Tag Archives: Lee Gi Kwang

Hello ! My Lucifer 7 (Noone Love Us/?)

Hello ! My Lucifer
Genre: Romance, Comedy, Tragedy, Family, Friendship
Author: Lily
Cast : Kim Hyun Jae, Kim Ki Bum, Kim Hyun Joong, Yesung, Lee Donghae, Cho Kyuhyun, Choi Minho, Lee Gi Kwang, Choi Soo Young ditambah…..
Shin Hyera, Park Nana, Yericha Jang, Janrang Park, Shim Minra….. cast selanjutnya menyusul…. pokonya dibikin seramai galaksi deh….Aktor dan aktris adalah nyata, tapi tempat, kejadian, dan beberapa hal disclaimer karangan author.

Part I , Part II , Part III , Part IV, Part V, Part VI

“Kamu anak kelas 3F itu kan? Ohya, mianhae siapa namamu?” tanya Donghae sambil menyetir.

“Yericha, Jang Yericha. Lee songsaenim” jawab Yericha sopan.

“Yericha nama yang manis” puji Donghae dan 100% mampu membuat Yericha tersipu.

Donghae mengantar Yericha sampai masuk. Sebagai guru dia merasa punya tanggungjawab mengingatkan orangtua Yericha.

“Yericha!!! Kau ini kemana saja? Lama sekali. Kau ini….”

“Ehm… ehm” eumma Yericha yang sudah siap memarahinya jadi terhenti ketika mendengar deheman Donghae. Eumma melirik ke pria yang berada di belakang Yericha.

“Siapa itu? Namjamu? Tumben kau pintar memilih namja” bisik eumma pada Yericha.

“Eumma, dia guruku” jawab Yericha lirih.

Donghae yang tak mau berlama-lama langsung membuka percakapan.

“Sebelumnya perkenalankan saya Lee Donghae, guru bahasa inggris di sekolah Yericha. Tadi terjadi peristiwa kurang menyenangkan yang menimpa Yericha. Dia dihadang 2 orang pria saat pulang belanja. Kebetulan saat kejadian saya juga sedang berada disana. Saya…” belum selesai Donghae bicara, eumma menyela.

“Jadi anda menyelamatkan Yericha dan menghajar 2 pria tadi. Omooo… Gamsahamnida, saya sangat berterimakasih” kata eumma Yericha seraya memeluk Donghae.

Donghae kaget dan langsung tertegun. Eumma Yericha melepaskan pelukannya.

“Donghae-shi karena anda telah menyelamatkan putrid saya sebagai tanda terima kasih. Sebentar saya ambilkan dulu…” eumma Yericha masuk ke dalam.

“Mianhae, eumma saya…” Yericha garuk kepala mau bingung mau bilang apa.

“Eummamu lucu yah. Pasti menyenangkan punya eumma yang aktif”

Aktif ???? Maksudnya apa ini ???

“Maksudku eummamu orang yang menyenangkan” tambah Donghae.

Yericha tersenyum kecut.

“Donghae-shi kue-kue ini untuk anda. Saya baru membuatnya semoga anda suka” kata eumma Yericha dan menyerahkan bungkusan kue pada Donghae.

“Gamsahamnida, Nyonya Jang. Mianhae malah jadi merepotkan begini ^^”

“Ah…tidak nak Donghae. Anda sudah menolong Yericha ini tak seberapa” kata eumma Yericha dan menyentuh bahu Donghae.

Eumma ini ambil kesempatan mulu…. Ingat umur eumma…

“Kalau begitu saya permisi” ucap Donghae.

“Hati-hati. Kapan-kapan main kesini yah” kata eumma Yericha dan mengantar Donghae keluar rumah. Tak lupa melambaikan tangan ketika mobil Donghae meninggalkan pekarangan rumahnya.

Yericha sangat sebal melihat eummanya yang bisa begitu dekat dengan Donghae.

“Eumma…. Kenapa eumma peluk Donghae songsaenim? Eumma seolah sudah mengenalnya saja. Sok akrab lagi” decak Yericha sebal.

“Memang sudah kenal tadi kan sudah kenalan” jawab eummanya datar dan pergi meninggalkan Yericha yang dongkol.

Tidak mungkin… Jangan sampai sainganku eumma. Aihhh… Jangan berpikir macam-macam, eumma kan punya appa.

Yesung POV
Aku mengikuti Donghae mengantar Yericha ke rumahnya. Aku menonton adegan dramatis yang diluar dugaan. Donghae mendapat pelukan dari eummanya Yericha. Yang bisa aku lakukan hanya ngakak, menurutku ini moment menarik untung aku membawa handycam jadi langsung saja mari zoom dan rekam adegan. Ini pasti hiburan menyenangkan bagi semuanya. Aku mengirim pesan ke semua.

To : Kyuhyun, Hyunjoong, Minho, Gi Kwang, Jonghyun, Donghae
Message : Besok semua berkumpul di apartemenku ada berita besar yang harus kalian ketahui. Jangan lupa siapkan mental kalian, jangan sampai shock berat.

Bahasaku sangat serius membuat pesan yang masuk padaku juga bernada khawatir.

From : Minho
Message : Hyung, ada apa? Apa yang terjadi?

From : Jonghyun
Message : Berkumpul sekarang saja jika ini berita besar lebih baik kami semua tahu dengan segera.

Satu pesan lagi masuk. Hah??? Yoona??? Ada urusan apa Yoona mengirim pesan padaku. Tidak ada angin tidak ada hujan. Apa jangan-jangan dia ada feeling ya padaku. Hehehe…..

From : Yoona
Message : Mianhae, hyung. Ini Gi Kwang, pulsaku habis jadi pinjam Yoona. Hyung, ini masalah apa ya? Menyangkut apa, siapa, dan seberapa urgen? Ohya, satu lagi jam berapa harus berkumpul?

Ternyata Gi Kwang, aku pikir Yoona hehehe….

Sisanya tidak membalas pesanku, tapi tak lama handponeku berdering.

“Yoboseyo, ada masalah apa?” tanya suara di seberang.

“Besok saja” jawabku.

“Sunbae, kau mau hidup tenang atau…” Kyuhyun menggantungkan perkataannya.

“Kau mengancamku? Mau aku adukan scandalmu pada Sooyoung? Ingat aku ini sunbaemu saat SMA loh”
Kyuhyun pasti tak mau aku menceritakan peristiwa bodoh saat SMA.

Ayolah, menyerah tidak

“Baiklah. Aku tunggu besok, tapi kau tidak lupa kejadian di club hokey juga kan? Kau dan Kim Taeyeon…. Hahaha”

Sial…. Setan ini masih ingat juga. Baiklah impas sama-sama memegang kelemahan. Sepertinya dia memang terlahir dengan sifat intimidasi.

Saat aku melewati gang menuju apartemenku, aku melihat seorang yeoja yang tengah duduk di pinggir jalan sambil menangis. Iba juga aku melihatnya, mobilku berhenti tepat di depannya.

“Kamu kenapa?” tanyaku.

Saat dia mendongakkan wajahnya, kaget luar biasa.

Shim Minra?

Dia malah terus menangis. Baiklah apa yang harus aku lakukan sekarang. Terpaksa aku membiarkannya naik ke mobilku.

Ini akan jadi hal yang aku sesali sepertinya. Semoga saja Taeyeon tidak menggantungku jika tahu ada yeoja yang naik di mobilku.

Janrang POV

Kim Jonghyun…..
Namanya selalu terngiang di pikiranku. Manis, tampan , dan baik.

Aku mencoret-coret sesuatu di kertas dan sedikit kaget ternyata aku justru membuat sketsa wajahnya.

I think I love you kuron-gabwayo
Cause I miss you kudae-man omsumyon
Nan amugotdo mo-thago jakku
saeng-gang-nago iron-gon bomyon amu-rae-do
I’m falling for you nan mullat-jiman
Now I need you onu-saen-ga nae mam
Kipun gose aju kuke jarichamun kudaeye mosubul ijen puwayo
Urin ano-ullindago chin-gu guke ddak chuhtago hmmm…
Hanabuto yolkae todaeche mwo han-ge-rado mannunke onnunde
Ottohke sagwil su-in-nyago maldo andwaenu-nae-girago
Malhamyo dullo daet-jiman ijedonun nan kurogiga shi-rhun-goryo

Jonghyun POV

“Berarti aku harus mengajaknya jalan-jalan? Begitu?” tanya Jonghyun pada Kyuhyun.

“Ya, begitulah. Aku rasa itu tak sulit bagi playboy macam kau” kata Kyuhyun.

Hahahaha…. Aku terbahak, masih saja image itu melekat padaku.

“Ngomong-ngomong, tak salah ya memasangkan anak-anak kecil dengan pria dewasa?” tanya Jjong.

“Maksudnya?” balas Kyuhyun.

“Hyunjoong dengan yeoja bernama Nana dan Donghae dengan Yericha?” tanyaku.

“Yah, kondisional saja lah. Jika terjadi sesuatu di luar dugaan tinggal memikirkan langkah selanjutnya. Jangan khawatir semua yang masuk dalam permainan ini adalah bidak caturku. Skak match, aku menang Jjong” kata Kyuhyun ketika berhasil memakan King punyaku.

“Aiiishhh…. Sial” teriakku.

“Kami datang” teriak beberapa namja dari depan. Yesung-hyung yang sedang sibuk menonton tv mengahmpiri mereka.

“Oh… kalian sudah datang duluan yah” tanya Minho.

Aku dan Kyuhyun mengangguk.

“Ayo, kita mulai saja ada yang ingin aku tunjukkan pada kalian”

Yesung kemudian menghubungkan handycamnya dengan tv.

Brruuussshhh…. Donghae menyemburkan coca cola yang diminumnya.

Hahaha……. Semua tertawa melihat adegan Donghae mendapat pelukan eumma Yericha.

“Hyung, kau suka ibu-ibu yah? Nanti aku bilang eumma deh” tawa Gikwang.

“Wowh… Pelukan gratisan… Cocok untuk anak magister ekonomi. Semakin murah, semakin bagus apalagi yang gratis” ejek Hyunjoong.

“Donghae ternyata selera semua generasi mulai dari cabe rawit hingga paprika” Kyuhyun tak ketinggalan.
Donghae benar-benar malu berat yang ingin dia lakukan sekarang hanya membunuh Yesung….

“Yesung!!!! Sini kau” Yesung berlari dari kejaran Donghae.

“Hyung mau aku bantu” teriak Minho yang membantu Donghae mengejar Yesung.

Adegan selanjutnya skip… Terlalu kejam.. ha3333

Hyunjoong POV

Pagi-pagi aku harus sudah berada di rumah sakit. Iya, jika bukan karena rencana gila Kyuhyun tak bakal aku kemari. Berpura-pura baik pada gadis yang mencelakakan adikku. Tak sudi, ingin sekali aku menghardiknya habis-habisan.

“Suster kapan aku bisa pulang?” tanya Nana saat suster membawanya jalan-jalan dengan kursi roda.

“Secepatnya setelah therapy terakhir. Luka karena kecelakaan kemarin juga belum sepenuhnya sembuhkan?” jawab suster. Nana mengangguk. Oh, dia habis kecelakaan yah.

Kasihan juga… Aiiishhh Hilangkan jauh-jauh pikiran itu. Dia salah satu yang bertanggungjawab atas sakitnya Hyun Jae kemarin.

Semua orang boleh bilang aku jahat, tapi bagiku adikku adalah yang pertama.

“Aku tinggal disini yah” kata suster. Nana tersenyum ke arah suster yang pergi meninggalkannya. Nana berusaha mendorong kursi rodanya, dia masih pucat dan tak tega juga.

Aku membantunya mendorong kursi rodanya. Dia menengok dan terlihat kaget saat melihatku.

“Jangan khawatir aku bukan orang jahat. Kebetulan tadi lewat dan melihatmu kesulitan mendorong kursi roda. Jadi, aku bantu saja ^^” ucapku basa-basi.

“Gamsahamnida” tunduknya malu.

“Kau sendiri? Kemana orangtuamu?” tanyaku.

Dia justru menunduk lebih dalam. Sepertinya dia menangis.

“Kau tak apa?” tanyaku.

Dia mengangguk dan menghapus air matanya.

“Ohya, mau aku temani jalan-jalan?” tanyaku. Kali ini aku melakukannya dengan tulus.

Yericha POV

Dari Gikwang tepatnya bantuan dari pacar Gikwang, Yoona-eonni akhirnya aku mendapatkan alamat Lee Donghae-songsaenim.

Bolehlah aku membuntuti guruku sendiri….

Saat aku kesana, aku melihat dua orang namja di pekarangan tepatnya lapangan basket kecil. Eh bukannya itu Choi Minho, ehm satunya siapa yah?

Tak lama kemudian dari dalam keluar seorang yeoja membawa minuman. Tunggu sepertinya aku kenal yeoja itu. Bukankah dia yang… dia kan guru yang kami kerjai waktu itu Kim Hyunjae.

Ada perasaan bersalah padaku, tapi aku justru tidak ingin meninggalkan tempat itu dan mengamati mereka. Namja yang tak aku kenal itu mendekati Hyunjae-eonni yang baru keluar dan mengambil minuman yang disodorkan Hyunjae-eonni.

Minho pun berhenti bermain dan mengambil minuman yang ada di nampan, selesai minum dia langsung meletakkan gelasnya kembali dan bermain. Sedangkan, namja itu dan Hyunjae duduk memperhatikan Minho bermain.
Ini apa? Kenapa mereka bisa seakrab itu? Apa hubungan Hyunjae dengan Minho? Dan kenapa mereka semua berada di rumah Lee Donghae-songsaenim.

“Hei… kau sedang apa mengendap-endap disitu?” aku terlonjak kaget dan menemukan seorang namja aisshhh… manis, cute, wowh… tengah menatapku aneh.

“Eh..eh..” Belum sempat aku menjawab. Dia mengernyitkan dahinya dan malah menyeretku menemui mereka.

“Hyung… ada yang mengendap-endap di depan pekarangan rumah?” katanya.

“Kau” kata Minho kaget. Begitu juga namja itu dan Hyunjae.

Minho POV

Mati aku… Bisa habis riwayat kami. Jika sampai ketahuan… tutup buku semuanya.

“Anyeong” sapa Hyunjae tersenyum ramah.

“An..an..anyeong” balas Yericha.

“Jangan takut. Kemarilah” kata Hyunjae dan menarik tangan Yericha.

“Ada urusan apa kemari?” tanya Hyunjae.

“Ehm..ehm..ehmmm…” Yericha bingung mau bilang apa.

“Katakan saja” bisik Hyunjae.

“Aku ingin berterimakasih pada Lee Donghae-songsaenim” jawab Yericha.

“Songsaenim????” Taemin agak kaget dengan kata-kata itu.

Aku buru-buru menutup mulutnya dan menatapnya tajam agar tidak banyak berulah.

Taemin mengangguk tanda mengerti….

“Owh… Donghae-hyung sedang tak ada di rumah. Kau mau titip salam katakan saja pada adiknya” kata Key dan menunjuk Taemin.

Yericha bingung dan menatap kami semua bergantian.

“Apa hubungan kalian semua?” tanya Yericha.

Mampus… Bagaimana ini?

Key POV
“Apa hubungan kalian semua?” tanya Yericha.

Bukan pertanyaan sulit. Aku tak akan berbohong hanya sedikit mengolah kata. Apa gunanya jadi mahasiswa hubungan internasional kalau tidak pandai mengolah kata.

“Taemin ini hobae Hyunjae saat Hyun masih SMA di Shinil Highschool. Dan aku ini namjachingu Hyunjae, Minho sendiri adalah teman Taemin. Jadi, jika kebetulan kami berkumpul disini itu wajar, rumah Taemin sudah menjadi markas bermain kami sejak dulu” jelasku sambil menatap Taemin.

Taemin mengangguk lemah.

Aku tak berbohong memang benar Taemin hobae Hyunjae. Minho jelas teman Taemin karena mengenal dua hyungnya Lee Donghae dan Lee Gikwang ditambah lagi dulu Seoul Highschool sekolahku pernah mengadakan acara bersama Shinil Highschool. Ceritanya bisa klik di ff oneshot Love Scenario . Hehehe…. 100 untukmu Key. Bangga….

“Oh….” Yericha hanya ber-oh-oh ria.

Minho POV

Key bisa sekali yah menjelaskan dengan jujur hanya dengan sedikit mengubah cara penyampaian. Meski, ada poin-poin yang sedikit terlewat. Untungnya, Yericha tidak terlalu sadar.

“Minho, kalau begitu aku masuk dulu yah?” tanya Taemin.

Aku akui Taemin mewarisi otak Donghae dan Gikwang, mudah mengerti situasi demi keamanan sendiri. Parah….

“Aku ikut Taemin masuk yah eonni, hyung”

Aiiissshhh…. Sial Key dan Hyunjae terlihat menahan tawa. Bencana memanggil mereka seperti itu.

“Ya… Masuk sana” kata Key dengan senyum kurang ajar.

Sesampai di dalam Taemin ku ajak bicara. Aku tak menjelaskan secara detail kami balas dendam hanya kami bilang cukup dia tahu dan tak membocorkan identitas kami sebenarnya atau jika sampai dia keceplosan maka yang harus dihadapinya adalah Kyuhyun. Taemin jelas menelan ludahnya, dia kenal benar watak menakutkan Kyuhyun.

“Baiklah. Aku akan jaga mulutku, tapi…..”

“Tapi apa? Sudah bicara saja dengan Kyuhyun-hyung” kataku seraya memencet no. telpon Kyuhyun.

“Eh…. Tidak usah, pokoknya tidak mengatakan apapun kan? Beres deh” kata Taemin.

Hahahaha… Memang Kyuhyun pantas dinobatkan sebagai Prince Lucifer….

“Ngomong-ngomong, Taemin mau ikut dalam game?” tanyaku.

Nana POV

Hampir tiap hari, aku menunggu namja itu datang. Dia bilang dia akan cukup sering ke rumah sakit untuk menemui dokter yang mengontrol kesehatan yeodongsaengnya. Saat itu aku melihatnya sedang berbicara… Lho kok dengan dokterku?

“Bagaimana keadaan Park Nana?” tanyanya.

“Dia sudah membaik mungkin 2-3 hari sudah bisa keluar rumah sakit. Namun, sementara harus menggunakan kursi roda sampai kakinya kuat untuk berjalan kembali” jawab dokter.

“Ohya, dokter kenapa saya tidak pernah melihat orangtuanya ya?” tanya Hyunjoong lagi.

“Sepertinya mereka sangat sibuk. Kami hanya melihat ibunya 2 atau kali menjenguknya. Ayahnya sama sekali. Justru teman-teman Nana lah yang sering kemari selama dia dirawat” jelas dokter.

“Begitu ya. Gamsahamnida” ucapnya.

Eumma… appa… kapan kalian akan menjengukku?

“Nana, kenapa melamun disini?” tanya Hyunjoong-oppa yang sudah berdiri di depan Nana.

“Tidak apa” jawab Nana.

“Eh…. Katanya kau boleh keluar rumah sakit sebentar lagi. Bagus kan?” tanyanya.

“Berarti setelah itu kita tak akan bertemu lagi?”

Hyunjoong POV

“Berarti setelah itu kita tak akan bertemu lagi?” tanya Nana polos.

“Pasti bertemu” kataku.

“Oppa janji?” tanyanya.

“Aku janji” kataku sambil mengacak rambutnya. Dia kelihatan sebal, tapi itu justru membuatku senang.

Hyera POV

Minho baik juga ternyata dia ehm… manis juga kok. Aku tersenyum-senyum sendiri saat memasuki gerbang sekolah. Namun, senyumku hilang ketika melihat seorang yeoja mencium pipi Minho. Siapa yeoja itu?
Sakit… Rasanya sakit…..

Kau sama brengseknya dengan Lee Joon. Semua pria sama saja membuat kau melayang dan menjatuhkanmu dengan keras.
Kau benar Lee joon, tak akan ada namja yang mencintaiku.

Minho POV

“Eonni, aiissshhh… Aku bukan anak-anak lagi” kataku pada Sooyoung, eonniku yang menyebalkan.
Dia malah terkekeh.

“Bye, Minho” katanya seraya melajukan mobilnya.

Tak lama aku melihat Gikwang datang diantar Yoona.

“Minho, titip Gikwang yah. Awas jika sampai dia melirik yeoja lain. Highheelsku akan melayang ke kepalanya” kata Yoona.

Gikwang terkekeh dan aku hanya mengangguk.

Yoona akan melajukan mobilnya, tapi Gikwang menyetopnya.

“Wei… Kau mau mati” teriak Yoona.

Gikwang menyeringai dan mendekati Yoona.

Cup….

Gikwang mencium bibir Yoona sejenak.

Ampun… mereka ini melakukannya di depan umum.

Gikwang langsung berlari ke arahku dan melambai ke Yoona.

“Kau itu Presma macam apa? Contoh yang buruk” kataku.

“Tidak juga sebentar lagi kami akan menikah kok. Yah, setidaknya setelah aku lulus” jawab Gikwang datar.
Untung saja ini masih pagi… Belum ada murid yang datang, tapi mata kami terbelalak ketika melihat Hyera.

“Get room please” katanya pada Gikwang.

Gikwang menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Cho Minho, kau sama brengseknya” katanya.

Eh…. Maksudnya apa?

Kyuhyun POV

“Hyung, ini soal ujian untuk minggu depan. Ohya, kacaukan belajar mereka dan kita bisa membuat nilai mereka paling jeblok satu sekolah. Aku sudah meminta sekolah melakukan perbedaan cara pengumuman. Urutan nilai akan dimulai dengan nilai terendah. Aku mau mereka berlima bertengger di nama paling atas dari belakang. ha3333….” kataku pada Hyunjoong dan Donghae.

“Bailah, tak akan susah kok. Ajak dia jalan-jalan dan lupakan ujian” kata Jjong.

“Nana, sepertinya aku tak perlu bertindak lebih jauh. Selama dia dirawat banyak pelajaran yang dia tinggalkan”

“Yericha, bisa diatur” kata Donghae.

“Hyera urusan Minho dan Minra, kita belum melakukan sesuatu padanya. Aku masih berpikir perlukah kita menghukumnya juga” kata Kyuhyun.

Yesung yang berada disitu terlonjak.

“Memangnya kenapa?”

Minra POV

“Sudah aku bilang jangan pernah panggil aku oppa. Aku bukan kakakmu!” teriak Changmin.

“Changmin, jaga bicaramu” teriak appa.

“Selamanya tak akan aku akui kau adikku dan ibumu juga bukan ibuku. Ingat itu” teriak Changmin sambil berlalu.

Berapa tahun lagi, oppa. Berapa tahun agar kau menerimaku. Harusnya aku tak pernah lahir sehingga tak pernah ada dalam hidupmu.

Hello ! My Lucifer (6 : Love Underattack/?) *Exam Lovers or Exam Haters Series !

Part I , Part II , Part III , Part IV, Part V

Gi Kwang dan Minho sama-sama shock dan tak mampu berkata-kata.

Donghae POV

Aku hampir tertawa terbahak melihat ekspresi Minho, tapi aku berusaha menahan tawaku demi image.

“Hello, guys. My name is Lee Donghae, like Park Jungsoo-songsaenim, I’m Magister Student of Seoul University Graduate School of Economic and will teach English lesson I guess it’s enough, I hope we’ll have nice moments.”

Murid-murid berpandangan mereka sedikit bingung dengan perkenalan Donghae.

Baiklah… Apakah siswa kelas F itu separah ini?

“Any question?”

Mereka semua masih saling berpandangan.

Bukankah ini bahasa inggris tingkat dasar yah. Ampun………

Aku melihat seorang anak mengacungkan tangan saat aku lihat ternyata Minho.

“Sir, May I go to toilet?”

Murid-murid tertawa terbahak.

Sialan kau… Cecunguk, tidak sopan. Baiklah, mungkin ini memang caranya untuk menutupi rencana kami.

“Yes, You’ve 5 minutes. Ehm.. What is your name?” tanyaku.

“Choi Minho, Mr. Lee. You can call me Minho” katanya mantap.

Hadeuh…. Recok juga ini anak. Lebih baik Kyuhyun mengaturnya.

Hyunjoong POV

“Selamat siang murid-murid. Kenalkan saya Kim Hyunjoong. Disini saya akan mengajar Matematika. Sebelumnya, ada yang tahu apa itu matematika?” tanyaku.

“Pelajaran menghitung dan eksplorasi rumus, Songsaenim”

“Pelajaran yang menyenangkan untuk utak-atik angka”

Aku terkekeh anak kelas A yah? Aku dulu juga di kelas A saat di Seoul International High School. Aku harap mereka tak semembosankan anak-anak di kelasku dulu.

“Ehm…. Jujur saja. Nak menurutmu matematika itu apa?” tunjukku pada anak yang duduk paling depan.

“Aljabar, trigonometri, aritmetika dan pelajaran memusingkan lainnya”

Aku berjalan ke belakang, aku melihat Gi Kwang menuliskan sesuatu di kertas.

MATa pElajaran meMATIKAn

“Anak-anak ada jawaban yang sangat menarik dari teman kalian. Matematika adalah MAT MATa E pElajaran MATIKA meMATIKAn. Jadi intinya, menurutmu matematika adalah mata pelajaran mematikan?” tanyaku pada Gi Kwang.

Dia sedikit terlonjak dan mengangguk.

Tumben anak ini tidak menggunakan kemampuan verbal dan non-verbalnya. Presma Universitas Seoul kelemahannya matematika yah??? Hehehehe….

Minho POV

Ku kirimkan pesan ke Gi Kwang memintanya izin keluar kelas. Sekitar 15 menit aku menunggunya di kantin.

“Lama sekali kau?” kataku.

“Mianhae” jawab Gi Kwang dan mengambil kursi di depanku.

“Tadi Donghae-hyung…..” belum selesai aku bicara Gi Kwang tersedak minuman yang dipesannya.

“Donghae? Untuk apa dia disini jangan bilang kalau dia juga mengajar seperti Hyunjoong-hyung” kata Gi Kwang.

Aku mengangguk.

“Kenapa aku bisa tidak tahu kalau Donghae mengajar” Gi Kwang garuk kepala.

“Mana aku tahu. Aku pikir kau tahu jadi aku memanggilmu kemari. Ngomong-ngomong Hyunjoong-hyung mengajar apa?” tanya Minho.

“Matematika. Lalu Donghae?” Gi Kwang penasaran.

“Bahasa Inggris” jawabku.

“Baguslah, setidaknya dia tidak akan menghancurkan rumus dan mengubah hukum-hukum ilmu eksak” balas Gi Kwang.

Gi Kwang POV

Tak sengaja saat aku kembali ke kelas, aku berpapasan dengan Yericha. Anak kelas 3F teman sekelas Minho dan tentu saja dengan korban kejahilan Minho, Janrang. Hahaha…..

Mereka sepertinya tak sadar aku berpapasan dengan mereka.

“Eonni, lihat guru baru kita tadi tidak?” tanya Yericha.

“Iyalah lihat. Memangnya aku buta?” Janrang sebal dengan pertanyaan bodoh Yericha.

“Dia tampan yah. Omo… Cute, pokonya perfect. Baru aku lihat namja setampan dia” kata Yericha seolah berangan.

#Plletttaakkk

“Ahjushi tahu. Masa’ kamu mau sama yang sudah tua sih?” tanya Janrang.

“Aiishhh…. Eooni, tak masalah. Pokoknya aku mau dekat dengannya. Apapun aku lakukan termasuk harus jadi yang terbaik dalam bahasa Inggris” kata Yericha.

Aku terkekeh. Sepertinya ini akan jadi lebih mudah dibanding yang aku kira.

Donghae…. Meski ragu dengan ketampananmu, tapi sebagai adikmu hari ini aku akui kau lumayanlah.

Hahahaha….

@ Donghae’s Apartment

“Jadi ada apa kalian berdua kemari?” tanya si empunya tempat.

“Main saja” jawab Gi Kwang dengan muka innocent.

“Seingatku kau terakhir kesini saat sakumu habis” balas Donghae.

Minho tertawa terbahak membuatnya mendapat satu injakan keras dari Gi Kwang.

“Wei… Berani menginjak kakiku ku pukul kau” teriak Minho.

“Kalau kau berteriak lagi. Malah aku injak kau” balas Gi Kwang.

Minho memilih diam, dia malas juga protes.

Presma macam kau? Kenapa aku dulu memilihmu saat Pemilihan Raya Mahasiswa. Menyesal TOT

“Kalian mau apa sebenarnya?” Donghae menyilangkan tangan di depan dadanya.

Minho dan Gi Kwang tersenyum ceria.

“Kami mau…” Minho meminta Donghae mendekatkan telinganya.

“Mwooo???? Kalian berdua jangan main-main” Donghae tak percaya dengan rencana gila mereka berdua.

“Kami tak perlu persetujuanmu. Kau cukup jalankan saja rencana kami. Terserah saja sih, paling aku bilang ke eumma soal yah kau tahu maksudku”ancam Gi Kwang.

Donghae menarik nafas panjang. Sejenak dia berpikir mengenai rencana Minho dan Gi Kwang. Sedikit ragu Donghae mengangguk.

“Begitu donk, hyung” Minho senang.

“Lalu kapan permainan ini dimulai?” tanya Donghae.

“Secepatnya” Kyuhyun tiba-tiba masuk ke apartemen Donghae. *evil smile.

Dasar seenaknya nyelonong saja masuk apartemen orang

Kyuhyun POV

Sepertinya Tuhan berpihak pada kami. Tiba-tiba dari langit turun hujan dan inilah yang kami tunggu.

“Yoboseyo, Minho kau bisa kan?” tanyaku.

“Iya-iya. Sial kau” jawab Minho. Terlihat jelas dia ogah-ogahan.

“Yoboseyo, Gi Kwang kau tahu kan yang harus kau lakukan”

“Beres deh. Hyung, hanya saja ini keterla….” Sebelum Gi Kwang mengeluarkan teorinya, aku langsung menutup telpon.

Janrang POV

Aishhh… Siiallll…. Hujan tidak bawa paying lagi. Harus menunggu berapa lama? TOT

Lari saja deh mending pulang secepatnya dan setelah itu kan bisa enak-enakan di rumah.

Ketika aku hendak berlari seseorang mencegahku.

“Kau bisa kehujanan nona” kata namja itu.

Wowh… Dia tampan…..

“Kau tampan” kataku tak sadar. Aku buru-buru menutup mulutku.

Dia entah dengar atau tidak, hanya tersenyum padaku.

“Aku antar kau pulang” katanya sambil memayungiku.

“Arah rumahmu kemana?” tanyanya.

Selama perjalanan pulang, aku terus memandang wajahnya. Dia benar-benar sempurna di mataku.

Sepertinya dia sadar aku memperhatikannya.

“Ada yang salah di wajahku?”

“Nde…. Tidak. Mianhae” tundukku.

“Ohya, maaf aku tak bisa mengantarmu sampai rumah. Ini bawa saja” katanya sambil menyerahkan payung padaku dan berlari menembus hujan.

Aku reflex berteriak

“Tunggu siapa namamu?” teriakku.

“Kim Jonghyun” balasnya dan berlari meninggalkanku.

Kim Jonghyun yah….

Yericha POV

Janrang sepertinya pulang duluan. Tinggal aku dan Hyera yang disini, tapi sepertinya tinggal aku sendiri. Hyera diantar Minho pulang. Yah, jangan tanya mereka perang mulut seperti apa. Kami berempat sama-sama menunggu redanya hujan. Gi Kwang mendapat ide gila agar Minho mengantar Hyera.

“Bagaimana kalau Hyera pulang bareng Minho?” tanya Gi Kwang anak 3A yang kebetulan teman Minho.

“Mwo??? Dengannya tidak sudi” jawab Minho sambil menunjuk muka Hyera.

“Ya!!! Siapa juga mau diantar olehmu?” Hyera berteriak.

“Heh…Siapa juga yang sudi pulang bersama nenek peyot sepertimu” balas Minho.

Lanjutnya sudah membuat kepalaku pusing.

“STOP!!!!!! Minho, kau antar Hyera. Aku pulang dengan Yericha, kau tak mau ku hajar kau” kata Gi Kwang.

Glekkk….

Sepertinya Minho pikir-pikir dan tak lama dia menarik tangan Hyera. Mereka menuju parkiran.

Tinggal aku dan Gi Kwang.

“Tidak jadi pulang?” tanyaku.

“Sebentar lagi. Tunggu jemputan” katanya.

Tiiinnn..Tinnn…Tiiinnn…..

Sebuah mobil berhenti di depan kami. Kaca mobilnya di buka.

“Gi Kwang, ayo naik” kata yeoja cantik yang mengemudi.

“Ayo, ikut aku” kata Gi Kwang dan menyuruhku duduk di belakang.

Aku hanya terdiam sepanjang perjalanan. Hingga sebuah suara memecahkan keheningan.

“Rumahmu mana?” tanya yeoja itu sambil melihatku sekilas dan tersenyum.

“Tiga blok dari sini, eonni” jawabku.

“Kau pendiam yah? Ohya, kenalkan aku Im Yoona” katanya lagi.

“Nde, aku hanya bingung. Jang Yericha imnida. Salam kenal eonni” kataku.

Mereka sepertinya pasangan kekasih. Terlihat jelas dari cara Gi Kwang mengacak rambutnya dan tampang sebal yang mengundang tawa milik Yoona.

“Eh… Kalian kenal tidak dengan Lee Donghae” tanyanya tiba-tiba.

Aku dan Gi Kwang menatapnya penuh tanda tanya.

“Jangan cemburu dulu. Lee Donghae itu sunbaeku, chagi. Aku dengar sekarang dia mengajar di SMA kalian jadi aku menginginkannya menjagamu agar tak membuat kerusuhan. Apalagi satu sekolah dengan Minho pasti rusuh” kata Yoona.

Kami bertiga tertawa.

“Eh… Donghae-sunbae banyak yang naksir tidak? Dia flower boy loh pas SMA. Sering menerima coklat dan barang-barang di lokernya. Sayang, mereka tak tahu kalau dia lebih menyukai kaset drama. Dia bisa seharian nonton drama” papar Yoona.

Aku jadi tertarik dengan bahasan ini.

“Drama?”

“Iya, drama. Apalagi yang bergenre sedih, wah kau bisa lihat airmata berlinang” kekeh Yoona.

“Kau sepertinya tahu sekali tentang Donghae. Dulu dia apamu?” tanya Gi Kwang dengan nada kesal.

“Senangnya kau cemburu hehehehe…. Don’t worry my friend was his exgirlfriend so I know it” kata Yoona sambil tersenyum.

“Tapi yang paling dia sukai tentu saja gadis yang pandai” kata Yoona.

Masih ada kesempatan kah? Harus jadi yang terbaik ya.

“Itu, rumah saya” kataku.

Yoona menghentikan mobil di depan rumahku dan meminjamkanku payung.

Aku melambaikan tangan pada mobil Yoona yang bergerak menjauh.

Lee Donghae-songsaenim suka yeoja yang pandai yah?


Gi Kwang POV

Sejak tadi aku ingin tertawa terbahak mendengar semua omongan Yoona. Tidak ada satupun yang bisa dipertanggungjawabkan. Tak lama setelah menurunkan Yericha, tawaku pecah.

“Hahahha…. Flower boy…. Drama hahahaha….. Kau tak ada ide lain apa? hahaha…” tawaku.

Yoona ikut tertawa terbahak. Aku tertawa sampai hampir menangis, perutku sampai sakit.

“Kau mendapat ilham mengarang bebas itu darimana?” tanyaku sesaat tawaku reda.

“Hehehe…. Kemarin nonton Boys Over Flower. Tiba-tiba saja itu yang terpikirkan olehku” jawab Yoona.

Aku makin terbahak bisa-bisanya dia membuat cerita terilhami drama. Tidak terbalik kah? Bukankah drama diilhami dari kisah nyata.

“Kenapa tertawa?” tanyanya sebal.

“Mianhae… Baiklah aku berhenti tertawa” kataku.

“Sekarang mau kemana?” tanya Yoona.

“Apartemen Donghae” jawabku.

Yoona terlihat menarik nafas panjang. Dia sepertinya tidak suka dengan jawabanku.

“Wae? Ada yang salah yah dengan apartemen Donghae” tanyaku.

“Tidak. Hanya saja….” Yoona menggantungkan ucapannya.

Jika tebakanku tidak salah

“Kau mau kita jalan-jalan saja?” tanyaku.
Mukanya berubah menjadi cerah.

“Kita ke café langganan kita yah, oppa” kata Yoona.

Aku mengangguk dan mengacak rambutnya.

Donghae POV

Dari jendela sekolah aku mengamati Jonghyun yang pertama kali pulang mengantar Janrang. Tak lama kemudian Minho, Gi Kwang, Hyera, dan Yericha berteduh menunggu hujan reda. Bisa aku lihat Minho dan Hyera beradu mulut, tapi sesuai rencana Minho mengantarnya pulang.

Sedikit lama aku menunggu adegan lanjutan. Mobil Yoona masuk ke area sekolah dan berhenti tepat di depan Gi Kwang dan Yericha.

Yoona terpaksa dilibatkan karena dia marah besar saat tahu Gi Kwang berpura-pura jadi anak SMA. Tepatnya dia takut Gi Kwang ada main dengan yeoja lain. Aku terbahak saat Yoona memaksa ikut ambil bagian, Gi Kwang terlihat lemas dan tak berani membantah. PASRAH… hahahaha

Telponku berdering, aku berjalan menuju meja kerjaku.

“Yoboseyo”

“Yoboseyo, Bagaimana semua berjalan lancar?” tanya Yesung.

“Iya, sepertinya terkendali. Semua sesuai rencana” jawabku.

“Baguslah kalau begitu. Ohya, jika semua sudah siap hubungi aku yah. Setelah itu aku ambil bagian” kata Yesung.

“Hahaha…. Sepertinya kau tak sabar yah ambil bagian” ujarku.

“Tentu saja. Kyuhyun memberiku peran tak masuk akal, tapi tak masalah juga. Hyunjoong tadi bilang kita disuruh berkumpul di apartemenmu untuk membahas perkembangan SKY underattack”

“Mwoo??? Apartemenku? Kenapa di apartemenku?” tanyaku.

“Tanya Hyunjoong, eh Kyuhyun” jawab Yesung.

Ah… Manusia seenaknya itu selalu saja.

Kyuhyun POV

“Semua sudah berkumpul disini. Sekarang kita bahas rencana lanjutan. Aku sekarang memantau kegiatan troublemaker itu. Mereka adalah yeoja tanpa kegiatan dan entahlah… deskripsi apa yang harus aku berikan. Belakangan kita hanya melihat Yericha, Janrang, dan Hyera ternyata Nana sedang sakit. Kemarin hampir saja aku, Hyunjoong dan Minho kepergok saat mengantar Hyunjae check up”

Minho dan Hyunjoong mengangguk.

“Minho tugasmu adalah mendekati Hyera. Musuh bebuyutanmu, Donghae kau mengurus Yericha, Hyunjoong kau bisa dekati Nana?” tanyaku.

Hyunjoong terlihat kurang senang.

“Ehm… ayolah kau harus mau. Kita tak punya orang lagi. Aku dan Yesung tidak terlibat secara langsung jika tak dibutuhkan.” rayuku.

Hyunjoong mengendikkan bahu.

“Hyung, lalu Janrang siapa yang mengurusnya?” tanya Gi Kwang.
“Sebentar lagi dia datang” jawabku.

Sekitar 20 menit kami menunggunya. Akhirnya, dia datang juga.

“Mianhae terlambat” kata Jonghyun cengar-cengir.

Minho langsung berdiri dan menyambut temannya.

“Jjong, kapan kau pulang? Kau tak bilang apa-apa kemarin? Sudah berapa lama di Korea? Berapa lama rencanamu tinggal disini” tanya Minho panjang lebar.

“Boleh aku duduk dulu?” tanya Jjong,
Tak menunggu jawaban dia duduk sendiri.

“Aku kembali ke Seoul seminggu lalu setelah mendengar Hyun Jae masuk rumah sakit memang sih telat dia juga sudah pulang. Hehehe…. Cukup segitu saja” jawab Jjong.

“Sekarang semua sudah mendapat bagian masing-masing. Sisanya aku, Gi Kwang, Yesung akan mengurus sistem yang tepat. Aku ingin membuat semua anak disana mendapatkan neraka mereka” seringaiku.

“Mereka akan tersiksa baik dalam masalah pelajaran maupun aturan” kata Jonghyun yang mebuat lainnya terbahak.

Yericha POV

Aissshhhh… Ibu ini malam-malam aku suruh pergi ke swalayan.

Dengan langkah gontai aku mengeluarkan sepedaku dan menuju swalayan terdekat. Aku membeli semua yang diinginkan ibuku. Ternyata banyak juga.

Setelah membayar semuanya di kasir, aku kembali ke rumah. Dari tadi rasanya ada yang mengikutiku. Aku menghentikan sepedaku dan menoleh ke belakang.

Ada dua orang pria mendekatiku. Aku hendak mengayuh sepedaku, tapi mereka sudah keburu menghadangku.

“Nona, manis serahkan uangmu” katanya kasar.

Seorang lagi merampas belanjaanku. Dia mengacak-acak isinya.

“Mana uangmu? Serahkan sekarang!!!” teriaknya setelah melempar belanjaanku.

Aku sudah sangat ketakutan tak tahu harus apa.

Eumma, appa, ….. tolong aku. Siapa saja tolong aku…..

Aku menutup mataku tak mau melihat apa yang selanjutnya terjadi.

“Hei… kalian berdua beraninya mengganggu yeoja” kata seseorang.

Karena lampu yang remang dan posisi berdiri pria itu di tempat gelap aku tak bisa melihat wajahnya.

“Ciihhh… Berani sekali kau melawan kami. Kemari kau”

Pria tadi berjalan mendekat.

Bag… bighhhh… buurrgghhhh

Aku hanya melihat adegan perkelahian dengan takjub. Seorang diri dia mengalahkan dua pria berbadan besar tadi. Aku hanya terdiam lemas.

“Hei… Kau baik-baik saja” tanyanya padaku setelah dua pria tadi lari tunggang langgang.

Lidahku kelu, aku tak mampu menjawab. Aku hanya mengangguk.

“Lain kali jangan keluar sendiri kalau malam. Ayo, aku antar pulang mobilku terparkir di dekat swalayan. Kita masukkan saja sepedamu di bagasi” katanya.

Dia membantuku menuntun sepedaku. Aku hanya berdiri di tempatku mencerna semua kejadian tadi.

“Hei… Kau tidak mau pulang?” tanyanya membuyarkan lamunanku.

Aku langsung berjalan menyusulnya. Aku rasa tidak terlalu buruk juga dihadang dua pria tidak jelas.

Setidaknya aku bisa mengamati dan berbicara dengannya. Hehehe….

————————————————————

“Gamsahamnida, ini bayaran kalian” kata Yesung.

‘Yoboseyo, Kyuhyun. Semua berjalan sesuai rencana”

Hello ! My Lucifer (5 : Let’s Play The Game/?) *Exam Lovers or Exam Haters Series !

Part I , Part II , Part III , Part IV

Hari ini tepat rencana dimulai. Minho dan Gi Kwang sudah siap untuk memerankan scenario yang disusun Donghae.

“Gi Kwang. Apa kau yakin rencana kakakmu ini normal?” tanya Minho.

“Yah, bagaimana ya? Kita cukup menjadi tokoh cerita dan biarkan sang sutradara mengatur segalanya.
Aku rasa ini cukup menarik, melepas penat dari BEM, selain itu kita nikmati saja” jawab Gi Kwang asal. Minho hanya menarik nafas.

Baginya ini bukan melepas penat, tapi menambah pekerjaan dan laporannya yang bertumpuk. Biasanya, dia bisa bangun siang jika tidak ada kuliah pagi, tapi SKY (Seoul, Korea, Yoo Seoung) underattack membuatnya harus melepas bantal dan guling kesayangannya.

Aiiisssshhhh…. Siiiiaaalllll…. Kenapa aku terseret dalam lembah penderitaan gara-gara rencana Kyuhyun-hyung.

“Yoboseyo”

“Yoboseyo. Kalian sudah sampai ke sekolah? Jangan lupa lakukan tugas kalian dengan benar. Ohya, Minho jika kau melakukan kesalahan…. Sooyoung yang akan memberi sanksi. Hehehe” *evil smirk.

“Iya… iya. Aku tahu, kau hanya menelpon untuk itu gamekyu????? Bye…..” Minho menarik nafas dan mematikan handphone-nya dia tidak mau mendengar sumpah serapah Kyuhyun.

Gi Kwang dan Minho, kemudian menemui seorang guru di SMA tersebut. Park Jung Soo-sosaengnim yang telah keluar dari rumah sakit karena kejedot pintu hingga kepalanya bocor (jangan tanya kerasnya, kejahilan murid gaje hehehe….).

“Lee Gi Kwang-imnida”

“Choi Minho-imnida” kata mereka berdua memperkenalkan diri.

“Ne, Park Hung Soo-imnida. Aku sudah tahu maksud kalian datang kesini. Ayo, aku antar kalian ke kelas” kata Park Jung Soo-sosaengnim.

Gi Kwang dan Minho mengikuti Park Jung Soo-sosaengnim.

“Anak-anak mohon perhatiannya sebentar.” Kata Park Jung Soo-sosaengnim.

“Kalian kedatangan teman baru. Mulai hari ini dia akan belajar bersama kalian di kelas ini.” Kata Park Jung Soo-sosaengnim.

“Lee Gi Kwang-imnida. Mohon kerjasamanya” kata Gi Kwang di kelas 3A.

Minho ditempatkan di kelas 3F. Mereka sengaja dipencar demi menghindari kecurigaan murid di Myeongjin High School. Sebenarnya, mengingat track record Minho saat SMA yang kebetulan dianggap mampu menghadapi para troublemaker.

Gi Kwang dirasa tidak cocok masuk kelas 3F mengingat juga dia terbiasa memerankan peran Presma Seoul University. Namun, menurut Minho rencana ini tetap saja payah jika tak didukung acting yang memuaskan.

Kelas 3F benar-benar payah. Tak aku sangka, ada murid lebih payah disbanding aku saat SMA. Aku pikir dulu murid 3F Seoul High School sudah amat sangat payah, tapi ternyata masih ada yang lebih payah disbanding seorang Choi Minho dan Kim Jonghyun. Aku tersenyum sambil mengingat masa SMA kami yang aneh dan penuh hal lucu. (baca Love Scenario).

“Kenapa kau lihat-lihat” bentak Minho pada yeoja yang memperhatikannya sejak tadi.

Sudah sekitar 1 bulan Minho dan Gi Kwang bersekolah tepatnya bersekolah kembali sebagai anak SMA. Gi Kwang seperti biasa menarik perhatian para yeoja dengan sifatnya yang sopan dan baik hati. Minho meski memiliki senyum yang memikat, tapi dia justru menjadi biang onar sama seperti saat SMA. Dia terlihat ingin mengulang kegilaan SMA, melepas semua beban kuliah yang menumpuk. Anak-anak dan guru tidak mempermasalahkan Minho masuk atau tidak, mereka terlalu takut pada Minho. Sebenarnya Minho tidak masuk karena dia sendiri ada perkuliahan. he333

Gi Kwang dan Minho harus berjuang mati-matian menjalani re-edukasi, pendidikan ulang versi SMA. Bagaimanapun mereka sudah melupakan ilmu-ilmu dasar macam matematika yang njlimet dan fisika. Minho tidak masalah karena dia sekarang juga mahasiswa eksakta, tapi untuk Gi Kwang itu adalah tantangan besar.

Sejak dulu Gi Kwang bermasalah dengan killer lessons macam Fisika, Matematika, dan Kimia maka dari itu dia mengambil non-eksakta sama seperti kakaknya Lee Donghae yang juga membenci ilmu pasti. Mungkin jika bisa mereka berdua akan berusaha mengubah kurikulum sekolah dan meniadakan pelajaran hitungan dan segala ilmu pasti.

“Sepertinya tidak ada yang curiga pada kita Gi Kwang” kata Minho saat mereka berdua sedang menikmati indahnya langit dari atap sekolah.

“Ya, kelihatannya seperti itu, tapi kita harus benar-benar hati-hati. Kemarin hampir saja identitasku terbongkar, aku lupa menaruh proposal kegiatan yang harus aku periksa di meja. Untung saja saat itu tepat aku kembali dari toilet jika tidak mereka akan melihat namaku terpampang sebagai Presiden Mahasiswa Universitas Seoul. Bisa gagal semua penyamaran kita.” papar Gi Kwang.

“Lalu, apa rencana kita selanjutnya? Kau tahu aku sudah berhasil menindas keempat bocah sialan itu kan?” tanya Minho.

“Hahaha…. Aku dengar kau mengerjai Shin Hyera dan Janrang Park. Masih kurang dua kan? Apa rencanamu pada mereka?” tanya Gi Kwang.

“Tak hanya itu aku membuat mereka berdua membersihkan toilet dan hahaha… kau tahu aku membuat mereka menikmati genangan air atau bisa disebut terjerembab ke dalam genangan air toilet. Hahaha… Sedikit keterlaluan, tapi mereka harus diberi pelajaran.” kata Minho.

“Kau memang jahat, tapi terlepas jabatan sebagai Presma Seoul University aku sangat mendukung perbuatanmu. Aku tidak terima cara mereka mengerjai Hyun Jae, memang sedikit kejam sayangnya aku tak menyesal jika aku melakukannya. Hahaha….”

“Eh, sebenarnya apa yang terjadi kemarin pada Hyera dan Janrang?” tanya Gi Kwang.

Flashback

“Apa kalian lihat-lihat?” kata Minho.

“Aku sudah bilang jangan pernah menggangguku, kalian berdua ribut saja” bentak Minho.

“Memangnya kau siapa anak baru?” tanya Hyera.

“Aku ya???” tanya Minho.

Minho mendekati Hyera, memojokkannya hingga merapat ke dinding kelas. Hyera menutup matanya.

“Kau pikir aku sudi mencium gadis sepertimu?” kata Minho. Hyera mengerjapkan matanya dan benar-benar kesal.

Brengsek sekali pria ini.

Dia mengambil penghapus dan melemparkannya ke Minho.

“Berani sekali kau” kata Minho.

“Minho-shi sudah, jangan-jangan Hyera pasti tidak sengaja melakukannya” kata Janrang.

“Begitu ya” senyum Minho. Janrang tersenyum ke arah Hyera. Minho meninggalkan mereka.

“Ternyata dia penakut ya” kata Hyera.

Mereka berdua menertawakan Minho, tapi mereka tak pernah menyangka akan bernasib sangat sial.

“Ke toilet yuk” ajak Janrang pada Hyera. Di belakang mereka sudah ada namja yang mengikuti mereka.

“Saat mereka pergi ke toilet, aku menyuruh seseorang untuk melempar petasan ke dalam toilet dan mengunci pintu toilet. Hahaha….. Saat mereka kembali ke kelas muka mereka amburadul. Aku juga menaruh garam pada botol minum mereka pada hari berikutnya. Sebenarnya, aku pikir itu sudah cukup tapi mereka benar-benar menyebalkan mereka mengadukanku ke guru. Sayangnya, alibiku lebih kuat dari mereka.”

“Lalu??? Insiden pelemparan tas keluar jendela?? Kau juga terkena hukumankan???” tanya Gi Kwang.

“Memang itu tujuanku. Aku menunggu mereka benar-benar marah dan mereka berdua membuang tasku ke tong sampah. Aku akhirnya membuang tas mereka keluar jendela. Saat guru tahu mereka menyuruh kami membersihkan toilet. Aku bayar saja penyedia jasa kebersihan untuk membersihkan toilet sementara aku membuat mereka menikmati air toilet. Hahaha…”

“Menikmati air toilet??? Kau masuk toilet perempuan??? Gila kau” Gi Kwang kaget setengah mati.

“Aku hanya memanfaatkan yeoja yang kebetulan naksir padaku. Aku memintanya menyalakan semua kran toilet ketika mereka berdua pergi. Aku lalu menaruh sabun mandi di depan pintu. Mereka tidak lihat-lihat sih… lalu…. Sruuttt…. Hahaha…. Jorok sekali.” tawa Minho.

“Kau harus membantuku kali ini. Kita buat mereka berdua bertekuk lutut” Minho membisikkan rencana pada Gi Kwang.

“Kau memang benar-benar menakutkan Minho. Jauh lebih menakutkan dibanding Kyuhyun-hyung” jawab Gi Kwang.

“Hahaha… Aku tak akan mengizinkan Sooyoung-noona berpacaran dengan Kyuhyun-hyung jika aku tak yakin aku lebih licik darinya” seringai Minho.

“Ohya… Katanya rencana dari subgroup sudah dimulai” kata Gi Kwang.

“Apa rencana mereka? Kita tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Pangeran-pangeran lain” kata Minho yang langsung dijawab dengan tawa terbahak-bahak dari Gi Kwang.

Minho dan Gi Kwang berpisah dan masuk kelas mereka masing-masing.

Kelas 3A (Kelas Gi Kwang)

“Anak-anak akan ada guru tambahan untuk les kita kali ini. Beliau akan mengajar kalian matematika.” Murid-murid kelas 3F bertukar pandang. Yeoja-yeoja jatuh hati saat melihatnya.

“Mwo???? Apa-apaan ini???” gumam Gi Kwang.

Kelas 3F (Kelas Minho)

“Anak-anak sekarang ada guru Bahasa Inggris baru untuk kalian. Beliau akan menggantikan posisi guru lama. Kalian semua pasti suka, dia sekarang sedang menempuh pendidikan untuk meraih gelar Magister di Universitas Seoul”

“Wowh….” ujar Yericha.

Hah…. Tidak mungkin. Gila mereka…..

Hello ! My Lucifer (4 : Princes’s Revenge Strategy/?) *Exam Lovers or Exam Haters Series !

Hello ! My Lucifer
Genre: Romance, Comedy etc.
Author: Lily
Cast : Kim Hyun Jae, Kim Ki Bum, Kim Hyun Joong, Yesung, Lee Donghae, Cho Kyuhyun, Choi Minho, Lee Gi Kwang, Choi Soo Young ditambah…..
Shin Hyera, Park Nana, Yericha Jang, Janrang Park, Shim Minra….. cast selanjutnya menyusul…. pokonya dibikin seramai galaksi deh….Aktor dan aktris adalah nyata, tapi tempat, kejadian, dan beberapa hal disclaimer karangan author. (sebagian diambil dari tempat kuliahku)
Thanx for my sunbae who will always say “You’ve me a shoulder to lean and cry out loud ^^”

Part I , Part II , Part III

Kyuhyun POV

“Kalian berlima ikut denganku” kataku.

“Sisanya silahkan renungkan hasil perbuatan kalian, aku akan kembali nanti” lanjutku.

Akan aku tunjukkan akibat ulah mereka apa yang terjadi pada Hyun Jae. Mereka berbisik-bisik di belakangku. Aku tak peduli mereka bicara apa. Sesampai di ruang kesehatan, aku melihat Key yang duduk sambil memegang tangan Hyun Jae.

“Kalian lihat hasil perbuatan kalian huh?” kataku. Aku tak ingin berlama-lama disitu, Hyun Jae butuh waktu istirahat dan lagi Key kelihatan shock di sampingnya. Mereka kelihatan mau menangis.

“Kalian tahu sejak kecil Hyun-ah sudah mengidap asma. Perbuatan kalian ini bisa membuatnya kehilangan nyawa. Sekarang aku tanya apa alasan kalian melakukannya? Huh???”

Mereka kemudian menceritakan semuanya. Aku tak habis pikir kekanak-kanakan sekali mereka.

“Hyun memang menyebalkan dan kadang sedikit keterlaluan, tapi aku tak bisa terima perbuatan kalian. Aku sudah mengenalnya sejak SMA, dia hobae yang terlihat sehat tapi sebenarnya….. ah kenapa aku ceritakan pada kalian. Orang tidak berperasaan macam kalian tidak akan mengerti” kataku.

“Mianhae, kami benar-benar tidak tahu” kata mereka.

“Aku beritahu satu hal dulu Hyun adalah hobae paling lemah dan penakut yang aku kenal.Aku berjanji akan menjaganya seperti adikku sendiri membuatnya bisa bertahan sedikit demi sedikit, dan hebat kalian membuktikan padaku bahwa aku gagal. Gamsahamnida” kataku.

“Pikirkan perbuatan kalian dan ingat ke depan jalan kalian tak akan mudah” seringaiku sambil meninggalkan mereka.

Key POV

Kenapa perasaanku tidak enak ya? Apa terjadi sesuatu pada Hyun Jae? Tiba-tiba ponselku bordering. Guru kenalanku yang memberi Hyun Jae pekerjaan menelpon kalau terjadi kecelakaan yang tak disengaja yang membuat asma Hyun Jae kambuh. Aku langsung bergegas meninggalkan kelas, tak peduli dosen Politik Luar Negeri AS berteriak.

Aku memacu mobilku dengan kecepatan tinggi menuju Myeongji Highschool. Sesampai di sekolah aku langsung berlari menyusuri koridor, saat aku bertemu seorang anak aku bertanya dimana ruang kesehatan. Saat aku masuk ruang kesehatan seorang dokter sekolah sedang memeriksanya.

“Kau keluarganya?” aku mengangguk.

“Dia tadi terkena serangan asma hebat. Untung saja dia membawa inhalernya. Aku sudah mengganti pakaiannya yang basah” paparnya.
Hyun Jae terlihat pucat, aku duduk di sampingnya. Memegang tangannya, dingin sekali. Apa yang terjadi Hyun-ah? Kenapa jadi begini? Tiba-tiba pintu terbuka Kyuhyun-hyung masuk dengan beberapa anak.

“Kalian lihat hasil perbuatan kalian huh?” kata Kyuhyun-hyung di depan pintu ruang kesehatan.

Aku bingung dengan maksudnya, anak-anak itu kelihatan ingin menangis. Dia lalu mengajak mereka keluar. Aku membawa Hyun Jae ke rumah sakit dan menelpon Hyun Joong-hyung. Dia tiba di rumah sakit bersama dengan Donghae dan Yesung-sunbae.

“Brengsek kau. Apa yang terjadi pada adikku? Huh?” Hyun Joong-hyung hampir saja memukulku jika Donghae dan Yesung-sunbae tidak bertindak.

“Lepaskan aku… akan kuhajar pria berengsek ini…. Lepaskan” teriak Hyun Joong-hyung.

“Hyun Joong tenanglah ini tidak akan menyelesaikan masalah” Yesung-sunbae buka mulut.

Aku terduduk di depan ruang ICU. Kami masih menunggu Hyun Jae yang berada di dalam. Kyuhyun datang bersama Sooyoung dan adiknya, Minho.

“Bagaimana keadaannya?” tanya Kyuhyun-hyung, aku hanya menggeleng. Minho mensejajari posisi dudukku.

“Itu bukan salahmu Key. Tadi Kyuhyun-hyung menceritakan semuanya padaku. Tenanglah dia pasti baik-baik saja” Aku hanya mengangguk lemah.

Lampu ruang ICU dimatikan, dokter keluar. Aku dan Minho buru-buru berdiri.

“Apakah Miss Kim pernah menderita penyakit lain selain asma?” tanyanya.

“Iya. Adik saya memang terserang ISPA dan masih dalam proses penyembuhan” jawab Hyun Joong-hyung. Aku kaget mendengar jawabannya bahkan aku tak tahu kalau Hyun Jae sedang mengidap ISPA. Ya Tuhan pria macam apa aku yang tidak mengetahui kekasihnya sedang sakit.

“Dokter bisakah saya menjenguknya?” tanyaku. Hyun Joong-hyung menatapku tajam.

“Maaf, sebaiknya biarkan pasien istirahat” jawab dokter. Kami semua mendesah pelan. Aku hanya melihatnya dari kaca pintu. Maafkan aku andai saja aku menemanimu mungkin tidak akan jadi begini. Donghae-sunbae menepuk bahuku, dia mengajakku membeli kopi. Aku semula menolak, tapi Yesung-sunbae kemudian menarikku ikut bersama mereka. Kami duduk di cafeteria rumah sakit.

“Key, jangan menyalahkan dirimu sendiri. Hyun Jae pasti sedih jika melihatmu seperti ini” kata Donghae-sunbae.

“Key, kami ingin menemui anak-anak itu. Aku sudah mendengar semua tadi. Aku rasa saatnya mengubah anak-anak berandalan” kata Yesung-sunbae.

“Apa yang akan kalian lakukan?” tanyaku.

“Lihat saja nanti” kata mereka serempak.

Esoknya kami boleh menjenguk Hyun Jae. Emosi Hyun Joong-hyung juga sudah stabil.

“Hyun tahukah kau kemarin Key mau bunuh diri ketika kau di ICU” kata Minho.

“Mwoo??? Benarkah??? Hehehe….” Hyun terkekeh.

“Hei, siapa yang ingin bunuh diri. Aku baik-baik saja” kilahku.

“Oh… begitu ya. Berarti biarpun aku mati kau juga tak peduli”

“Hei, apa yang kau katakan. Kau tahu rasanya menunggu berjam-jam sampai kau siuman. Huh??? “ kataku sebal.

“Hahaha….” Seluruh ruangan tertawa. Mati aku, aku lupa disini juga ada Hyun Joong-hyung, Donghae dan Yesung-sunbae, Kyuhyun-sunbae, dan Sooyoung-noona. Mati aku. Aku jadi bahan ledekan sepanjang hari, tapi setidaknya aku senang Hyun sudah tersenyum.

“Mianhae, pasien butuh istirahat. Silahkan semua keluar” kata suster. Kami bersiap-siap keluar, namun Hyun menarik tanganku.

“Suster bolehkah aku ditemani seseorang” tanya Hyun Jae sambil memasang tampang memelas dan puppy eyes. Semua langsung memandang kami berdua. Mereka mengerti “seseorang” disini siapa ketika melihat Hyun menggenggam tanganku.
“Ehm… baiklah, tapi hanya satu ya?” tegas suster. Semua memandangku dengan pandangan menggoda, sialan mereka ini kenapa lagi.

“Ehm… ehmm” Kyuhyun-hyung berdehem tidak jelas. Merekapun keluar ruangan.

Hyun Jae menjitak kepalaku. Auuwwwhhhh…. Sedang sakit saja jitakannya sekeras ini. Dasar wanita….. Aku duduk di sampingnya memandang wajahnya yang masih sedikit pucat.

“Hyun, boleh aku mengatakan sesuatu?” tanyaku seraya duduk kembali di sebelah ranjangnya.

“Ne, katakan saja” katanya.

“Hyun, aku… aku…. Dasar bodoh kenapa aku harus menunggumu begitu lama hingga kau siuman huh?”

Hyun Jae tercengang sesaat kemudian mendesah.

“Yah, aku pikir akan romantis seperti di film-film. Biasanya kan kekasih akan mengatakan hal-hal romantis jika momennya seperti ini” sungutnya.

“Hahaha….. jadi kau ingin aku bersikap romantis huh? Ya, ampun manis sekali” kataku sambil mencubit pipinya.

“Key, lepaskan atau aku berteriak sehingga semua orang datang memukulimu” ancamnya.

Cafetaria Rumah Sakit

“Hyung, kalian semua sudah putuskan apa yang akan kita lakukan pada anak-anak sekolah itu” tanya Minho.

“Sudah. Aku, Kyuhyun dan Yesung, sudah menyusun rencana yang sangat bagus” kata Donghae.

“Apa itu?” tanya Hyun Joong.

“Kau Hyun Joong mau bergabung dengan kami?” tanya Yesung.

“Maksudnya?” tanya Hyun Joong yang masih tidak mengerti.

“Kyuhyun yang akan menjelaskannya” kata Donghae.

“Seperti yang kita tahu basic kita masing-masing. Donghae dan Yesung-hyung adalah mahasiswa magister ekonomi serta Minho adalah anak kelautan Universitas Seoul, aku sendiri teknik sipil Universitas Korea, dan Hyun Joong-hyung sendiri meskipun sekarang magister ekonomi Universitas Korea namun kau adalah lulusan arsitektur Universitas Yoo Seoung. “ kata Kyuhyun.

“Lalu intinya?” tanya Minho yang mulai tak sabar dengan penjelasan Kyunyun yang bertele-tele.

“Kita didik mereka ala anak kuliah dengan menggabungkan metode pengajaran lintas fakultas, bidang kuliah, dan tentunya universitas” kata Kyuhyun.

“Mwooo???” Hyun Joong tersedak.

“Maksudmu membuat mereka merasakan beratnya pendidikan SKY” kata Hyun Joong.

“Tepat sekali. Apa yang akan terjadi jika mereka dididik seperti kita? Kau tak lupa kan bagaimana sulitnya menembus SKY dan aku rasa mereka harus dididik dengan cara SKY. Mereka sudah main-main dengan mempermainkan nyawa orang lain. Mereka harus mendapat pengajaran yang tepat” jelas Kyuhyun.

“Ini laporan nilai serta data murid-murid kelas 3F, aku sertakan juga berbagai pelanggaran mereka” Yesung menyebarkan copy-an nilai mereka. Donghae ngakak, Minho menghela nafas panjang, Hyun Joong menggelengkan kepalanya. Kyuhyun dan Yesung sudah shock kemarin, jadi sekarang stay cool and classy hehehe.

“Noona-mu kemarin tersedak melihat nilai-nilai itu” kata Kyuhyun pada Minho. Minho mengangguk, dia bisa membayangkan reaksi noona-nya tersebut.

“Ingat kita terapkan sistem SKY di sekolah ini. Kita buat mereka tak bisa berkutik lagi” lanjut Kyuhyun. Mereka mengangguk serempak.

“Catatan pelanggaran mereka parah. Mereka sekarang telah menambah daftar guru korban kejahilan mereka” timpal Donghae.

“Maksudmu perbuatan mengarah kriminal dengan gugatan pidana pembunuhan terencana?” kata Yesung.

“Aku rasa aku akan menyukai permainan ini. Mereka perlu diberi sedikit pelajaran” tambah Hyun Joong.

“Untukmu Minho ada sedikit permainan yang akan kau mainkan bersama dengan Gi Kwang. Adik Donghae, kau kenal Gi Kwang kan mahasiswa ilmu politik sekaligus Presiden Mahasiswa Universitas Seoul. Yah, bisa dibilang Gi Kwang jauh lebih hebat dibanding kakaknya” ucap Kyuhyun sambil melirik Donghae.

“Terus saja kau menghinaku, tapi ya sudahlah mahasiswa teknik sepertimu memang bermulut tajam. Ohya, skenarionya sudah aku susun. Minho dan Gi Kwang silahkan menikmati permainan ini. Hehehe” Minho sedikit bingung dengan yang dimaksud Donghae, tapi dia hanya mengangguk.

“Lalu Key bagaimana?” tanya Minho tiba-tiba.

“Key tidak aku libatkan, lebih baik dia menemani Hyun Jae” kata Kyuhyun. Suasana berubah sunyi sampai Kyuhyun mengatakan sesuatu.

“Hyun Joong-hyung, mianhae aku tidak bisa menjaga Hyun Jae lagi” kata Kyuhyun. Semua menatap Kyuhyun dan Hyun Joong bergantian, tidak mengerti satu hal ini.

“Kau masih mengingat kejadian itu ya? Sudahlah itu kan sudah lama. Terima kasih 2 kali kau menyelamatkannya. Keluarga kami berhutang padamu ^^” kata Hyun Joong.

“Gamsahamnida, kali ini hyung tak akan aku lepaskan anak-anak ini seperti dulu” seringai Kyuhyun.

“Saatnya strategi balas dendam para Pangeran dimulai. Now game is over, we’ll take their freedom” Kyuhyun *lucifer smile.

TBC

Seasons In My heart 6 (Kyuhyun vs Changmin : The game will begin… … …)

Seasons in My Heart

Author : Lily
Main Cast : Shim Changmin TVXQ
Lee Hyeri
Supporting Cast :
Choi Jonghun (Hyeri’s ex-boyfriend)
Hyun-ah (Changmin’s ex-girlfriend)
Cho Kyuhyun (Hyeri’s cousin)
Lee Gikwang (Hyeri’s little brother)
Genre : Romance, Family, Friendship, bit Comedy
Length : Continued

Part I , Part II , Part III, Part IV , Part V

Hard to say I love you
I can’t still say that
I love you more than anybody else.
Even if I can’t touch your heart
please stay by my side the same.

Hyeri’s POV

How is this? Do I have to invite Changmin? Kyu you want to kill me .

During the meeting Hyeri did not concentrate, her mind drifted to thinking of what did Kyuhyun say this morning. She was afraid if Kyu is really going to do it. Can’t I don’t want Kyu do that. Although not sure of my feelings, I do not want to lose Changmin because of Kyu’s ignorance. I’d better drop my pride.
Finish the meeting Hyeri rushed to Changmin’s office. Se doesn’t know Changmin’s phone number though several times they met.

“Sorry, Can I meet Changmin? ” Hyeri asked his ecretary. As Hyeri’s alleged, the secretary looked at her coldly.

“He was out. Maybe 2 or 3 hours just going back. If you intend to wait, you can sit at waiting room” she replied coldly.

No choice. Regretted her folly so that she must wait a long time till him back. She also decided to read a magazine in front of the room Changmin. Changmin out of the elevator and saw Hyeri sitting in front of his office. Seeing Hyeri a moment before finally say hello.

“Hyeri-ah. Why are you here? “Asked Changmin. Hyeri raised his head looked at Changmin. Hyeri puzzled what to say. Changmin realizes Hyeri confusion, he corrected his question.

“I mean why are you waiting for me outside and not inside ^ ^” A smile graced Hyeri’s face.

“It’s okay … .. Changmin ” Unfinished talk Changmin already pulled her hand. He asked his secretary to fetch some drink for Hyeri.

“Now you can say what you have business here? “Changmin said. Changmin lets Hyeri sitting on the couch and then he sat beside her.

“Um …. Actually ”

“Mianhae, It’s your coffee Miss” said his secretary who had came in with drink, smiling at Changmin and staring at Hyeri sharp. Hyeri viewed down like that, she felt uncomfortable. Changmin saw a change of Hyeri’s hue face.
face .

“Ne, gomawo” Changmin said .

“Ohya, Soora-shi today can you cancel all of my schedule? I have important business “continued Changmin.

“Ne, Changmin-shi I would do” his secretary said.

“Hyeri-ah, you had lunch? Cafeteria here has delicious foods, ordinary cafeteria, extraordinary taste. “Changmin trying to break the awkwardness between them.

“I’m not hungry. If Changmin-shi want to eat first, I could come back later. It’s not serious thing “answered Hyeri. Changmin didn’t believe, Hyeri didn’t brave look at him earlier. He believes Hyeri not dare enough say it.

“Then I’m also not going to eat. I don’t like to eat alone, at least I won’t die if I don’t eat one time.”Changmin replied. immediately Hyeri thought of Changmin’s colic, when such pain he will add.

“Nde, let’s eat” said Hyeri then stood. Changmin followed her, suddenly she stopped when it will come out.

“Don’t be afraid, it’s okay. Ohya, from now on call me oppa. It was like an old man when you called Changmin-shi. Arra? ” He asked. Hyeri just nodded. Changmin tightly clasped Hyeri’s hand.

Hard to say I love you
I can’t deny this love anymore,
but still I’m fighting
with what I want to say
inside my sad dreams.

Not much different atmosphere at Hyeri’s office canteen some time ago, here she became the center of attention of employees. Changmin pulled up a chair and let her sit down.

“Hyeri-ah, what do you want to eat?” Changmin asked her .

“Whatever oppa just” answered Hyeri while bowed. Hyeri doesn’t like the crowded atmosphere, she would prefer a quiet place that is why she is less comfortable in the canteen that too many people.

“My Sassy Girl.Are you sick?” Asked Changmin. He sure Hyeri didn’t like this title therefore 100% sure she will look at him sharply. Unfortunately, guessed wrong Hyeri bowed silent. Changmin’s looking through the room like he knows what Hyeri feel.

“You do not like the hustle? I’m here it does not matter ” while touching Hyeri’s hand. Trying to make Hyeri as comfortable as possible. Changmin smiled when Hyeri look at him.

“Oppa, I go to the toilet for a while ” Hyeri rose from his seat. Trying to control her heart beat.

I always held in the gentle smile you ever wanted to see
Because I want my heart changed from honest
I want to show you these feelings That always dear to me were the resource persons
Because I want my heart changed from honest “… I miss you” (Sunao ni Narenakute)
bordering Hyeri phone.

Changmin opened the incoming message, Hyeri chance to leave his cell phone.
Hyeri, if you do not bring your future husband who is it tonight. I would say to ahjushi to cancel all the wedding plans or whatever. It’s not joke. A diplomat never pull his words ^ ^
~~~The most handsome cousin Cho Kyuhyun ~~~
Changmin choked up reading the message. So, since this Hyeri come here. When Hyeri rush back Changmin put the phone into place.

“Mianhae, you’re waiting long time ” said Hyeri

“Hyeri, I want to your home tonight. Can I come? “Asked Changmin. Hyeri choked on it, Changmin laughed at Hyeri choke.

“Take your time drinking. I won’t make a problem. Do you feel really happy, your handsome fiancé come to your home????” Changmin’s words make Hyeri’s eyes rounded.

“This office is yours at least my room is yours. You’re free to enter into it. Okay ^ ^ and one room in your office will soon be mine right? ” Hyeri lost her words. OMG…. He is my husband???? OMG… Why did I’m falling in love with you???? huh????

Changmin visit Hyeri’s home. Her father of course very pleased his prospective in-laws came to visit. They talked long enough about the company and current business developments. GiKwang very tired of his father continued to praise of Changmin’s success and told Gi Kwang trail Changmin . Kyu who watched from behind the wall just chuckled. Kyu go to Hyeri’s room to tell his prince had arrived.

Kyuhyun’s POV

“Your Prince here” Kyu insulted Hyeri.

“That has been completed Kyu?” said Hyeri concious.

“Done, who says??? this just prologue. The game will begin shortly “Hyeri trying to digest Kyu’s words, but could not find the intent behind the words.

Kyu decided to join with Changmin, Gi Kwang, and his uncle. After that Kyu invited Changmin to Gi Kwang’s room with reasons for wanting to ask about the car. The reason that Kyu get at that time. His uncle just nodded and let them go. Kyu whispered to Gi Kwang

“How do you feel has a brother in law??? He is perfect and much taller than you. These include improvements descent right? Kyu said. Gi Kwang grouse heard Kyu’s taunts. Aleast he didn’t like anyone to comment on his height. Well, should he admit Changmin was very tall and the perfect type. Arriving at the roo, Changmin immediately open a conversation.

“It’s like asking about the car is the only reason. Actually, what do you mean the truth? “asked Changmin.

“Smart once. You already know it from the beginning “said Kyu. The atmosphere became tense. Gi Kwang who doesn’t understand really confuse.

” Cho Kyuhyun. Hyeri’s cousin. And you Shim Changmin, her future husband, if not exactly candidates who fail to become Hyeri’s husband “sneered Kyu. Changmin was used to deal with all kinds of people, Kyu not the kind that can make him out of hand.

“Yeah, I’m Shim Changmin. Not only candidate, but I’m going to be her husband ” Changmin replied confidently.

“Why are you so sure huh? “asked Kyu with his Lucifer smile.

“We’ll see” said Changmin confindently.

After a short silence, immediately Gi Kwang separates them. He doesn’t understand the subject of their conversation. Is it his noona or something else behind it all.

“Hyung, what do you talking about? ” Gi Kwang upset.

“Changmin-shi I heard you have interesting personality. Besides brilliant businessman, you can sing, car collector and have ability to win others heart. However, you have sharp words than me “said Kyu.

“You mean my words far more sharply than a prospective diplomatWhat do you want Kyuhyun? I guess all things in me is not the direction of this conversation. You want to challenge me? ”

“Oh … so clever. Not mistake if uncle want you to be in-law’s. Uncle company will get great support and don’t be afraid to compete with people like you. Aware of ability of his son who won’t be like you ” Kyu said, staring at Gi Kwang.

Although annoyed Gi Kwang aware he’s not the one who can beat him, very profitable if he doesn’t have to compete with Changmin.

“Uncle said you have good taste of car and I have a good taste of game. I guess you would not mind a little game? ” asked Kyu.

“So what’s in it for me? ” Changmin sure Kyu impossible challenge without an intent.

“If you win you get Hyeri, if you lose you stay away from Hyeri and finish the story before it begins” * Lucifer smile.

“All right. I accept your challenge ” Changmin smiled.

“I give you a period of 1 week to learn this game. Call of Duty: Black Ops, hope you like it. You can choose single player fight againts game or multiplayer game and fight against me. “Kyu said.

“I select multiplayer. I will get Hyeri”* evil smile. Gi Kwang just froze. Hyeri who listened to conversation between them from in front door immediately felt her heart would stop. How could they appreciate the extent betting games? And how could Changmin beat international gamers level such as Kyu.

Changmin noticed Hyeri. He approached Hyeri who are preparing to run to her room.

“Wait, let me explain” # plaakkk Hyeri’s slap landed on Changmin’s cheek.

“I’m not a bet” Hyeri shouted as she closed her door loudly. Kyu and Gi Kwang very surprised with her reaction. Changmin feel sorry, but he can’t retreat. He walked to Kyu and Gi Kwang.

“Next week I’ll be the winner” then he went.

If we were parted
remembering you would be painful,
even when we’re near I can’t talk
and I pretend to be strong laughing.

Seasons In My Heart 5 (Kyuhyun’s first attack)

Seasons in My Heart
Author : Lily
Main Cast : Shim Changmin TVXQ
Lee Hyeri
Supporting Cast :
Choi Jonghun (Hyeri’s ex-boyfriend)
Hyun-ah (Changmin’s ex-girlfriend)
Cho Kyuhyun (Hyeri’s cousin)
Lee Gikwang (Hyeri’s little brother)
Genre : Romance, Family, Friendship, Comedy in this part
Length : Continued

Note : Kyuhyun has important role start from this part ^^
Part I , Part II , Part III
Part IV

Hard to say I love you
I can’t still say that
I love you more than anybody else.
Even if I can’t touch your heart
please stay by my side the same.

Well … Hyeri cries. Mwoo??? Cries. What should I do? You’ll lose pride If you have to hug her. After fighting with his heart, finally Changmin embraced Hyeri, wiped her tears. Moment there was silence till Hyeri’s phone rang..
Who is disturbing at this time? immediately Changmin release his hug..
“Yoboseyo”
“Hyeri-noona.Where are you, huh? I’m on vacation in Korea, my school is used for international conferences. Come on, go home or your room will be untidy!!!!! Shouted someone.
“Mwooo?? Lee Gi Kwang I’ll kill you if you touch my stuff. Do all kinds!! ” I snapped.
“You are very fierce. Unchanged. Hahaha … …. ”
“Kyuhyun ????? ”
“We wait 15 minutes if you does not get home, your room will be a disaster location” Kyu shouted, laughing.
“Changmin-shi, sorry I got home. Disaster come to my home. Mianhae ” Hyeri hurry to leave Changmin.

Disaster? What does she mean? Yes, well I’d better go back to the apartment.

“OMG !!!!!!!!!! Kyuhyun !!!!!!!! Gi Kwang !!!!!!!! What the hell are you, what have you done? ” Hyeri shouted.
“Just clean up unnecessary one” Kyuhyun said that sitting on Hyeri’s bed while playing his PSP.
“Ya!!!!! You’re disaster ” Hyeri hit Kyuhyun’s head.
“Auuwwwhhh ….Witcher it’s hurt, you know. No wonder, no man wants to marry you. You have been so sadistically and fierce. “Kyuhyun said, clutching his head. Gi Kwang was sitting in front of the laptop chuckled.
“Yaaaa!!!! Lee Gi Kwang, why are you laughing? You would got it too” Hyeri tweaked Gi Kwang’s left ear.
“Noona enough, please. It’s hurt. Auwwhhhh…” Gi Kwang miserably.
“Well, you both clean up my room now or no food for you.Appa, will give you both punishment If he knows it. Just look at what will happen to you “, smiling triumphantly.
“Clean it by yourself, witcher. I can say to uncle you did not greet me properly . Who will get caught up in trouble now ” * Lucifer smile, Kyuhyun’s smile definitely more naughty than Changmin’s evil smile, right?
They both left the room. Hufth …. What the hell is this? I looked at my room, it’s no longer a disaster area is more like a cage.
“Hahaha … Hyeri’s silly expression huh?Whereas I have not met her still same “said Kyuhyun.
“Yeah hyung, but we must admit noona is more beautiful. If she was not my sister, I’ll….. “# bleetttaaakkk Kyuhyun hit Gi Kwang’s head.
“Inconsequential .. hahaha … well it’s true she is beautiful. Hey, Gi Kwang what if we go into the game station? There must be a person of interest include disturbing someone” Kyuhyun said. Gi Kwang just following him whom ran to his car. Kyuhyun really like a little although he is 23 years old.

They played until late at night, precisely to forget home games if not expelled.

“Uhhhh ….I want play it once again. Damn … .. ” Kyuhyun said.
“Come on, let’s go home Hyung. ” Gi Kwang said.
When they arrived at the front of the Lee family’s house, they saw Changmin who was watching the house or, more accurately Hyeri’s room. hehehe
“Uh … who is that ? Looks like criminal? ” Gi Kwang exclaimed .
“Criminal? Are you sure? Who used Porsche and want stole from mediocre family” # blettaakkk
“Hey … Dare you why you hit my head” Gi Kwang just chuckled to hear that, Kyuhyun continue to curse Gi Kwang. Really bad luck twice I’ve hit by Gi Kwang and Hyeri. You both watch what I will do tomorrow!!
“Ah … never mind hyung. Quickly I’m hungry! ” Gi Kwang said.

They rang the bell asking opened the gate. After that they went straight to the dining room and spent the entire contents of the fridge. Swear…they eat a lot like not eating any food a week. As they were eating, Hyeri come with a glass to take a drink. Viewing their behavior Hyeri laughed and ignorance arise.

“Guys, you are like romusha. When last you’ve ate? Huh … hehehe? “They didn’t answer and concentrate on eating what is in front of them.
“Hyeri …. Earlier I saw a black Porsche car in front gate. Was he guest? ” Hyeri choked.
“Black Porsche? Where? “He asked impatiently .
“In front of the gate, why?” Kyuhyun asked again. Hyeri rush out and ready to open the gate, but her hands restrained. Ah … come on. Do not be definitely embarrassing to see him? If it’s not Changmin-shi, what’s next? There was a roar of car engines to leave the place, there is little hint of remorse in Hyeri’s hearts.

Morning, all gathered for breakfast. This time is fun than commonly.

“Hyeri, how your relationship with Changmin?” suddenly Appa asked. Hyeri choke heard that question.
“Um … I do not know.” She curtly replied.
“What??? Do not you talk to him since the incident at the time? “Appa asked.
“Who is Changmin?” Kyuhyun stupidly asked in the middle of these serious conversation.
” Hyeri’s fiance yah… absolutely he’ll be her husband. He’s son of ahjushi’s friend. You would have liked him if you had been met. If you’ve got a good taste of the game, he’s got good taste about cars. ”
“Ahjushi, you insult me ?” Kyuhyun looked annoyed.
“Hahaha …. You like your mother does not like being ridiculed. Hahaha … ”
“She’s my mother of course I like him. Anyway I have inherited genes from father and mother, the phenotypes have environmental factors that influence the nature of my genes. Well … even though there was no specific explanation regarding my nature similar to eumma. ‘ Kyuhyun said.
“You inherit your father.hahaha diplomatic talent … you deserve got Magister of international relations, it looks like you will end up being a diplomat as well. Hahaha …. ”

Hyeri leave first cause she must attend meeting . Kyuhyun block Hyeri in front of house.

“Yeaaa!!!! Kyu, I’ve a meeting, ” Hyeri shouted.
“Bring him here tonight. I want to meet him. If he does not come, it means you don’t want him to be a part of this family. I can help if you do not want this marriage ” Kyuhyun said .
Kyuhyun leave Hyeri who was thinking about his words. Kyu never joke if I don’t bring Changmin-shi then he’ll to appa, I have no intend to marry Changmin. However, if I invite him here where will I hide my face later.

Hyeri …. I’m sure you will introduce him to me. I’m sure of it … .. Kyuhyun smiled

%d bloggers like this: