Category Archives: Horror

The Error Game

The Error Game

Author: Shim Min Ra.

Genre(s): Horror, Mystery, Friendship, Psychological.

Length: Oneshot.

Main Cast: Cho Kyuhyun.

Supporting Cast: Leeteuk, Heechul, Hankyung, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, Siwon, Ryeowook, Kibum.

“Kau punya dua pilihan. Memilih sebuah pilihan atau tidak memilih sama sekali, mana yang akan kau pilih?”

-Cho Kyu Hyun’s POV-

Tidak banyak orang yang tahu. Kejadian ini telah terjadi sejak lama—jauh sebelum Hankyung Hyung memutuskan untuk keluar dari Super Junior. Saat-saat di mana kami masih terus bersama. Saat-saat di mana debut kami baru saja di mulai, di mana kami masih belum mengenal yang namanya keletihan dan kepenatan menjadi selebriti.

[The-Error-Game]

Sudah dua bulan berlalu sejak Super Junior menyelesaikan drama fiktif Mystery 6. Meski drama itu hanya isapan jempol belaka, tapi tetap saja aku iri! Kalau saja saat itu aku sudah menjadi bagian dari Super Junior, pasti aku mendapat bagian penting dari drama itu. Sungguh tidak adil. Di tambah lagi, aku masih merasa asing dengan semua member. Aku tidak suka mereka. Aku tidak suka dengan kenyataan bahwa aku harus memanggil mereka dengan sebutan HYUNG.

“Sungmin Hyung, Kyuhyun-ah…” panggil Ryeowook yang mencondongkan kepalanya ke dalam pintu kamarku. “Waktunya makan.”

“Nanti saja,” jawabku singkat sambil terus menatap layar komputerku, melanjutkan game Diablo yang baru saja kucoba kemarin malam.

“Kyu, tidak baik main game terus-terusan,” nasihat Sungmin yang melepas earphones-nya dan menyusul Ryeowook. “Kalau kau tidak cepat, semua makanan akan dihabiskan Shindong Hyung.”

“Aku tidak peduli,” mataku masih terpaku ke depan layar komputer.

Ryeowook mendesah. “Biarkan saja, Hyung… Dia memang seperti itu, tidak sopan.”

Setelah mereka berdua keluar dari kamar, aku membanting keyboard komputerku dengan penuh emosi. Napasku terengah-engah. Pupil mataku melebar.

Memangnya mereka pikir mereka siapa?! Hanya karena mereka lebih tua dariku, lantas mereka seenaknya mengatur kehidupanku? Cih! Jangan harap!! Tanpaku, masa depan Super Junior akan hancur. Sudah bagus aku mau bergabung dengan grup ini, tapi mereka justru tidak tahu terima kasih. Mereka bukan siapa-siapa bagiku, bahkan mereka bukan temanku. Dan mereka ingin agar aku bersikap sopan pada mereka? Gila! Aturan dari mana itu? Memangnya salahku kalau aku dilahirkan beberapa tahun lebih lama dari mereka? Memangnya aku bisa memilih hal itu??

Kuraih mantel panjangku yang berwarna abu-abu itu dan memakainya secepat kilat. Setelah mematikan komputerku, aku bergegas keluar dari kamar.

“Kyu-ah, kau tidak makan malam?” tanya Leeteuk cemas. “Kau belum makan seharian karena main game terus.”

Aku hanya mendengus, tidak menjawab pertanyaan leader baruku yang sok perhatian itu.

“Kyu, kau mau ke mana?” kali ini giliran Kangin yang bertanya padaku. Ia melirikku dari ujung kaki hingga ujung rambut, lalu keningnya mengernyit heran ketika melihat mantel abu-abu yang sedang kupakai sekarang.

“Kyu, kau yakin mau pergi? Di luar sangat dingin,” jelas Yesung yang sedang memeriksa cuaca di luar sana dengan ponsel canggihnya.

“Shikkeureo! Kenapa kalian cerewet sekali, sih??” amarahku akhirnya keluar juga. “Dorm ini bukan penjara, jadi terserah aku mau pergi ke mana! Kalian juga bukan orangtuaku, kan? Jangan sekali-kali mencampuri kehidupan pribadiku. Ara?!”

“NEO!!” bentak Kangin yang langsung di tahan oleh Siwon di sebelahnya.

“Dwaesseo, dwaesseo…” lerai Siwon yang mencegah Kangin untuk berbuat lebih jauh. “Tidak baik mengacaukan makan malam yang telah diberkati oleh Tuhan…”

“Ya! Siwon, kau menghinaku??” teriak Heechul yang merasa tersindir dengan kenyataan bahwa dia atheist.

“Geu…geuge aniya…” jawab Siwon gelagapan dengan gerakan tangannya yang lincah. Ia tahu hidupnya tidak akan tenang bila berurusan dengan Heechul.

Aku menghela napas panjang melihat tingkah-tingkah bodoh mereka. Sedikit kecewa dengan kenyataan bahwa aku sudah bergabung di dalam boyband yang memiliki membermember bodoh.

Kulangkahkan kakiku keluar dorm tanpa berpamitan pada siapapun. Untuk apa berpamitan pada orang-orang bodoh? Lebih baik aku tidak mencoba untuk terlalu akrab dengan mereka. Ya, begini lebih baik.

[The-Error-Game]

Continue reading

Welcome to 13th Steps (Part 2)

Welcome to 13th Steps (Part-2)

Author: Shim Min Ra.

Genre(s): Horror, Mystery, School Life, Historical, Friendship.

Original Cast: Kibum, Siwon, Donghae, Eunhyuk, Sungmin, Kyuhyun.

Original Character: Shim Minra, Shin Reina, Hwang Minyeon, Lim Sungra.

-Author’s POV-

“Mianhae… Mianhae, Siwon’ah…” Sungra menangis sesenggukan. “Kalau saja aku tidak ceroboh, aku tidak mungkin melepas tangannya…”

“Geumanhae, Sungra-ya…” hibur Minyeon. “Kita pasti akan menemukan Siwon.”

“Ne, Siwon pasti akan kembali,” Reina meyakinkan. “Atau kalau perlu kita akan menghubungi polisi untuk menemukan Siwon.”

Kyuhyun tertunduk lemas. “Kau tidak salah, Sungra-ya… Semuanya karena kita memulai permainan konyol itu… Dan akulah penyebab dari itu semua.”

“Aishh… Eotteohge??” Donghae mulai panik.

“Apa yang dikatakan Halmeoni itu benar? Sepertinya kita harus cepat-cepat keluar dari sini…” ujar Eunhyuk mulai percaya.

Sungmin menarik napas panjang. “Perasaanku semakin tidak enak… Sepertinya kita harus bertindak cepat.”

“Kibummie, kau ada ide?” tanya Minra gelisah.

“Lebih baik kita semua berkemas-kemas,” kata Kibum yang akhirnya mengambil keputusan. “Bagaimanapun hotel ini sedikit aneh. Bahkan semua pegawai hotel tidak dapat ditemukan. Kita harus keluar dari sini.”

Minra mendelik tajam ke arah kekasihnya. “Lalu kau bagaimana?? Kau tidak mungkin kembali ke kamarmu dan mengambil semua koper yang tertinggal di sana!”

“Ne, menurut Kyuhyun… kita tidak boleh kembali ke ruangan yang telah digunakan untuk memanggil roh…” tanggap Minyeon risau.

“Gwaenchana, aku tidak akan kembali ke sana,” sahut Kibum cepat. “Lagipula tidak ada barang berharga apapun di dalam koperku.”

“Tapi kita harus ke mana? Semua hotel pasti sudah penuh karena ini musim liburan!” Sungmin menatap Eunhyuk, seolah-olah meminta pertanggungjawaban karena telah memilih hotel mengerikan ini.

“Ah!! Aku baru ingat kalau keluarga kakekku mempunyai rumah di Tokyo!” Eunhyuk menepuk dahinya pelan. “Bagaimana kalau untuk sementara kita menginap di sana?” `

“Idenya tidak buruk,” ucap Reina setuju. “Setidaknya kita dapat tempat menginap untuk sementara dan keluar dari sini.”

Akhirnya mereka semua sepakat dengan usul Eunhyuk. Mereka lantas mengemas barang-barang mereka dan berlarian masuk ke dalam lift tanpa peduli kalau-kalau tubuh mereka berdesak-desakan di dalamnya.

Donghae melirik ke atas pintu lift, di mana lift tersebut menunjukkan angka lantai tempat mereka berada. “Aishh! Kenapa lift-nya tidak jalan??”

“Ini aneh…! Kenapa lift-nya macet di lantai tigabelas??” tanya Eunhyuk seraya menekan-nekan tombol lift dengan tidak sabar.

Tombol lift mulai menyala, membawa mereka semua menuju ke lantai dasar. Beberapa di antara mereka mulai dapat menghela napas lega. Begitu mereka sampai di depan hotel yang tidak ada penghuninya itu, Kyuhyun langsung memberhentikan taksi yang kebetulan lewat di depan mereka.

“Ajussi, tolong ke daerah Shibuya…” ujar Eunhyuk yang kemudian memberitahu alamat rumah kakeknya yang terletak di Tokyo.

Supir taksi tersebut tidak menjawab ataupun menoleh ke arah mereka.

Eunhyuk menepuk keningnya dan tertawa hambar. “Aku lupa mereka tidak bisa berbahasa Korea!”

“Biar kucoba,” ucap Kibum pelan dan langsung berhadapan dengan supir itu. “Excuse me. Mister, would you mind to take us into Shibuya area? Please.”

Supir itu masih tidak menjawab. Ia menatap mereka bergantian dengan tatapan datar, lalu memutar dagunya dan menunjuk ke arah kursi belakang. Sepertinya ia mempersilakan mereka masuk ke dalam taksinya. Kibum segera berterima kasih dan menyuruh teman-temannya untuk memasuki taksi yang ada di depan mereka. Tanpa berlama-lama, taksi tersebut melaju dengan cepat dan menurunkan mereka di kawasan Shibuya.

Kibum mengangguk dan menyerahkan sejumlah uang pada supir taksi itu. “Mister, this is the bill. Thank you.”

Supir itu tidak melirik ke arah Kibum sedikit pun. Ia bahkan menutup kaca mobilnya tanpa menerima uang dari Kibum.

“Supir aneh…” komentar Minra seraya menatap taksi yang telah menjauh dari pandangan mereka.

“Anggap saja kita beruntung karena menumpang taksi gratis,” celetuk Sungmin yang mulai memandang gedung-gedung di sekelilingnya. “Eunhyuk’ah… Di mana rumah Harabeoji-mu?”

“Ikuti aku,” balas Eunhyuk sembari berjalan di hadapan mereka semua.

Setelah lima menit berjalan kaki, tampaklah rumah tradisional Jepang yang masih berdiri kokoh di depan mereka. Rumah itu terlihat sangat tua dan cukup bersejarah, seperti rumah-rumah yang di bangun pada zaman perang dunia di Jepang.

Seseorang mendekati Eunhyuk dan menepuk pelan bahunya.

“Huaaaa!!!” Eunhyuk terlonjak kaget, ia langsung menolehkan kepalanya ke belakang. “Harabeoji!! Jangan membuatku jantungan begitu!”

“Untuk apa kau datang ke sini?” tanya kakeknya ketus.

“Kami ingin menginap di rumahmu,” jelas Eunhyuk seraya menyengir lebar. “Ini teman-temanku. Kami semua sedang berlibur, Harabeoji. Tapi karena terjadi sesuatu dengan hotel yang kami tempati, kami memutuskan untuk menginap di sini selama beberapa hari.”

“Andwae!!” pekik kakeknya yang membuat kami semua terkejut. “Pergi… Kalian harus pergi sekarang juga!”

“Mwoya…? Harabeoji-mu galak sekali…” bisik Reina pada Eunhyuk.

“Harabeoji, jebaaal…!!” rengek Eunhyuk yang sekarang telah menarik-narik lengan kakeknya. “Hanya untuk beberapa hari! Kami kehilangan salah satu teman kami dan kami masih harus mencarinya di Tokyo… Harabeoji, kami tidak mungkin pulang ke Seoul tanpa dia…”

Kakeknya menarik napas dan menatap mereka dengan tajam. “Baiklah. Tapi… kalian harus ingat. Aku tidak ingin bertanggungjawab jika terjadi sesuatu di sini. Arasseo?!!”

Mereka semua mengangguk lemah dan langsung masuk ke dalam rumah tersebut. Kakek Eunhyuk memberikan dua kamar yang cukup besar untuk ditempati. Satu kamar untuk para yeoja dan satunya lagi untuk para namja.

Sungra terduduk lesu. “Pokoknya, besok kita harus ke kantor polisi… Siwon’ah… Dia… Dia harus ditemukan…”

Minyeon menepuk-nepuk pundak sahabatnya itu. “Sudahlah, Sungra-ya…”

Minra mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam tasnya dan mengangkatnya tinggi-tinggi. “Ya! Ibwayo~”

“Woaa! Kau membawanya sampai ke sini??” takjub Reina.

“Ne. Yeoja itu harus memerhatikan penampilan,” sahut Minra yang sedang membagi-bagikan kotak itu. “Apalagi di bagian wajah.”

Minyeon menatap sahabatnya dengan pandangan tak percaya. “Yang benar saja! Di saat-saat seperti ini kau masih bisa maskeran??”

“Justru di saat-saat seperti ini biasanya keriput akan cepat muncul!” tanggap Minra yang langsung menyeret Sungra ke dalam kamar mandi yang terdapat di dalam kamar mereka. “Sungra-ya, jangan terlalu memikirkan Siwon seperti itu. Paling-paling dia hanya tersesat! Lebih baik kau maskeran dulu dan bersenang-senanglah sedikit.”

“Ya! Aku juga ikut~” seru Reina sambil masuk ke dalam kamar mandi dengan antusias.

“Cha…chamkkan… Jangan tinggalkan aku sendirian!” pekik Minyeon yang langsung bergegas menyusul teman-temannya ke dalam kamar mandi.

Begitu mereka masuk ke dalam kamar mandi, terdengar bunyi ketukan pintu kamar mereka yang semakin lama semakin kencang. Para yeoja saling berpandangan heran sekaligus takut.

“Reina-ya, bukalah pintunya…!” desis Sungra sembari mendorong Reina yang berdiri di depannya.

“Mwo?? Kenapa aku?? Sirheo!!” tolak Reina yang langsung bersembunyi di balik punggung Minyeon.

“Biar aku saja yang membukanya,” tukas Minra yang langsung bergerak menuju pintu kamar mereka.

Pintu terbuka. Minra mendapati kelima namja yang berdiri tegang di hadapan mereka. Kyuhyun, Sungmin, dan Kibum telah membawa tiga lilin yang menyala. Donghae menutup matanya rapat-rapat dan gemetar ketakutan di balik tubuh Eunhyuk.

Continue reading

Mendadak Berhantu

annyeong seungwon imnida,lagi iseng-iseng bikin ff oneshoot nih,lagi bosen ngelanjutin yang ber part-part makanya terciptalah ff geje ini,ceritanya horror tapi gak serem,komedi tapi gak lucu juga.tapi seenggaknya mendingan dari pada gak bikin ff sama sekali hehe

author : seungwon

nb: authornya namja jadi please jangan panggil eonni hha

cast :

– Bigbang seungri

– 4minutes hyunna

– IU

– FT Island lee hongki

– Infinite myungsoo

– SNSD nengsih (nama indonesia yoona yang auhtor buat plak)

cameo:

– pak nube

– Bigbang taeyang

– Suju leeteuk

– sisanya figuran gak penting

Genre: komedi,horror

Length: Oneshoot

Ratting: All Age

Disclaimer :

semua adegan murni karangan author,cast baru milik tuhan kecuali nengsih ama IU milik author plak

~_~_~__~~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~__~_~_~_~__~_~_~_~_~__~_~_~_~_~_

sore itu seungri masih menyelesaikan hukuman membersihkan toilet sekolah gara-gara dia gak ngerjain pr bhasa indonesia yg dikasih guru taeyang.Menyadari hari sudah mulai sore dia mempercepat membersihkan toilet itu.

“aishhh bau bener ni toilet,sial banget nih gw dapet hukuman kaya gini” dumel seungri sambil menutup hidung.

seungri mengisi penuh embernya dengan air lalu membenamkan kain pel kedalamnya.dengan ogah-ogahan dia mulai ngepel tu lantai.setelah setengah toilet dipelnya dia baru menyadari sesuatu.

“ohh damn gw lupa masukin soklin lantai!percuma aja di pel tetep weh bau” dumel seungri sambil melempar kain pelnya.

seungri bengong sebentar seperti sedang mencoba berpikir namun lebih terlihat kaya orang bego abis pipis di celana #plak

“ahh peduli beibeh deh yang penting gw ngepel kan,toh ntar juga bau lagi nih toilet.” ujar seungri acuh sambil mengambil lap pel yang tadi dia lempar.

Seungri mulai mengepel lagi sambil sesekali dia nyanyi sunset glow lengkap dengan joget-joget ala dewi persiknya #coba bayangkan sendiri plak

saat sedang asyik-asyiknya seungri ngepel tiba-tiba dia mendengar sebuah cekikikan di salah satu bilik toilet itu.

Dia diem sebentar untuk mendengar dengan seksama suara itu.

karena penasaran seungri mendelati bilik itu.dengan perlahan dia mengetuk pintu bilik itu.

“tok tok tok,,,,” seungri mengetuk pintunya.

“oi ada orang gak??” tanya seungri.

gak ada jawaban sama sekali dari dalam.seungri menunggu sebentar

lalu bertanya sekali lagi untuk memastikan.

“aloha ada orang gak,segitu kebeletnya sih ampe gak bisa jawab” ujar seungri asal.

“hi hi hi hi” suara cekikikan terdengar lagi,seungri menempelkan telinganya ke pintu.

lalu Brakkkk,,,,,

pintu terbuka dengan keras hingga seungri terpanting kebelakang hingga terjatuh.

“ahh kamprett,dasar kurang asem lo” ujar seungri marah-marah sambil berusaha untuk berdiri lagi.

Ketika dia sudah berdiri dia melihat sebuah sosok perempuan pake baju bertuliskan “Oh damn! i love seungwon” didadanya. #author ngeksis

seungri melihat tampang wanita itu penuh kemenangan.

raut wajah seungri menunjukan kemarahannya,tapi menurut author malah kaya orang nahan ee #plak

seungri hendak memarahi gadis itu,namun tiba-tiba ketika dia akan melancarkan jurus bacotan tingkat tingginya.seungri terlihat kaget karena muka si gadis tiba-tiba terlihat meleleh.

“eakkk,,,” seungri meringis jijik melihat pemandangan didepannya.

perlahan tapi pasti muka tuh gadis melepuh,matanya jatuh bergelinding di depan seungri.

“kyaa apa itu,,” jerit seungri melihat ada mata bergelinding padanya.Dan “jrebbb,,” diinjaknya mata itu dengan kakinya.

Seungri memandang gadis jadi-jadian itu.

sekarang rambutnya mulai rontok dan kulit kepalanya mengelupas hingga terlihat otaknya dan “brukkkk,,,,” kepala gadis itu lepas dari tubuhnya lalu cekikikan melihat seungri yang udah ngompol di celana.

seungri takut plus malu dipergoki ngompol ama setan.

perlahan-lahan seungri mundur ke pintu keluar,sesampainya dia di pintu dia langsung kabur sambil menjerit sepanjang lorong.

——————————————————————————————–

“selamat pagi” sapa nengsih pada teman-temannya ketika dia sudah masuk kelas 3a.

Dia lalu menyimpan tas di mejanya lalu berjalan menuju meja hongki yang ada di depan.

“hong,,tar hari sabtu ke PRJ yuk?bosen nih,,” ajak nengsih pada hongki.

“boleh tuh,gw juga lg ngidam kerak telor nih”ujar hongki.

“ahh lo kaya emak-emak bunting aja pake ngidam segala.”ujar hyuna yang tiba-tiba bergabung dengan mereka.

“biarin weh,sirik aje deh yey” ujar hongki keki.

“yaudah tar gw ajak anak-anak lain biar ikut deh”kata nengsih.

tiba-tiba dengan buru-buru sesosok pemuda cute masuk kedalam kelas,lalu menghampiri meja nengsih,hongki,dan hyuna duduk.

“kenapa lo myungsoo?” tanya hyuna.

“ada hot news loh,kalian kenal seungri anak kelas 3c kan?” tanya myungsoo pada teman-temannya yang diikuti anggukan oleh mereka.

“emang kenapa tu makhluk?” tanya hongki agak bete mendengar nama seungri disebut.

myungsoo diam sejenak,lalu menceritakan kembali tentang kejadian kemarin sore yang dialami seungri ketika membersihkan toilet.

“ahh yang bener lo ada setan di toilet?” tanya hyuna pura-pura terkejut.

“paling cuman setan lewat yang lagi numpang boker hihihi” ujar nengsih bercanda.

mereka menanggapi cerita itu dengan santai sambil bercanda-canda.

myungsoo aja yang tadi buru-buru nedarin tu gosip sekarang udah duduk manis dibangkunya sambil baca komik serial cantik.

“cowok koq baca serial cantik sih myung? gak gak gak kuat deh ” hongki menggoda myungsoo.

“biarin weh,dari pada lo bacanya majalah yadong mulu” ujar myungsoo membela diri.

“stt ahh jangan buka aib didepan anak cewe dong” ujar hongki malu sambil berusaha menutupi mulut myungsoo.

hyuna dan nengsih hanya bisa cekikikan melihat 2 temen ababilnya itu bersenda gurau.

“kuhamil duluan sudah 3 bulan gara gara kita pacaran gelap-gelapan

kuhamil duluan sudah 3 bulan gara-gara kita pacaran gelap-gelapan” suara ringtone bel dari tuti wibowo menandakan kelas sudah mau di mulai. #author:keren ya kalo bel skolah kaya gitu plak

——————————————————————————————

kantin,jam makan siang

“IU,, kau nonton putri yang ditukar gak td malam?” tanya myungsoo.

“ne,lo nonton gak?rame loh si amiranya kecelakaan terus hilang ingatan.” jawab IU menjelaskan.

“uhh,,gw gk nonton ih padahal gw pengen liat pa prabu (?)” ujar myungsoo dengan nada kecewa.

“yahh padahal kemaren lagi rame-ramenya tuh” kata IU.

“udah ah lo jangan bkikn gw envy dong” ujar myungsoo keki.

tiba-tiba hongki,nengsih,dan hyuna bergabung dengan mereka.

“hai cinn,,” kata hongki sambil mencomot tempe milik myungsoo.

“IU tar pulang sekolah temenin nyatet daftar nilai rapot yukk,males nih gw kalo sendirian.” ajak hyuna pada IU.

“boleh aja,gw juga lagi gak ada kerjaan koq” ujar IU.

“ati-ati ada setan loh hehe” nengsih menakut-nakuti mereka.

“setan?gak bakal muncul koq,secara si hyuna aja kalo ketawa udah kaya kuntilanak” jawab IU kalem.

“kampret lo !” senggah hyuna.

nengsih,myungsoo,dan hongki cuman bisa ngakak mendengarnya,emang sih kalo si hyunna udah ketawa,kuntilanak beneran aja lewatt haha.

“ketawa gitu tuh sexy tau” hyunna membuat alasan.

“wuuuuuuuuu” teman-temannya menyorakinya.

——————————————————————————————

“hmmm,,,bosen banget ih” ujar hyunna.

Continue reading

Welcome to 13th Steps (Part 1)

Welcome to 13th Steps (Part-1)

Author: Shim Min Ra.

Genre(s): Horror, Mystery, School Life, Historical, Friendship.

Original Cast: Kibum, Siwon, Donghae, Eunhyuk, Sungmin, Kyuhyun.

Original Character: Shim Minra, Shin Reina, Hwang Minyeon, Lim Sungra.
Apa sebuah kehidupan telah meracunimu?

Atau…

kaukah yang telah meracuni kehidupan?

Angella Tham.

-Author’s POV-

Tampak ratusan sarjana, lengkap dengan topi dan jubah panjang mereka, sedang tersenyum ceria sambil memegang rangkaian bunga di tangan mereka masing-masing. Beberapa di antara mereka telah berkumpul dan berfoto bersama dengan keluarga ataupun teman-teman mereka sebagai suatu memorabilia pada hari pelatikan mereka. Ada di antara mereka yang justru masih asyik melempar-lemparkan topi wisuda mereka dan bersenda gurau.

“Minra-ya!! Shim Minra!!” panggil salah seorang gadis berambut hitam sebahu sambil menyerahnya kameranya, lalu meraih lengan pria bertubuh kurus di sampingnya dan mulai berpose. “Tolong potret kami!”

Minra menyambar kamera tersebut sembari bersungut-sungut dan mulai memotret pasangan kekasih di depan mereka. “Chinca…! Sejak kapan aku di bayar menjadi juru kamera kalian??”

“Aigoo~ Jangan marah-marah begitu, Minra-ya…” bujuk gadis itu, kemudian ia menepuk pelan bahu temannya. “Kau harus menolong sahabatmu dengan tulus. Hmm… Bagaimana kalau nanti kutraktir minum-minum? Sekaligus untuk merayakan kelulusan kita!”

“Mwoo??” Minra terbelalak. “Kita ini belum cukup dewasa, Minyeon’ah…”

Pria yang tadi ikut berpose bersama Minyeon tertawa terbahak-bahak. “Ha, ha! Kau ini babo sekali, Shim Minra! Setelah lulus SMA, tentu saja kita sudah menjadi orang dewasa dengan sendirinya.”

“Ne,” timpal Minyeon. “Apa yang dikatakan Kyuhyunnie itu benar, Minra-ya…”

Minra mencibir. “Cih! Dua lawan satu. Tidak adil…”

“AHH!! Mian, mian… Kami terlambat!!”

Kyuhyun, Minyeon, dan Minra menoleh ke arah pemilik suara teriakan yang cukup keras itu.

Seorang gadis berjubah panjang berlari-lari kecil sambil menyeret pemuda dengan postur tubuh bak olahragawan yang masih sibuk merapikan topi wisudanya.

Minra melambaikan tangannya bersemangat. “Siwon’ah, Sungra-ya! Ppali~!!”

“Siwon’ah…” Kyuhyun memandang pemuda yang baru datang itu dengan prasangka buruk. “Apa yang kau lakukan bersamanya sampai terlambat di hari sepenting ini? Jujur. Apa kalian… melakukan sesuatu semalam?”

“A…anni…” Sungra tertunduk dengan rona merah di wajahnya. “U…uri…”

Minyeon melirik Sungra bagai seorang interogator dari pihak kepolisian. “Malhaebwa, Sungra-ya… Apa dia macam-macam padamu?”

Siwon langsung gelagapan sembari mengeluarkan alkitabnya. “A…annieyo!! Aku hanya mengajaknya untuk berdoa sebentar pagi ini! Karena itu, kita berdua terlambat… Jebal, percayalah padaku~”

“Ha, ha, ha…!!” Kyuhyun menahan perutnya yang sakit. “Aku percaya padamu, Siwon’ah! Bercanda denganmu ternyata sangat seru… Ha, ha…”

“Minyeon’ah… Evil namjachingu-mu kambuh lagi…” lapor Minra sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.

Minyeon terkikik geli. “Justru itulah daya tariknya~”

“Ke mana yang lainnya?” tanya Sungra bingung.

“Sungmin dan Reina baru saja pulang untuk mengganti pakaian mereka,” jelas Minra cepat. “Sedangkan Kibum, Donghae, dan Eunhyuk sudah pergi entah ke mana. Kurasa mereka sedang bermain di game center sekarang.”

Game center??” seru Kyuhyun histeris. “Jeongmal! Beraninya mereka meninggalkanku sendirian!!”

Siwon tergelak. “Ha, ha… Sudahlah, lebih baik kita juga pulang untuk bersiap-siap merayakan kelulusan kita malam ini.”

“Ne,” seringai Minra sembari mengerling jahil ke arah Minyeon. “Minyeon’ah… Kau akan mentraktir kami semua minum-minum, kan?”

“Aisshh!! Arasseo, arasseo~!” sahut Minyeon sedikit menyesal.

…//Welcome-to-13th-Steps//…

Dont stop!

Make it pop~!

DJ blow my speakers up

Tonight, Imma fight

Til we see the sunlight

Tick tock, on the clock

But the party dont stop, no~

Whoa, whoa, oho~ ♫

Dentuman irama lagu Tik Tok yang pernah dinyanyikan oleh Kesha Rose Sebert membuat semua orang yang ada di ruangan ini semakin menggila. Gemerlap lampu yang berwarna-warni menyoroti lantai dansa yang bercahaya itu. Di antara kerumunan orang banyak yang berada di dalam ruangan tersebut, terlihat sekumpulan remaja-remaja yang baru saja bertransformasi menjadi orang dewasa setelah hari kelulusan mereka. Eunhyuk telah membuka tiga kancing kemejanya yang paling atas dan meliuk-liukkan tubuhnya dengan lentur. Donghae masih asyik menari di sekeliling wanita-wanita cantik yang berpakaian minim dan sensual.

Dance, anyone?” tawar Minra sembari mengangkat sebelah alisnya.

“Malas!” sahut Kyuhyun yang langsung menenggak wine-nya sekaligus.

One shot, one shot!!” seru Sungra heboh.

Kyuhyun meminum habis wine tersebut dan meletakkan gelasnya yang sudah kosong dengan cukup keras.

Minyeon melongo, lalu ia bertepuk tangan meriah. “Woaaa~ Daebak, Kyuhyun’ah!”

“Aish!! Bajuku basah semua…” gerutu Eunhyuk yang baru saja datang dan bergabung dengan teman-temannya di sebuah meja bundar. Kemudian ia melepas kemejanya dengan santai begitu saja.

Reina menjerit tertahan. “Ya!! Eunhyuk babo~! Apa yang kau lakukan?? Kau lupa di sini juga ada yeoja??”

“Lebih baik aku melepaskannya daripada memakai baju yang basah karena keringat…” jawab Eunhyuk asal.

Kibum hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, pasrah.

“Eunhyuk’ah!” panggil Donghae yang sedang berusaha untuk melepaskan diri dari wanita-wanita seksi yang mengerubunginya. “Beraninya kau meninggalkanku!!”

Eunhyuk memamerkan gummy smile-nya ke arah Donghae, tersenyum polos seakan-akan itu bukan salahnya sama sekali.

“Oppa~~~”

“Kau mau ke mana, Oppa~??”

“Gajima, Hae Oppa~~”

Sungmin dan Siwon menatap Donghae prihatin, sedangkan Kyuhyun hanya terkekeh pelan setelah melihat situasi Donghae.

“Mian, mian~!! Aku harus bergabung dengan teman-temanku,” ujar Donghae yang kemudian berlari cepat dan bersembunyi di balik tubuh Eunhyuk.

Gadis-gadis itu menghembuskan napas mereka perlahan dengan penuh kecewa, lalu mereka berbalik pergi dan kembali menari di atas dance floor.

“Yeoreobun, semuanya telah berakhir!” seru Sungmin bergelora. Kemudian ia mengangkat gelasnya tinggi-tinggi. “Ayo kita lupakan semua kesedihan di masa lalu. Geonbae!! Cheers~~!”

“Selamat hari kelulusan!!” balas semua sahabatnya yang ikut mengangkat gelas mereka dan bersulang.

“Akhirnya kita terbebas dari masa sekolah~” celoteh Minyeon gembira.

“Ne, selamat tinggal masa SMA!!” timpal Reina bersemangat.

“Kau kenapa, Kibum’ah??” tanya Minra yang membuyarkan lamunan kekasihnya.

“Aniya~” Kibum tersenyum simpul. “Hanya sedikit bosan…”

“Aku juga bosan,” sambung Kyuhyun yang kemudian mengeluarkan seringaiannya. “Bagaimana kalau kita bermain? Truth or Dare. Hukuman bagi yang kalah harus menghabiskan sebotol wine.”

“Mwoo?? Sirheo!!” tolak Minyeon. “Kau mau membuatku bangkrut, Kyuhyunnie? Semua minuman di sini aku yang bayar!”

“Ayolah, Jagi… Kalau kau tidak sanggup membayarnya, biar aku yang akan membayarnya nanti,” bujuk Kyuhyun yang masih tetap mengeluarkan evil smirk-nya.

“Jeongmal?? Kau akan membayarnya??” pekik Minyeon senang karena telah terbebas dari janjinya untuk mentraktir sahabat-sahabatnya.

Kyuhyun mengangguk yakin. “Tenang saja. Siwon pasti akan mengurus semuanya…”

Siwon langsung menoyor kepalanya. “Dasar kau ini…!”

Ok, aku mulai,” Eunhyuk memutar botol wine di atas meja yang kemudian berhenti pada Kibum. “Kibummie! Truth or dare?”

Truth,” jawab Kibum yang tidak mau mengambil resiko apapun.

Eunhyuk sejenak berpikir. “Hmm… Sudah berapa lama kau berpacaran dengan Minra?”

Kibum memandang Minra yang tertunduk malu. “Sekitar… tiga tahun yang lalu.”

“Mwoo??” Sungra terkesiap. “Berarti kalian berpacaran sewaktu kami kelas 1 SMA??!”

Kibum mengangguk pelan dan langsung memutar kembali botol wine tersebut. Botol tersebut mengarah pada Donghae. “Ah… Donghae-ya. Truth or Dare?”

Dare.”

Eunhyuk langsung berteriak heboh. “WOAAHH~ Akhirnya ada yang berani memilih dare!”

Kibum terlihat bingung, namun kemudian Minra membisikkan sesuatu di telinganya.

“Donghae,” panggil Kibum sembari melirik ke arah Minra. “Bisakah kau menari dengan seksi bersama sekelompok Ajussi yang di sebelah sana?”

Donghae terlonjak kaget. “MWO?? Sirheo! Kalau yeoja, mungkin aku bisa. Tapi… Ajussi? Omo! Sampai mati pun tidak akan kubiarkan harga diriku jatuh!!”

“Minum, minum!!” teriak teman-temannya histeris.

Donghae pun terpaksa meneguk habis isi botol wine tersebut.

Permainan pun dilanjutkan kembali. Hukuman demi hukuman tidak dapat mereka hindari. Satu per satu mulai tumbang karena mabuk. Mulai dari keempat wanita di dalam grup mereka—Sungra, Minyeon, Minra, dan Reina—di susul dengan Sungmin, Donghae, Siwon, dan Eunhyuk. Di antara semuanya, hanya Kibum dan Kyuhyun yang tidak mabuk sama sekali karena mereka memang the heaviest drinker dalam kelompok mereka. Akhirnya mereka berdualah yang membereskan dan membawa semuanya pulang dari sana.

…//Welcome-to-13th-Steps//…

Continue reading

Welcome to 13th Steps (Trailer)

Welcome to 13th Steps (Trailer)

Author: Shim Min Ra.

Genre(s): Horror, Mystery, School Life, Historical, Friendship.

Cast: Kibum, Siwon, Donghae, Eunhyuk, Sungmin, Kyuhyun.

Satu…

Permainan ini akan terus berlanjut, membuatmu terperangkap di dalamnya.

“Bagaimana mungkin?! Bukannya kita sudah di Seoul??”

“Ini semua salahmu!!”

“Chinca! Kita harus bagaimana sekarang??”

Dua…

Sebuah mantra terkutuk yang keluar dari mulutmu menandakan bahwa kau telah menjual dirimu… pada iblis.

“Kau yakin?”

“Tentu saja!”

“Tapi… bagaimana kalau dia muncul setelah kau menyebut namanya?”

“Babo! Kau percaya? Itu hanya dongeng!”

Tiga…

Dia akan membawamu ke sebuah tempat, tempat yang tidak pernah kau bayangkan… Kegelapan.

Warna hitam yang pekat seakan-akan menghanyutkanmu ke dalam dunianya.

“Aku mau pulang!!”

“Tidak, kita tidak boleh terpisah!”

“Aku tidak peduli! Aku ingin ke Seoul sekarang juga!!”

Empat…

Kau dengar? Dia menangis… dalam kesunyian malam.

Panggilanmu membuatnya tersadar bahwa kau ingin menemaninya.

“Pasang lilinnya! Ppalli!!”

“Matikan lampunya dan jangan lepaskan pandangan kalian dari cermin.”

“Kau serius mau melakukannya?”

“Akan kubuktikan kalau legenda itu hanya omong kosong!”

Lima…

Sekali kau bermain, kau harus terus bermain.

Tidak ada penyelesaian di permainan ini.

Tidak ada akhir, seperti lingkaran setan yang tak berujung.

“Sudah cukup!!”

“Aku… melihatnya! Aku… melihat… dia.”

“Tunggu…! Kau bercanda? Aku tidak melihat apa-apa!”
Continue reading

You Make me Crazy !! |Chapter 1|

Cast : Zhoumi , Kyuhyun , Sungmin , Henry .
Genre : Horor and Romance .
PG : 14
Author : Allysaldiansyah

Happy Reading ^

Suatu malam dikota Seoul sedang ada pembantaian tragis oleh 2 makhluk yang dilihatlihat sepertinya vampire . Karna dari caranya dia membunuh memukul korbannya dengan tongkat besi dan mengigit lehernya dan menghisap darahnya .  Continue reading

♥ [You are my Heart] [chap 1] ♥


Title         : You are My heart
Pairing    :
-Kim Jaejong         :               Jaejoong
-Jeon Boram          :               Jeon
-Jessica   Jung      :               Jessica
- (?)                :               masih tanda (?)
Cameo   :
-Kim Junsu            :               Junsu
-Shim Changmin        :               Changmin
-Park in Jung        :               (Soyeon)
-Park Son Yeong       :               (Hyomin)
Genre                 : Romance , AU , Angst , Sad , Tragedi , Horror
Rating                : G (aman) tapi gga jamin di chap berikutnya aman :p
Type                  : Chapters
Warning               : Straight , Typo's!!
Author                :~rinryeong 
Desclaimer            : “this is my fanfiction . here there is no plagiarism ^__^

WAJIB COMMENT ^__^

Don’t bashing , flame .

Yang aku perlu cuman Comment + Kritikan dari pembaca

*Reader angguk-angguk

Terima kasih sudah membaca peringatan di atas^__^

*senyum bareng Yesung+Ryeowook Oppa :p

Bonus ++ di peluk yesung dan di belai Wookie

*sirik monyet looh :p

I

“draapp…ddrraapp….draappp”

2 Suara langkah kaki terdengar jelas , keras.

“kau yakin kita ke sini ?”Tanya salah satu dari mereka , dia menghentikan kakinya menatap ragu .

“ne− ,aku yakin .”jawab lawan bicaranya tersebut .

Mereka berdua kembali berjalan menaiki anak tangga , suasana hanya sekedar di terangi oleh lampu 5 watt .

Suasana dingin menerpa tubuh mereka , seakan menyelimuti kulit mereka menghilangkan kehangatan mantel hangat mereka .

“Jessica !! tunggu !!”

Terdengar teriakan dari arah belakangnya , di baliknya tubuhnya pelan .

“diam kau Sooyoung !! kita bisa ketahuan !!”bentak yeoja yang tadi berjalan lebih dulu .

“t..tapi.. aku takut Jessica−aa.”

Sooyoung menggigil pelan , suasana hatinya sekarang benar-benar tidak nyaman .

“sudahlah ! kajja .”

Yeoja centil tersebut kembali berjalan , di arahkannya senter mungil mencari-cari ruangan penyimpanan arsip siswa-siswi di sekolah ini .

“ckleekk”

“kkreeakk !!”

Suara derit pintu di buka oleh Jessica , di arahkannya senter mungil milikknya ke atas pintu yang bertuliskan “Kantor Penyimpanan Arsip”.

“ketemu !”

Jessica bergumam senang , lalu perlahan tubuhnya masuk kedalam ruangan pengap dan gelap tersebut .

“soo young~aa , kau jaga di luar ! kalau ada apa-apa cepat kasih tahu aku .”ucap Jessica cepat , sebelum Soo young menjawabnya , perlahan tubuh Jessica telah lenyap di ruangan gelap tersebut .

“ishh− dia memang seenaknya !”Soo Young bergumam kesal , takut-takut di alihkannya pandangan matanya menatap ke kiri-kanan lorong bangunan tersebut .

Sementara Jessica , dia berjalan menelusuri rak-rak berkas.

Tahun ajaran 2007…Tahun ajaran 2008…sampai Tahun ajaran 2011 .

Jessica berhenti , menatap tulisan di rak tersebut yang tertulis tahun ajaran 2011 .

Di arahkan senter nya , menelusuri arsip tahun tersebut .

“kim Junsu , Kim YongWoon , Kim Jaejoong !!”

Jessica tersenym puas , di lihatnya arsip bernama “kim Jaejong” tersebut .

Perlahan di ambilnya arsip tersebut .

“jessica−aa , cepat !! ada satpam di luar .”ucap Soo young setengah berteriak panik .

Jessica buru-buru meletakkan kembali arsip yang berceceran di lantai . setelah arsip milik Kim Jaejoong terlebih dahulu di asingkannya .

“srett.”

“ishh− , sialan !!”

Jessica mengumpat pelan , lalu bergegas pergi ke luar ruangan sebelum dirinya tertangkap basah .

****

“sudah kau dapatkan Jessica−aa ?”Tanya Soo Young sambil mengatur nafasnya yang tadi sedikit terkuras saat mereka berlari tadi .

“ne− , sudah aku dapatkan !“

“memang untuk apa arsip milik Jaejoong oppa itu , Jess− ?”Tanya Soo Young bingung .

“kau lihat saja nanti.”

Jessica memamerkan senyumannya puas .

“itu balasan karena kau menyakiti ku , oppa− !”

Keesokan paginya …

“yak−  ! hyung , bangun . cepat kita pergi ke sekolah !!”teriak Junsu di depan telinga milik Jaejoong .

Sementara Jaejoong hanya bias tertidur pulas , tanpa menghiraukan suara berisik yang sedari tadi mengganggunya .

“ishh− ,!!”

Junsu mengumpat kesal , lalu dirinya perlahan turun dari kasur milik Jaejoong dan berlari ke kamar mandi yang berada di kamar tersebut .

“byurr !!”

Junsu menumpahkan segayung air ke hadapan Jaejoong .

Jaejoong terbangun ..

“yak , apa yang kau lakukan Junsu !! kau mau membuatku mati hahh− !!”

Jaejoong membentak sengit .

“cepat hyung siap-siap !! lihat jam beker kesayanganmu itu .”

Junsu seperti tak mengindahkan perkataan sengit milik Jaejoong malah segera beranjak keluar dari kamar tersebut .

Jaejoong melirik ke arah meja yang berada di sampingnya .

“mwo !! jam 7 !!”

****

School st Maria

7.00

Tokyo , Jepang

“tett ..!! tteett…!!

Suara bell masuk sekolah terdengar

“hai Jeon~aa .”sapa si kembar Hyomin dan Soyeon bersamaan .

“hai~ , bagaimana liburan kalian ? menyenangkan ?”Tanya Jeon sambil membuka lembaran buku-bukunya .

“membosankan , kami berlibur ke icheon .”ucap Soyeon lesu .

“bagaimana bisa  membosankan , pasti sangat menyenangkan sekali liburan di desa tersebut .”Jeon tersenyum .

“ne~ , aku saja senang bisa berlibur ke sana .”Hyomin menambahkan .

“yakk~ karena dia baru dapat kenalan seorang pria tampan.”

Soyeon mencibir .

“diam kau ! tentu saja kau iri kan .”Hyomin mulai gerah .

Saat Soyeon ingin berbalik membalas perkataan Hyomin..

“sstt~ berhentilah ! kelakuan kalian tidak berubah sama sekali .”

Jeon menyipit tajam , sontak Hyomin dan Soyeon terdiam saling menatap satu sama lain .

‘tidak seperti biasanya dia marah’

♥..istirahat..♥

“Jeon~aa , ayo ke kantin .”ucap Hyomin berjalan menghampiri tempat duduk Jeon yang berada di depan tempat duduknya .

“nae~ , sekaligus ada yang mau aku katakan dengan kalian .”ucap Jeon berbalik lalu berdiri .

“ya , kau bilang apa ? ada masalah kah ?”Tanya Soyeon bingung .

“akan ku ceritakan nanti.”

Jeon mulai berjalan keluar dari kelas menuju kantin .

Hyomin dan Soyeon menatap heran ,

‘pasti ada yang tidak beres’

Canteen st Maria

Hyomin dan Soyeon kembali dengan membawa nampan berisi makanan pesanan mereka , Soyeon menarik salah satu kursi yang berada di sampingnya sementara Jeon dan Hyomin duduk berdampingan menghadap taman sekolah mereka .

“ya~ , apa yang akan kau bicara kan ? penting sekali kah ?”Tanya Hyomin , melirik ke  arah Jeon .

“nae~… penting sekali .”Jeon meminum Jus pesanannya , dan menarik nafasnya kuat-kuat .

Hyomin dan Soyeon menatap serius ..

“katakan saja jeon~aa ? ada apa ?”ucap Soyeon .

“enghh~ lusa aku akan kembali ke Korea , dan…”

“MWo~!!”

Hyomin terkejut .

“ya~ ! Hyomin , bisakah kau simpan kagetmu itu .”

Soyeon menatap tajam .

“ne~ , appa menyuruhku untuk kembali ke sana . appa juga telah memindahkan sekolahku .”

Jeon tertunduk sedih ,

“sudahlah~ , kau tidak usah sedih . pasti sangat menyenangkan kalau kau tinggal dengan appamu .”Soyeon mencoba menenangkan Jeon .

“ne~ itu benar , lebih baik kau tinggal dengan appamu daripada dengan umma mu .”Hyomin menambahkan .

“ne~ ,tapi .. aku tidak ingin berpisah dengan kalian .”

Air mata Jeon mengalir ,

“sudahlah , bukannya kita selalu bersama .”

Hyomin tersenyum .

“dan selamanya kita akan selalu bersama.”

*****

School Gwangju

 

 

“Jaejoong−sshi , bisa ikut saya di kantor ?”

“ne− .”

Jaejoong segera pergi mengikuti langkah sonsaenim yang berada di depannya .

“hyung−waeyo dengan Jaejoong hyung− , dia buat masalah kah ?”Tanya Changmin sambil melihat kepergian Jaejoong .

“molla− , mending kita pergi ke kantin.” Ucap junsu , tanpa di aba-aba lagi Junsu langsung menarik lengan changmin pergi ke kantin .

Kantor Kepala Sekolah

 

 

“ada apa memanggil saya− sonsaenim ?”Tanya Jaejoong .

“ne− saya ingin memastikan bahwa kau bisa ikut dalam perlombaan nanti di Jepang .”

“ne− , saya bisa untuk ikut .”

“dan .. soal putri saya , saya ingin kau menerimanya dan mengajaknya untuk kencan malam ini . otthoeke ?”

“mwo− !! andwae !! mianhae , saya tidak bisa .”Jaejoong terpekik kaget .

“cihh− , kalau begitu kau harus rela kehilangan gelar lomba mu yang selama ini terus berada di tanganmu .”

Mr. Jung tersenyum kecut .

“ishh− , kalau tidak ada yang mau di bicarakan lagi saya pamit keluar .”

Jaejoong bangkit ,

Brukk !!

Pintu ruang kepala sekolah di hempaskannya kuat .

‘sial− !!’

 

 

 

Canteen

“hyung− , gwaenchanayo ?”Tanya Changmin cemas saat melihat wjah Jaejoong yang terihat kesal .

“ne− , gwaenchan ?”

Jaejoong menghempaskannya dirinya duduk di bangku kantin sekolah mereka .

“tidak mungkn , aku tau ada yang kau sembunyikan hyung−.” Ucap Junsu sambil mengunyah makanannya .

Jaejoong menoleh ..

“kau di paksa lagi ?”Tanya Junsu lagi .

“huff− , begitulah . tapi ini lebih parah .”

Jaejoong mengalihkan ..

“mwo− ?”

“hehh− , kalau aku tak menurutinya maka dia tidak akan membiarkan ku ikut lomba tersebut .”

“sudahlah , lebih baik hyung− terima saja . dari pada hyung− harus kehilangan gelar ‘kemenangan’ tersebut .”

Junsu mulai mengunyah makanannya tanpa memperhatikan Jaejoong yang sedang menatapnya dengan tatapan ‘deathglare’ miliknya .

Changmin hanya menatap kedua hyungnya bingung .

“wae− salahkah ?”

Junsu yang merasa sedari tadi di perhatikan manatap keduanya ,

“ne− !!”

Jaejoong segera beranjak meninggalkan Junsu dan Changmin .

“ckckkc− hyung membuat Jae hyung− marah.”

Changmin menatap dengan tatapan ‘horor’ miliknya .

“cih− , dia marah tidak begitu lama . paling pulang sekolah dia akan baik-baik lagi .”Junsu mencoba tenang dan makin melahap makanannya tadi .

oOo

 

 

2 hari kemudian…

Bandara Haneda

Tokyo , Jepang

Pukul 06.00

“bongoshippoyo Jeon−aa”

Hyomin memeluk erat Jeon , sedikit air mata keluar dari sudut matanya .

“ne−  , kau baik-baik di sana .”

Kini gantian Soyeon yang memeluk tubuh kecil Jeon erat .

“ne− , aku akan baik-baik di sana .”Jeon melepas pelukkan singkat tersebut dan memegang koper nya .

“eomma mu tidak mengantarmu , Jeon−aa ?”Tanya Soyeon .

“molla− seperti biasa dia pasti sibuk .”

Jeon terlihat sedih , matanya berkaca-kaca .

“sudahlah , aku yakin appa mu akan membuatmu lebih baik.”

Hyomin tersenyum .

“ne−.”

Harap perhatian untuk seluruh penumpang nomor pesawat 0677-3345-11 tujuan Seoul korea agar dapat memasuki bagan pesawat .

“dengar , kami akan mengunjungi mu . kau jaga baik-baik dirimu disana.”

Soyeon tersenyum , di peluknya sekali lagi tubuh kecil tersebut .

“ne− kau seperti Eomma ku saja . selalu menasihati berlebihan .”

Jeon tertawa .

“ya sudah , aku berangkat . kalian juga jaga diri baik-baik . aku janji akan menelpon kalian setiba aku sampai .”

Ucap jeon kembali .

Di pegangnya erat koper tersebut dan berjalan menuju ke  arah pesawat .

“bye− Jeon !!!”

Teriak Hyomin dan Soyeon saat menatap kejauhan sosok sahabatnya tersebut .

Dalam pesawat…

Pesawat tleah take off kurang lebih 30 menit yang lalu , Jeon memandang jendela yang berada di sampingnya .

Di lihatnya kota yang selama ini di diaminya kurang lebih 2 tahun tersebut . air matanya menitik sedikit demi sedikit .

“boleh aku duduk di sini ?”

Tanya seseorang pemilik suara indah tersebut .

“ne− boleh , silah..kan…”

Jeon seraya berbalik , menghadap ke  arah pemilik suara tersebut .

Mulutnya serasa terkunci dan matanya terbelalak Kaget .

“KAU− !!!”

To be continue…

A/N : annyeong−− , setelah sekian lama ga posting fanfics sekarang aku bawa yang baru lagi .

Mianhae−  mianhae−− .

Jangan salahkan saya , salahkan saja sama Jaejoong oppa yang dengan seenaknya datang di otak saya .

Trus ga bilang-bilang lagi ¬,¬” jadi malah bikin fanfics dia.

Ga tau kenapa malah kepikiran bikin ff yang pairingnya dengan Jaejoong , tapi khusus girl’s nya aku pake member T-Ara aja ga papa kan *kedip-kedip, abisnya kagak nahan dengan member SNSD *cuman ada 2 / 3 orang yg masuk sesuai criteria mereka :p di fanfics ini.

Yang penting aku mau mikir lagi menyelesaikan ff ini .

Jadi mohon bantuannya dengan cara

“COMENT”

Ga banyak kan ?

Buat kata-kata di atas sana yang ada kesalahan harap di maklumin aja  , habisnya ¬_¬ aku kan ga pernah ke Jepang maupun Korea , dan semua cerita di atas hanya FIKTIF belaka .

Sekian—

Kissu Yesung+Ryeowook yang sebelumnya telah membantu saya dengan menyanyikan lagu ‘FLY’ terbaru mereka .

Sebelum di gaplok three turtles + one doggie :p

^____^

Exam Lovers or Exam Haters (Introduction)

Profile : Exam Lovers or Exam Haters
Language : Indonesian
Tujuan : sarana teriak author dan menghibur pembaca yang gi pada depresi gara2 UN , UTS dll pokoknya ujian deh
Terdiri dari beberapa seri. Semuanya berkisar mengenai ujian : suka duka, cinta, persahabatan, keluarga dll. Dikemas dengan bahasa yang segar dan dibuat sekocak mungkin (tergantung storyline juga c) #blettaakkk
Cast-nya bakal banyak banget namanya juga beberapa seri dengan judul yang berbeda hehehe…. Saatnya mengeluarkan teriakan-teriakan gje versi ujian.
Ditujukan buat yang butuh penyegaran di saat-saat kritis kaya sekarang. Semua idola bisa nongol kapan aja tanpa diundang, tapi dipaksa jadi character hahaha…..
Diadaptasi dari kehidupan para siswa dan mahasiswa yang tergencet ulangan, tertindas PR, kepepet milih sekolah lanjutan, ato kuliah. Pokoknya tiap seri bakal penuh warna.
Tunggu rilisnya serial-serial “Exam Lovers or Exam Haters”

Another Life [1/?]

Title: Another Life
Cast: Kim Jaejoong, Shim Changmin, Shin Hye Ra
Status: On going
Genre: Fantasy/Romance

Changmin menatap batu nisan yang ada dihadapannya. Ia tidak percaya… kalau nama itu akan terukir di sana. Kenapa secepat ini? Ini semua… gara-gara lelaki itu.
Ia mengusap wajahnya dengan kasar. Lalu merogoh secarik kertas dari saku celananya. Sebuah alamat tertera di kertas itu. Ada sedikit keraguan dalam hatinya.
“apa harus?” gumannya
Kemudian, ia menatap batu nisan dan kertas itu secara bergantian…
“sangat harus”
Dengan cepat ia pun beranjak pergi…
***

Aku, Shin Hye Ra, memproklamirkan diri sebagai orang tersial di dunia untuk hari ini!
Aku terlambat pergi ke sekolah. PR ku belum dikerjakan. Dan badanku basah kuyup karena kehujanan!
Aku juga tidak sempat sarapan. Dan ku pastikan. Ini adalah suatu keajaiban. Karena aku masih bisa berlari dengan kecepatan tinggi menuju lantai 5. padahal… badanku sangat lemas!
***

Hey. Sekarang… aku sudah berada di depan pintu kelasku. Rasanya. Ingin ku dobrak saja pintunya dan langsung duduk dengan manis di bangku ku. Tapi. Itu tidak mungkin. Sekarang, sedang pelajaran sejarah! Ya, Han sonsaengnim yang aku benci… sedang mengajar di dalam. Hah. Kenapa aku sampai terlambat di pelajarannya hari ini? Cari mati saja! Aku sudah lupa, ini kali ke berapa aku terlambat di pelajarannya? Aish. Feelingku benar-benar tidak enak sekarang…
Tok… tok….
Ku hela nafas panjang sebelum akhirnya aku mengetuk pintu kelasku. Aku hanya menunduk, tidak cukup sanggup menghadapi apa yang akan terjadi!
Tak lama kemudian, pintunya terbuka. Ku angkat wajahku, dan Han Sonsaengnim… sudah ada di depanku. Ia menatapku tajam dan berkacak pinggang…
“mau apa kau ke sini Shin Hye Ra?” itulah kata-kata yang menyambutku. Apakah tidak ada kata-kata yang lebih baik dari ini? Membuat mood ku hancur saja!
“mian, saya terlambat lagi…” ucapku sambil membungkukan badan. Aku tahu, ini tidak berguna
“mian, saya juga tidak bisa mentolerir siswa yang tidak disiplin sepertimu, dan saya sudah tidak butuh alasan-alasan bodoh mengapa kau terlambat! Sekarang, silahkan kau pergi ke perpustakaan, lalu rangkum pelajaran sejarah dari Bab 1 sampai Bab 5!”
Blam!
Han Sonsaengnim membanting pintu dengan sangat keras. Aku bersyukur, karena aku sekarang tidak mati terkena serangan jantung. Guru sialan!
***
Continue reading

%d bloggers like this: