segera berlari-lari kecil menuju kamarku yang memang terletak agak jauh dari sana. Untungnya semua pengunjung resort sedang tertidur di tengah malam seperti ini, sehingga aku berhasil menyelinap kembali ke dalam kamarku tanpa sepengetahuan orang lain.

Sedapat mungkin, aku ingin menyembunyikan hubunganku dengan Lee Sungmin. Aku tidak ingin berdusta lebih jauh lagi, membodohi semua orang yang berada di sekitarku demi kepentingan yang riskan. Aku juga cukup tahu diri. Aku tidak ingin melibatkan Sungmin dalam masalah pribadiku. Maka dari itu, aku memilih untuk mengunci mulutku rapat-rapat. Menutup-nutupi segalanya adalah jalan yang terbaik yang bisa kulakukan sekarang.

KRRIIIEETT…

Perlahan-lahan, kubuka pintu kamarku dan menutupnya kembali dengan hati-hati. Belum sempat kugerakkan kedua kakiku dari pintu masuk, perhatianku telah tersita oleh seseorang yang aku sendiri tidak begitu mengenalnya.

“Neo…!!” teriakku dengan suara tertahan, jari telunjukku mengarah pada seorang namja yang tengah asyik berbaring di atas tempat tidurku. Tidak salah lagi, namja itu adalah namja yang pernah menumpang di kamarku dengan alasan bahwa ia melupakan letak kamarnya kemarin malam. “Kenapa kau tidur di kamarku lagi?? Ya! Aku tidak akan meminjamkan ranjangku untuk yang kedua kalinya!!”

Namja itu tetap tak bergeming dari sana, bahkan ia tidak bereaksi apapun ketika mendengar teriakanku. Membuatku terpaksa untuk mendekatinya dan menepuk pundaknya berulang kali.

“Ya! Ireona!! Jangan tertidur seperti orang mati begitu!”

“Hmm…” rintih namja itu yang kemudian memutar tubuhnya ke arahku sehingga kami saling bertatapan. Dapat kulihat wajahnya yang begitu merah dan bulir-bulir keringat yang bercucuran dari dahinya mengalir tanpa henti.

Aku tertegun sejenak begitu melihat kondisinya. Meski tadinya keraguan meliputi hatiku, namun akhirnya aku tetap mengulurkan tangan kananku dan menaruhnya di kening namja itu. Panas.

Kutarik kembali tanganku dari sana dengan cepat. “Kau demam tinggi! Aishh…!! Neo gwaenchana?? Ya! Apa kau bisa mendengar suaraku??”

Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut namja tersebut. Napasnya tersengal-sengal dan tidak beraturan, membuatku semakin panik dan gelisah.

“Eotteohge…??” ujarku pada diri sendiri. “Andwae! Aku harus meminta pertolongan orang lain…”

TOKK! TOKK!

“Jieun-ah,” panggil seseorang bersuara bass yang sangat kukenal dari luar. “Ini aku, Kibum. Aku hanya ingin bertanya sesuatu. Apa mungkin… seorang namja datang ke kamarmu lagi malam ini?”

Secepat kilat kubuka pintu kamar itu dan membiarkan Kibum masuk ke dalamnya. Lantas segera kuarahkan tatapanku menuju ke atas tempat tidur. Memberi petunjuk padanya tentang apa yang sedang terjadi.

Sepasang bola mata Kibum mengikuti arahanku. Ia terkesiap ketika mendapati tubuh seorang namja yang masih tergeletak di atas sana.

“Ck! Sudah kuduga,” decak Kibum yang kemudian berjalan cepat ke arah sisi ranjang. “Yonghwa-ya, ireona! Jangan berpura-pura tidur, kau tidak akan bisa menipuku!”

“Kau mengenalnya?” tanyaku heran. “Sepertinya dia demam.”

“Demam?” ulang Kibum tak percaya. Ia mengamati rona wajah namja itu lebih teliti selama beberapa detik. “Jinjja!”

Tanpa memberikan penjelasan apapun, Kibum bergegas memapah tubuh namja tersebut keluar dari kamarku. Entah ke mana ia akan membawa namja itu pergi.

-Author’s POV-

Meskipun sedikit kesulitan, Kibum terus menopang tubuh Yonghwa melewati puluhan pintu kamar yang berbaris di samping kiri dan kanannya. Begitu ia nyaris mendekati kamar tujuannya, bibirnya mulai bergerak. Meluncurkan sebuah nama yang mungkin akan memenuhi harapannya saat ini.

“Krystal!” seru Kibum dengan napas yang terengah-engah. Sebelah tangannya mengetuk pintu yang berada di depannya secara tidak beraturan. “Krystal Jung, buka pintunya!”

Tak lama kemudian, Krystal segera membuka pintu kamar tersebut dengan cepat. Nampak wajahnya yang sedikit terlihat kesal karena acara tidurnya terganggu. “Kim Kibum, neo… Omo! Yonghwa Oppa!!”

Tanpa meminta izin ataupun menunggu perintah dari Krystal, Kibum langsung menerobos masuk begitu saja ke dalam kamar gadis itu dan membaringkan tubuh Yonghwa di atas tempat tidur.

“Ige mwoya??” pekik Krystal histeris. “Ada apa dengannya?!”

“Keadaannya memburuk,” jelas Kibum yang masih mengatur napasnya. “Panggil dokter pribadinya sekarang juga.”

Krystal terdiam sejenak, memandang wajah pucat kakaknya yang seperti mayat hidup. Dengan cepat, ia langsung berlari keluar kamar dan memerintahkan para pelayan resort untuk melakukan sesuatu.

FATALEhistory-

Continue reading

Fatale History (Part 12)

Fatale History (Part-12)

Author: Shim Min Ra.

Rating:PG-15.

Genre(s):Angst, Romance, Tragedy, School Life, Friendship, Drama.

Length:Series.

Main Cast:Kim Ki Bum (Super Junior), Song Seung Hyun (FT. Island), Shim Min Ra (Original Character).

Supporting Cast:Lee Ji Eun (IU), Lee Dong Hae (Super Junior), Jung Soo Jung (Krystal Jung’s F(X)), Cho Kyu Hyun (Super Junior), Lee Na Young, Lee Chae Rin (CL’s 2NE1), Jung Yong Hwa (CN Blue), Lee Sung Min (Super Junior).

-Author’s POV-

Seunghyun membuka pintu kamar hotel yang sedikit ternganga di hadapannya. Ia berjalan perlahan, berusaha untuk tidak menimbulkan suara derap langkah sedikit pun. Di pandangnya lurus-lurus ke arah gadis yang sedang kalang kabut menguak kopernya. Ia memicingkan matanya seraya mencermati tingkah aneh gadis itu. Aneh? Tentu saja. Bagi Seunghyun, kelakuan Minra menjadi sangat aneh setelah ia bertemu dengan namja tersebut. Namja berpenampilan cute yang notabene temannya Kyuhyun. Bertemu dengan namja itu membuat Minra langsung sibuk menyambar semua pakaiannya dari lemari dan memasukkannya secara tidak teratur ke dalam koper.

“Neo jinjja wae geurae?” tanya Seunghyun akhirnya dengan tatapan heran.

“Bisakah aku meminjam mobil dan supir pribadi Krystal?” tanya Minra, setengah memaksa. Kedua matanya masih terpaku pada kegiatannya yang tengah mengemas barang-barang dengan gerakan tangan yang cepat, mirip seperti seseorang yang sedang di kejar-kejar oleh sesuatu.

“Wae?”

“Geu…geuge… Aku ada urusan penting…”

“Urusan penting?” Seunghyun semakin heran begitu mendengar jawaban Minra. “Seperti?”

Minra menutup kopernya dalam sekali sentakan, menguncinya dengan gembok khusus. Lalu ia mengangkatnya tanpa memedulikan pertanyaan Seunghyun. “Bisakah kau meminjamkan mobilnya padaku tanpa banyak bertanya? Jebal…!”

Bukannya langsung menuruti permintaan gadis itu, Seunghyun malah memandangnya khawatir. “Apa kau sadar bahwa kau bersikap sangat aneh sekarang?”

Gadis itu balas menatap intens ke arah Seunghyun selama sepersekian detik, menunjukkan bahwa ia juga sedang tidak main-main dengan keputusannya saat ini. “Geurae, tidak apa-apa kalau kau tidak mau. Aku yang akan bicara langsung pada Krystal.”

“SEBENARNYA ADA APA?” hardik Seunghyun sambil menahan pergelangan tangan Minra yang tengah menjinjing kopernya.

“Lepas!” balas Minra setengah berteriak, tatapan tajamnya mengarah pada Seunghyun. “Aku harus pergi!”

“Lee Jieun, kau ini kenapa?!” bentak Seunghyun seraya mempererat cengkaman tangannya, menarik gadis itu mendekat.

BRUKK!

Saking kuatnya Seunghyun menarik pergelangan tangan Minra, koper yang sedang di genggam gadis itu pun ikut terjatuh. Membuat Minra bergegas terduduk di lantai tanpa bersuara, tepatnya gadis tersebut menahan rasa sakit di jemari kakinya akibat tindihan kopernya yang memilih untuk terjatuh di atas sana.

“Ya! Gwaenchana??” tanya Seunghyun cemas sembari membungkukkan badannya, berusaha memastikan keadaan gadis itu. “Apa kau terluka?”

Minra masih tetap menundukkan kepalanya tanpa berniat untuk bangkit berdiri. Ia bahkan mengabaikan uluran tangan Seunghyun dan menolak untuk menjawab pertanyaan apapun.

“Wae geurae?” tanya Kyuhyun yang baru saja masuk ke dalam ruangan bersama Donghae setelah mendengar suara keributan. “Apa-apaan ini?”

“Sebaiknya kita panggil dokter,” ujar Seunghyun, membalikkan tubuhnya ke arah Kyuhyun yang masih berdiri di dekat pintu masuk ruangan. “Mungkin saja tulang jari kakinya retak.”

“Andwae!” tukas Minra yang kemudian menyingkirkan koper tersebut dari hadapannya. “Nan gwaenchana. Jangan panggil dokter.”

“Hmm… Bolehkah aku… melihat lukanya?” tanya seorang namja yang juga ikut masuk ke dalam ruangan itu, tersenyum manis ke arah Kyuhyun. Ya. Dialah Lee Sungmin. Namja yang mati-matian dihindari oleh Minra. “Meskipun kemampuanku tidak seberapa, tetapi aku pernah belajar sedikit tentang kedokteran.”

Seketika itu juga Minra mengangkat wajahnya yang sudah pucat pasi. Kedua matanya memandang Sungmin yang berjalan mendekat ke arahnya. Minra sendiri tetap tidak bergeming, seolah-olah tenaganya habis untuk berlari lebih jauh lagi. Meski ia melarikan diri sekarang, semuanya sudah terlambat. Lee Sungmin sudah melihat wajahnya. Namja itu sudah mengetahui identitasnya yang sebenarnya.

Bila diibaratkan, ia hanyalah pemeran figuran yang muncul untuk sementara waktu. Ia harus kembali dalam kenyataan bahwa pembunuh sepertinya sama sekali tidak pantas untuk menggantikan IU. Sudah saatnya pemeran figuran kembali ke balik layar, kan?

Selesai. Perannya sebagai IU hanya tinggal sampai di sini.

Its all over, Shim Minra.

“Nan gwaenchana,” ulang Minra yang langsung mengalihkan pandangannya dari arah Sungmin. “Mianhae, tolong keluar dari kamarku.”

Sungmin berhenti melangkah dan terus memandang Minra dalam diam.

“Seunghyun-ah,” panggil Minra yang masih dalam posisi duduk di atas lantai. “Tolong sampaikan pada mereka semua bahwa aku membutuhkan waktu untuk istirahat.”

Seakan mengerti dengan kondisi gadis itu yang ingin menyendiri, Seunghyun segera mendorong punggung Kyuhyun dan Donghae ke arah pintu keluar. “Kkaja…”

“Nawa, Sungmin-ah,” ucap Kyuhyun seraya menoleh ke belakang. Menatap Sungmin yang masih berdiri terpaku pada tempatnya.

Tanpa membutuhkan waktu yang lama, mereka semua pergi meninggalkan kamar itu. Suara gaduh barusan langsung tergantikan oleh kesunyian, menyisakan suara jarum jam yang berdetak dalam setiap denyutan nadinya.

-Shim Min Ra’s POV-

Pikiranku masih mengulang adegan di mana Sungmin memandangku dengan jeli dalam jarak yang cukup dekat. Taruhan, namja itu pasti sengaja. Ia berpura-pura memasuki kamarku untuk memastikan bahwa aku adalah IU yang asli atau bukan.

Selesai. Semuanya sudah berakhir.

Jieun-ah… Sekarang aku harus bagaimana? Haruskah aku memberitahukan hal ini pada Lee Nayoung?

Kugigit bibir bawahku kuat-kuat.

Andwae! Aku tidak mungkin memberitahu Nayoung. Lagipula, memangnya dia bisa apa? Dia bahkan bukan sponsporku. Dia hanyalah Eomma tiri IU, tidak lebih. Dan waktu sudah tidak bersahabat lagi denganku. Permainan peran ini hanya selesai lebih cepat dari rencana. Itu saja.

Tetapi… perasaan apa ini?

FATALEhistory-

Continue reading

Fatale History (Part 11)

Fatale History (Part-11)

Author: Shim Min Ra.

Rating: PG-15.

Genre(s): Angst, Romance, Tragedy, School Life, Friendship, Drama.

Length: Series.

Main Cast: Kim Ki Bum (Super Junior), Song Seung Hyun (FT. Island), Shim Min Ra (Original Character).

Supporting Cast: Lee Ji Eun (IU), Lee Dong Hae (Super Junior), Jung Soo Jung (Krystal Jung’s F(X)), Cho Kyu Hyun (Super Junior), Lee Chae Rin (CL’s 2NE1), Jung Yong Hwa (CN Blue), Lee Sung Min (Super Junior), Ham Eun Jung (T-ara).

-Shim Min Ra’s POV-

Semadae Horseback Riding Club. Di sinilah aku, berpijak pada lantai beralas rerumputan kering. Berkat undangan dari Krystal Jung, aku terpaksa meninggalkan Seoul dan menginap di daerah Osan selama liburan. Tidak bisa kupungkiri, daerah yang pernah menjadi jajahan Jepang ini memang sedikit jauh dari ibu kota Korea Selatan. Tetapi kujamin, kau tidak akan pernah menyesal datang ke sini. Tempat ini merupakan tempat eksklusif untuk berkuda, tempat yang membutuhkan banyak biaya bila kau ingin menyewa salah satu kuda setiap jamnya. Menurut keterangan yang kuketahui dari Donghae, kualitas kuda-kuda impor yang berasal dari Jerman itulah yang membuat orang biasa tidak mampu mengunjungi tempat semahal ini.

Jujur. Aku tidak mengerti dengan jalan pikiran Krystal. Dia mengundangku ke Osan, menawariku untuk menginap di resort milik keluarganya, dan menyewa seluruh area berkuda ini selama liburan. Bahkan aku tidak pernah mengobrol dengannya, atau sekedar menyapanya. Tetapi kenapa dia mengundangku, bersikap baik padaku? Apa dia tidak punya teman yang lain? Baiklah. Mungkin aku terlalu cepat berprasangka buruk. Selain diriku sendiri, dia memang mengundang Kyuhyun, Kibum, dan Seunghyun. Walaupun begitu… bukankah ini cukup aneh?

Kalau saja Eunjung tidak pulang ke rumah orangtuanya, mungkin aku rela untuk menetap di asrama. Kalau saja ada yang menemaniku selama liburan, mungkin aku tidak akan menerima tawaran Krystal secepat ini.

Kuedarkan sepasang bola mataku ke seluruh arena pacuan kuda. Samar-samar, tampak seorang namja tinggi berjalan cepat di balik pepohonan. Rambut hitamnya yang sedikit acak-acakan menutupi tindikan berwarna silver yang berada di telinga kanannya. Namja yang cukup tampan. Melihat pakaian yang dikenakannya, aku tahu dia bukan namja biasa. Bayangkan saja. Siapa yang akan sudi mengotori jas formal dan sepatu kulit untuk menunggang kuda?

BRAAKK!

“Aiiishh!” sungutku ketika salah satu sepatu boots-ku gagal untuk menapak besi pemijak kaki, membuatku terjatuh sempurna dari sisi kuda dengan bahu yang menempel pada tanah terlebih dahulu.

Dari kejauhan, dapat kulihat Kibum yang berlari menghampiriku. Wajahnya terlihat cemas.

“Gwaenchana?” tanyanya khawatir seraya mengulurkan tangannya padaku.

Dengan sisa tenaga yang ada, aku berusaha berdiri tanpa mengindahkan uluran tangannya. “Gwaenchana. Aku bisa berdiri sendiri.”

Selama beberapa saat, eskpresi Kibum mendingin. Ia merogoh saku celananya, mengeluarkan sehelai saputangan putihnya. Di taruhnya saputangan itu ke dalam genggaman tanganku.

“Setidaknya, pakai ini,” ujarnya datar, lantas berjalan pergi meninggalkanku.

Aku memandang punggungnya yang menjauh, mengamati kepergiannya dengan perasaan bersalah.

FATALEhistory-

Continue reading

%d bloggers like this: