I’m Married! (Part 3)

Nah,ini dia Part 3 nya ^^ Pasti banyak yg nunggu deh ^^ *author kepedean*
mohon dinikmati aja deh ceritanya,,mian kalo gaje,,
Oh ya, maap juga klo saia kelamaan apdetnya.. soalnya banyak tugas+ulangan+persiapan TO & UN.. saia udh kelas 9 sih, jadi sibuk bukan main.. wuahahaha #sok sibuk
FF INI KARYA SAYA!!! JADI AWAS AJA KALO ADA YG BILANG SAYA PLAGIAT ATO NGEPLAGIAT FF SAYA!! TAK SATE KOWE!! *jawanya keluar
Okelah,cekidot!!
..::o::..
Title : I’m Married
Author : Me ^^
Genre : Romance & Comedy
Length : 3/?
Rating : PG 15
Main Cast : Nam Joomin,Park Yoochun,Hwang Miyoung (Tiffany SNSD), Jung Yunho
Other Cast : (Saya males nyantumin nama2nya,, ==” *plakk)
Warn : BANYAK TYPO ato MISSING TYPO #entah mengapa dari dulu saia selalu bermasalah sama typo..==#! EYD berantakan! Alur gaje & aneh! Sulit di mengerti, amburadul, cerita awut2an kayak rambutnya nenek lampir..==#pletak!

..::o::..
*Cuplikan Part 2*
Aku dan Yoochun sedang makan malam bersama di ruang makan. Dari tadi,kami tidak berbicara sedikit pun saat kami makan. Suasana ruang makan sangat hening dan hanya ada suara sumpit dan sendok yang merupakan alat makan kami. Sambil mengunyah makananku,aku melirik ke arah Yoochun diam-diam yang juga sedang melahap makanannya. Oh,untunglah dia mau memakan masakanku. Semoga di lidahnya, rasa masakanku tidak buruk.
Karena tidak tahan dengan suasana yang begitu sunyi mencekam. Aku mencoba untuk angkat bicara, “Ajusshi,bagaimana rasa masakannya?”tanyaku pada Yoochun.
Yoochun tidak mengalihkan pandangannya dari makanannya dan ia sama sekali tidak menatapku, “Tidak buruk,”jawabnya sangat-sangat-sangat singkat. Oh Tuhan,aku sampai menyatakan kata ‘Sangat’ hingga tiga kali.
Mendengar jawabannya yang begitu singkat,aku mengangguk kecil tanda memberi respon. Berarti,memang tidak ada masalah dengan rasa masakanku. Ilmu memasak dari Min Ajumma memang sangat berguna. Hahahaha..
“Ngomong-ngomong,siapa nama pria yang berbincang denganmu saat di pantai? Ketika hari pernikahan kita,”tanya Yoochun tiba-tiba tanpa menatap ku sama sekali. Ia masih terlihat asyik menyantap makanannya.
Aku langsung memandangnya ketika ia bertanya seperti itu, “Eum? Oh..itu Jung Yunho…”jawabku.
“Siapa dia?”
“Dia.. orang yang baru saja aku kenal..”
“Orang asing?”
“Eumm.. Bisa dibilang seperti itu.”
Kulihat Yoochun hanya mengangguk. Yeah,Jung Yunho.. Sepertinya dia seumuran dengan Park Yoochun. Tetapi,Yunho tampaknya lebih keren. Ia sama sekali bukan seorang ‘Ajusshi’ dimataku. Yunho lebih pantas jika di panggil ‘Oppa’.
Hmm,Jung Yunho.. Apa aku bisa bertemu dengannya kembali?
*Part 3*
Kini aku sedang berada di dalam sebuah mobil yang dikemudikan oleh Yoochun. Sekarang kami sedang dalam perjalanan menuju sekolahku dan kantor Yoochun. Yoochun memutuskan untuk mengantarku ke sekolah lebih dulu agar aku tidak terlambat. Dari tadi kami hanya diam saja di dalam mobil. Tidak ada satu pun yang berbicara di dalam mobil. Suasana sungguh kaku. Dan ketika kami berhenti disebuah lampu merah,tanpa sengaja aku melirik ke arah Yoochun. Aku menyadari kalau dasi yang dipakai oleh Yoochun sedikit berantakan. Karena melihat dirinya yang tidak menyadari hal tersebut,tanpa ragu aku sedikit mencondongkan tubuhku ke arah Yoochun bermaksud untuk merapikan dasinya.
“Dasimu berantakan,Ajusshi..”kataku dan mulai merapikan dasi yang dipakai oleh Yoochun.
Yoochun yang menyadari kalau aku mencondongkan tubuhku kearahnya sedikit tersentak kaget. Aku yang mengetahui kalau Yoochun kaget seperti itu langsung menatapnya. Dan ketika mata kami berdua saling bertemu,kami menyadari kalau jarak wajah kami begitu dekat. Aku pun membelalakkan mataku dan Yoochun menatapku kaget. Cepat-cepat,akupun langsung menjauh dari Yoochun dan kembali ke posisiku semula. Oh Tuhan,apa yang sudah aku lakukan?
Aku pun menggigit bibirku karena menyadari sikapku tadi yang spontan saja mendekatinya. Aduh,mengapa aku sebodoh ini?
Yoochun yang menyadari kecanggunganku berusaha untuk menyikapinya dengan santai dan berdeham pendek. Aku yang menyadari tingkahnya menatap Yoochun frustasi. Aish,Ajusshi ini…
“Kita sudah sampai,”ujar Yoochun tiba-tiba.
Aku mengangguk. Setelah beberapa lama di perjalanan,akhirnya kami sampai di SMA Dongshin.
“Aku turun disini saja. Tidak perlu masuk,”kataku.
Yoochun sepertinya tidak menghiraukanku. Dengan santainya,ia malah memasuki halaman SMA Dongshin. Aku yang melihat tingkahnya menatap Yoochun kesal, “Yaa,sudah aku bilang turun di luar saja! Bagaimana kalau ada yang lihat kalau aku berduaan di dalam mobil bersama seorang Ajusshi sepertimu?!”amukku.
Yoochun masih saja tidak mempedulikanku. Dari balik saku jasnya,ia mengambil sesuatu dan memberikannya padaku, “Ambillah,”kata Yoochun sambil menyodorkanku sesuatu yang diambilnya dari saku jasnya.
Aku menatap pemberiannya sebentar. Setangkai permen loli. “Itu..bukan racun’kan?”tanyaku ragu.
Yoochun menghela nafas, “Kau kira aku ini penjahat? Cepat ambil dan keluar dari mobilku. Aku mendapatkannya dari pegawai wanita yang baru saja menyatakan cintanya padaku kemarin.”
Aku cemberut mendengar ucapannya. Dia ini ketus sekali. Bahkan dia mengusirku. Dengan cepat,aku menyambar permen itu dari tangannya dan keluar dari mobil. Aku pun menyimpan permen itu ke dalam saku rokku. Lagipula, kenapa ia memberiku permen dari seorang wanita yang menembaknya? Dia memang benar-benar bukan pria yang baik karena tidak mau menerima pemberian seorang wanita yang mencintainya..
Ketika sudah diluar mobil,aku menutup pintu mobil dengan kasar karena aku sudah terlanjur kesal padanya. Huh,biar saja kalau si bodoh Park Yoochun itu tidak terima. Dan ketika sudah beberapa langkah menjauh dari mobilnya,tiba-tiba saja Yoochun memanggilku dari belakang.
“Yaa,Nam Joomin!”

Aku langsung berbalik dengan cepat. Dengan panik,aku menghampiri Yoochun dan menyekap mulutnya. Bagaimana dia bisa keluar dari mobil seperti ini?! “Yaa,Ajusshi! Jangan panggil aku seperti itu! lihatlah,karena suaramu yang begitu besar,siswa yang berada disini melihat kita! Bagaimana kalau mereka tahu kalau kita telah menikah?!”bisikku kesal dengan volume suara yang sangat kecil pada Yoochun.
Yoochun pun langsung menyingkirkan tanganku dari mulutnya, “Darimana mereka tahu kalau kita sudah menikah? Lagipula,apa kau mau ponselmu ketinggalan?” Yoochun menyodorkanku sebuah ponsel berwarna putih yang sangat aku kenal. Ya Tuhan! Itu ponselku!
“Ah,Gomawoyo..”kataku dan langsung menyambar ponselku dari tangan Yoochun.
“Aku akan menjemputmu pukul 15.00”kata Yoochun.
Aku menggeleng, “Ani. Aku akan pulang sendiri,”tolakku.
Yoochun mengangguk, “Ya sudah,”angguknya cuek dan kembali masuk ke dalam mobil. Aish,kenapa dia tidak memaksaku saja,sih?! Kalau dia benar-benar niat untuk menjemputku,seharusnya dia memaksaku. Suami yang benar-benar menyebalkan!
“Joomin-ah,tadi itu siapa?” seseorang tiba-tiba saja menghampiriku. Oh,Seorin..
Aku terpaksa untuk tersenyum agar ia tidak curiga kalau aku memiliki hubungan dengan Yoochun. Oh Tuhan,apa aku harus berbohong? “Dia kerabatku..”senyumku.
“Wajahnya seperti Park Yoochun Sajangnim dari Big East Group..”gumam Seorin sambil menggaruk-garuk kepalanya bingung. Mendengar kalimatnya aku tersentak kaget. Hyaaa,jadi Seorin mengetahui kalau tadi itu Park Sajangnim alias Park Yoochun?! Ah,mati aku! Semoga saja ia tidak tahu tentang pernikahan rahasiaku bersama Park Sajangnim yang bodoh itu..
“Ah,sudahlah! Aku tidak peduli. Sebentar lagi bel akan berbunyi. Kajja,”kata Seorin dan langsung menarik tanganku masuk ke dalam kelas.
..::o::..
Aku sedang tidak fokus dengan apa saja yang sedang dibicarakan oleh guruku di depan kelas. Ini semua karena Jooyoung eonni (saudaraku) dan Eomma yang sudah menjual rumah kami dan mereka memutuskan untuk menetap di Jepang dalam waktu yang cukup lama. Dan juga,Min Ajumma yang merupakan pembantu di rumah kami setuju-setuju saja karena beliau akan tinggal bersama anaknya di Incheon. Huh,kalau sudah begini,aku hanya punya satu tempat tinggal. Padahal baru saja aku merencanakan untuk pindah dari rumah yang aku diami bersama Park Yoochun dan kembali ke rumahku yang lama. Tapi apa daya,rumah itu sudah dijual dan aku tidak bisa kemana-mana lagi. Aku memang sial karena sudah pasti aku akan tinggal bersama Park Yoochun selamanya.. Mungkin..
“Karena kemarin wali kelas kalian,Moon Geun Young Seonsaengnim ditugaskan ke Jepang,hari ini kalian semua akan mendapatkan wali kelas baru,”ujar Yoon Seonsaengnim di depan kelas sambil merekahkan senyumannya. Aku pun terpaksa melihat Yoon Seonsaengnim karena ia baru saja mengatakan hal yang cukup mengejutkan.. ‘Wali kelas baru?’
Ketika mendengar kalimat Yoon Seonsaengnim,seluruh siswa-siswi di kelasku mendadak heboh.
“Apa? Kita punya Wali Kelas baru?”
“Aish,pasti galak! Pokoknya,aku hanya menyukai Moon Seonsaengnim!”
“Moon Sensaengnim adalah wali kelas kita yang terbaik!”
“Galak!”
“Tukang memberi PR banyak!”
“Pelajaran yang diajarkannya tambah memusingkan!”
Mendengar kegaduhan para murid,Yoon Seonsaengnim langsung memukul meja dengan penghapus menuntut ketenangan dari para murid. Semuanya pun hening. Yeah,untunglah teman-temanku adalah pelajar yang tidak sulit dikendalikan.
“Semuanya tenang!”pinta Yoon Seonsaengnim tegas. Dan kemudian,Yoon Seonsaengnim memutar tubuhnya menghadap pintu kelas dan kemudian tersenyum manis. Sepertinya,wali kelas baru itu berada disana, “Jung Seonsaengnim,silahkan masuk.”
Tap.. tap..
Suara langkahan seseorang dari luar mulai merasuki indera pendengaranku dan teman-teman sekelasku. Benar,guru baru itu mulai melangkahkan kakinya memasuki kelas kami. Semuanya pun hening. Termasuk aku. Semuanya tertegun menatap guru baru itu. Jung Seonsaengnim.. Itukah dia?
Jung Seonsaengnim hendak memperkenalkan dirinya di depan kelas. Semuanya masih tertegun menatapnya. Ini tidak mungkin.. Jung Seonsaengnim.. Jung Seonsaengnim adalah Jung Yunho yang aku kenal di pantai saat hari pernikahanku dan Park Yoochun!! Oh tidak,kalau begini dia telah mengetahui kalau aku sudah menikah! Kalau begini,pasti ia akan mengadukannya ke pihak Kepala Sekolah,lalu pihak Yayasan,dan pada akhirnya aku dikeluarkaaaaaannn!!!! Hyaaaaa,bagaimana bisa dia menjadi guru baru disini?!! Ini sungguh kebetulan yang pahit!!! Dan mengapa dunia ini sempit sekali?!!
“Selamat pagi semuanya. Aku Jung Yunho. Wali kelas kalian yang baru. Mohon kerjasamanya,”kata Jung Seonsaengnim alias Jung Yunho di depan kelas sambil sedikit membungkukkan badannya. Aku yang melihatnya pun langsung menutup wajahku dengan buku tulis agar Jung Seonsaengnim tidak menyadari akan keberadaanku. Oh Tuhan,tolong sembunyikan aku daripadanya.. Aish,aku sungguh tidak mau dilihat olehnya. Kenapa harus dia yang menjadi wali kelas ku yang baru?? Tidak bisakah kalau takdir memilih orang lain?? Aku memang ingin bertemu dengan Jung Yunho,tetapi bukan begini caranya!!
Setelah melihat Jung Seonsaengnim memperkenalkan dirinya di depan kelas,seluruh murid yang berada di kelasku pun menjadi gaduh kembali. Terutama,para murid perempuan. Mereka sangat berisik..
“Kyaaaa,Jung Seonsaengnim sangat tampan!”
“Dia akan menjadi wali kelas favoritku!”
“Pasti Jung Seonsaengnim tidak galak..”
“Jarang memberikan PR!”
“Pelajaran yang diajarkannya pasti tambah menyenangkan!”
Aku mendengar seluruh kegaduhan itu dibalik buku tulis yang aku pakai untuk menyembunyikan wajahku. Aish,teman-temanku ini benar-benar deh.. Bukankah tadi mereka menjelek-jelekkan Jung Seonsaengnim? Tapi,ketika sudah melihat wujud Jung Seonsaengnim,pendapat mereka berbalik arah semua. Ckckck..
“Baiklah,mulai hari ini kalian akan di dampingi oleh Jung Seonsaengnim,”kata Yoon Seonsaengnim dengan suara yang agak keras agar para murid bisa tenang kembali. Dan setelah mendengar suara Yoon Seonsaengnim kelas menjadi tenang kembali. Sedangkan,aku masih saja menyembunyikan wajahku dengan buku tulis karena ada beberapa teman-temanku yang memandangku aneh.
Dan tiba-tiba saja…
“Nam Joomin,mengapa kau menyembunyikan wajahmu di balik buku tulis itu?”
Jdieeeerrrr!!!!!!!
Kurasakan kalimat perintah dari Yoon Seonsaengnim seolah-olah menyambar diriku di pagi yang cerah ini. Ck,apa-apaan lagi ini? Kenapa Yoon Seonsaengnim memintaku untuk tidak menyembunyikan wajahku di balik buku tulisku?! Aish,Yoon Seonsaengnim jahat sekali.. Kalau Yoon Seonsaengnim terus bersikap seperti ini,aku akan menghapus namanya dari daftar guru favoritku.
Dan dengan terpaksa, aku pun meletakkan bukuku kembali di atas meja dengan ragu. Dengan kepala yang sedikit aku tundukkan,aku menatap wajah Yoon Seonsaengnim dan Jung Seonsaengnim dengan takut. Kusadari reaksi Jung Seonsaengnim sedikit terkejut ketika melihat diriku. Aish,pasti dia mengetahui kalau aku ini adalah Nam Joomin yang sudah menikah dan pernah bertemu dengannya di sebuah pantai. Tapi kemudian,ia tersenyum manis padaku. Ah,apa itu artinya dia masih ingat akan diriku?
..::o::..
Kurasakan sesuatu menyentuh pundakku ketika jam pelajaran Jung Seonsaengnim telah berakhir, dan sekarang adalah waktunya untuk jam makan siang. Lantas,aku pun langsung berbalik menghadap kearah pelaku yang menyentuh pundakku dengan telapak tangannya. Dan ketika aku berbalik,ku dapati Jung Seonsaengnim alias Jung Yunho tersenyum padaku.
“Mau jalan-jalan sebentar?”tawar Jung Seonsaengnim sambil menatapku..
..::o::..
“Aku sungguh tidak percaya kalau kita bertemu kembali dengan cara yang seperti ini,”kata Jung Seonsaengnim ketika kami berjalan-jalan mengitari ruang olahraga. Kulihat ada beberapa anak yang sedang berlatih basket di seberang kami.
Aku yang mendengar kalimat Jung Seonsaengnim mengangguk pelan, “Y..ye..”balasku ragu. Aku masih merasa canggung karena kami kembali dipertemukan sebagai seorang guru dan murid.
Jung Seonsaengnim tertawa pelan, “Mengapa suaramu seperti itu? kau baik-baik saja?”
Aku mengangguk lagi, “Y..ye..”
“Astaga,sepertinya kau gugup sekali ya,Murid Joomin? Apakah aku menakutkan?”tanya Jung Seonsaengnim sambil mencoba untuk bercanda agar suasana tidak menjadi canggung. Ya ampun,bahkan ia memanggilku dengan embel-embel ‘Murid’. Aish,apa-apaan ini? Keadaan sekarang sungguh membuatku gila!
“A..aniyo..”jawabku lagi masih dengan nada yang canggung dan kepala yang menunduk.
Dan setelah aku mengucapkan kalimat tersebut,tiba-tiba saja sebuah bola basket menggelinding kearah kami. Kulihat Jung Seonsaengnim mulai mengambil bola basket itu dan mengamatinya sebentar.
“Hei,guru baru! Ayo,lemparkan bola itu pada kami!” kudengar sebuah suara teriakan memanggil Jung Yunho Seonsaengnim untuk melemparkan bola itu kembali pada para murid yang sedang berlatih basket dilapangan. Jung Seonsaengnim yang mendengar suara tersebut melepaskan pandangannya dari bola itu dan memandang kearah seseorang yang meneriakinya untuk mengembalikan bola tersebut.
“Hei,guru baru! Cepat lemparkan bola itu pada kami!”teriak murid yang lainnya dengan nada tak sabar dan sedikit gusar.
Jung Seonsaengnim hanya tersenyum mendengarnya. Lalu,Jung Seonsaengnim mendribble bola itu sebentar dan…huupp! ia melemparkan bola itu kearah ring dan bola itu berhasil masuk ke dalam ring tersebut dengan mulus.
Para murid disitu pun langsung bertepuk tangan meriah sambil memasang tampang takjub pada Jung Seonsaengnim, “Wah,Seonsaengnim! Kau hebat sekali!”puji mereka pada Jung Seonsaengnim.
“Terimakasih atas pujiannya,”balas Jung Seonsaengnim sambil tersenyum. Oh astaga.. Jung Seonsaengnim ini sangat ramah dan sopan pada anak murid. Ia juga keren dan tampan. Kurasa Jung Seonsaengnim adalah tipe pria idaman wanita. Kharismanya sungguh membuat orang-orang disekitarnya terhipnotis akan dirinya. Hyaah, kalau begini pasti banyak sekali guru atau murid wanita yang menyukai diam-diam..
“Seonsaengnim,kau keren!” tanpa sadar,kalimat itu keluar dari bibirku. Sambil tersenyum dan bertepuk tangan kecil pula. Ah,tapi biarlah.. Toh,Jung Seonsaengnim memang keren.
“Sungguh? Ah,kau terlalu memuji,Murid Joomin,”kata Jung Seonsaengnim sambil tertawa kecil. Dan kemudian,Jung Seonsaengnim melirik kearah saku rokku, “Hati-hati,permenmu hampir jatuh,”ujar Jung Seonsaengnim sambil memberikan isyarat kalau permen disaku rokku hampir jatuh.
Mendengar hal tersebut,aku langsung menyambar permen itu dari saku rokku dan membuka bungkus permen tersebut.
“Dari suamimu,ya?”
Aku pun batal memasukkan permen yang tampak lezat itu ke dalam mulutku setelah aku mendengar perkataan dari Jung Seonsaengnim. Aku langsung menatapnya kaget. Tuhkan! Dia sudah tahu kalau aku memiliki status ‘Menikah’,bukannya ‘Lajang’! ya ampun,kenapa Jung Yunho Seonsaengnim berbicara seperti itu?!
Lalu,aku kembali membungkus permen itu dengan bungkusnya yang masih tersimpan di genggaman tanganku. Aku pun kembali menyimpan permen itu ke dalam saku rokku dan kemudian aku memandang mata musang Jung Seonsaengnim dengan sendu,“Seonsaengnim.. apa tidak apa-apa kalau aku yang sudah menikah ini masih bersekolah? Keluarga suamiku dan keluargaku memaksa kami untuk menikah.”
Jung Seonsaengnim terdiam mendengar pertanyaanku. Tetapi,kemudian ia tersenyum, “Apa kau hamil?”
Aku menggeleng.
“Ini memang agak sulit. Tetapi bagaimanapun,menikah diusia pelajar memang tidak baik. Namun,kalau kedua pihak keluarga merestui,hubungan kalian tidak akan begitu rumit. Tapi,sepertinya yang menjadi permasalahan adalah apakah kau siap menjadi seorang istri?”
Aku menggeleng, “Aku masih sangat muda. Aku tidak bisa menerima pernikahan dengan mudah.”
Jung Seonsaengnim tersenyum mendengar kalimatku. Dan,tiba-tiba saja ia mendaratkan telapak tangannya di atas kepalaku, “Aku bisa menjadi teman ataupun gurumu untuk hal ini. Kau bisa menceritakan semuanya padaku. Ok?”tawarnya sambil menatapku dengan senyuman yang terukir dibibirnya dan tatapannya yang lembut. Aku yang melihat tatapannya tertegun ditempatku. Kenapa Jung Seonsaengnim ini sangat baik padaku? Bukankah aku baru kenal dengannya?
Aku mengangguk kecil, “Ye… Tapi,Seonsaengnim,”
“ ‘Tapi’ apa?” Jung Seonsaengnim tampak penasaran mendengar kalimatku yang selanjutnya.
“Seonsaengnim tidak akan membocorkan kalau aku sudah menikah pada orang-orangkan?”tanyaku dengan nada sungguh-sungguh dan sangat berharap kalau ia akan menjawab dengan kalimat : ‘Iya’.
Kulihat Jung Seonsaengnim mengangguk, “Semua rahasiamu akan kukunci rapat-rapat. Kau dapat mempercayaiku,Murid Joomin.”
..::o::..
Bel pulang sudah berbunyi sejak tadi. Aku memang pulang sedikit telat hari ini karena aku baru saja mengikuti ujian susulan yang seharusnya diadakan pada hari pernikahanku. Suasana sekolah memang sudah sepi. Sekarang aku sedang berjalan keluar dari lingkungan sekolahku sambil menatap kearah layar ponselku. Hari ini Jooyoung Eonni mengirimiku pesan. Katanya,ia sudah sampai di Jepang dengan selamat,meskipun ia lupa membawa saputangan kesayangannya yang ketinggalan di Seoul.
Saat ini aku berjalan sendirian. Junsu dan Seorin langsung pulang karena ada kursus. Junsu kursus menyanyi dan Seorin mengikuti kursus memasak. Sedangkan aku sama sekali tidak tertarik mengikuti kursus.. Hahaha..
“Murid Joomin,kau pulang sendirian?” seseorang menghampiriku dan bertanya padaku. Spontan,aku langsung menatapnya.
“Ah,Jung Seonsaengnim? Selamat sore..”sapaku sambil membungkukkan badan dengan hormat pada Jung Yunho Seonsaengnim.
“Kau pulang sendiri? Mau aku antar?”tawarnya sambil melirik kearah mobil Audy berwarna hitam miliknya.
Aku pun mulai membuka mulutku untuk menjawab tawaran Jung Seonsaengnim“Aku-”
“Tidak perlu. Dia akan pulang bersamaku.” Sebuah suara menginterupsi kalimatku dengan cepat. Sontak,aku dan Jung Seonsaengnim menatap kearah sumber suara yang berada di belakangku. Dan setelah aku menatap kearah sumber suara,mataku terbelalak kaget. Kudapati Park Yoochun disitu sedang berdiri dengan pakaian khas Presdir, dan tubuhnya bersandar di dekat pintu driver mobilnya dengan tangan yang terlipat di dada. Gayanya benar-benar sombong!
“Yoochun Ajusshi,sudah aku bilang aku akan pulang sendiri. Kau- “
“Nam Joomin,jangan banyak bicara dan kita harus pulang!”pinta Yoochun cepat memotong kalimatku.
Aku yang mendengar perintahnya menunduk perlahan sambil menggigit bibr bawahku dengan enggan. Aku pun mulai memandang Jung Seonsaengnim dengan canggung, “Choseonghamnida,Seonsaengnim.. aku harus pulang dengannya.”
Jung Seonsaengnim tersenyum, “Kau yakin?”
“Dia tanggung jawabku. Jadi,dia harus pulang bersamaku. Lagipula,mobilmu itu rongsokan sekali,” lagi-lagi Yoochun Ajusshi menyahut. Padahal,yang diajak bicara Jung Seonsaengnim kan aku! Bukannya Yoochun! Aish,mati kau Park Yoochun! Apa ia tidak tahu kalau Jung Seonsaengnim adalah guruku?! Kau benar-benar namja yang sombong! Kalau sudah begini,aku hanya bisa mengumpat dalam hati..
Mendengar sahutan Yoochun,aku pun kembali menatap Jung Seonsaengnim dengan tatapan bersalah, “Choseonghamnida,Seonsaengnim..”
Jung Seonsaengnim hanya tersenyum sambil mengangguk, “Gwaenchanhayo.. Hati-hati di jalan,ne?”
Aku mengangguk, “Terimakasih atas tawaran Seonsaengnim tadi. Sampai jumpa,Seonsaengnim,”pamitku pada Jung Seonsaengnim sambil membungkuk hormat padanya dan dibalas anggukan olehnya. Lalu,aku pun berlari kecil menuju tempat Park Yoochun berada.
“Aku sudah menunggumu selama satu jam lebih. Bukankah jam sekolah bubar sejak satu jam yang lalu? Kau lama sekali,”ketus Yoochun padaku ketika aku sudah berada di dekatnya. Ia memandang arlojinya yang tampak mewah.
Aku pun hanya menggigit bibir bawahku dan membungkuk minta maaf, “Mianhamnida,tadi aku ikut ujian susulan..”jelasku. Huh,kalau sudah dihadapan Park Yoochun,aku tidak berani mengungkapkan rasa kesalku. Aku cukup takut padanya. Ia sangat ketus dan galak. Jadi,aku cukup mengutuk dirinya di dalam hati. Yeah, aku mengutuknya menjadi kodok atau menjadi alien luar angkasa.
Yoochun mendengus mendengar perkataanku, “Aku tidak mau mendengar alasanmu. Cepat masuk mobil,”pintanya cuek sambil membuka pintu driver untuk dirinya sendiri
..::o::..
Yoochun memakirkan mobilnya di halaman rumah kami. Langit sudah agak gelap. Sepertinya senja akan segera berakhir dan berganti malam..
Setelah memakirkan dan mematikan mobilnya,Yoochun melepas kan sabuk pengamannya, “Cepat turun,”pintanya singkat dan hendak keluar dari mobil.
Tetapi aku langsung menahannya agar ia tetap berada di dalam mobil dahulu, “Tunggu!”seruku padanya dan sukses menggagalkan kehendaknya untuk keluar dari mobil.
Ia pun langsung menatapku dengan tatapan yang seolah-olah bertanya ‘Apa?’ padaku.
Aku pun langsung menatapnya. Tepat di kedua bola matanya dan mencoba untuk lebih tegas, “Kau.. kenapa sikapmu seperti itu dihadapan Jung Seonsaengnim?”tanyaku dengan nada tegas sambil menatap Yoochun.
“Jung Seonsaengnim? Ah,Jung Yunho itu?”tanyanya balik dengan wajah tanpa masalah dan sepertinya dia menyepelekan apa yang aku katakan.
“Benar!”sahutku tegas.
Yoochun tertawa sinis, “Dunia sungguh sempit. Aku tidak menyangka kalau dia menjadi gurumu.”
“Kau ini mengalihkan pembicaraan saja! Jawab pertanyaanku,mengapa kau bersikap seperti itu dihadapan Jung Seonsaengnim? Kenapa kau menyahut-nyahut seperti tadi? kenapa kau bilang mobil Jung Seonsaengnim rongsokan?”
“Memangnya kenapa? Kau tidak suka?”
“Apa kau tahu kalau kau sudah menyinggung perasaannya?! Kalau tahu begini,akan lebih baik kalau Jung Seonsaengnim yang mengantarku pulang!”
“Kau pikir jika ada seorang istri diantarkan pulang oleh pria lain yang bukan suaminya adalah tindakan yang wajar?”
“Dia itu guruku,Park Yoochun! Kau kira aku akan berbuat apa padanya?!”
“Jadi ini sikapmu yang sebenarnya?”
“Bisakah kau menjaga sikapmu?! Kau manusia,tetapi gaya bicaramu seperti hewan! Jung Seonsaengnim jauh lebih baik darimu!”
“Kau membandingkan aku dengan gurumu,ani..orang asing itu?”
“Kau keterlaluan sekali! Kau menye..” ucapanku langsung terhenti ketika sesuatu membungkam bibirku dengan cepat. Mata ku terbelalak kaget. Seketika,jantungku berdegup sangat kencang dan keringat dingin mulai mengucur dari pelipisku ketika menyadari keadaanku sekarang. Tubuhku semakin berdempet ke jendela mobil. P..Park Yoochun.. si Ajusshi sinting nan sombong serta ketus dan galak itu… Mencium bibirkuuuu!!!!!
Aku shock. Pikiranku tidak dapat berpikir jernih dan aku lemas seketika. Aku benar-benar tidak percaya.. Yoochun menciumku tanpa permisi! Ia mencondong kan tubuhnya kearahku melewati persneling dan terus mendorongku hingga aku benar-benar menempel di jendela mobil. Ya Tuhaaaannnn,ini ciuman pertamaku!!! Hyaaa!! Kau akan benar-benar aku kutuk jadi alien, Park Yoochun!!
Dan kemudian,Yoochun melepaskan ciumannya dan menatapku yang masih shock berat. Wajahku pucat dan rasanya aku sulit untuk bernafas. Kemudian,Yoochun mendengus sambil menatapku, “Cara ini memang cara yang yang paling ampuh untuk mengatasi wanita cerewet sepertimu,”gumam Yoochun dan langsung keluar dari mobil dan menutup pintunya, meninggalkanku yang masih shock berat di dalam mobil..
..::o::..
Tok..tok..
Aku mengetuk pintu kamar Park Yoochun dengan ragu. “Aish,ayolah.. cepat buka pintunya!”gumamku cemas. Kali ini aku hendak meminta bantuan Yoochun untuk mengerjakan PR. PR yang diberikan oleh Seonsaengnim sangat sulit. Sebenarnya, aku hendak mencontek dengan teman-temanku. Tetapi, mereka bilang kalau mereka juga tidak mengerti.. Dan aku juga ragu jika harus meminta bantuan Yoochun. Apalagi, sejak kejadian di mobil itu..
“Masuk saja!”sahut Yoochun Park Yoochun dari dalam kamarnya. Aku menghela nafas dan mulai membuka pintu kamarnya. Baiklah,bersikap normal saja kau Nam Joomin..
Klek!
Aku pun membuka pintu kamarnya dengan perlahan dan mulai menyembulkan kepalaku ke dalam kamarnya untuk melihat situasi di dalam kamar tersebut. Dan kudapati kalau Yoochun sedang duduk di meja kerjanya dan berkutat dengan laptopnya. Dan disamping laptopnya terdapat secangkir cokelat panas yang masih mengepul.
“Ajusshi..”panggilku canggung pada Yoochun.
“Jangan panggil aku Ajusshi,”balas Yoochun pendek tanpa mengalihkan pandangannya dari laptopnya dan terus mengetik di Microsoft Word.
Aku menghela nafas, “Park Yoochun..”
“Tidak usah memanggil marga dan namaku seperti itu,”sahutnya lagi dengan ketus.
“Yoochun-sshi..” aku yang mulai kesal mulai menyumpahi Park Yoochun dalam hati. Orang ini maunya apa,sih? Apa masalah ini harus diperdebatkan? Hanya nama panggilan saja.. Apa aku harus memanggilnya ‘Yeobo’ atau ‘Yoochunnie’? Huh,aku tidak sudi! Sampai mati pun tidak!
“Tidak ada yang lain?”tanyanya dan mulai menyeruput cokelat panasnya.
Aku mendengus marah dan mulai menendang pintu kamarnya hingga terbuka lebar,“Chunnie! Yoochunnie!! Yoochunnie,Yoochunnie,Yoochunnie!! Kau puas,eoh?! Menjijikan sekali jika harus memanggilmu dengan panggilan seperti itu!! Atau kau ingin ku panggil ‘Yeobo’, eoh?!”amukku seram sambil menatap Park Yoochun seolah-olah aku akan menerkamnya. Pria ini sungguh menyebalkan! Lain kali,aku akan menyiapkan pisau daging dan memotong-motong tubuhnya menjadi beberapa bagian!!
Yoochun menghela nafas ringan. Matanya mulai berpaling dari laptopnya dan memandang wajahku dengan enteng, “Terserah kau saja,”ujarnya, “Ada apa kemari?”
“Bantu aku mengerjakan PR ku!! Halaman seratus tujuh belas!!”seruku dan mulai melemparkan buku pelajaran matematikaku ke atas meja kerjanya dengan kesal.
Yoochun pun mulai meraih buku matematika ku dan mulai memperhatikan soal PR ku, “Oh ini..”gumamnya.
“Kau bisa?”tanyaku.
Yoochun mengangguk. Melihat anggukannya,aku pun mulai melangkah dan berdiri di samping tubuhnya, “Ajari aku,ya? Kumohon…”kataku dan dibalas anggukan lagi oleh Yoochun. Kali ini nada bicaraku kubuat lebih ramah karena si Ajusshi ini mengerti akan soal-soal PR ku…
Sepertinya dari tadi aku tidak memperhatikan apa yang Yoochun ajarkan padaku. Terang saja,dari tadi aku hanya memperhatikan wajahnya dari tadi. Kulit wajahnya begitu mulus,begitupun dengan tubuhnya.. Bentuk matanya,hidungnya yang mancung,rambutnya yang hitam.. Benar-benar mengasyikkan jika dipandang dari jarak yang cukup dekat. Dan entah sejak kapan,aku malah senyam-senyum sendiri karena mengamati tiap lekuk wajah Yoochun..
Tapi,mataku langsung meluncur menatap bibir Yoochun. Dan aku tersentak ketika memoriku kembali memutar apa yang sudah bibir itu lakukan pada bibirku tadi sore. Tapi,kalau ciuman itu dilakukan dengan lebih lembut dan penuh cinta,bagaimana jadinya,ya? Apa lain ceritanya? Bayangkan saja kalau… “….lalu,setelah mendapatkan jawabannya,kau juga harus memperhatikan… Yaa Nam Joomin,apa yang kau lihat?” bersamaan dengan pikiranku tadi,tiba-tiba Park Yoochun memanggil namaku. Spontan saja,imajinasiku hancur seketika.
Aku pun langsung memandang Yoochun dengan bingung, “Eh? A..apa?”ujarku dengan tampang bodoh.
Yoochun membuang nafasnya dengan kasar, “Sudah kerjakan sendiri saja,”katanya ketus.
Aku yang mendengar kalimatnya pun memajukan bibirku cemberut, “Mian..aku akan memperhatikanmu,”sesalku sambil menundukkan kepalaku, “Ah,Ajusshi apa kau mempunyai karet penghapus? Karet penghapusku ketinggalan di kamar,”kataku dan mulai mencari-cari penghapus di meja kerjanya ataupun di laci meja kerjanya.
Tetapi tiba-tiba saja,aku sedikit mengernyitkan alisku ketika membuka laci meja kerja Yoochun yang paling bawah. Di laci itu terdapat sebuah bingkai foto berwarna putih dan selembar foto seorang wanita bersama Park Yoochun. Keduanya tersenyum sambil menunjukkan jari telunjuk dan tengah membentuk huruf V. Di sisi bingkai itu terdapat sebuah kertas berwarna pink yang sengaja dibentuk menyerupai tulisan ;
‘Park Yoo Chun & Hwang Mi Young,2008 ^^’
Karena penasaran,aku pun mulai mengambil foto itu dan memperhatikannya. Kenapa foto seperti ini harus disimpan dan disembunyikan di dalam laci? Kenapa tidak dipajang di meja kerja? Lagipula,wanita yang berada di samping Park Yoochun ini sangatlah cantik..
“Ajusshi,wanita yang bernama Hwang Miyoung ini siapa? Pacarmu?”tanyaku pada Yoochun sambil menunjuk wanita yang berada di samping Park Yoochun.
Yoochun menoleh dan melihat wajah wanita yang bernama Hwang Miyoung itu. Akan tetapi,ia langsung merebut foto berbingkai itu dengan cepat dari tanganku dan langsung menyimpannya kembali ke dalam laci dengan cepat dan agak kasar,sehingga menimbulkan suara yang sedikit keras.
“Bukan siapa-siapa,”jawabnya. Aku yang mendengar jawabannya pun mengangguk. “Ayo, belajar lagi,”kata Yoochun dan memintaku untuk memfokuskan diriku pada pelajaran.
Tetapi,diam-diam aku mengamati laci yang merupakan tempat foto itu berada. Entah mengapa,aku menjadi penasaran akan wanita yang berada di dalam foto tersebut.. Apakah itu kekasih Yoochun? Namun entah mengapa,dadaku terasa sesak jika memikirkan kalau wanita itu adalah kekasih Park Yoochun..
..::o::..
*Author POV*
Seorang wanita yang tengah menggeret kopernya sedang berjalan keluar dari bandara Incheon pagi itu. Setelah keluar dari bandara dan menumpang taksi,wanita itu mulai melepas kacamata hitamnya. Ia tersenyum dan memandang pemandangan disepanjang jalan yang ia lalui lewat kaca jendela taksi.
“Korea Selatan.. Hwang Miyoung sudah kembali…”senyum wanita itu sambil terus memandang antusias pemandangan disepanjang jalan dengan mata indahnya..

::..TBC..::
Eaaaa….akhirnya aku selesai merampungkan Part yang cukup menguras otak ini,,,
wahahaha, saiia munculin Tiff Eon disini ^^v
Mohon komennya,ya! Jangan jadi Silent Reader!!!
Untuk Next Part,aku usahakan bisa update secepatnya,,, *amiiiinnn
Ok,sekian,, ^^v
Kamsahamnidaaaaa~!!! *kabuuuurrr

Tagged: , ,

7 thoughts on “I’m Married! (Part 3)

  1. keika November 25, 2012 at 12:50 am Reply

    akhirnya stelah skian lama menunggu., part 3 ud di post., gomawo.,
    apkah yoochun N yunho punya hub?? wahh akan mlai muncul konflik.,
    ditunggu chap slanjutnya ea., jangan lama2

    • Hotaru May 26, 2013 at 6:19 pm Reply

      itu udah aku publish part 4 nya.. silahkan dibaca ^^
      maaf kalau menunggu lama #bungkuk2 xDD

  2. Cahya Yuuki Kuran November 29, 2012 at 6:58 am Reply

    wah,
    konfliknya mulai muncul ni,…..
    next part please

  3. yanty December 28, 2012 at 8:02 pm Reply

    penantian yg cukup pnjang,akhirnya part 3 publish juga.
    buat mereka saling jatuh cinta ya…
    biar tampah manis kehidupan mereka..
    part 4nya kpan publishnya..
    dtggu ya

  4. adinda April 20, 2013 at 8:08 am Reply

    waaaaahhhh part 4 nya mana niich
    kl ad aq minta link nya dooonk
    duuh penasaran banger toop tooop tooop bangez deh

  5. anna May 12, 2013 at 3:31 pm Reply

    waaaahhh,,, lanjutannya mana neh,,, penasaran parah ini,, heheh

  6. Hotaru May 26, 2013 at 6:21 pm Reply

    readerdeul sekaliaan.. readerku yang paling aku cintai sepanjang masaaa… #plakkk
    itu udah aku publish chap 4 nya… silahkan dibaca ya.. ^O^
    maaf kalo lama.. wekekekekekeke…
    dan aku juga ngepost ff oneshot ku, bisa dibaca dan tolong tinggalkan komen ya?? ^^
    gomawooo~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: