Tag Archives: Kim Heechul

The Error Game

The Error Game

Author: Shim Min Ra.

Genre(s): Horror, Mystery, Friendship, Psychological.

Length: Oneshot.

Main Cast: Cho Kyuhyun.

Supporting Cast: Leeteuk, Heechul, Hankyung, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, Siwon, Ryeowook, Kibum.

“Kau punya dua pilihan. Memilih sebuah pilihan atau tidak memilih sama sekali, mana yang akan kau pilih?”

-Cho Kyu Hyun’s POV-

Tidak banyak orang yang tahu. Kejadian ini telah terjadi sejak lama—jauh sebelum Hankyung Hyung memutuskan untuk keluar dari Super Junior. Saat-saat di mana kami masih terus bersama. Saat-saat di mana debut kami baru saja di mulai, di mana kami masih belum mengenal yang namanya keletihan dan kepenatan menjadi selebriti.

[The-Error-Game]

Sudah dua bulan berlalu sejak Super Junior menyelesaikan drama fiktif Mystery 6. Meski drama itu hanya isapan jempol belaka, tapi tetap saja aku iri! Kalau saja saat itu aku sudah menjadi bagian dari Super Junior, pasti aku mendapat bagian penting dari drama itu. Sungguh tidak adil. Di tambah lagi, aku masih merasa asing dengan semua member. Aku tidak suka mereka. Aku tidak suka dengan kenyataan bahwa aku harus memanggil mereka dengan sebutan HYUNG.

“Sungmin Hyung, Kyuhyun-ah…” panggil Ryeowook yang mencondongkan kepalanya ke dalam pintu kamarku. “Waktunya makan.”

“Nanti saja,” jawabku singkat sambil terus menatap layar komputerku, melanjutkan game Diablo yang baru saja kucoba kemarin malam.

“Kyu, tidak baik main game terus-terusan,” nasihat Sungmin yang melepas earphones-nya dan menyusul Ryeowook. “Kalau kau tidak cepat, semua makanan akan dihabiskan Shindong Hyung.”

“Aku tidak peduli,” mataku masih terpaku ke depan layar komputer.

Ryeowook mendesah. “Biarkan saja, Hyung… Dia memang seperti itu, tidak sopan.”

Setelah mereka berdua keluar dari kamar, aku membanting keyboard komputerku dengan penuh emosi. Napasku terengah-engah. Pupil mataku melebar.

Memangnya mereka pikir mereka siapa?! Hanya karena mereka lebih tua dariku, lantas mereka seenaknya mengatur kehidupanku? Cih! Jangan harap!! Tanpaku, masa depan Super Junior akan hancur. Sudah bagus aku mau bergabung dengan grup ini, tapi mereka justru tidak tahu terima kasih. Mereka bukan siapa-siapa bagiku, bahkan mereka bukan temanku. Dan mereka ingin agar aku bersikap sopan pada mereka? Gila! Aturan dari mana itu? Memangnya salahku kalau aku dilahirkan beberapa tahun lebih lama dari mereka? Memangnya aku bisa memilih hal itu??

Kuraih mantel panjangku yang berwarna abu-abu itu dan memakainya secepat kilat. Setelah mematikan komputerku, aku bergegas keluar dari kamar.

“Kyu-ah, kau tidak makan malam?” tanya Leeteuk cemas. “Kau belum makan seharian karena main game terus.”

Aku hanya mendengus, tidak menjawab pertanyaan leader baruku yang sok perhatian itu.

“Kyu, kau mau ke mana?” kali ini giliran Kangin yang bertanya padaku. Ia melirikku dari ujung kaki hingga ujung rambut, lalu keningnya mengernyit heran ketika melihat mantel abu-abu yang sedang kupakai sekarang.

“Kyu, kau yakin mau pergi? Di luar sangat dingin,” jelas Yesung yang sedang memeriksa cuaca di luar sana dengan ponsel canggihnya.

“Shikkeureo! Kenapa kalian cerewet sekali, sih??” amarahku akhirnya keluar juga. “Dorm ini bukan penjara, jadi terserah aku mau pergi ke mana! Kalian juga bukan orangtuaku, kan? Jangan sekali-kali mencampuri kehidupan pribadiku. Ara?!”

“NEO!!” bentak Kangin yang langsung di tahan oleh Siwon di sebelahnya.

“Dwaesseo, dwaesseo…” lerai Siwon yang mencegah Kangin untuk berbuat lebih jauh. “Tidak baik mengacaukan makan malam yang telah diberkati oleh Tuhan…”

“Ya! Siwon, kau menghinaku??” teriak Heechul yang merasa tersindir dengan kenyataan bahwa dia atheist.

“Geu…geuge aniya…” jawab Siwon gelagapan dengan gerakan tangannya yang lincah. Ia tahu hidupnya tidak akan tenang bila berurusan dengan Heechul.

Aku menghela napas panjang melihat tingkah-tingkah bodoh mereka. Sedikit kecewa dengan kenyataan bahwa aku sudah bergabung di dalam boyband yang memiliki membermember bodoh.

Kulangkahkan kakiku keluar dorm tanpa berpamitan pada siapapun. Untuk apa berpamitan pada orang-orang bodoh? Lebih baik aku tidak mencoba untuk terlalu akrab dengan mereka. Ya, begini lebih baik.

[The-Error-Game]

Continue reading

School Craziness! (Part 4)

School Craziness! (Part 4)

Author: Shim Min Ra & MinnQ.

Genre(s): School Life, Slice of Life, Drama, Continue, Comedy, Friendship.

Cast:Leeteuk, Heechul, Hankyung, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, Siwon, Ryeowook, Kibum, Kyuhyun, Junki.

A/N:

Fakta-fakta yang harus readers-nim ketahui sebelum membaca FF ini:

1. Part 1, 2, dan 3 adalah hasil karangan author Shim Min Ra, sedangkan untuk part 4 dan selanjutnya adalah cerita kolaborasi author Shim Min Ra dengan author MinnQ.

2. Ini ff paling ancur yang pernah author buat. Tanda baca kacau, penggunaan kata yang nggak formal, dan isi cerita yang garing. LoL. Jadi intinya, author emang sengaja nggak pakai kalimat baku. Baca cerita komedi dengan kalimat baku itu kesannya terlalu serius kan? ^^

3. Karena di blog ini jarang ada cerita komedi 100%, makanya author mencoba untuk buat FF yang isinya komedi murni. Ini pertama kalinya author buat FF ber-genre kayak gini, jadi maklum aja kalo nggak lucu sama sekali.

4. FF ini nggak bermaksud untuk menghina ataupun menjelek-jelekkan karakter yang di pakai. Semuanya hanya murni karangan author. Bila terdapat kesalahan, harap jangan di ambil hati. Ini hanya FF yang tujuannya untuk menghibur pembaca semata.

5. Punya ide? Punya cerita lucu? Pernah punya pengalaman pribadi tentang sekolah yang sampai bikin readers ngakak? Kirim aja ke e-mail author (La_versailles_33@hotmail.com) atau kirim message ke facebook (keyword: Angella Tham). Itung-itung bantuin author nyari ide cerita, gapapa kan? Hehehe… Yang pasti, nanti author cantumkan credit buat yang punya ide.

6. Nggak ada yang tau FF ini bakal sampai berapa part. Author sendiri juga nggak tau. FF ini bersifat endless. Tidak berujung. Cerita berlanjut sesuai dengan mood author. Kalau banyak peminatnya, mungkin part-nya bisa panjang. Kalau nggak ada tanggapan apapun, say goodbye aja sama ini FF… -_-

7. Thats all. Author hanya perlu kritik, saran, dan tanggapan readers untuk part ini. I hope I could bring more smiles and laughters with this story ^^ !

-Author’s POV-

Besok lusanya, di pagi hari yang tenang…

Junki masuk ke kelas kayak biasa, tampangnya pucat, bibirnya monyong, raut mukanya udah kayak orang yang abis minum jeruk limo yang udah di blender seratus biji.

Keadaan kelas kacau kayak biasanya.

Kangin, Leeteuk, Yesung, Ryeowook, ama Hankyung lagi maen gundu di pojok kelas.

Heechul lagi foto-foto narsis pake hapenya.

Shindong ama Eunhyuk lagi rebutan pisang goreng yang baru mereka beli di kantin sekolah tadi pagi.

Sungmin lagi nyisir rambut boneka barbie-nya dengan santai.

Kyuhyun ama Kibum lagi teler berat cuz mereka begadang tanding maen game semaleman. Sampe-sampe mereka berdua bawa guling ama selimut ke dalem kelas buat tidur.

Donghae lagi dengerin khotbahnya Siwon sampe ketiduran di atas lemari kelas.

“Pagi, anak-anak…” sapa Junki suram.

“Seonsaengniiimm!! Gimana nilai acting-ku? Baguuus kann??” tanya Heechul semangat.

Acting-ku pasti lebih baguus!!” bangga Ryeowook.

“Nggak, acting-ku…” sambung Shindong.

“Bukan, bukan… Acting-ku pasti lebih bagus!!” sambar Eunhyuk.

“Acting-ku lebih…”

“DIAAAAAAAAMMMM!!!” Junki tereak-tereak gondok.

SIIIINNGGGG…

Semua langsung hening dalam sekejap.

“Jadi… Ehem, ehem… Nilai acting kalian semua gatot, alias gagal total… Kalo begini terus, mungkin taon ini kalian nggak bisa naik kelas lagi…” terang Junki serius.

“APUUUAAAA?” semuanya langsung histeris.

“Tapi saya ini kan guru paling ganteng di S.M School, trus saya itu cowok baik pula, rajin menabung lagi… Jadi saya bakal kasih kesempatan sekali lagi…” narsis Junki.

“Apa?? Apa kesempatannya, Seonsaengniimm?” tanya Siwon nggak sabar.

Junki nyengir sadis. “Kalian… mau kerja part time?”

“Kerja part time? Nggak ah, ntar kuku aku rusak… Udah susah payah manicure ke salon nichh…” celoteh Heechul.

“Ya udah, kalo gitu lupakan aja kesempatan ini. Toh tinggal kelas bagi kalian itu hal biasa…” tanggap Junki cuek.

Semuanya melotot ke arah Heechul.

“Tapi Seonsaengnim, kenapa kita harus pake kerja segala?” tanya Kangin bingung.

“Ahh.. jadi ginii… Saya sebagai wali kelas kalian akan sangaaaaaattt terharu kalo kalian bisa bantu menyumbang sedekah ke fakir miskinn… Dan untuk itu, hasil kerja kalian akan disumbangin ke mereka nanti!! Kalo kalian bisa bantu mereka, nilai kalian akan saya tambahin!” jelas Junki berkobar-kobar.

“Jadi kita harus kerja nihh?” tanya Heessica-garella.

“Ya sudah, apa boleh buat,” sang ketua kelas Leeteuk akhirnya ambil keputusan.

Junki nyengir puas. “Oke kalo gitu, kalian akan kerja khusus di malam hari. Ijin keluar asrama nanti saya yang atur.”

Satu kelas langsung nangis terharu.

“Akhirnyaaaa…. Akhirnyaaa….!!” tereak Donghae kesenengan.

“KITA BEBASSS!! MERDEKKAAA!!” Yesung mulai lebay.

“Setelah lima tahun nggak keluar asrama…” tangis Eunhyuk.

“Akhirnya kita dapet ijiiinnn!!” seru Sungmin yang lagi berpelukan bareng Shindong.

Akhirnya pelajaran pun berakhir dengan tangisan bahagia dari para penghuni kelas gila itu.

<><><>+School-Craziness!+<><><>

Malam harinya…

Anak-anak kelas khusus lagi pada ngumpul, rapat dadakan. Mereka lagi bikin strategi gimana caranya mereka bakal dapet kerjaan di luar sana. Tapi mereka sama sekali belom bergerak dari garis start alias kamar mereka.

“Jadi gimana nih?!” tanya Eunhyuk dengan ekspresi aneh mirip sung hokong. (?)

“Apanya yang gimana?” balas Shindong masukin segenggem kripik nachos ke mulutnya. Yang lain hanya bisa geleng-gelengin kepala liatnya.

“Pake selimut aja disambung-sambungin!” usul Sungmin dengan aegyo ’45 (A/N : mestinya semangat ’45 kan? -_- aegyo taun ’45 jadul ah! *plak*)

Heechul langsung lemparin setumpuk selimut ke muka Sungmin, “Selimut loh peyang! Kampungan deh kayak di sinetron ajah,” (A/N : lu kira jidat apa peyang? Hee : dialog juga lo yang kasih -_-)

Sepi sejenak. Sampai akhirnya semua member ngendus-ngendus idungnya ke arah Sungmin.

“Hyung! Kamu ga mandi berapa gayung?! Eh.. Maksudnya berapa bulan?!” tanya Kyuhyun tutup idung sambil kibas-kibas tangannya.

“Gila! Hyung! Bau lo ngalah-ngalahin kaos kaki aku deh! Sumpeh! Bau jamban!” seru Eunhyuk blak-blakan.

“Hiks…,” ekspresi Sungmin berubah jadi mata anjing *puppy eyes kale!* lalu menatap Heechul memelas. *Heechul : aish! Author terlalu mendramatisir!* “Hyung~ itu tadi selimut siapa..?”

Heechul melirik ke arah Hankyung diikuti tatapan member lainnya. Yang dilirik ternyata dari tadi nggak merhatiin.

“Shen me la?” tanyanya ngelanjutin ngupil-ngupilnya. (?)

“Itu selimut Hankyung hyung?” tanya Yesung nunjuk ke Sungmin jijik.

“Shi la… Kenapa di pake jadi mantel sama Sungmin la? Itu ‘sungai Han’ wo belum keeling ma,” jawabnya santai sampai-sampai semua member melongo lebar kayak gua monyet. *Hyuk : apa, thor? Panggil-panggil? ==a*

“Euwwwww…..!!!!” seru Heechul – yang megang selimutnya- sama Sungmin yang tanpa sebidang pun ga kena ompolnya Hankyung.

“Gila lo Han! Lo makan apaan baunya ngalah-ngalahin armpit ikan teri?!” seru Kyuhyun lari sembunyi di balik pintu. (A/N : Ikan teri punya armpit? Jangan tanya deh, maksudnya armpit Hyuk =P)

KREEEKK….

“SETAAAAAANNN!!!!” seru Ryeowook spontan padahal jendela juga baru kebuka sesenti.

“Psttt!! Ini Sonsaeng!” bisik Junki yang tiba-tiba muncul ngelongok ke dalem ngeliatin kamar bagai kapal Titanic karam. *All : Emang udah karam kali thor!*

“S-sonsaeng mau maling ya?! Hayo! Ngaku!” tuding Siwon tunjuk-tunjuk. Junki cuma bisa pasrah. “Oh, Tuhan! Usir maling ini!” mulutnya komat kamit.

GRUDAK!!

Ternyata Junki langsung merosot ke dalem dengan benjol besar ketiban batu dari langit hasil doa Siwon.

“Kalian mau naik kelas ga sih? Nurut aja deh… Saya juga udah bosen pengen muntah liat muka kalian mampang di kelas saya,” balas Junki kepedasan. Eh, maksudnya pedas.

“M-mau deh, sonsaeng… Kita-kita juga bosen denger suara sonsaengnim,” jawab Leeteuk nunduk-nunduk.

“Ahem, by the way nyetop busway, sonsaeng gimana caranya masuk ke sini?” tanya Kibum yang baru bangun tidur ngeliat sonsaengnya berjubah hitam kayak zorro.

Junki menyeringai bangga kemudian ngeluarin tawa khas campuran ang-ang laughter versi Leeteuk sama evil laughter versi Kyuhyun.

“Sonsaeng udah belajar jadi ninja,” lanjutnya berhenti ketawa sebelum ada lalat hinggap di mulutnya.

“JINJJA?!! Belajar di mana??” tanya Kangin pengen belajar juga.

“Sonsaeng ini udah level expert belajarnya di…..,” ia ngerogoh saku jubahnya. “Nintendo Wii,” lanjutnya nunjukin ‘tempat les ninja’nya.

Semua siswa sekarang gantian mangap sampe lalat aja mati nyium baunya. Sejurus kemudian Kyuhyun sama Kibum langsung ngeluarin berbagai senjata entah dari mana dilahirin. Eh, salah, dikeluarin.

“Kalo itu mah kita juga bisa, sonsaeng!!!” seru mereka. Junki yang tadi tersenyum bangga langsung melotot sampe bola matanya keluar.

“K-kalian mau apa?” tanyanya benerin letak bola matanya.

“Kita udah belajar dari game laptop kami tercintaa,” jawab Kyuhyun sama Kibum nyiumin laptop mereka. *Laptop : argh! Gila mereka ga sikatan berapa minggu?! Kita jadi bau jengkol!*

“Udah deh, KyuBum (?) kita mau kabur aja jadi selama siput nguras laut timur,” potong Heechul. Donghae cuma mencibir geje monyongin bibirnya sampe disosor Hyuk. (?)

“Ah! Bek tu de topik (A/N : back to the topic kali -_-) jadi sonsaeng gimana ngeluarin kita-kita?” tanya Leeteuk mulai waras.

“Ehm.. Ehm… Jadi kita nanti, saya akan mengecoh security sini. Kalian keluar aja terserah kalian gimana caranya, ntar saya bantuin. Okeh?” jelas Junki asal diikuti anggukan-anggukan muridnya berlagak ngerti.

<><><>+School-Craziness!+<><><>

Continue reading

School Craziness! (Part 3)

School Craziness! (Part 3)

Author: Shim Min Ra.

Genre(s): School Life, Slice of Life, Drama, Continue, Comedy, Friendship.

Cast:Leeteuk, Heechul, Hankyung, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, Siwon, Ryeowook, Kibum, Kyuhyun, Junki.

A/N:
Fakta-fakta yang harus readers-nim ketahui sebelum membaca FF ini:
1. Ini ff paling ancur yang pernah author buat. Tanda baca kacau, penggunaan kata yang nggak formal, dan isi cerita yang garing. LoL. Jadi intinya, author emang sengaja nggak pakai kalimat baku. Baca cerita komedi dengan kalimat baku itu kesannya terlalu serius kan? ^^
2. Karena di blog ini jarang ada cerita komedi 100%, makanya author mencoba untuk buat FF yang isinya komedi murni. Ini pertama kalinya author buat FF ber-genre kayak gini, jadi maklum aja kalo nggak lucu sama sekali.
3. FF ini nggak bermaksud untuk menghina ataupun menjelek-jelekkan karakter yang di pakai. Semuanya hanya murni karangan author. Bila terdapat kesalahan, harap jangan di ambil hati. Ini hanya FF yang tujuannya untuk menghibur pembaca semata.
4. Punya ide? Punya cerita lucu? Pernah punya pengalaman pribadi tentang sekolah yang sampai bikin readers ngakak? Kirim aja ke e-mail author (La_versailles_33@hotmail.com) atau kirim message ke facebook (keyword: Angella Tham). Itung-itung bantuin author nyari ide cerita, gapapa kan? Hehehe… Yang pasti, nanti author cantumkan credit buat yang punya ide.
5. Nggak ada yang tau FF ini bakal sampai berapa part. Author sendiri juga nggak tau. FF ini bersifat endless. Tidak berujung. Cerita berlanjut sesuai dengan mood author. Kalau banyak peminatnya, mungkin part-nya bisa panjang. Kalau nggak ada tanggapan apapun, say goodbye aja sama ini FF… -_-
6. Thats all. Author hanya perlu kritik, saran, dan tanggapan readers untuk part ini. I hope I could bring more smiles and laughters with this story ^^ !

-Author’s POV-

Semua orang bengong ngeliatin ke depan kelas.

Heechul udah nyamar jadi cewek yang cuaaanntikk banget, lengkap sama lipstik merahnya yang menyala-nyala dan berkobar-kobar kayak api kepanasan. *AuthorGaje*

Hankyung udah pake baju ala pangeran.

Kira-kira begini acting mereka…

Hankyung: “Tungguuuu!!”

Heechul: *nutupin mukanya* “Aahh, maafkan akuu… Aku tidak bisa…”

Hankyung: “Tapi wo mauu…”

Heechul: *meronta-ronta* “Jangaannn… Nggak boleehh…”

Semua orang yang ada di kelas udah nelen ludah, termasuk Lee Junki Seonsaengnim.

Hankyung: “Tapii… Wo gak, gak, gak, gak kuat~~ Gak, gak, gak, gak kuat~~ Aku gak kuat sama cewek sok mahal~”

Heechul: “Andwae, anni, anniya, annieyo… Kamu tidak bisa begini…”

Hankyung: *keringet mulai netes*

Heechul: *bengong cuz si Hankyung nggak ngomong apa-apa*

Hankyung: *mati gaya*

KRIKK… KRIKK…

Heechul: *nyikut Hankyung*

Hankyung: *bisik-bisik* “Dui bu qii, Heechul-ah… Wo lupa dialog…”

Heechul: *melotot, lalu balas berbisik* “Ya udah, cepet lanjut ke adegan berikutnya!”

Hankyung: *mulai termehek-mehek, ngeluarin saputangan yang entah dari mana* “Jangan pelgi…”

Heechul: “Mianhae, aku harus pergi…”

Hankyung: “Wae?? Wae?? Waeeeee~~~~??” *HoMinModeOn*

Heechul: “Ini udah jam duabelas malam… Aku masih harus nyuci baju di kali ciliwung, nyuci piring bekas makannya Shindong, truss motong rumput di rumahnya author… Sibuk niich…” *kipas-kipas*
Continue reading

School Craziness! (Part 1)

School Craziness! (Part 1)

Author: Shim Min Ra.

Genre(s): School Life, Slice of Life, Drama, Continue, Comedy, Friendship.

Cast:Leeteuk, Heechul, Hankyung, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, Siwon, Ryeowook, Kibum, Kyuhyun, Junki

-Author’s POV-

Star Museum School, alias S.M School, adalah sekolah yang dimiliki oleh Lee Sooman dengan Kim Youngmin yang bertugas sebagai kepala sekolah di sana. Sekolah yang lengkap dengan asramanya itu sangat ternama di Korea Selatan, banyak alumni dari sekolah itu yang menjadi selebriti terkenal di masa depan. Sekolah ini memang khusus mendidik murid-muridnya dalam bidang seni, dan yang mendaftar di sekolah ini sebagian besar memiliki talenta ataupun keinginan yang kuat untuk menjadi artis, seniman, penyair, penyanyi, penari, bahkan pelukis.

Tetapi banyak orang yang tidak tahu tentang sebuah kelas spesial yang terdapat di Sekolah S.M. Kelas spesial yang hanya berisikan tigabelas orang. Kelas yang sangat spesial sampai-sampai guru-gurunya pun istimewa. Bahkan kepala sekolah pun sudah angkat tangan untuk menangani kelas tersebut. Bukan karena apa, tetapi murid-murid di kelas itu sudah lima kali tidak naik kelas. Begitu kepala sekolah ingin mengeluarkan murid-murid itu, mereka malah demo di depan rumah sang kepala sekolah sampai akhirnya kepala sekolah merasa di teror yang menyebabkan ia tidak jadi mengeluarkan ketigabelas murid ‘gila’ itu.

Oke, kita sudahi pembicaraan tentang sekolah… Lebih baik kita lihat saja keadaan kelas mereka yang bagaikan keadaan Iraq setelah perang dengan Iran. Sampah di mana-mana, buku-buku berterbangan, sampai papan tulis di depan kelas miring sebelah… (A/N: papan tulis emangnya bisa miring sebelah, thor?? xDD)

“Heeeeiiiiiii!! Temaaannn-temaaaann!!” Siwon teriak-teriak kayak orang gila di depan kelas. “Ayo doa sebelum kelas di mulai!!”

Saking kencengnya Siwon teriak, kegiatan seisi kelas menjadi berhenti mendadak.

Shindong yang lagi makan sampe keselek tulang ayam.

Sungmin yang sibuk menata barang-barang berwarna pink-nya di atas meja jadi shock, alhasil bukannya rapi malah semua barangnya tambah berantakan.

Kyuhyun yang memainkan PSP-nya di samping Sungmin langsung menghentikan permainannya karena game over.

Heechul yang dari tadi berusaha mengajar Bahasa Korea di depan Hankyung jadi tambah kesal gara-gara Hankyung masih tetep nggak ngerti-ngerti dan malah garuk-garuk kepalanya. Ketombe-ketombe yang berterbangan dari kepala Hankyung membuat Heechul jadi bersin-bersin.

“Huaaattchii!! Huaaaaaattchi!!”

“Waduh… Kena ketombe, ya? Dui bu qi laaa… Wo lupa cuci lambut lagi… Hehehe…” Hankyung cengar-cengir sendiri.

“Emang lu udah berapa lama nggak keramas hah?!” tanya Heechul sewot.

“Shen me? Keramat?? Apanya yang keramat?” tanya Hankyung makin nggak nyambung karena bahasa Korea-nya yang pas-pasan.

Heechul geleng-geleng kepalanya, padahal dalem hati dia pengen banget jitak tuh orang. “Keramas, babo! KERAMAS!! KE-RA-MAS!”

“Hah? Ooohh… Udah…” Hankyung mikir-mikir sebentar. “Kira-kira sih udah… sebulan lah…”

“MWOO??!” Heechul langsung nutup mata, eh nutup idungnya dan nyemprotin parfum mahal ke sekelilingnya, sampe rambutnya si Hankyung juga di tuang parfum satu botol.

“Aiiyaaa~ Heechul, kamu ngapain sih?? Liat nih, wo punya lambut jadi lengket-lengket kayak ketumpahan jus jeluk yang balu di beli di kantin sekolah… Ni halus ganti lugi laaa…”

Kali ini Heechul beneran jitak kepala Hankyung pake botol kosong bekas parfumnya.

BLETAKK!

“Lu ye, masih mending nggak gue sirem air comberan!” maki Heechul.

Sementara pertengkaran HanChul berlangsung, pasangan EunHae yang sedang asyik break dance jadi terjatuh di lantai, akhirnya mereka malah guling-guling dengan wajah penuh tawa di atas tumpukan sampah yang berceceran di lantai tersebut.

Yesung sendiri sedang menyuruh Ryeowook untuk berbicara dengan kura-kura kesayangannya, meskipun kura-kura itu hanya mengedipkan matanya genit ke arah Ryeowook.

Leeteuk dan Kangin yang tadinya lagi seru ber-gossip jadi berhenti dan memandang Siwon dengan penuh amarah, sebal karena acara gossipgirl nya di ganggu.

Kibum yang sudah berhasil bikin pulau besar di atas mejanya juga jadi terbangun dengan mata yang masih setengah tertutup.

“Ayo mulai doanya, aku yang pimpin doa…” ujar Siwon yang sudah melipat kedua tangannya di depan kelas. “Tuhan oh Tuhan, tolong selamatkanlah kelas ini… Amankan kelas ini dari segala bahaya… Jauhkan dari segala serangan bom atom, nuklir, rudal, dan ranjau yang mematikan…”

“Ihh, Siwon kok doanya kayak mau perang?” bisik Leeteuk pada Kangin yang duduk tepat di sampingnya. “Apanya yang diamankan segala? Emangnya Korea Utara mau nyerang kita?”

“Kita? Lo aja kalee, gue kagaaa…” sahut Kangin asal.

Begitu Siwon selesai berdoa, wali kelas mereka yang bernama Lee Junki memasuki kelas itu dengan ogah-ogahan. (A/N: ada Junki, nih! Hahaha. Aktor kesayangannya author. #plakk)

“Pagi…” sapa Junki malas.

“Pagi, Seonsaengniimmm!!” balas semua murid-muridnya penuh semangat, kecuali Kibum yang melanjutkan mimpi indahnya di atas pulau pribadi miliknya seorang.

“Kalian ingat besok ada ujian praktik acting, kan?” tanya Junki selaku guru acting mereka. “Temanya bebas…”

“Mwoo?? Andwaeeee!!” Heechul jambak-jambak rambutnya sendiri karena stress.

“OMG alias Oh My God, besok ujian acting, saya belum belajar, besok bagaimana, aku bingung, pusing~” Eunhyuk malah nyanyi sambil nge-rap nggak jelas.

“Bingung, bingung, bingung~” Kyuhyun, Ryeowook, dan Yesung malah jadi back singer di sudut kelas. “Pusing, pusing, pusing~~~ Uuuooohh… Wooouuoohh…”

Di tengah-tengah kelas, Donghae malah jalan moon walk ke arah Kibum sambil bangunin dia untuk minta bantuan di ujian besok. Tapi yang dibangunin malah asyik ngorok sambil mimpiin dia berhasil jadi aktor terlaris di Korea Selatan.

“Anni… andwae… Kibum… Huaaaaaa!! Kibuuuummm!!”

“Kenapa, Hae??” tanya Eunhyuk kaget.

“Bummie… Bummie meninggaaal!!” jerit Donghae histeris. “Bummie, jangan tinggalkan aku…!! Aku tidak bisa hidup tanpamu!”

“Nggroookk… Groookk…” Kibum memutar kepalanya ke kanan dan melanjutkan tidurnya di atas meja. “Hmmm… Aku tidak akan meninggalkan kamu… Kamu satu-satunya di hatiku… Hidupku sangat indah karena ada kamu…”

Eunhyuk merinding disko.

Donghae melongo dengan tampang bego.

Continue reading

Silence? What Happened To You?

Seoul, South Korea 5 October 2011, 10.00 KST

Donghae’s POV

  Tin.. Ton..

  Bel? Siapa sih? Mungkin Chohee lagi nyariin Leeteuk hyung. Maklum. Pasangan ‘pagi’.

  Aku berjalan menuju ke pintu depan dan membukakan pintu.

  “Omo! Jagi! Kenapa pagi-pagi datang?,” tanyaku melihat Haneul sudah berdiri di hadapanku. Dia nggak sekolah?

  Dia tersenyum. Kemudian ia menyerahkan sebuah kotak makan biru padaku. Buat apa?

  “Jagiya.. Ini bekal untukku? Kau baik sekali! Kau tidak sekolah kah? Mau kuantar?” tanyaku. Dia menggeleng dan membunguk sopan padaku. Omo! Dia diam sekali hari ini? Ada apa? Aku salah ngomong? Aduh..

  “Ja-jagi! Tunggu!” teriakku saat dia berlari menuju lift. Erh.. Apa dia marah? Kukejar atau tidak ya? Aduh… Bagaimana ini?

  “Ya! Donghae! Jangan bengong di depan pintu! Cepat tutup! Makanan sudah siap!” panggil Heechul hyung menyadarkanku. Aku segera menutup pintu dan beranjak ke ruang makan. Aku masih terheran-heran dengan tingkahnya. Errhh…

  “Donghae-ya? Kau kenapa? Kok nggak makan?” tanya Shindong hyung.

  “Ah, aniyo. Aku hanya heran dengan Haneul hari ini,” jawabku jujur. Semua hyung di sini lebih lama ‘berpacaran’ daripadaku.

  “Memang Haneul kenapa? Marah? Minta putus? Ngambek?” tanya Heechul hyung.

  “Yah.. mollayo. Dia hanya lebih diam. Bukan hanya lebih diam, tapi sama sekali tidak berbicara padaku! Dia tidak biasanya marah atau ngambek,” jelasku.

  “Mungkin dia sudah bosan padamu dan sedang mengejar laki-laki lain. Dia kan masih muda. Atau juga dia ingin putus denganmu!” kata Heechul hyung membuatku resah. Huwaaa!! Iyakah ia ingin putus dariku? Eotteohke?

  “Uwaaa! Donghaeya? Kau jangan nangis dulu!!” seru Heechul hyung tiba-tuba saat melihat air mataku yang menggenang di pelupuk mata. Aku segera meraih jaket dan kacamata hitamku. Aku harus memata-matai Haneul! Harus!

Seoul International High School, South Korea, 10.30 KST

HaNeul’s POV

  Ugh.. Semalaman aku bertengkar dengan ayah masalah Donghae. Yah.. Ayah masih bersikeras untuk memisahkanku dengan Donghae. Katanya gara-gara Donghae itu kekanak-kanakan. Aku akan buktikan ke ayah kalau Donghae itu dewasa! Walaupun sebenarnya aku sendiri nggak tahu dimana sisi kedewasaannya Donghae. Tapi aku akan mencari sisi dewasanya!

  Hari ini aku bangun pagi-pagi untuk membuatkan Donghae bekal. Kemarin aku bertanya pada Leeteuk sunbae tentang jadwal Donghae. Katanya, akhir-akhir ini Donghae susah bangun karena kurang tidur. Dia juga agak kurusan menurutku. Jadi aku buatkan bekal untuknya. Aku membuatkan onigiri – walaupun aku tahu itu masakan Jepang, bukan masakan Korea, dan aku tambahkan banyak sekali seafood dengan takaran nutrisi yang sudah aku perhitungkan – aku kelak ingin menjadi ahli kesehatan. Aku membawanya dengan bahagia dan menyerahkannya pada Donghae.

  “Haneul-ya! Annyeong!” seru Hyosun sambil menepuk punggungku. Aku tersenyum.

  “Aku sudah mendengar tentang pertengkaranmu dengan Appa-mu kemarin. Aku tahu kok kalau kamu itu sayang sama ‘pacar’mu itu. Tapi kamu juga jangan sampai teriak-teriak seperti itu. Lihat, sekarang apa akibatnya,” nasihatnya. Hyosun memang baik! Dia tetangga juga sahabatku, satu-satunya di sekolah ini  yang tahu kalau pacarku itu artis.

  “Tapi Haneul, aku boleh nggak minta tolong?” waduh? Hawanya kok tiba-tiba nggak enak?

  “Tolong pertemukan aku dengan Key SHINee! Please! Aku janji nggak akan menceritakan semuanya pada Dongha…,” aku sudah membekapnya sebelum ia membongkar semua rahasiaku. Bisa dicekik ELFishy aku!

  “Ah.. Mianhae Haneul-ya. Aku lupa. Hehe.. Makanya kau bantu aku! Kenalkan Key padaku!” pintanya. Hih! Terpaksa! Aku mengangguk kesal.

  “Ahhh!!! Gomawo Haneul-ya!” serunya sambil merangkulku. Aduh, jelek sekali nasibku!

SM Entertainment, Seoul, 15.00

Haneul’s POV

  Uhh.. Pulang sekolah aku harus langsung menemani Hyosun sebelum rahasiaku meluber! Aku langsung menyeretnya ke gedung SM, tepatnya ruang latihan SHINee.

  Tok.. Tok..

  Aku mengetuk pintu. Ternyata Minho sunbae yang membukakan pintu. Aku dan Hyosun membungkuk sopan.

  “Ah! Ternyata kau, Haneul-ya! Silahkan masuk,” undang Onew sunbae.

  “Siapa itu?” tanya Taemin polos. Aku hanya tersenyum.

  “Annyeong sunbaedeul! Jeoneun Kim Hyosun imnida! Aku teman sekolahnya Haneul,” balas Hyosun. Err.. Temanku ini semangat sekali.

  “Annyeong Hyosun-ssi,” jawab Key. Muka Hyosun langsung merah padam. Hihi..

  “Err..,” erangku.

  “Hyosun ma..,” kataku pelan.

  “Aku mau berbicara dengan Haneul sebentar,ya,” izin Minho. Untung saja! Aku tidak perlu susah payah menghindar. Aku mengikuti Minho dari belakang. Mau bicara apa dia?

  “Haneul-ya, kau sakit?” tanyanya melihatku diam saja. Aku menggeleng.

  “Kau kenapa? Haus? Mau makan siang denganku?” tawarnya. Yah.. Mungkin dengan Minho sunbae aku bisa minta pertolongan.

Donghae’s POV

  Aku mengikuti Haneul sejak pulang sekolah. Dia ingin ke gedung SM? Ngapain? Mencariku? Tapi dia bawa-bawa teman bawelnya itu? Buat apa? Kuamati gerak-geriknya. Tunggu! Itu kan bukan ruang latihan Suju? Itu ruangan SHINee? M-mau apa dia?!

  Aku sudah menunggu sekitar lima menit di luar ruangan itu. Kenapa Haneul tidak segera keluar?

  Tiba-tiba kulihat dia keluar bersama Minho. Mereka mau ke mana? Kok cuma berdua? Mana yang lain? Eh? Mereka menuju ke cafetaria! Mau apa? Kencan? Aish! Tidak mungkin Donghae ppabo! Mungkin mereka memang punya masalah yang perlu dibicarakan! Tapi perkataan Heechul hyung tetap terngiang-ngiang di telingaku. Ish!

Cafetaria SM, Seoul, South Korea, 15.30 KST

Author’s POV

  Minho dan Haneul duduk di pojokan cafetaria. Haneul tertunduk malu sambil mengunyah makanannya.

  “Ahh.. Aku mengerti. Kalau begitu tidak usah memaksakan diri. Mungkin besok akan baik-baik saja,” tegur Minho sambil mengacak-acak rambut Haneul. Haneul cuma menunduk malu.

  “Kalau begitu kau ingin tahu sisi kedewasaan Donghae ya?” tanya Minho. Haneul menangguk semangat.

  “Umm.. Donghae sunbae itu… Akan mengalah demi orang yang disayanginya, walaupun dia kadang manja. Dia akan berusaha menjadi orang yang kuat demi orang yang disayanginya,” jelas Minho sunbae. Kalau diingat lagi, perkataan Minho sunbae juga ada benarnya.

  “Lalu aku punya satu kuis buat kamu,” kata Minho sunbae tiba-tiba. Kuis?

  “Coba kamu cari tahu apa yang Donghae dan anak-anak punyai tapi kebanyakan orang tidak punya?” perintahnya. Apa ya?

  “Kau pasti akan segera menemukan jawabannya. Ayo, kita kembali,” ajak sunbae. Aku tersenyum lebar dan mengangguk semangat.

Donghae’s POV

  Aish! Haneul-ya… Aku salah apa? Kau marah ya padaku? Kau membenciku? Kenapa kau malah makan siang berdua dengan sahabatku sendiri sih?!

  Aku mengamati mereka dari jauh. Bukan. Tepatnya aku hanya mengamati Haneul dari jauh. Dia terlihat senang dan bersemangat berbincang-bincang dengan Minho. Mereka membicarakan apa sih?

  Aku sedang frustasi! Aku berjalan gontai menuju pintu keluar dan melangkah entah ke mana.

  Haneul-ya.. Aku salah apa? Haneul.. Aku tahu aku nggak sempurna, tapi aku sudah memberikan yang terbaik untukmu. Aku tidak mengganggu aktivitas sekolahmu, aku menjagamu, aku memperhatikanmu.

  “Ahjussi..,” panggil seorang anak kecil di hadapanku. Siapa dia? Aku di mana? Taman? Oh.. Ini taman kota.

  “Hai. Kau memanggilku?” tanyaku padanya. Ia mengangguk.

  “Ne, Ahjussi orang baik?” tanyanya polos. Aku terkikik.

  “Tentu saja! Kau tidak lihat? Mana mungkin seorang ahjussi jahat mau menyapa anak kecil manis sepertimu?” gurauku. Dia tertawa.

  “Ahjussi, aku mau bermain,” ajaknya.

  “Kajja! Kau mau bermain apa?” tanyaku. Wajahnya seperti sedang memecahkan soal matematika super sulit. Lama sekali.

  “Main apa,ya ahjussi?” tanyanya. Aigoo.. Main apa ya? Aku sedang galau. Tidak ingin main.

  “Ahjussi kenapa? Tidak mau main? Kalau begitu kita jalan-jalan saja,ya?” ajaknya. Uhm.. Baiklah. Mungkin mood-ku akan membaik.

Haneul’s Room, Seoul, South Korea, 18.00 KST

Haneul’s POV

Ugh! Leganya bisa sampai di rumah. Untung ayah belum pulang. Jadi kami nggak perlu berdebat seperti kemarin. Aku melirik layer handphone-ku.

“Donghae~” bisikku sambil tersenyum begitu mendapati fotonya sebagai wallpaper hapeku. Ahh.. Apa aku kangen Donghae, ya?

Aku segera beranjak dari tempatku dan meraih ponselku. Kutekan sederet angka yang sudah tidak asing lagi bagiku.

  “Maaf, nomor yang anda tuju sedang tidak aktif,” kudengar suara nada putus-putus di ujung sana. Tidak aktif? Tiba_tiba perasaanku jadi tidak enak. Kucoba lagi untuk menghubungi Donghae. Nihil. Masih tidak tersambung. Donghae-ya? Kau ke mana?

Seoul Seafood Restaurant, Seoul, South Korea, 20.00 KST

Donghae’s POV

  Kugandeng tangan mungil gadis kecil tadi. Dia terlihat begitu bersemangat setelah kuajak makan malam bersama.

  “Kau mau ke mana lagi?” tanyaku pada gadis itu. Ia terlihat sibuk berpikir. Aigoo.. Lucunya wajah anak ini! Ia mengingatkanku pada…….. Haneul?

  Segera kulihat ponselku ketika teringat olehnya. Mati? Aish! Sialan! Aku lupa kalau aku menon-aktifkan ponselku sejak pagi. Segera kunyalakan ponselku karena ingin menghubungi Haneul.

  Tritt.. Tritt.. Tritt..

  Uh? 62 missed calls? Haneul? Omo! Ada masalah seriuskah ia terus mencariku? Kutekan tombol call segera setelah melihat missed call list di ponselku. Haneul-ya.. Apa yang terjadi? Hah? Non-aktif? Coba kutelepon rumahnya! Hah? Tidak diangkat? Aigoo! Haneul-ya.. Kau ke mana?

  “Ahjussi? Kau kenapa?” tanya gadis kecil tadi. Dia masih menunggu ternyata.

  “Aniyo.. Ahjussi hanya kecapekan,” jawabku sambil tersenyum miris.

  “Ahjussi, kau punya malaikat?” tanya gadis itu tiba-tiba. Malaikat? Umm..

  “Tentu saja. Aku punya seorang malaikat cantik yang lucu sepertimu,” jawabku saat teringat lagi pada Haneul.

  “Ahjussi… Sedang rindu pada malaikat itu ya?” tanya anak ini. Waduh! Anak ini salah makan apa sampai bisa menebak jalan pikiranku?!

  “Ehm.. Iya sih,” jawabku malu-malu. Dia menarik tanganku.

  “Kalau gitu ayo kita pergi mencari malaikatmu!” serunya. Menemui Haneul? Apa yang harus kukatakan nanti?

  Tritt.. Tritt..

  Telepon? Heechul hyung?

  “Yoboseyo?”

  “Ya! Lee Donghae! Kau di mana sekarang? Seharian nggak muncul, nggak latihan,” teriak Heechul hyung. Omo! Telingaku!

  “Ne.. Ne.. Mianhae hyung. Aku cuma stress,” jelasku. Aku masih bisa mendengar gumaman tak jelas Heechul hyung.

  “Ya! Kau ini! Kau tidak tahu apa? Pacarmu itu sedari tadi menelpon kami mencarimu! Sekarang dia pergi entah ke mana! Rumahnya kosong, appa-nya belum pulang. Cepat kamu cari Haneul!” T-tunggu!! Haneul hilang? Ke mana? Aduh.. Bagaimana ini?

  “Baik, hyung! A-aku segera mencarinya!” seruku sebelum memutuskan telepon. Haneul-ya, kau di mana?

Han River, Seoul, South Korea, 21.00 KST

Haneul’s POV

  “Donghae-ya~” bisikku memanggilnya. Mataku lelah sehabis menangis selama dua jam nonstop setelah teringat betapa beratnya pekerjaan Donghae akhir-akhir ini. Bagaimana kalau dia jatuh sakit? Pingsan? Kecelakaan kerja? Kecelakaan lalu lintas? Omo! Apa aku menyusahkannya?

  “Donghaaa…,” suaraku terputus-putus karena lelah. Mataku berat sekali. Seperti mau ping…

  “Haneul-ya!” seru seseorang yang terasa begitu familiar. Donghae?

  “Haneul-ya..,” panggil pria yang kini sudah berdiri terengah-engah di hadapanku.

  “Dooo…,” ugh! Berat sekali rasanya untuk berbicara. Aku menelan sedikit ludah dan berusaha memanggilnya lagi. Ugh!

  “Haneul-ya…” bisik Donghae meraih leherku dan mendekapku dalam peluknya. Hangat.

  “Kau baik-baik saja?” tanyanya.

  “Hmm..,” aku hanya bergumam meyakinkannya.

  “Nan bogosipeo,” bisiknya lirih. Aku mengangguk pelan.

  “Apa kau mau berpisah dariku?” tanyanya mengejutkanku. A-apa?

  Aku melepaskan pelukannya dan menatapnya heran tanpa kata. Apa sih maksudnya?

  “Wae? Ada yang salah?” tanyanya lagi. Tentu saja! Semuanya salah! Pertanyaan macam apa itu?

  “Aphh.., ” aku berusaha bertanya. Apa boleh buat. Suarar ku memang sudah hilang sejak pagi gara-gara bertengkar dengan ayah. Berbicara dengan Minho sunbae saja aku pakai notes. Saat menelpon Heechul sunbae sebenarnya suaraku sudah baikkan. Tapi karena panic dan menangis terus suaraku hilang lagi.

  “Kau mau ngomong apa, sih Jagi?” tanyanya. Ya! Donghae ppabo! Awas saja kalau aku sudah sembuh aku akan menceramahimu seharian!

  Aku memukul pundaknya pelan walaupun itu cukup keras baginya. Aku merogoh isi tasku dan mengambil sebuah notes dan bolpen. Donghae! Kau cari mati denganku!

Donghae’s POV

  Suasana kali ini berubah jadi aneh. Terlihat lucu mungkin. Tapi aku masih bingung kenapa Haneul sedikit pun masih belum mau berbicara denganku. Dia mengambil notes dan bolpen dari tasnya dan mulai menuliskan sesuatu. Kemudian di baliknya notes itu ke hadapanku.

  ‘YA! LEE DONGHAE PPABO! KUKIRA PACARKU INI SUDAH DEWASA TERNYATA MALAH MENYUSAHKAN! SUARA KU SEDANG HILANG TAHU! DASAR TIDAK PEKA!’

  Apa? Ternyata suaranya sedang hilang? Omo! Aku salah sangka dari tadi!

  “Aaaa!! Mianhae Jagi! Mianhae! Aduh..,” sesalku. Mau bagaimana lagi! Aku memang pacar yang bodoh!

  Tritt.. Tritt..

  Oh? Ponsel Haneul? SMS ya?

  Dia terlihat senang sekali menerima SMS itu? Siapa? Minho ya?

  “Siapa, Jagi? Itu Minho, ya? Berikan padaku! Aku mau lihat!” seruku. Dia terus menghindar dariku sambil tersenyum nakal. Aish! Song Haneul! Kau menyebalkan!

Haneul’s POV

  Tritt.. Tritt..

  Uh? SMS? Malam-malam siapa sih yang SMS?

  ‘From : Choi MinHo

     Jawaban kuis? >> Donghae = Jujur  :)’

  Itukah jawabannya? Iya sih.. Dia begitu jujur.

  ” Siapa, Jagi? Itu Minho, ya? Berikan padaku! Aku mau lihat!” serunya. Waduh? Tebakkannya tepat sekali! Jangan sampai dia melihat isi SMS ini! Bisa ditertawai aku! Aku terus menghindar darinya dan memasukkan ponselku ke dalam tas. Mungkin aku harus membalas SMS Minho sunbae dengan jawaban kalau Donghae tidak hanya jujur, tapi punya rasa ingin tahu yang terlalu tinggi seperti anak kecil. Dia terus merecokiku dengan pertanyaan yang sama! Omo! 5th Years Old Lee Donghae is attacking me!!

THE END
By : Minn -Wenny-

Annyeong! Cast na author pake nama Haneul itu nama lengkapnya Song Haneul.. *emang nama gini agak pasaran XD #digeplak*
Happy Reading 😉

Mohon maaf kalo ada kesalahan kata-kata… Gomapda… 😀

Enemy To Be Boyfriend Chapter 8

Title : Enemy To Be Boyfriend
Chapter : 7.8 / ??
Genre : Romance , Comedy .
Cast :
*Lee Sungmin a.k.a Minnie
*Cho Kyuhyun a.k.a Kyuhyun
*Lee Donghae a.k.a Donghae
*Lee Hyukjae a.k.a Hyukie
*Kim Jongwoon a.k.a Yesung
*Kim Ryeowook a.k.a Wookie
*Kim Heechul a.k.a Chullie
*Hangeng a.k.a Hankyung]
*Lee Teuk a.k.a Teukie
*Kim Youngwoon a.k.a Kangin
*Kim Kibum a.k.a Kibum

:: Disekolah ::
“Minn , besok latihan ya ”
“Ehh iya , untung lu ngingetin hae . hampir lupa gue ”
“Hahaha . gimana ama sikyu ?” Tanya hae
“Gimana apa nya ?”
“Yaelah , hubungan lu sama si kyu ?”
“Ohh itu , baik aja kok . lu sama si hyukkie gimana ?”
“Ohh . gue sama hyukkie ?? baik kok . tapi gue masih takut buat nembak dia .”
“Tunggu apa lagi si hae ? gitu aja kok takut .”
“Gue gugup minnie ”
“Ntar gue bantuin dehh ”
“Bantuin gimana ??”
“Nanti gue suruh si hyukkie nonton . nanti yang nemenin hyukie bukan gue tapi elu . oke ?”
“Whatever lah ”
“Yaudah gue kekelas dulu ya . bye ”
“Bye ”

haepun nurut sama maksud minnie 🙂

“Hyuk , ntar nonton yuk ” ajak minnie
“Nonton ape ? siapa aja yang ikut ?”
“Apa aja lah yang ada . cuma kita berdua aja 🙂
“Sipp deh .”
“Tapi lu ntar berangkat duluan ya ”
“Lahh kok gitu ?”
“Gue ada urusan sama kak siwon nanti . cuma bentar kok ”
“Yaudah deh . jangan lama lama lu !”
“Iya bawell ”
“yaudah kekelas yu ”
“Yaudah ”
“Minnie .. ” panggil kyuhyun
“Apaan ?” tanya minnie sewot
“Ikut gue bentar yu ”
“Kemana ?”
“Udah ikut aja ”
“Yaudah , Hyuk lu duluan aja ya ”
“Ohh , yaudah deh . dahh ”
KyuMin berlalu ..
“Kyuhyun sama minnie mau kemana ya ?? gue ikutin lah .”

:: Ditaman Belakang ::
“Minn , nanti malem aku kerumah kamu ya ?”
“Hah ? ngapain ?”
“Mau berduaan sama kamu ”
“Dihh aku ga mau ah ”
“Kok gitu si . kamu kan tunangan aku . kamu ga sayang ya sama aku ?”
“Sayang kok sayang . yaudah mau kerumah aku jam berapa ?”
“Jam 7 . kok cemberut sih ? kenapa ? gak suka ya ??”
“Engga kok . cummaaa …”
“Cuma apa min ?? jadi ini yang lu tutupin dari kita semua !! Lo tunangan sama kyuhyun ! padahal lu tau kan gue suka sama kyu !!”
Siswa Siswi yang ada disekolah pun langsung menuju taman belakang sekolah . karna terdengar suara teriakan .
“Minniee ? gue gak percaya lo sama kyuu tunangan ” Tiba tiba wookie muncul
“Hyukkie , wookie ” Minnie bergeming
“Apa !! Gak usah lo panggil panggil nama gue lagi !!” teriak mereka berdua
“Hyukk , wookie , gue bisa jelasin semuanya .”
“Mau jelasin apa lagi ! semuanya udah jelas min !” teriak hyukkie
“Gue sayang sama minnie .” jawab kyuhyun yang dari tadi diem .
“Tapi gue juga sayang sama lu kyu .” jawab wookie
“Tapi gue cuma nganggep kalian berdua sebagai sahabat aja . ada orang lain yang sayang sama kalian berdua .”
“Siapa ! gak ada yang sayang sama kita kyu !” jawab wookie
“Siapa bilang ? liat dibelakan kalian ” jawab minnie
Hyukkie dan wookie pun nengok ke belakang
“Donghae ??” jawab hyukkie
“Yesung ??” jawab wookie
“Iya hyuk . aku sayang sama kamu .”
“Wookie , aku sayang kok sama kamu .”
“Tapi hae ??”
“Tapi apa hyuk ? karna kamu sayang sama kyu ?? aku gak perduli itu semua hyuk . yang penting kamu selalu ada dihati aku .”
“Taa tapi hae , aku masih belom bisa terima kamu . aku masih kesel sama mereka berdua .”
“Gue juga kesel sama Mereka berdua ! penghianat !”
Wookie and Hyukkie pergi
“Wookie , Hyukkie gue bisa jelasin ini semua .”
“Ga ada yang perlu dijelasin lagi !” Teriak mereka berdua .
“Woooooooo” Teriak siswa siswi disekolah
“Diem gak lo semua !! Pergi dari sini cepet !!” Teriak kyuhyun
Siswa siswi pun yang ada disana langsung pergi karna tatapan dan teriakan kyu tadi .
“Kyu , apa gue bilang , marah kan mereka .”
“Tapi bukan salah kalian aja . mereka berdua juga terlalu egois min” jawab donghae
“Udah deh . nanti mereka berdua juga bakal ngerti kok .” jawab kyu
“Kyuu , mereka itu sahabat aku . baru kali ini aku berantem sama mereka .”
“Tapi minnie , mereka terlalu egois , mikirin diri sendiri , dia gak mikirin perasaan kamu kan ?”
“Tapi kyu … ”
“Udah deh ga usah ribut gini . gue bakal jelasin semuanya ke wookie . elu hae , jelasin semua ke hyukkie . dan elo kyu , bawa minnie keUKS mukanya udah pucet tuh .”
“Oke hyung ” Jwab kyuhyun and donghae

*Sekarang eunhae dulu ya 🙂
“Hyukk tunggu ” teriak donghae
“Tinggalin aku sendiri hae .”
“Aku gak mau ninggalin kamu sendiri hyukkie ” donghae pun berasil menggenggam tangan hyukkie dan menarik hyukie ke pelukannya .
“Hae , pliss tinggalin aku .”
“Aku gak mau hyuk . aku mau jelasin semuanya kekamu ”
“Ga ada yang perlu dijelasin hae ”
“Kalo gitu diamlah sebentar ” hyukie pun berenti merengek . saat itu lah hyukkie merasakan hangat tubuh donghae .
“Hyukk”
“Hmm ”
“Mau gak jadi pacar aku ”
hyukie pun mendongakan kepalanya untuk menatap donghae .
“Kasih aku waktu ya hae ”
“Okee aku bakal nunggu kamu ”
“Thanks ya . kekelas yuk ”
“Ayukk .”

*YeWook ya 🙂
“Wookie ,tenang ya .”
“Gimana bisa tenang sung ? aku gak bisa .”
“Sini sini ” yesungpun langsung narik wookie ke pelukannya ”
“Yesung ?”
“Hmmm ”
“Kamu kok meluk aku ?”
“Hehe katanya kalo orang lagi sedih dengan cara dipeluk langsung tenang .”
“Makasih ya ”
“Cheonman . wookie ??” yesung pun langsung ngelepasin pelukannya .
“Hmmm . apa ?”
“Kamu mau gak jadi pacar aku ??”
“Yesunggg ? kamu serius ?”
“Aku serius wookie sayang . aku sayang banget sama kamu ”
“Aku bakal berusaha buat nerima kamu yesung .”
“Gomawo wookie-ah ”
“Cheonman . kekelas yuk ”
“Yaudah yuk ”

:: Dikelas ::
YeWook pun datang dengan wajah gembira .
Karna guru guru sedang rapat , jadi murid dikelas pada ada ditaman , kantin dan dikelas . tapi dikelas cuman ada hyukie dan donghae .
“Tampang lu jelek amat hae ” sahut yesung
“Abis ditolak gue sama hyukkie ” jawab donghae .
“Sabar ya , dunia emang kejam .” jawab hyukkie
“Hyukk terima aja ” sahut wookie
“Tau hyuk , terima aja ” sahut yesung
“Iye iye gue terima ” jawab donghae
“Hah ?? aku gak mau ah kalo terpaksa ”
“Aku ga terpaksa hae ”
“Masa ?? gak percaya … hmmpphhh ” omongan donghae tertahan karna bibirnya langsung dibekep sama bibirnya hyukkie .
“Udah percaya kan ”
“Belom . kalo sekali lagi kamu cium aku , aku baru hmmpphh ” lagi lagi hyukkie nyium donghae .
“Percaya kan ?”
“Iya aku percaya . gomawo ciumannya . hehe ”
“Cheonman sayang ”
“Sungie , aku juga mau dong dicium .” rengek wookie
“Sinii sinnii ”
KyuMin pun dateng kekelas . saat didepan pintu mereka denger wookie minta ciuman sama yesung . jadi kyumin hanya ngumpet dibelakang pintu .
Yesungpun langsung nyium bibir wookie . wookie pun dengan senang membalas ciuman itu .
Wookie langsung melepas ciuman itu . yesungpun sadar saat wookie ngelepasin ciumannya .
“Wookie , kok dilepas ?”
“Malu diliatin EunHae .”
“Tadi kan kamu yang minta .”
“Heheh tapi aku malu . ”
“Yaudah lanjutin ntar ya ”
“Ahh itu mah maunya kamu . gak mau ah ”
“Ciee yang udah jadiaan . bener kan gue bilang , ada yang sayang sama kalian berdua .” Sahut Kyu tiba tiba
“Iya kyu , kamu bener . gomawo kyu ” jawab WookHae
“Cheonman , Sekarang baikkan ya ”
“Iyaa kita baikan ya ” sahut minnie
“Iyaa . kita baikan sekarang ” merekapun berpelukan kayak teletubis .
“Minnie , aku jadi mau dicium . haha ”
“Maluu ah diliatin orang . haha ”
“Yaahh kamu mah gitu ”
“Malu tau kyu ”
“Yaudah deh . janji ya kalo tempatnya sepi aku boleh cium kamu ”
“Iya kyuhyun sayang .”

Teng Teng Teng . bel pulang sekolah berbunyi .
“Minn , nanti aku kerumah kamu ya ?”
“Mau ngapain ?”
“Ngajak kamu nonton . hehe ”
“Iya deh iya ”
“Ciye yang mau nonton ” sahut Hyukiie
“Hyukk , nanti malem nonton juga yuk ”
“Yang bener ?? emang kamu punya duit ?? hahah becanda sayangku ”
“Punya dong . emang aku miskin apa kaya kamu . haha ”
“Dihh jahat ”
“Haha becanda sayangku yang cantik ”
“Yesung nanti lu mau ngajak wookie kemana ?” tanya sidonghae
“Nonton aja lah , abisnya kalian pada ngajak nonton . ikut aja gue ”
“Wookie , mau kan nonton sama aku ”
“Iya sayang aku mau ”
“Gomawo ya sayang ”
“Kita Triple date nih ceritanya ??” tanya kyu
“Hehehe jadi lu gak mau nih kita triple date ” sahut YeHae
“Hahaha gue gak ngomong gitu ya . kalian loh yang ngomong . haha ”
“Yaudah udah gak usah ribut . pulang yuk ” sahut minnie .
“Yaudah yuk sayang kita pulang . ”
“Ohh iya , nanti ketemu disana aja jam setengah 7 ” sambung kyuhyun .
“Sipp ”

:: Dirumah Minnie ::
“Udahh jam 6 , kok kyu belom dateng ya ??”
Tinn Tinn Tinn
“Nahh itu dia kyu . umma , minnie berangkat ya ”
“Jangan pulang malem malem ya ”
“Iya umma ”
Minnie pun langsung naik kemobilnya Kyu ..
“Mian ya lama ”
“Emang kamu ngapain aja sih ?” tanya minnie
“Tadi bantuin adek aku ngerjain mtk dulu . maaf ya sayang ”
“Iya . yaudah yuk berangkat . pasti udah pada nungguin ”
“Siap boss ”
***

“Lama banget sih lu ” Tanya donghae
“Sorry deh . tadi gue bantuin ade gue dulu , udah pada  beli tiketnya ?”
“Udahh ” jawab yesung
“Yaudah gue beli dulu ya ”
“Gak usah . udah gue beliin tadi ” jawab donghae
“Thanks ya ”
“Kita Ruang berapa ?”
“2 tunggu aja . paling bentar lagi ”

Pintu Theater 2 Sudah dibuka . harap yang sudah mempunyai tiket , silahkan masuk
“Masukk yu ” ajak yesung .
“Yaudah yuk ”
Mereka pun udah duduk ditempanya masing masing . mereka memutuskan untuk nonton film romance .
Ditengah film ..
“Kyu , romantis banget sihh . coba kamu kayak cowok itu , makin cinta deh aku sama kamu .”
“Kurang romantis kayak gimana sih aku min ??”
“Gak ada yang kurang sih . haha  ”
“Ohh iya , kamu kan janji bakal nyium aku . ayo cium sekarang ”
“Dihh malu tau diliatin orang .”
“Kan gelap minnie , ga ada yang liat kok ”
“Ntarr aja ya dimobil ”
“Dihh kamu mah gitu . tuh liat EunHae sama YeWook dia aja ciuman disini ”
“Ahh mereka kan gak tau malu . haha ”
“Yaudah , janji ya nanti dimobil . ”
“Iya kyuhyun sayang ”

Skipppp *Ketawan banget lagi males ^_^

: DiMobill yang masih terparkir diparkiran :
“Min , cium dong ”
“Ya Tuhann , kamu inget aja ya ”
“Iya lah ”
“Yaudah sini kamu majuan dikit”
Kyuhyunpun langsung memajukan kepalanya untuk mendekatkan kepada minnie dan kemuatian
Chhuuuuuppp
“Dihh kok cuma dikecup doang ? aku kan mintanya cium ”
“Malu aku nya ”
“Yaudah sini ”
CCHHUUU
“Minnie pun membalas ciumannya dengan kyu .”
Dan tiba tiba Minnie merasakan …

TBC 🙂
RCL 🙂

Why…?

Title: Why…?
Genre: Romance/Tragedy
Length: oneshot!
Cast: Shin Hye Ra (OC), Kim Heechul, and Hankyung
—————————————————-

Shin Hye Ra PoV
Ini… hari pernikahanku…
Aku sangat bahagia. Aku tidak tahu… kalimat yang tepat untuk mengungkapkannya.
Yang jelas, hari ini…
Adalah hari yang paling aku tunggu seumur hidupku…
Hari pernikahanku, bersama orang yang paling aku cintai di dunia ini…
Orang yang kucintai melebihi diriku sendiri….
Ya, dia adalah… Kim Heechul
***

Aku menatap tubuhku yang telah di balut oleh gaun putih indah di cermin. Ku kibaskan rambut panjangku yang sengaja ku gerai di pernikahanku ini… ya, Heechul selalu bilang padaku, aku lebih cantik seperti itu…
“kau sangat cantik…” ucap Liza padaku, dia merapikan rambutku dengan jari-jari lentiknya…
“gomawo, Liza-shii” ucapku sambil tersenyum…
***

Sekarang, aku berada di dalam mobil. Menuju tempat dimana aku akan mengucapkan janji suciku bersamanya. Aku sangat gugup… tapi, aku juga bahagia…
“Hye Ra? Kau sangat gugup?” Tanya appa…
Aku mengangguk pelan, ntah kenapa… rasanya hari ini aku tidak bosan untuk tersenyum…
Appa menggenggam tanganku, “santai saja… semuanya akan baik-baik saja” ucap appa ku
Aku hanya menanggapinya dengan anggukan, lalu… aku menyenderkan kepalaku ke bahu appa…
***
Continue reading

%d bloggers like this: