Category Archives: Teen Top

Letter of Angel XXI “Total Eclipse Of The Heart”

Part I , Part II , Part III,Part IV, Part V, Part VI, Part VII, Part VIII , Part IX,Part X,Part XI, Part XII,Part XIII, Part XIV, Part XV, Part XVI, Part XVI,Part XVII , Part XVIII, Part XIX, Part XX

Background Song : Total Eclipse Of The Heart_Bonny Tiller (Original Song). Feel the emotion, it has many versions, but the origin I guess is the best one.


“Apa benar kalau Yoona melahirkan anak Siwon?”

“Ne, sajangnim” jawab bawahannya.

“Cari informasinya dan pastikan kau mendapatkannya hari ini”

“Ne. sajangnim” jawab bawahannya sambil membungkuk.

“Anak itu anak Siwon”

FLASHBACK

“Gugurkan anak itu” jawabnya santai.

“Tidak. Apapun yang terjadi saya tidak akan menggugurakan anak ini. Dengan atau tanpa Siwon, akan saya besarkan anak ini dengan tangan saya sendiri. Anda tak perlu khawatir, saya tidak akan mengganggu kehidupan Siwon lagi. Saya permisi”
———————————————————————————————
“Eomma, ayo cepat aku ingin bertemu appa”

“Sayang hati-hati jangan berlari. Nanti bisa jatuh”

“Ya!!!! Chanhee-ya….”

“Huwaaa…. Eomma”

“Chanhee…. Upz… Tidak apa-apa jagoan. Jangan menangis yah. Tidak apa-apa, Jagoan appa” Donghae menggendong Canhee dan aku membersihkan debu di bajunya.

“Myungsoo, tidak apa kalau kau berikan permenmu pada Chanhee?” tanya Jaejoong oppa pada Myungsoo yang berada di gendongannya.

“Chanhee Jangan menangis lagi. Ini untukmu” Myungsoo mengulurkan permen pada Chanhee. Chanhee tersenyum senang.

“Gomawo, Myungsoo hyung” Myungsoo tersenyum dan mengangguk.

“Sekarang kalian main berdua sambil menunggu Sungjong serta Kwangmin dan Youngmin yah”

“Iya, eomma” jawab Myungsoo yang langsung mengajak Chanhee ke taman rumah sakit.

Myungsoo dan Chanhee bermain dengan riang, tak lama Hara eonni dan Kyuhyun oppa bersama bayi kembar kecil mereka datang. Myungsoo dan Chanhee yang melihatnya segera berlari untuk melihat si kembar kecil.

Myungsoo menyentuh pipi gembul Youngmin dan kemudian berganti ke Kwangmin. Youngmin dan Kwangmin tidur nyenyak di keranjang bayi mereka.

“Donghae, Jaejoong, Kyuhyun” Kami menengok dan melihat Donghwan oppa datang bersama Jieun.

Sungjong berada di gendongan Jieun.
Sungjong minta turun dari gendongan ibunya dan ikut bergabung dengan Chanhee dan Myungsoo. Sungjong berhigh-five dengan Chanhee. Aku menyapa Donghwan oppa dan Jieun.

“Aku senang Chanhee dan Sungjong sangat dekat” kata Donghae.

“Aku harap mereka saling menjaga” tambah Donghwan.

“Sepertinya ada yang terkena virus cheesy” komentar Jaejoong.
Kami semua tertawa.
————————————————————————————
Tunggu mimpi apa ini? Apakah aku akan kehilangan Mavin? Apa kami akan kehilangan Mavin? Tidak… Mimpi ini terasa nyata, sangat nyata. Chanhee… Anak itu… Dia anakku dan Donghae-oppa, tapi dimana Mavin?. Tidak mungkin, dia pasti akan tetap bersama kami.

Aku segera menuju box bayi dan melihat Mavin yang tertidur. Tak terasa air mata membanjiri pipiku dan aku jatuh terduduk. Tuhan… Jangan ambil dia dari kami. Aku bisa merasakan Chanhee, apakah dia putraku di masa depan? Tuhan, bila Chanhee adalah masa depanku, aku mohon Mavin juga bagian dari masa depan itu.

“Jiyeon, kenapa kau menangis?” Donghae menyentuh pundakku dan aku langsung memeluknya.

“Oppa, katakan padaku kalau kita tak akan pernah kehilangan Mavin. Apapun yang terjadi dia akan bersama kita kan? Oppa… Katakan padaku” Tangisku semakin tak terbendung, Donghae oppa menuntunku ke ruangan lain.

Turnaround, every now and then I get a
little bit lonely and you’re never coming around
Turnaround, Every now and then I get a
little bit tired of listening to the sound of my tears
Turnaround, Every now and then I get a
little bit nervous that the best of all the years have gone by

Donghae’s View
Aku masih berada di ruangan kerjaku hingga aku mendengar seseorang terisak. Aku menuju ke kamar kami dan melihat Jiyeon menangis. Aku menghampiri dan menyentuh pundaknya, dia langsung memelukku. Aku terkejut saat dia secara jelas menyatakan ketakutannya untuk kehilangan Mavin. Aku menutunnya ke ruangan lain agar kami tak membangunkan Mavin yang sedang tertidur.

“Jiyeonie, apa yang membuatmu berpikir kalau kita akan kehilangan Mavin?” tanyaku setelah dia kembali tenang. Jiyeon menceritakan mimpinya, aku tak bisa menyembunyikan keterkejutanku. Jika benar itu masa depan kami, tidak mungkin itu masa depan kami kenapa Donghwa hyung bersama Jieun.

Itu tidak mungkin lalu dimana Changmin? Aku rasa mimpi Jieun hanya sebuah bunga tidur. Aku meyakinkan Jieun kalau itu semua hanya mimpi dan taka da yang perlu dikhawatirkan. Meski, sebenarnya dalam hatiku mungkin aku mengharapkan masa depan itu dengan begitu anak Donghwa hyung dan Jieun akan terlahir, tapi aku segera menghapus keinginan itu karena itu artinya Mavin juga tidak ada di masa depan kami.

Turnaround, Every now and then I get a
little bit terrified and then I see the look in your eyes
Turnaround bright eyes, Every now and
then I fall apart
Turnaround bright eyes, Every now and
then I fall apart

Siwon’s View

Sekretaris pribadiku Kwan ahjushi datang bersama sekretaris appaku, sekretaris Lim ahjushi.
“Tuan Muda, Tuan Besar ingin anda menghadap beliau sekarang juga” Melihat ekspresi Kwan ahjushi, ini semua pasti bukan hal baik.
Aku segera menuju ruang dengan papan bertuliskan President Choi di depannya.

“Sajangnim, ada urusan apa anda memanggil saya?”

“Siwon, meski aku presiden direktur, tapi aku tetap ayahmu. Kau diperbolehkan memanggilku ayah. Namun, bukan hal ini yang ingin aku bicarakan. Aku ingin memperkenalkanmu dengan seseorang” Aku mengikuti arah pandangan ayah dan saat itu masuklah seorang pria muda seusiaku. Dari raut wajahnya aku berani bertaruh dia adalah orang yang keras dan berpendirian teguh.

“Siwon, kenalkan ini Pengacara Jung Yunho. Dia yang akan menjadi pengacara barumu mulai dari sekarang” Mataku membesar, aku tidak percaya apa yang aku dengar dan menatap ayah penuh tanda tanya.

“Choneun Jung Yunho imnida. Mulai dari sekarang saya akan menjadi pengacara untuk memenangkan kasus hak asuh putra anda”

Aku segera keluar dari ruang ayah tanpa memperdulikan teriakannya padaku.

Darimana appa mengetahui tentang kasus ini. Kenapa dia menunjuk pengacara Jung untuk menjadi pengacara baruku?

“Seunghyun. Kita harus bertemu ada yang harus aku bicarakan. Ini sangat penting” kataku.

“Aku juga ingin membicarakan sesuatu yang penting kita bertemu di café biasa” jawabnya mengakhiri telpon kami.

Ternyata Seunghyun tidak datang sendiri, dia datang bersama jaksa Kim Junsu.

“Ada apa ini? Kenapa jaksa Kim Junsu juga kemari?” Aku sudah tidak bisa menyembunyikan kepanikanku, appa adalah orang yang bisa melakukan apa saja untuk mendapat apa yang dia inginkan. Firasatku mengatakan ayah telah melakukan sesuatu di luar perkiraanku.
“Kasus perebutan hak asuh sudah sampai di pengadilan tinggi. Berkasnya telah diajukan hari ini”
“Tunggu bukannya berkasnya memang sudah diajukan?” tanyaku.
“Memang tapi kami semula memperlambat prosesnya dengan mendahulukan kasus-kasus perdata dan pidana sebelumnya. Aku memilih menyelesaikan tumpukan kasus lain untuk segera diselesaikan dibanding kasusmu, tapi aku menerima perintah agar kasusmu segera disidangkan”

“Tunggu aku tak mengerti apa maksudmu?” tanyaku pada Seunghyun.

“Secara mudah kau dan Donghae akan segera bertemu di persidangan. Hari persidangan sudah ditentukan 2 minggu dari sekarang. Kau tahu sekarang, lalu apa yang tadi ingin kau biacarakan?”tanya Seunghyun.

“Ayah… Pasti ayah yang melakukannya” kataku geram. Seunghyun dan Junsu mendengarkan semua ceritaku. Junsu dan Seunghyun sudah tidak terkejut dengan apa yang dilakukan ayah karena mereka berpendapat kalau aku juga seperti itu.

“Siapa nama pengacara barumu?” tanya Junsu.

“Jung Yunho” jawabku.

Seunghyun hampir menyemburkan minumannya dan Junsu terlihat sangat khawatir.

“Apa aku akan kalah?” tanyaku.

“Kau tak tahu siapa Jung Yunho?” tanya mereka berdua hampir bersamaan.

“Jika Shim Changmin Pangeran Meja Hijau, maka kau bisa mengatakan kalau Jung Yunho adalah Kaisar Muda Hukum”

“Kaisar Muda Hukum? Maksudmu Kaisar Muda Meja Hijau?” tanyaku.

“Bila Shim Changmin memiliki keturunan pengacara dimulai dari kakeknya, maka Jung Yunho memperoleh keturunan pengacara dari leluhurnya. Nenek Jung Yunho dari pihak ayah adalah guru besar hokum pidana universitas Seoul, kakek Jung Yunho dulunya adalah kepala kejaksaan agung. Ibu Jung Yunho setengah keturunan korea dan jepang. Kakeknya adalah orang Jepang dan merupakan kepala badan investigasi khusus jepang, neneknya orang Korea dan dia adalah ketua mahkamah konstitusi dengan kata lain Jung Yunho terlahir sebagai titisan para penegak hukum. Kau bisa percaya atau tidak tapi leluhurnya adalah para jaksa, hakim, penegak hokum dari dinasti entah Joseon atau apa, begitu juga kakek dari pihak ibunya entah dari zaman Edo atau apa.”

“Sebenarnya apa yang ingin anda sampaikan Jaksa Kim Junsu?” Aku tak mengerti kenapa harus berputar-putar sebegitu jauh.

“Aku tak mengira saat mengatakan pada Changmin dulu bahwa dia harus menghadapi Athena dan Mars akhirnya menjadi kenyataan”

“Apa lagi maksudnya?” tanyaku frustasi.

“Jung Yunho disebut sebagai titisan Athena dan Mars, dia tak pernah sekalipun kalah di persidangan. Dia bisa menjadi Athena atau menjadi Mars, kau tak akan tahu apa yang ada di otaknya”

“Tapi aku tak pernah mendengar kiprahnya di Korea”

“Dia sama seperti Hara dia berkiprah di AS tepatnya di New York. Dia juga pernah berkiprah di Jepang, sekarang dia ingin menjadikan Korea sebagai taklukannya. Sepertinya seperti itu hahaha….” Junsu mencoba melucu, tetapi itu tak merubah keadaan. Aku menginginkan Mavin, tapi tidak dengan jalan yang tak aku mengerti. Sekarang bukan Choi Siwon yang berhadapan dengan Donghae, tapi ayahlah yang berada di sini sekarang.

Seunghyun’s View

“Menurutmu apa yang kita katakan pada Siwon cukup?” tanya Junsu.

“Iya, cukup untuk membuatnya bingung” jawabku.

“Aku rasa kita cocok bagaimana kalau kita menjodohkan anak kita?” tanya Junsu.
“Jika anakmu perempuan aku setuju”

“Hahaha… Kau yakin sekali, kau saja belum menikah bagaimana kau berani menyanggupi tantanganku?”

“Tak akan sulit bagiku segera menikah dan mempunyai anak, tapi aku lebih menyukai jika anak kita bersaudara. Maka aku tak perlu menghajar putraku sendiri bila kau mengatakan padaku kalau putraku menyakiti putrimu. Lagipula bukankah kau punya Kim Jaejoong sahabat karibmu?”

“Hahaha…. Kau benar putriku akan lebih mudah menerima kenyataan kalau dia akan selalu bermarga Kim. Hei… tunggu putri? Kau berpikir anakku seorang perempuan?”
“Tepat sekali dan itu harapanku”

Donghae’s View

Hari ini aku menerima telpon dari Changmin mengenai sidang yang akan kami hadapi. Akhirnya, saat ini datang juga. Mimpi Jiyeon tak akan menjadi nyata, Mavin tetap akan berada di sisi kami apapun yang terjadi. Ayah… Kau dengar aku? Ayah, aku janji aku tak akan menyerahkan putraku. Akan aku besarkan dia dengan kasih saying dan cinta serta semua hal yang bisa aku berikan.

Mavin adalah kebahagiaanku dan Jiyeon… Mavin adalah hal paling bernilai yang dititipkan padaku…. Anak itu lahir dalam dekapanku… Tangis pertamanya, suara degup jantung kecilnya, mata yang belum terbuka, tubuh kecil itu… Aku tak akan bisa melupakannya. Meskipun, aku bukan ayah biologisnya , tapi dia putraku. Mungkin darah yang mengalir di dalam tubuhnya bukan darahku, mungkin semua yang ada dalam dirinya bukan berasal dariku, tapi dengan seluruh hatiku aku mencintainya. Anak yang membuatku mengerti bagaimana perasaan seorang ayah. Bagaimana rasa senang saat melihatnya tertawa, tersenyum, rasa nyaman saat melihatnya tidur dengan nyenyak dan rasa ketakutan serta kekhawatiran saat terjadi sesuatu padanya.

Aku memutuskan untuk tidur sejenak di sofa di ruangku.
————————————————————————————————-
“Appa…. Aku main sama Myungsoo-hyung yah”

“Kenapa mereka berdua aktif sekali” komentar Jaejoong hyung. Aku dan Jaejoong hyung sedang mengunjungi Brazil terkait proyek kemanusiaan. Kami pun mengajak istri dan anak kami yang memang kebetulan anak-anak sedang libur pasca ujian semester.

“Itu lebih baik dibanding hanya menghabiskan waktu di depan layar kaca”Jaejoong hyung hanya mencibir sebagai balasannya.

“Appa… Eomma… Kemari…”

Kami berempat langsung berlari menghampiri Chanhee dan Myungsoo. Chanhee menunjuk sebuah bintang yang bersinar terang.

“Indah appa….” Komentar Chanhee.

“Itu polaris” kataku. Aku mengarahkan tangan Chanhee untuk menghubungkan bintang dalam konstelasi ursa minor.
“Nah, yang itu di bagian sudut titik keempat ujung ekor tarik garis lurus akan ada konstelasi lain dengan ukuran lebih besar. Itu namanya ursa mayor, sayang. Nah, titik yang ayah maksud tadi itu polaris, dia adalah bintang paling terang di konstelasi ursa minor” Chanhee menggerakkan kepalanya ke samping sambil terus memandangku. Lucu sekali… Dan bisa terlihat ekspresinya yang bingung.

“Tunggu ayah sebentar yah” Aku meninggalkan mereka berlima dan berlari ke kamar hotel kami untuk mengambil teropong dan juga alat tulis. Myungsoo dan Chanhee menatapku dengan tidak sabar. Aku menyerahkan teropong itu pada mereka berdua, mereka bergantian menggunakannya. Sedangkan, aku menggambar beberapa konstelasi bintang.

Aku menunjukkan gambar konstelasi ursa mayor dan ursa minor pada mereka. Chanhee mengangguk, tapi masih saja kelihatan bingung.

“Polaris yang paling terang itu yang ini dan kalau di langit yang mana?” Chanhee langsung menunjuk polaris di langit. Aku memerintahkannya untuk menarik garis sesuai dengan gambar dan dia memelukku setelah bisa menemukan keduanya di langit. Aku merasa seseorang menarik bajuku dan aku lihat Myungsoo menatapku.

“Myungie, ada apa?” tanyaku. Dia menunjuk bintang lain, tapi aku kurang mengerti arah tangannya. Aku pun menggendong Myungsoo dan memintanya menunjukkan padaku. Setelah aku tahu bintang yang dia maksud. Aku memegang tangannya dan menarik garis untuk menghubungkan bintang-bintang. Dia menatapku intens minta penjelasan.

“Rasi bintang Draco yang berarti naga. Bintang paling terang itu namanya Gamma Draconis atau dikenal juga dengan sebutan Eltanis, sayang.” Dia tersenyum riang.

“Mau menggambarnya?” Dia mengangguk, aku menurunkannya dan dia menggambar Draco.

“Hebat… Bagus sekali Myungie” Dia tersenyum dan langsung memelukku. Aku sedikit terhenyak, Myungsoo bukan anak yang dengan mudah mengekspresikan perasaannya.

“Appa” Chanhee ikut memelukku.

Jaejoong hyung kelihatan sebal saat Myungsoo memelukku.

“Dia saja jika tak aku yang memeluknya. Dia tak mau aku peluk” Jaejoong hyung menggembungkan pipinya dan Myungsoo hanya menarik nafas.

“Aku suka El…”

“Eltain, sayang” tambahku.

“Iya, eltain. Tapi ahjushi aku tak pernah melihatnya di Korea” dia sedih. Chanhee juga menatapku dan menunjuk polaris.

“Korea Selatan berada di southern hemisphere sehingga konstelasi yang tampak adalah southern circumpolar sky, sehingga kalian tidak bisa melihatnya karena mereka berada di northern circumpolar sky”

“Jadi, kita tak bisa melihat polaris dan eltain lagi?” Myungsoo berubah sedih.

Aku menggendong Chanhee di tangan kiri dan Myungsoo di tangan kananku. Mereka masih play group jadi aku masih kuat melakukannya.

“Lihat ke langit. Myungie, ingatlah Eltain dan Chanhee, ingatlah Polaris” Mereka terdiam dan melihat dengan intens.

“Sekarang apa yang kalian lihat?” Mereka menatapku.

“Aku melihat Eltain dan Polaris sedang berada di pelukanku. Mereka tersenyum senang dan langsung memelukku.

“Ohya, ahjushi bintang yang paling terang itu apa?” tanya Myungsoo tiba-tiba.

“Sirius” Chanhee menjawab dengan cepat, aku kaget dia mengetahui Sirius.

“Darimana putra appa tahu?” tanyaku.

“Kemarin appa bilang padaku. Saat aku bertanya appa sedang melihat apa, tapi apa langsung menyembunyikannya di balik meja dan appa bilang sedang menikmati indahnya bintang paling terang, yakni Sirius. Appa bilang Sirius tidak mudah ditemukan, dia sangat terang. Mungkin awalnya kita tidak sadar dia di sana, tapi dia di sana. Dan aku tahu dimana Sirius”

Kami mengamati langit dan dia menunjuk bintang paling terang di Ursa Mayor. Sirius…. Mavin… Aku melihat foto hyung-mu, Chanhee. Sirius appa…

Aku tak sadar air mataku menetes. Tangan lembut mengusap air mataku, tangan kecil Myungsoo dan Chanhee.

“Sirius memang paling terang” kata Myungsoo.

“Kalian semua bersinar terang dan sangat indah. Aku harap suatu hari Eltain, Polaris dan Sirius membawa kalian padaku”

“Aku akan membawa Sirius. Aku janji Sirius pasti akan datang karena ahjushi sekarang sudah punya Eltain dan Polaris.

Jiyeon terlihat menggigit bibirnya, Jaejoong hyung tahu dengan jelas semua ini.

Iya, Sirius… Aku harap Sirius kembali……

“Aku janji ahjushi, Sirius akan datang padamu” ulang Myungsoo.
————————————————————————————————

“Donghae, ada apa?” tanya Donghwa hyung. Aku menggelengkan kepalaku, tapi tetap saja tak bisa membohongi hyung-ku dan akhirnya aku menceritakan semuanya tepatnya hanya masalah persidangan, aku tak ingin menceritakan mimpi Jiyeon atau mimpiku yang menurutku hanya bunga tidur. Dia menarik nafas panjang dan meninggalkan ruanganku. Namun, sebelum keluar dia berbalik.

“Mulai hari ini hingga saat persidangan kau tidak akan menerima tugas sebagai dokter penanggungjawab dan kau hanya perlu menyelesaikan jadwal operasi yang memang sudah ditentukan. Untuk rumah sakit SNU, aku rasa ada baiknya kau memberitahu kepala rumah sakit mengenai masalah ini. Jika tidak aku yang akan memberitahunya. Satu hal penting bagi semuanya dengan Jiyeon. Dia berhak tahu Donghae, bagaimanapun dia adalah ibu Mavin. Kau dan Jiyeon lah tokoh utama dalam drama ini. Bagaimanapun ending skenario dari Tuhan, masih bisa diubah jika kalian mau berusaha. Sekarang tak akan nada yang berubah, tapi masa depan adalah cerminan sekarang” Aku bingung maksud Donghwa hyung, tapi yang terpenting yang ingin dia sampaikan adalah Mavin bukan hanya anakku, tetapi anakku dan Jiyeon.

Dad, I wish you were here….. I really need you to through this out….

Turnaround, Every now and then I get a
little bit restless and I dream of something wild
Turnaround, Every now and then I get a
little bit helpless and I’m lying like a child in your arms

Jiyeon’s View

From : My Sunshine
Jiyeonie, hari ini aku akan pulang lebih awal dari rumah sakit. Jadi, aku bisa menjemput Mavin dan tidak perlu melibatkan Jungmin. Kau pulang kuliah jam berapa?

To : My Sunshine
Aku selesai kuliah jam 1, tapi ada praktikum sampai malam. Aku sudah meminta eomma untuk menjaga Mavin hingga besok karena aku pikir oppa sedang sibuk dengan urusan rumah sakit. Mian  harusnya aku memastikan dulu sebelum melakukannya.

From : My Sunshine
It’s okay. I’ll pick you up, just waiting for me and your lovely son. Hwaiting !!! Get good score and don’t make any trouble.
“Jiyeon, ayo ke kantin” ajak Taemin. Aku mengangguk dan mengikuti langkah Taemin.

Donghae’s View

“Donghae” kepala rumah sakit SNU yang sekaligus guru besar kedokteran bedah jantung SNU memanggilku saat aku sudah tinggal beberapa langkah untuk keluar dari ruangannya.

“Ne, uisha. Ada apa?”

“Kau bisa berlibur untuk besok. Maksudku besok sudah Jum’at dan ada baiknya kau memanfaatkan akhir minggu ini dengan keluargamu”

“Tapi uisha…”

“Jangan khawatir kau tidak merepotkan siapapun. Semua pasienmu untuk besok akan berada dalam pengawasanku. Meski aku sudah tahu, aku masih bisa menjalankan tugas sebagai dokter” ujarnya sambil tertawa.

“Ohya, salam untuk ibumu dan jika kau mengunjungi ayahmu katakan padanya kalau aku merindukannya” Dia langsung menarikku ke dalam pelukannya. Pelukan yang hangat sangat hangat…..

Dad… I really miss you….

Jiyeon’s View

Aku terlonjak saat mendengar ponselku bordering di tengah-tengah praktikum, segera aku meminta izin untuk menerima telpon.
Eommonim??
Jiyeonie…. Bagaimana kabarmu? Aku merindukanmu…. Bagaimana keadaan cucuku? Dia sudah besar dan tambah tampan kan?

Pembicaraan kami terpaksa aku putus karena sedang praktikum. Aku merasa bersalah, tapi eommonim sangat mengerti keadaanku.

Baiklah. Aku akan ke rumahmu untuk menemui cucuku sekalian menunggu Donghae yang katamu akan menjemputnya. Aku rasa akan ada arisan ibu-ibu di rumahmu… ahahaha….
Aku tertawa dan menutup telpon.

Donghae’s View

Tiba di rumah Jiyeon, aku disambut oleh pelukan amat sangat kuat “bear hug crash bone” eomma dan eommonim hanya bisa tersenyum. Mavin bermain-main dengan baby sister yang dipekerjakan eommonim. Dia kelihatan sangat ceria apalagi dengan ditemani nenek-neneknya yang entah kapan sadar usia mereka. Sigh….

Aku mengirim Jiyeon pesan dan menanyakan kapan dia pulang agar aku bisa menjemputnya.

From : Jiyeonie
Aku akan pulang sebentar lagi oppa. Masih di tempat eomma kan? Aku naik mobil Taemin saja, rumah kami kan searah. Mavin sudah tidur? Cium untuknya <3333

Dasar… Emoticon anak-anak muda memang aneh.

Ya, Mavin sedang tidur dengan nyenyak. Eomma sudah pulang setelah makan malam, sedangkan aku disini bersama Jungmin, eommonim dan abeoji.

Keluarga Jiyeon memang menyenangkan dan hangat. Kami mendengar mobil berhenti di depan rumah dan aku keluar untuk melihatnya. Jiyeon turun dari mobil Taemin dan membungkuk terima kasih. Taemin sepertinya melihatku yang berdiri di depan pintu masuk rumah Jiyeon karena dia tiba-tiba melongokkan kepalanya dan menunjuk ke arahku. Meski tidak terlalu jelas, aku bisa melihat ada seulas senyum di bibir Taemin saat Jieyon menghampiriku.

“Oppa….” Jiyeon entah sadar atau tidak memelukku dan memberikan ciuman kilat di pipiku. Aku membutuhkan beberapa detik untuk mencerna semua yang terjadi dan mengedipkan mataku berkali-kali sebelum akhirnya melihat Jiyeon yang tersenyum lebar. Dia melewatiku dan bergabung dengan keluarganya di ruang tengah. Kami melanjutkan pembicaraan kami hingga larut malam hingga Jungmin mengatakan tepatnya menyuruh kami semua untuk tidur. Ternyata dia memang tipe pengatur tidak hanya pada adiknya, padaku, tetapi juga pada orang tuanya.

Belum sempat aku berdiri Jungmin sudah menarikku paksa. Jiyeon ingin protes, tapi menerima death glare Jungmin dan langsung terdiam.

“Well because tonight you’ll spend your time in my SISTER BED so DO IT SAFETY” Bola mataku serasa mau keluar ketika Jungmin menyerahkan amplop yang ternyata berisi kondom. Dia tersenyum penuh kemenangan saat melihat ekspresiku. Saat Jiyeon menghampiriku segera aku masukkan amplop tersebut ke saku celanaku.

PARK JUNGMIN…. KU BUNUH KAU…. teriakku dalam hati.

Gara-gara Jungmin aku justru tidak bisa tidur.

“Oppa, di bawah dingin yah? Kau bisa naik kok” katanya padaku. Sial…. Meski, Jiyeon hanya ingin berniat baik, tapi … sister… safety…. SIAALLLLL……

Aku mengacak-acak rambutku tanpa aku sadari. Dan tiba-tiba aku merasakan tangan seseorang menghentikan kegiatanku dan melihat Jiyeon tersenyum padaku.

“Aku tak tahu yang terjadi pada oppa, tapi aku tahu bagaimana menghibur diri” kata Jiyeon. Aku menatapnya intens meminta penjelasan. Dia tiba-tiba berdiri dan mengajakku menuju balkon di depan kamarnya.

“Look” Aku mengikuti arah tangannya.

“Bintangnya banyak dan terang” kata Jiyeon.

“Konstelasi modern terdiri dari 88 rasi bintang. Zodiak termasuk dalam 88 rasi bintang ini dan umumnya orang-orang hanya mengetahui zodiak jikapun mengetahui konstelasi umumnya hanya sebatas pengetahuan dari sekolah kecuali mereka yang memang sangat menyukai bintang dan tentunya astronom” Jiyeon mengangguk-angguk.

“Oppa, banyak mengerti yah. Beda denganku” katanya sambil menggembungkan pipi. Aku mengacak rambutnya.

“Lihat ke langit akan aku ajari kau untuk menemukan kostelasi-konstelasi”

Sangat menyenangkan menemukan konstelasi dan bagiku seperti mengingat masa kecil.
“Oppa, katanya bintang paling terang itu polaris benarkah?”

“Jika di konstelasi ursa minor itu polaris…”

POLARIS…

SIRIUS…

DRACO…

“Memang ada yang lain yang lebih terang?”

“Draco, Polaris… Sirius”

Jiyeon menatapku bingung. Aku tersenyum padanya.

“Draco, Polaris, Sirius…. Mereka lah yang paling terang”

God, even If my dream will become true. Please, don’t take Sirius. I’ll protect and love my Polaris and my Eltain. They’ll become my wealthy…. Chanhee, Myungsoo… I’m waiting for you guys to be born and Sirius will protect you two.

SIRIUS, POLARIS, DRACO….. JUST BESIDE ME…. IF YOU TAKE THEM FROM ME… IT’LL BE TOTAL ECLIPSE OF MY HEART

Once upon a time there was light in my life
But now there’s only love in the dark
Nothing I can say
A total eclipse of the heart

I’m Not Children Anymore Part 9

Part 9

Author : Park Nana

Main Cast :

Park Jungsoo a.k.a Leeteuk (Super Junior)

Park Nana a.k.a Regina (Author)

Lee Chunji a.k.a Lee Chunji (Teen Top)

Other Cast :

Super Junior Member

Find yourself..

Length   : Continued

Genre    : Romance

***

Nana merapatkan kedua tangan di depan mulutnya…. Ia melihat gabungan kertas putih yang di pajang di atas ranjang Chunji menyerupai sketsa wajahnya..

Di gambar berukuran cukup besar itu, ia melihat wajahnya tersenyum riang dan beberapa anak rambutnya berterbangan sedikit menutupi sebagian wajahnya..

Dengan langkah ragu, Nana mencoba memasuki ruangan itu, ia kagum karena sketsa itu sangat indah, seperti dibuat oleh seorang pelukis pro..tapi tentu saja rasa kaget lebih mendominasi.. kenapa ada gambar seperti ini di kamar Chunji ?

Di langkah ke tiganya Nana menoleh kesamping dan melihat sesuatu di dekat jendela, ia tidak mendekat tapi matanya sudah melihat jelas benda benda yang menggantung rapih di dinding yang ditempeli foto-foto dirinya. Foto-foto itu tampak diambil secara diam-diam, lalu pada setiap foto terdapat catatan kecil di bawahnya.. Nana penasaran dengan tulisan itu dan akhirnya memutuskan untuk mendekat agar bisa membacanya

Foto pertama diambil saat Nana sedang tertawa bersama Hyun Hyo di Taman Kampus dibawahnya tertulis ‘Dia tertawa, sangat indah’, ia melihat foto itu dan tersenyum kecil, entah kenapa foto itu lebih pantas disebut memalukan dari pada indah menurutnya, mana ada perempuan tertawa dengan mulut terbuka lebar seperti itu.. foto kedua saat Nana sedang melamun dikelas, dan tulisannya ‘Dia sedang melamun, kau memikirkan apa?’, dia melanjutkan pandangannya ke foto ketiga, disana terlihat Nana sedang mengemut lollipop sambil tersenyum, tulisannya Permen itu manis kan?, tapi menurutku kaulah yang paling manis’.. foto ke empat bertuliskan ‘Dia tampak sedih, apa kau mau meminjam bahuku?’, Nana lalu melihat ke fotonya.. ia ingat waktu itu Dosen tak memberikan nilai yang bagus untuk tugasnya.. foto ke-lima diambil saat Nana akan mempresentasikan tugasnya di depan kelas dan ekspresinya sangat gugup, lalu tulisan dibawahnya ‘Dia gugup, tapi kenapa sangat menggemaskan?’.. Cukup.. kenapa Chunji membuat ini semua? Apakah selama ini ia memperhatikanku ? lalu kenapa? Apakah Chunji menyukaiku? Nana menerka nerka sendiri, ia tertunduk mencoba memikirkannya, tapi kenapa sikapnya terkadang malah menunjukan yang sebaliknya? Pertama melihatnya dikelas saja, dia sangat menyebalkan entahlah saat ini otaknya tak mau bekerja sama untuk memikirkannya, Nana memejamkan mata sebentar dan mendesah frustasi.. lalu ia memutuskan untuk melewati foto-foto yang tak terhitung jumlahnya dengan berbagai ekspresi dan tulisan itu, ia mengarahkan jarinya untuk mencari foto paling akhir, dan sepertinya yang paling baru, foto itu diambil didepan Seoul Lotte World beberapa hari yang lalu, terlihat Nana sedang berdiri menunggu Leeteuk saat itu, dan tulisannya ‘Dia menunggu orang itu,.. aku benci melihatnya’..

Saat Nana sedang berpikir keras untuk menemukan jawaban atas pertanyan pertanyaan dipikirannya, tiba-tiba Chunji meracau di ruang tengah membuat Nana terkejut dan memutuskan untuk melihatnya, sebelum ia keluar, ia pastikan untuk menutup pintunya rapat seperti semula..

Sekarang Nana berada di depan Chunji, ia melihat namja itu berkeringat dingin dan meyeritkan dahinya, tapi matanya masih terpejam.. Nana lalu menyentuh dahinya untuk memastikan.. ternyata demam Chunji makin parah..

“Chunji-ah.. neo gwencahana (kamu gapapa) ?? Ayo kita kerumah sakit..”Nana mencoba membangunkan Chunji

Chunji tidak bergerak hanya kepalanya yang menggedik beberapa kali, apakah ia bermimpi sesuatu yang buruk? Batin Nana..

“Neomu appo (sakit sekali )..”akirnya Chunji bersuara

“Oddi appo (dimana yg sakit )?? Kajja (ayo ).. kita ke dokter  “Nana mengelap keringat Chunji dengan Tissue

Chunji membuka matanya, ia menatap gadis dihadapannya lama..

“Weire (ada apa denganmu )?”Ucap Nana tak nyaman dipandangi seperti itu, ia hendak melepaskan tanganya dari dahi Chunji, tapi dengan cepat Chunji menahannya..

“Neo (kau).. kenapa perhatian padaku ?”

Nana kaget, ia mengerejapkan matanya beberapa kali

“Mworago (apa yg kau katakan )?” tukas Nana sepelan mungkin

“kau tak mungkin tidak mendengar pertanyaanku.. apakah kau…”

“aniya (bukan begitu).. apakah salah jika aku membantu teman yang sakit ?”Jawab Nana cepat

“nde,, tentu saja.. aku teman untukmu..”ucap Chunji lirih disusul melepaskan pegangannya pada yeoja itu..

Chunji berusaha bangkit, Nana hendak membantunya.. tapi Chunji menepis dengan cepat..

Mereka terdiam lama, hingga akhirnya Nana kembali bersuara..

“Kajja (ayo), kita ke dokter.”ucapnya pelan

Chunji menatapnya lalu melihat seisi rumah yang tampak lebih rapi.. seingatnya rumah ini sudah tidak dibersihkan sejak 3 hari yang lalu, ia juga sengaja menyuruh orang yang selalu membersihkan rumahnya untuk tidak datang untuk beberapa hari, ia memang tak ingin serumah dengan orang asing.. oleh sebab itu ia hanya memanggil mereka jika diperlukan saja..

“kau membereskan semua ini ?”

“O, kulihat rumahmu sangat berantakan.. banyak debu disana sini, itu sebabnya kau sakit..makanya aku..”

“Ga (pergi)..”potong chunji

“nde?” Nana heran, apakah Chunji marah melihat ia membersihkan rumahnya, sekarang apakah ia meminta Nana untuk pergi?

“Gayo (mari kita pergi ).. bukannya kau mengajaku ke Rumah Sakit”jawabnya lagi

“eh?..O” Nana berdiri cepat dan mulai membantu Chunji untuk berdiri..

“aku ambil jaket dulu..”kata Chunji sebelum mereka keluar

Saat Chunji berdiri di depan pintu kamarnya, ia kemudian menoleh cepat

“Tadi.. kau tidak masuk kesini kan ?”tanyanya penuh selidik sambil menunjuk pintu dibelakangnya

Nana kaget, tapi berusaha bersikap tenang

“Wah,, untuk apa aku masuk kesana?”

“jinjjayo (benarkah )?..”tanya Chunji masih tak percaya

“Yyak.. kau kira aku penguntit apa masuk kamar orang sembarangan aku hanya membersihkan ruangan ini dan disana” ia menunjuk kesana kemari., “memangnya ada sesuatu yang menarik dikamarmu?” ucap Nana memancing Chunji, walupun ia sudah tahu terletak banyak foto dirinya dikamar itu, tapi ia masih tidak yakin dengan maksud Chunji melakukannya..

“O.. disini kusimpan sesuatu yang menarik yang akan membuatmu terkejut, bahkan bisa mati mendadak saat kau melihatnya..”

“Geureyo (benarkah )? Kalau begitu.. aku ingin masuk..”Nana melangkah membuat Chunji jadi panik

“Yyak.. hajima (jangan ).. berhenti dan tunggu disana..” ia buru-buru masuk dan menutup pintu cepat

“Ciss.. dasar” Nana menggerutu dan mengerucutkan bibirnya

‘dia kira aku tak tahu apa-apa?’ batin Nana sambil mendelik kearah pintu

“mwo (apa )? Yye.. arraseo (ya aku tahu ), aku akan kesana sekarang..”

“Mwoseuniriya (apa yang terjadi) ? “tanya Leeteuk pada managernya yang panik disebelahnya, mereka baru selesai menemani Leeteuk yang mengisi acara di salah satu Variety Show, dan sekarang hendak pulang

“Yesung, katanya dia collaps setelah tampil di sebuah acara.., sekarang ia dilarikan ke rumah sakit.. makanya sekarang aku akan kesana untuk mengeceknya..”

“Geureyo (benarkah )?? Ck.. dia memang terlihat kurang sehat beberapa hari ini,..”Leeteuk mengingat kejadian tadi pagi saat Yesung mengeluh tentang rasa sakit di kepalanya..

“Kau mau ikut menjenguknya? Ada Kyuhyun dan Ryeowook juga disana..”

“baiklah,, lagipula bukankah ini jadwal kami melakukan chek-up rutin ?”

“O,, kalau begitu aku akan menghubungi member yang lain.. kau berangkat saja duluan.. nanti nomor kamar Yesung akan ku kirimkan kepadamu..”

“Nne,, hati-hati Hyung..”pamit Leeteuk dan akhirnya mereka berpisah di depan pintu lift.. karena Leeteuk membawa mobil sendiri jadi ia langsung menuju tempat parkir.

Sebelum ia masuk ke mobil ia mengecek handphonenya beberapa kali.. Leeteuk heran kenapa Nana belum menghubunginya lagi setelah pesannya yang terakhir yang menyebutkan akan mengembalikan jaket Chunji ke rumahnya, ‘apakah dia belum pulang ke rumah? Ck membuat orang khawatir saja’gumam Leeteuk dalam hati

Sesampainya di rumah sakit Leeteuk langsung menuju kamar yang diberitahukan Seung Hwan Hyung padanya lewat pesan saat di perjalanan tadi..

Setibanya di koridor tempat Yesung di rawat, ia melihat KyuHyun, Ryeowook, Sungmin, dan Donghae sedang duduk di depan kamar Yesung

“bagaimana keadaannya?” tanya Leeteuk langsung saat sampai menghampiri mereka

“Hyung wasseoyo (hyung kau sudah datang).. “ ucap Donghae dan Ryeowook serempak

“Dia sedang diperiksa dokter, katanya ia hanya butuh istirahat yang cukup..”jelas Sungmin

“Tadinya kukira Yesung hyung tidak akan collaps di tempat itu, padahal ia bilang ia tidak apa-apa sesaat sebelum tampil, aku memang sudah berfirasat bahwa ia sedang sakit “kata Kyuhyun sambil melongokan kepalanya memeriksa keadaan di dalam

“Dia memang selalu begitu , memaksakan segalanya agar tidak membuat fans kecewa”angguk Leeteuk

“Hyung, apakah Nana sakit ?” kata Donghae tiba-tiba

“nde (apa) ?”

“aku sempat melihatnya di belokan pertama sebelum kesini, kukira dia sedang bersamamu makanya aku tak menegurnya.. tapi sepertinya kalian tidak sedang bersama..”

“kau melihatnya dimana? “ kata Leeteuk sambil mengeluarkan ponselnya

“di belokan pertama sebelum kesini.. ng apa ya namanya.. pokoknya jalan yang dekat dangan tangga darurat..”kata Donghae mencoba menjelaskan secara detail

“kalau begitu aku pergi dulu.. aku akan segera  kembali..” Leeteuk bergegas meninggalkan mereka berempat

Leeteuk mengikuti arah yang diberikan Donghae.. kalau belokan pertama sebelum ke kamar Yesung berarti ia harus mengambil jalan sebelumnya..

Ia terus mencari sambil berlari kecil, kepalanya menengok ke kanan dan kekiri tak perduli dengan beberapa orang dan suster yang mengenali dirinya..

Dia benar-benar  khawatir jika terjadi sesuatu pada yeoja itu..

Ponsel yang menempel ditelinganya.. terus menghubungi nomor Nana.. saat ia melewati sebuah kamar ia berhenti, dan mundur untuk melihatnya

Ya,, Leeteuk melihat Nana sedang duduk di samping Chunji yang dipasangkan infusan oleh seorang perawat, Nana menyadari ponselnya bergetar dan mengambil benda itu dari dalam tasnya

“Yeobboseyo..”sahut Nana.. Leeteuk masih terpana dengan yang ia lihat dan belum sadar saat Nana mengangkat ponselnya

“Yeobboseyo ?? Oppa??”

“Ah.. nnde.. neo oddiya (kau dimana)?” tanya Leeteuk

“ng.. aku , aku ada di rumah sakit..” jawab Nana ragu sambil melihat kearah Chunji,, Chunji juga melihatnya, mereka saling berpandangan.. Leeteuk kesal melihatnya

“weire (ada apa denganmu )? Neo appoyo (kau sakit )??”kata Leeteuk masih dengan suara yang datar

“ani.. anio oppa.. nan gwencahana.. aku sedang mengantar temanku yang sakit..”

“ah chinguya (oh teman ).. nugu (siapa)?”

“Ah.. dia…” kata Nana menggantung

“Ah.. nnde.. gwencahana kalau kau tak mau memberitahuku..”Leeteuk berusaha mengendalikan emosinya

“Oppa..”Nana merasa tidak enak, dia tak bermaksud begitu..

“Nne.. hati-hati saat kau pulang, Geuno (ku tutup)” Klik, ia mengakhiri telponnya

Leeteuk lalu memutar badannya dan melangkah pelan, ia tak habis pikir.. kenapa Nana bisa ada disana menemani Chunji.. apakah tadi ia tak kerumahnya ? melainkan ke Rumah Sakit untuk menegok namja itu ? Leeteuk tak pernah sekesal ini.. ia juga bingung dengan perasaanya.. dulu ia tak pernah marah ataupun melarang jika Nana ingin berteman dengan siapapun, tapi melihatnya bersama Chunji belakangan ini.. Leeteuk selalu merasa aneh.. dadanya merasakan sesuatu yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.. rasanya Leeteuk ingin menonjok Chunji saat ia tahu mereka sedang bersama., apalagi belakang ini Nana selalu bersamanya.. memang tak bisa menyalahkan siapapun.. Leeteuk sibuk, Nana sendiri lalu Chunji selalu hadir untuk menemaninya.. ini memang diluar kendali, Leeteuk tau ia memang tak bisa menemani Nana sesering Chunji.. Jadwalnya beberapa hari ini juga semakin padat membuat ia dan Nana jarang bertemu di rumah, mereka serumah tapi rasanya Leeteuk berjauhan dengan yeoja itu.. Leeteuk berpikir keras sambil mengelus-ngelus tengkuknya.. ia tak tahu nama dari perasaanya belakangan ini.. apakah ia merindukan Nana ?.. aneh, mereka berpacaran tapi Leeteuk juga belum pernah merasakan perasaan ini..

Mungkin karena belakangan ini jika ia pulang ke rumah Nana pasti sudah tidur, dan paginya juga Leeteuk selalu buru-buru pergi untuk berangkat kerja, ia menyadari bahwa frekuensi nya bertemu dengan Nana   sangatlah jarang.. itu sebabnya ia merasakan hal ini.. jadi Leeteuk baru tahu bahwa merindukan seseorang bisa semenderita ini, tapi ia senang mengetahui hatinya bisa bereaksi lain untuk yeoja itu, entahlah selain menyayangi seperti panggilannya pada Nana, ia rasa belum pernah merasakan lebih..

Leeteuk berjalan menunduk dan tak menyadri jika seseorang sedang menegurnya.. Karena kesal orang itu akhirnya mengguncang bahu Leeteuk..

“Hyung, neo gwenchana ? “ Shiwon sedikit menurunkan wajahnya karena perbedaan tinggi badan diantara keduanya

“ah, kau.. sejak kapan.. Aish tadi aku hanya melamun..”sergah leeteuk begitu melihat ekspresi Shiwon yang menghawatirkannya..

“apa yang kau lakukan disini Hyung ? “ tanya Shiwon lagi

“ng.. aku baru dari toilet dan lupa jalan kembali ke kamar Yesung, makanya tadi aku sempat bingung.. “ kilahnya berbohong.. “lalu kau sendiri sedang apa ?”

“Chunji, dia sakit.. dan katanya dirawat disini juga.. Nana yang memberi tahuku “ jawab Shiwon hati-hati

“geureyo (benarkah) ? dia sakit apa ? “

Shiwon heran dan  melepaskan pegangannya di bahu Leeteuk, ia kan tadi menyebutkan nama Nana, kenapa Leeteuk bahkan tak mengungkitnya ?

“dia sakit demam, katanya beberapa hari ini harus dirawat di Rumah Sakit.. aku memang kakak yang bodoh, adiknya sakitpun harus tahu dari orang lain.. untung saja tadi Nana kerumah kami dan segera membawanya kemari..”

Leeteuk menatap Shiwon.. “kalau begitu semoga adikmu cepat sembuh, aku akan menengoknya lain kali,, sekarang aku harus segera kembali ke kamar Yesung “ Leeteuk tak ingin Shiwon mengajaknya ke kamar Chunji, mungkin jika ia ikut ia tak akan bisa mengendalikan emosinya melihat Nana dan Chunji saat ini.. itu sebabnya ia memilih untuk menghindar

Shiwon merengut, tadinya ia ingin mengajak Leeteuk .. mungkin ia bisa mempertemukan Nana dengannya.. jadi Shiwon bisa sekalian menepis pikiran adiknya itu untuk merebut Nana dari Leeteuk

“baiklah, aku akan menyusul ke kamar Yesung Hyung beberapa saat lagi..” ucap Shiwon

Leeteuk hendak melangkah hingga Shiwon menahannya..

“Hyung, aku bilang tadi, Nana yang memeberitahuku.. mungkin sekarang dia bersama Chunji.. apakah kau tak mau menemuinya ?”

Leeteuk menatap Shiwon dan menyunggingkan senyumnya tipis.. “aku sudah tau, tadi aku meneleponnya “ jawabnya singkat dan akhirnya meninggalkan Shiwon sendirian..

Di balik pintu kamar Chunji, Nana melihat pertemuan Leeteuk dan Shiwon. Tadinya ia ingin keluar untuk membeli minum, tapi langkahnya tertahan saat melihat kedua namja di depannya.. Nana kaget melihat Leeteuk ada disana, tapi lebih kaget lagi karena Leeteuk tak menegurnya..

‘apakah tadi oppa melihatku ?, tapi kenapa tak masuk kedalam ?’ Nana sedikit kecewa karena merasa dirinya diacuhkan.. terlebih waktunya bersama Leeteuk pun menjadi sangat jarang.. sikap Leeteuk padanya juga sedikit berubah.. jika biasanya sesibuk apapun Leeteuk pasti akan menyiapkan sarapan untuknya sebelum pergi, mengirim pesan karena tak bisa mengantar atau menjemputnya, ataupun mengucapkan sapaan yang menjadi kebiasaan rutin.. tapi sudah beberapa hari ini Nana tak menemukan itu semua, bukannya ia ingin dilayani, tapi setidaknya Leeteuk mestinya membangunkannya untuk sekedar pamit..

Tadinya ia berpikir Leeteuk benar-benar sibuk akhir-akhir ini, makanya tak bisa melakukan itu semua.. tapi sejak kejadian di Taman hiburan beberapa waktu yang lalu.. ia merasa Leeteuk sengaja menghindarinya, tidak .. bukankah aku sendiri yang bersikap begitu ?, Nana mencoba berdebat dengan persaannya..’Oppa tak mungkin menghindariku, akulah yang menghindarinya..’ kali ini ia meyakinkan dirinya sendiri.. memang selalu begitu, bagaimanapun yang terjadi sebenarnya,, Nana selalu merasa dirinya lah yang salah..

“Yyak, kau jadi beli minum tidak ?, jangan berdiri di depan pintu seperti itu terus.. “ Chunji setengah berteriak membuat Nana tersadar dari lamunannya.. ia segera berbalik pada namja menyebalkan itu sambil memicingkan matanya.. dasar.. kalau kau tidak sakit sudah ku cekik kau, batin Nana kesal..

Nana segera pergi sebelum Shiwon berbalik dari tatapannya memandangi kepergian Leeteuk..

Leeteuk pulang lebih awal dari biasanya, hari ini ia tak berkirim pesan dengan Nana sekalipun sejak telepon terakhirnya tadi sore.. ia juga tak menanyakan Nana sudah pulang atau belum, bukan apa-apa ia kira jika Nana membalasanya dengan hal yang tak ingin ia dengar , itu akan membuatnya kecewa saja.. makanya ia memilih untuk tak menghubungi Nana sampai hatinya kembali tenang..

Ia masuk sambil mengendap-endap, seperti maling saja.. padahal ditempat sendiri.. ia takut Nana sudah pulang, tak bisa ia bayangkan jika sekarang mereka bertemu setelah Leeteuk melihatnya tadi sedang bersama Chunji, Leeteuk hanya merasa dirinya belum siap bertemu dengan Nana untuk saat ini.. tapi setelah memastikan tak ada siapapun  ia lega dan segera masuk ke kamarnya..

Nana pulang agak larut, tadi setelah mengatakan ia akan keluar membeli minum pada Chunji.. Nana tak kembali lagi kerumah sakit.. ia malah pergi dari sana dan berjalan-jalan sampai-sampai ia hampir tersesat karena memikirkan hubungannya dengan Leeteuk juga sikap Chunji..

 

“Nan Wasseo (aku pulang)..” ucap Nana sesampainya di dalam apartment, sebelum melangkah ke dalam kamarnya.. ia terlebih dahulu mengecek kamar Leeteuk, sudah sejak 3 hari terakhir ia melakukannya, walaupun hasilnya tetap sama yaitu Leeteuk pasti belum pulang..

Saat membuka pintu kamar Leeteuk , Nana hanya melongokan kepalanya sedikit dan terkejut saat mendapati Leeteuk sedang tertidur di kasurnya, biasanya belum pulang tapi ini kok sudah tidur lagi.. bingung Nana dalam hati.. ia berjalan mendekati pria itu dengan hati-hati, takut langkah suaranya membangunkan Leeteuk. Saat di depan ranjangnya, ia melepas earphone yang terpasang di telinga Leeteuk lalu menyimpannya di laci  dekat ranjang.. ia juga membenarkan selimut Leeteuk sampai menutupi dadanya..

“sudah beberapa hari tak bertemu, kau pasti lelah kan Oppa ?” Nana berbisik pelan.. lalu ia berbalik dan kembali ke kamarnya..

Saat pintu kamar sudah di tutup rapat, Leeteuk membuka matanya dan merasa bersalah karena berpura-pura tidur.. sebenarnya saat Nana pulang ia mendengarnya dan langsung naik ke kasur agar tak menemuinya..

“mianhae..”lirihnya menyesal

-to be continued-

maaf karena sempat hiatus,, kemaren sibuk ngurus masuk ke universitas.. ^^

enjoy reading guys..

*bow

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

I’m Not Children Anymore Part 8


Author pov

Leeteuk dan Nana segera meninggalkan tempat itu.. Ia merangkul pundak yeoja itu dan merapatkan tubuhnya.. Nana sedikit menggigil kedinginan,,membuat Leeteuk semakin merasa bersalah..

“Sampai kau pulang akan kubuatkan Sup untukmu..”leeteuk tersenyum lembut

“Ne..Gomawo Oppa..”Nana terlihat senang..

“Aku sungguh menyesal tak menepati janjiku Jagiiya..”Leeteuk tertunduk lesu dan menggigit bibir bawahnya pelan

“anio oppa Gwencaha,,jongmal gwencahana..”Nana menatap Leeteuk lekat

“Ne..arraso..”sahut Leeteuk.. mereka pun segera manaiki mobil..

“Itu punya siapa??sepertinya itu bukan milikmu..” tanya leeteuk sekilas melihat jaket yang Nana pegang di pangkuannya

“Eh?? Ini..tadi Chunji yang meminjamkannya padaku”jawab Nana ragu..

“begitu? Jadi tadi kalian bersama?”tanyanya lagi tanpa melihat gadis yang duduk disampingnya

“Ng..iya opa..Mian..”Nana berucap ragu

“hahaha,,kau ini untuk apa minta maaf.. aku senang ada yang memperhatikanmu selain aku.”leeteuk tertawa pelan

Gadis itu hanya memandangnya lama..tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar,,bukan.. bukan itu yang ingin ia dengar,,ia ingin namjachingunya khawatir dan mencegahnya mendekati pria lain.. ini sungguh tidak normal.. kenapa Leeteuk bahkan tak cemburu sedikitpun? Apakah ia memang hanya menganggap Nana sebagai adiknya.. Nana tertunduk dan menahan bulir air mata yang mendesak ingin keluar dari bola matanya.. sementara itu diam-diam Leeteuk mencengkram Stirnya erat dan menggeretakan giginya menahan kesal..

Leeteuk’s Apartment

“Oppa,,lebih baik kau istirahat saja,,aku juga sudah lelah dan ingin cepat tidur..”

“Baiklah,,apakah kau yakin tak mau kubuatkan sup terlebih dahulu?”tanya Leeteuk meyakinkan

“Ani oppa..ini sudah malam,,besok kau harus kerja dan aku ada kuliah pagi..lebih baik kita istirahat saja..”Nana sedikit menghindari tatapan Leeteuk yang terus memandanginya

“mmm,,tidurlah kalau begitu..jaljja..”ucap leeteuk lagi

“Ne oppa jaljja..”Nana memasuki kamarnya dan menutup pintunya rapat,sementara leeteuk menunggu gadis itu berbalik dan tersenyum padanya..

‘Kumohon..  sesulit apapun tetaplah disampingku’ Gumam leeteuk lirih sambil menatap pintu kamar berwarna putih di depannya..

Nana bersandar dipintu kamarnya dan memegangi dadanya yang terasa sesak.. sebenarnya ia tak lelah ataupun ingin istirahat sekalipun..hanya saja perkataan Leeteuk di mobil merubah suasana hatinya dalam sekejap..

“Oppa,,sebenarnya apa artinya aku untukmu..”

@Campus

“mana namja yang selalu menguntit mu itu??”tanya Hyun Hyo sambil asyik  memainkan kukunya

“nuguya??”jawab Nana datar

“Ck..kau ini pura-pura atau memang tidak tahu sih,,namja yang bernama Chunji itu..mana dia? Sudah 3 hari aku tak melihatnya.. biasanya dia selalu menggangumu kan?” kali ini Hyun Hyo menatapnya menanti jawaban yang akan  Nana berikan

“Huh..mollayo..memangnya aku siapanya..”Nana menjawab asal sambil menurunkan bahunya dan mendesah pelan

“Aku pikir dia menyukaimu lho..,”

“jangan bicara sembarangan..”

“Aishh,,aku tidak bercanda..lihat saja tatapan nya padamu,,apakah kau tak bisa membedakannya? kau ini sungguh tidak peka..”

“terserah..”

“aku ke toilet dulu..”Nana bangkit dan meninggalkan Hyun Hyo yang kecewa karena merasa tak digubris

“Gadis itu,.. apakah pacarnya lebih baik dari pada Chunji.. dasar..”dengus Hyun Hyo pelan

Nana mendengar ucapan Hyun Hyo yang hampir tak terdengar itu..

***

Ia membasuh mukanya dengan air kran..dan menatap bayangan yang terpantul di cermin..

Dia memikirkan perkataan Hyun Hyo di kelas tadi,,memang benar sudah beberapa hari ini Chunji tidak masuk kuliah ,dan Nana bukannya tidak menyadarinya hanya saja dia berpura-pura tidak tahu..dan selama 3 hari itu juga Nana selalu membawa Jaket yang Chunji pinjamkan malam itu..

“Apakah aku kerumahnya saja?” tanya Nana pada bayangannya di cermin..

setelah berpikir beberapa saat ia mengangguk yakin.. ia berniat mengembalikan jaket chunji pulang dari Kampus..

Dengan cepat Nana mengeluarkan ponselnya dan mengetik pesan singkat untuk seseorang..

‘Oppa.. hari ini aku pulang terlambat, tak perlu menjemputku.. aku pergi mengembalikan jaket chunji terlebih dahulu^^’

Selesai..klik ia menekan tombol send..

Dan bergegas meninggalkan toilet..

@KBS Building

Drrt drtt..Leeteuk merasakan ponsel di sakunya bergetar.. lalu ia membuka pesan itu..melihat sang pengirim Leeteuk mengembangkan senyumnya..tapi setelah ia membaca isinya.. raut mukanya berubah menjadi muram..

“dari siapa hyung?” tanya Eunhyuk yang berada disampingnya dan menyadari perubahan ekspresi Hyung nya itu..

“Nana..”jawab Leeteuk lirih

“Wae?? Apa isi pesannya?”tanya Eunhyuk penuh selidik

“Aissh..kau ini ingin tau saja..sudahlah..bukan apa-apa..”

“jika tidak ada apa-apa,,seharusnya kau tak perlu menampilkan ekspresi seperti itu,,kalian pasti bertengkar ya?”

“Ck..jangan sok tau kau Hyuk Jae-ah”Leeteuk menoyor kepala Eunhyuk pelan dan meninggalkannya bersama Shiwon yang sedang melihat buku yang tak sepenuhnya ia baca.. Shiwon lalu mengamati langkah Leeteuk yang keluar dari ruang tunggu itu..

Leeteuk menaiki lantai teratas di gedung dan merentangkan tangannya menikmati udara segar di ruangan tanpa kap itu..

“Hyung..udara disini begitu segar bukan?” tanya sebuah suara yang berdiri disamping pria yang sedang memejamkan matanya menikmati udara yang ia hirup..

“Eh??”tanya Leeteuk tersentak akan kedatangan Shiwon

“Pemandangannya juga bagus..”lanjut Shiwon lagi

Akhirnya Leeteuk menurunkan kedua tangan yang ia rentangkan dan menatap lurus kedepan

“Yye.. kau benar..”

“apakah sesuatu sedang menggangumu saat ini hyung-ah?”Shiwon memberanikan diri..

“Ani..hanya saja,,terkadang aku berpikir bahwa aku tidak bisa melindungi orang yang ku cintai..”jawab leeteuk dengan nada putus asa..

“kau sedang membicarakan Nana bukan?” Shiwon meyakinkan

“Kau ini,,aku kira kau mengerti..,,sudahlah lupakan saja..”leeteuk tertunduk dan melempar senyum kecil pada Shiwon

“Ayolah Hyung,,kita sudah seperti saudara, ceritakan saja ada apa?”paksa Shiwon

Leeteuk memandang Shiwon sebentar dan akhirnya membuka suaranya kembali

“Jika pasanagan kita bisa bahagia bersama orang lain, apakah kau akan melepaskannya?”

Shiwon menyatukan kedua alisnya,,merasa aneh dengan pertanyaan Leeteuk..

“maksudmu??” Shiwon belum menegrti sepenuhnya..

“Chunji..”jawab Leeteuk menatap Shiwon lekat

Shiwon terkejut mendengar jawaban Leeteuk,,tapi dengan cepat ia menyesuaikan diri dan menyembunyikan keterkejutannya..

“kenapa dengan bocah itu?”

“Anio,,hanya saja aku kira Nana..”

“Hyung,,jangan berpikir terlalu jauh.. aku yakin tidak ada apa-apa diantara mereka..”ucap Shiwon memotong perkataan Hyung nya cepat

“rupanya kau juga menyadarinya?? ..”Leeteuk tersenyum puas

“Hyung,,adiku..”Shiwon merasa dirinya sudah terjebak dengan pembicaraan ini

“tenanglah,,aku hanya mengetes mu saja.. aku tau kau juga memikirkan apa yang kau pikirkan..sudahlah,,ayo kita turun ,,sebentar lagi Seung Hwan Hyung pasti mencari kita..”

Leeteuk melangkah menjauhi Shiwon yang terpaku ditempatnya

“Hyung..”Leeteuk menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang

“Jangan khawatir,, aku pastikan tak akan ada apapun yang terjadi pada hubunganmu”

Leeteuk tersenyum kecil..”Jangan terlalu yakin,,kau tahu? Ini mengenai perasaan.. tak ada seorang pun yang dapat mencegahnya,,”Leeteuk kembali melangkah menuruni tangga didepannya..

@Chunji house

Ting Tong.. beberapa kali Nana memencet bel yang terdapat disamping pintu berwarna Coklat tua itu..

Ia mendesah frustasi,,sudah lebih dari 20 menit ia berdiri didepan pintu dan tak ada tanda-tanda bahwa sang pemilik rumah ada disana.. Nana menekan tombol hijau 2 kali di ponselnya..tanda menghubungi panggilan terakhir..

Ttutt-ttutt-ttutt.. silahkan tinggalkan pesan setelah nada berikut ini.. Bip

“Yak Chunji pabo..kau dimana? Aku sedang di depan rumahmu.. jika kau ada dirumah,,cepat buka pintunya aku ingin mengembalikan barangamu..” Klik Nana mengakhiri panggilannya.. sudah 7 kali ia meninggalkana pesan suara yang isinya hampir sama..

“Ck..kau ini ada dirumah atau tidak sih..”Akhirnya Nana menyerah dan berbalik meninggalkan pintu itu..

Cklek,,terdengar pintunya terbuka,,Nana berbalik cepat,dibalik pintu ia dapat melihat Chunji sedang berdiri dengan muka pucat..

“Mau apa kau kesini?”tanyanya sinis.. Nana melongo lalu dengan cepat menghampiri Chunji dengan raut muka kesal..

“Ini..”ia menyodorkan jaket ke muka namja itu..

“Apa?”

“Ini..ini jaketmu..”Nana mengibas ngibaskannya

Chunji hanya berekspresi datar dan masuk kedalam rumah.. Nana yang semakin heran dengan tingkahnya,,akhirnya mengikutinya kedalam..

“Yyakk,,aku kesini mau mengembalikan jaketmu..”Ucap Nana setengah berteriak..

Chunji tidak menggubris dan langsung tiduran di sofa..

“Aishh kau ini.. sungguh menyebalkan.. aku simpan disini ya..”Nana meletakannya di Meja dan Krekk.. ia menginjak sesuatu..

“Ya ampun..”Nana menyadari ruangan ini begitu berantakan,, Botol bir dimana-mana..bungkus Snack yang tersebar hampir diseluruh ruangan,,kemeja,t-shirt,kaos kaki, semuanya bertebaran tak beraturan..

Ini lebih pantas disebut sebagai kapal pecah,,daripada sebuah ruang keluarga..

Ia melihat Chunji yang sedang meringkuk.. Sepertinya ada yang tidak beres.. Nana memberanikan diri menyentuh kening Namja itu.. dan begitu kagetnya Nana.. ternyata Chunji sedang demam tinggi..pantas ia begitu pucat..

“Yyak,,kau sedang sakit,,kemana Shiwon oppa??”teriak Nana panik

“Ishh,, dia kan sudah pindah dan bisa tidak kau pelankan suaramu itu,,berisik sekali..”Chunji menutup kedua telinganya

“Aku harus menghubungi Shiwon oppa,,ash tidak dokter saja dulu..”Nana mengeluarkan ponsel di sakunya

Chunji bangkit dan menarik pergelangan gadis itu,,membuat tubuhnya secara paksa duduk di sofa yang sama..

Lalu ia tiduran di paha Nana.. sontak Nana kaget dan mengangkat kedua tangannya,,

“kau ini sedang apa?”Ucap gadis itu kesal

“jangan lakukan apapun,,jangan hubungi siapapun,,dan cukup duduk saja.. arra??”chunji berbicara sambil memejamkan matanya..

Nana tak bisa menjawab hanya mencoba mengontrol detak jantungnya yang semakin berdetak cepat..

“ini hukuman untukmu..”ucap Chunji lagi..

“hukuman?? W-wae? “Nana mencoba menekan rasa gugupnya

“Karena waktu itu kau meninggalkanku..”

“Eh?.. oh itu.. aku minta maaf..”

“Gwencahana,,ada yang lebih menyakitkan dibanding ditinnggalkan oleh mu..”Chunji berkata lirih dan nyaris tak terdengar..

“apa?”Nana merasa tak mengerti dengan ucapan namja yang tidur dipangkuannya itu

“Anio..”jawabnya singkat

5 menit

10 menit

15 menit

Nana merasa kakinya pegal dan mulai kesemutan.. satu lagi Pahanya mulai merasa panas karena suhu tubuh chunji.. ia melihat penampilan namja itu dari atas sampai bawah.. memakai celana piyama berwarna abu,,dan kaos oblong berwarna putih,,melipat tangannya didada dan meringkukan kakinya karena ukuran sofa yang tak sepanjang tubuhnya..

Nana mulai bergerak sedikit demi sedikit mencoba tak membangunkan namja itu,,sepertinya Chunji benar-benar tertidur.. ia menggantikan pahanya dengan sebuah bantal sofa.. Chunji sedikit menggeliat membuat Nana membeku sesaat,,tapi untungnya namja itu tak benar benar bangun..

Ia berjongkok didepan chunji dan menatapnya lekat,,

‘sama,,ekspresinya sama dengan waktu itu’..Nana mengingat kejadian di perpustakaan beberapa waktu yang lalu,,disaat Chunji tertidur ketika mereka sedang mengerjakan tugas bersama..

Hanya saja,,kali ini Chunji lebih pucat.. bibirnya mengering dan ada warna kecoklatan di bawah kantung matanya..

Nana memandangi keadaan sekitar ia langsung bergerak membersihkannya..

Setelah itu ia bergegas menuju kamar Chunji, berniat mengambil selimut untuknya..

Didepan kamar yang dulu pernah ia masuki,,ia sedikit ragu..

“maaf aku lancang chunji..” Nana berbicara sendiri seolah meminta izin pada Chunji..

Ia memegang kenop pintu dan mendorong pintunya perlahan.. Nana melongokan kepalanya sedikit dan ternyata kamar itu telah kosong,, tak ada apapun disana.. ia masuk kedalam kamar dan merasa heran.. Nana mencoba mengingat kembali.. memang tidak salah.. ini kamar yang waktu itu pikirnya..warna catnya..letak posisinya dari sebelah pintu masuk..semuanya benar.. tapi kenapa ruangan ini kosong ..

Ia pun melangkah keluar dan menutup kembali pintu itu,,saat ia mendongkak ternyata sebuah papan diatas pintu itu bertuliskan ‘Shiwon’s room’.. pantas saja,,gumamnya

“lalu yang mana kamar namja pabo itu??”pandangannya mengelilingi ruangan itu,,dan ternyata sebuah pintu yang bersebrangan dengannya bertuliskan ‘Chunji’s room’.. Ah itu dia..

Sekarang ia melangkah menghampiri pintu itu dan tanpa ragu ia langsung memutar kenop nya..

“Ahh..”Nana terkejut setelah membukanya

“itu..itu.. aku??”ia menunjuk suatu benda yang ada diruangan itu dan membelalakan matanya..

-To be continued-

 

Enjoy Reading All 😀

Gomabsumnida.. ^^

I’m Not Children Anymore Part 7

“kau tunggu oppa disana ya..”ucapnya sebelum pergi meninggalkanku..

“yye..”jawabku riang..

***

“Ash namja itu lagi..”dengusku pelan saat melihat Chunji sedang menatapku di depan pintu kelas

“Anyeong..”ia mulai menyapaku..

“ne anyeong”ucapku dingin dan sengaja melewatinya..

“kau sudah baikan?”ia memperhatikanku dengan seksama dan berjalan mengikutiku

“yya,,jangan so baik padaku..”ucapku ketus

“heh??”ia bertanya dengan wajah polos.. ya ampun kenapa ia memperlihatkan ekspresi itu.. rrrggh.. aku tidak tahan melihatnya

“Neo,, jangan dekat dekat aku lagi..”kataku beranjak dari tempat duduku dan beralih menjauhinya.. kelihatannya Chunji belum sepenuhnya mencerna ucapanku.. ah peduli amat pikirku

***

Dengan serius aku memperhatikan dosen yang sedang mengajar dihadapanku… tapi tatapan Chunji yang sedari tadi memperhatikanku membuatku tak bisa berkonsentrasi penuh.. aku menoleh padanya yang tepat berada di samping belakang tempat duduku.. ia segera mengalihkan pandangannya dan berpura pura melihat kedepan.. Aigoo~ aku menggeleng pelan..kejadian itu berulang beberapa kali sampai akhirnya pelajaran selesai..

“Hey,,chakaman??”chunji mencoba mengejarku yang berusaha menghindarinya..

“ada apa??”aku berbalik segan..

“Kau,,hosh hosh..”ia berusaha menagtur nafasnya yg tersenggal karena berlari mengejarku..

“apa??”kataku melihtanya kesal..entahlah aku tak bisa jika harus bersikap ramah padanya,,

“neo,,kenapa menghindariku terus??”ia mulai menatapku dengan mata bulatnya..

“mm~ ani..aku tak mehgindar darimu..”ucapku mengalihkan pandanganku,,mencoba tak berkontak mata dengannya.. belakangan ini aku aneh..selalu salah tingkah jika sedang bersamanya..

“kalau begitu aku mengantar mu pulang ok?” hah?? pertanyaan bodoh macam apa itu?

“hei bukankah kita saling membenci? Untuk apa pulang bersama? Temanmu saja bukan..”

“siapa bilang aku benci padamu..,,ayo aku antar kau saja.. ada yang ingin..”

“aku ada janji bersama Teukie oppa..,jadi aku tak langsung pulang..sudah ya..dahh..”ucapku berlalu dihadapannya dan melambaikan tanganku..

“Yyak aissh..”kudengar dia masih mendengus pelan..

***

Aku melihat jam yang melekat di tanganku,,waktu menunjukan 04.40 pm,,wah sepertinya aku datang lebih awal,,tapi tak apa mungkin saja Teukie oppa juga muncul sebentar lagi.. pikirku optimis

‘Seoul Lotte World’ aku mendongkak melihat nama yang tertera di depannku,, Kyyaaa~ sungguh tidak sabar untuk menaiki semua wahana yang ada didalam,,terlebih aku memang suka pergi ke Taman Hiburan..

-Leeteuk pov-

@SM Office

Aku segera berlari menuju parkiran di lantai paling dasar,,hingga satu suara mengentikan langkahku..

“Teuk-shi.. apakah kau sudah membaca naskahnya??”tanya seorang staf disana yang setengah berlari menghampiriku..

“naskah apa?”ucapku bingung,,dan kembali melihat layar handphone ku yang memperlihatkan waktu 05.16pm.. aissh aku pasti terlambat ..

“Naskah yang ku berikan pada Hyung manager.. aku sudah memberitahunya bahwa kau harus menjadi MC pengganti di acara yang tidak bisa dihadiri Eunhyuk dan Shindong.. apa ia tidak memberitahumu?””ucapnya tergesa gesa sambil mencoba mengatur nafas..

“apa? Kenapa harus aku?”ucapku tak terima..

“sudahlah Teuk-shi tak ada yang bisa menggantikan mereka selain dirimu.. aku mohon ,,acara ini sangat penting..”katanya sedikit memelas..

“tapi aku ada janji..”kataku mengelak..

“acaranya hanya dua jam saja..aku mohon.. sebelum acara berakhir,,ku pastikan kau sudah bisa pergi..”ia meyakinkanku

Aku terdiam beberapa saat,,kulihat lagi layar di handphoneku,,05.21pm.. aku sudah terlambat,,lebih baik kusuruh Nana pulang saja..mungkin mengajaknya ke Taman Hiburan bisa kulakukan lain kali..

“baiklah..”ucapku lesu,,staf itu langsung memegang pundaku dan menyodorkan ku naskah yang harus ku pelajari.. sesekali ku lihat keluar gedung..sore ini begitu gelap seperti akan turun hujan..aku harus menghubunginya.. angguku yakin..

“Hyung tunggu dulu,,aku harus menghubungi seseorang..”pintaku sedikit menjauhinya sambil menunjukan ponselku..

“baiklah,,jangan lama lama,,aku akan menunggumu di ruang ganti..”

“yye..”kataku langsung berbalik dan memijit angka satu di ponselku..

Ttutt,,tttutt.. ‘aku mohon angkat telfonnya’..aku menggigit jariku cemas, takut mendengar Nana kecewa karena aku membatalkan kencan kami..

“yeoboseyo..”sahut suara disebrang..

“Jagii..mian aku ti…” ttutt ttutt..telponnya terputus,,

“kenapa?”ucapku heran dan kembali meneka tombol 1 mencoba menghubunginya lagi..

‘maaf nomor yang anda hubungi…’ segera kumatikan panggilannya.. kenapa langsung tidak aktif? Dengusku kesal.. apa ia marah? Aishh.. aku mengacak acak rambutku dan berlari ke ruang ganti..

-Nana pov-

Drrt Drtt Hp ku bergetar.. kurogoh jaketku dan kulihat LDR ponselku..ternyata dari Teukie oppa.. segera ku tekan tombol accept..

“yeoboseyo..”ucapku mulai menyapa

“Jagii..mian aku ti…” ttutt ttutt..telponnya terputus,,

“yeoboseyo..yeo..”aku melihat ponselku ternyata Lowbat..

“kenapa aku lupa men-cash ponsel ku.. Pabo..pabo”aku memukul mukul benda itu ke keningku..

***

3 jam berdiri disini rasanya pegal juga.. aku melihat ke sekelilingku.. tak jauh dari posisiku berdiri aku melihat ada sebuah kursi taman.. aku menghampirinya dengan kaki yang mulai kesemutan.. aku langsung merebahkan kakiku setelah duduk diatasnya..

“ah pegal sekali..”keluhku sambil memukul mukul kakiku dengan kepalan tanganku..

“Oppa kau dimana??” aku mendongkakkan kepalaku ke atas langit yang sekarang sudah berwarna gelap sepenuhnya..tak terasa air mataku mulai menetes.. aku tak tau tapi menunggu Oppa selama ini mulai merubah suasana hatiku..

“apakah kau kedinginan?”tanya seseorang membuyarkan lamunanku..aku segera melihat ke sumber suara.. Namja itu..berdiri dihadapanku sambil mengembangkan seyumnya..

“Chunji-ah??”kataku menatapnya dengan ekspreksi kaget..

-Chunji pov-

Sudah 3 jam aku mengamatinya disini,,di dalam mobilku yang ku parkir tak jauh dari posisinya berdiri.. ‘Apakah ia tak lelah terus berdiri seperti itu? Kenapa ia tak pulang saja?’ .. Aishh Teukie Hyung kemana lagi..masa selama ini membuatnya menunggu begitu.. jika aku jadi dia tak akan ku biarkan Nana menungguku untuk sedetik pun..gumamku dalam hati.

Akhirnya kuputuskan untuk turun dari mobil dan menghampirinya yang sedang mendongkakkan kepalanya ke atas langit..

“kau kenapa bisa berada disini?”ia menunjuku dengan ekspresi polosnya..haha lucu sekali

“emmp.. kau kedinginan?”ucapku mengulangi pertanyaanku dan kini mulai duduk disampingnya.. kulihat wajahnya dari dekat..bibirnya agak membiru sedikit membuatku khawatir..

“ania..tidak sama sekali..”sangkalnya.. tapi tangannya segera merapatkan jaket yang melekat pada tubuhnya..  aku hanya tersenyum melihat tingkanya..

“kalau begitu kau pasti lelah..”kuberanikan diri untuk mengangkat kakinya ke pangkuanku dan mulai memijitnya.. ia berontak melihat aksiku

“yyak..apa yang kau lakukan..”ia kelihatan risih dengan perlakuanku..”lihat semua orang memperhatikan kita..,,turunkan kakiku..”katanya dengan nada mengancam..

Aku segera memperhatikan sekelilingku,,memang semua orang sepertinya sedang melihat kearah kami..tapi aku sudah tak perduli lagi..

“Diamlah,,hanya sebentar dan kakimu akan baik baik saja..”ucapku  tak kalah keras dari ucapannya tadi.. ia sangat terkejut dan menjadi diam..

“nah seperti ini.. bagus.. kan tidak sakit..”ucapku sambil terus memijit kakinya,,sekarang kakinya mulai melemas tak kaku seperti saat pertama kunaikan..

“dasar aneh..”ucapnya hampir tak terdengar..”apa yang kau katakan?” aku menoleh ke arahnya..

“ah anio,,aku tak mengatakan apapun..”,,jelas jelas aku mendengarnya..

-Nana pov-

“apakah sejak tadi kau menungguku?”ucapku ragu dan menunduk mencoba melihat muka namja yang berada di depanku..ia menghentikan aktifitas memijat kakiku dan menoleh kearahku..

“tidak..”jawabnya singkat dan kembali memberikan relaksasi pada kaki ku yang pegal..

Aku hanya mengerucutkan bibirku mendengar jawabannya..

-Chunji pov-

‘dasar gadis bodoh,,jika aku mengatakan yang sebenarnya apakah kau akan percaya?’

Tes..tes.. tiba tiba hujan mulai turun..perlahan lalu tiba tiba menjadi besar.. aku segera menarik tangan Nana dan berlari untuk mencari tempat berteduh,,kulihat tak jauh dari kursi taman yang kami duduki ada sebuah box telepon.. aku segera masuk kesana,,walaupun tempatnya agak sempit untuk kami berdua tapi ini lebih baik dari pada menjadi basah kuyup..

Posisi kami sedikit,ah tidak.. tapi sangat dekat dan menjadikan suasan kikuk diantara aku dan dia..ia menghalangi badannya dengan kedua tangan yang ia rapatkan ke depan dadaku.. dan tanpa sadar aku melingkarkan tanganku pada pinggangnya..,aku mengamati keadaan diluar yang sepertinya tak akan berhenti dalam sekejap… saat mataku sedang berkeliling tiba tiba kami beradu pandang..

‘Deg..’

Tuhan..mata ini.. membuatku ingin menjadikannya miliku seutuhnya..

-Nana pov-

Sial,,kenapa turun hujan,,dan parahnya aku terperangkap dalam box telepon bersama namja ini.. ck ck

Tapi.. kenapa hatiku berdebar saat melihatnya..ah darahku berdesir.. dan kenapa aku tak dapat melepaskan pandanganku.. baru kali ini aku menatap mata seorang namja lebih dari 3 menit selain Teukie Oppa.. sial..ada apa denganku..

“Nana,,aku…”ia mulai berucap.. tiba tiba Drrt..drrt kurasakan sakunya bergetar..

Kemudian ia merogohnya dengan susah payah..

“yeoboseyo..,,ah Hyung-ah..”kami menatap satu sama lain saat Chunji mengatakan kata ‘Hyung’,,itu pasti Shiwon Oppa pikirku..

“Ne,,aku sedang diluar terjebak hujan.. Yye?? Tentu saja sendiri memangnya harus dengan siapa..,,ah molasseo,,mungkin akan lama..waeyo hyung-ah??.. pindah? Kemana?,,baiklah.. maaf tidak dapat membantumu berkemas.. Sms kan saja alamat barumu padaku, nanti aku akan mengunjungimu secepatnya.. yye anyeong..”ia menutup flip top ponselnya..

“kau,,kenapa berbohong padanya?”gadis ini mulai membuka mulutnya,,dan menatapku tajam

“bohong?..”ucapku tak mengerti..

“kau bilang sedang sendiri,,jelas-jelas kita berdua terjebak disini..”

“yyak,,kau pikir Shiwon Hyung akan mengerti posisi kita,,dan tak memberitahukan apapun pada Teukie Hyung ha?”hardiku padanya.. ia kemudian tertunduk dan memandang keluar.. Bagus Chunji,,lihat yang kau lakukan..sekarang gadis ini pasti membencimu..

“Mian..”ucapku lirih..

“Ania..kau memang benar,tak seharusnya aku berkata seperti itu padamu.. lagipula aku tak mau membuat Teukie Oppa salah paham dengan semua ini..”ia menatapku dan tersenyum lembut

“bisakah kita keluar sekarang?..sepertinya hujan sudah agak reda..”sambungnya lagi.

“ah? Oh baiklah.. sepertinya sudah reda.”ucapku malas,,entah kenapa aku malah senang terjebak hujan bersamanya..

Kami berdua pun melangkah keluar..memang sedikit gerimis tapi tak apalah..

Aku segera melepas jaket yang ku kenakan untuk melindungi kepala Nana,,ia sempat menolak tapi akhirnya membiarkanku mengenakannya..

“gomawo..”

“nne..cheonman..tunggu disini sebentar aku akan memeblikan Hot Chocolate untuk menghangatkan badan kita..”

“mm..”ia memberikan anggukan persetujuan..

Aku pun berlari meninggalkannya,,mencari kedai coffe terdekat yang kuingat jaraknya hanya beberapa meter saja dari sini..

-Teukie pov-

“Aku pulang..,,eh?..kenapa lampunya masih gelap..”aku tertegun sejenak.. dan akhirnya bergegas menyambar jaketku lagi..

“ia pasti masih menungguku disana..,,bodoh kenapa aku tak menyadarinya..”aku memukul stir mobilku kesal..

***

Aku berlari dan akhirnya menemukan sosok yeoja yang sedang berdidri mengusap usap lengannya karena kedinginan..

“Jaggi-ya..”aku berteriak padanya dari jauh.. untung suasana disini cukup sepi,,

Ia menoleh,,sedikit kaget melihat kedatanganku..

“oppa..”

Aku segera memeluknya..dia sedikit basah..

“mianhae.. jongmal minahae..”aku berbisik lembut ke telinganya..

“oppa.. aku.. Aku kira kau tak akan datang..”suaranya bergetar seperti menahan tangis..

Aku memandangnya,,dan mengecup pipinya lembut..

Nana pov-

Bibir Oppa menempel di pipiku yang dingin..aku hanya membelalakan mataku menerima perlakuannya..

“Uljima..”katanya melepaskan ciuman itu sebentar dan mengecup pipiku lagi..

Aku hanya tersenyum senang mendengar ucapannya.. ini seribu kali lebih baik daripada bersenang senang di Taman ria.. batinku..

“kau kehujanan??”Oppa bertanya padaku tanpa melepaskan pelukannya..

“tidak,,tadi aku sempat berteduh..”aku menggeleng pelan dan membenamkan kepalaku di dadanya..

“Jo-a.. jangan sampai kau sakit jagi-ya..”ia mencium puncak kepalaku..membuatku mempererat pelukanku..

-Chunji Pov-

Prakk.. kujatuhkan kedua minuman yang kubawa.. Didepanku aku melihat pemandangan yang seumur hidup tak ingin aku lihat.. Sesak? Tentu saja,,tiba tiba dadaku terasa berat.. aku segera berbalik dan menjauh dari tempat itu…

-To be Continued-

Enjoy it~

Gomabsumnida 😀 *bow

I’m Not Children Anymore Part 6

Happy Reading 😀

Klek pintu itu terbuka..

“chunji-ah kajja.. hwaa~ nana-shi kenapa..kau…” ia menunjuk ke arahku sambil membesarkan pupil matanya.. aku yang duduk lemas hanya bisa tersenyum,lebih tepatnya senyum yang dipaksakan..

“ahh anio hyung-ah,,tadi di kampus dia pingsan terpaksa aku bawa kesini karena letak rumah kita tak terlalu jauh dari kampus..”chunji mencoba menjelaskan sambil nyengir kuda..

“mwo?? Dia pingsan?? Wae??” sekarang ekspresi shiwon oppa berubah menjadi khawatir..

“molla..”chunji mengangkat bahunya,,”mungkin ia pusing karena belum sarapan..”terusnya..

“aigoo..jadi begitu.. ya sudah.. tapi kau baik baik saja kan?”oppa mulai mendekatiku dan sekarang menunduk melihat keadaanku..

“gwenchana Oppa,, gomawo sudah menghawatirkan ku.. mianhae jika aku merepotkan sebentar lagi aku mau pamit..”ucpku mencoba berdiri..

“andwe..!!”chunji berteriak..

Aku dan shiwon oppa kaget mendengar suaranya..

“yyak dasar pabo,,kau belum makan apapun mau pulang bagaimana?? Memangnya kau masih ada tenaga? Duduklah dan makan sedikit,,lalu minum obat..”katanya sibuk membuka tablet obat yang ia bawa bersama makanan tadi..

Pletak,,shiwon oppa mengadiahi sebuah pukulan kecil di kepala chunji..

“yyak hyung-ah..”ia meringis

“kau yang pabo,,,apakah sikapmu tidak bisa lebih lembut padanya..”kata shiwon oppa..

Aku hanya tersenyum kecil melihat tingkah mereka.. lucu sekali gumamku..

“duduklah nana-shi lalu makan dulu,,setelah itu aku akan mengantarmu”kata shiwon oppa lagi..

“wae??kenapa hyung yang mengantarnya??”chunji terlihat tidak suka

“memangnya kenapa??”jawab kami bersamaan

“anio..”ia hanya tertunduk..

“bagus,,kalau begitu .. aku akan menghubungi teukie hyung dan mengatakan bahwa kau sedang berada disini..”shiwon oppa hendak mengeluarkan ponselnya dan memijit beberapa angka yang ia hapal diluar kepala..

“andwe oppa.. aku tak mau membuat teukie oppa khawatir..jangan mengatakan apapun padanya..aku mohon..”kataku sedikit memelas..

“ya sudah terserah kau saja..”

“sekarang buka mulutmu aaa..”chunji hendak menyuapkan bubur kepadaku dan menyuruhku membuka mulut..aku langsung kaget atas perlakuannya,, apakah ini halusinasiku yang sedang lemas atau dia memang sudah gila..

“aku makan sendiri saja”rebutku membawa sendok yang ia pegang, kini kualihkan nampannya ke pangkuanku..

“cih..dasar kau ini..”ia mengumpat kesal.. shiwon oppa hanya terlihat bingung melihat kami..

“chunji ayo keluar sebentar ada yang ingin aku bicarakan”Shiwon oppa melangkah keluar dari kamar chunji..

“nde hyung-ah”chunji juga bangkit dan mengikuti kakaknya..kukira ia akan langsung pergi..tak kusangka ia berbalik secara tiba tiba membuatku sedikit terkejut..

“habiskan makananmu!!..seumur hidupku baru pertama kalinya aku membuat bubur seperti itu untuk seorang yeoja,,”katanya sedikit mengancam,,kemudian ia melongos pergi..

Mwo?? Aku hampir tersedak.. dia yang membuatkan bubur untuku?,, hari ini sikapnya sungguh aneh dari pertama menjemputku sampai membuatkan bubur padaku,,sikapnya sungguh aneh.. tak seperti pertama kali aku melihatnya yang selalu menunjukan sikap angkuhnya,,hari ini ia begitu kekanakan.. aku tak tau,,ash mungkin hanya perasaanku saja..mungkin semua ini hanya karena ia merasa bersalah karena telah merebut rotiku tadi pagi.. huffft.. -_-‘

***

Shiwon oppa mengantarku pulang dari rumahnya,,aku menoleh padanya, raut mukanya yang kalem membuatku heran kenapa ia bisa mempunyai dongsaeng seperti chunji yang sangat menyebalkan..

“nana-shi neo gwenchana??”tak kusangka oppa menoleh juga padaku,aku jadi kaget.. kuingat kejadian bersama chunji tadi pagi membuatku tersenyum sendiri..mereka berdua mirip, selalu menyadari jika seseorang sedang memperhatikan mereka.. (yaiyalah orang di mobil cuman berdua,author sarap..LOL)

“n..nde oppa..”aku tersenyum menjawab pertanyaannya

“mm..”ia mengangguk pelan dan kembali memperhatikan jalan

“oo iya..  sepertinya..”shiwon oppa berhenti lama dan tak melanjutkan kalimatnya..

“sepertinya apa oppa??”kataku penasaran

“ah…andwe tidak apa-apa,,lupakanlah..”ia terus mengemudi..

Aku menautkan kedua alisku dan kemudian memutuskan untuk berbalik melihat pemandangan kota Seoul dimalam hari yang tak pernah sepi.. tiba tiba Hp di tasku bergetar , aku segera membukanya,,kulihat 23 missed call dan 17 pesan yang semuanya dari Teukie Oppa.. isi pesannya bernada sama yaitu..

From : Teukie Oppa

`jagiiya~ kau dimana?? Kenapa belum pulang??..kau tak menjawab telfonku,,bahkan tak satupun sms ku yang kau balas..kau tahu aku menghawatirkanmu.. jebal segera hubungi oppa setelah kau melihat pesan ini..’

Saranghae~

Aigoo~ aku lupa tak men-check ponselku dari tadi,,mian oppa sebentar lagi aku sampai..gumamku dalam hati..

Akhirnya kami sampai di depan apartemenku.. oppa membuka pintu mobil dan memegang tanganku untuk turun..

“gomawo Oppa”kataku sambil menunduk

“nne chonman,,jangan sungkan.. o iya perlu oppa antar ke dalam?”

“ah.. oppa gomawo jongmal gomawo tapi aku tak mau membuat teukie oppa khawatir jika mengetahui keadaanku.. jebal rahasiakan ini ya oppa..”hari ini 2 kali aku memelas padanya, aku juga merapatkan kedua tanganku dan menempelkannya di daguku..

“nne.. aku akan merahasiakannya” oppa tersenyum,,membuatku bernafas lega,,

“gomawo,,sekali lagi gomawo oppa”kataku sambil menunduk beberapa kali dan pergi meninggalkannya..

-Shiwon pov-

“sepertinya.. adiku menyukaimu..”aku berkata pelan sambil melihat punggung yeoja yang aku antar dan sekarang sosoknya semakin mengecil..

Aku bergegas menaiki mobilku dan pulang.. aku harus bicara pada bocah itu.. gumamku dalam hati..

“hyung.. kau sudah pulang,, bagaimana keadaan Nana??”chunji memegang pundaku dan menggoyang goyangkannya..

“Cih,, aku lapar siapkan makanan untuku..” aku melemparkan kunci mobilku ke atas meja..

“nne,,tapi setelah itu kau harus menjawab pertanyaanku..” dia beranjak meninggalkanku dengan muka berseri-seri.. aissh bocah ini akan membuatku gila,,sudah kuduga.. dia memang menyukai yeoja itu.. bagaimana aku menjelaskannya pada teukie hyung.. arrrgghh

“hyung ayo ceritakan..”ia kembali memaksaku

“memangnya apa yang bisa aku ceritakan..”ucapku kesal sambil meyeruput sup buatannya..dia memang tak pandai memasak tapi semua masakannya memang tak buruk juga..

“apakah teukie hyung bertanya sesuatu padamu?,,apakah Nana baik baik saja?”ia sangat antusias sekarang

“molla,,aku tak mengantarnya sampai rumah,,dan Nana seperti yang terakhir kau lihat dia baik baik saja.. puas?”aku menatapnya

“waeyo?? Bagaimana jika sesuatu terjadi padanya.. kenapa kau tak memastikannya terlebih dahulu? Kau ceroboh hyung..”dia tertunduk kesal

“yyak.. kau menyukainya kan?”aku langsung bertanya padanya

“puahh.. “ia memuntahkan makanannya yang baru saja masuk..” andwee,, mana mungkin aku menyukai yeoja pabo seperti dia,,cih..”dia menyangkal dengan ekspresi panik

“yiakss.. jorok sekali..”kataku menyingkirkan makananku takut terkena muntahan darinya

“mian hyung-ah,,lagian kau bertanya hal konyol seperti itu..haha” katanya membereskan makanan yang baru ia muntahkan

“yyak,,kau kira aku bodoh hah? Aku adalah hyung mu,,aku tau gelagatmu dari kecil.. sudah jangan menyangkal lagi..”

“hahh.. memangnya terlihat begitu jelas?”katanya memasang tampang dungu..

Pletak,, aku menjitak kepalanya

“appoyo..”ia meringis

“neo micheosso??”aku meninggikan suaraku

“wae??”ia tak kalah sengit dariku

“kau tau kan dia pacar teukie hyung.. apa ka…”kata kata ku terpotong olehnya

“arra .. arra.. tapi aku sudah menyukainya dari pertama kali aku melihatnya,,bahkan aku rela pindah jurusan ke sastra yang aku tak mengerti sama sekali..itu semua aku lakukan hanya demi untuk bisa lebih dekat dengannya.. “ia menjelaskan dengan mata yang tak pernah aku lihat sebelumnya

“jadi itu alasanmu pindah jurusan??,,ck aku kira kau memang tertarik dengan sastra,,ternyata demi seorang yeoja.. kau tau ini salah.. sudah lupakanlah dia,,aku tak mau hubungan kita dengan teukie hyung berubah..”aku mencoba memberi nasihat

“silleo..”ucapnya singkat..

“Neo..”aku membesarkan mataku kearahnya,,

“hyung.. aku tak tau sejak kapan dia resmi memasuki hatiku,,tapi sekarang rasa suka ku telah berubah.. aku mencintainya hyung..mian..”ia beranjak pergi meninggalkanku sendirian di meja makan..

“chunji,, Lee Chunji..”aku berteriak keras berharap ia menghentikan langkahnya,,

Blamm..ia menutup pintu kamarnya keras keras,,

***

-Nana pov-

Aku berada dalam lift sekarang,, lama sekali pikirku.. aku melihat jam di tanganku.. waktu menunjukan sudah 09.25 pm,, ya ampun belum pernah aku pulang malam begini.. pantas Oppa begitu khawatir..

Ting,,akhirnya pintu lift terbuka.. aku melangkah ke luar dan kulihat seorang namja bersandar di dinding kamar dekat pintu apartemenku,,ia sibuk memijit mijit layar touchscreen di Hp nya.. menyadari kehadiranku lantas ia menolehkan kepalanya..

“jagii..”oppa menghampiriku dan langsung memeluku erat..

“oppa.. mian..”

“sebenarnya kau dari mana saja..”oppa melepaskan pelukannya dan menuntunku memasuki apartemen kami..

“mm,,itu tadi aku mengerjakan tugas bersama chunji.. karena keasyikan mengerjakan tugas aku jadi lupa waktu dan lupa menghubungimu juga..”aku mencoba meyakinkannya dengan seyumanku..

“jinjja?? Kenapa bisa lupa seperti itu,,kau tau oppa sangat menghawatirkanmu..”oppa mengelusku pelan

“hehe,,mian oppa..”

“nne,, aku maafkan,,tapi kau kelihatan pucat apakah kau baik baik saja?”

“yye oppa..”jawabku singkat

“Oh iya besok aku mungkin bisa pulang lebih cepat,,bagaimana kalau kita pergi ke suatu tempat”

“oddiseo oppa?”kataku bersemangat

“mmm,,sepertinya semenjak kau datang kesini aku belum pernah ku ajak ke taman hiburan ya,,bagaimana jika kita kesana?”oppa mengangkat ke dua alisnya.

“kyaa~,,neomu jo-a.. kajja..”aku melebarkan senyumku

“Keurom kalau begitu kita janjian disana saja ya.. mm,,bagaimana jika jam 5 sore?”

“Ok..! “aku memberikan wink dan membuat lingakan kecil dengan telunjuk dan ibu jariku..

***

-Chunji pov-

Sial..sial,,aku mengacak acak rambutku.. kuhempaskan tubuhku ke kasur..

“Hah.. kenapa Hyung bisa tau…”aku menatap langit langit kamarku..

“tidak,,tidak.. aku tidak akan menyerah hanya karena dia Hyungku.. tekadku sudah bulat..”aku memejamkan mata dan berkata pada diriku sendiri,,

Kini aku memalingkan wajahku ke samping,,kubelai seprai halus yang berada disampingku.. ‘tadi yeoja pabo itu tidur disini’ pikirku..

“Mianhae Hyung.. tapi… aku sungguh sangat mencintainya..”ucapku lirih..

Kulirik jam ditanganku.. 11.02 Pm.. apakah Nana sudah tidur??,,ashh ternyata menyukai seseorang sangat menyiksa juga.. Huh bisa gila aku memikirkan Yeoja itu saja.. kenapa harus dia yang aku sukai?? Aku tau ini salah,karena dia milik orang lain.. tapi aku tak bisa jika tak memikirkannya..Sial !! dia terlalu menarik untuk aku acuhkan,,padahal bagiku yeoja hanya untuk dipermainkan saja,,setidaknya itu yang aku pikirkan sebelum melihatnya.. aku jadi teringat saat pertama kali melihatnya di kampus

**Flasback**

“Hahahaha.. masa?? Tapi dosen kita tak terlihat seperti itu..” kulihat seorang yeoja sedang tertawa riang bersama temannya di hadapanku,, jarak kami memang agak jauh, tapi cukup bagiku untuk melihat raut mukanya dengan jelas.. Senyumnya yang lepas sempat menarik perhatianku.. entahlah kini aku malah asyik memandangnya..

“iya beneran.. masa sih kamu gak percaya..”ucap yeoja disebelahnya mencoba meyakinkan..

Bukkhh.. tiba tiba seorang pria menabraknya dengan kencang dari arah belakang,,membuat mereka berdua jatuh di lantai..

“ya ampun.. Nana-shi kamu baik baik saja??”ucap temannya mencoba menolong yeoja itu untuk berdiri..

“iya,,ga apa apa kok..”katanya mencoba membersihkan debu di bajunya

Tiba tiba pria yang menabraknya tadi malah berlari terus tanpa meminta maaf terlebih dahulu..

“Heii.. dasar tak punya sopan santun !!,, enak aja udah nabrak orang langsung pergi,, Huh” ucap temannya kesal..

“Sudah,, aku ga apa apa kok..”yeoja itu mencoba menenangkan temannya yang kesal

“Hey.. Hati hati ya..”Yeoja itu malah berteriak dan tersenyum ramah pada orang yang menabraknya tadi,,

Hah?? aku sempat tercengang.. kenapa ia tak marah sedikitpun?? Memang gadis yang aneh.. tapi,, kenapa aku malah suka dengan sikapnya..

“Chunji.. kau kenapa??”tiba tiba Changjo menepuk pundaku dan menyadarkanku yang sedari tadi asyik melihat kejadian di depanku..

“aah?? Anio.. mm ngomong ngomong kau tau nggak yeoja itu siapa??”kataku menunjuk Yeoja yang tadi jika tak salah dengar bernama Nana-shi..

“mana?? Oh dia,, namaya Park Nana dia anak Sastra.. kenapa?? Kau suka ya??”Changjo menggodaku..

“kau kenal dengannya?”aku menatapnya heran dan mencoba menghindari pertanyaannya..

“Heh??Fiuh..susah jika punya teman pelupa.. aku kan anak Sastra juga.. dia teman sekelasku..”katanya membenarkan posisi duduknya yang sedari tadi jongkok di atas pembatas di sebelahku..

“Jinjja??”aku memalingkan mukaku padanya

“yye.. dasar kau ini tak berubah,,selalu melupakan hal hal penting disekitarmu.. termasuk aku sahabatmu yang paling keren ini..”ucapnya yakin sambil menaikan kerah kemejanya..

“aisshh.. jadi dia sekelas denganmu? Tapi kenapa aku tak pernah melihatnya disini..”

“mm,, dia hanya mengenal beberapa orang disini,,maklum dia kan pindahan dari Indonesia..”Changjo mencoba menjelaskan..

“jadi begitu..”ucapku mengangguk pelan dan kembali menatap kearah gadis itu yang sekarang menghilang dari pandanganku,, ashh sial gara-gara Changjo pikirku..

“kemana mereka??”aku celigukan..

“Yyak,, kau suka padanya kan…”Changjo mulai menertawaiku..

“bicara apa kau..”ucapku kesal

“tapi sepertinya kau harus menyerah..”ucap Changjo so serius, membuatku melihat kearah nya lagi..

“kenapa??”ucapku penasaran

“karena dia sudah mempunyai Namjachingu..”

“nugu?? Apakah pacarnya juga kuliah disini??..”aku semakin menatap Changjo lekat..

“no..no.,.no..”ia meggoyangkan telunjuknya di depan wajahku.. “yang aku tahu pacarnya selalu mengantar dan menjemputnya ke kampus,,aku sempat melihatnya beberapa kali tapi tak terlalu jelas karena namja itu selalu memakai kacamata hitam dan topi putih saat mengantarnya..”

Entah kenapa aku sedikit kesal dengan jawaban yang Changjo berikan..

**Flashback end**

“Namja itu ternyata Teukie Hyung..,,cih ta kusangka dia orangnya.”ucapku tersenyum kecut sambil menarik ujung bibirku…

-To be Continued-

Anyeong riders ^^

sebelumnya author mau minta maaf ni.. nama marga Shiwon aku ganti dari ‘Choi’ jadi ‘Lee’,, jadi aku telat nyadar ni ceritanya.. maaf ya.. 😀

maklum masi banyak belajar.. 

jika ada (kritik dan saran) silahkan utarakan sejujur mungkin..hehe^^

Gomabsumnida *bow

I’m Not Children Anymore Part 5

Preview chapt before::

Kami bersenda gurau bersama.. mereka sungguh orang yang ramah dan tulus,, terbukti mereka meminta maaf sambil menundukan kepala tanda penyesalan.. aku jadi semakin tidak enak.. tapi ya sudahlah yang penting sekarang masalah teukie oppa sudah dapat dia atasi.. manager Suju pun memakluminya.. walaupun katanya teukie oppa harus lebih berhati-hati terhadap pers.. semuanya berjalan lancar hingga shiwon oppa mengatakan sesuatu yang membuatku menjadi mengingat kehadiran namja sombong itu.. 

Part 5

“oh iya.. aku belum memperkenalkan seseorang padamu.. ini Lee Chunji adik kandungku” kata shiwon oppa menepuk pundak namja di sebelahnya.. untungnya posisi kami bersebrangan dan agak jauh.. aku hampir tersedak dengan ucapan shiwon oppa.. namun kucoba untuk menahannya.. aku kaget ternyata namja sombong itu adiknya shiwon oppa.. tapi aku berusaha tenang dengan situsasi ini..

“ndde.. aku sudah tau.. kami…”tiba tiba ucapanku dipotong oleh suara yang paling aku benci..

“kami teman sekelas di kampus.. bahkan dalam satu tugas kelompok kami dipasangkan bersama.. iya kan park nana-shi?”ucapnya tersenyum meyakinkan.. dasar bocah menyebalkan.. apa maksudnya dengan kata ‘dipasangkan?’,,kalau boleh menolak aku tak mau berpartner dengan mu,, aku tersenyum sambil membesarkan bola mataku padanya.. Cih apa-apaan ini.. bukannya shiwon oppa adalah member Suju yang paling dekenal dengan attitude nya yang paling baik.. kenapa bisa mempunyai adik seperti dia.. sungguh berbanding 180 derajat..

“jinjja?? Jadi kalian sudah saling kenal?”kata shiwon oppa..

“nde.. tapi aku belum tahu kalau dia adalah adik oppa..”ucapku pelan..

“kenapa kau tidak bilang dari tadi jagii.. syukurlah kalau kalian satu kampus,, aku jadi tidak khawatir lagi denganmu.. mulai sekarang aku akan meminta bantuan dongsaengku chunji-ah untuk membantu dan menjagamu di kampus..”oppa mengelus kepalaku lembut sambil tersenyum.. “kau tidak keberatan kan?”oppa bertanya pada namja sombong(sebenarnya cuman sama aku aja soalnya sikapnya pada orang lain ramah kok.. hush kok jadi curcol gini) itu..

“dengan senang hati hyung-ah”dia tersenyum simpul sambil melirik ke arahku.. Cih aku muak melihat tingkahnya yang pura pura alim di hadapan kami semua.. padahal tadi siang dia baru saja mencampakan seorang yeoja.. dasar muka dua batinku kesal..

“oppa aku baik baik saja,, aku bisa menjaga diriku sendiri..”

“wae nana-shi?? Kita teman sekelas sudah seharusnya kita saling membantu kan? Lagi pula kau adalah pacar temannya hyungku.. aku tidak keberatan sama sekali jika harus membantumu kapanpun kau butuh bantuan..”dia bicara panjang lebar..

“mm keurrom..kalau begitu aku tidak akan sungkan..”aku membalas tingkahnya yang menjengkelkan,, walaupun dalam hati aku agak takut dengan sikapnya,,

“baiklah,, rasanya kita seperti mempunyai satu lagi anggota(keluarga) baru.. mari kita bersulang untuk merayakannya..”ucap hangeng oppa membuat suasana menjadi ramai kembali..

“cheers”semua orang bersulang..

***

“kami pulang dulu hyung-ah.. terima kasih sudah menjamu kami malam ini..”ucap shiwon oppa..

“iya hyung-ah terima kasih”chunji-shi ikut ikutan

“yyak.. jangan sungkan kemarilah kapanpun kalian mau..”oppa berjalan mengantarkan mereka ke depan pintu..

“anyeong hyung.. anyeong nana-shi..”kata para member

“anyeong”kata kami berdua membalas salam perpisahan mereka..

Oppa menutup pintu apartemen kami.. aku langsung menuju sofa dan merebahkan badanku yang kaku diatasnya.. untung saja tadi para member melakukan beberapa game jadi yang kalah harus membersihkan peralatan makan malam dan itu berarti aku dan teukie oppa bebas tugas mencuci piring..

“hhahhh..”ucapku lelah..

“jagii.. kau pasti capek.. istirahatlah..”oppa mengahampiriku dan kini duduk di sampingku..

“anii oppa.. hari ini sangat menyenangkan.. Oppa-oppa suju sangat baik dan ramah..”aku tersenyum manis pada teukie oppa..

“ndee.. mereka adalah oppa barumu.. jangan sungkan untuk meminta bantuan..”

“ndde..”aku mengangguk

“ngomong-ngomong.. kau dan chunji sekelompok dalam tugas apa??”oppa tiba tiba membicarakan orang yang tak mau aku bicarakan..

“mm?? oh itu.. kebetulan seunghyon seonsangnim menugaskan kami membuat rangkuman tentang sastra modern..” aku dan chunji-shi memang masuk fakultas sastra korea.. aku sempat heran kenapa dia mengambil jurusan itu.. padahal dia kan orang pribumi..  dan lagi dia murid baru di fakultasku..kudengar sebelumnya dia mengambil jurusan Arsitektur..

“mm begitu ya.. dia tampan kan??”oppa melirik kepadaku..

“mwo?? Aku tidak akan berpaling darimu..”aku merangkul tangan oppa dan bersandar padanya..

“arra.. tapi kelihatannya dia sedikit tertarik padamu..”oppa menghela nafas pelan

“aisshh oppa.. jongmal.. jangan membicarakan dia lagi.. itu membuatku tidak nyaman..”aku melepaskan tangan ku dari lengannya..

“mian.. aku tidak akan membicarakan dia lagi..hehe,,jangan cemberut seperti itu,,jelek sekali.”oppa menatapku dengan senyuman khasnya..

“kalau begitu kita tidur,,aku sudah lelah..”aku beranjak dari tempat duduku..

“ahh,,jadi sekarang kau mau Oppa tidur bersamamu??”oppa mengerlingkan matanya nakal..

“mwo??andwe.. aku tidur ya opppa.. jaljja..”aku berlari meninggalkannya sendiri.. dasar oppa senang sekali membuatku salah tingkah..

“nde,,jaljja jagi-ya..”

***

Hari ini oppa berangkat pagi sekali,, kulihat dia hanya meninggalkan sepucuk kertas diatas meja makan bertuliskan ‘mian jagiyya oppa berangkat pagi sekali.. Oppa sudah siapkan sarapan untukmu.. dan mmm.. oppa meminta seseorang untuk mengantarmu ke kampus.. sempai bertemu nanti siang,,muacch *.*’.. aku hanya tersenyum lebar melihat memonya.. kulihat segelas jus dan roti berselai strawberry kesukaanku sudah tersedia di atas meja.. Oppa memang perhatian.. ku ambil roti itu dan ku gigit ujungnya sedikit sambil kembali membaca memo yang ditulis Teukie oppa untuku.. tiba-tiba bel apartementku berbunyi.. ku hampiri pintu sambil terus menggigit roti yang sedari tadi tak ku lepaskan, kubuka pintu dan aku terperanga melihat chunji-shi yang berada di depan pintu..

“pagii..”ucapnya memamerkan senyumnya.. aku spontan membuka mulutku karena kaget akan kehadirannya..  ya ampun kenapa dia selalu datang di saat aku tak mau melihatnya pikirku,,rotiku terlepas dari gigitanku dan dengan sigap chunji-shi menangkapnya..

“aishh..kenapa kau membuang makanan.. kalau tidak mau aku yang makan..”ucapnya sambil meninggalkanku yang terheran heran di depan pintu..

“hyung sudah berangkat ya..”katanya tak jelas karena memakan rotiku.. aku ingin sekali marah tapi ku tahan emosiku.. aku tak mau pagi ini dirusak olehnya, lagi pula aku malas bertengkar dengannya..

“yyak,,apakah kau tak tau sopan santun hah??kau..”aku membuang nafas keras sambil memalingkan mukaku..

“sudahlah.. lagipula apa yang kau lakukan disini?”aku yang kesal sekarang bertolak pinggang dan menunggu penjelasannya..

“aku mau berangkat bersamamu ke kampus.. teukie hyung yang memintaku untuk menjemputmu.. apa dia tak mengatakannya padamu?”sekarang senyum liciknya terlihat kembali..

“mworago??Oppa yang memintamu menjemputku?”aku berusaha mencerna ucapannya barusan.. ash oppa mengapa kau suruh namja ini yang mengantarku.. lebih baik jika aku berangkat sendiri daripada harus berangkat bersamanya..

“nde.. sudahlah bukannya sekarang kita ada tugas yang harus dikumpulkan.. apa kau tak mengingatnya? Lebih baik kau ikut bersamaku dan kita kerjakan tugasnya.. bagaimana??” sekarang ia mulai berjalan mendekatiku..

Aku menjaga jarak dengannya.. dia maju satu langkah dan aku mundur satu langkah.. ashh mau apa dia.. aku hampir jatuh karena berjalan mundur.. Sial.. tuhan kenapa kau biarkan mahluk menyebalkan ini menggangguku..gerutuku dalam hati..

“Sudah cukup..baiklah mari kita berangkat sekarang..”aku menjulurkan satu tanganku ke arahnya membuat tanda ‘stop’ dengan lima jariku..

“jo-a..”dia kembali menyeringai.. Hahh aku benci melihat senyum itu..

Aku membawa tasku dan mempersilahkannya keluar terlebih dahulu.. aku mengunci pintu apartemenku dan dia membukakan pintu lift yang berada di sebelahnya..

Kami masuk kedalamnya dan dia menatapku sambil terus tersenyum kecil..entah apa yang ia pikirkan tapi aku berusaha  tak menghiraukannya…

“masuklah..”chunji-shi membuka pintu mobilnya dan mempersilahkanku masuk… aku tak menatapnya dan langsung masuk ke dalam mobil berwarna silver itu..

“mm..sekarang kita mau kemana?”dia memualai percakapan diantara kami yang sedari tadi sibuk dengan pikiran masing-masing..

“nde? Tentu saja ke kampus..”ucapku sinis..

“cih.. kau galak sekali..lihat dirimu sudah galak,tak tau terima kasih.. dan bisa bisanya teukie hyung menjadikanmu sebagai pacarnya..”ia menoleh kearahku dan memalingkan mukanya..

“mworago??” sekarang aku kehabisan kesabaran.. “yyak apa maksudmu tak tau terima kasih hah??” ucapku sambil menatapnya tajam..

“waktu itu aku menyelamatkan mu dari keganasan ahjuma yang memakimu..dan sekarang aku berbaik hati menjemputmu ke kampus.. harusnya kau berterima kasih karena aku sering menolongmu..”ucapnya panjang lebar sambil terus menatap jalanan.. kya~ bocah ini menyebalkan sekali.. tapi ucapannya memang benar juga sih..

“aishh.. yyak memangnya aku minta kau tolong apa? Dan sekarang, walaupun teukie oppa yang memintamu menjemputku aku tak sudi tau..”sekarang amarah ku memuncak dan tak dapat ku bendung lagi..

“mmm..”ia hanya bergumam.. apa-apaan ini.. apa sekarang dia mencoba untuk mempermainkanku..cih jangan harap kau bisa melakukannya ucapku dalam hati..

“dan..”ia memulai berkata lagi..

“dan apa..?”aku mulai menyerangnya..

“dan apakah kau sudah puas memandangiku?”ia menoleh ke arahku dan sekarang menatapku.. Ommo..benar juga dari tadi aku tak melepaskan pandanganku darinya..sial..kenapa aku selalu kalah jika melawannya,,

 Aku reflek memalingkan mukaku yang sekarang berubah menjadi merah masam..

“hahaha…  sekarang aku tau alasan teukie oppa menyukaimu..” ia tertawa sejadinya..

“apa..?”ucapku tak berani memandangnya..

“karena kau yeoja paboya~”ucapnya singkat diiringi gelak tawa yang semakin menjadi..

Apa??..hah kubuang nafas keras dan memalingkan mukaku kearah jendela.. kukepalkan kedua tanganku sambil mencoba menghiraukan gelak tawanya yang sedari tadi tak berhenti..

***

Sekarang aku dan Chunji-shi mengerjakan tugas kami di Perpustakaan.. dia duduk di seberang ku. Sementara aku sibuk dengan setumpuk buku tebal yang bau khasnya menusuk hidungku.. dia malah asyik menopang dagu dan hanya memandangiku yang dari tadi merangkum tugas kami berdua..

“yyak apa kau hanya akan diam saja?”ucapku mengehentikan aktivitas menulisku.. sekarang kami beradu pandang.. Deg,,ash aku kenapa.. mengapa aku tak berani menatapnya.. aku langsung menundukan lagi wajahku mencoba mencari kalimat yang tadi aku tandai..

Ia tersenyum.. lalu membawa buku yang sedang aku baca..

“sebenarnya aku tak terlalu mengerti tentang sastra..selama ini aku hanya mengenal gambar dan proyeksi..jadi.. tugas ini aku percayakan padamu..”katanya sambil memnyodorkan kembali buku itu padaku.. Hufft..sudah kuduga dia tak akan banyak membantu.. apa boleh buat dari pada aku tak mendapatkan nilai dari seughyon seongsangnim,,lebih baik aku kerjakan sendiri..

“dasar..pabo..untuk apa kau masuk sastra jika tak tau apapun..”gerutuku pelan..

“mwo?”ucapnya polos..

“ani..anio..”aku menggelangkan kepalaku pelan..

Sudah 2 jam lamanya aku duduk sambil merangkum buku buku tebal ini.. “Akhirnya selesai juga” ucapku sambil menggeliatkan tubuhku..  sekitar 30 menit yang lalu chunj-shi mengeluarkan iPad dan mendengarkan musik dengan earphonenya.. ia memjamkan matanya dan  melipat kedua tangannya di atas meja, menyandarkan kepalanya ke sebelah kiri.. membuatku dapat melihatnya dengan jelas.. wajahnya yang tampan memang tak bisa membohongi mataku untuk tak menatpanya.. aku menopang daguku sejenak dan mulai mengamatinya..saat dia sedang tertidur wajahnya tak menyebalkan sedikitpun ,,tiba tiba alarm dalam otaku berbunyi ‘sadar dia adalah orang paling menyebalkan yang sering menganggumu’ ..aku menggeleng gelengkan kepalaku mencoba membuat diriku sadar dengan apa yang aku pikirkan barusan..

“chunji-shi..”aku mengoyangkan tangannya pelan mencoba membangunkannya.. ia tak bergeming masih pulas.. kali ini aku coba menggoyangkan bahunya..

“mmm..”dia mulai membuka matanya dan menyipitkannya,,mungkin sinar yang datang dari jendela..menyilaukan pandangannya..

“pulas??”kataku sinis sambil membereskan buku dan tasku.. aku berdiri dihadapannya sekarang menunggu ia mengumpulkan rohnya..

“sudah selesai?” ia menggosok gosok matanya pelan.. aigoo imut sekali..hush apaan sih Nana..

“mm..makanya jangan tidur terus..”kataku berlalu meninggalkannya..sedetik lagi aku menatapnya mungkin aku sudah meleleh saat itu juga..

“yyak chakaman..”katanya berdiri megikutiku..

Aku berjalan menuju penjaga perpustakaan dan langsung menyerahkan buku yang aku pinjam..

Chunji-shi hanya mengikutiku dari belakang.. aku menoleh padanya dan menggelangkan kepalaku.. dasar namja tak berguna pikirku..

Kami keluar dari gedung besar itu.. kulihat keadaan agak sepi siang ini.. aku menyusuri koridor menuju pintu keluar yang tak jauh dari tempat aku berdiri..

Akhirnya sampai diluar..aku menuruni tangga dan meninggalkan chunji-shi yang sedari tadi hanya mengikutiku.. apakah dia belum sadar? Pikirku..

“yyak mau apa kau terus mengikutiku?”kali ini aku berhenti dan membalikan badanku tiba tiba..

“memangnya kita sudah selesai?kau mau kemana?pulang?kenapa tidak masuk kelas?”ia mengajukan pertanyaan panjang sepanjang jalan kenangan..maksudku panjang seperti kereta api..

Aku memutar bola mataku.. sepertinya dia memang belum sadar betul..batinku..

“kau lihat ini sudah jam 2 siang, aku tak ada kelas setelah ini..entah denganmu..”kataku sambil menunjukan jam tanganku ke arahnya

“kalau begitu aku juga tidak ada kelas..hehe”ia menggaruk kepalanya yang kelihatanya tidak gatal sama sekali..

“lalu? Kenapa kau masih mengikutiku?”

“mm..memangnya kenapa ,tidak boleh? Apa ada tulisan di badanmu ‘dilarang mengikutiku’,,mana? Mana? Tidak ada kan?”

Aku menyiritkan dahiku heran.. ini namja gila..sarap nya kumat kali ya.. aneh banget..

“yyak..kau ini aneh sekali..kita sudah maksudku aku sudah mengerjakan tugas itu,,seakrang aku mau pulang,,”aku meninggikan suaraku sedikit..

“mmm nde,,aku akan mengantarmu pulang..kajja”katanya polos sambil berlalu dari pandanganku

“Aisshh..aku bisa gila”aku bergumam sendiri..

Beberapa meter chunji-shi berjalan didepanku..tapi aku tak bergeming..kurasakan kepalaku agak pusing,kulihat sosok chunji-shi dari arah belakang mulai kabur dari pandanganku..aku memegangi kepala dan perutku yang perih secara bergantian..apa maag ku kambuh? Aku sempat berpikir sejenak..aku baru ingat tadi pagi perutku belum di disi makanan sedikitpun dan sekarang sudah lewat jam makan siang pantas saja rasanya pusing.. aku mulai mual sekarang.. chunji-shi menyadari keberadaanku yang tak ada disampingnya..ia bergegas membalikan badannya dan berteriak ke arahku..

“yyak palli.. sedang apa kau disana?”ucapnya sambil menyiritkan dahinya mencoba menghindari terik nya matahari..

“na silleo..~” tiba tiba semuanya gelap..aku tak sadar lagi..

***

Aku membuka mataku pelan..kepalaku rasanya berat sekali..terlebih rasa perih di perutku tak tertahankan.. kulihat sekelilingku..aku tak mengenali tempat ini..dimana aku?,,aku mencoba bangun dari kasur yang aku tiduri.. ku bangkit dan mendekati meja didepanku yang paling dekat dengan posisiku..

Sebelum kulihat frame coklat yang gambarnya belum jelas,,aku mencoba menelaah seiisi kamar yang ku lihat..nihil.. aku benar benar tidak tahu dimana aku sekarang.. aku mendekati meja itu dan sekarang ku mencoba melihat foto yang kupegang,sedangkan tanganku yang satunya memegangi kepalaku yang rasanya berat.. aku mencoba melihat jelas dengan mataku yang masih agak samar..kulihat 2 namja sedang saling merangkul satu sama lain ..ku dekatkan lagi foto itu ke mukaku..aku masih belum bisa melihat jelas wajah di foto yang kupegang sekarang.. tiba tiba aku terbelalak.. kulihat wajah pertama adalah shiwon oppa tersenyum riang melihatkan lesung pipitnya..dan tentu saja namja disebelahnya adalah chunji-shi,dongsaeng oppa satu satunya.. dia juga tak kalah tampan menampilkan deretan giginya yang rapih.. aku segera menaruh frame itu kasar..mungkin letaknya jadi tak pas dengan posisi awal..sekarang aku mulai panik..apakah ini kamar chunji-shi?..ash kenapa tadi aku pake acara pingsan segala..kataku sambil menggigit bibir bawahku..

Tiba tiba seseorang membuka pintu kamar berwarna putih dihadapanku..aku diam membeku tak dapat bergerak..sampai sesosok namja membawa banyak makanan masuk dan kaget melihatku yang berdiri di hadapannya..

“arghh..”teriaknya kaget..aku juga sedikit tersentak mendengarnya..

“yyak..kau menakutiku..kau sudah sadar?”kata chunji-shi menghampiriku dan sekarang berdiri di depanku..

Aku mendengus pelan..”kalau aku belum sadar mana mungkin sekarang aku berdiri disini..”kataku sisnis dan mengalihkan pandanganku mencoba melihat sekelilingku sekali lagi,,

“issh.. perempuan macam apa kau ini..duduk”katanya memerintahku sambil memberi tanda dengan matanya yang melihat ke arah kasurnya yang besar..

Aku menunjukan ekspresi kesalku padanya..tapi disertai mengindahkan perintahnya..aku duduk dikasur yang tadi aku tiduri dan menatap chunji-shi yang sekarang berada di sampingku..ia berhati hati seakan akan takut menumpahkan makanan dan minuman yang ia pegang..

“Chunji-ah..”terdengar suara namja yang memanggilnya..

“sepertinya itu suara shiwon oppa..”kataku polos

“memang itu suaranya hyung..”katanya sibuk merapikan beberapa makanan yang berantakan..

“aa..”angguku.. lalu dengan cepat kami berdua saling melempar pandangan sambil membesarkan mata kami secara bersamaan.. Ya ampun aku baru sadar aku sedang berada di dalam kamar namja yang notabennya dongsaeng teman namjachingu ku..dan chunji-shi sepertinya berpikiran sama..

“Ommona..”aku membungkam mulutku rapat..

“ottokhae??”sekarang chunji-shi keliatan panik dan memandangku dengan wajah anehnya..

-To be Continued-

Anyeong Riders ^^

Part 5 publish juga..maaf ya kelamaan haha *bow

ok happy rading and comment please ^^

Gomabsumnida~

I’m Not Children Anymore Part 4

Happy Reading 😀

sebelumnya Nna sebagai author tak bertanggug jawab maw minta maaf..*ngaku juga akhirnya*

mungkin ada yang bingung kenapa Nna masih nge post..padahal before uda ada yang baca kalau Nna maw hiatus.. jadi gini.. entah kerasukan jin iprrit mana ataw mungkin panggilan jiwa kali ea (halah GJ,,gila sarrapp,,ngacoo de el el*.. Hehe *plakk ditimpuk readers* Nna koq Gregetan ea liat author laen uda ngepost banyak FF,,sedangkan Nna baru dikit banget..jadi lah ada semangat tak diundang bwat bikin lanjutan FF ini.. ya sekalian manfaatin mood and time eanq pas.. jadi para readers and chingudeul semua mohon dimaklumi ea..heheeh XD.. love u all..

ok,,cekidot denq kebanyakan curcol ni..hihi

***

Assh hari ini aku pulang ke apartemen sendiri tanpa oppa yang biasanya mengantarku.. saat ku telepon ternyata oppa sedang siaran untuk acara radionya ‘Sukira’,, aku jadi tak tega meminta oppa untuk menjemputku.. awalnya oppa bersikeras untuk mengantarku pulang tapi aku beralasan bahwa ada chingu ku yang pulang searah akhirnya oppa mengalah dan menyuruhku untuk berhati-hati..

Sepertinya oppa akan pulang malam pikirku sambil melihat papan schedule oppa yang berada di dekat ruang kerjanya.. hufft jadwalnya penuh sekali.. pasti oppa akan lelah saat pulang ke rumah.. Ahh lebih baik aku memasakan sesuatu untuk menyambutnya pulang tiba tiba ide itu muncul di benaku..

Aku bergegas mengambil dompet di tasku yang terletak tak jauh di tempat aku berdiri… aku melangkahkan kakiku menuju minimarket yang berada di ujung jalan.. ahh itu dia tempatnya.. rasanya sudah lama tak masak enak untuk oppa pikirku..(ya walaupun gak bisa masak)

Saat masuk ke dalam minimarket itu aku melihat seorang namja yang sedang duduk merangkul seorang wanita di sebelahnya.. sepertinya aku mengenalinya.. ku pandangi namja itu dari atas sampai bawah.. ya memang tak salah lagi itu Chunji-shi partnerku dalam tugas salah satu mata kuliah di kampusku.. hah malasnya kalau dia sampai melihatku.. dia si cowok sombong nan angkuh.. na silleo..

Sebelum dia menyadari keberadaanku, aku langsung menaruh dompet yang ku pegang melindungi wajahku.. berharap ia tak mengenaliku.. kulirik dia sesaat.. sepertinya dia belum sadar atas keberadaanku.. karena fokus melihatnya aku tak menyadari bahwa saat ini aku sudah menabrak seorang ahjuma yang sekarang mulai memakiku kesal.. sontak semua pengunjung yang ada disana kini mulai melihat ke arah kami berdua.. termasuk chunji-shi yang juga ikut-ikutan berdiri untuk melihat keadaan tersebut..

“Ya dasar kau tak punya mata.. kenapa kau berjalan sambil menengok kesamping bukan kedepan..”bentak Ahjumma itu kesal sambil menunjukku..

“ahh.. ahjummma.. mianhaeyo.. saya tak sengaja.. mohon maafkan saya..”kataku cepat sambil membungkukan badan berkali kali…

“Asshh Jinjja.. anak muda saat ini memang mudah sekali meminta maaf..,,kau tak lihat jika aku terluka?” ahjumma itu menunjukan lengannya yang tak terluka..

“ahh mianheyo.. mianheyo..”aku tak berhenti membungkuk.. aigoo malunya aku di maki seorang ahjumma di tempat umum seperti ini.. apalagi ada namja sombong itu.. dia pasti akan mengejeku setelah ini..

“Ya ahjumma seharusnya anda memaafkannya.. bukan memakinya seperti ini” terdengar suara seorang namja yang sedang membelaku.. aku menoleh ke belakang.. dan ternyata ahh itu chunji-shi.. wae?? Kenapa ia membelaku.. bukannya dia angkuh dan sombong.. ku kira dia ta akan perduli padaku..

“Yyak kau bocah baboya berani membentak orang yang lebih tua darimu hah?”ahjumma itu hendak memukul chunji-shi.. tapi untungnya chunji-shi menangkis tangan si ahjumma sehingga tak mengenai wajahnya.. ia lalu melepaskannya kasar..

“bagaimana kau mau dihormati kalau kau tak menghormati orang lain..!!”sentak chunji-shi kasar..

Sekarang chunji-shi menarik tanganku kasar menyeretku keluar yang masih kaget atas perlakuannya pada ahjumma tadi..

“kajja.. kita pergi dari sini..”

“hah?? Tapi..” aku hanya membungkukan badanku pada ahjumma tadi..

“Yyak kalian beraninya kabur.. yyak dasar.. #$@%^”ahjumma itu tak hentinya memaki kami..

Tiba tiba gadis yang tadi bersama chunji-shi mengikuti kami keluar minimarket itu..

“Oppa bagaimana denganku.. kau tega meninggalkanku sendiri um??”ucap yeoja itu manja sambil merangkul tangan chunji-shi.. aku berusaha melepaskan tanganku.. tapi tak bisa, cengkraman chunji-shi terlalu kuat untuk aku lawan..

“diam jangan bergerak..”bentak nya ke arah ku.. aku hanya menunjukan ekspsresi kesal.. sementara itu ia memalingkan wajahnya lagi pada yeoja yang berada di sebelahnya…

“kau pulanglah.. nanti malam aku akan meneleponmu..”ucapnya sambil memberikan senyuman mautnya.. ahh dasar cowok playboy pikirku dalam hati..

“tapi.. oppa.. mengapa kau membela unni ini di depan ahjumma tadi..” ahh unni?? Jadi dia gadis SMA pikirku menerka nerka..

“apakah dia yeojachingumu?” ucapnya menyipitkan matanya padaku..

“Nde dia yeojachinguku yang selama ini aku ceritakan.. maaf selama ini hanya mempermainkanmu.. saat ini kami sudah baikan.. jadi tak ada alasan lagi bagiku untuk terus bersamamu..” apa? Aku terbelalak dengan ucapannya.. yeojachingu? Siapa?kapan? aku hanya milik teukie oppa tau.. batinku kesal..

“mwo oppa?? Kau tega sekali padaku..”ucap yeoja itu menutup wajahya dengan kedua tangannya sambil mulai menangis hebat..

“Kajja.. jagiya..”chunji-shi mulai meyeretku lagi sambil meninggalkan yeoja tadi.. apa sekarang dia memanggilku jagii?? Dasar cowok gila pekiku dalam hati..

Setelah agak jauh dari tempat yeoja tadi.. aku mulai melakukan aksi perlawananku.. aku berhenti.. membuatnya ikut berhenti..

“Neo.. micheosseo?? Lepaskan aku sekarang juga”bentaku kasar..

“wae? Bukannya kau juga senang aku akui sebagai yeojaku?” ucapnya sambil tertawa sisnis.. wahh sepertinya namja satu ini selain gila juga tak punya malu.. pikirku..

“mworago?? Ashh jinjja..”kataku kesal sambil menggigit biwir bawahku..

“Yyakk.. siapa yang kau anggap yeojamu hah??,, aku sudah mempunyai namjachingu yang berkali kali lebih baik darimu.. jadi sebelum aku berteriak lebih baik kau lepaskan aku sekarang juga..!”ucapku menahan marah.. aku melihat sekelilingku yang saat ini mulai dipenuhi tatapan orang yang melihat kami..

“silleo.. aku tak mau..”ucapnya sambil mendekatkan wajahnya ke wajahku.. Ahh aku tak tahan lagi ku keluarkan tenagaku sekuat mungkin melepaskan cengkraman tangannya dariku.. akhirnya aku terlepas darinya,, tanpa pikir panjang lagi aku langsung berlari meninggalkannya.. yang saat ini hanya tertawa melihat tingkahku.. dasar cowok aneh ucapku..

Ku tutup pintu apartemenku keras-keras… sambil mengatur nafasku yang tak beraturan.. aku takut chunji-shi itu mengikutiku.. setelah mengintip dari lubang di pintu.. aku menghela nafasku lega.. syukurlah namja gila itu tak mengikutiku.. ucapku dalam hati..

Tiba-tiba seseorang ternyata sedang menatapku dari arah ruang tengah sambil terheran-heran..

“Jagii-ya neo gwencahana??”

“Arrggghh…” aku berteriak kaget..

“yya.. neo wae??”

“Op..op..Oppa kapan kau datang??”tanyaku dengan wajah pucat pasi..

“mm.. oppa mau pulang mengambil barang yang tertinggal.. kau darimana?”oppa mendekatiku sambil menyentuh keningku dan sekarang mulai mengusap keringat yang mengucur dari dahiku..

“apa kau berlari? Kau kenapa?”

“ahh.. anio oppa.. tadi aku hanya kaget karena ada orang aneh yang membuatku takut..”jawabku

“jinjjayo?? Ashh memang orang orang sekarang sangat aneh.. kau harus berhati hati jagiiya..”oppa membalikan badan ke arah dapur dan mengambilkanku segelas air putih..

“minumlah..” aku hanya mengangguk dan langsung meminumnya dalam satu tarikan nafas.. ash rasanya tenang berada disamping oppa..

“jagii.. apakah tidak apa apa Oppa meninggalkanmu??”oppa mulai cemas sekarang..

“keurre,, na gwenchana oppa..”ucapku tak mau membuatnya khawatir,,

“jo-a.. mmm tadi oppa sudah mampir ke mini market di ujung jalan membeli beberapa bahan makanan untuk kita masak nanti malam..”

“mmm..”aku mengangguk sambil berlari melihat barang belanjaan yang oppa simpan di meja makan.. ashh banyak sekali pikirku..

“Oppa kenapa kau belanja sebanyak ini?? Seperti mau mengadakan pesta saja..”ucapku sambil merapikan barang belanjaan yang oppa bawa.

“Ne.. nanti malam kita akan menjamu semua member.. mereka mau megunjungi mu sambil meminta maaf atas kesalah pahaman yang terjadi waktu itu..”

“mmm, mwo??”ucapku kaget..

“mereka mau datang?? Ashh jongmal ottokhae?? Aku harus membersihkan rumah terlebih dahulu.. lalu aku harus memasak enak.. ashh andwe andwe aku kan tidak bisa masak.. ashh oppa jinjja ottokhae..”aku yang panik mulai mundar mandir.. oppa mengentikanku sambil memegang pundakku..

“ya jagii tenanglah.. oppa akan pulang membantumu,,tidak perlu mebersihkan rumah.. lagian rumah ini sudah cukup bersih kok..” kata Oppa sambil melihat ke sekeliling rumah.. memang benar juga sih.. karena hanya kami berdua yang tinggal disini makanya apartemen ini selalu rapi dan bersih..

“benar tidak apa apa?”ucapku memandang oppa..

“keurre.. sudahlah.. lebih baik kau cari resep di internet untuk kita masak.. dan bersiap siaplah..”
Continue reading

%d bloggers like this: