Say Goodbye [Freelance]

Say Good Bye

By : Yessis
Cast : Park Yong ha

Namaku seung ah umur 18 tahun. Hari ini merupakan hari kelulusanku karena alasan yang klasik, ekonomi, aku tak bisa melanjutkan kuliahku. Sejak kelas dua sma aku bertekad ingin bekerja di rumah produksi film, apapun pekerjaannya aku tak peduli, aku ingin berada disana bukan karena ingin menjadi artis tapi hanya ingin menciptakan peluang untuk bisa bertemu dengan idolaku. Namanya  Park Yong Ha, dia seorang aktor yang terkenal, aku jatuh cinta melihat filmnya yang berjudul  Story of a man, aku suka filmnya sehingga aku suka aktornya.  Park Yong Ha tidak hanya aktor tapi juga seorang penyanyi, lagunya terkenal di jepang, walaupun bukan penyanyi yang paling hebat tapi lagu2nya aku paling suka lagunya yang berjudul say good bye.

            Harapanku tercapai, kini aku bisa bekerja di sebuah stasiun tv swasta, aku bekerja sebagai asisten busana bagi para aktris dan aktor. Gajinya memang tidak terlalu besar tapi cukup untuk membiayai sekolah adikku. Sudah satu tahun aku bekerja disana tapi belum sekalipun aku bertemu dengan Park yong ha. Tapi aku tak ingin menyerah suatu hari nanti dia pasti bermain drama ditempatku bekerja.

            Hari ini aku senang sekali,  Park Yong Ha idolaku akan bermain drama ditempatku bekerja, dia akan bermain drama dengan judul Pure of Love. Ini hari pertama dia hadir dilokasi syuting, dia memberikan beberapa patah kata untuk penyambutannya. Terlihat sekali dia bukan orang yang suka banyak bicara, sikapnya sangat dingin dan jarang sekali bicara. Dalam drama ini dia berperan sebagai seorang lelaki yang ceria, menjadi matahari bagi pemeran utama wanitanya yang mengalami trauma akibat pelecehan seksual oleh pamannya sendiri.  Park Yong Ha yang dingin berubah karakter menjadi ceria, aku senang melihatnya tersenyum, semua orang kagum dengan aktingnya tapi hatiku tetap merasa aneh ketika melihatnya tersenyum, matanya tak bisa berbohong, aku melihat kesunyian dimatanya. Aku selalu berharap dia bisa bahagia.

            Dimatanya aku seperti tak ada, meskipun sudah beberapa kali aku menyediakan pakaian untuknya tapi tak sekalipun dia menyapaku. Aku tak berharap dia mengingat namaku, aku hanya ingin dia bisa melihatku dan menganggapku ada. Keinginan yang terlalu mengada-ada buatku. Drama yang ia perankan sukses besar dan sekarang karirnya makin melambung, albumnya pun sukses di jepang.

            Hari ini adalah syuting terakhir dan artinya hari terakhir aku bisa bertemu dengannya di lokasi syuting, kecuali dia bermain drama di stasiun tv ini lagi. Tapi sepertinya sulit, dia semakin sibuk dengan karir menyanyinya. Hari ini aku bertekad untuk memberikannya nasi timbel istimeawa, aku tak peduli dia mau menerimanya atau tidak, aku akan membuatkannya nasi timbel istimewa..

           

Siang hari ketika kami istirahat aku memberanikan diri memberinya nasi timbel istimewaku, lalu dia menerimanya. Aku tersenyum, senyuman yang tulus dari dasar hatiku meskipun tanpa balasan senyuman darinya, lalu aku menjauh darinya. Kotak nasiku ia simpan diatas meja, dia tak menyentuhnya sama sekali, aku sedikit kecewa tapi aku tetap bahagia karena dia mau menerima pemberianku. Syuting akhirnya selesai, setelah pesta perpisahan di lokasi syuting, semua membereskan barang2nya. Ruangan syuting sepi, aku tetap berada disana mengenang  Park Yong Ha yang syuting disini, aku putuskan untuk berhenti besok karena mimpiku sudah tercapai kini aku ingin lebih fokus untuk keluargaku. Malam semakin pekat, ruangan semakin hening, aku agak merinding berada sendirian disana, aku putuskan untuk pulang. Melewati ruangan drama, aku melihat salah satu ruangan makan buatan untuk syuting menyala, aku melihat seseorang yang sangat aku kenal duduk disana melihat kotak makanan yang aku berikan padanya. ” Duduklah, temani aku makan.” kata  Park Yong Ha yang tak memindahkan pandangannya dari kotak makananku, aku sedikit ragu, aku takut mengganggunya, hal ini tak membuat aku bergerak selangkahpun. Kemudian  Park Yong Ha memandangku dan berkata, ” Mau temani aku makan? Aku belum makan dari pagi.” senyumannya belum juga kulihat, akhirnya aku duduk disebelahnya, hatiku berdebar sangat kencang, keringat bercucuran padahal ruangan sangat dingin,  Park Yong Ha mengeluarkan sapu tangannya dan memberikannya padaku, sapu tangannya sangat bersih dan harum aku khawatir membuatnya kotor tapi untuk menjaga perasaan  Park Yong Ha aku melap keringatku menggunakan sapu tangannya.  Park Yong Ha membuka kotak makannya dan melahapnya hingga habis semua, aku tak menyangka nafsu makannya sangat besar, kalau tahu begini aku akan membawakannya lebih banyak. Setelah selesai makan aku bertanya padanya, ”apakah makanannya enak?”, dia mengangguk, lalu memandangku, dan bertanya padaku, ”apa yang ingin kau lakukan didunia ini?”, aku terdiam aku bingung untuk menjawab apa, kemudian dia berkata, ’bagiku hidup ini hanya omong kosong, Tuhan hanya menertawakan kita diatas sana, melihat manusia yang menjadi bonekanya berlaku bodoh.”, aku berkata, ”aku tak merasa menjadi boneka-Nya.”.

  Park Yong Ha semakin memdangku lekat. ”kamu miskin, apa kau tak merasa Tuhan mempermainkanmu padahal kamu orang baik tapi kamu tetap miskin, sedangkan diluar sana banyak orang kaya yang berlaku buruk tapi Tuhan tetap membuat mereka berjaya dimuka bumi ini.” wajahnya semakin mendekat lalu berkata. ”bagiku tuhan itu omong kosong hanya memihak pada orang kaya.” tanpa sadar aku mengebrak meja dan berteriak padanya. ”tak peduli aku miskin atau tidak aku sayang pada tuhan dan aku sangat, sangat, yakin Tuhan pun menyayangiku.” mukaku terasa sangat panas karena marah, aku tak menyangka menyukai orang yang sangat sempit pikirannya. Tak sedikitpun aku menyesali tindakanku,  Park Yong Ha berdiri dan tersenyum padaku, senyuman yang sangat tulus, aku tak menyangka senyumannya sangat indah membuat tubuhku menjadi sejuk kembali. Lalu  Park Yong Ha berkata, ”aku percaya.” kemudian dia berlalu dari hadapanku.

            Hari ini aku sudah menyerahkan surat pengunduran diriku, ternyata idolaku tak sehebat yanga aku kira, aku teringat dengan kata2nya semalam. Siang hari aku sudah berada dirumah, aku sedang membuat rencana untuk membuat warung makanan, kebetulan rumahku dekat dengan pabrik keju sehingga banyak pegawai yang keluar untuk mencari makan. Sambil menulis aku menonton berita, seperti disambar petir aku tak percaya mendengar berita yang ditayangkan, aku pindahkan siaran ke channel lain untuk lebih meyakinkan.  Park Yong Ha yang sedang naik daun bunuh diri dikamarnya, mayatnya ditemukan oleh ibunya pagi hari, ia meninggal karena gantung diri, kemungkinan ia bunuh diri karena tak tahana dengan tekanan hidupnya, ayahnya sakit kanker stadium akhir dan perusahaan ayahnya bangkrut. Aku tak percaya, aku berlari menuju rumahnya. Disana sudah banyak orang yang berdatangan untuk melihat TKP, polisi yang mengisolasi rumahnya. Esok hari ditetapkan bahwa  Park Yong Ha meninggal karena bunuh diri murni. Aku menangis dikamarku tak percaya semua ini terjadi..

            Aku datang kepemakamannya, ketika makamnya telah sepi aku mengahampirinya aku menangis tanpa tertahan, aku menangis bukan karena ia idolaku, aku merasa kasihan padanya yang tak merasakan kebahagiaan hidup, ”kenapa kamu tak bertanya padaku bagaimana caranya untuk bahagia? bagaimana caranya mencuri perhatiaan Tuhan agar mau memperhatikanmu. Kenapa kamu tak bilang kamu bosan dengan hidupmmu, aku akan membawamu ketempat yang tak membosankan. Kenapa tak bilang kamu merasa berat menanggung hidupmu, aku akan berusaha untuk meringankan bebanmu. Kenapa, kenapa tak bilang padaku…..” aku terus menangis menyesal karena tak bisa menolongnya. Aku menyesal karena tidak bisa lebih awal agar bisa menjadi temannya. Aku membencinya karena mengakhiri hidupnya dengan cara yang dibenci Tuhan tapi tak bisa dipungkiri aku semakin menyayanginya karena merasa kasihan padanya.

            Dikamar aku mengambil sapu tangan biru pemberiannya aku baru sadar disana terdapat sulaman bertuliskan SUENG-AH.

THE END

 

Ovp Park Yong Ha

Gadis itu bernama seung ah, dia selalu memperhatikanku, pandangan matanya tak seperti fans2ku yang lain, pandangan ketenangan dan kedamaian. Aku berharap dia mau menyapaku, jika itu terjadi aku akan memberikan sapu tangan yang aku sulam sendiri dengan tanganku untuknya. Hari ini dia memberiku makanan, aku sangat senang sekali, bahkan kami sempat mengobrol. Aku berharap dia bisa hidup bahagia selamanya. Tak seperti aku yang sudah tak tahan dengan hidupku, Tuhan maafkan yang aku perbuat.

 

*FF in sudah pernah di publis di www.yessiskyura.blogspot.com

Disana masih banyak ff yang tidak kalah menariknya dengan ff say good bye ini.

Jangan lupa berkunjung ke blog kami yah…^^

Tagged:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: