– I GO CRAZY BECAUSE OF YOU – eps 8

Flashback……

Yeonhee menerima sms dari yesung yang isinya permohonan maaf

From : 0109***********

To: Yeonhee.

Subject: pulang sekolah.

Message : Yeonhee, maaf kalau aku menggangu mu. Nanti siang aku betul-betul tidak bisa menjemput

mu. Mungkin Teukie hyung yang akan menggantikan ku menjemput mu atau yang lain nya.

Yesung.

-Yeonhee’s PoV-

Yayaya whatever mauu kamu jemput ato gak aku juga bisa pulang sendiri!!! Batin ku dalam hati. Akhirnya dia bisa pergi menghilang untuk beberapa saat dari hidup ku. “ Uwaa Yeonhee udah bel ayo turun.” Kata Nari pada ku. “ Ne.” “ Memangnya habis ini pelajaran apa?.” Tanya ku saat turun dari tangga. “ Tata Boga.” Jawab nya sambil berlari kecil. “ Nari aku ga ikut ya.” kata ku pelan. “ Uwa pasti mau bolos pelajaran!!.” Kata Nari. “ Habis kamu tau kan aku benci masak!!.” Kata ku pada nya. “ Biar ah kan ada yang lain kayak  Minjoon, ahra, dan lain nya.” kata Nari sambil memegang tangan ku agar tidak kabur. Huh.. dasar betul-betul serigala berbulu domba!! Teriak ku dalam hati.

“ Ayo cepat ntar kalo telat pasti dihukum ama Seongsaenim.” Kata Nari mengingat kan ku. “ Ne..” Jawab ku. “ Yeonhee kamu duduk belakang kan?.” Tanya Minjoon. “ Yoi males duduk depan pasti ntar Seongsaenim nyuruh aku terus.” Jawab ku. “ Sama donk.” Kata Ahra ikut-ikutan. “ Hahaha.” Ejek yang lain. “ Makanya jadi cewek tu harus bisa masak apalagi kamu Yeonhee kamu udah punya tunangan tapi ga bisa masak.”kata Haejin padaku. “ Kenapa aku?! Tunhangan pake dibawa-bawa lagi!.” Tanya ku marah. “ Just kidd kok.” Kata Minjoon. “ kalian dengan kata lain juga ngejek aku yang ga bisa masak! Dalam hidup ku Cuma ada yang nama nya olahraga!.” Sambung Ahra. “ Ya kita ngerti kok kamu suka olahraga.” Kata ku sambil menepuk pundak ahra. “ Udah ah kelamaan disini. Ayo keruang praktek.” Kata Seojin mengingatkan. Kami pun berjalan menuju ruang praktek tataboga. Inilah pelajaran ke dua yang paling ku benci setelah Matematika!!.

“ Yeonhee sebelah sini!.” Panggil Ahra pada ku. Aku pun berjalan kea rah kursi belakang yang dekat dengan nya. “ Oke apa sudah lengkap semua?.” Tanya Seongsaenim pada kami. “ Arisa belum datang seongsaenim!!.” Jawab yang lain pada GaIn Seongsaenim. “ Oke kalau gitu kita tunggu dia sebentar lagi.” Kata Seongsaenim menuju ke meja prakteknya. ‘ Sambil menunggu Arisa gunakan apron kalian.” Suruh seongsaenim. Tiba-tiba Arisa datang dan masuk ke dalam ruang praktek kulihat dia langsung mengambil tempat duduk disamping Haena. Seongsaenim tidak memarahi keterlambatan nya sama sekali. Aku tau kenapa….

“ Hari ini saya akan mengajarkan kalian cara untuk memotong ikan yang baik dan mengolah nya.” kata GaIn Seongsaenim pada kami. “ Huh murid-murid laki-laki pasti sekarang enak sedang pelajaran mekanik….” Desah ku. “ Kenapa?.” Tanya Nari. “ Gapapa.” Jawab ku langsung. “

Sekarang ambil pisau kalian masing-masing.” Lanjut seongsaenim. “ Kemudian lihat contoh yang akan saya berikan, setelah bel istirahat nanti kalian akan mencoba untuk memotong ikan sendiri-sendiri.” Kata Seongsaenim. Karena tempat duduk ku ada di belakang aku melihat kedepan tidak sengaja mata ku bertatapan dengan Arisa. Dia menatap ku dengan tatapan kebencian dan dendam. Aku tau perasaan nya. untung saja bel istirahat menyelamatkan ku. Kalau tidak aku akan di terkam habis oleh Arisa. “ Oke kita lanjutkan setelah ini.” Kata Seongsaenim mempersilahkan kami istirahat. Kulihat gerombolan Arisa yang langsung berjalan keluar kelas bersamaan.

“ Yeonhee kantin yuk!!.” Ajak Seojin pada ku. “ Tapi aku mau ketemu sama Hanjoon oppa.” Jawab ku. “ Yah, kok gitu!..” kata Seojin lagi dengan tatapan memelas. “ Aku kan udah ga ketemu dia selama 4 hari.. jelas aku kangen.” Kata ku sambil tersenyum. “ Ya udah deh.. Ahra kamu temenin aku ke kantin yuk.” Ajak Seojin mencari teman. “ ga males ajak Minjoon aja aku mau nemenin Yeonhee habis kantin ga ada apa-apa nya.” jawab Ahra singkat. “ yah minjoon..” pelas Seojin kali ini. “ Ok.. Arasho.” Jawab nya kami melihat mereka berdua berjalan menuju kantin.

“ Jadi ga?.” Tanya Ahra tiba-tiba pada ku. “ Ke??.” Tanya ku heran. “ Ke kelas nya hanjoon aku lagi bete berat nih.” Kata nya. “ Heeh jadi.” Jawabku. “ Kalian mau kemana??.” Tanya Nari polos. “ Astaga Nari dari tadi kita ngomong kamu ga ngerti?!.” Tanya ku kaget. “ Kagak.” “ Ih… aku gemes sama kamu!!.” Kata Ahra padanya. “ Ikut ga?.” Tanya ku pada mereka berdua. “ JAdi!!.” Teriak meraka seperti anak kecil.

Kami pun berjalan menuju kelas XII Bahasa 3. “ Hanjoon oppa nya ada??.” Tanya ku pada seorang teman sekelas nya. “ Masuk aja didalam. Aku pun melangkahkan kaki ku menuju kedalam kelas. Tapi langkah ku terhenti didepan pintu karena suatu pemandangan yang sangat menghancurkan hati ku.. aku betul-betul sesak saat ini. Air mata ku mulai menetes. Sedangkan Nari dan Ahra hanya dapat terdiam. Ya.. kulihat Hanjoon sedang berciuman dengan seorang perempuan yang sangat familiar untuk ku. Haena.. Kim Haena!!

“ APA-APA AN INI!!!.” Tanya ku kesal sambil mendorong badan Haena dari hanjoon. Mereka hanya dapat kaget dengan kehadiran ku. “ Oppa Aku..Aku ga percaya!!.” “ Katakan kalau yang kulihat Ini SEMUA NYA GA BENAR!!.” Bentak ku marah. “ Yeonhee dengar aku dulu..” pinta hanjoon pada ku. “ KATAKAN OPPA KUMOHON!!!!!.” Teriak ‘ku kali ini. Kudatangi Haena. PlaKK…. “ Dasar Cewek brengseKK apa maksud mu?!.” Kata ku sambil menampar pipi Haena. Kulihat tampang nya yang tidak terima. “ APA MAKSUD MU!!.” Kata nya marah. “ AKU MUAK SAMA KALIAN!!.” Bentak ku marah. Kupukul Haena dengan tangan ku. “ Yeonhee!!.” Kata Hanjoon melerai. “ Kamu jangan IKUT-IKUT AN!!.” Kata ku marah sambil mendorong badan Haena sampai jatuh ke lantai. Suasana kelas sangat ramai tapi tidak ada yang berani melerai ku. Mereka tau kalau mereka melerai ku maka mereka akan ikut terkena pukulan ku. “ AKU BENCI KAMU!!.” Kata ku pada Haena ku tampar dia. Dia membalas tamparan ku. Kami berkelahi tanpa ada yang melerai.. “ Hanjoon memilih KU bukan KAMU!!.” Kata Haena pada ku. “ APA MAksud MU??.” Tanya ku marah. “ YA, DIA MEMILIH KU DIA MENCINTAI KU..BUKAN CEWEK ANEH KAYAK KAMU.” Kata Haena dengan tatapan marah dan mengejek pada ku. “ Apa Kamu BILANg!.” Kujambak rambutnya dia pun menjambak rambut ku. “ Yeonhee hentikan!!.” Teriak Hanjoon pada ku sambil menarik dan mendorong ku dari Haena. “ KAU KETERLALUAN!!.” Kata nya lagi. Kulihat tangan nya yang sudah siap melayangkan sebuah tamparan hangat pada ku… tapi belum sempat tamparan itu mengenai ku Ahra menahan tangan Hanjoon. BUKKK.. kupukul muka Hanjoon dengan tinju ku. “ OPPA KITA PUTUS AKU MUAK SAMA KAMU AKU BENCI SAMA KAMU!!.” Teriak ku lalu pergi. “ YA!! PARK YEONHEE LIHAT SAJA KAU NANTI!!.” Teriak Haena tiba-tiba pada ku. “ Apa?! ARisa?! Silahkan!!.” Kata ku menantangnya. Ku lihat mukanya penuh dengan amarah dan murka. Akupun keluar dari kelas nya dan langsung berlari tanpa arah. Walaupun banyak yang melihat ku karena keributan di kelas bahasa. Berita memang sangat cepat menyebar.

“ Yeonhee kamu mau kemana?.” Teriak Nari pada ku. “ Tinggalin aku sendiri!!.” Bentak ku sambil berlari. “ Yeonhee tenangkan diri mu.” Kata Ahra sambil memegang tangan ku. “ Lepasin kumohon biarkan aku sendiri!!.” Kata ku sambil melepaskan genggaman Ahra dan berlari ke arah tangga atap. “ Yeonhee tunggu!!.” Kata mereka berdua. Aku tau mereka berdua memang bebal untuk di bilangin.. “ Sudahlah kalau kamu memang mau teriak teriak aja kalau mau nangis nangis aja.. ada kami disini.” Kata Nari pada ku sambil memeluk ku. “ Jangan menyiksa dirimu sendiri Yeonhee.” Kata Ahra pada ku. “ AKu benci mereka. Aku benci!!!! BENCI!!!!!!!!!!!.” Teriak ku dipelukan Nari. Aku menangis sejadi-jadi nya siang itu. “ Yeonhee tenanglah banyak cowok yang lebih baik dari Hanjoon.” Kata Nari menenangkan ku. “ Yo’I masih banyak yang lebih cakep keren dan lebih macho dari Hanjoon.” Tambah Ahra. “ AKU BENCI DIA DIA NGEHIANATIN AKU!!.” Kata ku sambil menangis. Hati ku terasa tersakiti saat itu.

Tak kusangka kisah cinta yang sudah terjalin selama 1 tahun harus terhempas bagai debu seperti ini. Harus nya dia tau kalau dia adalah cinta pertama

“ Ahra gimana?.” Tanya Nari pada Ahra. “ Beres aku udah sms Seojin sama Minjoon kalau kita ijin karena Yeonhee sakit.” Jawab Ahra. “ Nari Ahra..” panggil ku pada mereka berdua. “ ne?.” jawab mereka. “ Gomawo.” Kataku lagi. “ Hah??.” “ Gomawo udah mau nemenin aku.. gomawo udah jadi sahabat ku. Gomawo.” Kata ku sambil mengelap air matayang tersisa dari mata ku yang sembab karena terlalu lama menangis. “ hahaha Ga perlu kayak gitu.. aku udah nganggap kamu saudara sendiri kok.” Kata Ahra pada ku. “ Iya aku juga.” Kata Nari tak mau kalah. Aku hanya tersenyum melihat tingkah mereka. Seperti badut.. hehehehe

“ Kita balik sekarang ato nanti??.” Tanya Nari pada ku. “ Terserah.” Jawab ku. “ ya udah kita balik 5 menit sebelum pulang aja. Habis gini juga kan lagi pula besok kan libur jadi sekarang ngapain masuk kelas cepat-cepat.” Kata Ahra pada kami. Kupandangi langit.. begitu cerah. “ Yeonhee nanti kamu pulang duluan aja aku ada rapat kalau ga sama Ahra.” Kata Nari mengagetkan ku. “ Mian aku ga bisa aku mesti ngelatih anak-anak kelas 1 taekwondo.. habis mereka pada nyari pembimbing jadi narik aku.” Kata Ahra. “ Ne.” kata ku. “ Jangan marah ya kalau ga kamu Bantu aku aja. Bukannya kamu bisa beladiri?.” Ajak Ahra padaku. “ Gak deh.. lagipula aku udah lama gak belajar aikido lagi.. itu udah 5 tahun yang lalu udah lupa.” Kata ku pada nya. “ Ei, kayaknya kita masuk sekarang aja deh.” Kata Nari yang melihat jam tangan pink nya. kami pun menuruni tangga dan menuju kelas.

Sampai dikelas ada sebuah tatapan yang tidak mengenak kan ku. Tatapan dari Haena dan kawan-kawannya termasuk Arisa di dalam nya. tapi aku berlalu ke tempat duduk ku tanpa menghiraukan nya lagi pula saat ini Seongsaenim sudah keluar kelas setelah barusan mengumumkan bahwa kami akan libur selama 3 hari karena musim dingin sudah dekat. Ku bereskan meja ku. “ Yeonhee aku duluan ya mau rapat dah..” kata Nari pada ku lalu berlalu keluar kelas. “ Aku juga pergi dulu ya.” kata Ahra pada ku. Sedangkan Seojin dan Minjoon sudah pulang lebih awal tadi. Kulihat ada sesuatu yang aneh. Aku pun cepat-cepat keluar dari kelas. Tapi aku merasa ada yang mengikuti langkah ku. Akhirnya kupercepat langkah kaki ku. Bukk.. tiba-tiba saja sebuah pukulan menghantamku. Kulihat siapa yang memukul ku. Arisa!! Ya pasti dia mau balas dendam karena haena.

“ IKUT KAMI!!.” Kata Arisa pada ku sambil menarik ku paksa. Mereka menggiring ku kesebuah tempat yang tak lain adalah belakang sekolah. Tiba-tiba saja Arisa mendorong ku hingga jatuh terjerembab.. “ Apa-apaan kalian!!.” Tanya ku marah. “ Aku yang harus nya bilang kayak gitu!! Kamu udah mempermalukan aku didepan banyak ORANG!!.” Balas Haena pada ku. Betulkan mau balas dendam. Bukkk…. Sebuah pukulan hangat melayang ke tangan ku karena aku mengelak.. kupegangi tangan ku yang terasa sakit. “ Kamu tau kan kalau kamu bikin teman ku malu artinya kamu bikin aku MALU juga!!.” Kata Arisa menendang ku. Tendangan nya sangat kuat. Aku tau kalau dia ikut karate. “ DASAR KURANG AJAR!!.” Kata Haena pada ku sambil melayangkan tangan nya ke pipi ku tapi kutahan tangan nya. “ Sudah cukup!! Apa Masih kurang kalian memukul ku hari itu!! Apa masih kurang dengan merebut pacarku!! Apa kalian tidak puass!!!!!!!!.” Teriak ku kesal sambil menghempaskan Haena ketanah. Ku lihat wajah marah Arisa haena dan yang lainnya. “ Cuih.. aku memang ga puas!! Kamu ngerebut YESUNG  dari aku!!.” Kata Arisa marah pada ku. “ Kalian pegang tangan nya.” kata Arisa pada teman-teman nya. mereka pun mendekat kea rah ku. Kucoba untuk menghindar tapi tidak bisa. Kurang ajar tau begini aku akan melatih aikido ku. “ Apa yang mau kalian lakukan?!.” Tanya ku pada mereka. Mereka memegang tangan ku sedangkan Haena hanya tersenyum puas karena merasa sudah menang dari ku.

Kulihat Arisa mengeluarkan sesuatu dari kantong rok nya. Shhaahhst…… ku lihat sebilah pisau dapur kecil keluar dari kantongnya. Aku pun memberontak sekuat mungkin tapi semakin kuat aku memberontak mereka memegangi ku semakin kuat pula. “ Arisa jangan macam-macam kamu!!.” Ancamku. “ Kenapa takut?!.” Tanya Arisa mengejek ku. “ Lepasin aku.” Kata ku memberotak pada mereka. “ Diam!!.” Bentak Haena pada ku. Tiba-tiba saja Arisa mendekat kea rah ku. Terlihat ia memegang pisau itu. Aku sudah pasrah. Tuhan jika ini memang jalan ku biarlah terjadi… “ Aku BENCI kamu Park Yeonhee!!.” Teriak Arisa pada ku. Aku hanya bisa memberontak menggoyangkan tubuh ku. “ Kita lihat sekarang siapa yang tertawa!!.” Kata Arisa lalu tiba-tiba saja dia mengambil rambut ku. “ Arisa hentikan!! Jangan lakukan hal aneh-aneh!!.” Teriak ku histeris. “ Aneh-aneh?? Aku hanya mau memberimu sedikit pukulan!! Seperti ini.” Sathhh… dia memotong rambut ku.. sungguh begitu cepat kini rambut ku menjadi sabahu dan pastinya panjang pendek. “ Rasa nya masih kurang deh..” kata Arisa sambil memperhatikan rambut ku. Tangan nya menarik rambut ku untuk ke dua kali nya. didekatkan nya pisau dapur milik nya… “ Hei apa yang kalian lakukan!!!!.” Teriak seseorang. “ Nari!!.” Teriak ku. “ Cih ada penganggu usir dia!.” Suruh arisa pada Haena sambil melepaskan cengkraman tangan nya dari rambut ku. Kulihat Nari berlari sepertinya dia akan membawa bala bantuan.

N : Apa yang akan terjadi pada Yeonhee?
bagaimana cara Nari menolongnya?

penasaran??? tunggu di next chapter ya^^

Comment are needed here

To be Continued……..

Tagged: ,

One thought on “– I GO CRAZY BECAUSE OF YOU – eps 8

  1. Pikachu (^.^) July 21, 2013 at 1:39 pm Reply

    lanjut thor!! Postingnya jgn lama2 ya thor!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: