Tag Archives: Kim Jonghyun

Hello ! My Lucifer 7 (Noone Love Us/?)

Hello ! My Lucifer
Genre: Romance, Comedy, Tragedy, Family, Friendship
Author: Lily
Cast : Kim Hyun Jae, Kim Ki Bum, Kim Hyun Joong, Yesung, Lee Donghae, Cho Kyuhyun, Choi Minho, Lee Gi Kwang, Choi Soo Young ditambah…..
Shin Hyera, Park Nana, Yericha Jang, Janrang Park, Shim Minra….. cast selanjutnya menyusul…. pokonya dibikin seramai galaksi deh….Aktor dan aktris adalah nyata, tapi tempat, kejadian, dan beberapa hal disclaimer karangan author.

Part I , Part II , Part III , Part IV, Part V, Part VI

“Kamu anak kelas 3F itu kan? Ohya, mianhae siapa namamu?” tanya Donghae sambil menyetir.

“Yericha, Jang Yericha. Lee songsaenim” jawab Yericha sopan.

“Yericha nama yang manis” puji Donghae dan 100% mampu membuat Yericha tersipu.

Donghae mengantar Yericha sampai masuk. Sebagai guru dia merasa punya tanggungjawab mengingatkan orangtua Yericha.

“Yericha!!! Kau ini kemana saja? Lama sekali. Kau ini….”

“Ehm… ehm” eumma Yericha yang sudah siap memarahinya jadi terhenti ketika mendengar deheman Donghae. Eumma melirik ke pria yang berada di belakang Yericha.

“Siapa itu? Namjamu? Tumben kau pintar memilih namja” bisik eumma pada Yericha.

“Eumma, dia guruku” jawab Yericha lirih.

Donghae yang tak mau berlama-lama langsung membuka percakapan.

“Sebelumnya perkenalankan saya Lee Donghae, guru bahasa inggris di sekolah Yericha. Tadi terjadi peristiwa kurang menyenangkan yang menimpa Yericha. Dia dihadang 2 orang pria saat pulang belanja. Kebetulan saat kejadian saya juga sedang berada disana. Saya…” belum selesai Donghae bicara, eumma menyela.

“Jadi anda menyelamatkan Yericha dan menghajar 2 pria tadi. Omooo… Gamsahamnida, saya sangat berterimakasih” kata eumma Yericha seraya memeluk Donghae.

Donghae kaget dan langsung tertegun. Eumma Yericha melepaskan pelukannya.

“Donghae-shi karena anda telah menyelamatkan putrid saya sebagai tanda terima kasih. Sebentar saya ambilkan dulu…” eumma Yericha masuk ke dalam.

“Mianhae, eumma saya…” Yericha garuk kepala mau bingung mau bilang apa.

“Eummamu lucu yah. Pasti menyenangkan punya eumma yang aktif”

Aktif ???? Maksudnya apa ini ???

“Maksudku eummamu orang yang menyenangkan” tambah Donghae.

Yericha tersenyum kecut.

“Donghae-shi kue-kue ini untuk anda. Saya baru membuatnya semoga anda suka” kata eumma Yericha dan menyerahkan bungkusan kue pada Donghae.

“Gamsahamnida, Nyonya Jang. Mianhae malah jadi merepotkan begini ^^”

“Ah…tidak nak Donghae. Anda sudah menolong Yericha ini tak seberapa” kata eumma Yericha dan menyentuh bahu Donghae.

Eumma ini ambil kesempatan mulu…. Ingat umur eumma…

“Kalau begitu saya permisi” ucap Donghae.

“Hati-hati. Kapan-kapan main kesini yah” kata eumma Yericha dan mengantar Donghae keluar rumah. Tak lupa melambaikan tangan ketika mobil Donghae meninggalkan pekarangan rumahnya.

Yericha sangat sebal melihat eummanya yang bisa begitu dekat dengan Donghae.

“Eumma…. Kenapa eumma peluk Donghae songsaenim? Eumma seolah sudah mengenalnya saja. Sok akrab lagi” decak Yericha sebal.

“Memang sudah kenal tadi kan sudah kenalan” jawab eummanya datar dan pergi meninggalkan Yericha yang dongkol.

Tidak mungkin… Jangan sampai sainganku eumma. Aihhh… Jangan berpikir macam-macam, eumma kan punya appa.

Yesung POV
Aku mengikuti Donghae mengantar Yericha ke rumahnya. Aku menonton adegan dramatis yang diluar dugaan. Donghae mendapat pelukan dari eummanya Yericha. Yang bisa aku lakukan hanya ngakak, menurutku ini moment menarik untung aku membawa handycam jadi langsung saja mari zoom dan rekam adegan. Ini pasti hiburan menyenangkan bagi semuanya. Aku mengirim pesan ke semua.

To : Kyuhyun, Hyunjoong, Minho, Gi Kwang, Jonghyun, Donghae
Message : Besok semua berkumpul di apartemenku ada berita besar yang harus kalian ketahui. Jangan lupa siapkan mental kalian, jangan sampai shock berat.

Bahasaku sangat serius membuat pesan yang masuk padaku juga bernada khawatir.

From : Minho
Message : Hyung, ada apa? Apa yang terjadi?

From : Jonghyun
Message : Berkumpul sekarang saja jika ini berita besar lebih baik kami semua tahu dengan segera.

Satu pesan lagi masuk. Hah??? Yoona??? Ada urusan apa Yoona mengirim pesan padaku. Tidak ada angin tidak ada hujan. Apa jangan-jangan dia ada feeling ya padaku. Hehehe…..

From : Yoona
Message : Mianhae, hyung. Ini Gi Kwang, pulsaku habis jadi pinjam Yoona. Hyung, ini masalah apa ya? Menyangkut apa, siapa, dan seberapa urgen? Ohya, satu lagi jam berapa harus berkumpul?

Ternyata Gi Kwang, aku pikir Yoona hehehe….

Sisanya tidak membalas pesanku, tapi tak lama handponeku berdering.

“Yoboseyo, ada masalah apa?” tanya suara di seberang.

“Besok saja” jawabku.

“Sunbae, kau mau hidup tenang atau…” Kyuhyun menggantungkan perkataannya.

“Kau mengancamku? Mau aku adukan scandalmu pada Sooyoung? Ingat aku ini sunbaemu saat SMA loh”
Kyuhyun pasti tak mau aku menceritakan peristiwa bodoh saat SMA.

Ayolah, menyerah tidak

“Baiklah. Aku tunggu besok, tapi kau tidak lupa kejadian di club hokey juga kan? Kau dan Kim Taeyeon…. Hahaha”

Sial…. Setan ini masih ingat juga. Baiklah impas sama-sama memegang kelemahan. Sepertinya dia memang terlahir dengan sifat intimidasi.

Saat aku melewati gang menuju apartemenku, aku melihat seorang yeoja yang tengah duduk di pinggir jalan sambil menangis. Iba juga aku melihatnya, mobilku berhenti tepat di depannya.

“Kamu kenapa?” tanyaku.

Saat dia mendongakkan wajahnya, kaget luar biasa.

Shim Minra?

Dia malah terus menangis. Baiklah apa yang harus aku lakukan sekarang. Terpaksa aku membiarkannya naik ke mobilku.

Ini akan jadi hal yang aku sesali sepertinya. Semoga saja Taeyeon tidak menggantungku jika tahu ada yeoja yang naik di mobilku.

Janrang POV

Kim Jonghyun…..
Namanya selalu terngiang di pikiranku. Manis, tampan , dan baik.

Aku mencoret-coret sesuatu di kertas dan sedikit kaget ternyata aku justru membuat sketsa wajahnya.

I think I love you kuron-gabwayo
Cause I miss you kudae-man omsumyon
Nan amugotdo mo-thago jakku
saeng-gang-nago iron-gon bomyon amu-rae-do
I’m falling for you nan mullat-jiman
Now I need you onu-saen-ga nae mam
Kipun gose aju kuke jarichamun kudaeye mosubul ijen puwayo
Urin ano-ullindago chin-gu guke ddak chuhtago hmmm…
Hanabuto yolkae todaeche mwo han-ge-rado mannunke onnunde
Ottohke sagwil su-in-nyago maldo andwaenu-nae-girago
Malhamyo dullo daet-jiman ijedonun nan kurogiga shi-rhun-goryo

Jonghyun POV

“Berarti aku harus mengajaknya jalan-jalan? Begitu?” tanya Jonghyun pada Kyuhyun.

“Ya, begitulah. Aku rasa itu tak sulit bagi playboy macam kau” kata Kyuhyun.

Hahahaha…. Aku terbahak, masih saja image itu melekat padaku.

“Ngomong-ngomong, tak salah ya memasangkan anak-anak kecil dengan pria dewasa?” tanya Jjong.

“Maksudnya?” balas Kyuhyun.

“Hyunjoong dengan yeoja bernama Nana dan Donghae dengan Yericha?” tanyaku.

“Yah, kondisional saja lah. Jika terjadi sesuatu di luar dugaan tinggal memikirkan langkah selanjutnya. Jangan khawatir semua yang masuk dalam permainan ini adalah bidak caturku. Skak match, aku menang Jjong” kata Kyuhyun ketika berhasil memakan King punyaku.

“Aiiishhh…. Sial” teriakku.

“Kami datang” teriak beberapa namja dari depan. Yesung-hyung yang sedang sibuk menonton tv mengahmpiri mereka.

“Oh… kalian sudah datang duluan yah” tanya Minho.

Aku dan Kyuhyun mengangguk.

“Ayo, kita mulai saja ada yang ingin aku tunjukkan pada kalian”

Yesung kemudian menghubungkan handycamnya dengan tv.

Brruuussshhh…. Donghae menyemburkan coca cola yang diminumnya.

Hahaha……. Semua tertawa melihat adegan Donghae mendapat pelukan eumma Yericha.

“Hyung, kau suka ibu-ibu yah? Nanti aku bilang eumma deh” tawa Gikwang.

“Wowh… Pelukan gratisan… Cocok untuk anak magister ekonomi. Semakin murah, semakin bagus apalagi yang gratis” ejek Hyunjoong.

“Donghae ternyata selera semua generasi mulai dari cabe rawit hingga paprika” Kyuhyun tak ketinggalan.
Donghae benar-benar malu berat yang ingin dia lakukan sekarang hanya membunuh Yesung….

“Yesung!!!! Sini kau” Yesung berlari dari kejaran Donghae.

“Hyung mau aku bantu” teriak Minho yang membantu Donghae mengejar Yesung.

Adegan selanjutnya skip… Terlalu kejam.. ha3333

Hyunjoong POV

Pagi-pagi aku harus sudah berada di rumah sakit. Iya, jika bukan karena rencana gila Kyuhyun tak bakal aku kemari. Berpura-pura baik pada gadis yang mencelakakan adikku. Tak sudi, ingin sekali aku menghardiknya habis-habisan.

“Suster kapan aku bisa pulang?” tanya Nana saat suster membawanya jalan-jalan dengan kursi roda.

“Secepatnya setelah therapy terakhir. Luka karena kecelakaan kemarin juga belum sepenuhnya sembuhkan?” jawab suster. Nana mengangguk. Oh, dia habis kecelakaan yah.

Kasihan juga… Aiiishhh Hilangkan jauh-jauh pikiran itu. Dia salah satu yang bertanggungjawab atas sakitnya Hyun Jae kemarin.

Semua orang boleh bilang aku jahat, tapi bagiku adikku adalah yang pertama.

“Aku tinggal disini yah” kata suster. Nana tersenyum ke arah suster yang pergi meninggalkannya. Nana berusaha mendorong kursi rodanya, dia masih pucat dan tak tega juga.

Aku membantunya mendorong kursi rodanya. Dia menengok dan terlihat kaget saat melihatku.

“Jangan khawatir aku bukan orang jahat. Kebetulan tadi lewat dan melihatmu kesulitan mendorong kursi roda. Jadi, aku bantu saja ^^” ucapku basa-basi.

“Gamsahamnida” tunduknya malu.

“Kau sendiri? Kemana orangtuamu?” tanyaku.

Dia justru menunduk lebih dalam. Sepertinya dia menangis.

“Kau tak apa?” tanyaku.

Dia mengangguk dan menghapus air matanya.

“Ohya, mau aku temani jalan-jalan?” tanyaku. Kali ini aku melakukannya dengan tulus.

Yericha POV

Dari Gikwang tepatnya bantuan dari pacar Gikwang, Yoona-eonni akhirnya aku mendapatkan alamat Lee Donghae-songsaenim.

Bolehlah aku membuntuti guruku sendiri….

Saat aku kesana, aku melihat dua orang namja di pekarangan tepatnya lapangan basket kecil. Eh bukannya itu Choi Minho, ehm satunya siapa yah?

Tak lama kemudian dari dalam keluar seorang yeoja membawa minuman. Tunggu sepertinya aku kenal yeoja itu. Bukankah dia yang… dia kan guru yang kami kerjai waktu itu Kim Hyunjae.

Ada perasaan bersalah padaku, tapi aku justru tidak ingin meninggalkan tempat itu dan mengamati mereka. Namja yang tak aku kenal itu mendekati Hyunjae-eonni yang baru keluar dan mengambil minuman yang disodorkan Hyunjae-eonni.

Minho pun berhenti bermain dan mengambil minuman yang ada di nampan, selesai minum dia langsung meletakkan gelasnya kembali dan bermain. Sedangkan, namja itu dan Hyunjae duduk memperhatikan Minho bermain.
Ini apa? Kenapa mereka bisa seakrab itu? Apa hubungan Hyunjae dengan Minho? Dan kenapa mereka semua berada di rumah Lee Donghae-songsaenim.

“Hei… kau sedang apa mengendap-endap disitu?” aku terlonjak kaget dan menemukan seorang namja aisshhh… manis, cute, wowh… tengah menatapku aneh.

“Eh..eh..” Belum sempat aku menjawab. Dia mengernyitkan dahinya dan malah menyeretku menemui mereka.

“Hyung… ada yang mengendap-endap di depan pekarangan rumah?” katanya.

“Kau” kata Minho kaget. Begitu juga namja itu dan Hyunjae.

Minho POV

Mati aku… Bisa habis riwayat kami. Jika sampai ketahuan… tutup buku semuanya.

“Anyeong” sapa Hyunjae tersenyum ramah.

“An..an..anyeong” balas Yericha.

“Jangan takut. Kemarilah” kata Hyunjae dan menarik tangan Yericha.

“Ada urusan apa kemari?” tanya Hyunjae.

“Ehm..ehm..ehmmm…” Yericha bingung mau bilang apa.

“Katakan saja” bisik Hyunjae.

“Aku ingin berterimakasih pada Lee Donghae-songsaenim” jawab Yericha.

“Songsaenim????” Taemin agak kaget dengan kata-kata itu.

Aku buru-buru menutup mulutnya dan menatapnya tajam agar tidak banyak berulah.

Taemin mengangguk tanda mengerti….

“Owh… Donghae-hyung sedang tak ada di rumah. Kau mau titip salam katakan saja pada adiknya” kata Key dan menunjuk Taemin.

Yericha bingung dan menatap kami semua bergantian.

“Apa hubungan kalian semua?” tanya Yericha.

Mampus… Bagaimana ini?

Key POV
“Apa hubungan kalian semua?” tanya Yericha.

Bukan pertanyaan sulit. Aku tak akan berbohong hanya sedikit mengolah kata. Apa gunanya jadi mahasiswa hubungan internasional kalau tidak pandai mengolah kata.

“Taemin ini hobae Hyunjae saat Hyun masih SMA di Shinil Highschool. Dan aku ini namjachingu Hyunjae, Minho sendiri adalah teman Taemin. Jadi, jika kebetulan kami berkumpul disini itu wajar, rumah Taemin sudah menjadi markas bermain kami sejak dulu” jelasku sambil menatap Taemin.

Taemin mengangguk lemah.

Aku tak berbohong memang benar Taemin hobae Hyunjae. Minho jelas teman Taemin karena mengenal dua hyungnya Lee Donghae dan Lee Gikwang ditambah lagi dulu Seoul Highschool sekolahku pernah mengadakan acara bersama Shinil Highschool. Ceritanya bisa klik di ff oneshot Love Scenario . Hehehe…. 100 untukmu Key. Bangga….

“Oh….” Yericha hanya ber-oh-oh ria.

Minho POV

Key bisa sekali yah menjelaskan dengan jujur hanya dengan sedikit mengubah cara penyampaian. Meski, ada poin-poin yang sedikit terlewat. Untungnya, Yericha tidak terlalu sadar.

“Minho, kalau begitu aku masuk dulu yah?” tanya Taemin.

Aku akui Taemin mewarisi otak Donghae dan Gikwang, mudah mengerti situasi demi keamanan sendiri. Parah….

“Aku ikut Taemin masuk yah eonni, hyung”

Aiiissshhh…. Sial Key dan Hyunjae terlihat menahan tawa. Bencana memanggil mereka seperti itu.

“Ya… Masuk sana” kata Key dengan senyum kurang ajar.

Sesampai di dalam Taemin ku ajak bicara. Aku tak menjelaskan secara detail kami balas dendam hanya kami bilang cukup dia tahu dan tak membocorkan identitas kami sebenarnya atau jika sampai dia keceplosan maka yang harus dihadapinya adalah Kyuhyun. Taemin jelas menelan ludahnya, dia kenal benar watak menakutkan Kyuhyun.

“Baiklah. Aku akan jaga mulutku, tapi…..”

“Tapi apa? Sudah bicara saja dengan Kyuhyun-hyung” kataku seraya memencet no. telpon Kyuhyun.

“Eh…. Tidak usah, pokoknya tidak mengatakan apapun kan? Beres deh” kata Taemin.

Hahahaha… Memang Kyuhyun pantas dinobatkan sebagai Prince Lucifer….

“Ngomong-ngomong, Taemin mau ikut dalam game?” tanyaku.

Nana POV

Hampir tiap hari, aku menunggu namja itu datang. Dia bilang dia akan cukup sering ke rumah sakit untuk menemui dokter yang mengontrol kesehatan yeodongsaengnya. Saat itu aku melihatnya sedang berbicara… Lho kok dengan dokterku?

“Bagaimana keadaan Park Nana?” tanyanya.

“Dia sudah membaik mungkin 2-3 hari sudah bisa keluar rumah sakit. Namun, sementara harus menggunakan kursi roda sampai kakinya kuat untuk berjalan kembali” jawab dokter.

“Ohya, dokter kenapa saya tidak pernah melihat orangtuanya ya?” tanya Hyunjoong lagi.

“Sepertinya mereka sangat sibuk. Kami hanya melihat ibunya 2 atau kali menjenguknya. Ayahnya sama sekali. Justru teman-teman Nana lah yang sering kemari selama dia dirawat” jelas dokter.

“Begitu ya. Gamsahamnida” ucapnya.

Eumma… appa… kapan kalian akan menjengukku?

“Nana, kenapa melamun disini?” tanya Hyunjoong-oppa yang sudah berdiri di depan Nana.

“Tidak apa” jawab Nana.

“Eh…. Katanya kau boleh keluar rumah sakit sebentar lagi. Bagus kan?” tanyanya.

“Berarti setelah itu kita tak akan bertemu lagi?”

Hyunjoong POV

“Berarti setelah itu kita tak akan bertemu lagi?” tanya Nana polos.

“Pasti bertemu” kataku.

“Oppa janji?” tanyanya.

“Aku janji” kataku sambil mengacak rambutnya. Dia kelihatan sebal, tapi itu justru membuatku senang.

Hyera POV

Minho baik juga ternyata dia ehm… manis juga kok. Aku tersenyum-senyum sendiri saat memasuki gerbang sekolah. Namun, senyumku hilang ketika melihat seorang yeoja mencium pipi Minho. Siapa yeoja itu?
Sakit… Rasanya sakit…..

Kau sama brengseknya dengan Lee Joon. Semua pria sama saja membuat kau melayang dan menjatuhkanmu dengan keras.
Kau benar Lee joon, tak akan ada namja yang mencintaiku.

Minho POV

“Eonni, aiissshhh… Aku bukan anak-anak lagi” kataku pada Sooyoung, eonniku yang menyebalkan.
Dia malah terkekeh.

“Bye, Minho” katanya seraya melajukan mobilnya.

Tak lama aku melihat Gikwang datang diantar Yoona.

“Minho, titip Gikwang yah. Awas jika sampai dia melirik yeoja lain. Highheelsku akan melayang ke kepalanya” kata Yoona.

Gikwang terkekeh dan aku hanya mengangguk.

Yoona akan melajukan mobilnya, tapi Gikwang menyetopnya.

“Wei… Kau mau mati” teriak Yoona.

Gikwang menyeringai dan mendekati Yoona.

Cup….

Gikwang mencium bibir Yoona sejenak.

Ampun… mereka ini melakukannya di depan umum.

Gikwang langsung berlari ke arahku dan melambai ke Yoona.

“Kau itu Presma macam apa? Contoh yang buruk” kataku.

“Tidak juga sebentar lagi kami akan menikah kok. Yah, setidaknya setelah aku lulus” jawab Gikwang datar.
Untung saja ini masih pagi… Belum ada murid yang datang, tapi mata kami terbelalak ketika melihat Hyera.

“Get room please” katanya pada Gikwang.

Gikwang menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Cho Minho, kau sama brengseknya” katanya.

Eh…. Maksudnya apa?

Kyuhyun POV

“Hyung, ini soal ujian untuk minggu depan. Ohya, kacaukan belajar mereka dan kita bisa membuat nilai mereka paling jeblok satu sekolah. Aku sudah meminta sekolah melakukan perbedaan cara pengumuman. Urutan nilai akan dimulai dengan nilai terendah. Aku mau mereka berlima bertengger di nama paling atas dari belakang. ha3333….” kataku pada Hyunjoong dan Donghae.

“Bailah, tak akan susah kok. Ajak dia jalan-jalan dan lupakan ujian” kata Jjong.

“Nana, sepertinya aku tak perlu bertindak lebih jauh. Selama dia dirawat banyak pelajaran yang dia tinggalkan”

“Yericha, bisa diatur” kata Donghae.

“Hyera urusan Minho dan Minra, kita belum melakukan sesuatu padanya. Aku masih berpikir perlukah kita menghukumnya juga” kata Kyuhyun.

Yesung yang berada disitu terlonjak.

“Memangnya kenapa?”

Minra POV

“Sudah aku bilang jangan pernah panggil aku oppa. Aku bukan kakakmu!” teriak Changmin.

“Changmin, jaga bicaramu” teriak appa.

“Selamanya tak akan aku akui kau adikku dan ibumu juga bukan ibuku. Ingat itu” teriak Changmin sambil berlalu.

Berapa tahun lagi, oppa. Berapa tahun agar kau menerimaku. Harusnya aku tak pernah lahir sehingga tak pernah ada dalam hidupmu.

Hello ! My Lucifer (6 : Love Underattack/?) *Exam Lovers or Exam Haters Series !

Part I , Part II , Part III , Part IV, Part V

Gi Kwang dan Minho sama-sama shock dan tak mampu berkata-kata.

Donghae POV

Aku hampir tertawa terbahak melihat ekspresi Minho, tapi aku berusaha menahan tawaku demi image.

“Hello, guys. My name is Lee Donghae, like Park Jungsoo-songsaenim, I’m Magister Student of Seoul University Graduate School of Economic and will teach English lesson I guess it’s enough, I hope we’ll have nice moments.”

Murid-murid berpandangan mereka sedikit bingung dengan perkenalan Donghae.

Baiklah… Apakah siswa kelas F itu separah ini?

“Any question?”

Mereka semua masih saling berpandangan.

Bukankah ini bahasa inggris tingkat dasar yah. Ampun………

Aku melihat seorang anak mengacungkan tangan saat aku lihat ternyata Minho.

“Sir, May I go to toilet?”

Murid-murid tertawa terbahak.

Sialan kau… Cecunguk, tidak sopan. Baiklah, mungkin ini memang caranya untuk menutupi rencana kami.

“Yes, You’ve 5 minutes. Ehm.. What is your name?” tanyaku.

“Choi Minho, Mr. Lee. You can call me Minho” katanya mantap.

Hadeuh…. Recok juga ini anak. Lebih baik Kyuhyun mengaturnya.

Hyunjoong POV

“Selamat siang murid-murid. Kenalkan saya Kim Hyunjoong. Disini saya akan mengajar Matematika. Sebelumnya, ada yang tahu apa itu matematika?” tanyaku.

“Pelajaran menghitung dan eksplorasi rumus, Songsaenim”

“Pelajaran yang menyenangkan untuk utak-atik angka”

Aku terkekeh anak kelas A yah? Aku dulu juga di kelas A saat di Seoul International High School. Aku harap mereka tak semembosankan anak-anak di kelasku dulu.

“Ehm…. Jujur saja. Nak menurutmu matematika itu apa?” tunjukku pada anak yang duduk paling depan.

“Aljabar, trigonometri, aritmetika dan pelajaran memusingkan lainnya”

Aku berjalan ke belakang, aku melihat Gi Kwang menuliskan sesuatu di kertas.

MATa pElajaran meMATIKAn

“Anak-anak ada jawaban yang sangat menarik dari teman kalian. Matematika adalah MAT MATa E pElajaran MATIKA meMATIKAn. Jadi intinya, menurutmu matematika adalah mata pelajaran mematikan?” tanyaku pada Gi Kwang.

Dia sedikit terlonjak dan mengangguk.

Tumben anak ini tidak menggunakan kemampuan verbal dan non-verbalnya. Presma Universitas Seoul kelemahannya matematika yah??? Hehehehe….

Minho POV

Ku kirimkan pesan ke Gi Kwang memintanya izin keluar kelas. Sekitar 15 menit aku menunggunya di kantin.

“Lama sekali kau?” kataku.

“Mianhae” jawab Gi Kwang dan mengambil kursi di depanku.

“Tadi Donghae-hyung…..” belum selesai aku bicara Gi Kwang tersedak minuman yang dipesannya.

“Donghae? Untuk apa dia disini jangan bilang kalau dia juga mengajar seperti Hyunjoong-hyung” kata Gi Kwang.

Aku mengangguk.

“Kenapa aku bisa tidak tahu kalau Donghae mengajar” Gi Kwang garuk kepala.

“Mana aku tahu. Aku pikir kau tahu jadi aku memanggilmu kemari. Ngomong-ngomong Hyunjoong-hyung mengajar apa?” tanya Minho.

“Matematika. Lalu Donghae?” Gi Kwang penasaran.

“Bahasa Inggris” jawabku.

“Baguslah, setidaknya dia tidak akan menghancurkan rumus dan mengubah hukum-hukum ilmu eksak” balas Gi Kwang.

Gi Kwang POV

Tak sengaja saat aku kembali ke kelas, aku berpapasan dengan Yericha. Anak kelas 3F teman sekelas Minho dan tentu saja dengan korban kejahilan Minho, Janrang. Hahaha…..

Mereka sepertinya tak sadar aku berpapasan dengan mereka.

“Eonni, lihat guru baru kita tadi tidak?” tanya Yericha.

“Iyalah lihat. Memangnya aku buta?” Janrang sebal dengan pertanyaan bodoh Yericha.

“Dia tampan yah. Omo… Cute, pokonya perfect. Baru aku lihat namja setampan dia” kata Yericha seolah berangan.

#Plletttaakkk

“Ahjushi tahu. Masa’ kamu mau sama yang sudah tua sih?” tanya Janrang.

“Aiishhh…. Eooni, tak masalah. Pokoknya aku mau dekat dengannya. Apapun aku lakukan termasuk harus jadi yang terbaik dalam bahasa Inggris” kata Yericha.

Aku terkekeh. Sepertinya ini akan jadi lebih mudah dibanding yang aku kira.

Donghae…. Meski ragu dengan ketampananmu, tapi sebagai adikmu hari ini aku akui kau lumayanlah.

Hahahaha….

@ Donghae’s Apartment

“Jadi ada apa kalian berdua kemari?” tanya si empunya tempat.

“Main saja” jawab Gi Kwang dengan muka innocent.

“Seingatku kau terakhir kesini saat sakumu habis” balas Donghae.

Minho tertawa terbahak membuatnya mendapat satu injakan keras dari Gi Kwang.

“Wei… Berani menginjak kakiku ku pukul kau” teriak Minho.

“Kalau kau berteriak lagi. Malah aku injak kau” balas Gi Kwang.

Minho memilih diam, dia malas juga protes.

Presma macam kau? Kenapa aku dulu memilihmu saat Pemilihan Raya Mahasiswa. Menyesal TOT

“Kalian mau apa sebenarnya?” Donghae menyilangkan tangan di depan dadanya.

Minho dan Gi Kwang tersenyum ceria.

“Kami mau…” Minho meminta Donghae mendekatkan telinganya.

“Mwooo???? Kalian berdua jangan main-main” Donghae tak percaya dengan rencana gila mereka berdua.

“Kami tak perlu persetujuanmu. Kau cukup jalankan saja rencana kami. Terserah saja sih, paling aku bilang ke eumma soal yah kau tahu maksudku”ancam Gi Kwang.

Donghae menarik nafas panjang. Sejenak dia berpikir mengenai rencana Minho dan Gi Kwang. Sedikit ragu Donghae mengangguk.

“Begitu donk, hyung” Minho senang.

“Lalu kapan permainan ini dimulai?” tanya Donghae.

“Secepatnya” Kyuhyun tiba-tiba masuk ke apartemen Donghae. *evil smile.

Dasar seenaknya nyelonong saja masuk apartemen orang

Kyuhyun POV

Sepertinya Tuhan berpihak pada kami. Tiba-tiba dari langit turun hujan dan inilah yang kami tunggu.

“Yoboseyo, Minho kau bisa kan?” tanyaku.

“Iya-iya. Sial kau” jawab Minho. Terlihat jelas dia ogah-ogahan.

“Yoboseyo, Gi Kwang kau tahu kan yang harus kau lakukan”

“Beres deh. Hyung, hanya saja ini keterla….” Sebelum Gi Kwang mengeluarkan teorinya, aku langsung menutup telpon.

Janrang POV

Aishhh… Siiallll…. Hujan tidak bawa paying lagi. Harus menunggu berapa lama? TOT

Lari saja deh mending pulang secepatnya dan setelah itu kan bisa enak-enakan di rumah.

Ketika aku hendak berlari seseorang mencegahku.

“Kau bisa kehujanan nona” kata namja itu.

Wowh… Dia tampan…..

“Kau tampan” kataku tak sadar. Aku buru-buru menutup mulutku.

Dia entah dengar atau tidak, hanya tersenyum padaku.

“Aku antar kau pulang” katanya sambil memayungiku.

“Arah rumahmu kemana?” tanyanya.

Selama perjalanan pulang, aku terus memandang wajahnya. Dia benar-benar sempurna di mataku.

Sepertinya dia sadar aku memperhatikannya.

“Ada yang salah di wajahku?”

“Nde…. Tidak. Mianhae” tundukku.

“Ohya, maaf aku tak bisa mengantarmu sampai rumah. Ini bawa saja” katanya sambil menyerahkan payung padaku dan berlari menembus hujan.

Aku reflex berteriak

“Tunggu siapa namamu?” teriakku.

“Kim Jonghyun” balasnya dan berlari meninggalkanku.

Kim Jonghyun yah….

Yericha POV

Janrang sepertinya pulang duluan. Tinggal aku dan Hyera yang disini, tapi sepertinya tinggal aku sendiri. Hyera diantar Minho pulang. Yah, jangan tanya mereka perang mulut seperti apa. Kami berempat sama-sama menunggu redanya hujan. Gi Kwang mendapat ide gila agar Minho mengantar Hyera.

“Bagaimana kalau Hyera pulang bareng Minho?” tanya Gi Kwang anak 3A yang kebetulan teman Minho.

“Mwo??? Dengannya tidak sudi” jawab Minho sambil menunjuk muka Hyera.

“Ya!!! Siapa juga mau diantar olehmu?” Hyera berteriak.

“Heh…Siapa juga yang sudi pulang bersama nenek peyot sepertimu” balas Minho.

Lanjutnya sudah membuat kepalaku pusing.

“STOP!!!!!! Minho, kau antar Hyera. Aku pulang dengan Yericha, kau tak mau ku hajar kau” kata Gi Kwang.

Glekkk….

Sepertinya Minho pikir-pikir dan tak lama dia menarik tangan Hyera. Mereka menuju parkiran.

Tinggal aku dan Gi Kwang.

“Tidak jadi pulang?” tanyaku.

“Sebentar lagi. Tunggu jemputan” katanya.

Tiiinnn..Tinnn…Tiiinnn…..

Sebuah mobil berhenti di depan kami. Kaca mobilnya di buka.

“Gi Kwang, ayo naik” kata yeoja cantik yang mengemudi.

“Ayo, ikut aku” kata Gi Kwang dan menyuruhku duduk di belakang.

Aku hanya terdiam sepanjang perjalanan. Hingga sebuah suara memecahkan keheningan.

“Rumahmu mana?” tanya yeoja itu sambil melihatku sekilas dan tersenyum.

“Tiga blok dari sini, eonni” jawabku.

“Kau pendiam yah? Ohya, kenalkan aku Im Yoona” katanya lagi.

“Nde, aku hanya bingung. Jang Yericha imnida. Salam kenal eonni” kataku.

Mereka sepertinya pasangan kekasih. Terlihat jelas dari cara Gi Kwang mengacak rambutnya dan tampang sebal yang mengundang tawa milik Yoona.

“Eh… Kalian kenal tidak dengan Lee Donghae” tanyanya tiba-tiba.

Aku dan Gi Kwang menatapnya penuh tanda tanya.

“Jangan cemburu dulu. Lee Donghae itu sunbaeku, chagi. Aku dengar sekarang dia mengajar di SMA kalian jadi aku menginginkannya menjagamu agar tak membuat kerusuhan. Apalagi satu sekolah dengan Minho pasti rusuh” kata Yoona.

Kami bertiga tertawa.

“Eh… Donghae-sunbae banyak yang naksir tidak? Dia flower boy loh pas SMA. Sering menerima coklat dan barang-barang di lokernya. Sayang, mereka tak tahu kalau dia lebih menyukai kaset drama. Dia bisa seharian nonton drama” papar Yoona.

Aku jadi tertarik dengan bahasan ini.

“Drama?”

“Iya, drama. Apalagi yang bergenre sedih, wah kau bisa lihat airmata berlinang” kekeh Yoona.

“Kau sepertinya tahu sekali tentang Donghae. Dulu dia apamu?” tanya Gi Kwang dengan nada kesal.

“Senangnya kau cemburu hehehehe…. Don’t worry my friend was his exgirlfriend so I know it” kata Yoona sambil tersenyum.

“Tapi yang paling dia sukai tentu saja gadis yang pandai” kata Yoona.

Masih ada kesempatan kah? Harus jadi yang terbaik ya.

“Itu, rumah saya” kataku.

Yoona menghentikan mobil di depan rumahku dan meminjamkanku payung.

Aku melambaikan tangan pada mobil Yoona yang bergerak menjauh.

Lee Donghae-songsaenim suka yeoja yang pandai yah?


Gi Kwang POV

Sejak tadi aku ingin tertawa terbahak mendengar semua omongan Yoona. Tidak ada satupun yang bisa dipertanggungjawabkan. Tak lama setelah menurunkan Yericha, tawaku pecah.

“Hahahha…. Flower boy…. Drama hahahaha….. Kau tak ada ide lain apa? hahaha…” tawaku.

Yoona ikut tertawa terbahak. Aku tertawa sampai hampir menangis, perutku sampai sakit.

“Kau mendapat ilham mengarang bebas itu darimana?” tanyaku sesaat tawaku reda.

“Hehehe…. Kemarin nonton Boys Over Flower. Tiba-tiba saja itu yang terpikirkan olehku” jawab Yoona.

Aku makin terbahak bisa-bisanya dia membuat cerita terilhami drama. Tidak terbalik kah? Bukankah drama diilhami dari kisah nyata.

“Kenapa tertawa?” tanyanya sebal.

“Mianhae… Baiklah aku berhenti tertawa” kataku.

“Sekarang mau kemana?” tanya Yoona.

“Apartemen Donghae” jawabku.

Yoona terlihat menarik nafas panjang. Dia sepertinya tidak suka dengan jawabanku.

“Wae? Ada yang salah yah dengan apartemen Donghae” tanyaku.

“Tidak. Hanya saja….” Yoona menggantungkan ucapannya.

Jika tebakanku tidak salah

“Kau mau kita jalan-jalan saja?” tanyaku.
Mukanya berubah menjadi cerah.

“Kita ke café langganan kita yah, oppa” kata Yoona.

Aku mengangguk dan mengacak rambutnya.

Donghae POV

Dari jendela sekolah aku mengamati Jonghyun yang pertama kali pulang mengantar Janrang. Tak lama kemudian Minho, Gi Kwang, Hyera, dan Yericha berteduh menunggu hujan reda. Bisa aku lihat Minho dan Hyera beradu mulut, tapi sesuai rencana Minho mengantarnya pulang.

Sedikit lama aku menunggu adegan lanjutan. Mobil Yoona masuk ke area sekolah dan berhenti tepat di depan Gi Kwang dan Yericha.

Yoona terpaksa dilibatkan karena dia marah besar saat tahu Gi Kwang berpura-pura jadi anak SMA. Tepatnya dia takut Gi Kwang ada main dengan yeoja lain. Aku terbahak saat Yoona memaksa ikut ambil bagian, Gi Kwang terlihat lemas dan tak berani membantah. PASRAH… hahahaha

Telponku berdering, aku berjalan menuju meja kerjaku.

“Yoboseyo”

“Yoboseyo, Bagaimana semua berjalan lancar?” tanya Yesung.

“Iya, sepertinya terkendali. Semua sesuai rencana” jawabku.

“Baguslah kalau begitu. Ohya, jika semua sudah siap hubungi aku yah. Setelah itu aku ambil bagian” kata Yesung.

“Hahaha…. Sepertinya kau tak sabar yah ambil bagian” ujarku.

“Tentu saja. Kyuhyun memberiku peran tak masuk akal, tapi tak masalah juga. Hyunjoong tadi bilang kita disuruh berkumpul di apartemenmu untuk membahas perkembangan SKY underattack”

“Mwoo??? Apartemenku? Kenapa di apartemenku?” tanyaku.

“Tanya Hyunjoong, eh Kyuhyun” jawab Yesung.

Ah… Manusia seenaknya itu selalu saja.

Kyuhyun POV

“Semua sudah berkumpul disini. Sekarang kita bahas rencana lanjutan. Aku sekarang memantau kegiatan troublemaker itu. Mereka adalah yeoja tanpa kegiatan dan entahlah… deskripsi apa yang harus aku berikan. Belakangan kita hanya melihat Yericha, Janrang, dan Hyera ternyata Nana sedang sakit. Kemarin hampir saja aku, Hyunjoong dan Minho kepergok saat mengantar Hyunjae check up”

Minho dan Hyunjoong mengangguk.

“Minho tugasmu adalah mendekati Hyera. Musuh bebuyutanmu, Donghae kau mengurus Yericha, Hyunjoong kau bisa dekati Nana?” tanyaku.

Hyunjoong terlihat kurang senang.

“Ehm… ayolah kau harus mau. Kita tak punya orang lagi. Aku dan Yesung tidak terlibat secara langsung jika tak dibutuhkan.” rayuku.

Hyunjoong mengendikkan bahu.

“Hyung, lalu Janrang siapa yang mengurusnya?” tanya Gi Kwang.
“Sebentar lagi dia datang” jawabku.

Sekitar 20 menit kami menunggunya. Akhirnya, dia datang juga.

“Mianhae terlambat” kata Jonghyun cengar-cengir.

Minho langsung berdiri dan menyambut temannya.

“Jjong, kapan kau pulang? Kau tak bilang apa-apa kemarin? Sudah berapa lama di Korea? Berapa lama rencanamu tinggal disini” tanya Minho panjang lebar.

“Boleh aku duduk dulu?” tanya Jjong,
Tak menunggu jawaban dia duduk sendiri.

“Aku kembali ke Seoul seminggu lalu setelah mendengar Hyun Jae masuk rumah sakit memang sih telat dia juga sudah pulang. Hehehe…. Cukup segitu saja” jawab Jjong.

“Sekarang semua sudah mendapat bagian masing-masing. Sisanya aku, Gi Kwang, Yesung akan mengurus sistem yang tepat. Aku ingin membuat semua anak disana mendapatkan neraka mereka” seringaiku.

“Mereka akan tersiksa baik dalam masalah pelajaran maupun aturan” kata Jonghyun yang mebuat lainnya terbahak.

Yericha POV

Aissshhhh… Ibu ini malam-malam aku suruh pergi ke swalayan.

Dengan langkah gontai aku mengeluarkan sepedaku dan menuju swalayan terdekat. Aku membeli semua yang diinginkan ibuku. Ternyata banyak juga.

Setelah membayar semuanya di kasir, aku kembali ke rumah. Dari tadi rasanya ada yang mengikutiku. Aku menghentikan sepedaku dan menoleh ke belakang.

Ada dua orang pria mendekatiku. Aku hendak mengayuh sepedaku, tapi mereka sudah keburu menghadangku.

“Nona, manis serahkan uangmu” katanya kasar.

Seorang lagi merampas belanjaanku. Dia mengacak-acak isinya.

“Mana uangmu? Serahkan sekarang!!!” teriaknya setelah melempar belanjaanku.

Aku sudah sangat ketakutan tak tahu harus apa.

Eumma, appa, ….. tolong aku. Siapa saja tolong aku…..

Aku menutup mataku tak mau melihat apa yang selanjutnya terjadi.

“Hei… kalian berdua beraninya mengganggu yeoja” kata seseorang.

Karena lampu yang remang dan posisi berdiri pria itu di tempat gelap aku tak bisa melihat wajahnya.

“Ciihhh… Berani sekali kau melawan kami. Kemari kau”

Pria tadi berjalan mendekat.

Bag… bighhhh… buurrgghhhh

Aku hanya melihat adegan perkelahian dengan takjub. Seorang diri dia mengalahkan dua pria berbadan besar tadi. Aku hanya terdiam lemas.

“Hei… Kau baik-baik saja” tanyanya padaku setelah dua pria tadi lari tunggang langgang.

Lidahku kelu, aku tak mampu menjawab. Aku hanya mengangguk.

“Lain kali jangan keluar sendiri kalau malam. Ayo, aku antar pulang mobilku terparkir di dekat swalayan. Kita masukkan saja sepedamu di bagasi” katanya.

Dia membantuku menuntun sepedaku. Aku hanya berdiri di tempatku mencerna semua kejadian tadi.

“Hei… Kau tidak mau pulang?” tanyanya membuyarkan lamunanku.

Aku langsung berjalan menyusulnya. Aku rasa tidak terlalu buruk juga dihadang dua pria tidak jelas.

Setidaknya aku bisa mengamati dan berbicara dengannya. Hehehe….

————————————————————

“Gamsahamnida, ini bayaran kalian” kata Yesung.

‘Yoboseyo, Kyuhyun. Semua berjalan sesuai rencana”

Stand by You (3/?)

Kyuhyun POV

“Gamsahamnida, Shim Ahjushi. Sekarang biar saya yang mengurus Jieun. Saya akan kembali ke Korea lusa. Mohon anda siapkan berkas agar saya bisa langsung mengambil alih perusahaan dari dewan direksi” kataku mengakhiri pembicaraan dengan Pengacara Shim, sahabat sekaligus kuasa hukum ayahku.

Lusa aku akan tiba di Korea dan saat itu lah semua harus ku mulai. Sekarang aku punya IU untuk aku lindungi. Aku harus jadi kakak yang baik untuknya.

I must!!

Changmin POV

Aku harap Jieun sudah bisa menghapus bayang-bayang namja itu. Mungkin terdengar kejam, tapi daripada dia sakit hati jauh lebih baik dia melupakan namja itu.

“Yoboseyo, oh ya appa. Aku tak akan lupa menjemput anak relasi appa. Kapan dia sampai di bandara?”

“Baiklah. Aku pasti tepat waktu” kataku.

IU POV

Huhuhu….

Akhirnya, aku bisa memandang Minho-oppa tanpa rasa takut dia akan mengetahui perasaanku. Bekal hari ini apa ya?
Saat aku mengeluarkan bekalku, aku juga menemukan jaket namja kemarin. Lama aku memandangnya dan kemudian memasukkannya lagi.

“Hei…. Sendiri saja?” sapa Minho-oppa.

Haduh… jangan sekarang dunk. Aku belum siap jika harus berbicara langsung, kalau hanya berpapasan tak masalah. Sekarang malah di hadapanku.

Ya, Tuhan. Selamatkan aku…..

“Ya!!!! Jjong itu punyaku” teriak Key-oppa sambil mengejar Jjong-oppa.

“Hei… kalian berdua ini kenapa sih?” teriak Minho-oppa ketika Jjong-oppa tiba-tiba menyerobot tempat duduknya dan Key-oppa salah memukul Minho-oppa saat akan memukul kepala Jjong-oppa.

“Mianhae, Minho tidak sengaja. Ini gara-gara Jjong, tadi Hyun Jae kemari mengantarkan kue dan Jjong langsung menyerobotnya” rutuk Key-oppa.

“Kata Hyun Jae kan dibagi bertiga bukan untukmu saja” kata Jjong.

“Dia hanya bilang dimakan ya. Bukan bertiga darimana hitungan bertiga itu?” tanya Key.

Jjong dan Key saling adu argument sampai akhirnya Minho mengambil kotak kue dari tangan Jjong. Saat membuka pita pembungkus kue terdapat kertas.

Key disini ada beberapa macam kue. Makan bersama yang lain ya. Ohya, yang blueberry khusus Minho-oppa ya. Kasih untuk IU juga. Jangan rebutan dengan Jjong. Ahra?

Minho menyerahkan kertas itu pada Key dan Jjong sambil mencibir.

“Kekasihmu saja sudah menduga kalian berdua akan rebutan. Parah”

Key dan Jjong berpandangan dan saling menyalahkan. Minho membuka kotak kue dan memberi IU kue di dalamnya. Sedikit malu IU mencicipinya.

Jjong menyerobot kue blueberry di tangan Minho.

“Jjong, aku mau makan kenapa kau rebut.” teriak Minho-oppa.

“Sudahlah, Minho. Tahu kan Jjong semua mau dimakan seperti truk sampah saja” kata Key.

IU tertawa mendengar perkataan Key. Mereka bertiga sahabat yang aneh, sama-sama popular dengan predikat masing-masing. Minho hebat dalam basket juga trouble maker, Key terkenal sebagai Prince Seoul High school, dan Jjong rekor pacaran luar biasa serta gayanya yang nyleneh. Baru Key yang memiliki kekasih, tapi untungnya Hyun Jae perhatian pada mereka bertiga.

“Kau tak iri pada Minho apa? Lihat surat ini Hyun Jae jelas menulis kue blueberry untuk Minho. Bukannya itu namanya diistimewakan” kata Jjong sok bangga dengan analisisnya.

Bleettttaaaakkkk…. Minho menjitak Jjong.

Bluukkkkk…. Key memukul kepala Jjong dengan buku yang sedang dibaca IU.

“Hei… kalian berdua kenapa sih?” teriak Jjong murka.

“Jjong, blueberry itu memang untukku karena aku suka dan satu lagi Key lebih suka kue coklat dibanding blueberry bukan mengistimewakan tahu” Key mengangguk tanda setuju.

“Kau keluarkan analisis amatiran lagi. Jangan harap kau selamat” bentak Key.

Aku tertawa terbahak-bahak melihat mereka bertiga. Image mereka langsung runtuh jika sudah berkumpul. Jjong selalu menjadi perusaknya.

“IU nanti ada acara tidak?” tanya Minho.

“Ehm… aku…”

Tidak sengaja seorang murid yang sedang mencari tempat duduk di meja yang kosong menjatuhkan tas IU yang terbuka dan membuat isinya terserak.

“Mianhae… mianhae” katanya.

“Tidak apa-apa. Kau pergi saja, aku bisa merapikannya sendiri” kataku.

Jjong, Key, dan Minho membantuku. Sebenarnya, aku sendiri juga sudah cukup.

“Heh… ini jaket siapa?” tanya Jjong-oppa. Dia kemudian mengibas-ngibaskan jaket itu.

“Mwo???? Law Faculty’06 Seoul University. Hah… punyamu?” tanya Jjong-oppa.

Aku langsung merebut jaket tersebut.

“Bukan, tapi punya kekasihnya” kata Minho-oppa.

“What?????? IU punya kekasih mahasiswa fakultas hukum Universitas Seoul!!!!!!!!! Hebat kau!!!! Masih kelas 2 SMA sudah punya pacar anak kuliah, bidang hukum lagi” kata atau tepatnya teriak Jjong dan membuat semua mata melihat mereka berempat. Key sudah memegang buku siap menimpuk Jjong untuk kedua kalinya.

Mukaku bersemu merah. Langsung aku masukkan jaket itu ke dalam tasku.

“Wah, Minho kau kalah saingan ini. Sainganmu seorang anak hukum, kau bisa dituntut jika mendekati IU” kata Jjong mencoba menggoda Minho.

Bllluuukkkk….. Tepat sekali buku itu melayang ke kepala Jjong.

“Heiii!!!!!” teriak Jjong.

Namun, sebelum pertengkaran dimulai guru sudah datang karena mendengar keributan.

Hufth….. selamat tak perlu meladeni Jonghyun-oppa

Changmin POV

Lama sekali pesawatnya. Sudah lebih dari 15 menit, aku menunggu tidak biasanya jadwal pendaratan pesawat terlambat.
Tak lama kemudian pengumuman pesawat tinggal landas dari Amerika terdengar. Aku berdiri dan keluar dari cafeteria bandara. Aku berdiri bersandar ke tiang bangunan malas harus ikut berdiri berdesakan dengan orang lain yang menunggu penumpang pesawat.

Seorang pemuda seusiaku menghampiriku.

“Shim Changmin???” tanyanya.

“Ne, Shim Changmin-imnida. Cho Kyuhyun?” tanyaku balik.

“Cho Kyuhyun-imnida” katanya memperkenalkan diri.

Aku membantunya membawa koper dan meletakkannya di bagasi mobilku.

“Ayahku memintaku menjemputmu dan mengantarmu pulang ke rumah” kataku sambil menyetir.

“Oh…. Bisakah kau mengantarku ke kantor ayahmu. Aku ingin menanyakan perkembangan……” kata-kata Kyuhyun terputus sepertinya dia tak ingin meneruskannya.

“Jangan khawatir aku tahu maksudmu. Kami sudah mengurusnya, kau bisa langsung menduduki jabatan sebagai direktur utama setelah ayah mengumumkannya pada dewan direksi. Kemungkinan lusa kau sudah dapat menyandang gelar direktur Cho” kataku.

“Kau menyindirku?” tanya Kyuhyun.

“Tidak, kau adalah klien kami. Tak mungkin aku menyindirmu, lagipula almarhum ayahmu adalah sahabat ayahku.”

“Menurutmu apa dewan direksi akan begitu saja menerimaku menjadi direktur” tanya Kyuhyun.

“Kau meminta pendapatku dalam posisi apa?” tanyaku.

“Seorang Shim Changmin” katanya.

Kau genius juga. Mengatakan sebagai Shim Changmin berarti menginginkan semua analisis secara keseluruhan dari segala aspek dalam diri Shim Changmin. Pantas saja ayah begitu yakin kau bisa memimpin perusahaan keluargamu.

“Usiamu masih sangat muda untuk memimpin perusahaan itu mungkin akan dijadikan alasan kuat dewan direksi menolak. Kekuatan saham dewan direksi jika digabung akan melebihi saham ayahmu, tapi kau pasti tak akan khawatir karena kau punya pendukung yang akan meluruskan niatmu jika kau berhasil mendapatkannya. Kau tahu maksudku kan?” tanyaku.

“Pemilik saham terbesar kedua. Asal aku bisa meyakinkannya untuk merestuiku menjadi direktur utama maka saham kami lebih dari cukup untuk melawan dewan direksi” kata Kyuhyun.

“Bagaimana kau yakin dia akan mendukungmu? Lalu sebagai pribadi Shim Changmin dalam dunia kerja, kau adalah klien kami tentu saja kami akan mendukungmu” kataku.

“Kau tanya kenapa aku yakin? Bukankah aku sudah memiliki ayahmu seorang professional yang siap mendukungku dan juga dirimu tentunya” kata Kyuhyun mantap.

“Aku????” tanyaku.

“Ya, kau. Kau pasti mendukungku kan?” tanya Kyuhyun.

“Memang apa yang bisa ku bantu?” tanyaku.

Kyuhyun terdiam.

“Sudah kuduga dari awal sebenarnya kau ingin bicara denganku bukan dengan ayah.” kataku.

“Maksudmu? Aku ingin bicara dengan ayahmu karena itu aku ingin ke kantornya” kilah Kyuhyun.

“Kau menyelidiki kakekku kan?” kataku.

“Siapa yang menyelidiki kakekmu, aku bahkan tak mengenalnya” kata Kyuhyun.

“Sejak awal kau tahu kalau pemilik saham terbesar kedua adalah kakekku. Marga kami berbeda karena dia kakek dari pihak ibuku. Jika aku mendukungmu maka kau akan mendapatkan saham gabungan lebih dari 50% bukankah begitu Cho Kyuhyun” aku meliriknya dengan tatapan tajam.

Dia justru tertawa dan bertepuk tangan.

“Kau memang hebat tak salah kalau kau diramalkan akan menjadi pengacara yang hebat. Pengacara Shim Changmin, untung aku klienmu jika tidak pasti kau sudah membunuhku dengan analisismu. Tak aku sangka kau tahu dari awal” puji Kyuhyun.

“Sebenarnya aku juga tak tahu, tapi kau tidak protes ketika aku melewati jalan lain dan tidak pergi ke kantor ayah. Sadar kah kau kalau ini berlawanan dengan arah yang seharusnya. Aku rasa kau tak mungkin lupa dengan kantor ayahku. Kata ayah kau sering ke kantornya saat masih kecil, tapi lebih dari itu kau baru kesana kan beberapa hari yang lalu” kataku.

“Bagaimana kau tahu?” tanya Kyuhyun.

“Paspormu tak sengaja tadi aku melihatnya. Kau kembali ke Korea dan langsung kembali ke Amerika di hari yang sama dan aku rasa kau pasti mengunjungi kantor ayah mungkin untuk tanda tangan berkas atau apa. Jadi, tak mungkin kau lupa arahnya kan?” kataku.

“Pintar sekali. Aku suka analisismu, kau yang akan jadi konsultan hukumku” katanya senang.

“Kau menginginkan saham kakek kan? Jadi pasti kau tahu mengenai pewarisnya bukan?” selidik Changmin.

Kyuhyun POV

Shim Changmin…. Pria yang mengerikan dengan kata-kata tajam dan mampu membuatmu skak match, tapi aku juga bukan pria biasa Changmin.

Aku rasa akan sangat menyenangkan berpartner dengannya.

“Pintar sekali. Aku suka analisismu, kau yang akan jadi konsultan hukumku” komentarku.

“Kau menginginkan saham kakek kan? Jadi pasti kau tahu mengenai pewarisnya bukan?” tanya Changmin.

“Aku menginginkan Shim Changmin. Kau orang yang hebat ^^” *evil smile.

Kau memeng menakutkan.

Dalam analisisnya semua tepat.

Pengacara Shim Changmin sepertinya berteman denganmu akan menyenangkan.

“Kau belum mengenalku jangan terburu-buru yakin aku akan mendukungmu dan jangan terlalu awal memuji” balasnya.

“Itu memang benar. Ohya, bisa kita berteman?” tanyaku sambil mengulurkan tanganku.

Sejenak dia tampak berpikir dan kemudian menyambut uluran tanganku.

“Kita lihat bisakah kita menjadi teman yang baik” jawabnya.

“Yeah, We’ll see ^^” kataku sambil tersenyum evil.

“Kau mau ke kantor ayahku atau pulang?” tanyanya dengan senyum licik.

Baiklah… karena kau sudah tahu aku minta ke kantor ayahmu hanya untuk akal-akalan. Aku ingin lihat seberapa kemampuanmu Shim Changmin.

“Ke perusahaanku, aku ingin melihat keadaannya. Aku harap kau menemaniku, konsultanku”

“Aku bukan konsultanmu, tapi berhubung kita sudah berteman baiklah” jawabnya enteng.

I like your answer

IU POV

Jonghyun siiiaaaaaaaaaaaaaallllllllllllllllaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnn……………..

Gara-gara oppa satu ini, aku jadi bahan gossip di kelas.

“Benar kekasihmu anak hukum universitas Seoul?”

“Dia tampan tidak kenalkan pada kami dunk”

Untung saja guru segera datang jadi aku terhindar dari bencana pertanyaan tak jelas.

Handphoneku berdering aku minta izin untuk pergi ke toilet.

“Yoboseyo”

“Yoboseyo, Jieun ini oppa. Oppa sudah tiba di Korea sekarang di kantor.” jawab suara dari seberang.

Aku masih meloading otakku. Oppa tiba di Korea????

Ya… ampun…

“Oppaaa!!!!!!!!!!” aku berteriak senang.

Changmin POV

Sampai di perusahaannya kami dipersilahkan duduk di ruang khusus sambil menunggu dewan direksi sementara yang menjabat sebagai direktur.

Kyuhyun sedang menelpon seseorang. Aku tak terlalu perhatian. Tiba-tiba dia menjauhkan telponnya.

“Ya!!!! IU jangan berteriak. Aku bisa tuli tahu” katanya setengah berteriak.

Hahaha…. Paling itu pacarnya.

Eh… tunggu IU. Dia bilang IU????

“Iya…. Iya. Nanti mau dijemput di sekolah apa langsung pulang?” tanya Kyuhyun.

“Oh…. Begitu ya. Terserah kau saja. Oppa temani kau kemanapun kau mau. Belajar yang baik. Ohya, Choi Minho itu bagaimana? kekeke” tanya Kyuhyun.

“Mwoooo???? Hahahaha….. Sudah ya, nanti ceritakan lagi di rumah. Jangan nakal di sekolah. Ottoke?” katanya menutup telpon.

Direktur sementara masuk. Dia kelihatan terkejut melihat Kyuhyun.

“Oh…. Cho Kyuhyun yah? Kapan kembali dari Amerika?” tanyanya.

Aku yakin Paman ini tak suka Kyuhyun kembali ke Korea.

“Barusan” jawab Kyuhyun singkat.

Mereka mengobrol sebentar dan sampailah pada klimaksnya.

“Kemarin Pengacara Shim sudah bicara dengan dewan direksi soal alih jabatan bukan?” tanya Kyuhyun.

“Ne, tapi dewan direksi lain masih memikirkannya. Dan kau masih terlalu muda untuk memikul tugas ini” kata Paman itu.
Kyuhyun diam sesaat mencari kata yang tepat.

Ah… kelamaan.

“Saya rasa ini bukan masalah usia. Jika Tuan Cho memiliki kompetensi untuk menduduki jabatan ini saya rasa tak masalah dan lagi, dia berhak atas kedudukan ini.” kataku.

“Tapi semuanya harus melewati rapat dewan direksi dan kami belum memutuskan” jawab Paman itu enteng.

Kau belum kenal aku ternyata

“Saya rasa ini lebih mengarah pada kekuasaan rapat pemegang saham. Dewan direksi tidak semuanya adalah pemegang saham. Biarkan keputusan diolah pemegang saham dan dewan direksi. Hasil keputusan rapat pemegang saham lah yang akan menjadi salah satu poin pengambilan keputusan dewan direksi bukan” *lucifer smile

“Soal rapat pemegang saham itu perlu dikoordinasikan dulu, tapi melihat keadaan dewan direksi yang masih ragu belum tentu pemegang saham bersedia apalagi Mr. Jang yang merupakan pemegang saham terbesar dan sekaligus partner Tuan Cho sangat menghargai kemampuan. Beliau adalah orang yang pemilih dan tak mudah diyakinkan dan lagi beliau sedang berada di luar negeri” jawab Paman itu.

Sialan kau…. Bisa-bisanya menggunakan kakekku sebagai alasan….

“Intinya saya harus mendapat persetujuan Mr. Jang untuk berada disini?” kata Kyuhyun tajam.

“Begitulah” jawab Paman itu santai tak takut gertakan Kyuhyun.

“Baiklah. Besok rapat pemegang saham akan dilaksanakan. Saya pastikan Mr. Jang akan datang. Ohya, beliau sudah berada di Korea 2 hari lalu dan sekarang sedang berada di Incheon. Kenalkan sebelumnya Shim Changmin, cucu laki-laki pertama Mr. Jang. Saya rasa anda sudah mengenal ayah saya kuasa hukum kelurga Cho dan saya sendiri konsultan pribadi Cho Kyuhyun” jawabku dan mengulurkan tanganku.

Dapat aku rasakan keringat dingin membasahi tangan Paman itu. Dia sepertinya sudah kehabisan kata. Tak ada yang ia ucapkan setelah kami pergi.

“Ada masalah. Cucu Mr. Jang berada di pihak Cho Kyuhyun”

Kyuhyun POV

Saat di mobil aku berbicara dengan Changmin.

“Jadi kau bersedia menjadi konsultanku?” tanya Kyuhyun sambil tersenyum lebar.

“Jangan senang dulu. Aku hanya tak suka orang yang menggunakan nama kakekku untuk menekan orang lain. Dulu juga pernah ada karyawan perusahaan yang memanfaatkan nama kakekku” papar Changmin.

Jang Il Woo…. Kakek Shim Changmin dikenal sebagai orang yang sangat berpengaruh. Tak heran banyak yang menggunakan namanya untuk keuntungan sendiri.

“Ngomong-ngomong tadi kau bicara dengan yeojachingumu yah?” tanya Changmin tanpa mengalihkan pandangan dari jalan.
“Tidak. Aku bicara dengan adikku, adik tiriku” ujarku sambil menarik nafas panjang.

“Memangnya kenapa?’ tanyaku balik.

“Tidak. Hanya penasaran saja karena sepertinya kalian sangat akrab” jawab Changmin.

Sudahlah… Pengacara sepertinya selalu penasaran dengan semua hal yang berhubungan dengan klien.

“Aku antar kau ke rumahmu”

“Tunggu bisa menjemput adikku dulu?” tanya Kyuhyun.

Changmin seperti menimbang-nimbang permintaanku. Akhirnya, dia mengangguk.

Changmin POV

Aku terpaksa mengantar Kyuhyun ke sekolah Jieun. Dia turun sebentar untuk memanggil adiknya.

Tapi tak lama dia kembali dan mengetuk kaca mobilku. Aku menurunkan kaca mobilku.

“Changmin, bisa kau jemput adikku namanya Lee Jieun kelas 2 C. Tanyakan saja pada temannya, aku mau ke toilet sebentar” kata Kyuhyun secepat kilat meninggalkanku.

“Wei… tunggu”

Mau tak mau aku turun. Saat di koridor yeoja dan namja memperhatikanku.

“Rapi sekali. Tampan yah, omoo andai senyum pasti lebih tampan”

“Dia mencari siapa yah?”

Anak SMA memang tak sopan berbisik-bisik padahal orangnya jelas di depan mereka.

Sekolah butuh pelajaran tata karma untuk menertibkan mereka.

Aku tak menemukan kelas 2 C, tapi aku melihat namja yang kemarin. Namja teman Minho namja yang disukai Jieun.

“Maaf, kau tahu dimana kelas Jieun?” tanyaku padanya.

“Oh… hyung yang kemarin yah. Ayo, aku antar” jawabnya ramah.

Dia membawaku ke lantai dua.

“IU…. Ada yang mencarimu” katanya. IU yang sedang berbincang dengan temannya langsung memandang ke arahku begitu juga temannya yang masih tinggal di kelas.

Dan benar-benar tak sopan. Temannya justru berteriak tak jelas.

“Omo… namjachingunya IU kesini ya”

Wajah IU berubah kemerahan.

Kyuhyun POV

Setelah dari toilet, aku menuju kelas IU. Tak sulit bagiku menemukannya secara dulu ini juga SMA-ku. Banyak yeoja yang tersenyum manis padaku.

Hahaha… Kyuhyun kau tetap saja popular yah.

“Omo… namjachingunya IU kesini ya”

Aku mendengar teriakan dari kelas 2 C.

Namjachingu????? Minho kah????? Tapi bukannya mereka tidak jadian.

Aku berhenti di depan pintu. Seorang namja yang menurutku cantik yah keluar dan tersenyum-senyum. Dan 2 namja dari arah koridor yang berlawanan denganku memanggilnya.

“Key!!!!!!!!!!!” teriak yang satunya.

Blleeettttaaaakkkk…. Namja yang satunya menjitak kepalanya.

“Aduh, Minho… sakit tahu” keluhnya.

“Kau ini jangan berteriak kenapa Jjong?” katanya

Namja yang dipanggil Key menghampiri mereka.

“Hei, kau bukannya ada janji dengan Hyunie” tanya Minho.

“Sebentar tadi itu kekasihnya IU kesini jadi yah aku antar” jawab Key santai.

“Wah… anak hukum itu yah. Mau lihat” tanya Jjong.

Minho dan Key berusaha menahannya, tapi Jjong keburu masuk dan melewati Kyuhyun yang masih terbengong.
Kyuhyun tersenyum pada Minho dan Key yang juga bergegas masuk. Beberapa yeoja yang lewat juga menyapa Kyuhyun.

Siapa sih namja chingu IU??? Anak hukum??? Omooo… dimana lagi si Changmin.

Kebetulan saat itu Kyuhyun memang hanya berdiri di depan kelas IU dan tak masuk sedangkan pintu ditutup.
Kyuhyun yang penasaran akhirnya memutuskan masuk.

Betapa kagetnya ia melihat IU dan Changmin yang tersenyum malu di depan anak-anak SMA itu.

Ide jahil muncul di kepalanya.

“Ehm..ehm… Begitu yah. Selama aku tak di Korea ternyata kau IU berhubungan dengan Pengacara Shim” kataku.

Mata IU membulat besar dan teman-temannya terlonjak kaget.

“Hah…pengacara?” kata mereka serempak.

Changmin POV

Sialan kau Kyuhyun… Ya, sudah kepalang basah. Tak mungkin aku malu-malu lagi kan.

“Kenalkan Shim Changmin. Pengacara dan konsultan hukum. Jika kalian membuat ulah kalian akan menyesal seumur hidup ^^” kataku.

Mereka bergidig.

Bagus martabatku terselamatkan.

Ku lihat IU, dia hanya menunduk malu.

Cho Kyuhyun, kau memang jahil ternyata. Adikmu sendiri kau bikin malu seperti sekarang.

“Omo…. Aku ingin jadi Pengacara” celetuk namja berponi kuning.

“Cat dulu rambutmu Jonghyun” kekeh seorang namja tepatnya Minho.

Pembicaraan ini akan jadi lama jika tidak segera diakhiri.

“Ohya, kami pamit dulu. Kalian segera pulang, orangtua kalian pasti khawatir dan jangan mengebut saat menyetir” kataku.
Kami bertiga berjalan di koridor dan pulang. Di mobil Kyuhyun mengejek aku dan IU.

“Bagaimana kalian kenal?”

“Kebetulan” jawabku singkat.

“Hohoho….. adikku hebat dapat konsultan dan pengacara muda bermasa depan cerah” katanya sambil mengacak rambut IU yang duduk di sebelahnya di belakang.

“Oppa!!! Berhenti menggodaku. Aku tak sudi dengannya, tak minat” kata IU.

Apa??? Tak sudi. Resek sekali kau.

Awas kau anak kecil, kau tak akan bisa menjatuhkan harga diriku.

“Benar katanya. Kami berdua tak bakal sudi berhubungan. Lagipula kriteriaku bukan anak-anak manja dan lagi pengacara butuh pasangan dewasa.” jawabku datar.

“Kau bilang aku anak manja?” teriak IU.

“Iya, memangnya kenapa?” tanyaku balik.

“Kau… memang menyebalkan”

“Kau itu kekanakan”

“Pengacara gila”

“Gadis manja”

Kami berteriak dan bersahutan.

“STOOOOOPPPPPPPPPPPPPP!!!!!!” teriak Kyuhyun.

Oppa, dia yang salah TOT

Parah kakak adik hobi teriak

Kalian berdua mau tak mau harus sudi berhubungan hehehe…. Let’s see what can I do

Read, Like, Comment Please ^^

Note : FF yang dipublish kemarin itu fitnah. A little thing that called LOVE ceritanya bukan itu. Mianhae kesalahan author dan teman. Next lok dah semua rampung itu baru ada FF-nya. Makanya apa A little thing that called LOVE masuk trash karena bukan yang itu ceritanya. Mianhae TOT

Stand by You (2/?)

Besoknya IU langsung menjadi primadona baru di sekolah. Kemarin Kyuhyun menelpon IU karena khawatir. Kyuhyun membantu IU menerima semua cibiran dan menelan saja kata orang-orang yang menghinanya.

Be yourself. Tak perlu menutupi siapa dirimu IU ya IU jangan merubah dirimu hanya untuk melupakan semua rasa sakit. Adik
Cho Kyuhyun tidak boleh cengeng. Ottoke?

IU memutuskan menggerai rambutnya, melepas kacamatanya dan tampil chick. Itulah dirinya gadis manis yang menurut mendiang kakaknya adalah gadis yang ceria dan sekarang dia sudah punya oppa lagi yang menyayanginya.

“Hahaha… The swan… Duck become Swan???? Yang benar saja” ejek Krystal saat melihat IU.

IU hanya diam, malas dia melayani Krystal. Dia berjalan begitu saja meninggalkan Krystal.

“Kita harus memberi gadis itu pelajaran rupanya” kata Krystal.

Sekarang tinggal satu pelajaran lagi dan aku bisa pulang. Yah… matematika. TOT Menghitung dan menghafal rumus lagi. Pusingnya…. TOT

Mata pelajaran yang penuh siksaan dan perlu kesabaran ini diselesaikan dengan perjuangan oleh semua murid. Ditambah guru yang killer itu cukup menambah penderitaan mereka.

Hufth… akhirnya selesai juga. IU menguap sambil merentangkan tangannya.

Siap-siap pulang. Hahaha…Hari ini aku sudah meminta tidak usah dijemput jadi bisa jalan-jalan dulu.

Saat IU melewati gang yang sepi tiba-tiba ada yang menarik tangan IU dan menghempaskannya ke dinding dengan keras.

“Auuwwwhhh…” IU memegangi tangannya yang terbentur, itu cukup membuatnya mengerang.

Matanya membulat saat melihat Krystal dan teman-temannya Sulli serta gadis cepak yang dia tahu bernama Amber sudah berada di depannya. Krystal mencengkeram kerah baju IU.

“Heh… kau lama-lama menyebalkan ya. Rasanya aku ingin sekali….. “ Krystal mengeluarkan pisau dari balik jasnya.

“Wajah yang cantik bagaimana jika dinginnya pisau ini membekas di wajah cantikmu, aku rasa itu akan sangat… “ Krystal dan kedua temannya menyeringai. Krystal sudah bersiap menggores wajah IU.

“Hei… kalian apa yang kalian lakukan?” teriak seorang namja.

“E…e….e… Minho-shi” Kystal tergagap.

“Lepaskan dia sekarang juga dan pergi darisini. Muak aku melihat muka kalian” bentak Minho.

Krystal, Sulli, dan Amber pergi meninggalkan tempat itu. Krystal sangat sebal apalagi dia menyukai sunbaenya itu dan sekarang dia bahkan tidak akan punya kesempatan mendekatinya lagi.

“Kau tidak apa-apa?” tanya Minho khawatir. IU menunduk tak berani memandang wajah Minho.

“Aku Minho. Anak kelas kelas 3. Jangan takut aku tak akan menyakitimu. Ayo, aku antar ke klinik terdekat” kata Minho saat melihat darah yang mongering di bagian lengan IU.

Perkenalan singkat itu membuat mereka semakin dekat. IU sering melihat Minho bermain basket. Dia juga berkenalan dengan Key, Jonghyun kakak kelasnya serta kekasih Key yang kebetulan juga sering menonton pertandingan Minho.

“Minho-oppa. Hwaiting” teriak Hyun Jae disela-sela pertandingan.

“Bagus terus saja seperti itu” Key memanyunkan bibirnya. Tak suka dengan dukungan yang diberikan kekasihnya pada Minho.

IU hanya tersenyum melihat pertengkaran kecil mereka. Key terus saja mengomel dan membuat Jonghyun segera membekap mulutnya. Hyun Jae yang tidak terima perbuatan Jonghyun pada kekasihnya langsung menjitak kepala Jonghyun dengan keras.

“Aduh… Hyun kau itu kalau menjitak kepala orang senang sekali ya” kata Jonghyun sambil memegang kepalanya.

Key tersenyum senang melihat Jonghyun kesakitan.

“Dan kau Key kenapa tersenyum? Jika kau ngomel lagi sepanjang pertandingan akan ku ikat kau di bawah pohon. Mengerti?” kata Hyun Jae galak.

IU menahan tawa melihat ekspresi sebal dari Key yang menurutnya ekspresi sebal paling menyebalkan di dunia berlawanan 180 derajat dengan saat dia tersenyum. Pertandingan dilanjutkan sekarang skor ketinggalan 89-93 tinggal 15 menit.

“Ayo, Minho-oppa. Kau pasti bisa” teriak IU. Minho langsung tersenyum kearah IU saat memasukkan bola. IU begitu malu saat Minho menggerakkan jari telunjuknya kearah IU.

“Key, aku rasa IU menyukai Minho-oppa” bisik Hyun Jae.

“Sepertinya. Sudahlah lihat saja pertandingannya” kata Key.

Ya… apakah bolanya akan masuk…. Dan masuk pemenangnya Seoul Highschool.

Minho berlari kearah penonton dan memeluk IU. IU kaget luar biasa saat menerima pelukan Minho, tapi dia membalasnya. Terdengar sorakan dari penonton melihat pasangan ini.

Minho dan IU menjadi pasangan paling membuat orang iri. Meskipun, Minho itu berbuat onar, tapi sebenarnya dia baik. Key, Hyun Jae, dan Jonghyun mendukung couple ini 100 %. Sampai suatu hari……..

“Mwooo? Jadi Oppa hanya menganggap IU sebagai adik. Aduh, oppa lalu pelukan yang waktu itu di pertandingan basket jelaskan padaku!” paksa Hyun.

“Yang itu, aku juga bingung Hyun. Sebenarnya, aku ingin memelukmu. Kau kan sudah notabene adalah adikku maksudku sudah seperti adikku Cuma saat melihat tatapan membunuh Key, aku memeluk IU. Kepalang malu kan pada penonton” jelas Minho.

“Aduh…. Bagaimana ini seluruh Seoul High School sudah menganggap kalian itu pacaran” kata Hyun Jae.

IU yang mendengarkan semua itu merasa sakit.

Ternyata aku hanya adik bagi Minho-oppa tak lebih.

Kyuhyun POV

“Oppa kapan pulang? Hix…hix….hix….”

“IU kau kenapa? Kau tak apa-apa?” tangisnya pecah.

Ada apa lagi ini? Apa seseorang telah menyakitinya. Apa terjadi sesuatu padanya?

“Kyuhyun. Please, turn off your phone we have many works here. We need your help yeah”

“Nanti, oppa telpon. Maaf ya IU”

Mianhae IU. Aku akan secepatnya menyelesaikan kuliah dan aku akan menemanimu. Oppa janji.

IU POV

Mianhae, oppa. Harusnya aku tahu kau sedang sibuk. Aku selalu merepotkanmu dengan semua masalahku. Aku bahkan belum bertemu denganmu, tapi sudah menyusahkanmu. Mianhae Kyuhyun-oppa.

Minho memelukku karena dia tidak bisa memeluk Hyun Jae-eonni. Aku baginya sama saja dengan Hyun Jae-eonni, kami sudah dianggap adik. Kenapa Oppa??????? setelah aku pikir kau juga menyukaiku ternyata itu semua hanya impian palsu.

Sekali lagi aku menangis, aku langgar janjiku untuk menjadi gadis yang kuat.

Bruugghhhh…..

“Hei, kau kalau berlari lihat-lihat kenapa?” teriak seorang namja.

Aku menengadahkan wajahku. Namja yang aku tabrak adalah namja yang mengira aku akan bunuh diri di sungai Han.

“Jieun… Kau kenapa, kau tak apa-apa?” tanyanya sambil menghapus airmataku. Seketika aku memeluknya dan membuatnya sedikit goyah karena terdorong.

“Sudah…sudah… jangan menangis. Malu dilihat orang” katanya. Aku baru sadar kami sedang berada di tempat ramai. Aku buru-buru melepas pelukanku. Dia mengajakku duduk di bar tak jauh dari tempat kami dan memesan minuman untukku.

“Sekarang jelaskan ada apa?” tanyanya.

Aku diam, tidak mungkin menceritakan masalahku pada namja yang namanya saja tidak aku tahu.

“Kalau kau tidak mau cerita tidak apa-apa, tapi jangan menangis di jalan lagi ya. Untung yang kau tabrak namja tampan sepertiku kalau orang lain bagaimana?” senyumnya ge-er.

“Eh… kau sudah makan siang?” aku menggeleng.

“Bagaimana kalau kita makan di kedai mie kesukaanku. Dari SD aku masih sering kesana. Ahjummanya baik sekali. Ayo” katanya sambil menarik tanganku penuh semangat.

Tak kusangka namja keren dan cool seperti dia makannya banyak sekali. Harusnya dengan porsi makannya dia akan menjadi namja yang gemuk, tapi bahkan gemuk dia justru kurus dan menjulang. Aneh….

Aku terus memandanginya saat kami makan. Saat dia melihatku, aku tersenyum. Namun, dia justru menunduk malu. Aigoo… lucunya. Neomu kyeopta ^^

“Habiskan makananmu. Tidak sopan memandangi orang lain yang sedang makan terus menerus” katanya masih dalam posisi menunduk.

Hufth… Kenyangnya. Hahaha… Kakak ini habis 3 mangkuk. Hebat…. Padahal 1 mangkuk saja susah payah aku habiskan habis porsinya jumbo sih. Hehehehe……

“Jieun, masih mau main?” ajaknya.

Aku mengangguk, kami tiba di lapangan sekolahnya dulu. Sudah sepi karena anak-anak SD sudah pulang.

“Aku cuci tangan dulu ya kak” kataku dan pergi ke kran di pinggir lapangan.

“Kak, apa yang kau lakukan… Kau membuatku basah tahu” teriakku. Dia menyumbat aliran kran air sebelahku dengan tangannya sehingga cipratan airnya mengenaiku.

“Hanya main” jawabnya santai. Akupun mengambil selang yang kebetulan tersambung dengan kran dan menyalakan krannya.

“Hei… kau membuatku basah kuyup” teriaknya.

“Salah sendiri… weeee” kataku sambil menjulurkan lidah.

Kami bermain air dan kejar-kejaran di lapangan. Asyik sekali…..

“Jieun, sudah. Aku sudah capek, kau ini hiperaktif yah” katanya.

Kekekeke…. Aku tertawa lepas.

Sekitar pukul 8 malam aku pulang. Saat melewati gang sebelum rumah aku melihat ada Minho, Hyun Jae, dan Key. Hyun Jae dan Key di depan mobil, biasa sedang bertengkar seperti anak-anak, sedangkan Minho-oppa bersandar di pintu mobil Key.

“Kak, bisa kita berhenti disini dulu sampai mereka pergi” kataku pada namja di sebelahku.

“Memangnya kenapa? Kau tak mau bertemu dengan mereka? Apa mereka yang telah membuatmu menangis tadi siang?” tanyanya.

Aku bingung harus bilang apa.

“Jika kau tak bilang, aku juga tak tahu. Lagipula itu bukan urusanku” katanya.

“Aku menyukai seorang namja, aku pikir dia menyukaiku juga, tapi ternyata baginya aku tak lebih dari seorang adik. Puas” kataku sedikit berteriak.

Namja ini menghentikan mobil tepat 2 rumah sebelum rumahku.

“Yang sedang bertengkar dengan yeoja itu kah?” tanyanya.

“Bukan. Aku suka yang….” Kalimatku terhenti dan menunjuk Minho.

“Baiklah kalau begitu” katanya, tapi dia justru menyalakan mesin mobilnya dan berhenti tepat di belakang mobil Key-oppa.

Aku membulatkan mataku dan menatapnya tajam.

“Kita selesaikan agar kau berani menatap mereka” katanya. Aku tak mengerti apa maksudnya.

Pokoknya aku tak mau turun. Tidak mau, biar saja aku bertahan duduk di mobil ini.

Aku memasang muka sebal dan menggembungkan pipiku. Dia justru turun dari mobil dan tiba-tiba membukakan pintu untukku. Aku memandangnya dengan tatapan tajam.

“Sudah… ayo turun. Tidak cukup ya ngambeg seharian. Aku kan sudah minta maaf karena tidak bisa menemanimu jalan-jalan selama ini”

Hah… maksudmu apa?

“Jieun, terserah kau saja. Mau tetap duduk di mobilku berarti konsekuensinya kau akan ku kunci di mobil atau keluar sekarang” seringainya.

Terpaksa dengan malas aku langkahkan kaki keluar mobilnya. Hyun Jae-eonni, Key-oppa, dan Minho-oppa berjalan ke arah kami.

Bagaimana ini? Aku tak mampu menatap Minho-oppa. Aku tak berani.

“IU, kami lama menunggumu. Kami dengar kau pulang dari sekolah duluan. Kami pikir kau sakit” kata Minho.

Aku tak berani menjawab maupun menatapnya. Tiba-tiba aku rasakan ada yang menyelimutiku dengan jaket dan memegang bahuku mendekatkan diriku padanya. Aku mendongak dan aku lihat namja itu yang melakukannya.

“Jangan khawatir, tadi aku yang membawanya. Ohya, kalian teman-teman Jieun ya? Kenalkan aku Shim Changmin. Kekasih Jieun.” Katanya sambil menyodorkan tangannya pada Minho-oppa.

What??? Tunggu… Kekasih. Kau gila ya?????

Bisa aku lihat wajah Minho-oppa yang cemas berubah menjadi terkejut. Namun, kemudian senyuman mengembang menghiasi wajahnya dan dia menjabat tangan namja yang bernama entah Shim… Shim… siapa tadi.

“Oh, begitu ya. Bagus lah ^^. Kalau begitu kami pulang dulu ya. Maaf mengganggu. “ kata Minho.

“Kami pulang dulu ya” pamit Hyun Jae-eonni dan Key.

Saat menuju mobil aku masih sempat mendengar Hyun Jae berkata

“Senangnya ternyata berakhir baik. Oppa sekarang tak perlu khawatir ^^” sambil menepuk bahu Minho.

“Justru aku yang khawatir dengan begini kalian bisa makin dekat” sungut Key pada Minho dan Hyun Jae yang hanya disambut gelak tawa mereka berdua.
Mobil mereka makin menjauh dan akhirnya hilang dari pandanganku.

“ Yeoja dan namja yang bersama namja yang kau sukai itu pasangan kekasih ya?” tanyanya.

“Iya” kataku.

Kami baru sadar kalau dari tadi tangannya merangkulku. Dia melepaskan rangkulannya dan kecanggungan menyelimuti kami.
“Ehm… aku pulang dulu ya. Segera mandi dan istirahat” katanya.

“Sudah tahu. Sana pergiku” kataku sambil membuka gerbang rumahku.

Ketika sampai dalam rumah, aku sadar kalau aku masih memakai jaketnya.

Mwooo??? Jaketnya. Harus aku kembalikan.

Aku berlari keluar rumah, tapi mobilnya sudah tidak ada. Saat aku mengamati jaket itu ada tulisan di dada sebelah kiri. Shim Changmin sisanya seperti nomor induk, saat aku mengamati bagian belakang jaketnya ada tulisan besar.

Law Faculty ‘06, Seoul University.

Hohoho… Jadi mahasiswa hukum ya. Pantas penampilannya dewasa dan rapi sekali.

Hyung…. Aku tak akan membiarkan seorangpun menyakiti adikmu.

Love Scenario

LOVE SCENARIO
Author : Lily
Main Cast : Kim Kibum (Key), Choi Minho, Kim Hyun Jae
Supporting Cast : Onew, Krystal, Lee Taemin, Kim Youngwoon (Kangin)

“Hei, kau dasar anak kurang ajar. Menabrak orang lebih tua tidak minta maaf.”

Aku sudah malas mendengar kata-kata itu setiap hari. Semua orang sama saja bisanya hanya marah-marah. Di rumah eumma, appa, noona selalu saja menasihatiku dengan kata-kata yang tak perlu.

Bosan, aku mendengar celoteh mereka. Masih untung aku tak kabur dari rumah. Masih untung, aku sudi tinggal bersama kalian. Manusia-manusia pengatur.

“Ya!!!! Choi Minho. Kau itu masuk kelas sudah telat, tidak minta maaf, malah langsung nyelonong begitu saja. “ teriak Kim Youngwoon-Sosaengnim.

Malas sekali aku mendengar omelannya. Aku beranjak dari kursi dan pergi meninggalkan guru yang masih mengumpat tidak jelas. Ke kantin saja ah…….

Seperti biasa yang ada di kantin jam segini adalah Kim Jonghyun a.k.a Jjong, sahabatku. Kami sama-sama troublemaker sekolah ini. Onew, ketua OSIS kami saja menyerah menasihati kami berdua. Menurutnya, kami ini makhluk paling susah diatur. Hahaha…

“Hei, Jjong kau ini jam sekarang sudah di kantin” kataku sambil menepuk bahu Jjong. Jjong yang sedang makan langsung tersedak.

“Uhhukkk…uuhhhuuukkkk….. sialan kau Minho. Kau ingin membuatku mati ya!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” teriak Jjong.

“Hahaha… baguslah kalau begitu sekolah ini akan kehilangan satu troublemaker. Pihak sekolah pasti senang” kataku asal.

“Brengsek kau. Ngomong-ngomong sudah dengar ada anak kaya yang akan bersekolah disini. Dengar- dengar dia pewaris perusahaan konstruksi besar” kata Jjong.

“Namja atau yeoja, jjong?” tanyaku.

“Kurang tahu, tapi jika dia yeoja. Tentu saja aku akan mendaftar paling awal” kata Jjong.

“Jika dia jelek bagaimana?” balasku.

“Setidaknya dia kaya” jawab Jjong.

“Hahaha… aku tak peduli. Ehm…. Nanti malam ada acara tidak??? Kita ke club” ujarku.

Malamnya kami bersenang-senang di nightclub.

“Hei… mau turun ke dancefloor g?” tawar seorang gadis. Jjong langsung mengangguk. Aku tak berminat, akupun memperhatikan sekeliling. Ramai sekali malam ini. Pandanganku beralih ke suatu ruangan. Ruangan VIP sedang disewa, club ini tergolong mahal dan berkelas di Seoul.

Aku melihat beberapa anak seusiaku masuk ke dalam ruangan tersebut. Beberapa yeoja terlihat keluar sambil memegangi perut, kelihatan mau muntah. Dasar aneh, tidak bisa minum kok malah minum. Pandanganku beralih ketika seorang gadis menyapaku, kamipun berbincang. Noona ini cukup manis juga, dia seksi dan hot. Hahaha…. Serta agresif. Tiba-tiba dia langsung mencium bibirku. Siapa takut??? Hahaha…….. Kami berhenti berpagutan ketika mendengar pertengkaran tepatnya apa ya???

Aku melihat Jjong sudah berhadapan dengan beberapa namja yang ingin mengganggu seorang gadis yang terlihat berdiri ketakutan di belakang Jjjong. Itu bukan gadis yang bersama Jjong tadi. Gadis itu sepertinya gadis baik-baik.

“Ya!!!! Hei, kalian ini kurang ajar sekali mengganggu yeoja yang sudah berkata permisi lewat di depan kalian” teriak Jjong.

“Memangnya kenapa?” kata seseorang dari namja tersebut.

Buukkkk… Jjong memukul namja itu. Aku pun turun ke bawah membantu Jjong. Noona yang bersamaku menenangkan gadis yang sedang menangis. Kami sudah terdesak hingga datang pemilik club dan security-nya.

“Keluar dari club ini” kata pemilik club. Para security sudah mau mencincang habis kami.

“Hei, lepaskan aku” rontaku.

“Ahjushi. Jangan mereka berdua yang menolongku” kata gadis itu.

“Anda nona Kim, kenapa anda bisa disini?” tanya pemilik club.

“Lepaskan mereka berdua nanti aku jelaskan” katanya.

Security hanya menendang para berandalan, kami berdua justru dapat sambutan.

“Mianhae, nona atas insiden ini. Ayah anda pasti akan sangat marah jika sampai putrinya diganggu disini” kata pemilik club.

“Oh, tidak apa-apa. Gamsahamnida, ahjushi. Lagipula salahku pergi sendiri dan pertama kali kesini” kata wanita tersebut. Tiba-tiba pria berperawakan besar masuk, tepatnya bodyguard.

“Nona, anda tak seharusnya berada disini. Dan kalian kenapa membiarkan nona pergi sendiri hah????” kata seorang ahjushi setengah baya yang datang bersama bodyguard.

“Maaf, sekretaris Hwang ini salahku. Maaf, aku benar-benar minta maaf atas semua ini. Ohya, sekretaris Hwang aku mohon jangan beritahu ayah ya. Bilang saja aku sudah menemuinya. Dan tolong rahasiakan semua kejadian ini” kata gadis yang ternyata bernama Kim Hyun Jae tersebut.

Gadis itu berpamitan dan pergi meninggalkan kami. Aku penasaran dan menanyakan beberapa pertanyaan pada pemilik club.

“Yah… akhirnya kita terpaksa pulang lebih awal. Siallll” kata Jjong ketika kami pulang.

“Sudahlah Jjong jangan mengeluh saja” jawabku santai.

Esoknya seperti biasa sekolah yang menyebalkan pun dimulai. Tidak ada yang menarik hari ini, sama sekali tidak ada kecuali seorang namja kaya yang datang mengambil alih perhatian seluruh yeoja.

Key POV

Malas sekali aku di sekolah ini. Para yeoja-nya sama saja hanya tukang cari perhatian semua. Hanya melihatku karena kekayaan semata. Aku bosan dengan gadis-gadis munafik semacam ini. Apalagi ayah bisa-bisanya aku dijodohkan dengan yeoja tidak jelas. Bagaimana rupanya saja aku tidak tahu. Dan aku tak bisa membayangkan apa yang terjadi padanya kemarin. Hahaha….

“Kim Kibum-shi. Mau makan bersama kami?” tawar beberapa orang gadis. Aku pun mengangguk. Selama makan aku sudah menyadari mereka ini sama seperti yeoja lain yang mengejarku.

Aku baru saja tiba di Korea dan orangtuaku tiba-tiba menjodohkanku.

Dasar… memang zaman apa ini???? Masih ada ya perjodohan.

Ponselku berdering ternyata eumma yang menelponku

“Yoboseyo”

“Apa??? Ke rumah bibik??? Malas eumma. Aku bahkan tak mengenal mereka. Aku tak mau” ujarku dan langsung menutup telpon dari ibuku.

Sepulang sekolah mau tak mau aku pergi ke rumah bibik, tapi tetap saja aku terpaksa kesana. Bagaimana lagi sudah ada bodyguard yang mengawasiku.

“Kim Kibum-imnida” kataku.

“Oh… kau sudah besar ya Kibum” kata bibik.

Ya, iyalah memang aku akan terus menjadi bayi. Pembicaraan di ruang makan sangat membosankan. Ahjushi, ahjumma, dan putrid tertua mereka Soo Young-noona. Katanya mereka masih punya satu putra, tapi entah sekarang dia sedang kemana.

“Aku pulang” teriak seorang namja. Ketika melewati ruang makan dia memicingkan matanya. Ternyata kami bersekolah di SMA yang sama, bagus sekali kebetulan yang tidak menyenangkan. Dia kemudian melangkah menaiki tangga meninggalkan kami. Terserah, aku juga tak peduli.

Minho POV

Braaakkkkk……

Aku menutup pintu dengan keras. Namja sok kaya itu kenapa di rumahku?

“Minho… buka pintunya. Sepupumu datang kau harus bertemu dengannya” kata eumma sambil mengetuk pintuku.

Hah???? Dia sepupuku. Sepupu darimana hah???? Eumma mulai mengomel tidak jelas, terpaksa aku mengikuti eumma.
Dasar namja sombong. Sebagai pria saja aku sadar kau menyebalkan, apa para yeoja buta ya??? Sampai memuja orang sepertimu. Wanita memang aneh.

Di sekolah Key dan Minho tidak pernah saling sapa. Mereka seolah-olah tak mengenal satu sama lain.

“Wei, Minho. Kau tahu ternyata gadis yang waktu itu adalah murid sekolah kota sebelah” kata Jjong tiba-tiba.

“Gadis yang mana?” tanyaku tidak mengerti.

“Masa’ kau lupa. Gadis yang kita tolong di nightclub” jawab Jjong.

“Bagaimana aku tahu gadis yang mana. Bukankah tiap hari kau berganti gadis” jawabku asal.

#bleetttaaakkkk…

“Brengsek kau Jjong” aku mengejar Jjong. Tiba-tiba dia berhenti mendadak dan membuatku menubruknya dari belakang.
“Hei… Jjong apa-apaan kau ini” rutukku.

Aku mengikuti arah pandangan Jjong. Aku melihat gadis yang di nightclub waktu itu. Dia bersama dengan siapa itu sekretarisnya atau entahlah. Dia berjalan menuju arah kami.

“Wah… Minho. Dia pasti datang menemui penyelamatnya yang tampan ini” kata Jjong GR. Aku ingin menahan Jjong saat dia berjalan kea rah gadis itu, tapi terlambat.

“Kau yang waktu itu kan?” tanya Jjong. Gadis itu berhenti ketika Jjong menghadangnya. Jjong tidak kah kau lihat bodyguard di belakangnya dan siap menerkammu???.

“Ne. Gamsahamnida atas yang kemarin” jawab gadis itu.

“Ehm…. Kenapa kau datang kesini?”

Ampun Jjong kau ingin dibunuh ya????

Minho, ayo bertindak sebelum Jjong dihajar habis.

“Maaf-maaf temanku kurang sopan. Kami pergi sekarang” aku menarik Jjong. Bergidik juga melihat bodyguard dan sekretarisnya yang sudah siap memakan Jjong.

“Hei, lepaskan Minho. Aku tak bisa bernafas” Aku melepaskan rangkulanku di leher Jjong, membiarkannya bernafas.

“Jjong lihat dulu dia mau kemana” kataku untuk menghentikan omelan Jjong.

Ternyata dia berjalan ke kelas 2B, tiba-tiba semua anak keluar dari kelas 2B sepertinya mereka ngeri juga melihat bodyguard masuk. Setelah gadis itu masuk, sekretaris dan bodyguard menunggu di luar. Namun, tiba-tiba gadis itu keluar dan menyuruh mereka pergi. Sekretarisnya kelihatan tidak mau. Wajah gadis itu berubah memelas dan juga menggunakan puppy eyes. Aiegyo lucu juga gadis itu. Mereka meninggalkan gadis itu cukup jauh tepatnya benar-benar meninggalkannya.

“Huh… siapa sih gadis itu? Awas saja jika sampai dia mengambil Key dari tanganku” kata seorang yeoja. Yeoja lain juga membicarakan gadis itu.

Aku dan Jjong memutuskan menguping pembicaraan di dalam kelas bersama anak-anak yang lain.

“Jadi, kau Kim Hyun Jae” kata seorang namja. Aku yakin itu Key karena memang hanya dia yang tidak keluar kelas menurut anak-anak lain.

“Ne. Kibum-shi” jawabnya.

“Maaf. Aku membuat janji bertemu denganmu, tapi aku tak datang” kata Key.

“Nde. Tidak apa-apa. Aku kesini hanya untuk menyerahkan ini” kata Hyun Jae. Akhirnya, aku ingat namanya.

“Rasanya enak. Kau yang memasaknya? tanya Key.

“Nde. Itu masakan ibuku, aku hanya mengantarnya untukmu “ jawabnya.

“Owh…. Aku pikir ini buatanmu. Biasanya gadis akan membawakan bekal buatannya bukan dari ibunya. “ Key tertawa tepatnya tertawa mengejek.

“Bagus Key. Apa-apaan membawakan bekal bikinan ibunya. Benar-benar gadis gagal” kata yeoja disebelahku. Jjong menatapnya tajam, membuat yang lain tidak berani berkomentar. Kami mendengarkan lagi.

“Ma..maaf Kibum-shi. Aku hanya menyerahkan bekal titipan ibuku” jawab Hyun Jae gemetar.

Krrreeekk… greekkk. Kami mendengar suara bangku bergeser.

“Anyeong. Kibum-shi” pintu terbuka Hyun Jae keluar, kami tersentak di posisi kami. Hyun Jae menatap kami aneh dan meninggalkan kami yang masih berdiri terpaku di tempat kami. Key berjalan menuju ke arah kami.

“Kalian kenapa??? menguping hah?” tanyanya. Aku dan Jjong langsung meninggalkan TKP. Beberapa kali kami melihat Hyun Jae, yang terakhir benar-benar membuatku dan Jjong shock.

“Kau pikir kau itu siapa hah???? Aku juga punya batas kesabaran Kim Kibum!!!!! Jangan perlakukanku seperti pembantumu. Satu lagi tenang saja semua akan berakhir setelah ini. Anggap saja orangtua kita tak pernah mengatakan apapun” teriak Hyun Jae. Kami semua yang berada di kantin terkaget-kaget, sebenarnya kami tak tahu apa hubungan mereka. Kami hanya tertarik menguping pembicaraan mereka.

Hyun Jae berlari meninggalkan kantin, Key hanya menatapnya dingin. Aku pun reflex mengejarnya, tapi dia sudah keburu jauh dan aku kehilangan jejaknya.

Sialllll…… Kenapa dia lari cepat sekali.

Hix…hix…hix…

Aku menoleh ke arah taman dan aku lihat dia duduk diayunan dan menangis. Aku berjalan ke arahnya, duduk di ayunan sebelahnya. Dia menoleh ke arahku kemudian menunduk.

“Aku tak tahu kenapa kau menangis. Tiba-tiba kau berteriak di kantin dan lagi kau tidak membawa orang-orang seram itu bersamamu” kataku.

Hening, tidak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya.

“Mianhae. Kami selalu menguping pembicaraanmu dengan Key. Yah… anggap saja kami kurang kerjaan” kataku lagi. Dia masih terdiam.

“Daripada menangisi si brengsek Key lebih baik kau bersama Jonghyun saja. Kau tahu dia sepertinya naksir kamu loh. Ingat Jonghyun, namja sok yang menolongmu di bar? Yah kalau kau masih ingat kami berdua” lanjutku.

“Jonghyun, namja berambut aneh dan berponi kuning menyala itu loh “ sambungku kemudian.

Dia menatapku dan tersenyum.

“Gamsahamnida sudah menghiburku” katanya. Dia turun dari ayunan dan berdiri menghadapku membungkuk memperkenalkan diri.

“Kim Hyun Jae-imnida” dia memperkenalkan diri. Aku pun berdiri memperkenalkan diri.

“Choi Minho-imnida” semula pembicaraan kami agak canggung. Akhirnya, semua berjalan lancar. Dia manis juga, tidak terlalu tinggi tapi cute.

Hyun Jae POV

Hari ini buatkan bekal untuk Minho deh ^^. Semoga dia suka.

Aku memutuskan pergi ke sekolah Minho, tak peduli aku dengan Key. Dia namja menyebalkan malas aku mengurusnya. Bodyguard dan sekretaris sudah ditarik sesuai permintaanku hanya sopir saja yang menemaniku sekarang.

“Pak, ke Seoul High School ya ^^” kataku pada sopir.

“Baik nona”

Sepanjang koridor gadis-gadis berbisik. Bisikan tepatnya umpatan mereka bisa jelas terdengar.

“Gadis itu lagi. Mau apa dia kesini? Key-oppa lagi pasti”

Hah??? Buat kalian saja, aku sudah tidak tertarik.

Aku berjalan menuju kelas 2F, kelas Minho. Disana aku melihat Minho sedang bersama Jonghyun dan namja lain. Mereka melihatku masuk dan memasang muka kenapa dia kemari. Minho berjalan ke arahku.

“Chagi, kenapa tak bilang kau akan kemari. Jika kau bilang aku kan bisa menunggumu di gerbang ^^” katanya.

“Surprise, oppa” jawabku.

Para namja itu bertatapan bingung, yah sudahlah mereka kan belum tahu hubunganku dengan Minho. Minho memerintahkan mereka keluar meninggalkan kami kecuali Jonghyun, dia menunggu penjelasan kami.

“Jadi kalian jadian? Minho kau ini sial mengambil kesempatan dalam kesempitan”

“Mianhae Jjong. Aku duluan yang mendapatkannya. Salahmu sendiri tidak bertindak” jawab Minho datar.

“Ehhh….. baiklah, walau tidak terima hubungan kalian tetap saja kalian tidak akan putus meskipun aku marah-marah. Iya kan?” tanya Jjong. Kami berdua mengangguk.

“Ya, sudahlah kalau begitu bekal ini untukku” Jjong seenaknya mengambil bekal yang aku bawakan untuk Minho.

“Enak saja. Beli sana, ini untukku bukan untukmu” sahut Minho. Aku hanya tertawa melihat tingkah mereka, aku pamit karena sebenarnya ini juga jam sekolah. Aku hanya ingin mengantar makan siang saja untuk Minho.

Minho mengantarku keluar, saat di koridor kami berpapasan dengan Key.

Masih saja sombong anak ini. Dasar arogan!!!!!!!!!!

Minho menggenggam tanganku dan berlalu meninggalkan Key.

“Gamsahamnida, oppa. Belajar yang benar ya ^^. Bye “ kataku.

“Bye, chagi. Hati-hati nanti telpon aku setelah sampai di sekolah.” kata Minho.

Key POV

Hyun Jae dan Minho????

Aku berpapasan dengan mereka di koridor. Minho menggenggam tangan Hyun Jae.

Bagus sekali…. Calon tunanganku bergandengan tangan dengan namja lain di depanku. Bagus sekali… Hyun Jae.

Mata pelajaran selanjutnya tidak ada yang masuk otakku. Bagaimana mungkin mereka berdua bersama????

Aku mendengar gunjingan murid-murid mengenai kami bertiga. Mereka membuat kami seperti pemeran drama cinta segitiga. Aku semakin kesal mendengar pembicaraan berbisik murid-murid di belakangku.

Hei… kau ini kenapa Key. Kenapa uring-uringan??? Biar saja malah bagus kau tak perlu bertunangan dengannya.

Pengumuman Sekolah

Festival Budaya Kerjasama Seoul High School dan Shinil High School. Acara meliputi pameran budaya korea, pentas drama, lomba menyanyi, lomba dance, dan berbagai stand.
Festival diselenggarakan mulai tanggal 20-27 Maret.
Ketua OSIS Lee Jinki

“Minho, kau senang kan? SMA kita akan mengadakan festival budaya bersama Shinil High School. Kau pasti akan menculik Hyun Jae, mumpung kesempatan terbuka lebar” kata Jjong saat kami melihat pengumuman.

Aku hanya tersenyum dan ada saja wajah mengganggu Key yang lewat. Dia berjalan bersama seorang yeoja, ratu sekolah kami Krystal yang bergelayut manja pada Key. Dengan malas Key mengikuti Krystal membaca pengumuman.

“Omo… oppa. Akan ada festival budaya pasti asyik. Kita partisipasi yuk ^^” kata Krystal. Key melihatku dan Jjong, dia membuang muka.

“Acara seperti itu tidak cocok untuk kita. Hanya cocok untuk anak-anak biasa” Mata Jjong terbelalak, dia tidak suka mendengar kata-kata Key. Aku menahan Jjong agar tidak membuat ulah lagi.

“Sudahlah, namja sombong seperti dia tidak usah dilayani” kataku.

“Jjong hari ini Hyun Jae bikin banyak kue. Dia ada kelas memasak, kita kesana yuk. Aku malas ikut pelajarannya selanjutnya” tawarku pada Jjong. Key melihat ke arah kami.

“Baiklah. Sekalian mencari gadis cantik, semoga saja yeojachingumu itu punya stok gadis untukku”

#bllettttaaakkkk……….. Aku menjitak kepalanya.

“Kau pikir yeojachinguku itu penyedia jasa layanan sex apa?” kataku.

“Hei…. Siapa yang bilang? Dasar kau saja Minho otakmu mesum.” balas Jjong. Kami meninggalkan Key dan Krystal.

Key POV

Mereka akan ke SMA Shinil. Sekolah Hyun Jae….. Aku harus mengikuti mereka.

“Krystal, aku tak enak badan. Tolong izinkan ke guru ya. Aku mau pulang” aku berlalu meninggalkan Krystal.

Aku mengikuti mereka berdua, agak jauh agar mereka tidak melihatku. Aku memarkir mobilku sebelum SMA Shinil. Aku berjalan kesana, aku melihat motor Minho dan motor Jjong diparkir di depan sekolah. Ingin sekali aku mengempeskan ban motor mereka.

Saat memasuki sekolah Shinil, murid-murid memperhatikanku dari atas sampai bawah. Aku melihat beberapa orang yeoja memandangku dengan tatapan entah apa itu.

“Bukannya itu Pangeran Seoul High School. Dia cool ya”

Hah…. Pangeran Seoul High School, aku melihat ke belakang. Tidak ada orang lain selain aku murid Seoul High School disini. Maksud mereka ini aku???? *smile

“Dia pasti teman Minho-shi namjachingunya Hyun Jae” kata yang lain.

Aiishhhh….Brengsek siapa yang sudi berteman dengan namja macam Choi Minho????

Aku mempercepat langkahku. Dimana juga cecunguk-cecunguk itu??????

Tidak sengaja aku mendengar suara Jjong.

“Minho, aku beli minuman dulu. Yeojamu tidak memberi kita minum hanya kue saja kan???” kata Jjong. Aku bersembunyi supaya Jjong tidak melihatku. Aku melihat Minho tersenyum, dia sedang memandang ke luar jendela. Tiba-tiba pintu ruangan terbuka, aku melihat Hyun Jae membawa satu nampan cake dan setoples kue.

“Oppa, mana Jonghyun??? Katanya dia mau kue?” tanya Hyun Jae

“Sedang beli minum” sahut Minho.

“Eh itu cake strawberry ya?” tanya Minho menunjuk cake di atas nampan yang dibawa Hyun Jae.

“Iya. Mau coba?” tanya Hyun Jae dan menyuapkan cake ke Minho.

Sialll…. Mereka bermesraan di sekolah. Dasar anak-anak tak tahu situasi.

“Hei……” teriak Jjong berlari ke arah mereka berdua.

Aduh Jjong kembali. Mati jika dia melihatku, tapi sepertinya dia tidak melihatku dia langsung menghampiri mereka berdua.

“Kalian ini sudah mulai start duluan. Mana bagianku?” tanya Jjong.

“Ini kau bisa ambil semuanya” kata Hyun Jae.

“Hah… semuanya??? Lalu aku????” tanya Minho dengan muka bodoh.

“Untuk oppa aku sudah siapkan lebih banyak. Hehehe ^^ sebentar ya” kata Hyun Jae.

Dia masuk dan mengambil nampan kue yang lain, yang lebih banyak jenisnya.

“Mau pakai fla yang mana? Ini juga ada berbagai macam cream. Aku rasa oppa harus coba cream blueberry enak loh” tawar Hyun Jae.

“Boleh, aku mau coba semuanya ^^”

“Ah… aku pergi ya. Malas melihat kalian berdua, Minho aku minta yang ini” kata Jjong sambil mengambil beberapa kue dari nampan yang ada di tangan Minho. Minho hanya tersenyum saja.

Mereka berdua menuju bangku panjang di sudut ruangan. Aku tak bisa mendengar pembicaraan mereka. Terlalu jauh jarak mereka dariku.

What???? What is he doing??? Damn….

Minho merangkulkan tangannya di pundak Hyun Jae. Key benar-benar merasa panas kali ini. Dia benar-benar marah, dia meninggalkan mereka berdua. Dia tak peduli berpapasan dengan Jjong. Yang ingin dia lakukan hanya pergi dari tempat itu.


Siallll….. Berani-beraninya dia menyentuh tunanganku. Apa maunya???? Brengsek kau Choi Minho.

Malamnya aku putuskan bertamu ke rumah Hyun Jae. Orangtuanya sangat senang, tapi Hyun Jae terlihat sangat sebal.

“Hyunie keluar sama Key sana. Kau sedang tidak ada kerjaan kan?”

“Tapi eumma, aku …” sebelum menyahut appanya sudah menatap Hyun Jae tajam. Dia mengangguk pasrah.

“Kami pergi dulu ahjumma, ahjushi” kataku.

Di mobil Hyun Jae hanya diam saja. Dia bahkan tidak sudi melirikku, dia hanya memperhatikan luar.

“Hyun bagaimana kabarmu?” tanyaku basa-basi.

“Bukankah, kau sudah tahu” katanya.

“Sudah tahu?” tanyaku bingung.

Hyun Jae menarik nafas panjang, “ Sudahlah. Aku baik-baik saja. You see” jawabnya.

“Iya. Sangat baik tentunya, kau sudah menemukan pasangan yang tepat bukan”

“Apa maksudmu?” katanya sambil menatapku tajam.

“Choi Minho. Siapa lagi? Kalian pasangan yang serasi. Aku rasa kau pasti akan sangat senang jika rencana pertunangan kita gagal. Sehingga kau bisa menikmati kebersamaanmu bersama Minho” kataku.

“Apa maksudmu hah?” tanyanya.

“Kau sudah tahu maksudku kan??? Kim Hyun Jae…. Kau melanggar komitmen, bisa-bisanya kau bersama pria lain” bentakku.

“Melanggar komitmen???? Memangnya komitmen apa yang aku langgar??? hah!!” dia gantian membentakku.

“Kau itu calon tunanganku bisa-bisanya kau berduaan dengan Minho” jawabku kasar.

“Berhenti sekarang!!!!!” teriaknya. Aku mengindahkannya, tiba-tiba dia merebut setir mobil. Hampir saja kami menabrak mobil lain. Akhirnya, aku menghentikan mobil di tepi jalan, dia turun padahal di luar hujan.

“Hyun Jae tunggu” teriakku di tengah hujan. Jalannya cepat sekali, aku sedikit berlari dan meraih tangannya. Membalikkan badannya agar menghadapku.

“Kau dengar aku tidak suka kau bersama Minho. Kau milikku” kataku.

“Hah???? Sejak kapan???? Kau itu bukan siapa-siapaku” teriaknya.

Aku memegang wajahnya dan mencium bibirnya. Dia terlihat sangat kaget. Dia mendorongku dan mengusap bibirnya.

“Brengsek kau. Aku tak sudi melihat mukamu lagi” teriaknya. Dia berlari dan menyetop taksi yang kebetulan lewat.
Bodoh… Key apa yang kau lakukan.

Arrrgggggggggghhhhhhhhh……. Sialllll….. Brengsekkk…….. Aku berteriak sekeras-kerasnya di tengah hujan.

Setelah kejadian itu Hyun Jae tidak pernah berkunjung ke Seoul High School lagi, Minho yang sepertinya gantian pergi ke Shinil High School. Minho tidak bereaksi atas kejadian itu, mungkin Hyun Jae tidak menceritakannya pada Minho. Aku benar-benar merasa bersalah. Mungkin baiknya aku membatalkan rencana pertunangan kami. Hyun Jae mencintai Minho bukan aku. Ya, itu cara yang paling tepat sebagai ungkapan penyesalanku.

“Hei, oppa besok festival budaya dimulai loh. Aku mau kado special untukku, kau harus melakukannya” kata Krystal membuyarkan lamunan Key.

“Lihat saja nanti” balas Key yang pergi meninggalkan Krystal.

Festival berlangsung meriah, murid dua sekolah tersebut berbaur meramaikan festival. Banyak cinta lokasi dan cinta pada pandangan pertama menghiasi festival itu.

“Hyunie coba ini” kata Minho sambil menyuapkan kimbab ke mulut Hyun Jae.

“Bagaimana enak? “ tanya Minho.

Hyun Jae mengangguk. “Oppa, kita ke stand lain. Lihat-lihat semua ^^”

“Tentu saja kita akan melihat semuanya, Chagi. Apapun asal kau senang ^^” jawab Minho.

Minho menggenggam tangan Hyun Jae. Key yang melihat hal itu tersenyum kecut.

Pasangan yang serasi. Mereka cocok, Key saatnya melakukan hal yang benar.

Aku pergi menemui Krystal yang sedang berada di stand bunga.

“Krystal, kapan hari pendaftaran kontes menyanyi? Aku bersedia ikut”

“Horee… oppa ikut ^^. Sudah aku daftarkan sih hehehe…. Makanya aku memaksa oppa ikut kekeke ^^” kata Krystal.

Malam puncak festival budaya akhirnya tiba. Malam final kontes menyanyi dan juga pentas drama. Malam puncak akan berlangsung semalam suntuk. Benar-benar meriah ditambah saat jam 12 malam akan ada pesta kembang api.

“Wowh…. Hari ini sangat ramai ya. Pentas drama, dance, sing, semua all out. Memasuki babak final. Sekarang tinggal 5 peserta untuk tiap kontes bakat, yah kalau dance dalam bentuk team, dan drama cukup 1 pementasan saja. Iya kan?” kata Taemin anak kelas 1 Shinil, host untuk acara puncak.

“Iya, benar sekali. Malam puncak ini disusun sedemikian rupa untuk bisa meninggalkan moment terbaik bagi kedua sekolah. Terima kasih untuk Kepala Sekolah Seoul High School dan Kepala Sekolah Shinil High School yang telah mendukung festival budaya bersama ini. Tidak lupa juga untuk murid-murid kedua sekolah yang sangat hebat dan antusias mengikuti semua rangkaian kegiatan di festival kali ini. Gamsahamnida ^^ “ kata Onew, ketua OSIS Seoul High School yang juga didaulat sebagai host malam itu.

“Ya!!!! Saatnya kita mulai saja acara yang sudah ditunggu-tunggu ini” kata Taemin.


Hyun Jae POV

Malam ini ramai sekali. Semua berkumpul untuk menyaksikan acara malam puncak, acara terakhir dari semua rangkaian kegiatan festival budaya ini.

“Hyun Jae sudah siap melihat penampilan Key?” goda Minho.

“Ah… oppa apa-apaan sih” kataku.

“Hahaha…. Tidak perlu malu-malu seperti itu. Rencana kita sepertinya berhasil Key benar-benar masuk jebakan kita” kata Jjong.

“Yah… mungkin, tapi setelah kejadian itu. Key sama sekali tidak pernah muncul di hadapanku. Aku juga hanya mengamatinya dari kejauhan saat dia tampil di audisi. Yah… sepertinya dia benar-benar menganggap kata-kataku itu serius.” kataku lesu.

“Sudahlah sebaiknya kita mencari tempat duduk sebelum kehabisan tempat” kata Minho.
“Jangan khawatir ya ^^” tambah Jjong.

“Ohya kalian cari tempat duduk. Aku akan membantu persiapan di panggung. Tadi Onew memintaku membantunya” lanjut Jjong.

Drama yang dipentaskan benar-benar membuat para penonton tertawa terpingkal-pingkal. Membuat cerita kolosal dengan campuran budaya modern dan tradisi, cerita percintaan berbumbu komedi. Benar-benar sangat menghibur. Dance di selang-seling dengan singing agar penonton tidak bosan. Konsep acara yang pantas diacungi jempol. Onew kelihatan sangat senang dengan antusiasme penonton.

“Sekarang peserta keempat kita. Siapakah dia???? Dikenal sebagai Pangeran Seoul High School….. Ya ini dia Kim Kibum atau yang lebih akrab disapa Key. Mana dukungan untuk Key????”

Tepuk tangan dan teriakan penonton mengelukan nama Key. Tidak hanya murid Seoul High School saja yang meneriakkan namanya, tapi juga yeoja Shinil High School. Masyarakat yang ikut melihat acara tersebut juga memberi dukungan pada Key.

Kami duduk di sebelah yeoja-yeoja Seoul High School, di depanku duduk Krystal yeoja yang dekat dengan Key atau mungkin yeojachingunya.

“This is song special for girl whom I love the most”

Kyyyaaaa…… Teriakan penonton makin menjadi ketika Key mengatakan hal tersebut.

Krystal tersenyum, dia merasa sangat senang Key mengatakan cintanya di depan umum. Dia merasa inilah saat Key mengutarakan kata-kata yang selama ini dia tunggu.

“Krystal, sungguh romantis dia menembakmu justru di depan umum”

“Tak aku sangka dia memanfaatkan moment ini untuk mengungkapkan perasaannya padaku. Aku tak sabar mendengar dia menyanyi ^^ “ kata Krystal.

Rasanya sakit sekali mendengar kata-kata Krystal. Ciuman kemarin juga hanya dasar kemarahan Key tidak lebih, bukan cemburu karena cinta, tapi karena tidak mau barangnya direbut namja lain. Buat Key, aku bukan siapa-siapa.

Cheoeumeun anijyo sashil malhajamyeon
Sarangdo eebyuldo haebwatjyo
Hajiman eoryeoweoyo ee maleul mideojweoyo
Geudaeneun dallayo
Hello, hello
Eebunaen nareul da geolgaeyo
Ooh yeah, baby baby baby girl
Hello, hello
Jigeumeun eoddeolji mollado
Who knows? Eojjeom oorin
Hello, hello
Naegae gihwaereul jweoyo
Hello, hello
Geudae jigeumeun eoddeolji mollado

It’s not my first time to be honest
I’ve loved and broken up before
But it’s hard, please believe these words
You are different
Hello, hello
I’ll bet my all this time
Ooh yeah, baby baby baby girl
Hello, hello
I don’t know how you feel right now
Who knows? We might
Hello, hello
Hello, hello
Please give me a chance
Hello, hello
I don’t know how you feel right now

Hatiku tambah sakit. Aku memutuskan untuk meninggalkan tempat dudukku, tapi Minho menahan tanganku. Aku terpaksa duduk kembali.

“Dengarkan sampai selesai dan kita akan tahu apa yang dia rasakan. Lagu ini untukmu atau Krystal setidaknya kau akan tahu” kata Minho.

Aku mendengarkan lagu sampai selesai, walaupun lagunya dibawakan dengan ceria. Namun, justru awan gelap menyelubungi hatiku. Aku tertunduk pasrah.

“Maybe it’s too late, but I just want to say what I feel. Forgive me for everything. Please, take care my lovely girl. I know you’re the best boy for her. Tommorow, I’ll fly to USA. “

Semua terdiam mendengar kata-kata Key. Krystal langsung tahu itu bukan kata-kata untuknya. Key menarik nafas panjang dan mengatakan kata terakhirnya.

“Neoman Saranghae, Kim Hyun Jae ^^. Hope your life always surrounding by happiness. Bye “
Key turun dari panggung dan mengusap matanya yang berkaca-kaca.

Penonton mulai bertanya-tanya yang mana Kim Hyun Jae. Anak Shinil High School semua berbisik, suasana tambah ramai.

“Ehm… sepertinya ada sedikit hal yang tidak direncanakan disini.” kata Onew.

“Sepertinya begitu” Taemin juga jadi ikut bingung dengan kejadian yang tak terencana tersebut.

Jjong yang melihat Hyun Jae tidak bereaksi langsung tak sabar dan berlari dari belakang panggung kemudian merebut mic yang dipegang Onew.

“Hyun Jae…. Lakukan sesuatu. Sebelum Key benar-benar pergi dari hadapanmu. Pabo!!!!!!!!”

“Iya, kak Hyun. Jika kau mencintai kak Key jangan biarkan dia pergi. Hwaiting” teriak Taemin yang sudah mulai mengerti situasi yang terjadi.

Hyun Jae langsung tersadar dan beranjak dari tempat duduknya. Dia melihat Minho, Krystal, dan teman-temannya mengangguk.

“Hyun Jae, Key tadi terlihat menuju parkir. Hwaiting” kata seseorang. Hyun hanya tersenyum dan berlari menuju tempat parkir. Jarak tempat parkir dan auditorium cukup jauh ditambah lagi padatnya orang yang menonton acara ini.

Huuuhhh…. Hhuuhhhh….

Hyun Jae mengatur nafasnya yang tersengal. Dia tiba di tempat parkir, tapi tidak menemukan mobil Key.
Dia mulai menangis.

“Key…. Bodoh. Kenapa kau pergi begitu saja sebelum aku menjawab pernyataanmu. Hix…hix…hixx”

“Percuma sandiwaraku dengan Minho jika pada akhirnya kau meninggalkan…. Key brengsek” teriakku.

“Nado Saranghae Kim Kibum… hix…hix… hix…” Aku duduk dan memeluk lututku. Rasanya dadaku benar-benar sesak.

Hyun Jae merasa benar-benar putus asa, dia memeluk lututnya. Tak berapa lama dia mendongakkan wajahnya ketika melihat seseorang berdiri di hadapannya dan tersenyum pada Hyun Jae.

“Key…. Kau” Hyun berdiri dan memeluk Key. Key terkejut namun dia membalas pelukan Hyun Jae.

“Aku pikir kau akan membiarkanku pergi” kata Key.

Hyun melepaskan pelukannya dan menatap mata Key lekat.

“Aku pikir kau akan meninggalkanku pergi” jawab Hyun Jae.
Key tersenyum, “Aku pikir kau mencintai Minho jadi aku harus membiarkan kalian bersama. Sandiwara yang sangat hebat, scenario brilian” Sambil menyeka air mata Hyun.

“Love Scenario, tapi berhasilkan” jawab Hyun Jae tersenyum bangga.

“Aku tidak suka kau jalan dengan Minho, meski itu hanya sandiwara” kata Key.

“Mwoo???? Kau cemburu ya??? Hehehe ^^”

“Tidak” muka Key bersemu merah.

“Halah mengaku saja”

“Siapa bilang aku cemburu?” kata Key setengah berteriak.

“Ya sudah kalau begitu. Aku mau menemui Minho ah” balas Hyun yang berbalik meninggalkan Key.

Key langsung menarik Hyun dan mencium bibirnya lembut. Di akhir ciuman…..

“Auuwwwhhhhh….. Key kau menggigit bibirku, bodoh. Berdarah ni”

“Biar Minho tahu kau itu milikku dan semua namja tahu kau sudah ada yang punya” jawab Key santai.

#blleetttaaakkkk Hyun Jae menjitak kepala Key. Mereka berkejaran keluar parkiran, di luar sedang ada pesta kembang api.

Mereka berhenti dan menikmati kembang api di angkasa. Key merangkul Hyun Jae dan berbisik,

“Neoman Saranghae Kim Hyun Jae”

“Nado Saranghae Kim Ki Bum” kata Hyun sambil berjinjit mencium pipi Key.

Snow Prince [Chapter 4 = Manager]

 

*crash*

was what i heard when i was deep in my thoughts. I turned around to see Jonghyun surrounded with broken plates.

I knew something like this will happened, I shouldn’t have let him clean the plates

~ flash back ~

Jonghyun’s POV

“I’m going to go and clean the plates now, you should all revise on what I taught you” said Yuki

“Oh, Yuki, let me clean the dishes” I said

“Really? thanks” said Yuki, cheerfully

Time for me to bring out my perfect skills

Yuki’s POV

“I’m going to go and clean the plates now, you should all revise on what I taught you”  I said

“Oh, Yuki, let me clean the dishes” said Jonghyun

“Really? thanks” I said cheerfully

Hmmm so guys can be useful in these times.

~ end of flash back ~

arghh why did i leave him in charge. I ran quickly to Jonghyun and I saw that he was bleeding so i told Key to fix him. When that was taken care off, I put some gloves on and i both slow and quickly picked up the broken pieces of the plate and put them all in the bin. Also to make sure it was all gone, I swept the floor.

I was suddenly called in by the manager. Someone told him about the incident and I was told that I was fired. The word fired echoed into my thoughts and then i saw tears coming out of my eyes. I slowly walked out of the manger’s office and to avoid people asking whats wrong, I quickly got my stuff and left the restaurant.

Minho’s POV

ah, it’s Yuki, i wonder what she’s doing. I walked to a spot where i could see what she was doing. She’s picking up the broken pieces of the plates, she shouldn’t do that, but luckily she has gloves on. ehh? the manager is now calling her. I waited 5 minutes and I was going to go off and finish my job but then I saw her. I was going to call out to her but I saw small tear drops sliding off her face.

I wonder what happened. Continue reading

Snow Prince [Chapter 3 = SHINee]

 

notes: * = Korean talking and ~ = English talking


I woke up that morning and remembered what happened last night, it was if i was dreaming but i wasn’t because i saw the outfit i wore that night on my chair. I got out of bed and did my usual routine and went off to work. When i arrived at my work place, Sakura pulled me over to where everyone was.

“The manger has an announcement to make” said Sakura in a low voice almost a whisper

“ok” I said

I followed Sakura and listened to what the manger had to say

“Okay i have an announcement to make, we will have SHinee work here as an employee, because their entertainment wants them to have a non-celebrity job experience. Therefore i want you guys to worker and if possible, help them out if they are needed” said the Manger

I could hear all of the girls screaming, but I was thinking, “who’s Shinee?” I don’t really pay attention to celebrities. I saw Sakura all excited, so i guess these guys must be famous and nice. Continue reading

%d bloggers like this: