Tag Archives: F(X)

Fatale History (Part 15)

Fatale History (Part-15)

Author: Shim Min Ra.

Rating:PG-15.

Genre(s):Angst, Romance, Tragedy, School Life, Friendship, Drama.

Length:Series.

Main Cast:Kim Ki Bum (Super Junior), Song Seung Hyun (FT. Island), Shim Min Ra (Original Character).

Supporting Cast:Lee Ji Eun (IU), Lee Dong Hae (Super Junior), Jung Soo Jung (Krystal Jung’s F(X)), Cho Kyu Hyun (Super Junior), Jung Yong Hwa (CN Blue), Lee Sung Min (Super Junior), Lee Na Young.

-Author’s POV-

Sungmin menarik napas panjang setelah ia memasuki kamarnya. Ia buru-buru mengunci pintu sebelum Kyuhyun menemukan dirinya dan mencurigainya karena ia telah menghilang dari pesta begitu saja. Tetapi ketika ia hendak memutar tubuhnya dan berjalan menuju tempat tidur, sepasang matanya menangkap sosok bayangan seorang namja yang tengah terbujur di atas ranjang. Menatapnya dengan dingin, nyaris tanpa ekspresi. Sampai-sampai ia tidak bisa menebak apakah namja itu marah padanya atau tidak.

“Kyu…” ujar Sungmin pelan, tidak berani bergerak sedikit pun dari tempatnya berdiri. “Kau membuatku kaget. Bu…bukankah… kau seharusnya masih berada di… pesta?”

Kyuhyun memalingkan tatapannya dari Sungmin, lalu ia menegakkan posisi tubuhnya yang tadi berbaring dan beringsut ke arah sisi ranjang. Kepalanya menunduk, memilih untuk memandang ke arah lantai dan sepatunya sendiri. “Kau tahu… kenapa aku ada di dalam kamarmu?”

“M…mwoya?” tanya Sungmin, berusaha bersikap seperti biasanya. “Apa… kau lupa? Aku ini hanya pesuruhmu, Kyuhyun-ah… Bagaimana mungkin aku bisa mengetahui jalan pikiranmu?”

“Nan ara…” gantung Kyuhyun, raut wajahnya begitu datar dan suaranya semakin memberat. “Saat itu, kau dan Jieun hanya berdua di dalam hutan. Apa kau tidak memperhitungkan hal ini sebelumnya? Jarak hutan dengan arena pacuan kuda itu dekat, jadi tentu saja aku bisa mengawasimu dengan mudah. Bukankah begitu, Lee Sungmin?”

“Kyu…hyun-ah…”

“Ternyata yeoja yang sering kau temui itu Lee Jieun?” tanya Kyuhyun, terkekeh pelan. “Atau… masih ada rahasia lain yang kau sembunyikan dariku?”

“Itu… itu hanya salah paham!” hardik Sungmin, mencoba untuk membela diri. “Tentang Lee Jieun, itu karena aku pernah bekerja di tempatnya sejak kecil… Tetapi karena orangtuanya kecelakaan, akhirnya kami berdua tidak pernah bertemu lagi. Aku pun di pecat dari rumahnya. Lalu… kami hanya kebetulan bertemu lagi di sini… Itu saja.”

“Di mana kau bekerja sebelumnya?” selidik Kyuhyun, menyipitkan kedua matanya.

“Aku… be…bekerja…”

“Kau berani berbohong padaku?!” gertak Kyuhyun, nada suaranya penuh dengan intimidasi. “Apa… kau mendekati Lee Jieun karena alasan yang sama seperti kau mendekatiku?”

“Kyuhyun-ah… Kau… salah sangka.”

“Salah sangka?” seringai Kyuhyun sinis. “Dengar! Sejak dulu, kau memang tidak pernah menganggapku sebagai teman… Kau kira aku hanya akan terus duduk diam dan melihatmu dari balik layar? Kau kira aku ini tidak tahu apa-apa? Aku tahu semuanya, Lee Sungmin! Kau itu hanya memanfaatkanku! Demi apa? UANG!”

Sungmin terbelalak. Ia sama sekali tidak pernah menduga bahwa Kyuhyun telah menyadari rencananya selama ini.

“Asal kau tahu, aku juga tidak pernah menganggapmu sebagai teman,” desis Kyuhyun tajam. “Di mataku, keberadaanmu tidaklah lebih dari sebuah parasit.”

FATALEhistory-

Continue reading

Fatale History (Part 14)

Fatale History (Part-14)

Author: Shim Min Ra.

Rating:PG-15.

Genre(s):Angst, Romance, Tragedy, School Life, Friendship, Drama.

Length:Series.

Main Cast:Kim Ki Bum (Super Junior), Song Seung Hyun (FT. Island), Shim Min Ra (Original Character).

Supporting Cast:Lee Ji Eun (IU), Lee Dong Hae (Super Junior), Jung Soo Jung (Krystal Jung’s F(X)), Cho Kyu Hyun (Super Junior), Lee Chae Rin (CL’s 2NE1), Jung Yong Hwa (CN Blue), Lee Sung Min (Super Junior), Ham Eun Jung (T-ara).

-Lee Dong Hae’s POV-

Selama beberapa saat, pikiranku telah hanyut dalam pertanyaan batinku sendiri. Sebenarnya aku sendiri tidak mengerti mengapa aku tidak bisa bersikap jujur di depan gadis itu. Akhir-akhir ini aku sengaja berperilaku kasar terhadapnya, seolah-olah aku tidak rela melihatnya dekat dengan namja asing yang tidak kukenal sama sekali.

Satu teka-teki yang belum dapat terpecahkan olehku sampai sekarang. Teka-teki yang merupakan akar dari segala perkara.

Apa sebenarnya hubungan mereka berdua?

Kembali kupusatkan perhatianku pada gadis itu. Mataku membeliak. Betapa kagetnya ketika aku menyadari bahwa tidak ada siapapun di depan sana. Sepertinya mereka berdua telah pergi ketika pikiranku sedang melayang jauh.

“Ck! Aku kehilangan jejak mereka!” seruku kesal sembari mengacak-acak rambutku frustasi.

“Kehilangan jejak siapa?”

Aku menoleh, mendapati Kyuhyun yang baru saja datang sembari menunggang kudanya yang berwarna hitam legam. “Kyuhyun-ah, kau hampir membuatku mati karena serangan jantung!”

Kyuhyun terkekeh pelan, lalu ia bergegas turun dari atas kudanya dengan santai. “Kenapa kau bisa berada di dekat arena pacuan kuda? Kupikir tadinya kau benci berkuda.”

“Ah… Geuge…” perkataanku terputus, lalu kutatap Kyuhyun lurus-lurus. “Neo… Apa kau melihat orang lain yang berada di dalam hutan ini?”

“Orang lain?” tanya Kyuhyun bingung. “Nugu?”

Aku terdiam selama sepersekian detik, memilih untuk tidak gegabah. “Anni. Lupakan saja.”

“Kau semakin aneh akhir-akhir ini, Donghae-ya…”

“Cho Kyuhyun…”

“Mwo?”

“Bisakah kau mengirim temanmu itu pulang?” pintaku tegas, sepasang mataku menatap tajam ke arahnya.

Kyuhyun memutar kedua bola matanya jenuh. “Kau memerintahku?”

“Apa tujuanmu menyuruh namja yang bernama Lee Sungmin itu kemari?” tanyaku lagi. “Dengar. Dia itu hanya namja miskin, Kyuhyun-ah. Meskipun dia temanmu, tetapi kuharap kau bisa mempertimbangkan pendapatku juga.”

“Ini urusan pribadiku,” tanggap Kyuhyun apatis. “Kau tidak perlu terlibat di dalamnya.”

“Urusan pribadimu??” ulangku sembari menaikkan suara di akhir kalimat. “Sayang sekali! Kurasa pemikiranmu itu salah. Karena kau, semua orang juga membicarakanku!”

“Geuman…”

“Tindakanmu itu juga mempengaruhi reputasiku, Cho Kyuhyun!”

“GEUMANHAE!!”

“Geumanhae?” aku menyeringai sekilas, mengutip perkataan Kyuhyun dengan sinis. “Kau yang seharusnya berhenti! Apa aku harus mengabari orangtuamu untuk membuatmu berhenti?”

“SHIKKEUREO!” teriak Kyuhyun yang langsung menyambar kerah kemejaku dan mencekamnya.

“Bagaimana kalau aku tidak mau menutup mulutku?” tantangku yang mulai terbawa suasana. “Apa yang akan kau lakukan, Tuan Cho?”

BUGGHH!

Salah satu kepalan tangan Kyuhyun mengarah pada wajahku. Ia memukulku tanpa ragu. “Jangan ikut campur dalam urusan pribadiku…! Kalau tidak, dapat kupastikan kau akan menyesal!”

“Cih!”

“Kalian sedang apa?” tanya seorang gadis yang tiba-tiba muncul di hadapan kami berdua. Ia tertegun melihat luka memar di wajahku. “Wae… geurae?”

Kyuhyun memalingkan wajahnya ke lain arah dan mengabaikan pertanyaan gadis tersebut. Lalu ia kembali menaiki kudanya dan beranjak pergi meninggalkan hutan ini.

“Kau berkelahi dengan Kyuhyun?” tanya yeoja itu seraya menghampiriku dengan cemas, berusaha untuk menyentuh wajahku. “Coba kulihat…”

“Enyah dari hadapanku,” ucapku dingin seraya menepis tangannya dari wajahku, membuatnya tersentak kaget. “Nan gwaenchana.”

“Donghae-ya, kenapa kau berkelahi dengannya?”

“Dengarkan aku,” tuturku perlahan seraya menatapnya cukup lama. “Jangan pernah meremehkan Kyuhyun, Lee Jieun.”

Gadis itu terdiam, balas menatapku heran. Meskipun aku yakin ia tidak mengerti dengan apa yang kukatakan, namun ia tetap tidak bertanya apa-apa dan memilih untuk diam. Memandangku dalam kesunyian.

FATALEhistory-

Continue reading

Fatale History (Part 13)

Fatale History (Part-13)

Author: Shim Min Ra.

Rating:PG-15.

Genre(s):Angst, Romance, Tragedy, School Life, Friendship, Drama.

Length:Series.

Main Cast:Kim Ki Bum (Super Junior), Song Seung Hyun (FT. Island), Shim Min Ra (Original Character).

Supporting Cast:Lee Ji Eun (IU), Lee Dong Hae (Super Junior), Jung Soo Jung (Krystal Jung’s F(X)), Cho Kyu Hyun (Super Junior), Lee Chae Rin (CL’s 2NE1), Jung Yong Hwa (CN Blue), Lee Sung Min (Super Junior), Ham Eun Jung (T-ara).

-Shim Min Ra’s POV-

Kutolehkan kepalaku ke kiri dan ke kanan, memastikan bahwa tidak ada siapapun yang melihatku pergi dari kamar Sungmin. Setelah merasa bahwa situasiku aman, aku segera berlari-lari kecil menuju kamarku yang memang terletak agak jauh dari sana. Untungnya semua pengunjung resort sedang tertidur di tengah malam seperti ini, sehingga aku berhasil menyelinap kembali ke dalam kamarku tanpa sepengetahuan orang lain.

Sedapat mungkin, aku ingin menyembunyikan hubunganku dengan Lee Sungmin. Aku tidak ingin berdusta lebih jauh lagi, membodohi semua orang yang berada di sekitarku demi kepentingan yang riskan. Aku juga cukup tahu diri. Aku tidak ingin melibatkan Sungmin dalam masalah pribadiku. Maka dari itu, aku memilih untuk mengunci mulutku rapat-rapat. Menutup-nutupi segalanya adalah jalan yang terbaik yang bisa kulakukan sekarang.

KRRIIIEETT…

Perlahan-lahan, kubuka pintu kamarku dan menutupnya kembali dengan hati-hati. Belum sempat kugerakkan kedua kakiku dari pintu masuk, perhatianku telah tersita oleh seseorang yang aku sendiri tidak begitu mengenalnya.

“Neo…!!” teriakku dengan suara tertahan, jari telunjukku mengarah pada seorang namja yang tengah asyik berbaring di atas tempat tidurku. Tidak salah lagi, namja itu adalah namja yang pernah menumpang di kamarku dengan alasan bahwa ia melupakan letak kamarnya kemarin malam. “Kenapa kau tidur di kamarku lagi?? Ya! Aku tidak akan meminjamkan ranjangku untuk yang kedua kalinya!!”

Namja itu tetap tak bergeming dari sana, bahkan ia tidak bereaksi apapun ketika mendengar teriakanku. Membuatku terpaksa untuk mendekatinya dan menepuk pundaknya berulang kali.

“Ya! Ireona!! Jangan tertidur seperti orang mati begitu!”

“Hmm…” rintih namja itu yang kemudian memutar tubuhnya ke arahku sehingga kami saling bertatapan. Dapat kulihat wajahnya yang begitu merah dan bulir-bulir keringat yang bercucuran dari dahinya mengalir tanpa henti.

Aku tertegun sejenak begitu melihat kondisinya. Meski tadinya keraguan meliputi hatiku, namun akhirnya aku tetap mengulurkan tangan kananku dan menaruhnya di kening namja itu. Panas.

Kutarik kembali tanganku dari sana dengan cepat. “Kau demam tinggi! Aishh…!! Neo gwaenchana?? Ya! Apa kau bisa mendengar suaraku??”

Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut namja tersebut. Napasnya tersengal-sengal dan tidak beraturan, membuatku semakin panik dan gelisah.

“Eotteohge…??” ujarku pada diri sendiri. “Andwae! Aku harus meminta pertolongan orang lain…”

TOKK! TOKK!

“Jieun-ah,” panggil seseorang bersuara bass yang sangat kukenal dari luar. “Ini aku, Kibum. Aku hanya ingin bertanya sesuatu. Apa mungkin… seorang namja datang ke kamarmu lagi malam ini?”

Secepat kilat kubuka pintu kamar itu dan membiarkan Kibum masuk ke dalamnya. Lantas segera kuarahkan tatapanku menuju ke atas tempat tidur. Memberi petunjuk padanya tentang apa yang sedang terjadi.

Sepasang bola mata Kibum mengikuti arahanku. Ia terkesiap ketika mendapati tubuh seorang namja yang masih tergeletak di atas sana.

“Ck! Sudah kuduga,” decak Kibum yang kemudian berjalan cepat ke arah sisi ranjang. “Yonghwa-ya, ireona! Jangan berpura-pura tidur, kau tidak akan bisa menipuku!”

“Kau mengenalnya?” tanyaku heran. “Sepertinya dia demam.”

“Demam?” ulang Kibum tak percaya. Ia mengamati rona wajah namja itu lebih teliti selama beberapa detik. “Jinjja!”

Tanpa memberikan penjelasan apapun, Kibum bergegas memapah tubuh namja tersebut keluar dari kamarku. Entah ke mana ia akan membawa namja itu pergi.

-Author’s POV-

Meskipun sedikit kesulitan, Kibum terus menopang tubuh Yonghwa melewati puluhan pintu kamar yang berbaris di samping kiri dan kanannya. Begitu ia nyaris mendekati kamar tujuannya, bibirnya mulai bergerak. Meluncurkan sebuah nama yang mungkin akan memenuhi harapannya saat ini.

“Krystal!” seru Kibum dengan napas yang terengah-engah. Sebelah tangannya mengetuk pintu yang berada di depannya secara tidak beraturan. “Krystal Jung, buka pintunya!”

Tak lama kemudian, Krystal segera membuka pintu kamar tersebut dengan cepat. Nampak wajahnya yang sedikit terlihat kesal karena acara tidurnya terganggu. “Kim Kibum, neo… Omo! Yonghwa Oppa!!”

Tanpa meminta izin ataupun menunggu perintah dari Krystal, Kibum langsung menerobos masuk begitu saja ke dalam kamar gadis itu dan membaringkan tubuh Yonghwa di atas tempat tidur.

“Ige mwoya??” pekik Krystal histeris. “Ada apa dengannya?!”

“Keadaannya memburuk,” jelas Kibum yang masih mengatur napasnya. “Panggil dokter pribadinya sekarang juga.”

Krystal terdiam sejenak, memandang wajah pucat kakaknya yang seperti mayat hidup. Dengan cepat, ia langsung berlari keluar kamar dan memerintahkan para pelayan resort untuk melakukan sesuatu.

FATALEhistory-

Continue reading

Fatale History (Part 12)

Fatale History (Part-12)

Author: Shim Min Ra.

Rating:PG-15.

Genre(s):Angst, Romance, Tragedy, School Life, Friendship, Drama.

Length:Series.

Main Cast:Kim Ki Bum (Super Junior), Song Seung Hyun (FT. Island), Shim Min Ra (Original Character).

Supporting Cast:Lee Ji Eun (IU), Lee Dong Hae (Super Junior), Jung Soo Jung (Krystal Jung’s F(X)), Cho Kyu Hyun (Super Junior), Lee Na Young, Lee Chae Rin (CL’s 2NE1), Jung Yong Hwa (CN Blue), Lee Sung Min (Super Junior).

-Author’s POV-

Seunghyun membuka pintu kamar hotel yang sedikit ternganga di hadapannya. Ia berjalan perlahan, berusaha untuk tidak menimbulkan suara derap langkah sedikit pun. Di pandangnya lurus-lurus ke arah gadis yang sedang kalang kabut menguak kopernya. Ia memicingkan matanya seraya mencermati tingkah aneh gadis itu. Aneh? Tentu saja. Bagi Seunghyun, kelakuan Minra menjadi sangat aneh setelah ia bertemu dengan namja tersebut. Namja berpenampilan cute yang notabene temannya Kyuhyun. Bertemu dengan namja itu membuat Minra langsung sibuk menyambar semua pakaiannya dari lemari dan memasukkannya secara tidak teratur ke dalam koper.

“Neo jinjja wae geurae?” tanya Seunghyun akhirnya dengan tatapan heran.

“Bisakah aku meminjam mobil dan supir pribadi Krystal?” tanya Minra, setengah memaksa. Kedua matanya masih terpaku pada kegiatannya yang tengah mengemas barang-barang dengan gerakan tangan yang cepat, mirip seperti seseorang yang sedang di kejar-kejar oleh sesuatu.

“Wae?”

“Geu…geuge… Aku ada urusan penting…”

“Urusan penting?” Seunghyun semakin heran begitu mendengar jawaban Minra. “Seperti?”

Minra menutup kopernya dalam sekali sentakan, menguncinya dengan gembok khusus. Lalu ia mengangkatnya tanpa memedulikan pertanyaan Seunghyun. “Bisakah kau meminjamkan mobilnya padaku tanpa banyak bertanya? Jebal…!”

Bukannya langsung menuruti permintaan gadis itu, Seunghyun malah memandangnya khawatir. “Apa kau sadar bahwa kau bersikap sangat aneh sekarang?”

Gadis itu balas menatap intens ke arah Seunghyun selama sepersekian detik, menunjukkan bahwa ia juga sedang tidak main-main dengan keputusannya saat ini. “Geurae, tidak apa-apa kalau kau tidak mau. Aku yang akan bicara langsung pada Krystal.”

“SEBENARNYA ADA APA?” hardik Seunghyun sambil menahan pergelangan tangan Minra yang tengah menjinjing kopernya.

“Lepas!” balas Minra setengah berteriak, tatapan tajamnya mengarah pada Seunghyun. “Aku harus pergi!”

“Lee Jieun, kau ini kenapa?!” bentak Seunghyun seraya mempererat cengkaman tangannya, menarik gadis itu mendekat.

BRUKK!

Saking kuatnya Seunghyun menarik pergelangan tangan Minra, koper yang sedang di genggam gadis itu pun ikut terjatuh. Membuat Minra bergegas terduduk di lantai tanpa bersuara, tepatnya gadis tersebut menahan rasa sakit di jemari kakinya akibat tindihan kopernya yang memilih untuk terjatuh di atas sana.

“Ya! Gwaenchana??” tanya Seunghyun cemas sembari membungkukkan badannya, berusaha memastikan keadaan gadis itu. “Apa kau terluka?”

Minra masih tetap menundukkan kepalanya tanpa berniat untuk bangkit berdiri. Ia bahkan mengabaikan uluran tangan Seunghyun dan menolak untuk menjawab pertanyaan apapun.

“Wae geurae?” tanya Kyuhyun yang baru saja masuk ke dalam ruangan bersama Donghae setelah mendengar suara keributan. “Apa-apaan ini?”

“Sebaiknya kita panggil dokter,” ujar Seunghyun, membalikkan tubuhnya ke arah Kyuhyun yang masih berdiri di dekat pintu masuk ruangan. “Mungkin saja tulang jari kakinya retak.”

“Andwae!” tukas Minra yang kemudian menyingkirkan koper tersebut dari hadapannya. “Nan gwaenchana. Jangan panggil dokter.”

“Hmm… Bolehkah aku… melihat lukanya?” tanya seorang namja yang juga ikut masuk ke dalam ruangan itu, tersenyum manis ke arah Kyuhyun. Ya. Dialah Lee Sungmin. Namja yang mati-matian dihindari oleh Minra. “Meskipun kemampuanku tidak seberapa, tetapi aku pernah belajar sedikit tentang kedokteran.”

Seketika itu juga Minra mengangkat wajahnya yang sudah pucat pasi. Kedua matanya memandang Sungmin yang berjalan mendekat ke arahnya. Minra sendiri tetap tidak bergeming, seolah-olah tenaganya habis untuk berlari lebih jauh lagi. Meski ia melarikan diri sekarang, semuanya sudah terlambat. Lee Sungmin sudah melihat wajahnya. Namja itu sudah mengetahui identitasnya yang sebenarnya.

Bila diibaratkan, ia hanyalah pemeran figuran yang muncul untuk sementara waktu. Ia harus kembali dalam kenyataan bahwa pembunuh sepertinya sama sekali tidak pantas untuk menggantikan IU. Sudah saatnya pemeran figuran kembali ke balik layar, kan?

Selesai. Perannya sebagai IU hanya tinggal sampai di sini.

Its all over, Shim Minra.

“Nan gwaenchana,” ulang Minra yang langsung mengalihkan pandangannya dari arah Sungmin. “Mianhae, tolong keluar dari kamarku.”

Sungmin berhenti melangkah dan terus memandang Minra dalam diam.

“Seunghyun-ah,” panggil Minra yang masih dalam posisi duduk di atas lantai. “Tolong sampaikan pada mereka semua bahwa aku membutuhkan waktu untuk istirahat.”

Seakan mengerti dengan kondisi gadis itu yang ingin menyendiri, Seunghyun segera mendorong punggung Kyuhyun dan Donghae ke arah pintu keluar. “Kkaja…”

“Nawa, Sungmin-ah,” ucap Kyuhyun seraya menoleh ke belakang. Menatap Sungmin yang masih berdiri terpaku pada tempatnya.

Tanpa membutuhkan waktu yang lama, mereka semua pergi meninggalkan kamar itu. Suara gaduh barusan langsung tergantikan oleh kesunyian, menyisakan suara jarum jam yang berdetak dalam setiap denyutan nadinya.

-Shim Min Ra’s POV-

Pikiranku masih mengulang adegan di mana Sungmin memandangku dengan jeli dalam jarak yang cukup dekat. Taruhan, namja itu pasti sengaja. Ia berpura-pura memasuki kamarku untuk memastikan bahwa aku adalah IU yang asli atau bukan.

Selesai. Semuanya sudah berakhir.

Jieun-ah… Sekarang aku harus bagaimana? Haruskah aku memberitahukan hal ini pada Lee Nayoung?

Kugigit bibir bawahku kuat-kuat.

Andwae! Aku tidak mungkin memberitahu Nayoung. Lagipula, memangnya dia bisa apa? Dia bahkan bukan sponsporku. Dia hanyalah Eomma tiri IU, tidak lebih. Dan waktu sudah tidak bersahabat lagi denganku. Permainan peran ini hanya selesai lebih cepat dari rencana. Itu saja.

Tetapi… perasaan apa ini?

FATALEhistory-

Continue reading

Fatale History (Part 11)

Fatale History (Part-11)

Author: Shim Min Ra.

Rating: PG-15.

Genre(s): Angst, Romance, Tragedy, School Life, Friendship, Drama.

Length: Series.

Main Cast: Kim Ki Bum (Super Junior), Song Seung Hyun (FT. Island), Shim Min Ra (Original Character).

Supporting Cast: Lee Ji Eun (IU), Lee Dong Hae (Super Junior), Jung Soo Jung (Krystal Jung’s F(X)), Cho Kyu Hyun (Super Junior), Lee Chae Rin (CL’s 2NE1), Jung Yong Hwa (CN Blue), Lee Sung Min (Super Junior), Ham Eun Jung (T-ara).

-Shim Min Ra’s POV-

Semadae Horseback Riding Club. Di sinilah aku, berpijak pada lantai beralas rerumputan kering. Berkat undangan dari Krystal Jung, aku terpaksa meninggalkan Seoul dan menginap di daerah Osan selama liburan. Tidak bisa kupungkiri, daerah yang pernah menjadi jajahan Jepang ini memang sedikit jauh dari ibu kota Korea Selatan. Tetapi kujamin, kau tidak akan pernah menyesal datang ke sini. Tempat ini merupakan tempat eksklusif untuk berkuda, tempat yang membutuhkan banyak biaya bila kau ingin menyewa salah satu kuda setiap jamnya. Menurut keterangan yang kuketahui dari Donghae, kualitas kuda-kuda impor yang berasal dari Jerman itulah yang membuat orang biasa tidak mampu mengunjungi tempat semahal ini.

Jujur. Aku tidak mengerti dengan jalan pikiran Krystal. Dia mengundangku ke Osan, menawariku untuk menginap di resort milik keluarganya, dan menyewa seluruh area berkuda ini selama liburan. Bahkan aku tidak pernah mengobrol dengannya, atau sekedar menyapanya. Tetapi kenapa dia mengundangku, bersikap baik padaku? Apa dia tidak punya teman yang lain? Baiklah. Mungkin aku terlalu cepat berprasangka buruk. Selain diriku sendiri, dia memang mengundang Kyuhyun, Kibum, dan Seunghyun. Walaupun begitu… bukankah ini cukup aneh?

Kalau saja Eunjung tidak pulang ke rumah orangtuanya, mungkin aku rela untuk menetap di asrama. Kalau saja ada yang menemaniku selama liburan, mungkin aku tidak akan menerima tawaran Krystal secepat ini.

Kuedarkan sepasang bola mataku ke seluruh arena pacuan kuda. Samar-samar, tampak seorang namja tinggi berjalan cepat di balik pepohonan. Rambut hitamnya yang sedikit acak-acakan menutupi tindikan berwarna silver yang berada di telinga kanannya. Namja yang cukup tampan. Melihat pakaian yang dikenakannya, aku tahu dia bukan namja biasa. Bayangkan saja. Siapa yang akan sudi mengotori jas formal dan sepatu kulit untuk menunggang kuda?

BRAAKK!

“Aiiishh!” sungutku ketika salah satu sepatu boots-ku gagal untuk menapak besi pemijak kaki, membuatku terjatuh sempurna dari sisi kuda dengan bahu yang menempel pada tanah terlebih dahulu.

Dari kejauhan, dapat kulihat Kibum yang berlari menghampiriku. Wajahnya terlihat cemas.

“Gwaenchana?” tanyanya khawatir seraya mengulurkan tangannya padaku.

Dengan sisa tenaga yang ada, aku berusaha berdiri tanpa mengindahkan uluran tangannya. “Gwaenchana. Aku bisa berdiri sendiri.”

Selama beberapa saat, eskpresi Kibum mendingin. Ia merogoh saku celananya, mengeluarkan sehelai saputangan putihnya. Di taruhnya saputangan itu ke dalam genggaman tanganku.

“Setidaknya, pakai ini,” ujarnya datar, lantas berjalan pergi meninggalkanku.

Aku memandang punggungnya yang menjauh, mengamati kepergiannya dengan perasaan bersalah.

FATALEhistory-

Continue reading

Fatale History (Part 10)

Fatale History (Part-10)

Author: Shim Min Ra.

Rating:PG-15.

Genre(s):Angst, Romance, Tragedy, School Life, Friendship, Drama.

Length:Series.

Main Cast:Kim Ki Bum (Super Junior), Song Seung Hyun (FT. Island), Shim Min Ra (Original Character).

Supporting Cast:Lee Ji Eun (IU), Lee Dong Hae (Super Junior), Jung Soo Jung (Krystal Jung’s F(X)), Cho Kyu Hyun (Super Junior), Lee Chae Rin (CL’s 2NE1), Lee Na Young, Lee Hyun Kyoon (Jae Hee), Jung Yong Hwa (CN Blue), Lee Sung Min (Super Junior).

-Author’s POV-

Mobil bertipe Koenigsegg CCXR hitam melaju cepat di tengah-tengah jalan raya. Terlihat Kibum yang sedang terduduk di balik kemudi, wajahnya menatap lurus ke arah jalan. Sementara Krystal terus memandangnya cukup lama dari samping, ia sedikit kesal karea Kibum sedari tadi mengacuhkannya.

“Yeoja itu… Lee Jieun, maksudku,” ucap Krystal, membuka percakapan. “Kau tidak serius dengannya, kan?”

Kibum tetap terdiam, tidak bereaksi terhadap pertanyaan Krystal.

“Aku sama sekali tidak percaya tentang gosipmu yang selalu berganti-ganti pasangan,” sambung Krystal. “Aku yakin kau hanya melakukan itu untuk membuat Appa-mu kecewa.”

Bukannya membalas perkataan Krystal, Kibum justru menginjak gas mobil tersebut. Mempercepat lajunya. Nyaris membuat Krystal jantungan.

“Oppa, katakan saja padaku. Apa kau serius dengan Lee Jieun?” ulang Krystal bersikukuh. “Seserius apa hubunganmu dengannya?”

CKIIIITTT!

Kali ini Kibum menapakkan kakinya di pedal rem setelah ia berhasil menepikan mobilnya di pinggir jalan yang cukup sepi. “Kau bisa menyetir sendiri, kan?”

“M…mwo??”

Di bukanya pintu mobil itu dengan kasar, lalu ia bergegas keluar. Meninggalkan Krystal yang memandang Kibum, raut wajahnya terlihat panik. Namun Kibum tidak peduli. Ia tetap berjalan pergi dari sana dan berusaha memanggil taksi.

“Kibum Oppa!” pekik Krystal keki. “Oppa!!”

Kibum tidak menyahut, ia justru langsung menaiki taksi yang berhenti di depannya.

“Kim Kibum!!”

“Omo, omo~ Ige nuguya?” ujar seorang yeoja yang berjalan kaki di sisi jalan, terkikik geli melihat Krystal yang terduduk sendirian dengan pintu mobil terbuka.

Krystal menoleh secepat mungkin, mencari orang yang berani merendahkannya seperti itu.

“Annyeonghaseyo,” ujar yeoja itu, membungkuk pada Krystal. “Lama tidak bertemu, Krystal Agassi.”

Krystal tercengang, sepasang matanya membulat. “Lee… Chaerin…”

FATALEhistory-

Continue reading

Fatale History (Part 9)

Fatale History (Part-9)

Author: Shim Min Ra.

Rating:PG-15.

Genre(s):Angst, Romance, Tragedy, School Life, Friendship, Drama.

Length:Series.

Main Cast:Kim Ki Bum (Super Junior), Song Seung Hyun (FT. Island), Shim Min Ra (Original Character).

Supporting Cast:Lee Ji Eun (IU), Lee Dong Hae (Super Junior), Ham Eunjung (T-ara), Kim Jeong Hoon, Jung Soo Jung (Krystal Jung’s F(X)), Cho Kyu Hyun (Super Junior).

-Author’s POV-

Sinar matahari menyeruak masuk dari jendela ke dalam kamar hotel tersebut, menerangi tubuh naked Kibum yang terbungkus selimut. Saking silaunya, dalam waktu singkat cahaya matahari pagi itu berhasil membangunkan Kibum dari tidur lelapnya.

Kibum meregangkan otot-otot tubuhnya dan terduduk di sisi ranjang. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut kamar hotel, mencari-cari orang lain selain dirinya.

“Kau sudah bangun, Oppa?” tanya Krystal manja sembari berdiri di samping tirai jendela.

Keheranan Kibum semakin bertambah ketika ia melihat tubuh Krystal yang hanya mengenakan lingerie tipis. “Krystal? Kenapa kau ada di sini?”

“Kau tidak ingat?” tanya Krystal memastikan. “Kau mabuk semalam, karena itu kau tertidur di sini.”

Wajah Kibum berubah menjadi pucat pasi. Ia memijat-mijat keningnya, berusaha mengingat-ingat kejadian semalam. Ia tahu kalau semalam ia mencium seorang yeoja. Ia juga tahu kalau ia tidak ingin melepaskan dekapannya terhadap gadis itu. Tetapi ia tidak tahu kalau yeoja yang semalaman bersama dengannya bukanlah Minra, melainkan Krystal Jung.

Krystal tersenyum manis, lalu ia berjalan mendekati Kibum. “Geogjeong hajima. Kau mabuk, jadi kejadian semalam itu hanya kecelakaan.”

Kibum mengalihkan pandangannya ke arah Krystal, raut wajahnya terlihat risau.

“Kibum Oppa… Aku bukanlah gadis kecilmu yang dulu,” ujar Krystal sembari merengkuh Kibum dari belakang. “Aku tidak akan membebanimu dengan hal sepele seperti ini. Jadi… bagaimana menurutmu? Kurasa, rahasia ini harus di simpan oleh kita berdua.”

“Krystal…”

“Pergilah ke rumah sakit,” saran Krystal, tersenyum lembut. “Seunghyun pasti sudah menunggumu.”

Dengan sigap, Kibum berdiri dan mengambil pakaiannya yang berserakan di samping tempat tidur. Dikenakannya kemeja formal dan celana panjang hitam yang sempat di pakainya di pesta semalam. Begitu Kibum ingin memutar gagang pintu kamar tersebut dan melangkah keluar, Krystal segera menahan pergelangan tangannya.

“Jamkkanman, Oppa,” tukas Krystal, tersenyum jahil. “Lee Jieun… Siapa dia?”

Kibum tersentak kaget, ia menoleh ke belakang. Perasaannya bimbang. Haruskah ia menjawab pertanyaan Krystal dan berterus terang padanya?

FATALEhistory-

Continue reading

Fatale History (Part 8)

Fatale History (Part-8)

Author: Shim Min Ra.

Rating:PG-15.

Genre(s):Angst, Romance, Tragedy, School Life, Friendship, Drama.

Length:Series.

Main Cast:Kim Ki Bum (Super Junior), Song Seung Hyun (FT. Island), Shim Min Ra (Original Character).

Supporting Cast:Lee Ji Eun (IU), Lee Dong Hae (Super Junior), Cho Kyu Hyun (Super Junior), Ham Eunjung (T-ara), Lee Chae Rin (CL’s 2NE1), Gong Min Ji (Minzy’s 2NE1), Lee Na Young, Lee Hyun Kyoon (Jae Hee), Kim Jeong Hoon, Jung Soo Jung (Krystal Jung’s F(X)), Hwang Mi Young (Tiffany Hwang’s SNSD).

A/N:

WARNING!!

Part ini bakalan ada skinship, jadi bagi yang belum cukup umur yah… tutup mata aja deh. Haha..xD Tapi kalau masih mau baca juga silakan, toh skinship-nya nggak terlalu parah-parah banget. Yang pasti author sudah mengingatkan, resiko di tanggung sendiri… =)

-Author’s POV-

Riuh-rendah suara para penghuni asrama terdengar dengan sangat jelas dari kejauhan. Kerumunan murid-murid yang masih berada di koridor asrama sedang sibuk-sibuknya membicarakan peristiwa yang baru saja mengusik acara makan malam mereka. Membuat suasana asrama menjadi bertambah heboh dan tegang, tidak berbeda dengan suasana pada saat guru-guru mereka akan mengumumkan hasil ujian.

Tetapi keadaan gempar ini sepertinya tidak disadari oleh dua orang penghuni asrama yang baru saja hendak memulai acara makan malam mereka. Minra masih berjalan dengan irama langkah yang cepat, tidak sudi untuk menoleh ke arah Donghae yang masih mengikutinya dari belakang. Ketika Minra sudah tidak sanggup mengendalikan emosinya dan bertanya kepada Donghae, namja itu malah berkata bahwa ia mengikutinya untuk mencari informasi tentang hubungannya dengan Jaehee.

“Lee Donghae,” geram Minra yang masih terus berjalan tanpa menoleh ke arahnya. “Sudah kubilang, berhenti mengikutiku!”

“Kau juga, berhenti berpura-pura.”

“Aku tidak berpura-pura!” balas Minra yang akhirnya menghentikan langkahnya dengan sebal.

“Pembohong,” sahut Donghae santai. “Kau bahkan belum menjelaskan hubunganmu dengan Pendana Menteri Jaehee itu.”

“Aku harus menjelaskan apa? Dia itu hanya sponsorku!” tanggap Minra, menaikkan suaranya di akhir kalimat.

“Lalu bagaimana dia bisa menjadi sponsormu?” interogasi Donghae.

Minra melengos kesal, lalu ia berbalik. Mengabaikan pertanyaan Donghae yang terakhir dan kembali berjalan menuju ruang makan.

Setelah mereka hampir tiba di ruang makan, Minra mulai menyadari keadaan yang tidak biasa di sepanjang koridor yang mereka lewati. Kumpulan para murid yang lebih ramai dari biasanya, ekspresi mereka yang begitu tegang, dan bau anyir darah yang menyengat mulai tercium ketika ia dan Donghae semakin mendekati ruang makan asrama.

“Eunjung-ah!” panggil Minra yang berhasil menemukan teman sekamarnya di antara sekumpulan orang banyak. “Museun iriya? Apa sesuatu telah terjadi?”

“Ah… Geuge…” gantung Eunjung, melirik ke arah Donghae dengan ragu. “Song Seunghyun pingsan…”

“MWO?” seru Donghae panik. “Wae? Bagaimana kejadiannya? Di mana dia sekarang??”

“Mungkin kejadian ini terlalu mempengaruhinya,” lirih Eunjung. “Maksudku—seorang yeoja baru saja mencoba bunuh diri dengan memotong urat nadinya sendiri. Dan… Kim Kibum baru saja membawa Seunghyun ke rumah sakit.”

“Yeoja? Nugu??” tanya Minra cepat.

“Kau tahu kejadian sebelumnya, kan?” Eunjung balas bertanya pada Minra. “Kejadian atas pencurian barang-barang milik Seunghyun. Yeoja berambut pendek itu.”

Otak Minra langsung berputar cepat, membayangkan figur seorang yeoja yang telah dideskripsikan oleh Eunjung. Kalau tidak salah, pencurian barang-barang itu hanya melibatkan dua orang siswi. Lee Chaerin dan Gong Minji. Dari dua orang tersebut, satu-satunya yeoja yang sesuai dengan pemaparan Eunjung hanyalah Gong Minji.

“Apa yang terjadi dengan yeoja itu?” tanya Minra lagi, berusaha untuk melacak informasi sebanyak-banyaknya.

“Hmm… Kejadiannya memang cukup sadis, tetapi sepertinya luka sayatan yeoja itu belum terlalu dalam…” ucap Eunjung selambat-lambatnya, berupaya mengingat-ingat kejadian tersebut.

“Donghae-ya!” panggil Kyuhyun yang tiba-tiba berpapasan dengan mereka, ia tersenyum hambar sembari memutar-mutarkan gantungan kunci mobil di jari telunjuknya. “Aku akan menyusul Kibum ke rumah sakit sekarang. Kau mau ikut?”

Donghae tidak menjawab apapun, mulutnya seakan terkunci rapat. Di tambah lagi, perasaan bersalah terus membuatnya gusar. Temannya sedang menghadapi bahaya. Tetapi, apa yang ia lakukan? Jangankan mengawasinya, ia bahkan tidak berada di sampingnya saat itu.

“Kuanggap reaksi diammu ini sebagai ya,” sergah Kyuhyun kilat, lalu ia melirik ke arah Minra yang berdiri di samping Donghae. “Geurigo… Namamu Lee Jieun, kan? Aku mengingatmu karena kau pernah menantang Donghae di arena pacuan kuda.”

“Ah… ne.”

“Apa kau juga mau ikut denganku ke rumah sakit?” tanya Kyuhyun lagi.

Minra mengalihkan pandangannya pada Eunjung. “Apa kau juga ikut?”

“Sirheo!” tegas Eunjung. “Aku benci bau rumah sakit. Kau pergi saja sendiri, Jieun-ah… Keadaan asrama sangat kacau sekarang, mungkin sebaiknya kau pergi keluar dulu sampai keadaan kembali tenang.”

Minra menghembuskan napas panjang, lalu ia mengangguk pelan dan mengikuti Kyuhyun yang tengah merangkul Donghae di depannya untuk sekedar memberi semangat.

FATALEhistory-

Continue reading

Red String (Part 6)

Red String (Part-6)

Author: Shim Min Ra.

Genre(s): Tragedy, School Life, Slice of Life, Drama, Continue, Romance, Angst, Fantasy, Comedy.

Cast:Kim Kibum (Bryan Trevor Kim), Song Seunghyun (Sixteen Dimensions), Lee Donghae (Aiden Lee), Shim Changmin (Max), Amber Liu.

Original Character: Shim Minra (Angella Shim).

Setting: New York (U.S.A), Seoul (South Korea).

Still, Author’s POV-

DRRTT! DRRTT!

Minra menatap ponselnya dengan ragu, tertera nama Kim Kibum di layar ponsel itu. Dengan perlahan, ia menempatkan ponsel itu di telinga kanannya. Menunggu suara di seberang sana yang memulai pembicaraan.

“Kau di mana?? Katakan padaku, aku akan ke sana sekarang!” ujar Kibum dengan napas yang terengah-engah, kegelisahan yang berada di dalam hatinya tak dapat ia tutupi lagi.

“G…gwaenchana, aku sudah memutuskan untuk pulang ke rumah…” dusta Minra cepat. “Kau bersenang-senanglah dengan yang lainnya.”

“Neo…” Kibum menghembuskan napas panjang. “Kalau kau mau pulang, aku bisa mengantarmu. Berbahaya pulang ke rumah sendirian, apalagi kau itu yeoja.”

“Aku bisa pulang sendiri!” sangkal Minra dengan suara yang penuh keyakinan, meskipun sekarang seluruh tubuhnya sudah menggigil kedinginan. “Geurigo… seseorang baru saja mengantarku ke rumah, jadi kau tak perlu mengantarku lagi!”

“Arasseo…” tanggap Kibum, mengakhiri panggilan di ponselnya.

Di lain tempat yang penuh dengan keramaian malam, Minra berdiri seorang diri di tengah-tengah kerumunan orang-orang yang berlalu-lalang. Ia mengeratkan genggaman ponselnya, tangannya gemetar, sedangkan air matanya nyaris tumpah. Di antara keramaian yang penuh sesak itu, hatinya terasa hampa. Ia merasa sendiri, ditinggalkan oleh semua orang. Tidak ada tempat baginya untuk pergi. Sejak awal seharusnya ia tahu, dunia mereka terlalu berbeda.

“Agassi, kau sendirian?” tanya seorang pria separuh baya yang kebetulan berjalan melewati Minra. “Berhati-hatilah. Di daerah ini sering terjadi perampokan.”

Minra sedikit menggidikkan kepalanya ngeri, lalu ia mengangguk sekilas ke arah pria itu dengan sopan.

Salju mulai turun dengan lebatnya, lapisan tipis yang berwarna putih mulai menutupi atap-atap rumah dan lampu-lampu jalan. Tak beberapa lama kemudian, sebuah bis umum berhenti di halte tempat ia berdiri.

Begitu pintu bis terbuka, Minra segera masuk ke dalam bis itu dan bergegas mengeluarkan kartu bisnya.

HOLD ON!!”

Sesosok pria menahan pintu bis yang hampir tertutup sepenuhnya, napasnya naik turun tak beraturan. Sepertinya ia sengaja berlari untuk mengejar bis itu. Keringat pria itu mengucur dari dahinya, dan tatapannya tajamnya tertuju pada Minra yang tengah memandangnya dengan tatapan tak percaya.

“Kibum-ah…” gumam Minra terperangah.

“Bagus, sekarang aku sudah penuh dengan keringat karena berlari seperti orang sinting…” desah Kibum dengan setengah suara. “Ini, terimalah…” Kibum menyodorkan sebungkus hamburger ke arah Minra. “Untukmu, kau pasti lapar sekarang.”

Minra menerimanya dengan air mata yang sudah membasahi pipinya. Ia tertunduk sambil tetap memegang erat hamburger tersebut, rasanya hangat. Di tengah-tengah kesepiannya, ia tidak percaya masih ada seseorang yang memedulikannya sampai sejauh ini.

Kibum mengulurkan jemarinya, menghapus air mata di pipi gadis itu dengan tatapan yang teduh. Jari-jarinya turun, mengangkat dagu Minra, mendekatkan dagu gadis itu ke arah bibirnya. Ia memejamkan matanya dengan pelan, mengecup lembut bibir gadis itu dengan penuh perasaan. Their second kiss

“Minra-ya, dengar,” ucap Kibum yang kemudian melepaskan ciumannya dengan canggung. “Amber dan aku… hanya salah paham. Kami berdua hanya teman dekat, itu saja.”

Gadis yang ada di hadapannya mengangguk mengerti, wajahnya tersipu malu.

What a couple! Kissing inside the bus like thisKids these days…” sindir supir bis tersebut dengan cengiran lebar.

Semua orang memperhatikan mereka, bahkan ada yang sampai bersiul-siul dan bertepuk tangan.

Sedangkan mereka berdua hanya menunduk malu dan segera bergegas turun dari bis tersebut. Bagi mereka berdua, kabur adalah pilihan yang tepat dalam situasi seperti itu.

Di tengah jalan, lagi-lagi tidak ada yang ingin memulai pembicaraan di antara mereka berdua.

Kibum berdeham ringan. “Apa kau akan… memakannya?”

Minra menoleh ke arah Kibum dengan heran. “Ne?”

Tatapan Kibum tertuju pada hamburger yang masih dalam genggaman tangan gadis itu. Hamburger hangat yang telah berubah menjadi dingin dalam sekejap di tengah hujan salju pada malam hari.

“Ah… Ini…” Minra melirik ke arah hamburger itu dengan bimbang. “Karena kau membelikannya khusus untukku, jadi…”

“Kau ini bicara apa, sih? Itu hanya sebungkus makanan!” ucap Kibum yang menekankan kata-katanya di akhir kalimat. “Kalau kau tidak segera memakannya, rasanya tidak akan sama lagi. Dasar yeoja aneh, berikan lagi padaku! Kalau kau tak mau makan, hamburger itu untukku saja.”

“Aku… aku ingin menyimpannya lebih lama!” balas Minra bersikeras.

“Berikan padaku!”

“Barang yang sudah diberikan padaku tak dapat dikembalikan lagi!”

“Minra-ya… Aku lapar!!”

“Mwo?” Minra mendelik ke arah Kibum dengan sebelah alis terangkat, lalu ia membagi dua hamburger itu dan menyerahkannya pada Kibum. “Kenapa kau tidak bilang dari tadi? Seperti anak kecil saja.”

Kibum menyambar hamburger itu dengan raut wajah yang bersemu merah.

Mereka berdua berjalan beriringan dengan langkah sepatu yang membekas di antara tumpukan salju yang menebal dan kristal-kristal es yang berjatuhan. Dengan tangan dan wajah yang mulai membeku, mereka berdua saling berpandangan. Tersenyum hangat, disertai dengan mengerasnya salju yang telah berubah menjadi es batu dan melapisi aspal jalan.

Setelah Kibum mengantar Minra sampai ke depan apartemennya, ada satu hal yang masih mengganggu pikirannya. Meskipun Kibum telah menciumnya dua kali, tapi itu bukan berarti mereka berdua berpacaran sekarang. Kibum bahkan tidak berkata apa-apa soal itu.

“Oppa? Kau ada di rumah?” tanya Minra seraya menatap Changmin yang tengah memangku Mangdoongie di atas sofa ruang tamu.

“Kemarilah…” Changmin tertunduk, namun bila menebak dari suaranya—Minra tahu bahwa raut wajah Oppa-nya pasti sangat serius sekarang.

“O…oppa… kau mau bicara apa?” tanya Minra yang sedikit gugup mengingat Oppa-nya jarang sekali menunjukkan sikap seserius ini di depan adiknya.

BRAKK!

Setumpuk kertas yang berisikan formulir pendaftaran sekolah terlempar dari tangan Changmin. Minra memandang tumpukan kertas yang berserakan di atas meja itu dengan wajah pucat.

“Jadi…” Changmin melipat kedua tangannya bagai seorang eksekutif muda yang sedang mencoba bernegosiasi dengan kliennya, sangat penuh wibawa. “…kau ingin pindah sekolah?”

“Oppa, geu…geuge…”

“Aku benar-benar kaget saat guru di sekolahmu meneleponku,” terang Changmin tanpa ekspreasi. “Dan aku menemukan formulir pendaftaran sekolah baru di kamarmu. Bagaimana… Bagaimana mungkin kau menyembunyikan ini dariku?”

Minra bergegas duduk di samping Changmin, berusaha membujuk kakaknya agar tidak meledak-ledak. “Oppa, tadinya aku ingin memberitahumu! Sungguh!! Tapi… Tapi aku benar-benar tidak ada kesempatan… Oppa, aku benar-benar ingin pindah ke sekolah itu!”

Changmin melengos. “Ini aneh. Kau… melakukan ini semua hanya karena namja itu? Bukankah kau juga pernah pingsan di sekolahnya? Namja itu yang selalu menimbulkan masalah untukmu, kan?”

“Ini… Ini tidak ada hubungannya dengan Kibum!” kilah Minra. “Aku yang ingin…”

“Kibum?” Changmin menyeringai sekilas, lalu ia bangkit berdiri dari sofanya dan berdiri menghadap adiknya. “Katakan… Katakan padaku bahwa kau tidak berpacaran dengannya! Neo… Kau masih sekolah, Minra-ya… Ini terlalu cepat bagimu untuk mempunyai pacar…”

“Kenapa… Kenapa aku tidak boleh??” tanya Minra setengah berseru. “Kenapa Oppa berkata begitu?! Kibum benar-benar namja yang baik!”

“Minra, mengertilah!” sentak Changmin kasar. “Aku, sebagai Oppa-mu, harus menjamin hidupmu dan melindungimu! Tapi sekarang, kau ingin pindah sekolah?? Bagaimana bisa tubuhmu bertahan dengan tekanan seberat itu?!”

“Oppa!! Apa salahnya satu sekolah dengan namja yang aku sukai?? Oppa yang tidak mengerti apa-apa!!”

“Shim Minra…” suara Changmin melembut, lalu ia mengusap kepalanya adiknya dengan napas yang berat. “Kau sendiri juga tahu, kan? Kau yang paling tahu tentang kondisi tubuhmu. Daya tahan tubuhmu lebih lemah dari kebanyakan orang pada umumnya. Karena itu… aku khawatir dengan keputusanmu.”

Minra ikut bangkit berdiri dengan penuh semangat. “Tapi aku baik-baik saja, Oppa! Igeolbwa, aku sangat sehat!!” seru Minra yang langsung berlarian menuju kamarnya, meninggalkan Changmin yang memandangnya frustasi.

“Jinjja… Minra, kau benar-benar tidak mengerti kondisi tubuhmu sama sekali…” gumam Changmin sambil menggeleng-geleng pasrah.

—:::—R-e-d-S-t-r-i-n-g—:::—

Continue reading

Red String (Part 5)

Red String (Part-5)

Author: Shim Min Ra.

Genre(s): Tragedy, School Life, Slice of Life, Drama, Continue, Romance, Angst, Fantasy, Comedy.

Cast:Kim Kibum (Bryan Trevor Kim), Song Seunghyun (Sixteen Dimensions), Lee Donghae (Aiden Lee), Shim Changmin (Max), Amber Liu.

Original Character: Shim Minra (Angella Shim).

Setting: New York (U.S.A), Seoul (South Korea).

-Shim Min Ra’s POV (Angella Shim’s POV)-

Beberapa hari telah terlewati sejak kedian itu. Sudah beberapa hari pula aku tidak pernah bertemu dengannya lagi. Ia selalu saja menghindariku. Aku ingin meminta maaf. Aku tidak ingin dia membenciku… Karena itulah hari ini aku sengaja menunggunya di stasiun lebih lama, berharap kalau-kalau ia akan muncul di saat yang tak terduga.

Changed to Author’s POV-

Letak matahari tepat pada sudut sembilan puluh derajat, mendandakan waktu yang semakin siang. Semakin siang, stasiun kereta bawah tanah semakin ramai dipadati banyak orang yang berlalu-lalang.

Di antara ratusan pengguna kereta bawah tanah, terlihat seorang pemuda berambut hitam yang sedang berjalan sambil membaca buku catatannya. Beberapa saat kemudian, ia menyadari keberadaan seorang gadis yang sedang duduk menunggunya di kursi stasiun. Wajahnya sedikit memerah, namun ia memutuskan untuk berjalan melewati gadis itu begitu saja dengan kepala tertunduk ke bawah.

Merasa diacuhkan, sang gadis bangkit berdiri dari kursinya dan mengejar pria itu. “Jamkkanman! Kibum-ah!!”

Pria yang di panggil itu berpura-pura tidak mendengar dan terus berjalan masuk ke dalam kereta yang sebentar lagi akan berangkat.

“Kibum!!” panggil gadis itu sekali lagi seraya mempercepat langkahnya dan berhasil memasuki kereta yang sama dengan pria tersebut.

Di dalam kereta, mereka berdua terpaksa berdiri karena tidak adanya kursi kosong yang tersedia. Selain mereka, puluhan orang juga telah berdiri berdesak-desakkan sembari memegang tiang penyangga.

Pria yang bernama Kibum itu telah mengetahui bahwa gadis tersebut tengah berdiri di sampingnya sekarang, namun ia tetap tidak mau memulai pembicaraan dengan gadis itu.

“Ki…Kibum-ah… Mianhae, aku telah membuatmu marah…” ucap gadis itu yang akhirnya berani membuka mulut. “Aku benar-benar bodoh.”

“Gwaenchana, lupakan saja,” tanggap Kibum datar. “Semua itu ide bodohnya Amber, aku sudah melupakan semuanya.”

Suasana kembali hening. Atmosfer di antara mereka berdua sangat canggung.

“Hmm… Kibum-ah…” panggil gadis itu perlahan. “Apa kau sudah lama mengenal Amber?”

“Aku sudah mengenalnya sejak berusia lima tahun,” jawab Kibum tenang. “Appa-ku adalah sutradara drama musikal, dari situlah aku dapat mengenal Amber dan Donghae.”

Gadis itu terdiam, mendengarkan semua cerita Kibum yang entah kenapa malah membuat hatinya semakin sakit.

“Saat itu sama sekali tidak ada anak kecil di ruang latihan drama, jadi kami bertiga selalu bermain bersama…” curah Kibum yang tanpa sadar tersenyum ketika mengenang masa kecilnya. “Meski Amber adalah seorang yeoja yang sedikit aneh, tapi aku merasa sangat mudah berbicara dengannya. Bahkan setelah itu kami selalu mendaftar di sekolah yang sama…”

Menyesal. Itulah yang dirasakan gadis tersebut sekarang. Ia menyesal telah bertanya tentang Amber. Baginya, ia lebih baik mencintai Kibum dengan mata yang tertutup. Ia lebih memilih untuk tidak mengetahui apapun daripada merasakan ribuan jarum yang menghujam hatinya saat ini. Senyuman lembut yang tak pernah ditunjukkannya pada gadis itu keluar dengan mudahnya ketika ia berbicara tentang Amber. Kibum yang sedang bercerita di depannya sekarang seakan-akan mengatakan padanya untuk menyerah begitu saja.

Kibum dan Amber telah saling mengenal selama duabelas tahun. Sedangkan gadis itu hanya mengenal Kibum selama beberapa bulan. Bila dibandingkan, rasanya sangat mustahil bagi gadis itu untuk bersaing dengan Amber.

Ketika memikirkan hal itu, wajah gadis itu pucat pasi. Ia menutup mulutnya dengan telapak tangannya, menahan rasa mual yang tiba-tiba dirasakannya.

Melihat hal itu, Kibum langsung menatapnya dengan serius. “Ya! Gwaenchana? Kau sakit?”

“Anni… Gwaenchana…” sahut gadis itu lirih.

Tangan gadis itu gemetar, menggigil kedinginan. Wajahnya pucat dan napasnya sesak. Ia mencoba untuk terus menunduk agar tidak menarik pusat perhatian di antara kerumunan penumpang yang sedang berdiri di sekitarnya.

“Turunlah di stasiun berikutnya,” ujar Kibum sembari meraih lengan gadis itu. “Kau harus mencari udara segar.”

“Anni… Jeongmal, nan gwaenchana…”

“Mukamu pucat.”

“AKU BAIK-BAIK SAJA!” pekik gadis itu seraya menampik tangan Kibum dengan kasar. “Tinggalkan aku sendiri!”

Kibum tercengang kaget begitu melihat kedua pasang mata gadis itu yang telah bercucuran air mata.

“Kalau kau sakit, bagaimana mungkin aku bisa meninggalkanmu sendirian?!” ucap Kibum yang meninggikan suaranya.

Beberapa saat kemudian, ia segera menarik tangan gadis itu untuk keluar dari kereta begitu mereka tiba di stasiun berikutnya.

Kibum menghela napas kecewa begitu melihat kursi stasiun yang juga penuh. Ia menarik gadis itu mendekat ke arahnya, lalu ia menyurukkan kepala gadis itu ke dadanya yang bidang.

“Mian… Tidak ada kursi kosong, jadi bersandarlah padaku untuk sementara,” saran Kibum tanpa ekspresi. “Bersandarlah padaku sampai kau merasa baikan.”

Gadis itu menjauhkan kepalanya dari Kibum dan menggeleng pelan dengan penuh kesedihan. Ia menatap Kibum, lama. “Jangan perlakukan aku sebaik ini. Aku akan susah melupakanmu.”

Kibum terdiam seribu bahasa.

“Bisakah… Bisakah aku mencintaimu sekali lagi…?” tanya gadis itu setengah berharap.

Kibum terkesiap, namun ia tidak memberi tanggapan apapun. Ia hanya diam membisu dengan sorot mata yang tidak percaya.

—:::—R-e-d-S-t-r-i-n-g—:::—

Di ruang gimasium yang sepi, Kibum duduk termenung menunggu kedatangan seseorang. Teman terdekatnya yang mungkin dapat menolong hatinya yang gundah saat ini.

“Bryan, do you wanna talk to me?” tanya seseorang yang baru saja memasuki ruang gimnasium, ia menghampiri Kibum dan duduk di sebelahnya.

Kibum memandangnya gelisah. “Amber…”

Yes?”

Pleasehelp me…”

Gadis yang berpenampilan seperti laki-laki itu hanya menatap Kibum dengan sebelah alisnya yang terangkat. “Do you have a problem?”

YesA problem…” jawab Kibum yang tersenyum hambar. “A problem in my heart.”

—:::—R-e-d-S-t-r-i-n-g—:::—

Continue reading

%d bloggers like this: