Tag Archives: Lee Joon

Hello ! My Lucifer 7 (Noone Love Us/?)

Hello ! My Lucifer
Genre: Romance, Comedy, Tragedy, Family, Friendship
Author: Lily
Cast : Kim Hyun Jae, Kim Ki Bum, Kim Hyun Joong, Yesung, Lee Donghae, Cho Kyuhyun, Choi Minho, Lee Gi Kwang, Choi Soo Young ditambah…..
Shin Hyera, Park Nana, Yericha Jang, Janrang Park, Shim Minra….. cast selanjutnya menyusul…. pokonya dibikin seramai galaksi deh….Aktor dan aktris adalah nyata, tapi tempat, kejadian, dan beberapa hal disclaimer karangan author.

Part I , Part II , Part III , Part IV, Part V, Part VI

“Kamu anak kelas 3F itu kan? Ohya, mianhae siapa namamu?” tanya Donghae sambil menyetir.

“Yericha, Jang Yericha. Lee songsaenim” jawab Yericha sopan.

“Yericha nama yang manis” puji Donghae dan 100% mampu membuat Yericha tersipu.

Donghae mengantar Yericha sampai masuk. Sebagai guru dia merasa punya tanggungjawab mengingatkan orangtua Yericha.

“Yericha!!! Kau ini kemana saja? Lama sekali. Kau ini….”

“Ehm… ehm” eumma Yericha yang sudah siap memarahinya jadi terhenti ketika mendengar deheman Donghae. Eumma melirik ke pria yang berada di belakang Yericha.

“Siapa itu? Namjamu? Tumben kau pintar memilih namja” bisik eumma pada Yericha.

“Eumma, dia guruku” jawab Yericha lirih.

Donghae yang tak mau berlama-lama langsung membuka percakapan.

“Sebelumnya perkenalankan saya Lee Donghae, guru bahasa inggris di sekolah Yericha. Tadi terjadi peristiwa kurang menyenangkan yang menimpa Yericha. Dia dihadang 2 orang pria saat pulang belanja. Kebetulan saat kejadian saya juga sedang berada disana. Saya…” belum selesai Donghae bicara, eumma menyela.

“Jadi anda menyelamatkan Yericha dan menghajar 2 pria tadi. Omooo… Gamsahamnida, saya sangat berterimakasih” kata eumma Yericha seraya memeluk Donghae.

Donghae kaget dan langsung tertegun. Eumma Yericha melepaskan pelukannya.

“Donghae-shi karena anda telah menyelamatkan putrid saya sebagai tanda terima kasih. Sebentar saya ambilkan dulu…” eumma Yericha masuk ke dalam.

“Mianhae, eumma saya…” Yericha garuk kepala mau bingung mau bilang apa.

“Eummamu lucu yah. Pasti menyenangkan punya eumma yang aktif”

Aktif ???? Maksudnya apa ini ???

“Maksudku eummamu orang yang menyenangkan” tambah Donghae.

Yericha tersenyum kecut.

“Donghae-shi kue-kue ini untuk anda. Saya baru membuatnya semoga anda suka” kata eumma Yericha dan menyerahkan bungkusan kue pada Donghae.

“Gamsahamnida, Nyonya Jang. Mianhae malah jadi merepotkan begini ^^”

“Ah…tidak nak Donghae. Anda sudah menolong Yericha ini tak seberapa” kata eumma Yericha dan menyentuh bahu Donghae.

Eumma ini ambil kesempatan mulu…. Ingat umur eumma…

“Kalau begitu saya permisi” ucap Donghae.

“Hati-hati. Kapan-kapan main kesini yah” kata eumma Yericha dan mengantar Donghae keluar rumah. Tak lupa melambaikan tangan ketika mobil Donghae meninggalkan pekarangan rumahnya.

Yericha sangat sebal melihat eummanya yang bisa begitu dekat dengan Donghae.

“Eumma…. Kenapa eumma peluk Donghae songsaenim? Eumma seolah sudah mengenalnya saja. Sok akrab lagi” decak Yericha sebal.

“Memang sudah kenal tadi kan sudah kenalan” jawab eummanya datar dan pergi meninggalkan Yericha yang dongkol.

Tidak mungkin… Jangan sampai sainganku eumma. Aihhh… Jangan berpikir macam-macam, eumma kan punya appa.

Yesung POV
Aku mengikuti Donghae mengantar Yericha ke rumahnya. Aku menonton adegan dramatis yang diluar dugaan. Donghae mendapat pelukan dari eummanya Yericha. Yang bisa aku lakukan hanya ngakak, menurutku ini moment menarik untung aku membawa handycam jadi langsung saja mari zoom dan rekam adegan. Ini pasti hiburan menyenangkan bagi semuanya. Aku mengirim pesan ke semua.

To : Kyuhyun, Hyunjoong, Minho, Gi Kwang, Jonghyun, Donghae
Message : Besok semua berkumpul di apartemenku ada berita besar yang harus kalian ketahui. Jangan lupa siapkan mental kalian, jangan sampai shock berat.

Bahasaku sangat serius membuat pesan yang masuk padaku juga bernada khawatir.

From : Minho
Message : Hyung, ada apa? Apa yang terjadi?

From : Jonghyun
Message : Berkumpul sekarang saja jika ini berita besar lebih baik kami semua tahu dengan segera.

Satu pesan lagi masuk. Hah??? Yoona??? Ada urusan apa Yoona mengirim pesan padaku. Tidak ada angin tidak ada hujan. Apa jangan-jangan dia ada feeling ya padaku. Hehehe…..

From : Yoona
Message : Mianhae, hyung. Ini Gi Kwang, pulsaku habis jadi pinjam Yoona. Hyung, ini masalah apa ya? Menyangkut apa, siapa, dan seberapa urgen? Ohya, satu lagi jam berapa harus berkumpul?

Ternyata Gi Kwang, aku pikir Yoona hehehe….

Sisanya tidak membalas pesanku, tapi tak lama handponeku berdering.

“Yoboseyo, ada masalah apa?” tanya suara di seberang.

“Besok saja” jawabku.

“Sunbae, kau mau hidup tenang atau…” Kyuhyun menggantungkan perkataannya.

“Kau mengancamku? Mau aku adukan scandalmu pada Sooyoung? Ingat aku ini sunbaemu saat SMA loh”
Kyuhyun pasti tak mau aku menceritakan peristiwa bodoh saat SMA.

Ayolah, menyerah tidak

“Baiklah. Aku tunggu besok, tapi kau tidak lupa kejadian di club hokey juga kan? Kau dan Kim Taeyeon…. Hahaha”

Sial…. Setan ini masih ingat juga. Baiklah impas sama-sama memegang kelemahan. Sepertinya dia memang terlahir dengan sifat intimidasi.

Saat aku melewati gang menuju apartemenku, aku melihat seorang yeoja yang tengah duduk di pinggir jalan sambil menangis. Iba juga aku melihatnya, mobilku berhenti tepat di depannya.

“Kamu kenapa?” tanyaku.

Saat dia mendongakkan wajahnya, kaget luar biasa.

Shim Minra?

Dia malah terus menangis. Baiklah apa yang harus aku lakukan sekarang. Terpaksa aku membiarkannya naik ke mobilku.

Ini akan jadi hal yang aku sesali sepertinya. Semoga saja Taeyeon tidak menggantungku jika tahu ada yeoja yang naik di mobilku.

Janrang POV

Kim Jonghyun…..
Namanya selalu terngiang di pikiranku. Manis, tampan , dan baik.

Aku mencoret-coret sesuatu di kertas dan sedikit kaget ternyata aku justru membuat sketsa wajahnya.

I think I love you kuron-gabwayo
Cause I miss you kudae-man omsumyon
Nan amugotdo mo-thago jakku
saeng-gang-nago iron-gon bomyon amu-rae-do
I’m falling for you nan mullat-jiman
Now I need you onu-saen-ga nae mam
Kipun gose aju kuke jarichamun kudaeye mosubul ijen puwayo
Urin ano-ullindago chin-gu guke ddak chuhtago hmmm…
Hanabuto yolkae todaeche mwo han-ge-rado mannunke onnunde
Ottohke sagwil su-in-nyago maldo andwaenu-nae-girago
Malhamyo dullo daet-jiman ijedonun nan kurogiga shi-rhun-goryo

Jonghyun POV

“Berarti aku harus mengajaknya jalan-jalan? Begitu?” tanya Jonghyun pada Kyuhyun.

“Ya, begitulah. Aku rasa itu tak sulit bagi playboy macam kau” kata Kyuhyun.

Hahahaha…. Aku terbahak, masih saja image itu melekat padaku.

“Ngomong-ngomong, tak salah ya memasangkan anak-anak kecil dengan pria dewasa?” tanya Jjong.

“Maksudnya?” balas Kyuhyun.

“Hyunjoong dengan yeoja bernama Nana dan Donghae dengan Yericha?” tanyaku.

“Yah, kondisional saja lah. Jika terjadi sesuatu di luar dugaan tinggal memikirkan langkah selanjutnya. Jangan khawatir semua yang masuk dalam permainan ini adalah bidak caturku. Skak match, aku menang Jjong” kata Kyuhyun ketika berhasil memakan King punyaku.

“Aiiishhh…. Sial” teriakku.

“Kami datang” teriak beberapa namja dari depan. Yesung-hyung yang sedang sibuk menonton tv mengahmpiri mereka.

“Oh… kalian sudah datang duluan yah” tanya Minho.

Aku dan Kyuhyun mengangguk.

“Ayo, kita mulai saja ada yang ingin aku tunjukkan pada kalian”

Yesung kemudian menghubungkan handycamnya dengan tv.

Brruuussshhh…. Donghae menyemburkan coca cola yang diminumnya.

Hahaha……. Semua tertawa melihat adegan Donghae mendapat pelukan eumma Yericha.

“Hyung, kau suka ibu-ibu yah? Nanti aku bilang eumma deh” tawa Gikwang.

“Wowh… Pelukan gratisan… Cocok untuk anak magister ekonomi. Semakin murah, semakin bagus apalagi yang gratis” ejek Hyunjoong.

“Donghae ternyata selera semua generasi mulai dari cabe rawit hingga paprika” Kyuhyun tak ketinggalan.
Donghae benar-benar malu berat yang ingin dia lakukan sekarang hanya membunuh Yesung….

“Yesung!!!! Sini kau” Yesung berlari dari kejaran Donghae.

“Hyung mau aku bantu” teriak Minho yang membantu Donghae mengejar Yesung.

Adegan selanjutnya skip… Terlalu kejam.. ha3333

Hyunjoong POV

Pagi-pagi aku harus sudah berada di rumah sakit. Iya, jika bukan karena rencana gila Kyuhyun tak bakal aku kemari. Berpura-pura baik pada gadis yang mencelakakan adikku. Tak sudi, ingin sekali aku menghardiknya habis-habisan.

“Suster kapan aku bisa pulang?” tanya Nana saat suster membawanya jalan-jalan dengan kursi roda.

“Secepatnya setelah therapy terakhir. Luka karena kecelakaan kemarin juga belum sepenuhnya sembuhkan?” jawab suster. Nana mengangguk. Oh, dia habis kecelakaan yah.

Kasihan juga… Aiiishhh Hilangkan jauh-jauh pikiran itu. Dia salah satu yang bertanggungjawab atas sakitnya Hyun Jae kemarin.

Semua orang boleh bilang aku jahat, tapi bagiku adikku adalah yang pertama.

“Aku tinggal disini yah” kata suster. Nana tersenyum ke arah suster yang pergi meninggalkannya. Nana berusaha mendorong kursi rodanya, dia masih pucat dan tak tega juga.

Aku membantunya mendorong kursi rodanya. Dia menengok dan terlihat kaget saat melihatku.

“Jangan khawatir aku bukan orang jahat. Kebetulan tadi lewat dan melihatmu kesulitan mendorong kursi roda. Jadi, aku bantu saja ^^” ucapku basa-basi.

“Gamsahamnida” tunduknya malu.

“Kau sendiri? Kemana orangtuamu?” tanyaku.

Dia justru menunduk lebih dalam. Sepertinya dia menangis.

“Kau tak apa?” tanyaku.

Dia mengangguk dan menghapus air matanya.

“Ohya, mau aku temani jalan-jalan?” tanyaku. Kali ini aku melakukannya dengan tulus.

Yericha POV

Dari Gikwang tepatnya bantuan dari pacar Gikwang, Yoona-eonni akhirnya aku mendapatkan alamat Lee Donghae-songsaenim.

Bolehlah aku membuntuti guruku sendiri….

Saat aku kesana, aku melihat dua orang namja di pekarangan tepatnya lapangan basket kecil. Eh bukannya itu Choi Minho, ehm satunya siapa yah?

Tak lama kemudian dari dalam keluar seorang yeoja membawa minuman. Tunggu sepertinya aku kenal yeoja itu. Bukankah dia yang… dia kan guru yang kami kerjai waktu itu Kim Hyunjae.

Ada perasaan bersalah padaku, tapi aku justru tidak ingin meninggalkan tempat itu dan mengamati mereka. Namja yang tak aku kenal itu mendekati Hyunjae-eonni yang baru keluar dan mengambil minuman yang disodorkan Hyunjae-eonni.

Minho pun berhenti bermain dan mengambil minuman yang ada di nampan, selesai minum dia langsung meletakkan gelasnya kembali dan bermain. Sedangkan, namja itu dan Hyunjae duduk memperhatikan Minho bermain.
Ini apa? Kenapa mereka bisa seakrab itu? Apa hubungan Hyunjae dengan Minho? Dan kenapa mereka semua berada di rumah Lee Donghae-songsaenim.

“Hei… kau sedang apa mengendap-endap disitu?” aku terlonjak kaget dan menemukan seorang namja aisshhh… manis, cute, wowh… tengah menatapku aneh.

“Eh..eh..” Belum sempat aku menjawab. Dia mengernyitkan dahinya dan malah menyeretku menemui mereka.

“Hyung… ada yang mengendap-endap di depan pekarangan rumah?” katanya.

“Kau” kata Minho kaget. Begitu juga namja itu dan Hyunjae.

Minho POV

Mati aku… Bisa habis riwayat kami. Jika sampai ketahuan… tutup buku semuanya.

“Anyeong” sapa Hyunjae tersenyum ramah.

“An..an..anyeong” balas Yericha.

“Jangan takut. Kemarilah” kata Hyunjae dan menarik tangan Yericha.

“Ada urusan apa kemari?” tanya Hyunjae.

“Ehm..ehm..ehmmm…” Yericha bingung mau bilang apa.

“Katakan saja” bisik Hyunjae.

“Aku ingin berterimakasih pada Lee Donghae-songsaenim” jawab Yericha.

“Songsaenim????” Taemin agak kaget dengan kata-kata itu.

Aku buru-buru menutup mulutnya dan menatapnya tajam agar tidak banyak berulah.

Taemin mengangguk tanda mengerti….

“Owh… Donghae-hyung sedang tak ada di rumah. Kau mau titip salam katakan saja pada adiknya” kata Key dan menunjuk Taemin.

Yericha bingung dan menatap kami semua bergantian.

“Apa hubungan kalian semua?” tanya Yericha.

Mampus… Bagaimana ini?

Key POV
“Apa hubungan kalian semua?” tanya Yericha.

Bukan pertanyaan sulit. Aku tak akan berbohong hanya sedikit mengolah kata. Apa gunanya jadi mahasiswa hubungan internasional kalau tidak pandai mengolah kata.

“Taemin ini hobae Hyunjae saat Hyun masih SMA di Shinil Highschool. Dan aku ini namjachingu Hyunjae, Minho sendiri adalah teman Taemin. Jadi, jika kebetulan kami berkumpul disini itu wajar, rumah Taemin sudah menjadi markas bermain kami sejak dulu” jelasku sambil menatap Taemin.

Taemin mengangguk lemah.

Aku tak berbohong memang benar Taemin hobae Hyunjae. Minho jelas teman Taemin karena mengenal dua hyungnya Lee Donghae dan Lee Gikwang ditambah lagi dulu Seoul Highschool sekolahku pernah mengadakan acara bersama Shinil Highschool. Ceritanya bisa klik di ff oneshot Love Scenario . Hehehe…. 100 untukmu Key. Bangga….

“Oh….” Yericha hanya ber-oh-oh ria.

Minho POV

Key bisa sekali yah menjelaskan dengan jujur hanya dengan sedikit mengubah cara penyampaian. Meski, ada poin-poin yang sedikit terlewat. Untungnya, Yericha tidak terlalu sadar.

“Minho, kalau begitu aku masuk dulu yah?” tanya Taemin.

Aku akui Taemin mewarisi otak Donghae dan Gikwang, mudah mengerti situasi demi keamanan sendiri. Parah….

“Aku ikut Taemin masuk yah eonni, hyung”

Aiiissshhh…. Sial Key dan Hyunjae terlihat menahan tawa. Bencana memanggil mereka seperti itu.

“Ya… Masuk sana” kata Key dengan senyum kurang ajar.

Sesampai di dalam Taemin ku ajak bicara. Aku tak menjelaskan secara detail kami balas dendam hanya kami bilang cukup dia tahu dan tak membocorkan identitas kami sebenarnya atau jika sampai dia keceplosan maka yang harus dihadapinya adalah Kyuhyun. Taemin jelas menelan ludahnya, dia kenal benar watak menakutkan Kyuhyun.

“Baiklah. Aku akan jaga mulutku, tapi…..”

“Tapi apa? Sudah bicara saja dengan Kyuhyun-hyung” kataku seraya memencet no. telpon Kyuhyun.

“Eh…. Tidak usah, pokoknya tidak mengatakan apapun kan? Beres deh” kata Taemin.

Hahahaha… Memang Kyuhyun pantas dinobatkan sebagai Prince Lucifer….

“Ngomong-ngomong, Taemin mau ikut dalam game?” tanyaku.

Nana POV

Hampir tiap hari, aku menunggu namja itu datang. Dia bilang dia akan cukup sering ke rumah sakit untuk menemui dokter yang mengontrol kesehatan yeodongsaengnya. Saat itu aku melihatnya sedang berbicara… Lho kok dengan dokterku?

“Bagaimana keadaan Park Nana?” tanyanya.

“Dia sudah membaik mungkin 2-3 hari sudah bisa keluar rumah sakit. Namun, sementara harus menggunakan kursi roda sampai kakinya kuat untuk berjalan kembali” jawab dokter.

“Ohya, dokter kenapa saya tidak pernah melihat orangtuanya ya?” tanya Hyunjoong lagi.

“Sepertinya mereka sangat sibuk. Kami hanya melihat ibunya 2 atau kali menjenguknya. Ayahnya sama sekali. Justru teman-teman Nana lah yang sering kemari selama dia dirawat” jelas dokter.

“Begitu ya. Gamsahamnida” ucapnya.

Eumma… appa… kapan kalian akan menjengukku?

“Nana, kenapa melamun disini?” tanya Hyunjoong-oppa yang sudah berdiri di depan Nana.

“Tidak apa” jawab Nana.

“Eh…. Katanya kau boleh keluar rumah sakit sebentar lagi. Bagus kan?” tanyanya.

“Berarti setelah itu kita tak akan bertemu lagi?”

Hyunjoong POV

“Berarti setelah itu kita tak akan bertemu lagi?” tanya Nana polos.

“Pasti bertemu” kataku.

“Oppa janji?” tanyanya.

“Aku janji” kataku sambil mengacak rambutnya. Dia kelihatan sebal, tapi itu justru membuatku senang.

Hyera POV

Minho baik juga ternyata dia ehm… manis juga kok. Aku tersenyum-senyum sendiri saat memasuki gerbang sekolah. Namun, senyumku hilang ketika melihat seorang yeoja mencium pipi Minho. Siapa yeoja itu?
Sakit… Rasanya sakit…..

Kau sama brengseknya dengan Lee Joon. Semua pria sama saja membuat kau melayang dan menjatuhkanmu dengan keras.
Kau benar Lee joon, tak akan ada namja yang mencintaiku.

Minho POV

“Eonni, aiissshhh… Aku bukan anak-anak lagi” kataku pada Sooyoung, eonniku yang menyebalkan.
Dia malah terkekeh.

“Bye, Minho” katanya seraya melajukan mobilnya.

Tak lama aku melihat Gikwang datang diantar Yoona.

“Minho, titip Gikwang yah. Awas jika sampai dia melirik yeoja lain. Highheelsku akan melayang ke kepalanya” kata Yoona.

Gikwang terkekeh dan aku hanya mengangguk.

Yoona akan melajukan mobilnya, tapi Gikwang menyetopnya.

“Wei… Kau mau mati” teriak Yoona.

Gikwang menyeringai dan mendekati Yoona.

Cup….

Gikwang mencium bibir Yoona sejenak.

Ampun… mereka ini melakukannya di depan umum.

Gikwang langsung berlari ke arahku dan melambai ke Yoona.

“Kau itu Presma macam apa? Contoh yang buruk” kataku.

“Tidak juga sebentar lagi kami akan menikah kok. Yah, setidaknya setelah aku lulus” jawab Gikwang datar.
Untung saja ini masih pagi… Belum ada murid yang datang, tapi mata kami terbelalak ketika melihat Hyera.

“Get room please” katanya pada Gikwang.

Gikwang menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Cho Minho, kau sama brengseknya” katanya.

Eh…. Maksudnya apa?

Kyuhyun POV

“Hyung, ini soal ujian untuk minggu depan. Ohya, kacaukan belajar mereka dan kita bisa membuat nilai mereka paling jeblok satu sekolah. Aku sudah meminta sekolah melakukan perbedaan cara pengumuman. Urutan nilai akan dimulai dengan nilai terendah. Aku mau mereka berlima bertengger di nama paling atas dari belakang. ha3333….” kataku pada Hyunjoong dan Donghae.

“Bailah, tak akan susah kok. Ajak dia jalan-jalan dan lupakan ujian” kata Jjong.

“Nana, sepertinya aku tak perlu bertindak lebih jauh. Selama dia dirawat banyak pelajaran yang dia tinggalkan”

“Yericha, bisa diatur” kata Donghae.

“Hyera urusan Minho dan Minra, kita belum melakukan sesuatu padanya. Aku masih berpikir perlukah kita menghukumnya juga” kata Kyuhyun.

Yesung yang berada disitu terlonjak.

“Memangnya kenapa?”

Minra POV

“Sudah aku bilang jangan pernah panggil aku oppa. Aku bukan kakakmu!” teriak Changmin.

“Changmin, jaga bicaramu” teriak appa.

“Selamanya tak akan aku akui kau adikku dan ibumu juga bukan ibuku. Ingat itu” teriak Changmin sambil berlalu.

Berapa tahun lagi, oppa. Berapa tahun agar kau menerimaku. Harusnya aku tak pernah lahir sehingga tak pernah ada dalam hidupmu.

Souffle [1/?]



Author : Nisa – Eyl
Tittle : Souffle
Status: On Going!
Genre: Fantasy – Romance
Rating: PG
Cast: Lee Joon/Zaffi, Park Yoo Rin/Ler
Disclaimer: They’re belong to Mang Dadang…
A/N: Cerita gaje nih hahahaha. Gak tau nih ah asal-asal berfantasi. Dan dan siapkan konsentrasi kalian karena karenaaaaaaaaaa banyak nama-nama aneh disini!
Warning: Tata Bahasa ancur men! Typos! Gajeeeeeeeeeeeeeeeeeeee!!
—————————————————————–

Continue reading

I Can’t Breath [1/?]

I Can’t Breath
Pairing: Shin Hye Ra – Lee Joon
Genre: Comedy Romance? Maybe… I don’t really know
Chapter: 1/?

Hye Ra POV
Aku? Menyukai Lee Joon? gosh! Aku tidak pernah membayangkannya sedikit pun!
Lelaki tengil itu? Lelaki sok tampan yang hobi menggoda gadis-gadis kampus! No! aku lebih memilih satpam di kampus ku daripada dia! Demi tuhan! Dewi dewa! Demi diriku sendiri! Demi apapun! Aku membencinya! Huek huek cuih
Hah. Apa-apaan ini? Skenario hidup macam apa ini?! Pasti ada kesalahan takdir! Ini tidak mungkin!
Kalian tahu? Sekarang, aku berada di a-part-ment Lee-Joon! Tuhaaaaaaaaaaaan! Kenapa kau menghukumku seperti ini? Mati saja belum! Timbang menimbang amal pun belum! Tapi kenapa aku sudah di nobatkan sebagai penghuni neraka?! Ya! Lebih tepatnya neraka dunia 😦
“ini, di minum” lee joon menyodorkanku secangkir kopi hangat padaku. Dengan terpaksa dan memasang tampang masam semasam-masamnya aku menerima kopi itu. Aku tak berbohong pada diriku sendiril! Aku kedinginan dan butuh sesuaru untuk menghangatkan tubuhku! Fufufufu….
Lihat aku! Badanku basah! Basaaaaaaah! Handuk tebal ini menutup rambutku yang juga tak kalah basah!
Aku duduk di sofa soft blue miliknya, hah. Bajuku sedang ia keringkan. Dan untuk sementara aku memakai bajunya! Tuhan! Apa tubuhku akan baik-baik saja ketika aku melepaskan baju ini? Apa tak akan meninggalkan jejak?! Panu maksudku, atau kadas ? kurap? kutu air?!!!! Cuih!
Ku lihat tubuhku yang di balut oleh t-shirt band The Beatles dan celana olahraga panjang miliknya yang kebesaran!!! Ya, mana mungkin ada baju dia yang muat di tubuhku! Tubuhku kecil dan pendek! Sedangkan dia, besar, berotot, dan seksi, oops! Semoga dia tidak mendengar kata-kata terakhirku, ah kenapa aku jadi khawatir seperti ini? Tentu saja tidak akan mendengar, aku kan berbicara memakai hatiku saat ini. HAHAHAHAHAHA. Sudah cukup. Huh, muscle idiot! Aku tidak pernah membayangkan sebelumnya kalau aku akan terdampar disini!!! Kenapa tidak terdampar di pulau jeju saja! Hah –“
Continue reading

%d bloggers like this: