Tag Archives: Kim Hyunjoong

Hello ! My Lucifer 7 (Noone Love Us/?)

Hello ! My Lucifer
Genre: Romance, Comedy, Tragedy, Family, Friendship
Author: Lily
Cast : Kim Hyun Jae, Kim Ki Bum, Kim Hyun Joong, Yesung, Lee Donghae, Cho Kyuhyun, Choi Minho, Lee Gi Kwang, Choi Soo Young ditambah…..
Shin Hyera, Park Nana, Yericha Jang, Janrang Park, Shim Minra….. cast selanjutnya menyusul…. pokonya dibikin seramai galaksi deh….Aktor dan aktris adalah nyata, tapi tempat, kejadian, dan beberapa hal disclaimer karangan author.

Part I , Part II , Part III , Part IV, Part V, Part VI

“Kamu anak kelas 3F itu kan? Ohya, mianhae siapa namamu?” tanya Donghae sambil menyetir.

“Yericha, Jang Yericha. Lee songsaenim” jawab Yericha sopan.

“Yericha nama yang manis” puji Donghae dan 100% mampu membuat Yericha tersipu.

Donghae mengantar Yericha sampai masuk. Sebagai guru dia merasa punya tanggungjawab mengingatkan orangtua Yericha.

“Yericha!!! Kau ini kemana saja? Lama sekali. Kau ini….”

“Ehm… ehm” eumma Yericha yang sudah siap memarahinya jadi terhenti ketika mendengar deheman Donghae. Eumma melirik ke pria yang berada di belakang Yericha.

“Siapa itu? Namjamu? Tumben kau pintar memilih namja” bisik eumma pada Yericha.

“Eumma, dia guruku” jawab Yericha lirih.

Donghae yang tak mau berlama-lama langsung membuka percakapan.

“Sebelumnya perkenalankan saya Lee Donghae, guru bahasa inggris di sekolah Yericha. Tadi terjadi peristiwa kurang menyenangkan yang menimpa Yericha. Dia dihadang 2 orang pria saat pulang belanja. Kebetulan saat kejadian saya juga sedang berada disana. Saya…” belum selesai Donghae bicara, eumma menyela.

“Jadi anda menyelamatkan Yericha dan menghajar 2 pria tadi. Omooo… Gamsahamnida, saya sangat berterimakasih” kata eumma Yericha seraya memeluk Donghae.

Donghae kaget dan langsung tertegun. Eumma Yericha melepaskan pelukannya.

“Donghae-shi karena anda telah menyelamatkan putrid saya sebagai tanda terima kasih. Sebentar saya ambilkan dulu…” eumma Yericha masuk ke dalam.

“Mianhae, eumma saya…” Yericha garuk kepala mau bingung mau bilang apa.

“Eummamu lucu yah. Pasti menyenangkan punya eumma yang aktif”

Aktif ???? Maksudnya apa ini ???

“Maksudku eummamu orang yang menyenangkan” tambah Donghae.

Yericha tersenyum kecut.

“Donghae-shi kue-kue ini untuk anda. Saya baru membuatnya semoga anda suka” kata eumma Yericha dan menyerahkan bungkusan kue pada Donghae.

“Gamsahamnida, Nyonya Jang. Mianhae malah jadi merepotkan begini ^^”

“Ah…tidak nak Donghae. Anda sudah menolong Yericha ini tak seberapa” kata eumma Yericha dan menyentuh bahu Donghae.

Eumma ini ambil kesempatan mulu…. Ingat umur eumma…

“Kalau begitu saya permisi” ucap Donghae.

“Hati-hati. Kapan-kapan main kesini yah” kata eumma Yericha dan mengantar Donghae keluar rumah. Tak lupa melambaikan tangan ketika mobil Donghae meninggalkan pekarangan rumahnya.

Yericha sangat sebal melihat eummanya yang bisa begitu dekat dengan Donghae.

“Eumma…. Kenapa eumma peluk Donghae songsaenim? Eumma seolah sudah mengenalnya saja. Sok akrab lagi” decak Yericha sebal.

“Memang sudah kenal tadi kan sudah kenalan” jawab eummanya datar dan pergi meninggalkan Yericha yang dongkol.

Tidak mungkin… Jangan sampai sainganku eumma. Aihhh… Jangan berpikir macam-macam, eumma kan punya appa.

Yesung POV
Aku mengikuti Donghae mengantar Yericha ke rumahnya. Aku menonton adegan dramatis yang diluar dugaan. Donghae mendapat pelukan dari eummanya Yericha. Yang bisa aku lakukan hanya ngakak, menurutku ini moment menarik untung aku membawa handycam jadi langsung saja mari zoom dan rekam adegan. Ini pasti hiburan menyenangkan bagi semuanya. Aku mengirim pesan ke semua.

To : Kyuhyun, Hyunjoong, Minho, Gi Kwang, Jonghyun, Donghae
Message : Besok semua berkumpul di apartemenku ada berita besar yang harus kalian ketahui. Jangan lupa siapkan mental kalian, jangan sampai shock berat.

Bahasaku sangat serius membuat pesan yang masuk padaku juga bernada khawatir.

From : Minho
Message : Hyung, ada apa? Apa yang terjadi?

From : Jonghyun
Message : Berkumpul sekarang saja jika ini berita besar lebih baik kami semua tahu dengan segera.

Satu pesan lagi masuk. Hah??? Yoona??? Ada urusan apa Yoona mengirim pesan padaku. Tidak ada angin tidak ada hujan. Apa jangan-jangan dia ada feeling ya padaku. Hehehe…..

From : Yoona
Message : Mianhae, hyung. Ini Gi Kwang, pulsaku habis jadi pinjam Yoona. Hyung, ini masalah apa ya? Menyangkut apa, siapa, dan seberapa urgen? Ohya, satu lagi jam berapa harus berkumpul?

Ternyata Gi Kwang, aku pikir Yoona hehehe….

Sisanya tidak membalas pesanku, tapi tak lama handponeku berdering.

“Yoboseyo, ada masalah apa?” tanya suara di seberang.

“Besok saja” jawabku.

“Sunbae, kau mau hidup tenang atau…” Kyuhyun menggantungkan perkataannya.

“Kau mengancamku? Mau aku adukan scandalmu pada Sooyoung? Ingat aku ini sunbaemu saat SMA loh”
Kyuhyun pasti tak mau aku menceritakan peristiwa bodoh saat SMA.

Ayolah, menyerah tidak

“Baiklah. Aku tunggu besok, tapi kau tidak lupa kejadian di club hokey juga kan? Kau dan Kim Taeyeon…. Hahaha”

Sial…. Setan ini masih ingat juga. Baiklah impas sama-sama memegang kelemahan. Sepertinya dia memang terlahir dengan sifat intimidasi.

Saat aku melewati gang menuju apartemenku, aku melihat seorang yeoja yang tengah duduk di pinggir jalan sambil menangis. Iba juga aku melihatnya, mobilku berhenti tepat di depannya.

“Kamu kenapa?” tanyaku.

Saat dia mendongakkan wajahnya, kaget luar biasa.

Shim Minra?

Dia malah terus menangis. Baiklah apa yang harus aku lakukan sekarang. Terpaksa aku membiarkannya naik ke mobilku.

Ini akan jadi hal yang aku sesali sepertinya. Semoga saja Taeyeon tidak menggantungku jika tahu ada yeoja yang naik di mobilku.

Janrang POV

Kim Jonghyun…..
Namanya selalu terngiang di pikiranku. Manis, tampan , dan baik.

Aku mencoret-coret sesuatu di kertas dan sedikit kaget ternyata aku justru membuat sketsa wajahnya.

I think I love you kuron-gabwayo
Cause I miss you kudae-man omsumyon
Nan amugotdo mo-thago jakku
saeng-gang-nago iron-gon bomyon amu-rae-do
I’m falling for you nan mullat-jiman
Now I need you onu-saen-ga nae mam
Kipun gose aju kuke jarichamun kudaeye mosubul ijen puwayo
Urin ano-ullindago chin-gu guke ddak chuhtago hmmm…
Hanabuto yolkae todaeche mwo han-ge-rado mannunke onnunde
Ottohke sagwil su-in-nyago maldo andwaenu-nae-girago
Malhamyo dullo daet-jiman ijedonun nan kurogiga shi-rhun-goryo

Jonghyun POV

“Berarti aku harus mengajaknya jalan-jalan? Begitu?” tanya Jonghyun pada Kyuhyun.

“Ya, begitulah. Aku rasa itu tak sulit bagi playboy macam kau” kata Kyuhyun.

Hahahaha…. Aku terbahak, masih saja image itu melekat padaku.

“Ngomong-ngomong, tak salah ya memasangkan anak-anak kecil dengan pria dewasa?” tanya Jjong.

“Maksudnya?” balas Kyuhyun.

“Hyunjoong dengan yeoja bernama Nana dan Donghae dengan Yericha?” tanyaku.

“Yah, kondisional saja lah. Jika terjadi sesuatu di luar dugaan tinggal memikirkan langkah selanjutnya. Jangan khawatir semua yang masuk dalam permainan ini adalah bidak caturku. Skak match, aku menang Jjong” kata Kyuhyun ketika berhasil memakan King punyaku.

“Aiiishhh…. Sial” teriakku.

“Kami datang” teriak beberapa namja dari depan. Yesung-hyung yang sedang sibuk menonton tv mengahmpiri mereka.

“Oh… kalian sudah datang duluan yah” tanya Minho.

Aku dan Kyuhyun mengangguk.

“Ayo, kita mulai saja ada yang ingin aku tunjukkan pada kalian”

Yesung kemudian menghubungkan handycamnya dengan tv.

Brruuussshhh…. Donghae menyemburkan coca cola yang diminumnya.

Hahaha……. Semua tertawa melihat adegan Donghae mendapat pelukan eumma Yericha.

“Hyung, kau suka ibu-ibu yah? Nanti aku bilang eumma deh” tawa Gikwang.

“Wowh… Pelukan gratisan… Cocok untuk anak magister ekonomi. Semakin murah, semakin bagus apalagi yang gratis” ejek Hyunjoong.

“Donghae ternyata selera semua generasi mulai dari cabe rawit hingga paprika” Kyuhyun tak ketinggalan.
Donghae benar-benar malu berat yang ingin dia lakukan sekarang hanya membunuh Yesung….

“Yesung!!!! Sini kau” Yesung berlari dari kejaran Donghae.

“Hyung mau aku bantu” teriak Minho yang membantu Donghae mengejar Yesung.

Adegan selanjutnya skip… Terlalu kejam.. ha3333

Hyunjoong POV

Pagi-pagi aku harus sudah berada di rumah sakit. Iya, jika bukan karena rencana gila Kyuhyun tak bakal aku kemari. Berpura-pura baik pada gadis yang mencelakakan adikku. Tak sudi, ingin sekali aku menghardiknya habis-habisan.

“Suster kapan aku bisa pulang?” tanya Nana saat suster membawanya jalan-jalan dengan kursi roda.

“Secepatnya setelah therapy terakhir. Luka karena kecelakaan kemarin juga belum sepenuhnya sembuhkan?” jawab suster. Nana mengangguk. Oh, dia habis kecelakaan yah.

Kasihan juga… Aiiishhh Hilangkan jauh-jauh pikiran itu. Dia salah satu yang bertanggungjawab atas sakitnya Hyun Jae kemarin.

Semua orang boleh bilang aku jahat, tapi bagiku adikku adalah yang pertama.

“Aku tinggal disini yah” kata suster. Nana tersenyum ke arah suster yang pergi meninggalkannya. Nana berusaha mendorong kursi rodanya, dia masih pucat dan tak tega juga.

Aku membantunya mendorong kursi rodanya. Dia menengok dan terlihat kaget saat melihatku.

“Jangan khawatir aku bukan orang jahat. Kebetulan tadi lewat dan melihatmu kesulitan mendorong kursi roda. Jadi, aku bantu saja ^^” ucapku basa-basi.

“Gamsahamnida” tunduknya malu.

“Kau sendiri? Kemana orangtuamu?” tanyaku.

Dia justru menunduk lebih dalam. Sepertinya dia menangis.

“Kau tak apa?” tanyaku.

Dia mengangguk dan menghapus air matanya.

“Ohya, mau aku temani jalan-jalan?” tanyaku. Kali ini aku melakukannya dengan tulus.

Yericha POV

Dari Gikwang tepatnya bantuan dari pacar Gikwang, Yoona-eonni akhirnya aku mendapatkan alamat Lee Donghae-songsaenim.

Bolehlah aku membuntuti guruku sendiri….

Saat aku kesana, aku melihat dua orang namja di pekarangan tepatnya lapangan basket kecil. Eh bukannya itu Choi Minho, ehm satunya siapa yah?

Tak lama kemudian dari dalam keluar seorang yeoja membawa minuman. Tunggu sepertinya aku kenal yeoja itu. Bukankah dia yang… dia kan guru yang kami kerjai waktu itu Kim Hyunjae.

Ada perasaan bersalah padaku, tapi aku justru tidak ingin meninggalkan tempat itu dan mengamati mereka. Namja yang tak aku kenal itu mendekati Hyunjae-eonni yang baru keluar dan mengambil minuman yang disodorkan Hyunjae-eonni.

Minho pun berhenti bermain dan mengambil minuman yang ada di nampan, selesai minum dia langsung meletakkan gelasnya kembali dan bermain. Sedangkan, namja itu dan Hyunjae duduk memperhatikan Minho bermain.
Ini apa? Kenapa mereka bisa seakrab itu? Apa hubungan Hyunjae dengan Minho? Dan kenapa mereka semua berada di rumah Lee Donghae-songsaenim.

“Hei… kau sedang apa mengendap-endap disitu?” aku terlonjak kaget dan menemukan seorang namja aisshhh… manis, cute, wowh… tengah menatapku aneh.

“Eh..eh..” Belum sempat aku menjawab. Dia mengernyitkan dahinya dan malah menyeretku menemui mereka.

“Hyung… ada yang mengendap-endap di depan pekarangan rumah?” katanya.

“Kau” kata Minho kaget. Begitu juga namja itu dan Hyunjae.

Minho POV

Mati aku… Bisa habis riwayat kami. Jika sampai ketahuan… tutup buku semuanya.

“Anyeong” sapa Hyunjae tersenyum ramah.

“An..an..anyeong” balas Yericha.

“Jangan takut. Kemarilah” kata Hyunjae dan menarik tangan Yericha.

“Ada urusan apa kemari?” tanya Hyunjae.

“Ehm..ehm..ehmmm…” Yericha bingung mau bilang apa.

“Katakan saja” bisik Hyunjae.

“Aku ingin berterimakasih pada Lee Donghae-songsaenim” jawab Yericha.

“Songsaenim????” Taemin agak kaget dengan kata-kata itu.

Aku buru-buru menutup mulutnya dan menatapnya tajam agar tidak banyak berulah.

Taemin mengangguk tanda mengerti….

“Owh… Donghae-hyung sedang tak ada di rumah. Kau mau titip salam katakan saja pada adiknya” kata Key dan menunjuk Taemin.

Yericha bingung dan menatap kami semua bergantian.

“Apa hubungan kalian semua?” tanya Yericha.

Mampus… Bagaimana ini?

Key POV
“Apa hubungan kalian semua?” tanya Yericha.

Bukan pertanyaan sulit. Aku tak akan berbohong hanya sedikit mengolah kata. Apa gunanya jadi mahasiswa hubungan internasional kalau tidak pandai mengolah kata.

“Taemin ini hobae Hyunjae saat Hyun masih SMA di Shinil Highschool. Dan aku ini namjachingu Hyunjae, Minho sendiri adalah teman Taemin. Jadi, jika kebetulan kami berkumpul disini itu wajar, rumah Taemin sudah menjadi markas bermain kami sejak dulu” jelasku sambil menatap Taemin.

Taemin mengangguk lemah.

Aku tak berbohong memang benar Taemin hobae Hyunjae. Minho jelas teman Taemin karena mengenal dua hyungnya Lee Donghae dan Lee Gikwang ditambah lagi dulu Seoul Highschool sekolahku pernah mengadakan acara bersama Shinil Highschool. Ceritanya bisa klik di ff oneshot Love Scenario . Hehehe…. 100 untukmu Key. Bangga….

“Oh….” Yericha hanya ber-oh-oh ria.

Minho POV

Key bisa sekali yah menjelaskan dengan jujur hanya dengan sedikit mengubah cara penyampaian. Meski, ada poin-poin yang sedikit terlewat. Untungnya, Yericha tidak terlalu sadar.

“Minho, kalau begitu aku masuk dulu yah?” tanya Taemin.

Aku akui Taemin mewarisi otak Donghae dan Gikwang, mudah mengerti situasi demi keamanan sendiri. Parah….

“Aku ikut Taemin masuk yah eonni, hyung”

Aiiissshhh…. Sial Key dan Hyunjae terlihat menahan tawa. Bencana memanggil mereka seperti itu.

“Ya… Masuk sana” kata Key dengan senyum kurang ajar.

Sesampai di dalam Taemin ku ajak bicara. Aku tak menjelaskan secara detail kami balas dendam hanya kami bilang cukup dia tahu dan tak membocorkan identitas kami sebenarnya atau jika sampai dia keceplosan maka yang harus dihadapinya adalah Kyuhyun. Taemin jelas menelan ludahnya, dia kenal benar watak menakutkan Kyuhyun.

“Baiklah. Aku akan jaga mulutku, tapi…..”

“Tapi apa? Sudah bicara saja dengan Kyuhyun-hyung” kataku seraya memencet no. telpon Kyuhyun.

“Eh…. Tidak usah, pokoknya tidak mengatakan apapun kan? Beres deh” kata Taemin.

Hahahaha… Memang Kyuhyun pantas dinobatkan sebagai Prince Lucifer….

“Ngomong-ngomong, Taemin mau ikut dalam game?” tanyaku.

Nana POV

Hampir tiap hari, aku menunggu namja itu datang. Dia bilang dia akan cukup sering ke rumah sakit untuk menemui dokter yang mengontrol kesehatan yeodongsaengnya. Saat itu aku melihatnya sedang berbicara… Lho kok dengan dokterku?

“Bagaimana keadaan Park Nana?” tanyanya.

“Dia sudah membaik mungkin 2-3 hari sudah bisa keluar rumah sakit. Namun, sementara harus menggunakan kursi roda sampai kakinya kuat untuk berjalan kembali” jawab dokter.

“Ohya, dokter kenapa saya tidak pernah melihat orangtuanya ya?” tanya Hyunjoong lagi.

“Sepertinya mereka sangat sibuk. Kami hanya melihat ibunya 2 atau kali menjenguknya. Ayahnya sama sekali. Justru teman-teman Nana lah yang sering kemari selama dia dirawat” jelas dokter.

“Begitu ya. Gamsahamnida” ucapnya.

Eumma… appa… kapan kalian akan menjengukku?

“Nana, kenapa melamun disini?” tanya Hyunjoong-oppa yang sudah berdiri di depan Nana.

“Tidak apa” jawab Nana.

“Eh…. Katanya kau boleh keluar rumah sakit sebentar lagi. Bagus kan?” tanyanya.

“Berarti setelah itu kita tak akan bertemu lagi?”

Hyunjoong POV

“Berarti setelah itu kita tak akan bertemu lagi?” tanya Nana polos.

“Pasti bertemu” kataku.

“Oppa janji?” tanyanya.

“Aku janji” kataku sambil mengacak rambutnya. Dia kelihatan sebal, tapi itu justru membuatku senang.

Hyera POV

Minho baik juga ternyata dia ehm… manis juga kok. Aku tersenyum-senyum sendiri saat memasuki gerbang sekolah. Namun, senyumku hilang ketika melihat seorang yeoja mencium pipi Minho. Siapa yeoja itu?
Sakit… Rasanya sakit…..

Kau sama brengseknya dengan Lee Joon. Semua pria sama saja membuat kau melayang dan menjatuhkanmu dengan keras.
Kau benar Lee joon, tak akan ada namja yang mencintaiku.

Minho POV

“Eonni, aiissshhh… Aku bukan anak-anak lagi” kataku pada Sooyoung, eonniku yang menyebalkan.
Dia malah terkekeh.

“Bye, Minho” katanya seraya melajukan mobilnya.

Tak lama aku melihat Gikwang datang diantar Yoona.

“Minho, titip Gikwang yah. Awas jika sampai dia melirik yeoja lain. Highheelsku akan melayang ke kepalanya” kata Yoona.

Gikwang terkekeh dan aku hanya mengangguk.

Yoona akan melajukan mobilnya, tapi Gikwang menyetopnya.

“Wei… Kau mau mati” teriak Yoona.

Gikwang menyeringai dan mendekati Yoona.

Cup….

Gikwang mencium bibir Yoona sejenak.

Ampun… mereka ini melakukannya di depan umum.

Gikwang langsung berlari ke arahku dan melambai ke Yoona.

“Kau itu Presma macam apa? Contoh yang buruk” kataku.

“Tidak juga sebentar lagi kami akan menikah kok. Yah, setidaknya setelah aku lulus” jawab Gikwang datar.
Untung saja ini masih pagi… Belum ada murid yang datang, tapi mata kami terbelalak ketika melihat Hyera.

“Get room please” katanya pada Gikwang.

Gikwang menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Cho Minho, kau sama brengseknya” katanya.

Eh…. Maksudnya apa?

Kyuhyun POV

“Hyung, ini soal ujian untuk minggu depan. Ohya, kacaukan belajar mereka dan kita bisa membuat nilai mereka paling jeblok satu sekolah. Aku sudah meminta sekolah melakukan perbedaan cara pengumuman. Urutan nilai akan dimulai dengan nilai terendah. Aku mau mereka berlima bertengger di nama paling atas dari belakang. ha3333….” kataku pada Hyunjoong dan Donghae.

“Bailah, tak akan susah kok. Ajak dia jalan-jalan dan lupakan ujian” kata Jjong.

“Nana, sepertinya aku tak perlu bertindak lebih jauh. Selama dia dirawat banyak pelajaran yang dia tinggalkan”

“Yericha, bisa diatur” kata Donghae.

“Hyera urusan Minho dan Minra, kita belum melakukan sesuatu padanya. Aku masih berpikir perlukah kita menghukumnya juga” kata Kyuhyun.

Yesung yang berada disitu terlonjak.

“Memangnya kenapa?”

Minra POV

“Sudah aku bilang jangan pernah panggil aku oppa. Aku bukan kakakmu!” teriak Changmin.

“Changmin, jaga bicaramu” teriak appa.

“Selamanya tak akan aku akui kau adikku dan ibumu juga bukan ibuku. Ingat itu” teriak Changmin sambil berlalu.

Berapa tahun lagi, oppa. Berapa tahun agar kau menerimaku. Harusnya aku tak pernah lahir sehingga tak pernah ada dalam hidupmu.

Marrying an Antis ??? 8 (Saranghajimayo)

Part I, Part II, Part III, Part IV, Part V, Part VI, Part VII

Note : Background song semuanya FT Island Don’t Love, Raining, dan Painful Love.
———————————————————————————————————–

Junsu dan Yoochun menunggu di depan ruang ICU. Yoochun berjalan bolak-balik depan pintu. Terlihat jelas dia sangat khawatir.

Tak lama Jaejoong sudah datang. Keadaannya benar-benar kacau, dia sendiri basah kuyup. Mereka bertiga tidak sempat mengganti pakaian atau apa.

“Untuk apa kau kemari?” tanya Yoochun tajam.

Jaejoong tidak menggubris Yoochun dan berjalan ke arah pintu ICU.

“Apa dia baik-baik saja?” suara Jaejoong parau.

“Masih peduli padanya? Bukankah kau ingin membunuhnya?” kata Yoochun tajam.

Junsu yang merasa emosi Yoochun mulai tak terkendali langsung menengahi.

“Hyung, kita harusnya berdoa bukannya bertengkar” kata Junsu.

“Katakan itu padanya. Dia yang mulai semuanya” kata Yoochun dan memilih duduk di kursi tunggu.

Jaejoong diam terpaku. Dia merasa sangat bersalah. Jika tidak karena dirinya tidak mungkin jadi seperti ini.
Tak lama lampu ruang ICU dimatikan. Mereka bertiga menghampiri dokter.

“Apa disini ada keluarga pasien?” tanya dokter.

“Keluarganya sedang tidak ada di Korea. Anda bisa berbicara dengan saya” kata Yoochun.
Junsu memandang Jaejoong yang terdiam. Dia tahu pasti perasaan hyungnya ini.

“Bagaimana keadaannya dok?” tanya Yoochun.

“Dia terserang hipotermia karena kehujanan. Keadaannya sangat lemah. Untung kalian segera membawanya kemari. Kelihatannya dari awal kondisi tubuhnya memang sudah tidak fit. Dia butuh istirahat total” sambung dokter.
Yoochun menghela nafas panjang. Dia kembali menuju Jaejoong dan Junsu yang sedang was-was.

“Bagaimana hyung?” tanya Junsu.

Yoochun tak menanggapi Junsu dan memukul Jaejoong sekali lagi.

“Itu pantas untukmu” kata Yoochun.

Jaejoong POV

Yoochun sangat marah padaku. Meski dia memukulku, tak sedikitpun aku ingin membalasnya. Semua salahku……….

Junsu membantuku berdiri dan mengajakku ke cafeteria rumah sakit.

“Hyung, kau baik saja kan?” tanya Junsu.

Aku tetap menunduk menatap kopi panas di depanku.

“Hyung, maafkan Yoochun ya. Dia hanya sedang emosi” sambung Junsu.

Yoochun POV

Haengjin masih sangat lemah. Wajahnya pucat pasi dan matanya sayu. Padahal saat pemotretan tadi dia sangat ceria.

Jaejoong kenapa bisa cemburu pada kami. Kecemburuannya membuat Haengjin harus berada disini.
Aku mengusap rambut Haengjin lembut. Andai saja tadi aku mengantarnya pulang pasti tidak jadi seperti ini.

Tak peduli aku mau Jaejoong cemburu atau apa yang jelas aku tak bisa terima perbuatannya.

Background Song : Sarangun Haji Mayo- FT Island

Jaejoong POV

Saat aku dan Junsu hendak masuk ke kamar inap Haengjin, Yoochun sedang duduk di pinggir ranjang Haengjin. Yoochun terlihat membenamkan wajahnya dan mencium tangan Haengjin.

Sejak awalkah dia menyukai Haengjin? Apakah Yoochun menyukai Haengjin?

Junsu menepuk bahuku.

“Jangan berpikir macam-macam dulu. Ayo, kita masuk” ajak Junsu.

Aku menggeleng pelan.

“Aku lelah, sebaiknya aku pulang dan istirahat. Jaga Haengjin yah. Bilang padanya aku minta maaf” kataku.

sarangeun haji mayo
ibyori kkok ondaeyo
sum shwil sudo obshi apayo
sarangmankeum apeumyon twi-neun chulman
in-neun chulman arat-don gojyo
anijyo su-chonbae-neun do apayo

gomnayo nuntteugo sa-neun-ge
chajado boji mothal-teni
charari keudael keuriwohadaga
jichyo chamdeun chaero sa-neun-ge nat-jyo

Don’t ever love
Heartbreak will surely come
It hurts to even breathe
I thought that this would only hurt
as much as I loved
But I was wrong. It hurts a thousand times more

I’m afraid of living with my eyes open
Because I know I won’t see you even if I look for you
It seems better to fall asleep exhausted
After longing for you

Junsu POV

Aku masuk ke ruang rawat Haengjin. Yoochun yang melihatku masuk hanya memandangku dengan tatapan sulit diartikan dan kembali menatap Haengjin. Aku mengambil kursi dan duduk di sebelahnya.
“Kita perlu bicara” kataku.

Yoochun memandangku tak mengerti.

“Kau menyukai Haengjin?” tanyaku to the point.

Yoochun sedikit terlonjak dengan pertanyaanku. Dia terlihat sedang berpikir mau menjawab apa.
Dia tak menjawab pertanyaanku. Namun, pandangannya saat menatap Haengjin sudah menyiratkan bukan perasaan biasa yang dirasakan Yoochun.

Aku gantian menatap Haengjin yang tertidur.

Kau harus segera siuman…. Saat kau siuman semoga semua terselesaikan

Aku meninggalkan Yoochun di kamar rawat Haengjin.

Jaejoong POV

Bagaimana keadaanmu? Maafkan aku…. Yoochun pasti akan menjagamu dengan baik.

“Yoboseyo”

“Yoboseyo, kau dimana? Kau harus pemotretan prewedding” teriak manager hyung.

“Hyung, aku akan ganti semua biaya untuk pembatalan WGM Jaejoong Haengjin” kata Jaejoong.

“Tunggu…”

Tut…tut..tut..

Jaejoong mematikan sambungan telponnya.

Junsu POV

Manager hyung segera menyusul kami ke rumah sakit setelah aku membertahunya Haengjin dirawat. Dia sangat kaget melihat keadaan Haengjin yang terbaring lemah.

“Jelaskan ada apa ini?” tanyanya.

Aku mengajaknya ke luar kamar.

“Haengjin sakit. Hanya itu saja” jawabku.

Yoochun keluar kamar menyusul kami.

“Tanyakan saja semuanya pada Jaejoong” kata Yoochun dingin.

Manager hyung memandang kami tanda tak mengerti. Dia menarik nafas panjang.

“Jaejoong meminta pembatalan WGM Jaejoong Haengjin dan dia bersedia membayar semua kerugian. Sekarang jelaskan padaku ada apa ini?” tanyanya.

Yoochun terlihat kaget mendengar kata-kata manager hyung. Dia mengajak manager hyung ke luar rumah sakit.
Aku menuju kamar Haengjin dan disana aku melihatnya sudah siuman.

“Kau sudah baikan?” tanyaku.

Dia mengangguk lemah, aku membantunya duduk.

“Aku pesankan makanan untukmu” sejenak aku meninggalkannya.

Aku kembali bersama suster yang membawa makanan dan dokter yang akan memeriksa keadaannya.
“Kondisimu sudah membaik. Tinggal istirahat beberapa hari dan makan yang banyak” kata dokter.

Haengjin mengangguk. Aku mengantar dokter keluar dan tak lupa berterimakasih.

“Gamsahamnida” kataku sambil membungkukkan badan.

Yoochun POV

Aku dan manager hyung berbicara serius di café langganan kami.

“Apa sebenarnya yang terjadi?” tanyanya.

Aku menarik nafas panjang. Bingung harus menceritakan apa.

“Jaejoong cemburu” kataku.

“Maksudmu?” tanyanya.

“Pemotretan”

“Pemotretan apa?”

“Haengjin dan aku” jawabku pendek.

“Yoochun, aku tak mengerti maksudmu jika hanya sepotong-potong” bentaknya. Pandangan orang langsung tertuju pada kami.

“Kau mau menggagalkan penyamaranku?” tanyaku. Dia menunduk minta maaf pada pengunjung lain.
“Baiklah, ceritakan semua padaku” sambungnya.

Akhirnya, aku menceritakan semua kejadian kemarin.

Haengjin POV

Junsu-oppa, membantuku makan. Rasanya sangat tidak enak, aku bahkan tak berniat memakan bubur aneh itu sedikitpun. Namun, karena aku tak ingin membuat Junsu-oppa tambah cemas terpaksa aku menelannya. Hanya beberapa suap yang bisa aku paksakan masuk ke perutku.

“Sudah kenyang oppa” tolakku.

Dia menggeleng dan mencoba memasukkan sesendok bubur ke mulutku.

“Yang terakhir dan kau minum obatmu” katanya. Aku mengangguk dan terpaksa menelan bubur aneh itu lagi.
Dia memberikan obat padaku. Aku meminum obat yang diberikannya.

Weeekkk… Pahit…

Dia tersenyum melihat reaksiku. Matanya terlihat sayu dan bajunya aku yakin itu belum diganti dari kemarin.
“Oppa, dari kemarin disini?” tanyaku.

Dia mengangguk dan meletakkan gelas minum di meja samping ranjangku. Dia hendak keluar kamar, tapi aku menahan tangannya.

“Oppa, kemarin apa Jaejoong-oppa kesini?” tanyaku.

Dia terlihat sedang berpikir. Mungkin dia bingung mengatakan tidak.

“Tidak usah dipikirkan oppa. Tak mungkin dia kemari” kataku sambil menarik nafas panjang.

Entah kenapa meski dia membuatku sampai harus berbaring disini. Aku tak bisa membencinya, rasanya ada yang kurang.

Yoochun POV

Manager hyung tidak ikut kembali ke rumah sakit karena dia harus mengurus semuanya setelah insiden ini. Kemungkinan WGM Jaejoong Haengjin dibatalkan.

Saat aku hendak membuka pintu kamar, aku mendengar percakapan Junsu dan Haengjin.

“Oppa, kemarin apa Jaejoong-oppa kesini?” tanya Haengjin

Junsu diam dan tak menjawab.

“Tidak usah dipikirkan oppa. Tak mungkin dia kemari” kata Haengjin lagi. Terdengar jelas dia kecewa.
Aku membuka pintu kamarnya. Mereka sedikit kaget dengan kedatanganku.

“Kau sudah siuman?” tanyaku.

Dia mengangguk semangat. Aku mengacak rambutnya, dia menggembungkan pipinya. Tingkahnya membuatku terkekeh. Junsu mencubit pipinya dan jelas saja Haengjin tak terima.

“Junsu-oppa, kau menggodaku juga. Aiiishhh… kalian bertiga selalu yah” katanya.

Kami mengerutkan dahi.

“Ah… tidak maksudku yah banyak sekali yang menggodaku” katanya dan membuang tatapannya ke luar jendela.

Maksudmu Jaejoong kan….

Background Song : Raining-FT Island

Junsu POV

Kami kembali ke aktivitas normal kami. Sayangnya, sampai sekarang manager hyung tak memberitahu Jaejoong dimana. Ini sudah seminggu dia menghilang. Pemberitaan di media masa juga membuat kami gerah. Setelah sembuh Haengjin sudah mengikuti sesi pemotretan lanjutan dan sekarang ternyata giliranku. Ya, aku baru tahu kalau sesi pemotretannya adalah dengan aku dan Yoochun. Setelah, itu dengan Jajoong tentunya. Namun, karena insiden kemarin akhirnya diputuskan hanya aka nada pemotretan dengan aku dan Yoochun. Konsep pemotretan semua terpaksa diubah yang semula kami berempat sekarang menjadi kami bertiga.

Haengjin bersikap seperti biasa seolah semua baik saja. Namun, tiap kali sendiri dia selalu melamun. Entah melamunkan apa?

“Kau kenapa?” tanyaku.

Dia menggeleng.

“Katakan saja” tambahku.

Dia berpikir sejenak dan sepertinya percuma dia tak ingin menjawab.
Manager hyung masuk ke studio bersama Yoochun sekarang giliran kami bertiga.

“Haengjin” panggil menager hyung.

Haengjin menengok ke belakang.

“Ini tasmu kemarin saat kau sakit pihak rumah sakit menyimpannya”

Haengjin langsung mengambil tasnya dan mengeluarkan semua isinya. Dia mengaduk-aduk mencari sesuatu bahkan dia juga menjatuhkan handphonenya dan seolah tak perduli handphonenya jatuh. Entah apa yang dia cari.

“Ipodnya mana?” tanya Haengjin.

“Ayo, saatnya pemotretan” teriak sang fotografer.

“Selesaikan pemotretanmu dulu. Nanti, aku carikan ipodnya” kata manager hyung.

Haengjin melakukan beberapa kesalahan saat pemotretan, tapi hampir semuanya berjalan lancar.

Yoochun POV

Haengjin sama sekali tidak berkonsentrasi dengan pemotretan, dia melakukan beberapa kesalahan yang harusnya bisa dihindari. Tak seperti pemotretan kemarin yang berjalan sempurna, kali ini sedikit kacau. Setelah pemotretan tanpa mengganti bajunya dia langsung menghambur keluar. Aku dan Junsu mengejarnya, dia menuju ruang manager hyung.

“Manager dimana ipodnya? Sudah ketemu kah?” tanya Haengjin.

Ipod? Apakah itu ipod yang diambil Jaejoong saat pertama kali bertemu?

“Apakah ipod itu ipod yang diambil Jaejoong waktu itu?” tanyaku.

Dia menggeleng.

“Manager, aku harus menemukannya” kata Haengjin dan menatap lekat manager hyung.

Baru kali ini aku melihat dia benar-benar serius. Dia beranjak keluar ruangan.

“Kau mau kemana?” tanyaku sambil menahan tangannya.

“Ke rumah sakit mencari i-pod” katanya.

“Biar kami antar” kata Junsu yang sudah mengejar kami berdua.

Junsu POV

Haengjin langsung turun setelah mobil kami berhenti di depan rumah sakit. Dia berlari ke dalam membuatku dan Yoochun terpaksa mengejarnya. Saat kami tiba di lobby , dia terlihat marah pada perawat disana.

“Bagaimana bisa? Saya yakin di dalam tas itu ada i-podnya. Saya mohon cek lagi”

“Nona, tenanglah. Kami tidak tahu menahu isinya, kami tidak membukanya” kata perawat menenangkan Haengjin.
Telponku berdering

“Yoboseyo, Junsu. i-podnya ketemu di dalam tasnya sepertinya dia terburu mencarinya sehingga tidak ketemu”
Aku langsung menuju Haengjin dan menariknya, dia menolak. Namun, menurut ketika aku bilang i-podnya ketemu. Aku dan Yoochun membungkuk minat maaf begitu juga Haengjin.

Haengjin POV

Kenapa aku bisa semarah ini gara-gara i-pod.

Aku kendalikan emosiku dan meminta maaf pada manager hyung. Dia menyerahkan i-pod padaku.

“Ini, tadi crew membantuku menggeledah tasmu dan menemukannya terselip di bagian dalam” katanya.
Aku membungkuk berterimakasih sekaligus minta maaf.

“Ohya, dan satu lagi. WGM Jaejoong Haengjin dibatalkan. Besok akan diadakan konferensi pers. Dan…”

“Tunggu, maksudnya apa?” tanyaku.

“Jaejoong meminta semua dihentikan. Dia minta maaf dan akan mengganti semua kerugian. Kau bebas sekarang Park Haengjin”

Prraaakkk…..

Aku menjatuhkan i-pod yang aku pegang.

“Dimana si brengsek itu?” tanyaku dingin.

Manager hyung hanya diam.

“Aku cari sendiri” kataku menghambur keluar.

“Jangan dia tak mau diganggu” teriak manager hyung.

Aku menghentikan langkahku dan kembali ke dalam ruangan.

“Berakhir yah…. Setidaknya lebih baik…”

Aku sadar air mata mengalir dari pelupuk mataku.

Junsu-oppa memelukku dan menenangkanku.

“Jahat… Kenapa seperti ini… Jahat” kataku.

nagareiku jikan wa michi de yuku
kimi e no omoi to
hajimete shitta koi no kaori ga shita

moshimo kokoro no oku fukaku made
aruite iketara
kata wo furuwasete hitorikiri no
sugao ni deaeta no kana

yamanai ame ga moshi boku no
ayamachi wo arai nagasu nara
kimi ni todoku kotoba sagasu yo
ima mo furitsuzukeru ame

As time flows by
My feelings are on the road towards you
With the scent of first love

If I could walk towards
The deepest part of your heart
With shaking shoulders, I wonder,
If we could just meet honestly

If the unending rain could
Roughly wash away my mistakes
I’d search for the words to reach you
But even now, the rain keeps falling

Pengecut… Aku tak membencimu. Tolong, sekali saja biarkan aku melihat wajahmu. Sekali lagi

Jaejoong POV

Konferensi pers akan digelar penghentian acara WGM Jaejoong Haengjin bahkan ini baru episode pertama. Hyunjoong mengatakan padaku agar memikirkannya lagi.

“Ini bukan keputusan bijak” kata Hyunjoong.

“Ini yang terbaik” jawabku.

Aku menelpon manager hyung menanyakan dimana lokasi konferensi persnya, tapi Yoochun yang mengangkatnya.

“Konferensinya di Sungai Han” kata Yoochun.

Sungai Han????

“Tak salah?” tanyaku.

“WGM selalu punya cara yang aneh” kata Yoochun.

Mengapa memilih tempat seindah Sungai Han untuk momen seperti ini. Aku rasa setelah ini Sungai Han bukanlah tujuanku jika ingin menenangkan diri. Sungai Han akan menjadi tempat paling menyakitkan.


Haengjin POV

Pagi-pagi Yunhwa membangunkanku. Dia langsung mengajakku pergi padahal hari ini ada pembatalan WGM.
Dia seenaknya saja sih….

Saat aku di luar aku melihat Soojin. Lho kenapa dia disini?

“Ayo, nanti terlambat” kata Soojin.

Aku bingung, tapi tetap mengikuti mereka berdua menuju mobil.

Mereka berdua membawaku ke butik.

“Yunhwa, Soojin. Aku tak enak badan bisakah kalian saja yang datang ke pembatalan WGM” kataku lemah.

Mereka menggeleng.

Cukup disini yah? Semua berakhir

Jaejoong POV

Ada apa ini? Kenapa banyak crew yah? Kenapa banyak penonton disini? Konferensinya kenapa semeriah ini?

“Ayo, jangan diam saja” kata Hyunjoong dan mengajakku turun.

Junsu dan Yoochun menghampiriku.

“Baguslah, kau sudah datang” kata mereka berdua.

Manager hyung sedang berbicara dengan seseorang tak jauh dari kami.

Ini akan menjadi konferensi pers paling aku benci dalam hidupku.

“Jaejoong” panggil dua orang di belakangku.

Aku sedikit bingung siapa mereka. Mereka membuka sedikit topi mereka. Eh loh….

Yunho & Changmin? Mereka disini, setidaknya ada teman yang akan membuatku tetap tenang selama konferensi pers.

“Kami terpaksa menyamar. Tahu lah maksud kami” kata Changmin.

Aku mengangguk dan tersenyum.

Haengjin POV

“Turun” tarik Soojin.

“Hei… jangan….berlari susah tahu” Aku berlari mengikuti Soojin yang menarik tanganku.

Aku melihat seseorang yang sangat kaget melihat kedatanganku.

“Kau” katanya setelah aku di hadapannya.

You’re so beautiful…….

Bolehkah aku memelukmu, oppa? Jangan bilang ini akan berakhir

geu ri u deh nun ga meu myeon
deo jal bo i neun geu reon sa rang
i jeu ryeo ha go ji u ryeo ha myeon
deo man hi saeng gang na neun sa ram

The kind of person whom you can see better
when you miss them and close your eyes
The kind of person whom you think about more
whenever you try to forget and erase them

Hello ! My Lucifer (6 : Love Underattack/?) *Exam Lovers or Exam Haters Series !

Part I , Part II , Part III , Part IV, Part V

Gi Kwang dan Minho sama-sama shock dan tak mampu berkata-kata.

Donghae POV

Aku hampir tertawa terbahak melihat ekspresi Minho, tapi aku berusaha menahan tawaku demi image.

“Hello, guys. My name is Lee Donghae, like Park Jungsoo-songsaenim, I’m Magister Student of Seoul University Graduate School of Economic and will teach English lesson I guess it’s enough, I hope we’ll have nice moments.”

Murid-murid berpandangan mereka sedikit bingung dengan perkenalan Donghae.

Baiklah… Apakah siswa kelas F itu separah ini?

“Any question?”

Mereka semua masih saling berpandangan.

Bukankah ini bahasa inggris tingkat dasar yah. Ampun………

Aku melihat seorang anak mengacungkan tangan saat aku lihat ternyata Minho.

“Sir, May I go to toilet?”

Murid-murid tertawa terbahak.

Sialan kau… Cecunguk, tidak sopan. Baiklah, mungkin ini memang caranya untuk menutupi rencana kami.

“Yes, You’ve 5 minutes. Ehm.. What is your name?” tanyaku.

“Choi Minho, Mr. Lee. You can call me Minho” katanya mantap.

Hadeuh…. Recok juga ini anak. Lebih baik Kyuhyun mengaturnya.

Hyunjoong POV

“Selamat siang murid-murid. Kenalkan saya Kim Hyunjoong. Disini saya akan mengajar Matematika. Sebelumnya, ada yang tahu apa itu matematika?” tanyaku.

“Pelajaran menghitung dan eksplorasi rumus, Songsaenim”

“Pelajaran yang menyenangkan untuk utak-atik angka”

Aku terkekeh anak kelas A yah? Aku dulu juga di kelas A saat di Seoul International High School. Aku harap mereka tak semembosankan anak-anak di kelasku dulu.

“Ehm…. Jujur saja. Nak menurutmu matematika itu apa?” tunjukku pada anak yang duduk paling depan.

“Aljabar, trigonometri, aritmetika dan pelajaran memusingkan lainnya”

Aku berjalan ke belakang, aku melihat Gi Kwang menuliskan sesuatu di kertas.

MATa pElajaran meMATIKAn

“Anak-anak ada jawaban yang sangat menarik dari teman kalian. Matematika adalah MAT MATa E pElajaran MATIKA meMATIKAn. Jadi intinya, menurutmu matematika adalah mata pelajaran mematikan?” tanyaku pada Gi Kwang.

Dia sedikit terlonjak dan mengangguk.

Tumben anak ini tidak menggunakan kemampuan verbal dan non-verbalnya. Presma Universitas Seoul kelemahannya matematika yah??? Hehehehe….

Minho POV

Ku kirimkan pesan ke Gi Kwang memintanya izin keluar kelas. Sekitar 15 menit aku menunggunya di kantin.

“Lama sekali kau?” kataku.

“Mianhae” jawab Gi Kwang dan mengambil kursi di depanku.

“Tadi Donghae-hyung…..” belum selesai aku bicara Gi Kwang tersedak minuman yang dipesannya.

“Donghae? Untuk apa dia disini jangan bilang kalau dia juga mengajar seperti Hyunjoong-hyung” kata Gi Kwang.

Aku mengangguk.

“Kenapa aku bisa tidak tahu kalau Donghae mengajar” Gi Kwang garuk kepala.

“Mana aku tahu. Aku pikir kau tahu jadi aku memanggilmu kemari. Ngomong-ngomong Hyunjoong-hyung mengajar apa?” tanya Minho.

“Matematika. Lalu Donghae?” Gi Kwang penasaran.

“Bahasa Inggris” jawabku.

“Baguslah, setidaknya dia tidak akan menghancurkan rumus dan mengubah hukum-hukum ilmu eksak” balas Gi Kwang.

Gi Kwang POV

Tak sengaja saat aku kembali ke kelas, aku berpapasan dengan Yericha. Anak kelas 3F teman sekelas Minho dan tentu saja dengan korban kejahilan Minho, Janrang. Hahaha…..

Mereka sepertinya tak sadar aku berpapasan dengan mereka.

“Eonni, lihat guru baru kita tadi tidak?” tanya Yericha.

“Iyalah lihat. Memangnya aku buta?” Janrang sebal dengan pertanyaan bodoh Yericha.

“Dia tampan yah. Omo… Cute, pokonya perfect. Baru aku lihat namja setampan dia” kata Yericha seolah berangan.

#Plletttaakkk

“Ahjushi tahu. Masa’ kamu mau sama yang sudah tua sih?” tanya Janrang.

“Aiishhh…. Eooni, tak masalah. Pokoknya aku mau dekat dengannya. Apapun aku lakukan termasuk harus jadi yang terbaik dalam bahasa Inggris” kata Yericha.

Aku terkekeh. Sepertinya ini akan jadi lebih mudah dibanding yang aku kira.

Donghae…. Meski ragu dengan ketampananmu, tapi sebagai adikmu hari ini aku akui kau lumayanlah.

Hahahaha….

@ Donghae’s Apartment

“Jadi ada apa kalian berdua kemari?” tanya si empunya tempat.

“Main saja” jawab Gi Kwang dengan muka innocent.

“Seingatku kau terakhir kesini saat sakumu habis” balas Donghae.

Minho tertawa terbahak membuatnya mendapat satu injakan keras dari Gi Kwang.

“Wei… Berani menginjak kakiku ku pukul kau” teriak Minho.

“Kalau kau berteriak lagi. Malah aku injak kau” balas Gi Kwang.

Minho memilih diam, dia malas juga protes.

Presma macam kau? Kenapa aku dulu memilihmu saat Pemilihan Raya Mahasiswa. Menyesal TOT

“Kalian mau apa sebenarnya?” Donghae menyilangkan tangan di depan dadanya.

Minho dan Gi Kwang tersenyum ceria.

“Kami mau…” Minho meminta Donghae mendekatkan telinganya.

“Mwooo???? Kalian berdua jangan main-main” Donghae tak percaya dengan rencana gila mereka berdua.

“Kami tak perlu persetujuanmu. Kau cukup jalankan saja rencana kami. Terserah saja sih, paling aku bilang ke eumma soal yah kau tahu maksudku”ancam Gi Kwang.

Donghae menarik nafas panjang. Sejenak dia berpikir mengenai rencana Minho dan Gi Kwang. Sedikit ragu Donghae mengangguk.

“Begitu donk, hyung” Minho senang.

“Lalu kapan permainan ini dimulai?” tanya Donghae.

“Secepatnya” Kyuhyun tiba-tiba masuk ke apartemen Donghae. *evil smile.

Dasar seenaknya nyelonong saja masuk apartemen orang

Kyuhyun POV

Sepertinya Tuhan berpihak pada kami. Tiba-tiba dari langit turun hujan dan inilah yang kami tunggu.

“Yoboseyo, Minho kau bisa kan?” tanyaku.

“Iya-iya. Sial kau” jawab Minho. Terlihat jelas dia ogah-ogahan.

“Yoboseyo, Gi Kwang kau tahu kan yang harus kau lakukan”

“Beres deh. Hyung, hanya saja ini keterla….” Sebelum Gi Kwang mengeluarkan teorinya, aku langsung menutup telpon.

Janrang POV

Aishhh… Siiallll…. Hujan tidak bawa paying lagi. Harus menunggu berapa lama? TOT

Lari saja deh mending pulang secepatnya dan setelah itu kan bisa enak-enakan di rumah.

Ketika aku hendak berlari seseorang mencegahku.

“Kau bisa kehujanan nona” kata namja itu.

Wowh… Dia tampan…..

“Kau tampan” kataku tak sadar. Aku buru-buru menutup mulutku.

Dia entah dengar atau tidak, hanya tersenyum padaku.

“Aku antar kau pulang” katanya sambil memayungiku.

“Arah rumahmu kemana?” tanyanya.

Selama perjalanan pulang, aku terus memandang wajahnya. Dia benar-benar sempurna di mataku.

Sepertinya dia sadar aku memperhatikannya.

“Ada yang salah di wajahku?”

“Nde…. Tidak. Mianhae” tundukku.

“Ohya, maaf aku tak bisa mengantarmu sampai rumah. Ini bawa saja” katanya sambil menyerahkan payung padaku dan berlari menembus hujan.

Aku reflex berteriak

“Tunggu siapa namamu?” teriakku.

“Kim Jonghyun” balasnya dan berlari meninggalkanku.

Kim Jonghyun yah….

Yericha POV

Janrang sepertinya pulang duluan. Tinggal aku dan Hyera yang disini, tapi sepertinya tinggal aku sendiri. Hyera diantar Minho pulang. Yah, jangan tanya mereka perang mulut seperti apa. Kami berempat sama-sama menunggu redanya hujan. Gi Kwang mendapat ide gila agar Minho mengantar Hyera.

“Bagaimana kalau Hyera pulang bareng Minho?” tanya Gi Kwang anak 3A yang kebetulan teman Minho.

“Mwo??? Dengannya tidak sudi” jawab Minho sambil menunjuk muka Hyera.

“Ya!!! Siapa juga mau diantar olehmu?” Hyera berteriak.

“Heh…Siapa juga yang sudi pulang bersama nenek peyot sepertimu” balas Minho.

Lanjutnya sudah membuat kepalaku pusing.

“STOP!!!!!! Minho, kau antar Hyera. Aku pulang dengan Yericha, kau tak mau ku hajar kau” kata Gi Kwang.

Glekkk….

Sepertinya Minho pikir-pikir dan tak lama dia menarik tangan Hyera. Mereka menuju parkiran.

Tinggal aku dan Gi Kwang.

“Tidak jadi pulang?” tanyaku.

“Sebentar lagi. Tunggu jemputan” katanya.

Tiiinnn..Tinnn…Tiiinnn…..

Sebuah mobil berhenti di depan kami. Kaca mobilnya di buka.

“Gi Kwang, ayo naik” kata yeoja cantik yang mengemudi.

“Ayo, ikut aku” kata Gi Kwang dan menyuruhku duduk di belakang.

Aku hanya terdiam sepanjang perjalanan. Hingga sebuah suara memecahkan keheningan.

“Rumahmu mana?” tanya yeoja itu sambil melihatku sekilas dan tersenyum.

“Tiga blok dari sini, eonni” jawabku.

“Kau pendiam yah? Ohya, kenalkan aku Im Yoona” katanya lagi.

“Nde, aku hanya bingung. Jang Yericha imnida. Salam kenal eonni” kataku.

Mereka sepertinya pasangan kekasih. Terlihat jelas dari cara Gi Kwang mengacak rambutnya dan tampang sebal yang mengundang tawa milik Yoona.

“Eh… Kalian kenal tidak dengan Lee Donghae” tanyanya tiba-tiba.

Aku dan Gi Kwang menatapnya penuh tanda tanya.

“Jangan cemburu dulu. Lee Donghae itu sunbaeku, chagi. Aku dengar sekarang dia mengajar di SMA kalian jadi aku menginginkannya menjagamu agar tak membuat kerusuhan. Apalagi satu sekolah dengan Minho pasti rusuh” kata Yoona.

Kami bertiga tertawa.

“Eh… Donghae-sunbae banyak yang naksir tidak? Dia flower boy loh pas SMA. Sering menerima coklat dan barang-barang di lokernya. Sayang, mereka tak tahu kalau dia lebih menyukai kaset drama. Dia bisa seharian nonton drama” papar Yoona.

Aku jadi tertarik dengan bahasan ini.

“Drama?”

“Iya, drama. Apalagi yang bergenre sedih, wah kau bisa lihat airmata berlinang” kekeh Yoona.

“Kau sepertinya tahu sekali tentang Donghae. Dulu dia apamu?” tanya Gi Kwang dengan nada kesal.

“Senangnya kau cemburu hehehehe…. Don’t worry my friend was his exgirlfriend so I know it” kata Yoona sambil tersenyum.

“Tapi yang paling dia sukai tentu saja gadis yang pandai” kata Yoona.

Masih ada kesempatan kah? Harus jadi yang terbaik ya.

“Itu, rumah saya” kataku.

Yoona menghentikan mobil di depan rumahku dan meminjamkanku payung.

Aku melambaikan tangan pada mobil Yoona yang bergerak menjauh.

Lee Donghae-songsaenim suka yeoja yang pandai yah?


Gi Kwang POV

Sejak tadi aku ingin tertawa terbahak mendengar semua omongan Yoona. Tidak ada satupun yang bisa dipertanggungjawabkan. Tak lama setelah menurunkan Yericha, tawaku pecah.

“Hahahha…. Flower boy…. Drama hahahaha….. Kau tak ada ide lain apa? hahaha…” tawaku.

Yoona ikut tertawa terbahak. Aku tertawa sampai hampir menangis, perutku sampai sakit.

“Kau mendapat ilham mengarang bebas itu darimana?” tanyaku sesaat tawaku reda.

“Hehehe…. Kemarin nonton Boys Over Flower. Tiba-tiba saja itu yang terpikirkan olehku” jawab Yoona.

Aku makin terbahak bisa-bisanya dia membuat cerita terilhami drama. Tidak terbalik kah? Bukankah drama diilhami dari kisah nyata.

“Kenapa tertawa?” tanyanya sebal.

“Mianhae… Baiklah aku berhenti tertawa” kataku.

“Sekarang mau kemana?” tanya Yoona.

“Apartemen Donghae” jawabku.

Yoona terlihat menarik nafas panjang. Dia sepertinya tidak suka dengan jawabanku.

“Wae? Ada yang salah yah dengan apartemen Donghae” tanyaku.

“Tidak. Hanya saja….” Yoona menggantungkan ucapannya.

Jika tebakanku tidak salah

“Kau mau kita jalan-jalan saja?” tanyaku.
Mukanya berubah menjadi cerah.

“Kita ke café langganan kita yah, oppa” kata Yoona.

Aku mengangguk dan mengacak rambutnya.

Donghae POV

Dari jendela sekolah aku mengamati Jonghyun yang pertama kali pulang mengantar Janrang. Tak lama kemudian Minho, Gi Kwang, Hyera, dan Yericha berteduh menunggu hujan reda. Bisa aku lihat Minho dan Hyera beradu mulut, tapi sesuai rencana Minho mengantarnya pulang.

Sedikit lama aku menunggu adegan lanjutan. Mobil Yoona masuk ke area sekolah dan berhenti tepat di depan Gi Kwang dan Yericha.

Yoona terpaksa dilibatkan karena dia marah besar saat tahu Gi Kwang berpura-pura jadi anak SMA. Tepatnya dia takut Gi Kwang ada main dengan yeoja lain. Aku terbahak saat Yoona memaksa ikut ambil bagian, Gi Kwang terlihat lemas dan tak berani membantah. PASRAH… hahahaha

Telponku berdering, aku berjalan menuju meja kerjaku.

“Yoboseyo”

“Yoboseyo, Bagaimana semua berjalan lancar?” tanya Yesung.

“Iya, sepertinya terkendali. Semua sesuai rencana” jawabku.

“Baguslah kalau begitu. Ohya, jika semua sudah siap hubungi aku yah. Setelah itu aku ambil bagian” kata Yesung.

“Hahaha…. Sepertinya kau tak sabar yah ambil bagian” ujarku.

“Tentu saja. Kyuhyun memberiku peran tak masuk akal, tapi tak masalah juga. Hyunjoong tadi bilang kita disuruh berkumpul di apartemenmu untuk membahas perkembangan SKY underattack”

“Mwoo??? Apartemenku? Kenapa di apartemenku?” tanyaku.

“Tanya Hyunjoong, eh Kyuhyun” jawab Yesung.

Ah… Manusia seenaknya itu selalu saja.

Kyuhyun POV

“Semua sudah berkumpul disini. Sekarang kita bahas rencana lanjutan. Aku sekarang memantau kegiatan troublemaker itu. Mereka adalah yeoja tanpa kegiatan dan entahlah… deskripsi apa yang harus aku berikan. Belakangan kita hanya melihat Yericha, Janrang, dan Hyera ternyata Nana sedang sakit. Kemarin hampir saja aku, Hyunjoong dan Minho kepergok saat mengantar Hyunjae check up”

Minho dan Hyunjoong mengangguk.

“Minho tugasmu adalah mendekati Hyera. Musuh bebuyutanmu, Donghae kau mengurus Yericha, Hyunjoong kau bisa dekati Nana?” tanyaku.

Hyunjoong terlihat kurang senang.

“Ehm… ayolah kau harus mau. Kita tak punya orang lagi. Aku dan Yesung tidak terlibat secara langsung jika tak dibutuhkan.” rayuku.

Hyunjoong mengendikkan bahu.

“Hyung, lalu Janrang siapa yang mengurusnya?” tanya Gi Kwang.
“Sebentar lagi dia datang” jawabku.

Sekitar 20 menit kami menunggunya. Akhirnya, dia datang juga.

“Mianhae terlambat” kata Jonghyun cengar-cengir.

Minho langsung berdiri dan menyambut temannya.

“Jjong, kapan kau pulang? Kau tak bilang apa-apa kemarin? Sudah berapa lama di Korea? Berapa lama rencanamu tinggal disini” tanya Minho panjang lebar.

“Boleh aku duduk dulu?” tanya Jjong,
Tak menunggu jawaban dia duduk sendiri.

“Aku kembali ke Seoul seminggu lalu setelah mendengar Hyun Jae masuk rumah sakit memang sih telat dia juga sudah pulang. Hehehe…. Cukup segitu saja” jawab Jjong.

“Sekarang semua sudah mendapat bagian masing-masing. Sisanya aku, Gi Kwang, Yesung akan mengurus sistem yang tepat. Aku ingin membuat semua anak disana mendapatkan neraka mereka” seringaiku.

“Mereka akan tersiksa baik dalam masalah pelajaran maupun aturan” kata Jonghyun yang mebuat lainnya terbahak.

Yericha POV

Aissshhhh… Ibu ini malam-malam aku suruh pergi ke swalayan.

Dengan langkah gontai aku mengeluarkan sepedaku dan menuju swalayan terdekat. Aku membeli semua yang diinginkan ibuku. Ternyata banyak juga.

Setelah membayar semuanya di kasir, aku kembali ke rumah. Dari tadi rasanya ada yang mengikutiku. Aku menghentikan sepedaku dan menoleh ke belakang.

Ada dua orang pria mendekatiku. Aku hendak mengayuh sepedaku, tapi mereka sudah keburu menghadangku.

“Nona, manis serahkan uangmu” katanya kasar.

Seorang lagi merampas belanjaanku. Dia mengacak-acak isinya.

“Mana uangmu? Serahkan sekarang!!!” teriaknya setelah melempar belanjaanku.

Aku sudah sangat ketakutan tak tahu harus apa.

Eumma, appa, ….. tolong aku. Siapa saja tolong aku…..

Aku menutup mataku tak mau melihat apa yang selanjutnya terjadi.

“Hei… kalian berdua beraninya mengganggu yeoja” kata seseorang.

Karena lampu yang remang dan posisi berdiri pria itu di tempat gelap aku tak bisa melihat wajahnya.

“Ciihhh… Berani sekali kau melawan kami. Kemari kau”

Pria tadi berjalan mendekat.

Bag… bighhhh… buurrgghhhh

Aku hanya melihat adegan perkelahian dengan takjub. Seorang diri dia mengalahkan dua pria berbadan besar tadi. Aku hanya terdiam lemas.

“Hei… Kau baik-baik saja” tanyanya padaku setelah dua pria tadi lari tunggang langgang.

Lidahku kelu, aku tak mampu menjawab. Aku hanya mengangguk.

“Lain kali jangan keluar sendiri kalau malam. Ayo, aku antar pulang mobilku terparkir di dekat swalayan. Kita masukkan saja sepedamu di bagasi” katanya.

Dia membantuku menuntun sepedaku. Aku hanya berdiri di tempatku mencerna semua kejadian tadi.

“Hei… Kau tidak mau pulang?” tanyanya membuyarkan lamunanku.

Aku langsung berjalan menyusulnya. Aku rasa tidak terlalu buruk juga dihadang dua pria tidak jelas.

Setidaknya aku bisa mengamati dan berbicara dengannya. Hehehe….

————————————————————

“Gamsahamnida, ini bayaran kalian” kata Yesung.

‘Yoboseyo, Kyuhyun. Semua berjalan sesuai rencana”

%d bloggers like this: