Author Archives: vevebear

Look At Me, Please -part1-

1_¸±±¾

Annyeong ^^

Author kembali setelah lama hiatus wkwkwkk ..

sebelumnya gak pernah nge post ff ..

kali ini seriusan deh ff nya ..

enjoy ya ..

need comment n saran soalnya author habis kena komentar pedes banget .. *curcol*

mian kalo banyak typo n pic nya jelek *autho ga bsa edit foto T.T *

LOOK AT ME PLEASE -PART1- 

“Selamat Pagi Minho seonbaenim” sapa anak perempuan yang berdiri di depan meja Minho dengan muka yang ceria. “Pagi” Minho membalas sapaan anak itu lalu kembali membaca buku tebalnya. Inilah kebiasaan baru Krystal, menyapa kakak kelasnya lalu kembali kekelasnya. “Ah, indahnya pagi ini.” gumam Krystal setelah sampai dikursinya.

 

Mata indahnya yang terbingkai oleh kacamata itu menerawang jauh kea rah luar jendela yang ada disebelah kirinya. Ia sedang membayangkan bagaimana rasanya jika ia bisa lompat kelas dan sekelas dengan anak yang sedang ia sukai itu, tepatnya yang sudah ia sukai sejak lama. Ia pasti bisa memandangi wajah Minho setiap kali bosan pelajaran, atau curi-curi pandang ketika Minho menampakkan wajah seriusnya. Ah, betapa indahnya. Hari-hariku pasti tidak membosankan gumamnya.

 

“Ya! Soojung-ah!” teriakan itu memecahkan balon-balon udara yang mengambang diudara diatas kepalanya. “Ada berita buruk!” ucap suara itu lagi. Krystal membuka matanya lalu menatap sahabatnya dari sekolah dasar itu. “Ada apa lagi ?” Tanya Krystal malas sambil mengeluarkan buku dari dalam tasnya.

“Minho..Minho..” ucap anak itu terputus-putus. “Ada apa dengan Minho, Sulli-ssi?!” nada Krystal berubah menjadi penuh rasa keingin tahuan. “Minho berpacaran dengan Angela, Angela anak pengusaha terkenal itu” akhirnya Sulli sahabatnya itu bisa mengeluarkan kata-kata yang dimaksudnya.

 

“Ah, itu. Aku sudah tahu.” Krystal kembali menyandar pada kursinya. “Bagaimana kau bisa tahu?” Tanya Sulli penasaran. “Berita itu sudah tersebar dimana-mana” Krystal mengeluarkan smartphone terbarunya. “Benarkah tapi berita itu baru heboh di sekolah hari ini” Sulli keheranan lalu memutar duduknya menghadap ke depan.

 

“Selamat pagi, anak-anak” seorang guru memasuki kelas 1-2 yang terkenal nakal itu. “Pagi!” jawab mereka serempak. “Pagi ini kita akan belajar kimia. Segera siapkan buku kalian” setelah berbicara seperti itu guru dengan baju berwarna hijau cerah serta dasi kupu-kupu itu melangkah menuju ke meja belakang dan menghampiri Krystal yang sudah menyiapkan buku-bukunya sebelum pelajaran dimulai.

 

“Kau tetap seperti biasanya Jung Soo Jung” bisik guru itu pelan. “Jangan panggil aku seperti itu guru norak!” desis Krystal. “Ara ara. Jangan seperti itu atau akan aku laporkan pada Ibu mu.” Ancam guru itu. “coba saja kalau berani jungsoo samchon” Krystal segera membuka bukunya lalu membiarkan guru itu tertegun dan kembali ketempat semula.

 

“Hari ini ada pengumuman, akan diadakan seleksi untuk ikut kelas akselerasi. Bagi yang ingin mendaftar segera hubungi saya karena ini sangat terbatas dan sangat jarang diadakan.” Ucapan Jungsoo ‘samchon’ itu membat Krystal mengalihkan pandangannya dari buku dihadapannya menjadi tatapan tidak percaya yang dilayangkannya kepada guru yang juga samchonnya itu. Dengan begini aku punya kesempatan untuk satu kelas dengan Minho.

 

“Samchon!” panggil Krystal begitu melihat seseorang dengan baju berwarna hijau cerah melintas di hadapannya. “Jangan panggil aku samchon aku tidak sudi punya keponakan sepertimu” Jungsoo melirik Krystal. “Jangan begitulah samchon” rengek Krystal sambil mengeluarkan aegyo-nya. “Ada apa?” Jungsoo akhirnya mengikuti langkah Krystal. “Samchon.. ehm, saem, benarkah kali ini akan diadakan tes utnuk aklselerasi?” Tanya Krystal antusias. “Apa kau tidak mendengarku tadi?” Jungsoo menolehkan kepalanya melihat Krystal. “Ani, hanya saja aku tidak percaya” gumam Krystal. “Kalau tidak percaya ya sudah” Jungsoo mempercepat langkahnya menuju ruang guru. Tapi ketika membuka pintu ruang guru Krystal mencegahnya “Aku akan ikut tes itu!”. “Baiklah aku rasa nilai-nilaimu mencukupi syarat untuk mengikuti tes itu.” Jawab Jungsoo pelan. “Jeongmal??” Krystal membelakkan matanya. Jungsoo hanya menanggapinya dengan menganggukan kepala. “Tapi, samchon. Bisakah aku mendapat bocoran soalnya??” Krystal membuat Jungsoo membelalakkan mata lalu menyentil dahi Krystal. “Tidak akan” sahut Jungsoo singkat lalu masuk ke dalam ruang guru.

 

“Soojung-ah!” lagi-lagi Sulli memanggilnya dengan nama itu. “Jangan memanggilku seperti itu. Namaku Krystal” Krystal menatap mata Sulli tajam. “Iya, iya mian” Krystal mulai melangkah menuju kelasnya diikuti Sulli disampingnya. “Kau akan ikut tes itu ?” Tanya Sulli. Krystal hanya menganggukkan kepalanya singkat. “Kalau begitu aku juga akan mengikuti tes itu” ujar Sulli tiba-tiba membuat Krystal berhenti melangkah dan menoleh menatap Sulli tidak percaya. “Benarkah?” Tanya Krystal heran. Selama ini Sulli memang tidak pernah belajar dan tidak berminat untuk ikut akselerasi. “Tentu, karena kau ikut aku juga harus ikut. Aku tidak ingin kita terpisah Soojung-ah.” Sulli memeluk Krystal tapi segera dilepaskan paksa oleh Krystal. “Kau tidak sakitkan?” Krystal menyentuh dahi Sulli. “tentu tidak chingu-ya” Sulli menarik tangan Krystal dari dahinya. “Kalau begitu mulai sekarang kita harus sering belajar bersama” ucap Krystal lalu menggandeng tangan Sulli dan berjalan menuju kelas.

 

“Minho-ya!” seorang wanita berambut pendek menghampiri Minho. “Sudah kubilang. Kau harus memanggilku oppa. Minho oppa” Minho meraih pinggang wanita itu. “Aku akan mengikuti ujian akselerasi itu bersama sahabatku.” Wanita itu tersenyum cerah kepada Minho. “Benarkah?? Kuharap nanti kita akan sekelas” Minho meraih tangan wanita itu dan menciumnya.

 

Ddrrrt..drrtt..

“Siapa itu?” Tanya Minho. “Dari Soojung” wanita itu menjawab sambil menunjukkan layar handphone-nya.

 

“Kemana Sulli ini? Aku kan sudah bilang padanya hari ini jadwalnya untuk belajar bersama” gumam Krystal yang sedang kedinginan di depan coffee shop biasanya. “Soojung-ah!” teriak seorang wanita dari kejauhan. “Sulli-ya! Kenapa lama sekali?? Aku sudah kedinginan dari tadi.” Krystal kemudian menarik tangan Sulli memasuki coffee shop langganan mereka itu.

 

“Darimana saja kau?” Tanya Krystal dengan wajah penuh tanya. “ah, itu.. itu..” Sulli menjawabnya putus-putus membuat Krystal semakin jengkel. “Apa? Kenapa?” Krystal mendesak Sulli untuk segera menjawab pertanyaannya. “Tadi aku baru saja selesai mengantar makanan untuk Ayahku dikantornya hari ini ayahku akan lembur dikantor” jelas Sulli dengan asap yang keluar dari mulutnya.

 

“Jadi bagaimana ini kita akan mulai berlajar dari mana?” Sulli mengeluarkan buku dari dalam tasnya. “Mood belajarku sudah hilang.” Ujar Krystal cemberut. “Bagaimana kalau kita jalan-jalan saja??” raut wajah Krystak mendadak bersemangat. “Baiklah” Sulli kemudian memasukkan kembali buku-bukunya kedalam tas lalu berdiri sambil memegang kopinya.

 

Mereka memutuskan untuk pergi ke Myeongdeong melihat barang-barang terbaru yang belum mereka miliki. “Soojung-ah, ini bagaimana?” Tanya Sulli menunjukkan baju yang dicobanya. “Kau terlihat sangat lucu Sulli-ya.” Ucap Krystal lalu tertawa sambil memandangi Sulli yang mengenakan coat warna merah kebesaran yang panjangnya melebihi lututnya. “Benarkah?” Tanya Sulli lagi. Krystal hanya tertawa lalu mengangguk. “Kalau yang ini?” Tanya Sulli tak lama setelah berganti baju yang lain. Krystal menggeleng. “Yang ini?” Sulli mencoba baju yang lainnya. Lagi-lagi Krystal menggeleng.

 

Tak lama kemudian Krystal dan Sulli keluar dari ruang ganti mengenakan baju yang sama. Kemudian mereka saling memandang dan mengangguk serta tertawa. Mereka memutuskan membeli hoodie berwarna biru muda dengan gambar Jerapah ditengahnya. “Lihat ini begitu cute bukan” ujar Krystal sambil menunjuk pada salah satu case yang di jual diseberang toko hoodie. “Iya.” Sulli mengangguk lalu mengambil buah. “Banyak sekali?” Tanya Krystal. “Satu untukmu dan satu untukku” Sulli kemudian membayar dikasir. “Aku saja yang bayar. Sebagai tanda persahabatan kita” Sulli tersenyum ketika Krystal hendak mengeluarkan uang dari dalam dompetnya. “gomawo” Krystal membalas senyum Sulli.

 

“Sulli-ya, aku gugup sekali” Krystal memegang tangan Sulli erat. “Tenanglah, ini juga pertama untukku” Sulli juga memegang tangan Krystal erat. “Kau masih ingat apa yang kita pelajari kemarin?” Tanya Krystal penasaran. “Tentu aku masih ingat. Jangan-jangan kau sudah lupa ya?” Sulli melihat Krystal yang memejamkan mata mencoba mengingat-ingat pelajaran yang sudah dipelajarinya. “Aku rasa hanya sedikit” Krystal tersenyum pahit.

 

Perhatian-perhatian bagi seluruh peserta ujian akselerasi diharapkan masuk ke ruangannya masing-masing karena ujian akan segera dilaksanakan

 

“Inilah saatnya” batin Krystal. “Hwaiting!” seru Krystal dan Sulli sebelum mereka memasuki kelas masing-masing. Ujian tersebut memakan waktu kurang lebih 3 jam. Menguras otak Krystal dan Sulli lebih dari sebelumnya.

 

“Bagaimana hasil ujianmu?” Tanya Minho merangkul pundak wanita berambut pendek yang ada disebelahnya. “Aku dan sahabatku berhasil lolos” ucapnya sedih. “Lalu apa yang membuatmu sedih?” tanya Minho. “Aku tidak satu kelas denganmu.” Wanita itu menunduk. “Yang sekelas denganmu justru sahabatku”tambahnya. Minho menarik kepala wanita itu dan menaruhnya di pundaknya. “Tenanglah kita masih bisa bertemu kan” Minho berusaha memperbaiki hati wanita yang ada disebelahnya itu.

 

“Soojung-ah! Selamat kau satu kelas dengan Minho oppa” Sulli member selamat kepada Krystal yang sedari tadi tersenyum menatap lantai. “Gomawo Sulli-ah. Tapi aku sedih.” Ucap Krystal pelan. “Kenapa? Bukannya itu keinginanmu ya?” Sulli menatap tak percaya. “Aku tak sekelas denganmu.” Krystal menatap Sulli sedih. “Tenanglah, aku akan sering kekelasmu” ujar Sulli tersenyum. Krystal mengangguk. “Atau kita bertukar kelas saja ?” Tanya Sulli. “Sirheo” jawaban Krystal membuat Sulli terkekeh.

 

Trringg..triinngg..

 

“Sudah bel rupanya masuklah ke kelasmu dan bertemu pangeranmu itu. Hahaha.. ” Sulli mendorong Krystal kedepan pintu kelasnya lalu berlari menuju kelasnya sendiri.

 

“Selamat pagi anak-anak!” sapa Jungsoo ramah begitu memasuki kelas 2-2. “Pagi ini kita kedatangan teman baru. Sebenarnya bukan baru sih, hanya saja dia adalah adik kelas kalian yang lulus ujian akselerasi” Jungsoo melanjutkan. “Masuklah.” Krystal melangkah masuk ke kelas barunya dengan perasaan ragu. Bagaimanapun juga ia adalah junior. “Annyeonghaseyo Krystal-Jung imnida” Krystal membungkuk 90 derajat lalu disambut tepuk tangan serta siulan ringan dari seluruh penjuru kelas. “Sudah-sudah jangan ramai. Krystal duduklah disebelah Baekhyun.” Ujar Jungsoo sabar lalu membiarkan Krystal duduk disebelah BaekHyun. “Annyeong!” sapa Baekhyun ramah. “Annyeonghaseyo seonbaenim” sahut Krystal penuh kesopanan. “Tidak usah terlalu sopan. Bukankah kita sering bertemu. Kau kan yang sering kemari untuk member ucapan selamat pagi kepada Minho kan?” Tanya Baekhyun langsung. Krystal hanya mengangguk “ne”. Lalu Krystal menoleh kearah depan sebelah kanan, terlihat Minho yang sedang memperhatikan pelajaran dengan wajah yang serius. Ini adalah apa yang diinginkan Krystal sejak lama satu kelas dengan Minho, cowok idealnya itu. “Jangan melihatinya terus nanti dia terasa. Dia itu orangnya sangat peka.” Ujar Baekhyun pelan yang membuat Krystal langsung mengalihkan pandangannya kepada Jungsoo yang sedang mengajar didepan. Jungsoo yang melihat tingkah laku Krystal hanya menggelengkan kepalanya.

 

“Soojung-ah!” kali ini Sulli berteriak dari pintu belakang kelas barunya itu. Krystal langsung menoleh dan menyuruh Sulli masuk. “Mwohae?” Tanya Krystal. “Aku ingin tahu kelas barumu Soojung-ssi.” Sulli berkata lalu melihat seisi kelas itu. “Mana Minho oppa?” Tanya Sulli penasaran. Krystal hanya menggelengkan kepalanya kearah Minho yang berdiri di depan pintu kelas. Sulli berdiri dibelakang Krystal lalu berbisik “lihatlah betapa kerennya Minho oppa. OMO! Dia sangat keren kau tahu”. Krystal kembali memandangi Minho dan teman-temannya yang sedang bergurau sambil tersenyum. Tak lama kemudian mungkin karena merasa dipandangi Minho memutar tubuhnya menghadap Krystal yang sedang tersenyum sendiri. Minho ikut tersenyum. Sangat tampan! Ia pasti sedang tersenyum kepadaku. Batin Krystal. Tapi tanpa Krystal sadari. Sulli juga ikut tersenyum kepada Minho.

TBC~

Jangan lupa di tunggu comment + sarannya ..

Gomawo ^^

 

:.♡ Dream High ♡.: -Teaser-

Ketika mimpi sudah berada di depan matamu ..

Tiba-tiba seseorang datang menghancurkannya ..

Membuatmu menjadi sangat membencinya ..

Kau begitu terpuruk , dan menjalani hari-harimu tanpa semangat ..

Sahabatmu tetap mendampingimu melewat hari-hari sepimu ..

Tak melupakanmu, Bagaimanapun keadaanmu ..

Sampai suatu hari ada seseorang yang mencoba membawamu lepas dari keterpurukanmu ..

Pertama kau menutup hatimu tapi lama-kelamaan hatimu terbuka ..

Orang itu berhasil membawamu lepas dari keterpurukan ..

Dan berhasil membuatmu merasa ingin merangkai kembali mimpimu yang telah hancur ..

Membuatmu mengerti bahwa kegagalan adalah suatu pelajaran yang penting ..

Membuatmu mengintropeksi dirimu sendiri  dari kegagalan ..

Dan kau bisa menjadikan kegagalan itu sebagai peringatan ketika kau mencoba melangkah lagi ..

Berjanji pada dirimu sendiri ..

Tak akan jatuh kedalam keterpurukan lagi ..

LOVE, FRIEND, HOPE, AND DREAM

Akan membuat hidupmu semakin berwarna ..

Penuh dengan Canda dan Tawa ..

Meraih kebahagiaan abadi selamanya bersama orang-orang yang kau sayangi ..


:.You ?.:

“Anak-anak berkumpulah!” panggil Jung Tae Wo, asisten Lee So Man yang menangani Super Junior. “Ada apa Tae Wo ssi, mengumpulkan kami pagi-pagi begini” Tanya Lee Teuk. Tak lama kemudian 11 personil Super Junior telah lengkap berkumpul di ruang tengah. (Tanpa Kang In dan Han Kyung)

“Kalian tahu kenapa aku mengeluarkan pembantu kalian yang lama?” jawab Tae Wo. “Karena Ia membocorkan keseharian kalian kepada para wartawan. Oleh karena itu aku membawakan kalian pembantu yang baru. Kuharap kalian cocok dengannya.” Tambah Tae Wo. “Aniyo .. tidak perlu Tae Wo ssi, kami bisa menangani nya sendiri.” Bantah Rye Wook.

“Sebenarnya bukan pembantu, hanya saja aku kasihan melihatnya dia anak sahabatku, tapi mereka meninggal beberapa minggu yang lalu. Dia juga tidak memiliki sanak saudara disini, jadi aku menawarinya kerja disini hanya sekedar untuk alasan agar dia mau tinggal disini, dia sangat keras kepala sekali, jadi kuharap kalian bisa menganggapnya sebagai adik.” Lanjut Tae Wo.

“Kasihan sekali nasib anak itu.” Ujar Rye Wook merasa iba. “Hya, jangan bilang kau mempekerjakan anak dibawah umur Tae Wo ssi.” Celetuk Kyu Hyun. “Tentu, saja tidak, aku tahu peraturan Kyu. Lagi pula Ia seumuran denganmu Kyu Hyun, Dia kuliah di University of Seoul jurusan Ekonomi.” Jawab Tae Wo.

“Min Rae – ah, masuklah!” panggil Tae Wo.

Min Rae POV

“Min Rae – ah, masuklah!” Tae Wo ssi, memanggilku. Ku langkahkan kakiku dengan berat masuk ke dalam dorm yang berantakan itu. Kalau bukan karena wasiat Appa dan Oemma, aku tak mau seperti ini sebenarnya kalau aku tak menuruti wasiat itu, tapi aku menganggap wasiat Appa dan Oemma sebagai amanah, dan aku yakin Appa dan Oemma menyiapkan sesuatu yang terbaik untukku suatu saat nanti. Tapi jujur ada satu lagi alas an kenapa aku mau seperti ini yaitu karena aku seorang E.L.F. tapi aku tak se-fanatik teman-temanku yang lainnya, aku mengagumi mereka karena menurutku mereka sangat keren baik dalam Style-nya, lagu, dan juga tarian mereka. Aku sering menirukan tarian mereka tapi selalu gagal.

“Annyeonghasimnika, Cho neun Han Min Rae imnida. Coembwepgetsemnida.” Kataku ketika sudah ada didalam dorm berantakan itu. Ku pandangi wajah mereka satu persatu tapi arah pandanganku terhenti pada satu wajah yaitu wajah Eun Hyuk. Aku seperti pernah melihatnya sebelum ini secara langsung, tapi dimana ya? Continue reading

%d bloggers like this: