Tag Archives: Park Jung Soo

I’m Not Children Anymore Part 9

Part 9

Author : Park Nana

Main Cast :

Park Jungsoo a.k.a Leeteuk (Super Junior)

Park Nana a.k.a Regina (Author)

Lee Chunji a.k.a Lee Chunji (Teen Top)

Other Cast :

Super Junior Member

Find yourself..

Length   : Continued

Genre    : Romance

***

Nana merapatkan kedua tangan di depan mulutnya…. Ia melihat gabungan kertas putih yang di pajang di atas ranjang Chunji menyerupai sketsa wajahnya..

Di gambar berukuran cukup besar itu, ia melihat wajahnya tersenyum riang dan beberapa anak rambutnya berterbangan sedikit menutupi sebagian wajahnya..

Dengan langkah ragu, Nana mencoba memasuki ruangan itu, ia kagum karena sketsa itu sangat indah, seperti dibuat oleh seorang pelukis pro..tapi tentu saja rasa kaget lebih mendominasi.. kenapa ada gambar seperti ini di kamar Chunji ?

Di langkah ke tiganya Nana menoleh kesamping dan melihat sesuatu di dekat jendela, ia tidak mendekat tapi matanya sudah melihat jelas benda benda yang menggantung rapih di dinding yang ditempeli foto-foto dirinya. Foto-foto itu tampak diambil secara diam-diam, lalu pada setiap foto terdapat catatan kecil di bawahnya.. Nana penasaran dengan tulisan itu dan akhirnya memutuskan untuk mendekat agar bisa membacanya

Foto pertama diambil saat Nana sedang tertawa bersama Hyun Hyo di Taman Kampus dibawahnya tertulis ‘Dia tertawa, sangat indah’, ia melihat foto itu dan tersenyum kecil, entah kenapa foto itu lebih pantas disebut memalukan dari pada indah menurutnya, mana ada perempuan tertawa dengan mulut terbuka lebar seperti itu.. foto kedua saat Nana sedang melamun dikelas, dan tulisannya ‘Dia sedang melamun, kau memikirkan apa?’, dia melanjutkan pandangannya ke foto ketiga, disana terlihat Nana sedang mengemut lollipop sambil tersenyum, tulisannya Permen itu manis kan?, tapi menurutku kaulah yang paling manis’.. foto ke empat bertuliskan ‘Dia tampak sedih, apa kau mau meminjam bahuku?’, Nana lalu melihat ke fotonya.. ia ingat waktu itu Dosen tak memberikan nilai yang bagus untuk tugasnya.. foto ke-lima diambil saat Nana akan mempresentasikan tugasnya di depan kelas dan ekspresinya sangat gugup, lalu tulisan dibawahnya ‘Dia gugup, tapi kenapa sangat menggemaskan?’.. Cukup.. kenapa Chunji membuat ini semua? Apakah selama ini ia memperhatikanku ? lalu kenapa? Apakah Chunji menyukaiku? Nana menerka nerka sendiri, ia tertunduk mencoba memikirkannya, tapi kenapa sikapnya terkadang malah menunjukan yang sebaliknya? Pertama melihatnya dikelas saja, dia sangat menyebalkan entahlah saat ini otaknya tak mau bekerja sama untuk memikirkannya, Nana memejamkan mata sebentar dan mendesah frustasi.. lalu ia memutuskan untuk melewati foto-foto yang tak terhitung jumlahnya dengan berbagai ekspresi dan tulisan itu, ia mengarahkan jarinya untuk mencari foto paling akhir, dan sepertinya yang paling baru, foto itu diambil didepan Seoul Lotte World beberapa hari yang lalu, terlihat Nana sedang berdiri menunggu Leeteuk saat itu, dan tulisannya ‘Dia menunggu orang itu,.. aku benci melihatnya’..

Saat Nana sedang berpikir keras untuk menemukan jawaban atas pertanyan pertanyaan dipikirannya, tiba-tiba Chunji meracau di ruang tengah membuat Nana terkejut dan memutuskan untuk melihatnya, sebelum ia keluar, ia pastikan untuk menutup pintunya rapat seperti semula..

Sekarang Nana berada di depan Chunji, ia melihat namja itu berkeringat dingin dan meyeritkan dahinya, tapi matanya masih terpejam.. Nana lalu menyentuh dahinya untuk memastikan.. ternyata demam Chunji makin parah..

“Chunji-ah.. neo gwencahana (kamu gapapa) ?? Ayo kita kerumah sakit..”Nana mencoba membangunkan Chunji

Chunji tidak bergerak hanya kepalanya yang menggedik beberapa kali, apakah ia bermimpi sesuatu yang buruk? Batin Nana..

“Neomu appo (sakit sekali )..”akirnya Chunji bersuara

“Oddi appo (dimana yg sakit )?? Kajja (ayo ).. kita ke dokter  “Nana mengelap keringat Chunji dengan Tissue

Chunji membuka matanya, ia menatap gadis dihadapannya lama..

“Weire (ada apa denganmu )?”Ucap Nana tak nyaman dipandangi seperti itu, ia hendak melepaskan tanganya dari dahi Chunji, tapi dengan cepat Chunji menahannya..

“Neo (kau).. kenapa perhatian padaku ?”

Nana kaget, ia mengerejapkan matanya beberapa kali

“Mworago (apa yg kau katakan )?” tukas Nana sepelan mungkin

“kau tak mungkin tidak mendengar pertanyaanku.. apakah kau…”

“aniya (bukan begitu).. apakah salah jika aku membantu teman yang sakit ?”Jawab Nana cepat

“nde,, tentu saja.. aku teman untukmu..”ucap Chunji lirih disusul melepaskan pegangannya pada yeoja itu..

Chunji berusaha bangkit, Nana hendak membantunya.. tapi Chunji menepis dengan cepat..

Mereka terdiam lama, hingga akhirnya Nana kembali bersuara..

“Kajja (ayo), kita ke dokter.”ucapnya pelan

Chunji menatapnya lalu melihat seisi rumah yang tampak lebih rapi.. seingatnya rumah ini sudah tidak dibersihkan sejak 3 hari yang lalu, ia juga sengaja menyuruh orang yang selalu membersihkan rumahnya untuk tidak datang untuk beberapa hari, ia memang tak ingin serumah dengan orang asing.. oleh sebab itu ia hanya memanggil mereka jika diperlukan saja..

“kau membereskan semua ini ?”

“O, kulihat rumahmu sangat berantakan.. banyak debu disana sini, itu sebabnya kau sakit..makanya aku..”

“Ga (pergi)..”potong chunji

“nde?” Nana heran, apakah Chunji marah melihat ia membersihkan rumahnya, sekarang apakah ia meminta Nana untuk pergi?

“Gayo (mari kita pergi ).. bukannya kau mengajaku ke Rumah Sakit”jawabnya lagi

“eh?..O” Nana berdiri cepat dan mulai membantu Chunji untuk berdiri..

“aku ambil jaket dulu..”kata Chunji sebelum mereka keluar

Saat Chunji berdiri di depan pintu kamarnya, ia kemudian menoleh cepat

“Tadi.. kau tidak masuk kesini kan ?”tanyanya penuh selidik sambil menunjuk pintu dibelakangnya

Nana kaget, tapi berusaha bersikap tenang

“Wah,, untuk apa aku masuk kesana?”

“jinjjayo (benarkah )?..”tanya Chunji masih tak percaya

“Yyak.. kau kira aku penguntit apa masuk kamar orang sembarangan aku hanya membersihkan ruangan ini dan disana” ia menunjuk kesana kemari., “memangnya ada sesuatu yang menarik dikamarmu?” ucap Nana memancing Chunji, walupun ia sudah tahu terletak banyak foto dirinya dikamar itu, tapi ia masih tidak yakin dengan maksud Chunji melakukannya..

“O.. disini kusimpan sesuatu yang menarik yang akan membuatmu terkejut, bahkan bisa mati mendadak saat kau melihatnya..”

“Geureyo (benarkah )? Kalau begitu.. aku ingin masuk..”Nana melangkah membuat Chunji jadi panik

“Yyak.. hajima (jangan ).. berhenti dan tunggu disana..” ia buru-buru masuk dan menutup pintu cepat

“Ciss.. dasar” Nana menggerutu dan mengerucutkan bibirnya

‘dia kira aku tak tahu apa-apa?’ batin Nana sambil mendelik kearah pintu

“mwo (apa )? Yye.. arraseo (ya aku tahu ), aku akan kesana sekarang..”

“Mwoseuniriya (apa yang terjadi) ? “tanya Leeteuk pada managernya yang panik disebelahnya, mereka baru selesai menemani Leeteuk yang mengisi acara di salah satu Variety Show, dan sekarang hendak pulang

“Yesung, katanya dia collaps setelah tampil di sebuah acara.., sekarang ia dilarikan ke rumah sakit.. makanya sekarang aku akan kesana untuk mengeceknya..”

“Geureyo (benarkah )?? Ck.. dia memang terlihat kurang sehat beberapa hari ini,..”Leeteuk mengingat kejadian tadi pagi saat Yesung mengeluh tentang rasa sakit di kepalanya..

“Kau mau ikut menjenguknya? Ada Kyuhyun dan Ryeowook juga disana..”

“baiklah,, lagipula bukankah ini jadwal kami melakukan chek-up rutin ?”

“O,, kalau begitu aku akan menghubungi member yang lain.. kau berangkat saja duluan.. nanti nomor kamar Yesung akan ku kirimkan kepadamu..”

“Nne,, hati-hati Hyung..”pamit Leeteuk dan akhirnya mereka berpisah di depan pintu lift.. karena Leeteuk membawa mobil sendiri jadi ia langsung menuju tempat parkir.

Sebelum ia masuk ke mobil ia mengecek handphonenya beberapa kali.. Leeteuk heran kenapa Nana belum menghubunginya lagi setelah pesannya yang terakhir yang menyebutkan akan mengembalikan jaket Chunji ke rumahnya, ‘apakah dia belum pulang ke rumah? Ck membuat orang khawatir saja’gumam Leeteuk dalam hati

Sesampainya di rumah sakit Leeteuk langsung menuju kamar yang diberitahukan Seung Hwan Hyung padanya lewat pesan saat di perjalanan tadi..

Setibanya di koridor tempat Yesung di rawat, ia melihat KyuHyun, Ryeowook, Sungmin, dan Donghae sedang duduk di depan kamar Yesung

“bagaimana keadaannya?” tanya Leeteuk langsung saat sampai menghampiri mereka

“Hyung wasseoyo (hyung kau sudah datang).. “ ucap Donghae dan Ryeowook serempak

“Dia sedang diperiksa dokter, katanya ia hanya butuh istirahat yang cukup..”jelas Sungmin

“Tadinya kukira Yesung hyung tidak akan collaps di tempat itu, padahal ia bilang ia tidak apa-apa sesaat sebelum tampil, aku memang sudah berfirasat bahwa ia sedang sakit “kata Kyuhyun sambil melongokan kepalanya memeriksa keadaan di dalam

“Dia memang selalu begitu , memaksakan segalanya agar tidak membuat fans kecewa”angguk Leeteuk

“Hyung, apakah Nana sakit ?” kata Donghae tiba-tiba

“nde (apa) ?”

“aku sempat melihatnya di belokan pertama sebelum kesini, kukira dia sedang bersamamu makanya aku tak menegurnya.. tapi sepertinya kalian tidak sedang bersama..”

“kau melihatnya dimana? “ kata Leeteuk sambil mengeluarkan ponselnya

“di belokan pertama sebelum kesini.. ng apa ya namanya.. pokoknya jalan yang dekat dangan tangga darurat..”kata Donghae mencoba menjelaskan secara detail

“kalau begitu aku pergi dulu.. aku akan segera  kembali..” Leeteuk bergegas meninggalkan mereka berempat

Leeteuk mengikuti arah yang diberikan Donghae.. kalau belokan pertama sebelum ke kamar Yesung berarti ia harus mengambil jalan sebelumnya..

Ia terus mencari sambil berlari kecil, kepalanya menengok ke kanan dan kekiri tak perduli dengan beberapa orang dan suster yang mengenali dirinya..

Dia benar-benar  khawatir jika terjadi sesuatu pada yeoja itu..

Ponsel yang menempel ditelinganya.. terus menghubungi nomor Nana.. saat ia melewati sebuah kamar ia berhenti, dan mundur untuk melihatnya

Ya,, Leeteuk melihat Nana sedang duduk di samping Chunji yang dipasangkan infusan oleh seorang perawat, Nana menyadari ponselnya bergetar dan mengambil benda itu dari dalam tasnya

“Yeobboseyo..”sahut Nana.. Leeteuk masih terpana dengan yang ia lihat dan belum sadar saat Nana mengangkat ponselnya

“Yeobboseyo ?? Oppa??”

“Ah.. nnde.. neo oddiya (kau dimana)?” tanya Leeteuk

“ng.. aku , aku ada di rumah sakit..” jawab Nana ragu sambil melihat kearah Chunji,, Chunji juga melihatnya, mereka saling berpandangan.. Leeteuk kesal melihatnya

“weire (ada apa denganmu )? Neo appoyo (kau sakit )??”kata Leeteuk masih dengan suara yang datar

“ani.. anio oppa.. nan gwencahana.. aku sedang mengantar temanku yang sakit..”

“ah chinguya (oh teman ).. nugu (siapa)?”

“Ah.. dia…” kata Nana menggantung

“Ah.. nnde.. gwencahana kalau kau tak mau memberitahuku..”Leeteuk berusaha mengendalikan emosinya

“Oppa..”Nana merasa tidak enak, dia tak bermaksud begitu..

“Nne.. hati-hati saat kau pulang, Geuno (ku tutup)” Klik, ia mengakhiri telponnya

Leeteuk lalu memutar badannya dan melangkah pelan, ia tak habis pikir.. kenapa Nana bisa ada disana menemani Chunji.. apakah tadi ia tak kerumahnya ? melainkan ke Rumah Sakit untuk menegok namja itu ? Leeteuk tak pernah sekesal ini.. ia juga bingung dengan perasaanya.. dulu ia tak pernah marah ataupun melarang jika Nana ingin berteman dengan siapapun, tapi melihatnya bersama Chunji belakangan ini.. Leeteuk selalu merasa aneh.. dadanya merasakan sesuatu yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.. rasanya Leeteuk ingin menonjok Chunji saat ia tahu mereka sedang bersama., apalagi belakang ini Nana selalu bersamanya.. memang tak bisa menyalahkan siapapun.. Leeteuk sibuk, Nana sendiri lalu Chunji selalu hadir untuk menemaninya.. ini memang diluar kendali, Leeteuk tau ia memang tak bisa menemani Nana sesering Chunji.. Jadwalnya beberapa hari ini juga semakin padat membuat ia dan Nana jarang bertemu di rumah, mereka serumah tapi rasanya Leeteuk berjauhan dengan yeoja itu.. Leeteuk berpikir keras sambil mengelus-ngelus tengkuknya.. ia tak tahu nama dari perasaanya belakangan ini.. apakah ia merindukan Nana ?.. aneh, mereka berpacaran tapi Leeteuk juga belum pernah merasakan perasaan ini..

Mungkin karena belakangan ini jika ia pulang ke rumah Nana pasti sudah tidur, dan paginya juga Leeteuk selalu buru-buru pergi untuk berangkat kerja, ia menyadari bahwa frekuensi nya bertemu dengan Nana   sangatlah jarang.. itu sebabnya ia merasakan hal ini.. jadi Leeteuk baru tahu bahwa merindukan seseorang bisa semenderita ini, tapi ia senang mengetahui hatinya bisa bereaksi lain untuk yeoja itu, entahlah selain menyayangi seperti panggilannya pada Nana, ia rasa belum pernah merasakan lebih..

Leeteuk berjalan menunduk dan tak menyadri jika seseorang sedang menegurnya.. Karena kesal orang itu akhirnya mengguncang bahu Leeteuk..

“Hyung, neo gwenchana ? “ Shiwon sedikit menurunkan wajahnya karena perbedaan tinggi badan diantara keduanya

“ah, kau.. sejak kapan.. Aish tadi aku hanya melamun..”sergah leeteuk begitu melihat ekspresi Shiwon yang menghawatirkannya..

“apa yang kau lakukan disini Hyung ? “ tanya Shiwon lagi

“ng.. aku baru dari toilet dan lupa jalan kembali ke kamar Yesung, makanya tadi aku sempat bingung.. “ kilahnya berbohong.. “lalu kau sendiri sedang apa ?”

“Chunji, dia sakit.. dan katanya dirawat disini juga.. Nana yang memberi tahuku “ jawab Shiwon hati-hati

“geureyo (benarkah) ? dia sakit apa ? “

Shiwon heran dan  melepaskan pegangannya di bahu Leeteuk, ia kan tadi menyebutkan nama Nana, kenapa Leeteuk bahkan tak mengungkitnya ?

“dia sakit demam, katanya beberapa hari ini harus dirawat di Rumah Sakit.. aku memang kakak yang bodoh, adiknya sakitpun harus tahu dari orang lain.. untung saja tadi Nana kerumah kami dan segera membawanya kemari..”

Leeteuk menatap Shiwon.. “kalau begitu semoga adikmu cepat sembuh, aku akan menengoknya lain kali,, sekarang aku harus segera kembali ke kamar Yesung “ Leeteuk tak ingin Shiwon mengajaknya ke kamar Chunji, mungkin jika ia ikut ia tak akan bisa mengendalikan emosinya melihat Nana dan Chunji saat ini.. itu sebabnya ia memilih untuk menghindar

Shiwon merengut, tadinya ia ingin mengajak Leeteuk .. mungkin ia bisa mempertemukan Nana dengannya.. jadi Shiwon bisa sekalian menepis pikiran adiknya itu untuk merebut Nana dari Leeteuk

“baiklah, aku akan menyusul ke kamar Yesung Hyung beberapa saat lagi..” ucap Shiwon

Leeteuk hendak melangkah hingga Shiwon menahannya..

“Hyung, aku bilang tadi, Nana yang memeberitahuku.. mungkin sekarang dia bersama Chunji.. apakah kau tak mau menemuinya ?”

Leeteuk menatap Shiwon dan menyunggingkan senyumnya tipis.. “aku sudah tau, tadi aku meneleponnya “ jawabnya singkat dan akhirnya meninggalkan Shiwon sendirian..

Di balik pintu kamar Chunji, Nana melihat pertemuan Leeteuk dan Shiwon. Tadinya ia ingin keluar untuk membeli minum, tapi langkahnya tertahan saat melihat kedua namja di depannya.. Nana kaget melihat Leeteuk ada disana, tapi lebih kaget lagi karena Leeteuk tak menegurnya..

‘apakah tadi oppa melihatku ?, tapi kenapa tak masuk kedalam ?’ Nana sedikit kecewa karena merasa dirinya diacuhkan.. terlebih waktunya bersama Leeteuk pun menjadi sangat jarang.. sikap Leeteuk padanya juga sedikit berubah.. jika biasanya sesibuk apapun Leeteuk pasti akan menyiapkan sarapan untuknya sebelum pergi, mengirim pesan karena tak bisa mengantar atau menjemputnya, ataupun mengucapkan sapaan yang menjadi kebiasaan rutin.. tapi sudah beberapa hari ini Nana tak menemukan itu semua, bukannya ia ingin dilayani, tapi setidaknya Leeteuk mestinya membangunkannya untuk sekedar pamit..

Tadinya ia berpikir Leeteuk benar-benar sibuk akhir-akhir ini, makanya tak bisa melakukan itu semua.. tapi sejak kejadian di Taman hiburan beberapa waktu yang lalu.. ia merasa Leeteuk sengaja menghindarinya, tidak .. bukankah aku sendiri yang bersikap begitu ?, Nana mencoba berdebat dengan persaannya..’Oppa tak mungkin menghindariku, akulah yang menghindarinya..’ kali ini ia meyakinkan dirinya sendiri.. memang selalu begitu, bagaimanapun yang terjadi sebenarnya,, Nana selalu merasa dirinya lah yang salah..

“Yyak, kau jadi beli minum tidak ?, jangan berdiri di depan pintu seperti itu terus.. “ Chunji setengah berteriak membuat Nana tersadar dari lamunannya.. ia segera berbalik pada namja menyebalkan itu sambil memicingkan matanya.. dasar.. kalau kau tidak sakit sudah ku cekik kau, batin Nana kesal..

Nana segera pergi sebelum Shiwon berbalik dari tatapannya memandangi kepergian Leeteuk..

Leeteuk pulang lebih awal dari biasanya, hari ini ia tak berkirim pesan dengan Nana sekalipun sejak telepon terakhirnya tadi sore.. ia juga tak menanyakan Nana sudah pulang atau belum, bukan apa-apa ia kira jika Nana membalasanya dengan hal yang tak ingin ia dengar , itu akan membuatnya kecewa saja.. makanya ia memilih untuk tak menghubungi Nana sampai hatinya kembali tenang..

Ia masuk sambil mengendap-endap, seperti maling saja.. padahal ditempat sendiri.. ia takut Nana sudah pulang, tak bisa ia bayangkan jika sekarang mereka bertemu setelah Leeteuk melihatnya tadi sedang bersama Chunji, Leeteuk hanya merasa dirinya belum siap bertemu dengan Nana untuk saat ini.. tapi setelah memastikan tak ada siapapun  ia lega dan segera masuk ke kamarnya..

Nana pulang agak larut, tadi setelah mengatakan ia akan keluar membeli minum pada Chunji.. Nana tak kembali lagi kerumah sakit.. ia malah pergi dari sana dan berjalan-jalan sampai-sampai ia hampir tersesat karena memikirkan hubungannya dengan Leeteuk juga sikap Chunji..

 

“Nan Wasseo (aku pulang)..” ucap Nana sesampainya di dalam apartment, sebelum melangkah ke dalam kamarnya.. ia terlebih dahulu mengecek kamar Leeteuk, sudah sejak 3 hari terakhir ia melakukannya, walaupun hasilnya tetap sama yaitu Leeteuk pasti belum pulang..

Saat membuka pintu kamar Leeteuk , Nana hanya melongokan kepalanya sedikit dan terkejut saat mendapati Leeteuk sedang tertidur di kasurnya, biasanya belum pulang tapi ini kok sudah tidur lagi.. bingung Nana dalam hati.. ia berjalan mendekati pria itu dengan hati-hati, takut langkah suaranya membangunkan Leeteuk. Saat di depan ranjangnya, ia melepas earphone yang terpasang di telinga Leeteuk lalu menyimpannya di laci  dekat ranjang.. ia juga membenarkan selimut Leeteuk sampai menutupi dadanya..

“sudah beberapa hari tak bertemu, kau pasti lelah kan Oppa ?” Nana berbisik pelan.. lalu ia berbalik dan kembali ke kamarnya..

Saat pintu kamar sudah di tutup rapat, Leeteuk membuka matanya dan merasa bersalah karena berpura-pura tidur.. sebenarnya saat Nana pulang ia mendengarnya dan langsung naik ke kasur agar tak menemuinya..

“mianhae..”lirihnya menyesal

-to be continued-

maaf karena sempat hiatus,, kemaren sibuk ngurus masuk ke universitas.. ^^

enjoy reading guys..

*bow

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

I’m Not Children Anymore Part 8


Author pov

Leeteuk dan Nana segera meninggalkan tempat itu.. Ia merangkul pundak yeoja itu dan merapatkan tubuhnya.. Nana sedikit menggigil kedinginan,,membuat Leeteuk semakin merasa bersalah..

“Sampai kau pulang akan kubuatkan Sup untukmu..”leeteuk tersenyum lembut

“Ne..Gomawo Oppa..”Nana terlihat senang..

“Aku sungguh menyesal tak menepati janjiku Jagiiya..”Leeteuk tertunduk lesu dan menggigit bibir bawahnya pelan

“anio oppa Gwencaha,,jongmal gwencahana..”Nana menatap Leeteuk lekat

“Ne..arraso..”sahut Leeteuk.. mereka pun segera manaiki mobil..

“Itu punya siapa??sepertinya itu bukan milikmu..” tanya leeteuk sekilas melihat jaket yang Nana pegang di pangkuannya

“Eh?? Ini..tadi Chunji yang meminjamkannya padaku”jawab Nana ragu..

“begitu? Jadi tadi kalian bersama?”tanyanya lagi tanpa melihat gadis yang duduk disampingnya

“Ng..iya opa..Mian..”Nana berucap ragu

“hahaha,,kau ini untuk apa minta maaf.. aku senang ada yang memperhatikanmu selain aku.”leeteuk tertawa pelan

Gadis itu hanya memandangnya lama..tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar,,bukan.. bukan itu yang ingin ia dengar,,ia ingin namjachingunya khawatir dan mencegahnya mendekati pria lain.. ini sungguh tidak normal.. kenapa Leeteuk bahkan tak cemburu sedikitpun? Apakah ia memang hanya menganggap Nana sebagai adiknya.. Nana tertunduk dan menahan bulir air mata yang mendesak ingin keluar dari bola matanya.. sementara itu diam-diam Leeteuk mencengkram Stirnya erat dan menggeretakan giginya menahan kesal..

Leeteuk’s Apartment

“Oppa,,lebih baik kau istirahat saja,,aku juga sudah lelah dan ingin cepat tidur..”

“Baiklah,,apakah kau yakin tak mau kubuatkan sup terlebih dahulu?”tanya Leeteuk meyakinkan

“Ani oppa..ini sudah malam,,besok kau harus kerja dan aku ada kuliah pagi..lebih baik kita istirahat saja..”Nana sedikit menghindari tatapan Leeteuk yang terus memandanginya

“mmm,,tidurlah kalau begitu..jaljja..”ucap leeteuk lagi

“Ne oppa jaljja..”Nana memasuki kamarnya dan menutup pintunya rapat,sementara leeteuk menunggu gadis itu berbalik dan tersenyum padanya..

‘Kumohon..  sesulit apapun tetaplah disampingku’ Gumam leeteuk lirih sambil menatap pintu kamar berwarna putih di depannya..

Nana bersandar dipintu kamarnya dan memegangi dadanya yang terasa sesak.. sebenarnya ia tak lelah ataupun ingin istirahat sekalipun..hanya saja perkataan Leeteuk di mobil merubah suasana hatinya dalam sekejap..

“Oppa,,sebenarnya apa artinya aku untukmu..”

@Campus

“mana namja yang selalu menguntit mu itu??”tanya Hyun Hyo sambil asyik  memainkan kukunya

“nuguya??”jawab Nana datar

“Ck..kau ini pura-pura atau memang tidak tahu sih,,namja yang bernama Chunji itu..mana dia? Sudah 3 hari aku tak melihatnya.. biasanya dia selalu menggangumu kan?” kali ini Hyun Hyo menatapnya menanti jawaban yang akan  Nana berikan

“Huh..mollayo..memangnya aku siapanya..”Nana menjawab asal sambil menurunkan bahunya dan mendesah pelan

“Aku pikir dia menyukaimu lho..,”

“jangan bicara sembarangan..”

“Aishh,,aku tidak bercanda..lihat saja tatapan nya padamu,,apakah kau tak bisa membedakannya? kau ini sungguh tidak peka..”

“terserah..”

“aku ke toilet dulu..”Nana bangkit dan meninggalkan Hyun Hyo yang kecewa karena merasa tak digubris

“Gadis itu,.. apakah pacarnya lebih baik dari pada Chunji.. dasar..”dengus Hyun Hyo pelan

Nana mendengar ucapan Hyun Hyo yang hampir tak terdengar itu..

***

Ia membasuh mukanya dengan air kran..dan menatap bayangan yang terpantul di cermin..

Dia memikirkan perkataan Hyun Hyo di kelas tadi,,memang benar sudah beberapa hari ini Chunji tidak masuk kuliah ,dan Nana bukannya tidak menyadarinya hanya saja dia berpura-pura tidak tahu..dan selama 3 hari itu juga Nana selalu membawa Jaket yang Chunji pinjamkan malam itu..

“Apakah aku kerumahnya saja?” tanya Nana pada bayangannya di cermin..

setelah berpikir beberapa saat ia mengangguk yakin.. ia berniat mengembalikan jaket chunji pulang dari Kampus..

Dengan cepat Nana mengeluarkan ponselnya dan mengetik pesan singkat untuk seseorang..

‘Oppa.. hari ini aku pulang terlambat, tak perlu menjemputku.. aku pergi mengembalikan jaket chunji terlebih dahulu^^’

Selesai..klik ia menekan tombol send..

Dan bergegas meninggalkan toilet..

@KBS Building

Drrt drtt..Leeteuk merasakan ponsel di sakunya bergetar.. lalu ia membuka pesan itu..melihat sang pengirim Leeteuk mengembangkan senyumnya..tapi setelah ia membaca isinya.. raut mukanya berubah menjadi muram..

“dari siapa hyung?” tanya Eunhyuk yang berada disampingnya dan menyadari perubahan ekspresi Hyung nya itu..

“Nana..”jawab Leeteuk lirih

“Wae?? Apa isi pesannya?”tanya Eunhyuk penuh selidik

“Aissh..kau ini ingin tau saja..sudahlah..bukan apa-apa..”

“jika tidak ada apa-apa,,seharusnya kau tak perlu menampilkan ekspresi seperti itu,,kalian pasti bertengkar ya?”

“Ck..jangan sok tau kau Hyuk Jae-ah”Leeteuk menoyor kepala Eunhyuk pelan dan meninggalkannya bersama Shiwon yang sedang melihat buku yang tak sepenuhnya ia baca.. Shiwon lalu mengamati langkah Leeteuk yang keluar dari ruang tunggu itu..

Leeteuk menaiki lantai teratas di gedung dan merentangkan tangannya menikmati udara segar di ruangan tanpa kap itu..

“Hyung..udara disini begitu segar bukan?” tanya sebuah suara yang berdiri disamping pria yang sedang memejamkan matanya menikmati udara yang ia hirup..

“Eh??”tanya Leeteuk tersentak akan kedatangan Shiwon

“Pemandangannya juga bagus..”lanjut Shiwon lagi

Akhirnya Leeteuk menurunkan kedua tangan yang ia rentangkan dan menatap lurus kedepan

“Yye.. kau benar..”

“apakah sesuatu sedang menggangumu saat ini hyung-ah?”Shiwon memberanikan diri..

“Ani..hanya saja,,terkadang aku berpikir bahwa aku tidak bisa melindungi orang yang ku cintai..”jawab leeteuk dengan nada putus asa..

“kau sedang membicarakan Nana bukan?” Shiwon meyakinkan

“Kau ini,,aku kira kau mengerti..,,sudahlah lupakan saja..”leeteuk tertunduk dan melempar senyum kecil pada Shiwon

“Ayolah Hyung,,kita sudah seperti saudara, ceritakan saja ada apa?”paksa Shiwon

Leeteuk memandang Shiwon sebentar dan akhirnya membuka suaranya kembali

“Jika pasanagan kita bisa bahagia bersama orang lain, apakah kau akan melepaskannya?”

Shiwon menyatukan kedua alisnya,,merasa aneh dengan pertanyaan Leeteuk..

“maksudmu??” Shiwon belum menegrti sepenuhnya..

“Chunji..”jawab Leeteuk menatap Shiwon lekat

Shiwon terkejut mendengar jawaban Leeteuk,,tapi dengan cepat ia menyesuaikan diri dan menyembunyikan keterkejutannya..

“kenapa dengan bocah itu?”

“Anio,,hanya saja aku kira Nana..”

“Hyung,,jangan berpikir terlalu jauh.. aku yakin tidak ada apa-apa diantara mereka..”ucap Shiwon memotong perkataan Hyung nya cepat

“rupanya kau juga menyadarinya?? ..”Leeteuk tersenyum puas

“Hyung,,adiku..”Shiwon merasa dirinya sudah terjebak dengan pembicaraan ini

“tenanglah,,aku hanya mengetes mu saja.. aku tau kau juga memikirkan apa yang kau pikirkan..sudahlah,,ayo kita turun ,,sebentar lagi Seung Hwan Hyung pasti mencari kita..”

Leeteuk melangkah menjauhi Shiwon yang terpaku ditempatnya

“Hyung..”Leeteuk menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang

“Jangan khawatir,, aku pastikan tak akan ada apapun yang terjadi pada hubunganmu”

Leeteuk tersenyum kecil..”Jangan terlalu yakin,,kau tahu? Ini mengenai perasaan.. tak ada seorang pun yang dapat mencegahnya,,”Leeteuk kembali melangkah menuruni tangga didepannya..

@Chunji house

Ting Tong.. beberapa kali Nana memencet bel yang terdapat disamping pintu berwarna Coklat tua itu..

Ia mendesah frustasi,,sudah lebih dari 20 menit ia berdiri didepan pintu dan tak ada tanda-tanda bahwa sang pemilik rumah ada disana.. Nana menekan tombol hijau 2 kali di ponselnya..tanda menghubungi panggilan terakhir..

Ttutt-ttutt-ttutt.. silahkan tinggalkan pesan setelah nada berikut ini.. Bip

“Yak Chunji pabo..kau dimana? Aku sedang di depan rumahmu.. jika kau ada dirumah,,cepat buka pintunya aku ingin mengembalikan barangamu..” Klik Nana mengakhiri panggilannya.. sudah 7 kali ia meninggalkana pesan suara yang isinya hampir sama..

“Ck..kau ini ada dirumah atau tidak sih..”Akhirnya Nana menyerah dan berbalik meninggalkan pintu itu..

Cklek,,terdengar pintunya terbuka,,Nana berbalik cepat,dibalik pintu ia dapat melihat Chunji sedang berdiri dengan muka pucat..

“Mau apa kau kesini?”tanyanya sinis.. Nana melongo lalu dengan cepat menghampiri Chunji dengan raut muka kesal..

“Ini..”ia menyodorkan jaket ke muka namja itu..

“Apa?”

“Ini..ini jaketmu..”Nana mengibas ngibaskannya

Chunji hanya berekspresi datar dan masuk kedalam rumah.. Nana yang semakin heran dengan tingkahnya,,akhirnya mengikutinya kedalam..

“Yyakk,,aku kesini mau mengembalikan jaketmu..”Ucap Nana setengah berteriak..

Chunji tidak menggubris dan langsung tiduran di sofa..

“Aishh kau ini.. sungguh menyebalkan.. aku simpan disini ya..”Nana meletakannya di Meja dan Krekk.. ia menginjak sesuatu..

“Ya ampun..”Nana menyadari ruangan ini begitu berantakan,, Botol bir dimana-mana..bungkus Snack yang tersebar hampir diseluruh ruangan,,kemeja,t-shirt,kaos kaki, semuanya bertebaran tak beraturan..

Ini lebih pantas disebut sebagai kapal pecah,,daripada sebuah ruang keluarga..

Ia melihat Chunji yang sedang meringkuk.. Sepertinya ada yang tidak beres.. Nana memberanikan diri menyentuh kening Namja itu.. dan begitu kagetnya Nana.. ternyata Chunji sedang demam tinggi..pantas ia begitu pucat..

“Yyak,,kau sedang sakit,,kemana Shiwon oppa??”teriak Nana panik

“Ishh,, dia kan sudah pindah dan bisa tidak kau pelankan suaramu itu,,berisik sekali..”Chunji menutup kedua telinganya

“Aku harus menghubungi Shiwon oppa,,ash tidak dokter saja dulu..”Nana mengeluarkan ponsel di sakunya

Chunji bangkit dan menarik pergelangan gadis itu,,membuat tubuhnya secara paksa duduk di sofa yang sama..

Lalu ia tiduran di paha Nana.. sontak Nana kaget dan mengangkat kedua tangannya,,

“kau ini sedang apa?”Ucap gadis itu kesal

“jangan lakukan apapun,,jangan hubungi siapapun,,dan cukup duduk saja.. arra??”chunji berbicara sambil memejamkan matanya..

Nana tak bisa menjawab hanya mencoba mengontrol detak jantungnya yang semakin berdetak cepat..

“ini hukuman untukmu..”ucap Chunji lagi..

“hukuman?? W-wae? “Nana mencoba menekan rasa gugupnya

“Karena waktu itu kau meninggalkanku..”

“Eh?.. oh itu.. aku minta maaf..”

“Gwencahana,,ada yang lebih menyakitkan dibanding ditinnggalkan oleh mu..”Chunji berkata lirih dan nyaris tak terdengar..

“apa?”Nana merasa tak mengerti dengan ucapan namja yang tidur dipangkuannya itu

“Anio..”jawabnya singkat

5 menit

10 menit

15 menit

Nana merasa kakinya pegal dan mulai kesemutan.. satu lagi Pahanya mulai merasa panas karena suhu tubuh chunji.. ia melihat penampilan namja itu dari atas sampai bawah.. memakai celana piyama berwarna abu,,dan kaos oblong berwarna putih,,melipat tangannya didada dan meringkukan kakinya karena ukuran sofa yang tak sepanjang tubuhnya..

Nana mulai bergerak sedikit demi sedikit mencoba tak membangunkan namja itu,,sepertinya Chunji benar-benar tertidur.. ia menggantikan pahanya dengan sebuah bantal sofa.. Chunji sedikit menggeliat membuat Nana membeku sesaat,,tapi untungnya namja itu tak benar benar bangun..

Ia berjongkok didepan chunji dan menatapnya lekat,,

‘sama,,ekspresinya sama dengan waktu itu’..Nana mengingat kejadian di perpustakaan beberapa waktu yang lalu,,disaat Chunji tertidur ketika mereka sedang mengerjakan tugas bersama..

Hanya saja,,kali ini Chunji lebih pucat.. bibirnya mengering dan ada warna kecoklatan di bawah kantung matanya..

Nana memandangi keadaan sekitar ia langsung bergerak membersihkannya..

Setelah itu ia bergegas menuju kamar Chunji, berniat mengambil selimut untuknya..

Didepan kamar yang dulu pernah ia masuki,,ia sedikit ragu..

“maaf aku lancang chunji..” Nana berbicara sendiri seolah meminta izin pada Chunji..

Ia memegang kenop pintu dan mendorong pintunya perlahan.. Nana melongokan kepalanya sedikit dan ternyata kamar itu telah kosong,, tak ada apapun disana.. ia masuk kedalam kamar dan merasa heran.. Nana mencoba mengingat kembali.. memang tidak salah.. ini kamar yang waktu itu pikirnya..warna catnya..letak posisinya dari sebelah pintu masuk..semuanya benar.. tapi kenapa ruangan ini kosong ..

Ia pun melangkah keluar dan menutup kembali pintu itu,,saat ia mendongkak ternyata sebuah papan diatas pintu itu bertuliskan ‘Shiwon’s room’.. pantas saja,,gumamnya

“lalu yang mana kamar namja pabo itu??”pandangannya mengelilingi ruangan itu,,dan ternyata sebuah pintu yang bersebrangan dengannya bertuliskan ‘Chunji’s room’.. Ah itu dia..

Sekarang ia melangkah menghampiri pintu itu dan tanpa ragu ia langsung memutar kenop nya..

“Ahh..”Nana terkejut setelah membukanya

“itu..itu.. aku??”ia menunjuk suatu benda yang ada diruangan itu dan membelalakan matanya..

-To be continued-

 

Enjoy Reading All 😀

Gomabsumnida.. ^^

I’m Not Children Anymore Part 6

Happy Reading 😀

Klek pintu itu terbuka..

“chunji-ah kajja.. hwaa~ nana-shi kenapa..kau…” ia menunjuk ke arahku sambil membesarkan pupil matanya.. aku yang duduk lemas hanya bisa tersenyum,lebih tepatnya senyum yang dipaksakan..

“ahh anio hyung-ah,,tadi di kampus dia pingsan terpaksa aku bawa kesini karena letak rumah kita tak terlalu jauh dari kampus..”chunji mencoba menjelaskan sambil nyengir kuda..

“mwo?? Dia pingsan?? Wae??” sekarang ekspresi shiwon oppa berubah menjadi khawatir..

“molla..”chunji mengangkat bahunya,,”mungkin ia pusing karena belum sarapan..”terusnya..

“aigoo..jadi begitu.. ya sudah.. tapi kau baik baik saja kan?”oppa mulai mendekatiku dan sekarang menunduk melihat keadaanku..

“gwenchana Oppa,, gomawo sudah menghawatirkan ku.. mianhae jika aku merepotkan sebentar lagi aku mau pamit..”ucpku mencoba berdiri..

“andwe..!!”chunji berteriak..

Aku dan shiwon oppa kaget mendengar suaranya..

“yyak dasar pabo,,kau belum makan apapun mau pulang bagaimana?? Memangnya kau masih ada tenaga? Duduklah dan makan sedikit,,lalu minum obat..”katanya sibuk membuka tablet obat yang ia bawa bersama makanan tadi..

Pletak,,shiwon oppa mengadiahi sebuah pukulan kecil di kepala chunji..

“yyak hyung-ah..”ia meringis

“kau yang pabo,,,apakah sikapmu tidak bisa lebih lembut padanya..”kata shiwon oppa..

Aku hanya tersenyum kecil melihat tingkah mereka.. lucu sekali gumamku..

“duduklah nana-shi lalu makan dulu,,setelah itu aku akan mengantarmu”kata shiwon oppa lagi..

“wae??kenapa hyung yang mengantarnya??”chunji terlihat tidak suka

“memangnya kenapa??”jawab kami bersamaan

“anio..”ia hanya tertunduk..

“bagus,,kalau begitu .. aku akan menghubungi teukie hyung dan mengatakan bahwa kau sedang berada disini..”shiwon oppa hendak mengeluarkan ponselnya dan memijit beberapa angka yang ia hapal diluar kepala..

“andwe oppa.. aku tak mau membuat teukie oppa khawatir..jangan mengatakan apapun padanya..aku mohon..”kataku sedikit memelas..

“ya sudah terserah kau saja..”

“sekarang buka mulutmu aaa..”chunji hendak menyuapkan bubur kepadaku dan menyuruhku membuka mulut..aku langsung kaget atas perlakuannya,, apakah ini halusinasiku yang sedang lemas atau dia memang sudah gila..

“aku makan sendiri saja”rebutku membawa sendok yang ia pegang, kini kualihkan nampannya ke pangkuanku..

“cih..dasar kau ini..”ia mengumpat kesal.. shiwon oppa hanya terlihat bingung melihat kami..

“chunji ayo keluar sebentar ada yang ingin aku bicarakan”Shiwon oppa melangkah keluar dari kamar chunji..

“nde hyung-ah”chunji juga bangkit dan mengikuti kakaknya..kukira ia akan langsung pergi..tak kusangka ia berbalik secara tiba tiba membuatku sedikit terkejut..

“habiskan makananmu!!..seumur hidupku baru pertama kalinya aku membuat bubur seperti itu untuk seorang yeoja,,”katanya sedikit mengancam,,kemudian ia melongos pergi..

Mwo?? Aku hampir tersedak.. dia yang membuatkan bubur untuku?,, hari ini sikapnya sungguh aneh dari pertama menjemputku sampai membuatkan bubur padaku,,sikapnya sungguh aneh.. tak seperti pertama kali aku melihatnya yang selalu menunjukan sikap angkuhnya,,hari ini ia begitu kekanakan.. aku tak tau,,ash mungkin hanya perasaanku saja..mungkin semua ini hanya karena ia merasa bersalah karena telah merebut rotiku tadi pagi.. huffft.. -_-‘

***

Shiwon oppa mengantarku pulang dari rumahnya,,aku menoleh padanya, raut mukanya yang kalem membuatku heran kenapa ia bisa mempunyai dongsaeng seperti chunji yang sangat menyebalkan..

“nana-shi neo gwenchana??”tak kusangka oppa menoleh juga padaku,aku jadi kaget.. kuingat kejadian bersama chunji tadi pagi membuatku tersenyum sendiri..mereka berdua mirip, selalu menyadari jika seseorang sedang memperhatikan mereka.. (yaiyalah orang di mobil cuman berdua,author sarap..LOL)

“n..nde oppa..”aku tersenyum menjawab pertanyaannya

“mm..”ia mengangguk pelan dan kembali memperhatikan jalan

“oo iya..  sepertinya..”shiwon oppa berhenti lama dan tak melanjutkan kalimatnya..

“sepertinya apa oppa??”kataku penasaran

“ah…andwe tidak apa-apa,,lupakanlah..”ia terus mengemudi..

Aku menautkan kedua alisku dan kemudian memutuskan untuk berbalik melihat pemandangan kota Seoul dimalam hari yang tak pernah sepi.. tiba tiba Hp di tasku bergetar , aku segera membukanya,,kulihat 23 missed call dan 17 pesan yang semuanya dari Teukie Oppa.. isi pesannya bernada sama yaitu..

From : Teukie Oppa

`jagiiya~ kau dimana?? Kenapa belum pulang??..kau tak menjawab telfonku,,bahkan tak satupun sms ku yang kau balas..kau tahu aku menghawatirkanmu.. jebal segera hubungi oppa setelah kau melihat pesan ini..’

Saranghae~

Aigoo~ aku lupa tak men-check ponselku dari tadi,,mian oppa sebentar lagi aku sampai..gumamku dalam hati..

Akhirnya kami sampai di depan apartemenku.. oppa membuka pintu mobil dan memegang tanganku untuk turun..

“gomawo Oppa”kataku sambil menunduk

“nne chonman,,jangan sungkan.. o iya perlu oppa antar ke dalam?”

“ah.. oppa gomawo jongmal gomawo tapi aku tak mau membuat teukie oppa khawatir jika mengetahui keadaanku.. jebal rahasiakan ini ya oppa..”hari ini 2 kali aku memelas padanya, aku juga merapatkan kedua tanganku dan menempelkannya di daguku..

“nne.. aku akan merahasiakannya” oppa tersenyum,,membuatku bernafas lega,,

“gomawo,,sekali lagi gomawo oppa”kataku sambil menunduk beberapa kali dan pergi meninggalkannya..

-Shiwon pov-

“sepertinya.. adiku menyukaimu..”aku berkata pelan sambil melihat punggung yeoja yang aku antar dan sekarang sosoknya semakin mengecil..

Aku bergegas menaiki mobilku dan pulang.. aku harus bicara pada bocah itu.. gumamku dalam hati..

“hyung.. kau sudah pulang,, bagaimana keadaan Nana??”chunji memegang pundaku dan menggoyang goyangkannya..

“Cih,, aku lapar siapkan makanan untuku..” aku melemparkan kunci mobilku ke atas meja..

“nne,,tapi setelah itu kau harus menjawab pertanyaanku..” dia beranjak meninggalkanku dengan muka berseri-seri.. aissh bocah ini akan membuatku gila,,sudah kuduga.. dia memang menyukai yeoja itu.. bagaimana aku menjelaskannya pada teukie hyung.. arrrgghh

“hyung ayo ceritakan..”ia kembali memaksaku

“memangnya apa yang bisa aku ceritakan..”ucapku kesal sambil meyeruput sup buatannya..dia memang tak pandai memasak tapi semua masakannya memang tak buruk juga..

“apakah teukie hyung bertanya sesuatu padamu?,,apakah Nana baik baik saja?”ia sangat antusias sekarang

“molla,,aku tak mengantarnya sampai rumah,,dan Nana seperti yang terakhir kau lihat dia baik baik saja.. puas?”aku menatapnya

“waeyo?? Bagaimana jika sesuatu terjadi padanya.. kenapa kau tak memastikannya terlebih dahulu? Kau ceroboh hyung..”dia tertunduk kesal

“yyak.. kau menyukainya kan?”aku langsung bertanya padanya

“puahh.. “ia memuntahkan makanannya yang baru saja masuk..” andwee,, mana mungkin aku menyukai yeoja pabo seperti dia,,cih..”dia menyangkal dengan ekspresi panik

“yiakss.. jorok sekali..”kataku menyingkirkan makananku takut terkena muntahan darinya

“mian hyung-ah,,lagian kau bertanya hal konyol seperti itu..haha” katanya membereskan makanan yang baru ia muntahkan

“yyak,,kau kira aku bodoh hah? Aku adalah hyung mu,,aku tau gelagatmu dari kecil.. sudah jangan menyangkal lagi..”

“hahh.. memangnya terlihat begitu jelas?”katanya memasang tampang dungu..

Pletak,, aku menjitak kepalanya

“appoyo..”ia meringis

“neo micheosso??”aku meninggikan suaraku

“wae??”ia tak kalah sengit dariku

“kau tau kan dia pacar teukie hyung.. apa ka…”kata kata ku terpotong olehnya

“arra .. arra.. tapi aku sudah menyukainya dari pertama kali aku melihatnya,,bahkan aku rela pindah jurusan ke sastra yang aku tak mengerti sama sekali..itu semua aku lakukan hanya demi untuk bisa lebih dekat dengannya.. “ia menjelaskan dengan mata yang tak pernah aku lihat sebelumnya

“jadi itu alasanmu pindah jurusan??,,ck aku kira kau memang tertarik dengan sastra,,ternyata demi seorang yeoja.. kau tau ini salah.. sudah lupakanlah dia,,aku tak mau hubungan kita dengan teukie hyung berubah..”aku mencoba memberi nasihat

“silleo..”ucapnya singkat..

“Neo..”aku membesarkan mataku kearahnya,,

“hyung.. aku tak tau sejak kapan dia resmi memasuki hatiku,,tapi sekarang rasa suka ku telah berubah.. aku mencintainya hyung..mian..”ia beranjak pergi meninggalkanku sendirian di meja makan..

“chunji,, Lee Chunji..”aku berteriak keras berharap ia menghentikan langkahnya,,

Blamm..ia menutup pintu kamarnya keras keras,,

***

-Nana pov-

Aku berada dalam lift sekarang,, lama sekali pikirku.. aku melihat jam di tanganku.. waktu menunjukan sudah 09.25 pm,, ya ampun belum pernah aku pulang malam begini.. pantas Oppa begitu khawatir..

Ting,,akhirnya pintu lift terbuka.. aku melangkah ke luar dan kulihat seorang namja bersandar di dinding kamar dekat pintu apartemenku,,ia sibuk memijit mijit layar touchscreen di Hp nya.. menyadari kehadiranku lantas ia menolehkan kepalanya..

“jagii..”oppa menghampiriku dan langsung memeluku erat..

“oppa.. mian..”

“sebenarnya kau dari mana saja..”oppa melepaskan pelukannya dan menuntunku memasuki apartemen kami..

“mm,,itu tadi aku mengerjakan tugas bersama chunji.. karena keasyikan mengerjakan tugas aku jadi lupa waktu dan lupa menghubungimu juga..”aku mencoba meyakinkannya dengan seyumanku..

“jinjja?? Kenapa bisa lupa seperti itu,,kau tau oppa sangat menghawatirkanmu..”oppa mengelusku pelan

“hehe,,mian oppa..”

“nne,, aku maafkan,,tapi kau kelihatan pucat apakah kau baik baik saja?”

“yye oppa..”jawabku singkat

“Oh iya besok aku mungkin bisa pulang lebih cepat,,bagaimana kalau kita pergi ke suatu tempat”

“oddiseo oppa?”kataku bersemangat

“mmm,,sepertinya semenjak kau datang kesini aku belum pernah ku ajak ke taman hiburan ya,,bagaimana jika kita kesana?”oppa mengangkat ke dua alisnya.

“kyaa~,,neomu jo-a.. kajja..”aku melebarkan senyumku

“Keurom kalau begitu kita janjian disana saja ya.. mm,,bagaimana jika jam 5 sore?”

“Ok..! “aku memberikan wink dan membuat lingakan kecil dengan telunjuk dan ibu jariku..

***

-Chunji pov-

Sial..sial,,aku mengacak acak rambutku.. kuhempaskan tubuhku ke kasur..

“Hah.. kenapa Hyung bisa tau…”aku menatap langit langit kamarku..

“tidak,,tidak.. aku tidak akan menyerah hanya karena dia Hyungku.. tekadku sudah bulat..”aku memejamkan mata dan berkata pada diriku sendiri,,

Kini aku memalingkan wajahku ke samping,,kubelai seprai halus yang berada disampingku.. ‘tadi yeoja pabo itu tidur disini’ pikirku..

“Mianhae Hyung.. tapi… aku sungguh sangat mencintainya..”ucapku lirih..

Kulirik jam ditanganku.. 11.02 Pm.. apakah Nana sudah tidur??,,ashh ternyata menyukai seseorang sangat menyiksa juga.. Huh bisa gila aku memikirkan Yeoja itu saja.. kenapa harus dia yang aku sukai?? Aku tau ini salah,karena dia milik orang lain.. tapi aku tak bisa jika tak memikirkannya..Sial !! dia terlalu menarik untuk aku acuhkan,,padahal bagiku yeoja hanya untuk dipermainkan saja,,setidaknya itu yang aku pikirkan sebelum melihatnya.. aku jadi teringat saat pertama kali melihatnya di kampus

**Flasback**

“Hahahaha.. masa?? Tapi dosen kita tak terlihat seperti itu..” kulihat seorang yeoja sedang tertawa riang bersama temannya di hadapanku,, jarak kami memang agak jauh, tapi cukup bagiku untuk melihat raut mukanya dengan jelas.. Senyumnya yang lepas sempat menarik perhatianku.. entahlah kini aku malah asyik memandangnya..

“iya beneran.. masa sih kamu gak percaya..”ucap yeoja disebelahnya mencoba meyakinkan..

Bukkhh.. tiba tiba seorang pria menabraknya dengan kencang dari arah belakang,,membuat mereka berdua jatuh di lantai..

“ya ampun.. Nana-shi kamu baik baik saja??”ucap temannya mencoba menolong yeoja itu untuk berdiri..

“iya,,ga apa apa kok..”katanya mencoba membersihkan debu di bajunya

Tiba tiba pria yang menabraknya tadi malah berlari terus tanpa meminta maaf terlebih dahulu..

“Heii.. dasar tak punya sopan santun !!,, enak aja udah nabrak orang langsung pergi,, Huh” ucap temannya kesal..

“Sudah,, aku ga apa apa kok..”yeoja itu mencoba menenangkan temannya yang kesal

“Hey.. Hati hati ya..”Yeoja itu malah berteriak dan tersenyum ramah pada orang yang menabraknya tadi,,

Hah?? aku sempat tercengang.. kenapa ia tak marah sedikitpun?? Memang gadis yang aneh.. tapi,, kenapa aku malah suka dengan sikapnya..

“Chunji.. kau kenapa??”tiba tiba Changjo menepuk pundaku dan menyadarkanku yang sedari tadi asyik melihat kejadian di depanku..

“aah?? Anio.. mm ngomong ngomong kau tau nggak yeoja itu siapa??”kataku menunjuk Yeoja yang tadi jika tak salah dengar bernama Nana-shi..

“mana?? Oh dia,, namaya Park Nana dia anak Sastra.. kenapa?? Kau suka ya??”Changjo menggodaku..

“kau kenal dengannya?”aku menatapnya heran dan mencoba menghindari pertanyaannya..

“Heh??Fiuh..susah jika punya teman pelupa.. aku kan anak Sastra juga.. dia teman sekelasku..”katanya membenarkan posisi duduknya yang sedari tadi jongkok di atas pembatas di sebelahku..

“Jinjja??”aku memalingkan mukaku padanya

“yye.. dasar kau ini tak berubah,,selalu melupakan hal hal penting disekitarmu.. termasuk aku sahabatmu yang paling keren ini..”ucapnya yakin sambil menaikan kerah kemejanya..

“aisshh.. jadi dia sekelas denganmu? Tapi kenapa aku tak pernah melihatnya disini..”

“mm,, dia hanya mengenal beberapa orang disini,,maklum dia kan pindahan dari Indonesia..”Changjo mencoba menjelaskan..

“jadi begitu..”ucapku mengangguk pelan dan kembali menatap kearah gadis itu yang sekarang menghilang dari pandanganku,, ashh sial gara-gara Changjo pikirku..

“kemana mereka??”aku celigukan..

“Yyak,, kau suka padanya kan…”Changjo mulai menertawaiku..

“bicara apa kau..”ucapku kesal

“tapi sepertinya kau harus menyerah..”ucap Changjo so serius, membuatku melihat kearah nya lagi..

“kenapa??”ucapku penasaran

“karena dia sudah mempunyai Namjachingu..”

“nugu?? Apakah pacarnya juga kuliah disini??..”aku semakin menatap Changjo lekat..

“no..no.,.no..”ia meggoyangkan telunjuknya di depan wajahku.. “yang aku tahu pacarnya selalu mengantar dan menjemputnya ke kampus,,aku sempat melihatnya beberapa kali tapi tak terlalu jelas karena namja itu selalu memakai kacamata hitam dan topi putih saat mengantarnya..”

Entah kenapa aku sedikit kesal dengan jawaban yang Changjo berikan..

**Flashback end**

“Namja itu ternyata Teukie Hyung..,,cih ta kusangka dia orangnya.”ucapku tersenyum kecut sambil menarik ujung bibirku…

-To be Continued-

Anyeong riders ^^

sebelumnya author mau minta maaf ni.. nama marga Shiwon aku ganti dari ‘Choi’ jadi ‘Lee’,, jadi aku telat nyadar ni ceritanya.. maaf ya.. 😀

maklum masi banyak belajar.. 

jika ada (kritik dan saran) silahkan utarakan sejujur mungkin..hehe^^

Gomabsumnida *bow

-I GO CRAZY BECAUSE OF YOU-eps.5

Hello all…. :DD sekian lama akhirnya aku memutuskan untuk update nih FF 😀 sebenarnya di kompi udah lebih dari banyak >w.< hhehehe…

so… silahkan membaca..
happy reading… ^^V

-YEONHEE POV-

Huamm… aku membuka mata ku.. uwa.. sudah malam… “ Agasshi sudah bangun? Sekarang kita sudah di Busan seperti yang agasshi minta. Agasshi mau turun dimana?.” Tanya supir taxi itu tiba-tiba. Mwo ini Busan??? Aku ketiduran sampe BUSAN??? Kulirik argo taxi yang kunaiki.. Omo!!! 120.000 won gila banyak banget… ku coba merogoh saku piyama ku…( ya aku kabur masih dengan menggunakan piyama dan penuh dengan lilitan perban.) oow.. dompet ku ga ada… kubongkar tas koper ku.. yang kutemukan hanya hp ku.. bagaimana ini argo taxi nya terus bertambah.. “ Agasshi kenapa?.” Tanya supir taxi itu heran. Terbesit sebuah ide di otak ku.. iya jual saja hp ku.. “ pak bisa mampir ke toko hp terdekat?.” Tanya ku. “ Ne, Agasshi.” Ku buka hp ku. Banyak sekali miss call nya begitu juga sms yang masuk. Apa mereka begitu mencemaskan ku?? Hah biarkan saja… kujual saja hp ku dari pada ga bayar taxi… “ Agasshi kita sudah sampai di toko hp.” Kata supir taxi yang mengaggetkan ku.

Dengan cepat aku keluar dari taxi dengan langkah yang sempoyongan karena lapar, aku masuk ke dalam toko hp itu. Dapat kurasakan semua mata tertuju pada ku yang hanya menggunakan piyama dan penuh dengan perban.. seperti orang yang habis di tabrak ( Eyes on me gitu ). Segera ku datangi karyawan toko tersebut. “ Agasshi ada yang bisa saya Bantu?.” Tanya karyawan yang muka nya bling-bling gitu… kulirik name tag nya… Kim seung Bum uwaaa… cakep. “ Agasshi??.” Kata orang itu. “Ehm.. ini aku mau jual hp.” Kata ku sambil memperlihatkan hp ku yang berwarna putih. laki-laki itu lalu memerhatikan hp yang kumiliki. Semoga saja hp ku bisa di jual.. setauku hp yang ku miliki itu adalah hp Samsung terbaru itu kudapatkan dari orang tua Nari yang seorang desainer Hp. “ sudah berapa lama?.” Tanya orang itu. “ itu baru kupakai belum sampai 1 bulan.” Jawab ku. “ ow.. tunggu sebentar ya agashi.” Katanya dengan sopan sambil membawa hp ku. Uwaa dia sopan banget.. baik pula… * batinku * “ Agasshi bagaimana kalau 100.000 won???.” Tanya nya pada ku. “ mwo?? Hanya segitu?? Ani ini hp baru.. 200.000 won.” Kata ku langsung gila cakep-cakep menyesatkan!! Batin ku . “ 150.000 won .” Katanya menawar. “ 180.000 won.” Jawabku. “ 165.000 won.” Katanya lagi. “ Ani hp ini harga nya lebih dari 500.000 won masa ditawar segitu murah??! 170.000 won! Kalau tidak mau aku jual di tempat lain.” Kata ku lagi sambil mulai beranjak dari tempat ku duduk. “ Sebentar Agasshi…” katanya menghentikan langkah ku. Khekhekhe ketipu deh lo.. wkwkwwkw “ kami beli 170.000 won. “ katanya lalu meminta ku kembali duduk. “ ini hp nya.” kata ku sambil memberikan hp ku. “ Ini uangnya agasshi.” Katanya lalu memberiku sejumlah uang sebesar 170.000 won. Aku pun segera kembali ke taxi. Sudah tak mau ku urusi masalah hp ku.. biar saja ku tinggal nomer ku di hp…

“ pak bisa antar saya ke taman dekat sini??.” Tanya ku pada supir taxi tersebut. Lalu aku diantar ke sebuah taman. “ berapa pak??.” Tanya ku pada supir taxi itu. “ 175.000 won Agsshi.” Jawabnya. “ Omo!! Betulkah pak??” Tanya ku kaget. Artinya tadi aku lumayan lama didalam toko hp. “ Pak ini saya hanya punya segini.” Kataku sambil memperlihatkan uangku. “ Tidak apa-apa agasshi bayar saja 50.000 won saya tau agasshi sedang kesusahan, saya hanya butuh uang untuk setoran.” Kata supir taxi itu. “ ini pak. Kamsahamnida.” Kataku sembari memberi uang. “ sekali lagi kamsahamnida pak.” Kataku lagi. Lalu pergi menuju taman. Uhk..perut ku lapar mata ku mulai mencari tempat makan terdekat.. kulihat ada warung ramen… hem.. kuhitung sisa uangku.. 120.000 won masih cukup untuk makan. Dengan cepat aku masuk ke warung ramen itu dan memesan semangkok samyang ramen.

-AUTHOR POV-

Sementara itu hp yang baru saja dijual oleh Yeonhee kedatangan telpon masuk lagi berkali-kali karena merasa itu mungkin telpon penting maka kim seung bum si penjual hp mengangkatnya. “ Yoboseyo.. Kim seung bum imnida.. Nugu seyo??.” Tanya kimbum heran. “ Boe???!! Sapa kamu?? Mana Yeonhee??!.” Kata orang di sebrang telepon itu.

-YESUNG POV-

“ Yoboseyo kim seung bum imnida.. nuguseyo??>” Tanya orang disebrang telpon ku. “ Boe?? Siapa kau??!!.” Tanya ku kaget.. jangan-jangan Yeonhee di culik. “ Yesung loudspeaker hp mu!!.” Suruh Teukie hyung. Langsung ku loudspeaker hp ku dengan segera. “ Siapa kamu?! Mana Yeonhee ku?!.” Tanya Teukie hyung dengan nada marah. “ mianhada… joneun kim..” belum selesai orang itu bicara yang lain ikut bertanya. “ Siapa kamu?! Kamu bawa kemana yeonhee!!.” Kata Heechul hyung juga. “ iya siapa kamu!!.” Tambah Eunhyuk. “ Mian.. joneun kim Seung bum. Kalau yang anda maksud agasshi yang bernama Yeonhee dia tadi baru saja menjual hp nya di toko hp saya. “ jawab orang yang bernama kim seungbum itu agak gugup. “ Benarkah?!! Dimana dia sekarang??!.” Tanya kami semua dengan serempak. “ Saya tidak tau jelasnya dimana agasshi yang tadi. Karena setelah menjual hp dia langsung pergi.” Kata orang itu menjelaskan. “ Bisa kamu katakan sekarang ini lokasi mu dimana??.” Tanya ku. “ Saya ada di kota Busan.” Jawab orang itu lagi. “ Kamsahamnida Kim Seung bum.” Kataku lagi. “ Kimbum saja tidak apa-apa.” katanya lagi. “ kamsahamnida. Maaf merepotkan.” Kata kami bersamaan. “ Ne.. gwaenchana.. chonmaneyo.” Kata kimbum. “ maaf apa aku bisa minta tolong.. bisakah kamu membantuku mencari gadis bernama Yeonhee itu??.” Tanya ku padanya. “Dengan senang hati.” Jawabnya. “ kamsahamnida..” kataku lagi. “ aku akan hubungi kamu lagi di nomer ini.” Kata ku lagi. “ kamsahamnida.” Kata ku lagi lalu menutup telpon.

“ gimana hyung?? Kita langsung ke Busan??.” Tanya Sungmin pada ku. “ YAA!! Yesung jangan terlalu lama berpikir kita pergi sekarang juga!!.” Perintah Teuki hyung pada kami semua. “ Kita pakai mobil milik Shiwon, Kangin dan Heechul.” Kata Teuki hyung lagi. “ Aku, Yesung,Shiwon,Kyuhyun dan Ryeowook di mobil Shiwon! Kangin, Shindong,Sungmin,dan Kibum di mobil Kangin! Heechul, Hankyung, Eunhyuk dan donghae di mobil Heechul!!.” Perintahnya lagi. “ Ne!!.” Jawab kami semua. “ Kyu jangan lupa bawa laptop mu jaga agar baterai nya tetap full, Kibum jangan sampai lost contact dengan ku dan satu lagi Heechul jangan biarkan donghae menyetir kalau kalian semua mau selamat!” kata Hyung kami itu lagi. Dia betul-betul cerewet pada saat seperti ini. Rasanya dia lebih pantas menjadi tunangan untuk Yeonhee…. Kenapa hati ku terasa sakit?! Aiss.. Yesung sadarlah.. masalah mu sudah banyak jangan pikir yang aneh-aneh lagi!!!

Akhirnya kami pun langsung menuju ke Busan.. perjalanan ke Busan membutuhkan waktu yang tidak lama sedangkan sekarang sudah jam 8 malam mungkin akan memakan waktu 4-5 jam kalau sudah malam begini. Kalau lewat tol mungkkin hanya 3 jam an saja. “ Hyung istirahat dulu.” Kata Wookie kepada ku dan Leeteuk hyung. “ tidak mungkin aku bisa tidur saat ini.” Kata ku pelan. Kulihat juga tatapan Teuki hyung yang sangat cemas.. Apa kah Yeonhee sepersis itu dengan mantan nya dulu??

-AUTHOR POV-

Disaat para member suju sedang sibuk mencari Yeonhee ( pasti nanya Nari dimana??. Dia ditinggal di dorm Suju ga di bolehin ikut. Disuruh jaga sapa tau ada info.) Yeonhee sekarang ada di taman dia sedang duduk di sebuah ayunan berwarna pink… sedangkan Kimbum dia sedang mencari perempuan yang tadi menjual hp di toko nya. wah.. semuanya pada sibuk.. hehehehe

Continue reading

Letter of Angel 4 (His girlfriend?)

Letter of Angel
Author : Lily
Genre : Romance, Comedy, Friendship
Main Cast : Lee Donghae, Park Jiyeon, Baby (Mavin)
Supporting Cast : Lee Huyuk Jae (Eunhyuk) , Park Jung Soo (Leeteuk) , Kim Jaejoong, Kim Haejoong (Jaejoong’s son), Yuri Nishishima (Jaejoong’s wife) , Donghae’s Eumma, Jessica, Henry SUJU-M
Note : Cerita 100% hanya imajinasi author. Jika ada kejadian, tempat, peristiwa yang sama itu hanya kebetulan.

Part I , Part II ,
Part III

“Mwoo? Eumma, dengarkan dulu penjelasanku” kata Donghae.

“Aku hanya perlu bertemu calon besanku” kata eumma Donghae tegas.

Jiyeon kaget bukan kepalang. Eumma Donghae sudah salah paham atas hubungannya dengan Donghae. Harus apa dia sekarang, bagaimana ini? Dia ingin mengatakan sesuatu, tapi Donghae menatapnya dan seolah berkata jangan biar aku saja. Jiyeon hanya mengangguk dan memandangi Mavin. Maafkan kakak ya, harusnya tidak begini jadinya.

“Siapa namamu nak?” Tanya eumma Donghae.

“Park… Park Jiyeon, ahjumma” jawab Jiyeon tergagap.

“Ehm… mulai sekarang panggil aku eommonim. Sebagai istri Donghae kau wajib memanggilku eommonim”

“Eumma, tunggu. Kita perlu bicara sebentar” Donghae menarik ibunya keluar kamar.

Di bawah terdengar teriakan eumma Donghae. Beliau sepertinya sangat marah.

“Ya!!!!! Lee Donghae, kau mau begitu saja lari dari tanggungjawabmu? Kau pikir jika kau membesarkannya sendiri kau bisa? Jiyeon itu ibunya kalian berdua yang harus membesarkannya” teriak eumma Donghae. Mavin yang mendengar teriakan tiba-tiba menangis kencang.

“Oweeekkk.. oweeekkkk… owweeeekkk….. “ Donghae dan eummanya menghentikan pertengkaran mereka. Sebelum Donghae beranjak ke atas eummanya berkata,

“Almarhum ayahmu pasti akan sangat kecewa jika tahu putranya tidak bertanggungjawab” kata-kata eummanya benar-benar menusuk hati Donghae. Eumma Donghae juga memaksa Jiyeon untuk menginap, tak peduli Jiyeon besok ada kuliah.

“Walau belum resmi jadi istri Donghae, tapi kau adalah ibu dari anaknya. Aku rasa kalian sudah mengerti maksudku” eumma Donghae meninggalkan mereka bertiga di kamar.

“Donghae-shi. Mianhae” sesal Jiyeon.

“Nde, eummaku memang suka memaksa. Harusnya aku yang minta maaf sehingga kau harus terlibat dalam situasi ini. Aku akan mengantarmu pulang. Bagaimanapun orang tuamu pasti khawatir” tukas Donghae. Saat Donghae dan Jiyeon hendak keluar rumah, eumma Donghae melihat mereka berdua.

“Kalian mau kemana? Huh” tanyanya tajam.

“Eumma, dia harus pulang. Orang tuanya pasti khawatir” jawab Donghae.

“Baiklah” kata eumma Donghae. Senyum menghiasi bibir mereka berdua.

“Sekalian aku ikut menemui orang tua Jiyeon” Mereka berdua terkesiap.

“Nde, biar aku menginap disini saja” ujar Jiyeon cepat. Bisa mati aku jika eumma Donghae mengatakan bahwa aku dan Donghae sudah punya bayi. Walau mereka tak percaya, tapi bisa pecah perang dunia ini…. TOT

Donghae menatap Jiyeon dengan tatapan yang mengatakan kau yakin. Jiyeon mengangguk pasrah. Melihat dua orang tersebut eumma Donghae justru memiliki inisiatif jahil.

“Ya!!! Segera ke kamar sana. Aku ingin cucu keduaku” Donghae dan Jiyeon terperangah. What????? Cucu kedua apa maksudnya. Mereka hanya pasrah dengan eumma Donghae yang membawa mereka ke kamar Donghae. Gila saja sekamar dengannya jangan-jangan dia akan……….. Jiyeon menatap Donghae bergidik. Donghae yang melihat tatapan Jiyeon hanya tersenyum jahil.

“Sepertinya sudah kepalang basah bagaimana kalau kita berikan saja yang diinginkan eumma” seringai Donghae. Mati aku bagaimana ini. Donghae melepas satu kancing baju miliknya dan mendekati Jiyeon. Jiyeon menutup matanya, dia benar-benar takut. Jarak mereka semakin dekat bahkan dia bisa merasakan nafas Donghae di wajahnya.
#bleetttaaakkkk…..

“Auwwwwhhhh” Jiyeon memegangi kepalanya. Donghae terkekeh.

“Kau pikir aku akan macam-macam pada anak kecil? Huh??? Aku tak berminat dengan anak-anak ya” kata Donghae. Kali ini Jiyeon tak tinggal diam. Dia menimpuk kepala Donghae dengan buku yang tak jauh letaknya darinya.
Blleeeekkkk….

“Hei, apa-apaan kau ini?” teriak Donghae.

“Owweeekkk…. Owweeekkk….” Mavin yang tadi sudah tertidur kembali pun menangis kencang. Jiyeon menimang Mavin dan berusaha meredakan tangisannya.

“Lee Donghae, makanya sebelum berteriak pikir-pikir” kata Jiyeon lagi. Donghae sebal bukan main.

“Ah sudahlah. Nanti kau tidur di ranjang, aku tidur di sofa” kata Donghae. Malam itu berlalu tanpa terjadi apa-apa kecuali mereka berdua yang pusing dengan tangisan Mavin di tengah malam. Paginya euuma Donghae menemukan mereka bertiga tertidur di ranjang, tentu saja posisi Mavin di tengah. Karena terlalu capek bergantian menjaga Mavin tak sengaja Donghae ikut tertidur di atas ranjang.

“Ehm… ehm…” dehem eumma Donghae. Jiyeon langsung terbangun, tapi Donghae masih pulas tertidur. Dia seperti bayi saja tak mau kalah dengan Mavin. Hehehe….

“Bangunkan calon suamimu. Kalian bilang ada jadwal ke kampus kan? Aku tunggu kalian di bawah untuk sarapan” ujar eumma Donghae sambil berlalu meninggalkan mereka. Muka Jiyeon bersemu merah. Dia tak berani membangunkan Donghae. Akhirnya, setelah menunggu beberapa saat Donghae pun terbangun.

“Eeerrrrggghhhh……” Donghae menggeliat. Matanya mengerjap mengumpulkan kesadarannya. Dia menatap Jiyeon yang terduduk di sisi ranjang. Segera dia bangun dan ikut duduk.

“Tidurmu nyenyak?” Tanya Donghae. Jiyeon mengangguk, tak berani menatap Donghae. Donghae yang menayadari keadaan tersebut langsung memecah keheningan.

“Pagi ini kau ada kuliah pagi ya?” Tanya Donghae. Tanpa menunggu jawaban Jiyeon Donghae melanjutkan perkataannya.

“Mandilah dulu. Aku akan mengantarmu, kau pakai saja baju adik sepupuku. Itu masih baru sebenarnya untuk hadiah, tapi pakai saja lah. Ada di laci bawah” Jiyeon mengangguk, ragu-ragu dia mengambil kotak yang ada di laci bawah dan membukanya. Melihat sekilas, wowh…. Cute sekali. Sepertinya usiaku dengan sepupunya sama.

“Ehm… hari ini kau kuliah apa?” tanya Donghae membubarkan lamunan Jiyeon.

“Digestory system” jawab Jiyeon pendek.

“Ehm… bagian apa?” lanjut Donghae. Jiyeon menggeleng dengan jumlah total 7 sks untuk mata kuliah ini harusnya dia tahu hari ini dosen mana dan materi dosen tersebut agar tidak tertukar dengan dosen lain yang juga mengajar mata kuliah tersebut. Terkadang ada beberapa dosen yang mengajar dalam satu mata kuliah terutama fakuktas kedokteran.

“Siap-siap sana nanti terlambat” kata Donghae. Jiyeon segera masuk ke kamar mandi, tapi dia bingung dengan peralatan mandinya. Dia melongokkan kepalanya. Donghae menghampirinya.

“Ada apa lagi?” tanya Donghae.

“Maaf, Donghae-shi ehm peralatan mandinya?” Donghae baru ingat kalau semua peralatan itu punya pria. Dia langsung pergi ke supermarket terdekat, disana beberapa anak sekolah memandanginya tepatnya terkagum-kagum melihat wajahnya. Dia tidak peduli dan meminta kasir membantunya mencari peralatan mandi untuk wanita. Saat akan membayar dia mendengar bisikan anak-anak tersebut.

“Yah, sepertinya sudah beristri. Lihat saja yang dibelinya semua khusus wanita. Beruntung sekali istrinya” Donghae hanya menahan tawanya dan melempar senyuman maut ketika melewati anak-anak itu.

“Jiyeon ini peralatan mandimu” kata Donghae yang tak sadar ibunya juga berada di kamarnya menggendong Mavin.
“Ne, gamsahamnida” Jiyeon mengambil tas belanjaan dari tangan Donghae dan berlari ke kamar mandi, meninggalkan Donghae, eummanya dan Mavin.

“Ehm… Hae sebaiknya kau segera mempertemukan ibu dengan orang tua Jiyeon.” kata eummanya.

“Eumma, kita bicarakan nanti. Jiyeon harus kuliah dan aku akan ada pekerjaan di rumah sakit. Eumma tolong jaga Mavin” Donghae sangat hafal sifat ibunya. Dia berusaha setenang mungkin saat ini. Dia tidak mau gegabah dan membuat semua lebih buruk.

Saat sarapan suasana sangat kaku. Jiyeon hanya diam, dia tak berani bicara. Donghae selalu menjawab pertanyaannya ibunya dengan sempurna, tenang dan seolah-olah tanpa masalah.

“Jiyeon, maaf soal ibuku” kata Donghae saat di mobil.

“Tidak apa-apa, Donghae-shi” balas Jiyeon.

“Panggil aku oppa saja, yah kecuali di kampus kau wajib menghormatiku sebagai dosen. Ohya, jika orang tuamu marah biar aku yang bicara”

“Nde. Aku kemarin mengirim pesan kalau aku tidak bisa pulang karena ada tugas. Yah, aku berbohong pada eumma. Semoga dia memaafkanku” jawab Jiyeon.

Anak ini polos sekali. Dia bahkan bisa mengatakan bahwa dia berbohong pada ibunya dan meminta maaf dengan ekspresi seperti itu. Lucu sekali.

“Jiyeon pinjam ponselmu sebentar” Jiyeon memberikan ponselnya padaku. Akupun mengetikkan nomorku.

“Itu nomor ponselku. Mungkin suatu saat akan berguna. Misscall aku agar aku juga tahu nomormu” kataku. Dia mengangguk, aku menyimpan nomor ponselnya setelah menghubungi nomorku.

“Hari ini aku dengar kalian akan ada kunjungan ke rumah sakit ya? Mungkin lihat-lihat. Yah, kalian harus tahu bagaimana suasana rumah sakit” kataku

“Mwoo??? Aku sudah tahu kok. Kemarin aku juga baru dirawat hehehe ^^” balas Jiyeon

Dia benar-benar polos seperti anak-anak

“Oppa, berhenti disini saja. Jika sampai kampus tidak enak dilihat mahasiswa lain. hehehe ^^

Aku menurunkan Jiyeon agak jauh dari kampus. Yah, padahal juga tidak masalah jika kami bareng ke kampus. Aku bisa mengatakan memberi mahasiswaku tumpangan, tapi ya sudahlah.

Taemin POV

Saat mengendarai mobilku. Aku melihat seorang yeoja turun dari mobil.
Eh…. itu kan Jiyeon. Dia turun dari mobil siapa? Kenapa dia tersenyum manis sekali pada seorang pria yang duduk di belakang kemudi. Itu bukan mobil Jungmin-oppa, aku yakin betul. Lebih baik aku ikuti mobil itu saja.

Loh, bukannya ini jalan ke kampus? Dia berbelok ke area universitas Seoul. Tunggu, siapa dia? Tiba di parkiran aku langsung turun dari mobil dan mengikuti pria tadi.

“Hae, tumben kau datang pagi” kata Jaejoong.

Mwooo???? Siapa pria ini? Kenapa Kim Jaejoong-shi memanggilnya dengan begitu akrab.

“Iya, hyung. Aku ada sedikit urusan di kampus tepatnya Wakil Dekan memanggilku karena yah absen mengajar kemarin” kata pria tersebut.

Mengajar??? Berarti dia dosen. Tunggu sebaiknya aku mendahului mereka, aku ingin melihat wajahnya. Tidak mungkin aku membuntuti sampai ruang dosen. Bagaimana caranya aku bisa melihat wajahnya? Eh…. ada satu ide.

“Jaejoong-shi tunggu” kataku pada Jaejoong-shi. Mereka berdua berbalik dan akhirnya aku bisa melihat wajah pria itu.

“Ne. Ada apa?” tanya Jaejoong-shi.

“Kemarin ada pengumuman kalau anda membutuhkan mahasiswa yang bersedia untuk membantu proyek research anda. Saya tertarik, walau tidak memenuhi kualifikasi karena masih semester 1. Bolehkah saya ikut berpartisipasi setidaknya untuk pengalaman jikalau suatu hari ada penelitian lain” jelasku

“Tentu saja. Senang sekali ada mahasiswa baru yang sudah tertarik dengan research. Ya, nanti ke ruanganku ya ^^” jawab Jaejoong-shi

“Ne” jawabku

“Ohya, siapa namamu?” tanya Jaejoong-shi

“Lee Taemin-imnida ^^” jawabku

“Hehehe… Hae nama keluarganya sama denganmu. Sepertinya dia akan sehebat kau nanti. Lee Taemin, Lee Donghae… kekeke ” canda Jaejoong-shi. Pria yang ternyata bernama Lee Donghae tersebut hanya tersenyum. Kami berpisah di koridor, aku ke kelas dan mereka ke ruang dosen.

Jiyeon POV
Capek sekali berjalan. Ampun deh….. Hufth

“Selamat pagi semua” kataku saat memasuki kelas.

“Selamat pagi” jawab Henry. Dia adalah salah satu namja manis di kelasku. Namja yang menurut Taemin sangat cute padahal Taemin tak kalah cute dengan Henry hehehe. Dia adalah mahasiswa pertukaran, soal bahasa Mandarin dia sangat jago. Tak ada satu anakpun di kelas ini mampu mengalahkan Henry dalam bahasa induknya tersebut kekeke

“Kau kenapa Jiyeon? Kelihatannya capek sekali ” tanya Henry.

“Ah, tidak hanya berjalan agak jauh. hehehe ” Henry memandang aneh. Ya, seperti yang diketahui semua temanku, Jungmin-oppa selalu mengantarku jadi mungkin Henry berpikir gerbang ke kelas memangnya sejauh apa? Pembicaraan kami selesai karena dosen telah datang.

Tidak ada materi yang tersangkut di otakku. Aku tidak mengerti apa yang dosen bicarakan. Sebetulnya, mungkin satu kelas hanya mengangguk mendengarkan penjelasan dosen senior Kim Young-woon. Mukanya sangar dan badannya tegap kekar, kami jadi berpikir dua kali untuk bikin masalah dengan beliau.

“Sekian pelajaran kita hari ini. Siang nanti kalian akan pergi ke rumah sakit universitas. Jangan ribut dan berbuat onar atau kalian akan menyesal selama sisa kuliah kalian ” ancam beliau.

What??? Yang benar saja, kami kan baru masuk berarti di saat adaptasi pun sudah ada bahaya mengancam……

Seusai jam makan siang, kami mahasiswa kedokteran universitas Seoul berkunjung ke universitas. Tidak semuanya ikut karena takut mengganggu pasien hari kunjungan diatur sedemikian rupa. Yah, anggap saja kami yang paling awal hehehe….

Donghae POV
Laporan kesehatan pasien hari ini cukup progresive. Perkembangan yang bagus.

“Yoboseyo, hah apa eumma?” aku kaget setengah mati.

“Ne, aku segera kesana” jawabku. Sambil menyambar jas, aku berlari melewati tangga. Aku tak melihat suster berjalan ke arahku sambil membawa tumpukan buku. Dia hampir jatuh dan untung aku sempat menahan tubuhnya.

“Mianhae, aku tak sengaja menabrakmu” ujarku pada suster

Jiyeon POV

Aduh…. aku tersesat lagi dimana yang lain? Ya, ampun dua kali aku tersesat di rumah sakit.

Donghae-oppa………… Jantungku rasanya berhenti berdetak ketika aku melihatnya memeluk seorang suster di tangga. Tak aku sangka dia sudah mempunyai seorang kekasih.

“Jiyeon, ternyata kau disini. Kami mencarimu kemana-mana” ujar Taemin. Aku langsung menuruni tangga, aku takut Donghae-oppa tahu aku ingin menangis. Aku tak pedulikan pertanyaan Taemin dan berlalu.

Donghae POV

“Jiyeon, ternyata kau disini. Kami mencarimu kemana-mana” Jiyeon???? Aku buru-buru melepaskan suster Jessica.

“Mianhae, aku tak sengaja menabrakmu” ujarku pada suster. Aku melihat Lee Taemin yang sedang berdiri tepat di tangga bawah. Anak tahun pertama…. Semoga Jiyeon tidak melihatku tadi. Aku berusaha mencari Jiyeon sepanjang koridor rumah sakit, tapi tak aku temukan. Kemana kau????

Jiyeon POV

Bodohnya, tentu saja pria setampan Donghae-oppa sudah punya kekasih. Dokter dan suster pasangan yang serasi. Aku berlari ke jalan, aku tak sadar ada mobil yang berjalan ke arahku. Ya, Tuhan…….. Aku menutup mataku

TBC

%d bloggers like this: