Category Archives: F(X)

Look At Me, Please -part1-

1_¸±±¾

Annyeong ^^

Author kembali setelah lama hiatus wkwkwkk ..

sebelumnya gak pernah nge post ff ..

kali ini seriusan deh ff nya ..

enjoy ya ..

need comment n saran soalnya author habis kena komentar pedes banget .. *curcol*

mian kalo banyak typo n pic nya jelek *autho ga bsa edit foto T.T *

LOOK AT ME PLEASE -PART1- 

“Selamat Pagi Minho seonbaenim” sapa anak perempuan yang berdiri di depan meja Minho dengan muka yang ceria. “Pagi” Minho membalas sapaan anak itu lalu kembali membaca buku tebalnya. Inilah kebiasaan baru Krystal, menyapa kakak kelasnya lalu kembali kekelasnya. “Ah, indahnya pagi ini.” gumam Krystal setelah sampai dikursinya.

 

Mata indahnya yang terbingkai oleh kacamata itu menerawang jauh kea rah luar jendela yang ada disebelah kirinya. Ia sedang membayangkan bagaimana rasanya jika ia bisa lompat kelas dan sekelas dengan anak yang sedang ia sukai itu, tepatnya yang sudah ia sukai sejak lama. Ia pasti bisa memandangi wajah Minho setiap kali bosan pelajaran, atau curi-curi pandang ketika Minho menampakkan wajah seriusnya. Ah, betapa indahnya. Hari-hariku pasti tidak membosankan gumamnya.

 

“Ya! Soojung-ah!” teriakan itu memecahkan balon-balon udara yang mengambang diudara diatas kepalanya. “Ada berita buruk!” ucap suara itu lagi. Krystal membuka matanya lalu menatap sahabatnya dari sekolah dasar itu. “Ada apa lagi ?” Tanya Krystal malas sambil mengeluarkan buku dari dalam tasnya.

“Minho..Minho..” ucap anak itu terputus-putus. “Ada apa dengan Minho, Sulli-ssi?!” nada Krystal berubah menjadi penuh rasa keingin tahuan. “Minho berpacaran dengan Angela, Angela anak pengusaha terkenal itu” akhirnya Sulli sahabatnya itu bisa mengeluarkan kata-kata yang dimaksudnya.

 

“Ah, itu. Aku sudah tahu.” Krystal kembali menyandar pada kursinya. “Bagaimana kau bisa tahu?” Tanya Sulli penasaran. “Berita itu sudah tersebar dimana-mana” Krystal mengeluarkan smartphone terbarunya. “Benarkah tapi berita itu baru heboh di sekolah hari ini” Sulli keheranan lalu memutar duduknya menghadap ke depan.

 

“Selamat pagi, anak-anak” seorang guru memasuki kelas 1-2 yang terkenal nakal itu. “Pagi!” jawab mereka serempak. “Pagi ini kita akan belajar kimia. Segera siapkan buku kalian” setelah berbicara seperti itu guru dengan baju berwarna hijau cerah serta dasi kupu-kupu itu melangkah menuju ke meja belakang dan menghampiri Krystal yang sudah menyiapkan buku-bukunya sebelum pelajaran dimulai.

 

“Kau tetap seperti biasanya Jung Soo Jung” bisik guru itu pelan. “Jangan panggil aku seperti itu guru norak!” desis Krystal. “Ara ara. Jangan seperti itu atau akan aku laporkan pada Ibu mu.” Ancam guru itu. “coba saja kalau berani jungsoo samchon” Krystal segera membuka bukunya lalu membiarkan guru itu tertegun dan kembali ketempat semula.

 

“Hari ini ada pengumuman, akan diadakan seleksi untuk ikut kelas akselerasi. Bagi yang ingin mendaftar segera hubungi saya karena ini sangat terbatas dan sangat jarang diadakan.” Ucapan Jungsoo ‘samchon’ itu membat Krystal mengalihkan pandangannya dari buku dihadapannya menjadi tatapan tidak percaya yang dilayangkannya kepada guru yang juga samchonnya itu. Dengan begini aku punya kesempatan untuk satu kelas dengan Minho.

 

“Samchon!” panggil Krystal begitu melihat seseorang dengan baju berwarna hijau cerah melintas di hadapannya. “Jangan panggil aku samchon aku tidak sudi punya keponakan sepertimu” Jungsoo melirik Krystal. “Jangan begitulah samchon” rengek Krystal sambil mengeluarkan aegyo-nya. “Ada apa?” Jungsoo akhirnya mengikuti langkah Krystal. “Samchon.. ehm, saem, benarkah kali ini akan diadakan tes utnuk aklselerasi?” Tanya Krystal antusias. “Apa kau tidak mendengarku tadi?” Jungsoo menolehkan kepalanya melihat Krystal. “Ani, hanya saja aku tidak percaya” gumam Krystal. “Kalau tidak percaya ya sudah” Jungsoo mempercepat langkahnya menuju ruang guru. Tapi ketika membuka pintu ruang guru Krystal mencegahnya “Aku akan ikut tes itu!”. “Baiklah aku rasa nilai-nilaimu mencukupi syarat untuk mengikuti tes itu.” Jawab Jungsoo pelan. “Jeongmal??” Krystal membelakkan matanya. Jungsoo hanya menanggapinya dengan menganggukan kepala. “Tapi, samchon. Bisakah aku mendapat bocoran soalnya??” Krystal membuat Jungsoo membelalakkan mata lalu menyentil dahi Krystal. “Tidak akan” sahut Jungsoo singkat lalu masuk ke dalam ruang guru.

 

“Soojung-ah!” lagi-lagi Sulli memanggilnya dengan nama itu. “Jangan memanggilku seperti itu. Namaku Krystal” Krystal menatap mata Sulli tajam. “Iya, iya mian” Krystal mulai melangkah menuju kelasnya diikuti Sulli disampingnya. “Kau akan ikut tes itu ?” Tanya Sulli. Krystal hanya menganggukkan kepalanya singkat. “Kalau begitu aku juga akan mengikuti tes itu” ujar Sulli tiba-tiba membuat Krystal berhenti melangkah dan menoleh menatap Sulli tidak percaya. “Benarkah?” Tanya Krystal heran. Selama ini Sulli memang tidak pernah belajar dan tidak berminat untuk ikut akselerasi. “Tentu, karena kau ikut aku juga harus ikut. Aku tidak ingin kita terpisah Soojung-ah.” Sulli memeluk Krystal tapi segera dilepaskan paksa oleh Krystal. “Kau tidak sakitkan?” Krystal menyentuh dahi Sulli. “tentu tidak chingu-ya” Sulli menarik tangan Krystal dari dahinya. “Kalau begitu mulai sekarang kita harus sering belajar bersama” ucap Krystal lalu menggandeng tangan Sulli dan berjalan menuju kelas.

 

“Minho-ya!” seorang wanita berambut pendek menghampiri Minho. “Sudah kubilang. Kau harus memanggilku oppa. Minho oppa” Minho meraih pinggang wanita itu. “Aku akan mengikuti ujian akselerasi itu bersama sahabatku.” Wanita itu tersenyum cerah kepada Minho. “Benarkah?? Kuharap nanti kita akan sekelas” Minho meraih tangan wanita itu dan menciumnya.

 

Ddrrrt..drrtt..

“Siapa itu?” Tanya Minho. “Dari Soojung” wanita itu menjawab sambil menunjukkan layar handphone-nya.

 

“Kemana Sulli ini? Aku kan sudah bilang padanya hari ini jadwalnya untuk belajar bersama” gumam Krystal yang sedang kedinginan di depan coffee shop biasanya. “Soojung-ah!” teriak seorang wanita dari kejauhan. “Sulli-ya! Kenapa lama sekali?? Aku sudah kedinginan dari tadi.” Krystal kemudian menarik tangan Sulli memasuki coffee shop langganan mereka itu.

 

“Darimana saja kau?” Tanya Krystal dengan wajah penuh tanya. “ah, itu.. itu..” Sulli menjawabnya putus-putus membuat Krystal semakin jengkel. “Apa? Kenapa?” Krystal mendesak Sulli untuk segera menjawab pertanyaannya. “Tadi aku baru saja selesai mengantar makanan untuk Ayahku dikantornya hari ini ayahku akan lembur dikantor” jelas Sulli dengan asap yang keluar dari mulutnya.

 

“Jadi bagaimana ini kita akan mulai berlajar dari mana?” Sulli mengeluarkan buku dari dalam tasnya. “Mood belajarku sudah hilang.” Ujar Krystal cemberut. “Bagaimana kalau kita jalan-jalan saja??” raut wajah Krystak mendadak bersemangat. “Baiklah” Sulli kemudian memasukkan kembali buku-bukunya kedalam tas lalu berdiri sambil memegang kopinya.

 

Mereka memutuskan untuk pergi ke Myeongdeong melihat barang-barang terbaru yang belum mereka miliki. “Soojung-ah, ini bagaimana?” Tanya Sulli menunjukkan baju yang dicobanya. “Kau terlihat sangat lucu Sulli-ya.” Ucap Krystal lalu tertawa sambil memandangi Sulli yang mengenakan coat warna merah kebesaran yang panjangnya melebihi lututnya. “Benarkah?” Tanya Sulli lagi. Krystal hanya tertawa lalu mengangguk. “Kalau yang ini?” Tanya Sulli tak lama setelah berganti baju yang lain. Krystal menggeleng. “Yang ini?” Sulli mencoba baju yang lainnya. Lagi-lagi Krystal menggeleng.

 

Tak lama kemudian Krystal dan Sulli keluar dari ruang ganti mengenakan baju yang sama. Kemudian mereka saling memandang dan mengangguk serta tertawa. Mereka memutuskan membeli hoodie berwarna biru muda dengan gambar Jerapah ditengahnya. “Lihat ini begitu cute bukan” ujar Krystal sambil menunjuk pada salah satu case yang di jual diseberang toko hoodie. “Iya.” Sulli mengangguk lalu mengambil buah. “Banyak sekali?” Tanya Krystal. “Satu untukmu dan satu untukku” Sulli kemudian membayar dikasir. “Aku saja yang bayar. Sebagai tanda persahabatan kita” Sulli tersenyum ketika Krystal hendak mengeluarkan uang dari dalam dompetnya. “gomawo” Krystal membalas senyum Sulli.

 

“Sulli-ya, aku gugup sekali” Krystal memegang tangan Sulli erat. “Tenanglah, ini juga pertama untukku” Sulli juga memegang tangan Krystal erat. “Kau masih ingat apa yang kita pelajari kemarin?” Tanya Krystal penasaran. “Tentu aku masih ingat. Jangan-jangan kau sudah lupa ya?” Sulli melihat Krystal yang memejamkan mata mencoba mengingat-ingat pelajaran yang sudah dipelajarinya. “Aku rasa hanya sedikit” Krystal tersenyum pahit.

 

Perhatian-perhatian bagi seluruh peserta ujian akselerasi diharapkan masuk ke ruangannya masing-masing karena ujian akan segera dilaksanakan

 

“Inilah saatnya” batin Krystal. “Hwaiting!” seru Krystal dan Sulli sebelum mereka memasuki kelas masing-masing. Ujian tersebut memakan waktu kurang lebih 3 jam. Menguras otak Krystal dan Sulli lebih dari sebelumnya.

 

“Bagaimana hasil ujianmu?” Tanya Minho merangkul pundak wanita berambut pendek yang ada disebelahnya. “Aku dan sahabatku berhasil lolos” ucapnya sedih. “Lalu apa yang membuatmu sedih?” tanya Minho. “Aku tidak satu kelas denganmu.” Wanita itu menunduk. “Yang sekelas denganmu justru sahabatku”tambahnya. Minho menarik kepala wanita itu dan menaruhnya di pundaknya. “Tenanglah kita masih bisa bertemu kan” Minho berusaha memperbaiki hati wanita yang ada disebelahnya itu.

 

“Soojung-ah! Selamat kau satu kelas dengan Minho oppa” Sulli member selamat kepada Krystal yang sedari tadi tersenyum menatap lantai. “Gomawo Sulli-ah. Tapi aku sedih.” Ucap Krystal pelan. “Kenapa? Bukannya itu keinginanmu ya?” Sulli menatap tak percaya. “Aku tak sekelas denganmu.” Krystal menatap Sulli sedih. “Tenanglah, aku akan sering kekelasmu” ujar Sulli tersenyum. Krystal mengangguk. “Atau kita bertukar kelas saja ?” Tanya Sulli. “Sirheo” jawaban Krystal membuat Sulli terkekeh.

 

Trringg..triinngg..

 

“Sudah bel rupanya masuklah ke kelasmu dan bertemu pangeranmu itu. Hahaha.. ” Sulli mendorong Krystal kedepan pintu kelasnya lalu berlari menuju kelasnya sendiri.

 

“Selamat pagi anak-anak!” sapa Jungsoo ramah begitu memasuki kelas 2-2. “Pagi ini kita kedatangan teman baru. Sebenarnya bukan baru sih, hanya saja dia adalah adik kelas kalian yang lulus ujian akselerasi” Jungsoo melanjutkan. “Masuklah.” Krystal melangkah masuk ke kelas barunya dengan perasaan ragu. Bagaimanapun juga ia adalah junior. “Annyeonghaseyo Krystal-Jung imnida” Krystal membungkuk 90 derajat lalu disambut tepuk tangan serta siulan ringan dari seluruh penjuru kelas. “Sudah-sudah jangan ramai. Krystal duduklah disebelah Baekhyun.” Ujar Jungsoo sabar lalu membiarkan Krystal duduk disebelah BaekHyun. “Annyeong!” sapa Baekhyun ramah. “Annyeonghaseyo seonbaenim” sahut Krystal penuh kesopanan. “Tidak usah terlalu sopan. Bukankah kita sering bertemu. Kau kan yang sering kemari untuk member ucapan selamat pagi kepada Minho kan?” Tanya Baekhyun langsung. Krystal hanya mengangguk “ne”. Lalu Krystal menoleh kearah depan sebelah kanan, terlihat Minho yang sedang memperhatikan pelajaran dengan wajah yang serius. Ini adalah apa yang diinginkan Krystal sejak lama satu kelas dengan Minho, cowok idealnya itu. “Jangan melihatinya terus nanti dia terasa. Dia itu orangnya sangat peka.” Ujar Baekhyun pelan yang membuat Krystal langsung mengalihkan pandangannya kepada Jungsoo yang sedang mengajar didepan. Jungsoo yang melihat tingkah laku Krystal hanya menggelengkan kepalanya.

 

“Soojung-ah!” kali ini Sulli berteriak dari pintu belakang kelas barunya itu. Krystal langsung menoleh dan menyuruh Sulli masuk. “Mwohae?” Tanya Krystal. “Aku ingin tahu kelas barumu Soojung-ssi.” Sulli berkata lalu melihat seisi kelas itu. “Mana Minho oppa?” Tanya Sulli penasaran. Krystal hanya menggelengkan kepalanya kearah Minho yang berdiri di depan pintu kelas. Sulli berdiri dibelakang Krystal lalu berbisik “lihatlah betapa kerennya Minho oppa. OMO! Dia sangat keren kau tahu”. Krystal kembali memandangi Minho dan teman-temannya yang sedang bergurau sambil tersenyum. Tak lama kemudian mungkin karena merasa dipandangi Minho memutar tubuhnya menghadap Krystal yang sedang tersenyum sendiri. Minho ikut tersenyum. Sangat tampan! Ia pasti sedang tersenyum kepadaku. Batin Krystal. Tapi tanpa Krystal sadari. Sulli juga ikut tersenyum kepada Minho.

TBC~

Jangan lupa di tunggu comment + sarannya ..

Gomawo ^^

 

Fatale History (Part 15)

Fatale History (Part-15)

Author: Shim Min Ra.

Rating:PG-15.

Genre(s):Angst, Romance, Tragedy, School Life, Friendship, Drama.

Length:Series.

Main Cast:Kim Ki Bum (Super Junior), Song Seung Hyun (FT. Island), Shim Min Ra (Original Character).

Supporting Cast:Lee Ji Eun (IU), Lee Dong Hae (Super Junior), Jung Soo Jung (Krystal Jung’s F(X)), Cho Kyu Hyun (Super Junior), Jung Yong Hwa (CN Blue), Lee Sung Min (Super Junior), Lee Na Young.

-Author’s POV-

Sungmin menarik napas panjang setelah ia memasuki kamarnya. Ia buru-buru mengunci pintu sebelum Kyuhyun menemukan dirinya dan mencurigainya karena ia telah menghilang dari pesta begitu saja. Tetapi ketika ia hendak memutar tubuhnya dan berjalan menuju tempat tidur, sepasang matanya menangkap sosok bayangan seorang namja yang tengah terbujur di atas ranjang. Menatapnya dengan dingin, nyaris tanpa ekspresi. Sampai-sampai ia tidak bisa menebak apakah namja itu marah padanya atau tidak.

“Kyu…” ujar Sungmin pelan, tidak berani bergerak sedikit pun dari tempatnya berdiri. “Kau membuatku kaget. Bu…bukankah… kau seharusnya masih berada di… pesta?”

Kyuhyun memalingkan tatapannya dari Sungmin, lalu ia menegakkan posisi tubuhnya yang tadi berbaring dan beringsut ke arah sisi ranjang. Kepalanya menunduk, memilih untuk memandang ke arah lantai dan sepatunya sendiri. “Kau tahu… kenapa aku ada di dalam kamarmu?”

“M…mwoya?” tanya Sungmin, berusaha bersikap seperti biasanya. “Apa… kau lupa? Aku ini hanya pesuruhmu, Kyuhyun-ah… Bagaimana mungkin aku bisa mengetahui jalan pikiranmu?”

“Nan ara…” gantung Kyuhyun, raut wajahnya begitu datar dan suaranya semakin memberat. “Saat itu, kau dan Jieun hanya berdua di dalam hutan. Apa kau tidak memperhitungkan hal ini sebelumnya? Jarak hutan dengan arena pacuan kuda itu dekat, jadi tentu saja aku bisa mengawasimu dengan mudah. Bukankah begitu, Lee Sungmin?”

“Kyu…hyun-ah…”

“Ternyata yeoja yang sering kau temui itu Lee Jieun?” tanya Kyuhyun, terkekeh pelan. “Atau… masih ada rahasia lain yang kau sembunyikan dariku?”

“Itu… itu hanya salah paham!” hardik Sungmin, mencoba untuk membela diri. “Tentang Lee Jieun, itu karena aku pernah bekerja di tempatnya sejak kecil… Tetapi karena orangtuanya kecelakaan, akhirnya kami berdua tidak pernah bertemu lagi. Aku pun di pecat dari rumahnya. Lalu… kami hanya kebetulan bertemu lagi di sini… Itu saja.”

“Di mana kau bekerja sebelumnya?” selidik Kyuhyun, menyipitkan kedua matanya.

“Aku… be…bekerja…”

“Kau berani berbohong padaku?!” gertak Kyuhyun, nada suaranya penuh dengan intimidasi. “Apa… kau mendekati Lee Jieun karena alasan yang sama seperti kau mendekatiku?”

“Kyuhyun-ah… Kau… salah sangka.”

“Salah sangka?” seringai Kyuhyun sinis. “Dengar! Sejak dulu, kau memang tidak pernah menganggapku sebagai teman… Kau kira aku hanya akan terus duduk diam dan melihatmu dari balik layar? Kau kira aku ini tidak tahu apa-apa? Aku tahu semuanya, Lee Sungmin! Kau itu hanya memanfaatkanku! Demi apa? UANG!”

Sungmin terbelalak. Ia sama sekali tidak pernah menduga bahwa Kyuhyun telah menyadari rencananya selama ini.

“Asal kau tahu, aku juga tidak pernah menganggapmu sebagai teman,” desis Kyuhyun tajam. “Di mataku, keberadaanmu tidaklah lebih dari sebuah parasit.”

FATALEhistory-

Continue reading

Fatale History (Part 14)

Fatale History (Part-14)

Author: Shim Min Ra.

Rating:PG-15.

Genre(s):Angst, Romance, Tragedy, School Life, Friendship, Drama.

Length:Series.

Main Cast:Kim Ki Bum (Super Junior), Song Seung Hyun (FT. Island), Shim Min Ra (Original Character).

Supporting Cast:Lee Ji Eun (IU), Lee Dong Hae (Super Junior), Jung Soo Jung (Krystal Jung’s F(X)), Cho Kyu Hyun (Super Junior), Lee Chae Rin (CL’s 2NE1), Jung Yong Hwa (CN Blue), Lee Sung Min (Super Junior), Ham Eun Jung (T-ara).

-Lee Dong Hae’s POV-

Selama beberapa saat, pikiranku telah hanyut dalam pertanyaan batinku sendiri. Sebenarnya aku sendiri tidak mengerti mengapa aku tidak bisa bersikap jujur di depan gadis itu. Akhir-akhir ini aku sengaja berperilaku kasar terhadapnya, seolah-olah aku tidak rela melihatnya dekat dengan namja asing yang tidak kukenal sama sekali.

Satu teka-teki yang belum dapat terpecahkan olehku sampai sekarang. Teka-teki yang merupakan akar dari segala perkara.

Apa sebenarnya hubungan mereka berdua?

Kembali kupusatkan perhatianku pada gadis itu. Mataku membeliak. Betapa kagetnya ketika aku menyadari bahwa tidak ada siapapun di depan sana. Sepertinya mereka berdua telah pergi ketika pikiranku sedang melayang jauh.

“Ck! Aku kehilangan jejak mereka!” seruku kesal sembari mengacak-acak rambutku frustasi.

“Kehilangan jejak siapa?”

Aku menoleh, mendapati Kyuhyun yang baru saja datang sembari menunggang kudanya yang berwarna hitam legam. “Kyuhyun-ah, kau hampir membuatku mati karena serangan jantung!”

Kyuhyun terkekeh pelan, lalu ia bergegas turun dari atas kudanya dengan santai. “Kenapa kau bisa berada di dekat arena pacuan kuda? Kupikir tadinya kau benci berkuda.”

“Ah… Geuge…” perkataanku terputus, lalu kutatap Kyuhyun lurus-lurus. “Neo… Apa kau melihat orang lain yang berada di dalam hutan ini?”

“Orang lain?” tanya Kyuhyun bingung. “Nugu?”

Aku terdiam selama sepersekian detik, memilih untuk tidak gegabah. “Anni. Lupakan saja.”

“Kau semakin aneh akhir-akhir ini, Donghae-ya…”

“Cho Kyuhyun…”

“Mwo?”

“Bisakah kau mengirim temanmu itu pulang?” pintaku tegas, sepasang mataku menatap tajam ke arahnya.

Kyuhyun memutar kedua bola matanya jenuh. “Kau memerintahku?”

“Apa tujuanmu menyuruh namja yang bernama Lee Sungmin itu kemari?” tanyaku lagi. “Dengar. Dia itu hanya namja miskin, Kyuhyun-ah. Meskipun dia temanmu, tetapi kuharap kau bisa mempertimbangkan pendapatku juga.”

“Ini urusan pribadiku,” tanggap Kyuhyun apatis. “Kau tidak perlu terlibat di dalamnya.”

“Urusan pribadimu??” ulangku sembari menaikkan suara di akhir kalimat. “Sayang sekali! Kurasa pemikiranmu itu salah. Karena kau, semua orang juga membicarakanku!”

“Geuman…”

“Tindakanmu itu juga mempengaruhi reputasiku, Cho Kyuhyun!”

“GEUMANHAE!!”

“Geumanhae?” aku menyeringai sekilas, mengutip perkataan Kyuhyun dengan sinis. “Kau yang seharusnya berhenti! Apa aku harus mengabari orangtuamu untuk membuatmu berhenti?”

“SHIKKEUREO!” teriak Kyuhyun yang langsung menyambar kerah kemejaku dan mencekamnya.

“Bagaimana kalau aku tidak mau menutup mulutku?” tantangku yang mulai terbawa suasana. “Apa yang akan kau lakukan, Tuan Cho?”

BUGGHH!

Salah satu kepalan tangan Kyuhyun mengarah pada wajahku. Ia memukulku tanpa ragu. “Jangan ikut campur dalam urusan pribadiku…! Kalau tidak, dapat kupastikan kau akan menyesal!”

“Cih!”

“Kalian sedang apa?” tanya seorang gadis yang tiba-tiba muncul di hadapan kami berdua. Ia tertegun melihat luka memar di wajahku. “Wae… geurae?”

Kyuhyun memalingkan wajahnya ke lain arah dan mengabaikan pertanyaan gadis tersebut. Lalu ia kembali menaiki kudanya dan beranjak pergi meninggalkan hutan ini.

“Kau berkelahi dengan Kyuhyun?” tanya yeoja itu seraya menghampiriku dengan cemas, berusaha untuk menyentuh wajahku. “Coba kulihat…”

“Enyah dari hadapanku,” ucapku dingin seraya menepis tangannya dari wajahku, membuatnya tersentak kaget. “Nan gwaenchana.”

“Donghae-ya, kenapa kau berkelahi dengannya?”

“Dengarkan aku,” tuturku perlahan seraya menatapnya cukup lama. “Jangan pernah meremehkan Kyuhyun, Lee Jieun.”

Gadis itu terdiam, balas menatapku heran. Meskipun aku yakin ia tidak mengerti dengan apa yang kukatakan, namun ia tetap tidak bertanya apa-apa dan memilih untuk diam. Memandangku dalam kesunyian.

FATALEhistory-

Continue reading

Fatale History (Part 13)

Fatale History (Part-13)

Author: Shim Min Ra.

Rating:PG-15.

Genre(s):Angst, Romance, Tragedy, School Life, Friendship, Drama.

Length:Series.

Main Cast:Kim Ki Bum (Super Junior), Song Seung Hyun (FT. Island), Shim Min Ra (Original Character).

Supporting Cast:Lee Ji Eun (IU), Lee Dong Hae (Super Junior), Jung Soo Jung (Krystal Jung’s F(X)), Cho Kyu Hyun (Super Junior), Lee Chae Rin (CL’s 2NE1), Jung Yong Hwa (CN Blue), Lee Sung Min (Super Junior), Ham Eun Jung (T-ara).

-Shim Min Ra’s POV-

Kutolehkan kepalaku ke kiri dan ke kanan, memastikan bahwa tidak ada siapapun yang melihatku pergi dari kamar Sungmin. Setelah merasa bahwa situasiku aman, aku segera berlari-lari kecil menuju kamarku yang memang terletak agak jauh dari sana. Untungnya semua pengunjung resort sedang tertidur di tengah malam seperti ini, sehingga aku berhasil menyelinap kembali ke dalam kamarku tanpa sepengetahuan orang lain.

Sedapat mungkin, aku ingin menyembunyikan hubunganku dengan Lee Sungmin. Aku tidak ingin berdusta lebih jauh lagi, membodohi semua orang yang berada di sekitarku demi kepentingan yang riskan. Aku juga cukup tahu diri. Aku tidak ingin melibatkan Sungmin dalam masalah pribadiku. Maka dari itu, aku memilih untuk mengunci mulutku rapat-rapat. Menutup-nutupi segalanya adalah jalan yang terbaik yang bisa kulakukan sekarang.

KRRIIIEETT…

Perlahan-lahan, kubuka pintu kamarku dan menutupnya kembali dengan hati-hati. Belum sempat kugerakkan kedua kakiku dari pintu masuk, perhatianku telah tersita oleh seseorang yang aku sendiri tidak begitu mengenalnya.

“Neo…!!” teriakku dengan suara tertahan, jari telunjukku mengarah pada seorang namja yang tengah asyik berbaring di atas tempat tidurku. Tidak salah lagi, namja itu adalah namja yang pernah menumpang di kamarku dengan alasan bahwa ia melupakan letak kamarnya kemarin malam. “Kenapa kau tidur di kamarku lagi?? Ya! Aku tidak akan meminjamkan ranjangku untuk yang kedua kalinya!!”

Namja itu tetap tak bergeming dari sana, bahkan ia tidak bereaksi apapun ketika mendengar teriakanku. Membuatku terpaksa untuk mendekatinya dan menepuk pundaknya berulang kali.

“Ya! Ireona!! Jangan tertidur seperti orang mati begitu!”

“Hmm…” rintih namja itu yang kemudian memutar tubuhnya ke arahku sehingga kami saling bertatapan. Dapat kulihat wajahnya yang begitu merah dan bulir-bulir keringat yang bercucuran dari dahinya mengalir tanpa henti.

Aku tertegun sejenak begitu melihat kondisinya. Meski tadinya keraguan meliputi hatiku, namun akhirnya aku tetap mengulurkan tangan kananku dan menaruhnya di kening namja itu. Panas.

Kutarik kembali tanganku dari sana dengan cepat. “Kau demam tinggi! Aishh…!! Neo gwaenchana?? Ya! Apa kau bisa mendengar suaraku??”

Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut namja tersebut. Napasnya tersengal-sengal dan tidak beraturan, membuatku semakin panik dan gelisah.

“Eotteohge…??” ujarku pada diri sendiri. “Andwae! Aku harus meminta pertolongan orang lain…”

TOKK! TOKK!

“Jieun-ah,” panggil seseorang bersuara bass yang sangat kukenal dari luar. “Ini aku, Kibum. Aku hanya ingin bertanya sesuatu. Apa mungkin… seorang namja datang ke kamarmu lagi malam ini?”

Secepat kilat kubuka pintu kamar itu dan membiarkan Kibum masuk ke dalamnya. Lantas segera kuarahkan tatapanku menuju ke atas tempat tidur. Memberi petunjuk padanya tentang apa yang sedang terjadi.

Sepasang bola mata Kibum mengikuti arahanku. Ia terkesiap ketika mendapati tubuh seorang namja yang masih tergeletak di atas sana.

“Ck! Sudah kuduga,” decak Kibum yang kemudian berjalan cepat ke arah sisi ranjang. “Yonghwa-ya, ireona! Jangan berpura-pura tidur, kau tidak akan bisa menipuku!”

“Kau mengenalnya?” tanyaku heran. “Sepertinya dia demam.”

“Demam?” ulang Kibum tak percaya. Ia mengamati rona wajah namja itu lebih teliti selama beberapa detik. “Jinjja!”

Tanpa memberikan penjelasan apapun, Kibum bergegas memapah tubuh namja tersebut keluar dari kamarku. Entah ke mana ia akan membawa namja itu pergi.

-Author’s POV-

Meskipun sedikit kesulitan, Kibum terus menopang tubuh Yonghwa melewati puluhan pintu kamar yang berbaris di samping kiri dan kanannya. Begitu ia nyaris mendekati kamar tujuannya, bibirnya mulai bergerak. Meluncurkan sebuah nama yang mungkin akan memenuhi harapannya saat ini.

“Krystal!” seru Kibum dengan napas yang terengah-engah. Sebelah tangannya mengetuk pintu yang berada di depannya secara tidak beraturan. “Krystal Jung, buka pintunya!”

Tak lama kemudian, Krystal segera membuka pintu kamar tersebut dengan cepat. Nampak wajahnya yang sedikit terlihat kesal karena acara tidurnya terganggu. “Kim Kibum, neo… Omo! Yonghwa Oppa!!”

Tanpa meminta izin ataupun menunggu perintah dari Krystal, Kibum langsung menerobos masuk begitu saja ke dalam kamar gadis itu dan membaringkan tubuh Yonghwa di atas tempat tidur.

“Ige mwoya??” pekik Krystal histeris. “Ada apa dengannya?!”

“Keadaannya memburuk,” jelas Kibum yang masih mengatur napasnya. “Panggil dokter pribadinya sekarang juga.”

Krystal terdiam sejenak, memandang wajah pucat kakaknya yang seperti mayat hidup. Dengan cepat, ia langsung berlari keluar kamar dan memerintahkan para pelayan resort untuk melakukan sesuatu.

FATALEhistory-

Continue reading

Fatale History (Part 12)

Fatale History (Part-12)

Author: Shim Min Ra.

Rating:PG-15.

Genre(s):Angst, Romance, Tragedy, School Life, Friendship, Drama.

Length:Series.

Main Cast:Kim Ki Bum (Super Junior), Song Seung Hyun (FT. Island), Shim Min Ra (Original Character).

Supporting Cast:Lee Ji Eun (IU), Lee Dong Hae (Super Junior), Jung Soo Jung (Krystal Jung’s F(X)), Cho Kyu Hyun (Super Junior), Lee Na Young, Lee Chae Rin (CL’s 2NE1), Jung Yong Hwa (CN Blue), Lee Sung Min (Super Junior).

-Author’s POV-

Seunghyun membuka pintu kamar hotel yang sedikit ternganga di hadapannya. Ia berjalan perlahan, berusaha untuk tidak menimbulkan suara derap langkah sedikit pun. Di pandangnya lurus-lurus ke arah gadis yang sedang kalang kabut menguak kopernya. Ia memicingkan matanya seraya mencermati tingkah aneh gadis itu. Aneh? Tentu saja. Bagi Seunghyun, kelakuan Minra menjadi sangat aneh setelah ia bertemu dengan namja tersebut. Namja berpenampilan cute yang notabene temannya Kyuhyun. Bertemu dengan namja itu membuat Minra langsung sibuk menyambar semua pakaiannya dari lemari dan memasukkannya secara tidak teratur ke dalam koper.

“Neo jinjja wae geurae?” tanya Seunghyun akhirnya dengan tatapan heran.

“Bisakah aku meminjam mobil dan supir pribadi Krystal?” tanya Minra, setengah memaksa. Kedua matanya masih terpaku pada kegiatannya yang tengah mengemas barang-barang dengan gerakan tangan yang cepat, mirip seperti seseorang yang sedang di kejar-kejar oleh sesuatu.

“Wae?”

“Geu…geuge… Aku ada urusan penting…”

“Urusan penting?” Seunghyun semakin heran begitu mendengar jawaban Minra. “Seperti?”

Minra menutup kopernya dalam sekali sentakan, menguncinya dengan gembok khusus. Lalu ia mengangkatnya tanpa memedulikan pertanyaan Seunghyun. “Bisakah kau meminjamkan mobilnya padaku tanpa banyak bertanya? Jebal…!”

Bukannya langsung menuruti permintaan gadis itu, Seunghyun malah memandangnya khawatir. “Apa kau sadar bahwa kau bersikap sangat aneh sekarang?”

Gadis itu balas menatap intens ke arah Seunghyun selama sepersekian detik, menunjukkan bahwa ia juga sedang tidak main-main dengan keputusannya saat ini. “Geurae, tidak apa-apa kalau kau tidak mau. Aku yang akan bicara langsung pada Krystal.”

“SEBENARNYA ADA APA?” hardik Seunghyun sambil menahan pergelangan tangan Minra yang tengah menjinjing kopernya.

“Lepas!” balas Minra setengah berteriak, tatapan tajamnya mengarah pada Seunghyun. “Aku harus pergi!”

“Lee Jieun, kau ini kenapa?!” bentak Seunghyun seraya mempererat cengkaman tangannya, menarik gadis itu mendekat.

BRUKK!

Saking kuatnya Seunghyun menarik pergelangan tangan Minra, koper yang sedang di genggam gadis itu pun ikut terjatuh. Membuat Minra bergegas terduduk di lantai tanpa bersuara, tepatnya gadis tersebut menahan rasa sakit di jemari kakinya akibat tindihan kopernya yang memilih untuk terjatuh di atas sana.

“Ya! Gwaenchana??” tanya Seunghyun cemas sembari membungkukkan badannya, berusaha memastikan keadaan gadis itu. “Apa kau terluka?”

Minra masih tetap menundukkan kepalanya tanpa berniat untuk bangkit berdiri. Ia bahkan mengabaikan uluran tangan Seunghyun dan menolak untuk menjawab pertanyaan apapun.

“Wae geurae?” tanya Kyuhyun yang baru saja masuk ke dalam ruangan bersama Donghae setelah mendengar suara keributan. “Apa-apaan ini?”

“Sebaiknya kita panggil dokter,” ujar Seunghyun, membalikkan tubuhnya ke arah Kyuhyun yang masih berdiri di dekat pintu masuk ruangan. “Mungkin saja tulang jari kakinya retak.”

“Andwae!” tukas Minra yang kemudian menyingkirkan koper tersebut dari hadapannya. “Nan gwaenchana. Jangan panggil dokter.”

“Hmm… Bolehkah aku… melihat lukanya?” tanya seorang namja yang juga ikut masuk ke dalam ruangan itu, tersenyum manis ke arah Kyuhyun. Ya. Dialah Lee Sungmin. Namja yang mati-matian dihindari oleh Minra. “Meskipun kemampuanku tidak seberapa, tetapi aku pernah belajar sedikit tentang kedokteran.”

Seketika itu juga Minra mengangkat wajahnya yang sudah pucat pasi. Kedua matanya memandang Sungmin yang berjalan mendekat ke arahnya. Minra sendiri tetap tidak bergeming, seolah-olah tenaganya habis untuk berlari lebih jauh lagi. Meski ia melarikan diri sekarang, semuanya sudah terlambat. Lee Sungmin sudah melihat wajahnya. Namja itu sudah mengetahui identitasnya yang sebenarnya.

Bila diibaratkan, ia hanyalah pemeran figuran yang muncul untuk sementara waktu. Ia harus kembali dalam kenyataan bahwa pembunuh sepertinya sama sekali tidak pantas untuk menggantikan IU. Sudah saatnya pemeran figuran kembali ke balik layar, kan?

Selesai. Perannya sebagai IU hanya tinggal sampai di sini.

Its all over, Shim Minra.

“Nan gwaenchana,” ulang Minra yang langsung mengalihkan pandangannya dari arah Sungmin. “Mianhae, tolong keluar dari kamarku.”

Sungmin berhenti melangkah dan terus memandang Minra dalam diam.

“Seunghyun-ah,” panggil Minra yang masih dalam posisi duduk di atas lantai. “Tolong sampaikan pada mereka semua bahwa aku membutuhkan waktu untuk istirahat.”

Seakan mengerti dengan kondisi gadis itu yang ingin menyendiri, Seunghyun segera mendorong punggung Kyuhyun dan Donghae ke arah pintu keluar. “Kkaja…”

“Nawa, Sungmin-ah,” ucap Kyuhyun seraya menoleh ke belakang. Menatap Sungmin yang masih berdiri terpaku pada tempatnya.

Tanpa membutuhkan waktu yang lama, mereka semua pergi meninggalkan kamar itu. Suara gaduh barusan langsung tergantikan oleh kesunyian, menyisakan suara jarum jam yang berdetak dalam setiap denyutan nadinya.

-Shim Min Ra’s POV-

Pikiranku masih mengulang adegan di mana Sungmin memandangku dengan jeli dalam jarak yang cukup dekat. Taruhan, namja itu pasti sengaja. Ia berpura-pura memasuki kamarku untuk memastikan bahwa aku adalah IU yang asli atau bukan.

Selesai. Semuanya sudah berakhir.

Jieun-ah… Sekarang aku harus bagaimana? Haruskah aku memberitahukan hal ini pada Lee Nayoung?

Kugigit bibir bawahku kuat-kuat.

Andwae! Aku tidak mungkin memberitahu Nayoung. Lagipula, memangnya dia bisa apa? Dia bahkan bukan sponsporku. Dia hanyalah Eomma tiri IU, tidak lebih. Dan waktu sudah tidak bersahabat lagi denganku. Permainan peran ini hanya selesai lebih cepat dari rencana. Itu saja.

Tetapi… perasaan apa ini?

FATALEhistory-

Continue reading

Fatale History (Part 11)

Fatale History (Part-11)

Author: Shim Min Ra.

Rating: PG-15.

Genre(s): Angst, Romance, Tragedy, School Life, Friendship, Drama.

Length: Series.

Main Cast: Kim Ki Bum (Super Junior), Song Seung Hyun (FT. Island), Shim Min Ra (Original Character).

Supporting Cast: Lee Ji Eun (IU), Lee Dong Hae (Super Junior), Jung Soo Jung (Krystal Jung’s F(X)), Cho Kyu Hyun (Super Junior), Lee Chae Rin (CL’s 2NE1), Jung Yong Hwa (CN Blue), Lee Sung Min (Super Junior), Ham Eun Jung (T-ara).

-Shim Min Ra’s POV-

Semadae Horseback Riding Club. Di sinilah aku, berpijak pada lantai beralas rerumputan kering. Berkat undangan dari Krystal Jung, aku terpaksa meninggalkan Seoul dan menginap di daerah Osan selama liburan. Tidak bisa kupungkiri, daerah yang pernah menjadi jajahan Jepang ini memang sedikit jauh dari ibu kota Korea Selatan. Tetapi kujamin, kau tidak akan pernah menyesal datang ke sini. Tempat ini merupakan tempat eksklusif untuk berkuda, tempat yang membutuhkan banyak biaya bila kau ingin menyewa salah satu kuda setiap jamnya. Menurut keterangan yang kuketahui dari Donghae, kualitas kuda-kuda impor yang berasal dari Jerman itulah yang membuat orang biasa tidak mampu mengunjungi tempat semahal ini.

Jujur. Aku tidak mengerti dengan jalan pikiran Krystal. Dia mengundangku ke Osan, menawariku untuk menginap di resort milik keluarganya, dan menyewa seluruh area berkuda ini selama liburan. Bahkan aku tidak pernah mengobrol dengannya, atau sekedar menyapanya. Tetapi kenapa dia mengundangku, bersikap baik padaku? Apa dia tidak punya teman yang lain? Baiklah. Mungkin aku terlalu cepat berprasangka buruk. Selain diriku sendiri, dia memang mengundang Kyuhyun, Kibum, dan Seunghyun. Walaupun begitu… bukankah ini cukup aneh?

Kalau saja Eunjung tidak pulang ke rumah orangtuanya, mungkin aku rela untuk menetap di asrama. Kalau saja ada yang menemaniku selama liburan, mungkin aku tidak akan menerima tawaran Krystal secepat ini.

Kuedarkan sepasang bola mataku ke seluruh arena pacuan kuda. Samar-samar, tampak seorang namja tinggi berjalan cepat di balik pepohonan. Rambut hitamnya yang sedikit acak-acakan menutupi tindikan berwarna silver yang berada di telinga kanannya. Namja yang cukup tampan. Melihat pakaian yang dikenakannya, aku tahu dia bukan namja biasa. Bayangkan saja. Siapa yang akan sudi mengotori jas formal dan sepatu kulit untuk menunggang kuda?

BRAAKK!

“Aiiishh!” sungutku ketika salah satu sepatu boots-ku gagal untuk menapak besi pemijak kaki, membuatku terjatuh sempurna dari sisi kuda dengan bahu yang menempel pada tanah terlebih dahulu.

Dari kejauhan, dapat kulihat Kibum yang berlari menghampiriku. Wajahnya terlihat cemas.

“Gwaenchana?” tanyanya khawatir seraya mengulurkan tangannya padaku.

Dengan sisa tenaga yang ada, aku berusaha berdiri tanpa mengindahkan uluran tangannya. “Gwaenchana. Aku bisa berdiri sendiri.”

Selama beberapa saat, eskpresi Kibum mendingin. Ia merogoh saku celananya, mengeluarkan sehelai saputangan putihnya. Di taruhnya saputangan itu ke dalam genggaman tanganku.

“Setidaknya, pakai ini,” ujarnya datar, lantas berjalan pergi meninggalkanku.

Aku memandang punggungnya yang menjauh, mengamati kepergiannya dengan perasaan bersalah.

FATALEhistory-

Continue reading

Fatale History (Part 10)

Fatale History (Part-10)

Author: Shim Min Ra.

Rating:PG-15.

Genre(s):Angst, Romance, Tragedy, School Life, Friendship, Drama.

Length:Series.

Main Cast:Kim Ki Bum (Super Junior), Song Seung Hyun (FT. Island), Shim Min Ra (Original Character).

Supporting Cast:Lee Ji Eun (IU), Lee Dong Hae (Super Junior), Jung Soo Jung (Krystal Jung’s F(X)), Cho Kyu Hyun (Super Junior), Lee Chae Rin (CL’s 2NE1), Lee Na Young, Lee Hyun Kyoon (Jae Hee), Jung Yong Hwa (CN Blue), Lee Sung Min (Super Junior).

-Author’s POV-

Mobil bertipe Koenigsegg CCXR hitam melaju cepat di tengah-tengah jalan raya. Terlihat Kibum yang sedang terduduk di balik kemudi, wajahnya menatap lurus ke arah jalan. Sementara Krystal terus memandangnya cukup lama dari samping, ia sedikit kesal karea Kibum sedari tadi mengacuhkannya.

“Yeoja itu… Lee Jieun, maksudku,” ucap Krystal, membuka percakapan. “Kau tidak serius dengannya, kan?”

Kibum tetap terdiam, tidak bereaksi terhadap pertanyaan Krystal.

“Aku sama sekali tidak percaya tentang gosipmu yang selalu berganti-ganti pasangan,” sambung Krystal. “Aku yakin kau hanya melakukan itu untuk membuat Appa-mu kecewa.”

Bukannya membalas perkataan Krystal, Kibum justru menginjak gas mobil tersebut. Mempercepat lajunya. Nyaris membuat Krystal jantungan.

“Oppa, katakan saja padaku. Apa kau serius dengan Lee Jieun?” ulang Krystal bersikukuh. “Seserius apa hubunganmu dengannya?”

CKIIIITTT!

Kali ini Kibum menapakkan kakinya di pedal rem setelah ia berhasil menepikan mobilnya di pinggir jalan yang cukup sepi. “Kau bisa menyetir sendiri, kan?”

“M…mwo??”

Di bukanya pintu mobil itu dengan kasar, lalu ia bergegas keluar. Meninggalkan Krystal yang memandang Kibum, raut wajahnya terlihat panik. Namun Kibum tidak peduli. Ia tetap berjalan pergi dari sana dan berusaha memanggil taksi.

“Kibum Oppa!” pekik Krystal keki. “Oppa!!”

Kibum tidak menyahut, ia justru langsung menaiki taksi yang berhenti di depannya.

“Kim Kibum!!”

“Omo, omo~ Ige nuguya?” ujar seorang yeoja yang berjalan kaki di sisi jalan, terkikik geli melihat Krystal yang terduduk sendirian dengan pintu mobil terbuka.

Krystal menoleh secepat mungkin, mencari orang yang berani merendahkannya seperti itu.

“Annyeonghaseyo,” ujar yeoja itu, membungkuk pada Krystal. “Lama tidak bertemu, Krystal Agassi.”

Krystal tercengang, sepasang matanya membulat. “Lee… Chaerin…”

FATALEhistory-

Continue reading

%d bloggers like this: