Marry YOU??!! OH GOD !! (Part 1)

“Shim changmin….sekarang kau harus menjaga Danni sepenuhnya…..jangan lukai atau sakiti dia…walaupun ini hanya sandiwara belaka…”bisik jaejoong pelan ditelinga changmin.

“Uwaaa….aku capek…” Teriak Changmin sambil mengipasi dirinya yang bercucuran keringat.

“Good Job….Shim Changmin….” Kata seseorang pria lanjut usia yang adalah bos SM.

“Lee Soo Man Sshi…” sapa changmin.

“Lalu yang ini Danni kan?? Adik nya Kim Jaejoong??” Tanya LSM sambil menghampiri Danni.

“Ye…Soo Man Sshi… Annyeong Haseyo…” sapa Danni.

“Shim Changmin….walaupun sebenarnya aku kurang suka dengan berita itu dan kurang terima jika kau yang merupakan idol sekarang sudah menikah … tapi saat ini kau ku beri kesempatan karena kau juga merupakan bagian terpenting di SM entertainment…” Bisik LSM di telinga Changmin sembari menepuk bahu changmin dan kemudian berlalu.

……………

“Changmin a~ tadi bos bilang apa??” tanya Yoochun ingin tau.

“Ya begitulah…” jawab Changmin dengan tampang cemberut.

“Kalau begitu ayo kita pulang…ini akan jadi malam pertama kalian…” Seru Junsu ngasal.

“Malam pertama?!Andwe!” Bantah Danni dan Changmin kencang.

“Biar Jaejoong dan Yunho yang menjelaskan…” seru Yoochun.

“Begini Danni…..bukan nya kau sudah bisa menggunakan apartement mu hari ini??” tanya Jaejoong.

“Ne..”

“Jadi mulai hari ini kau dan Changmin akan tinggal satu rumah….(Apartement..)” jelas jaejoong.

“Ne??keputusan aneh siapa itu??” tanya Changmin pedas.

“Itu keputusan kami…..orang tua kita juga bos LSM dan Hyungnim..” Jawab Jaejoong menunduk.

“Aku??dan dia???” tanya Changmin lagi untuk memperjelas sambil menunjuk tepat kea rah wajah Danni.

“Ya..” Jawab Yunho tegas.

Danni masih saja membeku tanpa ekspresi karena terlalu kaget.

“Kalo begitu ayo kita pulang kalian sudah lelah….” Ajak Yunho.

“Oh ya Danni..” Panggil jaejoong.

“Ne oppa….wae??”

“kamu tidak perlu lagi datang ke dorm kami mengambil barang….barang mu sudah dikirim duluan….dan lagi aku lupa sebenarnya jadwal Changmin adalah….”

“Siang sampai Sore di dorm DBSK dan Malam sampai pagi baru ditempat mu….” Potong Changmin.

“Uwaa..kau tau dari mana??” Tanya junsu kaget.

“Barusan Hyungnim SMS…” jawab Changmin singkat sambil memasukan hpnya kembali ke dalam kantong celana nya.

Usai mengganti pakaian mereka pun kembali ke tempat tinggal mereka…..walaupun sebelum itu mereka harus menyapa kedua orang tua mereka.

Cklikkkkk…………..

Dengan segera Changmin masuk ke dalam apartement milik Danni.

“Lumayan…” guman Changmin.

Dengan cepat Danni mencari tas koper nya dan memasuki kamar utama.

“Hei…siapa yang mehias kamar ini??” tanya Danni kaget.

Kamar itu betul-betul disiapkan untuk orang yang baru menikah….

“Itu pasti kerjaan dari Junsu dan Yoochun hyung…” jawab Changmin masuk.

“He??”

“Mereka baru saja mengirim pesan aneh padaku…” Changmin langsung melempar dirinya ke atas tempat tidur King size.

“Hei!kenapa kau tidur disini??! Tidur ditempat lain sana…. Bukan kah ada kamar 1 lagi?!” bentak Danni pada Changmin.

“Andwe…kau saja..disana tidak ada tempat tidurnya….memangnya kau mau aku tidur dilantai..sudah sana….” Suruh changmin.

“Andwe….ini apartement milik ku!orang tua ku yang bayar…!” jawab Danni.

“Malas…Kau berisik seperti bebek kepanasan…aku ngantuk…” lagi-lagi Changmin pun tertidur dengan cepat tanpa mengganti bajunya.

“Cihh…dasar pemalas…..” Danni hanya dapat mencibir Changmin yang sudah tertidur.

Dengan cekatan Danni membersihkan kamar itu sendirian….. serta meletakan beberapa foto-foto keluarga nya di atas meja dan laci.

Beberapa jam kemudian….

Pukul 02:00…

“Akhirnya selesai juga…. Semuanya sudah kubereskan….” Kata Danni bangga sambil mengecak pinggang nya.

“Lalu dimana aku akan tidur???” tanya nya dalam hati sambil berjalan ke dalam kamar yang tempat tidurnya sudah di tempati oleh Changmin.

“Cih..jelek sekali dia kalau tidur….” Cibir Danni sambil mengambil bantal dan selimut.

Akhirnya Danni pun memutuskan untuk tidur di sofa ruang tamu.

Ting..tong..ting..tong…

Berkali-kali bel apartement Danni di tekan namun tak ada satupun yang menyahut.

Hingga akhirnya….

“Hei!Kim Danni!!kenapa tidak kau buka pintunya?!” Tanya Changmin yang terbangun karena terganggu keluar dari kamar.

“Kim Danni!”Panggil Changmin lagi pada Danni yang tertidur meringkuk di sofa.

Namun tidak ada reaksi sama sekali… mungkin dikarenakan terlalu lelah…. Sehingga Danni tidak terbangun sama sekali.

“Cih, merepotkan saja….” Dengan segera Changmin membuka pintu.

“Nuguseyo??” Tanya Changmin.

“Shim Changmin sshi…”

“Benar ada apa??” tanya Changmin heran.

“Ini kami mau mengantar paket kiriman….tolong tanda tangan disini..” Jawab orang yang merupakan kurir pengantar barang.

“Ne??”

“Silahkan tanda tangan disini…” kurir itu menyodorkan beberapa carik kertas kepada Changmin.

“Ini…” Kata Changmin kemudian memberikan kertas nya.

“Changmin Sshi tolong tunggu sebentar….akan kami bawa barang-barang nya….” Lalu sang kurir dan teman –teman nya pergi beberapa saat.

Changmin pun masuk kembali kedalam apartement nya.

“Hei…Kim Danni bangun…” Changmin mulai membangun kan Danni lagi sambil menggoyang kan tubuh Danni.

“Eomma aku masih ngantuk…..” Jawab Danni yang masih setengah sadar.

“cih…apa kau mau ada orang yang melihat mu tidur di sofa??? Jika jaejoong hyung datang bagaimana?? Apa kau mau aku di penggal nya???” Tanya Changmin kesal.

“Ya! Terserah kau saja….. eomma…” Ujar Danni lagi.

“Sighh…. Mau tak mau…..harus kubawa juga kau…” Akhirnya dengan terpaksa Changmin membopong Danni yang masih terlelap ke dalam kamar.

Bukk….

Changmin menjatuhkan badan Danni dengan pelan ke atas tempat tidur.

“Cihh….merepotkan….” Ujar changmin kesal.

“Shim Changmin Sshi…” panggil seseorang.

“Ne…” Changmin berlari menuju ke arah pintu yang tidak dia tutup.

“Ini barang kiriman nya….Mau ditaruh dimana??” Tanya sang kurir.

“Eh..biar saya yang bawa saja…” tawar Changmin.

“Semuanya???” Tanya sang kurir sambil melihat kea rah teman-teman nya yang masih sibuk mengambil barang-barang kiriman yang begitu banyak.

“Nde??semua itu??!” Tanya changmin kaget saat melihat begitu banyak paket kiriman.

Akhirnya Changmin pun meminta bantuan para kurir itu membawa barang-barang kiriman nya masuk kedalam rumah.

Dan tidak sampai 15 menit Ruangan apartement itu sudah penuh dengan berbagai rangkaian bunga,serta kado pernikahan dan kartu ucapan.

“Kalo begitu kami balik dulu….”

“AH..ye..kamsahamnida…” ucap Changmin.

Dan setelah itu dia menutup pintu apartement saat semua kurir sudah pulang.

“Changmin a~ siapa itu??” tiba-tiba terdengar suara Danni yang baru saja bangun dengan tampang kusut.

“Kurir…” jawab Changmin agak ketus.

“Kurir??” Danni mengucek-ngucek mata nya agar dapat melihat dengan jelas.

“Ini dari siapa??” Tanya Danni heran.

“Ucapan selamat dari para rekan…. Cihh….jahat sekali mereka..” jawab Changmin.

Ting….tong…ting..tong…

“Ne…” Changmin membuka pintu.

“Changmin a~ bagaimana semalam??” Tiba-tiba saja Yoochun yang datang bertamu bertanya hal yang aneh.

“Hyung bisakah kau memberi  salam yang lebih baik??” Jawab Changmin ketus.

“Sudahlah…kami kesini ingin mengunjungi kalian….”Lerai Yunho.

Dan akhirnya ke empat member DBSK itu masuk ke dalam.

“Mana Danni??” tanya Jaejoong pada Changmin.

“Baru bangun…” Jawab Changmin pelan.

“Jangan..jangan..kalian…” junsu mulai mengarang cerita sendiri.

“Kim Junsu diam kau!” bentak Changmin.

Bruukk…

“Auu… apa ini??” Tanya Yunho heran karena kakinya menabrak beberapa paket.

“Ah..tamu…Jae..jaejoong oppa..” Teriak Danni girang.

“Danni… apa kau baik-baik saja??” Tanya Jaejoong yang langsung menghampiri dan memeluk Danni.

“Ne…seperti yang oppa lihat…” Jawab Danni.

“Lalu ini sebenarnya apa??…..Kepada Shim Changmin dan Kim Danni selamat menempuh hidup baru……. Dan banyak lagi??” Tanya Yoochun yang membaca beberapa kartu ucapan.

“Itu…aku juga tidak tau..” Jawab Danni.

“Tadi pagi ada kurir yang mengantar…. Kurasa itu dari rekan-rekan se profesi kita…” Jawab Changmin datar.

“Arrgghtt..aku lapar!” Teriak Changmin lagi.

“Sebentar changmin..rasanya..tadi aku bawa makanan kesini….Yunho dimana makanan nya??” Tanya Jaejoong mencari-cari tas berisi makanan milik nya.

“Sebentar sepertinya tertinggal didepan bersama tempat tidurnya….” Jawab Yunho sambil berlari menuju depan.

“Tempat tidur??” Tanya Danni dan Changmin heran.

“Ne…” jawab Junsu dan Yoochun bersamaan.

“Karena kurasa kalian tidak akan mau tidur satu tempat tidur dan aku melarang hal itu….. maka kami memutuskan untuk membelikan kalian tempat tidur satu lagi…” jelas Jaejoong dengan tampang dingin.

“Hei! Bantu aku angkat!” teriak Yunho dari luar.

“ne….” jawab mereka.

Yunho,Yoochun,Changmin serta Junsu mengangkat kasur itu masuk ke dalam ruang apartement….

“Biar aku ikut membantu….” Tawar Danni.

“Tidak kau bantu aku….” Tahan Jaejoong.

“Ok…oppa..” Jawab Danni sambil membantu jaejoong membawa makanan dan menyajikan nya di atas meja makan.

“Mau taruh dimana ini??” Tanya Yunho.

“Kamar samping saja….” Jawab Changmin.

“Jadi kalian pisah ranjang?!” Tanya Junsu sambil tertawa.

“Hyung!” tegur Changmin.

“ Ya…akhirnya beres juga…” Ujar yoochun girang sambil menepuk tangan nya.

“Ayo kita keluar dari kamar ini…” ajak Yunho.

Mereka pun keluar dari dalam kamar.

“Hyung apa makanan nya sudah jadi??” Tanya Changmin yang sudah sangat kelaparan.

“Ada di meja makan sana makan kalian…” suruh Jaejoong.

“Danni ayo makan…”Ajak Jaejoong pada Danni yang duduk di sofa.

“nanti saja oppa aku mau cuci muka dulu….” Jawab Danni yang lalu berjalan ke arah kamar mandi.

“Changmin kau tidak melakukan apapun kan pada Danni???” Tanya Jaejoong yang duduk sambil meneguk air.

“Ani…aku tidak melakukan apa pun…” Jawab Changmin dengan mulut penuh dengan makanan.

“Artinya kalian belum???” tanya Junsu dengan begitu tanda tanya banyak.

Plakkk….

“Auuu…Hyung sakit….” Rintih Junsu yang kepala nya baru saja di pukul Yunho.

“Kau selalu bicara tanpa memikir kan nya dulu…” ucap Yunho sedikit kesal.

“Mian…” maaf Junsu.

“Lalu apa kau tidak ada perasaan apapun pada Danni sampai sekarang??” Tanya yoochun.

“Tidak…” jawab changmin tegas.

“Inikan hanya sandiwara..”Tukas changmin lagi.

“Kuharap kau akan sedikit dekat dengan nya..” gumam  Jaejoong.

“He???” tanya Changmin yang tidak mendengar.

“lupakan…” kata jaejoong dingin.

…………………………

“Oppa apa yang sedang kalian bicarakan….” Tanya Danni yang tiba-tiba muncul.

“Tidak ada apa-apa…..” Jawab Jaejoong tenang.

“Oh…”

“Danni ayo makan…” Ajak Yunho.

“Aku belum lapar…..lagipula aku mau melihat isi-isi bingkisan itu…..” Jawab Danni yang lalu duduk dilantai ruang tamu sambil membuka satu persatu bingkisan yang ada.

“Biar kubantu…” tawar jaejoong.

Mereka berdua lalu bersama-sama membuka bingkisan yang ada…

Dan tak lama member yang lain turut membantu tak terkecuali Changmin…

“Apa ini???Tiket….” tanya Danni bingung.

“Mana coba aku lihat…” kata Jaejoong.

“Tiket bioskop….uwa..film ini…ini film bagus lho….” Kata Junsu.

“kenapa kalian tidak pergi saja menonton??toh hari ini jadwal manggung kita di kosongkan sampai seminggu kedepan…” Kata Yunho.

“Film….boleh juga…tapi…ah tidak usah itu buat kalian saja oppa….” Kata Danni memberikan tiket tersebut pada Junsu.

“Wae??” tanya Jaejoong heran.

“Tidak apa-apa…” jawab Danni kemudian membuka bingkisan lainnya.

“Oh..aku ingat kau kan takut ge….”

“OPPA!!” tegur Danni sebelum Jaejoong menyelesaikan ucapan nya.

“Ge??” tanya yang lain nya heran.

“Lupakan saja…. Hei apa ini??” Tanya Jaejoong mengalihkan pembicaraan.

“HP???” jawab Yoochun.

“Changmin ini untuk mu…dan ini untuk Danni…kalau tidak kalian gunakan simpan saja” kata jaejoong memberikan dua buah hp itu pada changmin dan Danni.

“hem??” tanya kedua nya heran.

“Ya..sepertinya itu diberikan agar kalian bisa kembaran lagi pula ada ukiran nama kalian berdua dengan tinta emas di belakang casing nya…” Kata Jaejoong lagi.

“Hei seperti nya kita telat ini sudah waktunya….” Ucap yunho sambil melirik jam tangan nya.

“Ah..iya kami harus kembali…sisa nya kalian berdua buka sendiri ya…” pamit jaejoong.

“Wae??” tanya Danni.

“Ada drama baru yang mau kami tonton…” jawab Jaejoong menyusul ketiga teman nya yang sudah mau keluar.

“Oh iya…aku hampir lupa ini ada titipan dari eomma untuk mu…” Jaejoong memberikan sebuah album foto pada Danni sebelum keluar dan kembali ke dorm.

“Gomawo oppa…”

“Ne…baik-baik….Changmin….Yang akur ya..” jaejoong pun keluar dan kembali ke dorm bersama tiga member lainnya.

“Apa itu??” tanya Changmin sedikit penasaran pada album foto yang dibawa Danni.

“Tidak tau….yang penting sekarang kita bersihkan dulu ruangan ini…” Danni meletak kan album itu di atas sofa.

“hahaha….”

“kau kenapa??” tanya changmin heran pada Danni yang tertawa sendiri.

“Coba lihat…” kata Danni sambil memperlihatkan sepasang piyama berwarna biru dan pink bergambar penguin kepada changmin.

“Punya mu??” tanya Changmin.

“Yang biru punya mu…. Yang ini punya ku.” Jawab Danni menyerahkan piyama biru kepada Changmin.

“Lalu apa yang lucu??” tanya Changmin masih heran.

“Tidak…hehehe…” jawab Danni masih tertawa.

“Ya!!”

“ok aku jujur tapi kau tidak boleh marah…” pinta Danni.

“ye..”

“janji dulu…”Paksa Danni.

“Aku janji..” Kata Changmin kesal.

“Aku sedang membayangkan mu yang tinggi mengenakan piyama biru bergambar penguin pasti aneh…hhaahaha..” tawa Danni kencang.

“Maksud mu kau mengejek ku??!” tanya Changmin.

“Tidak…” bantah Danni.

“Kim Danni!!”

“Sudah kau terlalu banyak menggerutu….cepat bereskan …”Suruh Danni.

Akhirnya mereka pun membereskan apartement itu bersama-sama.

“Mulai hari ini kau tidur dikamar sebelah dan aku tidur disini…” Perintah Danni yang masih sedikit basah karena baru saja mandi pada Changmin yang sedang tidur-tiduran di dalam kamar.

“AKu?!Andwe…..Kau saja!!Kamar itu berantakan!” Jawab changmin menolak.

“Shim Changmin Babo! Berapa kali aku harus mengalah??! Hah!!Apa kau gila??! Kenapa harus selalu aku??!” tanya Danni marah.

“Ya!kau sendiri apa kau bisa memanggil ku lebih sopan?! Begini-begini aku lebih tua dari mu!” Jawab Changmin tak kalah marah.

“Kau tau karena kamu aku harus menikah dengan cepat!” bentak Danni.

“AKU?!bukan nya itu salah mu??!” bentak Changmin balik.

“KYYAA!!Sudah cukup!aku pusing harus bicara apa padamu!”Pekik Danni meninggalkan Changmin sendiri di dalam kamar.

“Kau sangka hanya kau???!” tanya Changmin tak kalah kesal saat Danni keluar dari kamar.

Yah,beginilah kehidupan sepasang suami istri muda yang baru saja menikah itu.

Danni yang masih kesal mendarat kan dirinya di atas sofa dengan keras lalu mengambil remote TV dan menyalakan nya.

“Cihh..kenapa siaran nya tidakada yang bagus??!” gerutu Danni.

Tiba-tiba saja Danni berhenti mengganti Channel TV nya disalah satu channel TV.

“Shim..Shim Changmin!!Hei Shim Changmin cepat kemari!” panggil Danni keras.

Tapi changmin tidak menghiraukan panggilan Danni dan menutup kupingnya dengan bantal. Ia pura-pura teridur lagi walaupun sebenarnya hari masih siang.

Braakkk…

Danni membuka pintu kamar dengan keras.

“Ya! APA kau tidak bisa lebih pelan?!” Tanya Changmin kesal.

“Shim Changmin…Kau..kau harus lihat TV…” kata Danni panik.

“TV??untuk apa???” Tanya Changmin heran.

“Pokoknya kau harus lihat…” kini Danni menarik tangan changmin dengan kuat.

“Ya..ya….” Changmin pun beranjak dari atas tempat tidur.

“Memang nya ada apa di T..V…”

Changmin terlihat sangat kaget ketika melihat tayangan yang ada di TV.

“Ke..kenapa bisa??” tanya changmin sedikit panik.

“Aku juga tidak tau…bukan kah mereka bilang tidak aka nada yang meliput berita pernikahan sandiwara kita itu…” jawab Danni yang sama bingung nya.

“Kalau begini matilah aku……”tukas changmin yang langsung menjatuhkan dirinya di atas sofa.

“Hei…apa yang harus kita lakukan??” Tanya Danni bingung.

Trrr…trrr…..trrrrr…..

“yoboseyo oppa…??” Tanya Danni mengangkat Hp nya.

“Danni….mana Changmin??” tanya Jaejoong di sebrang telepon.

“Sebentar oppa…” jawab Danni lalu memberikan hp nya pada changmin.

“Ye..hyung….ada apa??” tanya changmin.

“Apa kau sudah menonton TV??” tanya Jaejoong balik.

“Sudah…bagaimana cara mereka sehingga mendapat liputan itu??”

“Aku juga tidak tau….makanya itu lebih baik kau untuk sementara waktu matikan saja hp mu….dan lagi….aku tidak tau apa yang akan terjadi dengan jadwal kita setelah ini…tapi kata hyungnim minggu depan kita akan tetap comeback di music bank….” Jelas jaejoong.

“Ye hyung, arasho…”

“Changmin…” Kata jaejoong lagi.

“ye??”

“Jaga Danni baik-baik….karena aku tidak tau hal apa yang akan terjadi padanya…..karena sepertinya ada beberapa pihak yang masih belum bisa menerima pernikahan kalian…..aku takut dia tersakiti….” Jawab Jaejoong.

“Baik…..hyung…”

“Berjanjilah pada ku changmin…” Kata jaejoong lagi.

“Aku janji…” jawab changmin lemas.

“kalau begitu ku tutup dulu telepon nya……..katakan pada Danni agar menjaga kesehatan nya…” Jaejoong pun menutup telepon nya.

“Apa yang kau bicarakan dengan jaejoong oppa….??” Tanya Danni.

“Tidak ada…..lagi pula…dari pada itu..ada hal yang perlu kita bicarakan…” jawab changmin dengan wajah serius.

“Ne??apa??” tanya Danni bingung kemudian duduk disebelah changmin walaupun masih mengambil jarak.

“Begini Danni..karena aku sudah berjanji pada Jaejoong hyung….”

“ne…lalu??”

“Kita harus berdamai….sudah.” jawab changmin singkat.

“Hanya itu??ok kalau begitu….kita berdamai…asal kau tidur dikamar itu!” Kata Danni member syarat.

Sesaat changmin berpikir keras menggunakan otak nya. Jika ia menolak maka dia akan dimarahi oleh Jaejoong hyung nya,tapi jika dia menerimanya maka dia akan tidur dikamar yang lebih kecil.

“bagaimana kalau begini saja….1 minggu kau yang tidur dikamar itu aku yang tidur dikamar satunya 1 minggu kemudian sebalik nya…jadi kita bertukaran setiap minggu.”Jawab changmin memberikan idenya.

“eehhhmmm…..ya sudah terserah saja….yang pasti hari ini aku yang tidur disitu…” kata Danni.

“Sekarang kita damai..” tambahnya lagi.

Akhirnya mereka berdua pun berdamai.

“ Kalau begitu ya sudah aku mau mandi…..” changmin pun meninggalkan Danni sendiri di ruang tamu itu.

Sepeninggalan Changmin …..Danni hanya dapat termenung di sofa……… dia seperti merasakan sesuatu yang aneh…..feeling nya berkata akan terjadi suatu hal yang menakutkan..atau aneh.

“Oh..iya ku taruh dimana tadi album fotonya???” Tanya Danni pada dirinya sendiri sambil mencari album foto yang tadi diberikan Jaejoong.

“dimana???dimana???”Tanya nya kebingungan.

Seisi ruang tamu nyaris berantakan karena Danni tidak juga menemukan album fotonya.

“kemana albumnya???” tanya nya panik.

“sebenarnya apa yang kau cari dari tadi kau ribut…seperti tawon???” Tanya Changmin yang baru keluar dari kamar mandi dengan basah kuyub tanpa mengenakan atasan dan hanya menghanduki bagian Pinggang kebawah.

“Aku mencari al……KYYAA!” teriak Danni yang tidak sengaja melihat changmin ,muka nya memerah.

“Hei!apa yang kau lihat?!” Tanya Changmin sewot karena sepertinya Danni melihat dirinya seperti setan begitu pikirnya.

“Cepat sana gunakan pakaian mu!!” suruh Danni yang menutup matanya.

“ok..aku tau…..” Changmin pun masuk kekamar dan mengenakan pakaian nya.

Sedangkan Danni masih saja sibuk mencari album foto miliknya.

“sebenar nya apa yang kau cari sampai kau memberantakan semuanya lagi???” tanya changmin ketus.

“Album…kau lihat album fotoku??” tanya Danni kelabakan.

“Oh…album foto yang tadi..”

“Iya…”

“karena kurasa itu barang penting jadi kusimpan di atas lemari pakaian dikamar….”Jawab Changmin.

Dengan cepat Danni masuk ke dalam kamar dilihatnya lemari pakaian yang tingginya sekitar 170cm itu…..dia mulai berpikir bagaimana caranya untuk mengambil album itu.

“Kenapa kau menaruh nya di tempat setinggi itu??!” tanya Danni sewot pada changmin.

“Karena aku tinggi…” jawab changmin enteng.

“Shim Changmin…..cepat kau ambil kembali album itu….” Suruh Danni menarik tangan changmin.

“Bisakah kau sedikit lebih sopan???” Tanya Changmin sembari berjalan kearah lemari.

Dengan mudah nya tangan changmin dapat menjangkau bagian atas lemari…..dan mendapat kan album foto itu.

“Ini…” Changmin memberikan album foto itu kepada Danni.

“Shim Changmin…gomawo..jeongmal gomawo….” Secara tidak sengaja Danni memeluk Changmin karena terlalu senang.

“Bi..bisakah…kau melepaskan pelukan mu???” tanya changmin yang hampir di buat sesak nafas.

Dengan cepat Danni tersadar jika dia sedang memeluk changmin…dan melepaskan pelukan nya.

“siapa juga yang memeluk mu??” tanya Danni ketus sembari melepaskan pelukan nya.

“Lupakan…lagipula apa album itu sebegitu penting??? Sampai kau sepanik dan sesenang itu??” tanya changmin lagi.

“ne…kau mau melihat nya??” Danni pun mengajak Changmin duduk di sebelah nya di atas tempat tidur.

“Foto keluarga???ini bukan orang tua mu???” tanya Changmin heran saat Danni memperlihatkan satu persatu foto yang ada di dalam album milik nya.

“Itu keluarga ku…orang tua kandung ku….” Jawab Danni pelan.

“Jadi kau….sama dengan…jae…”

“Ya betul….Beberapa tahun yang lalu…” Danni mulai mejelas kan dengan mata berkaca-kaca.

“Sudah…kalau kau tidak dapat menjelas kan nya sekarang lebih baik tidak usah…dari pada kau menangis dan merepotkan ku….” Ucap Changmin.

“Tidak apa-apa…tapi ya sudah kalau begitu….bagaimana kalau kau lihat foto ku waktu kecil???” Danni menyodorkan foto-fotonya ketika kecil.

“apa ini betul-betul kau??kenapa berbeda sekali…hahahahaha…” changmin mulai tertawa keras.

“Apa maksud mu hah?!” tanya Danni kesal dan ingin memukul Changmin.

“Ya!!kenapa kau marah aku kan berkata jujur….” Jawab Changmin.

“Kau ini!!”

Akhirnya mereka saling melempar bantal…. Dan tertidur hingga sore hari…

“Ehmm….jam berapa sekarang??” Tanya Changmin yang baru setengah sadar dari tidurnya.

Dilirik nya jam yang ada di atas meja.

“Jam 8??!makan malam ku….” Changmin terbelalak saat melihat angka di jarum jam.

Dilihatnya Danni yang tertidur pulas disamping nya.

“Hei!Bangun cepat!masak sana!!”Changmin mencoba membangunkan Danni sambil mengguncang tubuh Danni.

Pllaakk…

Tiba-tiba saja secara reflek tangan Danni yang sedang tertidur memukul kepala Changmin.

“Ya!!Bangun!Aku lapar!!KIM DANNI!!” teriak Changmin 3 oktaf lebih tinggi dari suara biasanya.

“Su..suara apa itu??” Tanya Danni yang kaget hingga terbangun.

“Aku lapar…..cepat masak…” seru changmin.

“Masak???bukan nya ini masih siang???” Tanya Danni pada Changmin.

“Ini sudah jam 8 lewat Kim Danni babo!” ejek changmin yang beranjak dari atas tempat tidur.

“Ne ….Jam 8???”

“Iya…sudah sana masak….” Kata changmin.

“Ani….aku mau tidur….mataku masih mengantuk……kau makan saja sendiri dan jangan lupa tutup tirai jendela.” Ucap Danni lalu kembali meringkuk di tempat tidur.

“Kim Danni…..aku lapar…” rengek changmin yang memang betul-betul kelaparan.

“Buat saja sendiri dulu….” Perintah Danni.

Praangg…dukk…brrukkk…. Prangg….

“Suara apa lagi itu???” tanya Danni kesal karena tidak dapat tidur.

Dengan cepat dia turun dari atas tempat tidur lalu keluar dari kamar menuju ke arah suara tersebut .

“Auu….”

“Shim Changmin apa yang kau lakukan?!” tanya Danni dengan mata terbelalak karena melihat dapur berantakan.

“Kau tidak memasak dan aku kelaparan jadi aku memasak sendiri……” Jawab changmin yang sedang memegang pisau.

“kenapa tidak bilang kalau tidak bisa masak??” Tanya Danni.

“Mau bagaimana lagi biasanya kan jaejoong hyung yang masak….”

“Ya..sudah sini aku yang masak…walaupun aku hanya bisa memasak masakan biasa dan tidak seenak jaejoong oppa….kau bersihkan dapurnya dulu…” suruh Danni mengambil celemek.

“Ne…”

Akhirnya Danni pun mulai memasak….. dan yang dimasak nya adalah…

“Makanan nya siap….” Danni membawa dua piring nasi goreng masakan kebangsaan nya.

“ne…cepat….” Kata changmin bersemangat.

“Ini….maaf hanya nasi goreng saja…” Danni meletakan sepiring nasi goreng didepan changmin dan dia pun duduk di sebrang changmin.

“Gwaenchana yang penting aku bisa makan..” jawab changmin yang mulai mengambil sendok dan garpu dan mulai melahap nasi goreng tersebut.

“Shim changmin….jangan terlalu cepat makan nya kau bisa tersedak nanti….” Ucap Danni yang mengkhawatirkan cara makan changmin.

“A..Kuo…suwdwah byiaswa…” jawab changmin dengan mulut penuh yang maksud nya aku sudah biasa.

“Hukk..hukkk…” tiba-tiba saja changmin tersedak.

“Shim..shim..changmin..gwaenchana???ah..chakamanyo…kuambilkan air…” Danni berlari kearah dapur untuk mengambilkan segelas air.

Tidak lama Danni datang membawa segelas air putih dan memberikan air tersebut pada changmin dan duduk disebelah changmin.

“Apa kau tak apa-apa??” tanya Danni sambil menepuk pelan punggung changmin.

“Ne..gwaenchana…..” jawab changmin menoleh ke arah Danni.

Secara tidak sengaja mata mereka saling bertatapan…

“A..aku..mau makan lagi…” ujar Danni tergugup dan lalu menuju ketempat asal nya dan memakan nasi goreng nya. Sedangkan changmin yang terdiam sesaat kemudian tersadar dan mulai memakan kembali nasi goreng nya hingga habis.

……………………………

“Apa kau sudah selesai???” tanya Danni pada changmin.

“Ye..”

“Biar kucuci piring nya…” Danni mengambil piring milik changmin.

“Sudah biar aku saja….kau istirahat saja…”Suruh changmin yang malah merebut piring ditangan Danni.

Akhirnya Danni pun menuruti perkataan changmin dan lalu menunggu di ruang tamu sambil mengutak-ngatik TV sedangkan changmin mencuci serta membereskan meja makan.

15 menit kemudian…..

“Danni….Kim Danni….”Panggil changmin.

Rupanya Danni sudah tertidur di sofa mungkin karena kelelahan setelah merapikan apartement.

“Huh..apa aku harus membopong mu lagi??”Tanya changmin pada dirinya sendiri.

“Ehmm..Changmin a~…..” Guman Danni sembari perlahan membuka kelopak matanya.

“Ye??” tanya changmin heran.

“Jam berapa sekarang??” tanya Danni sambil mengucek kedua matanya.

“ini sudah jam 9 lewat….kau tidur saja sana…” suruh changmin.

“ne..” Danni pun beranjak dari sofa dan berjalan sempoyongan dengan mata mengantuk.

Buukkkk….

Dia tersandung meja tamu hingga terjatuh…

“Bisakah kau lebih hati-hati…??” tanya changmin membantu Danni berdiri.

“Mianhae….jeongmal mianhae….”

“ya sudah ayo kuantar..” kata changmin sambil memegangi lengan Danni agar Danni tidak terjatuh lagi.

Sesampainya dikamar Danni langsung menjatuhkan dirinya ditempat tidur dan kembali kea lam mimpi.

Sedangkan changmin ia keluar menuju ruang tamu sambil membawa laptop nya.

CHANGMIN POV

“Sudah 2 hari semenjak hari pernikahan sandiwara itu….tapi berita masih saja menyebar…” batin ku sambil menyalakan laptop ku serta hp ku untuk mengecek sms.

Ttrrrrr….trrrrrrr….

“Ne….hyung waeyo??”

“Changmin….ini aku jaejoong….bagaimana kabar Danni??” tanya suara dari seberang.

“Hyung kenapa kau selalu saja menanyakan nya????huh…..kenapa tidak kau saja yang kesini??!” tanya ku sewot.

“Yang menikahkan kalian bukan aku…” jawab nya enteng sepertinya emosinya mulai stabil beberapa hari ini.

Ini semua karena ulah mereka berdua… aku pasti akan membalasnya suatu hari…

“hei..changmin a~ kau masih mendengarkan ku kan???” panggil jaejoong hyung.

“Ah..ne hyung….ada lagi yang mau kau tanya kan??” tanya ku lagi.

“Kau tidak melakukan apapun kan pada nya??” tanya jaejoong hyung dengan nada pelan.

“Maksud mu???”

“Jawab saja ya..atau tidak??” tanya jaejoong hyung lagi.

Aku mengerti maksudnya…

“Hyung…kau tau kan aku tidak mencintainya…sama hal nya dengan Danni…kami tidak akan melakukan nya….kau terlalu perhatian padanya hyung….hanya untuk inikah kau menelpon ku malam-malam begini???” jawab ku.

“Sepertinya begitu….jaga diri mu baik-baik….aku mau menghukum dua orang itu dulu..”kata jaejoong hyung.

“Ne…hyung..kau juga..jangan sampai sakit…” balas ku lalu menutup telepon.

Huh…apa-apaan jaejoong hyung..selalu saja Danni..danni…danni…

Aku lupa mereka kan saudara….

“huh….hari-hari selanjutnya harus kuhadapi seperti ini….” Guman ku.

Ke esokan harinya….

“Changmin..changmin a~ bangun..ini sudah pagi…” Danni mengguncang tubuh changmin pelan.

“aku masih mengantuk…”jawab changmin dan menutup wajahnya dengan bantal.

“Apa kau tidak mau makan??” tanya Danni pada changmin.

“Aku mau….” Jawab changmin pelan dan masih tertidur.

“Kalau begitu temani aku belanja….kita tidak punya bahan makanan sama sekali….bagaimana aku bisa masak??” kini Danni mengguncang tubuh changmin lebih keras.

“ya..kau pergi sendiri saja…..kalau kau tidak ada uang ambil saja didompet ku….ada di kantong celana jeans ku dilemari.” Jawab changmin membalikan badannya.

“Bukan itu masalah nya…aku tidak tau dimana letak supermarket disini…aku sudah lama tidak ke seoul..semuanya berubah…”

“Minta jaejoong hyung saja….” Jawab changmin enteng.

“aku sudah memintanya tapi hari ini jaejoong oppa dan lain nya pergi menemui manajer kalian…” ucap Danni yang terlihat menyerah membangunkan changmin.

Sedangkan changmin masih saja terlelap tidak menggubrisnya.

Akhirnya Danni pun keluar dari kamar changmin tanpa membawa hasil apapun…….

“Huh….kenapa aku harus sesial ini??” guman Danni pelan yang duduk merenung di sofa.

Danni mulai mengutak-ngatik ponsel miliknya.

Tiba-tiba saja changmin keluar dari kamar dengan mengenakan pakaian lengkap (jeans,kaos,hoodie,kacamata..)*sebenarnya lu nyamar betulan apa ga si min??

“Kau mau kemana???” tanya Danni heran melihat penampilan changmin.

“bukan nya tadi kau yang memintaku menemanimu belanja??” tanya changmin.

“betul???kau mau mengantar ku…??”

“sekarang atau tidak sama sekali??” tanya changmin balik.

“tunggu sebentar apa kau sedang menyamar???” tanya Danni pada changmin.

“ne…sepertinya..”

“kalau begitu aku ambil jaketku dulu…”

Akhirnya mereka pun keluar dari apartement mereka dan berjalan keluar menuju supermarket  terdekat yang jaraknya sekitar 30 meter dari gedung apartement mereka menggunakan mobil.

“sebenarnya apa yang kau beli sampai kau mengambil troli besar itu???” tanya changmin.

“Ini untuk makan sebulan…aku tau kau itu perut karet…jaejoong oppa yang memberitauku…”

“Lada….Lada….dimana??ah..ini dia…” Danni menemukan lada yang dicarinya tapi terlalu tinggi untuk dijangkaunya.

“ya..aku tau..biar kuambil…” seru changmin mengambilkan beras tersebut.

………………………………

Selang beberapa belas menit…..

“ehmm….Semuanya sudah lengkap …..apa lagi yang harus kita beli??”tanya Danni pada changmin.

“Kau bisa buat snack??” tanya changmin.

“Pudding,cake,pancake…kenapa??”

“tidak apa-apa ayo kita cari bahan nya…” kata changmin bersemangat sambil mendorong trolinya.

Dan mereka mengambil beberapa bahan untuk membuat snack…..

“Apa sudah semua??kita terlalu lama belanja….” Kata changmin pada Danni.

“sepertinya sudah semua…” jawab Danni.

“kalau begitu ayo kita bayar…”

Mereka pun berjalan menuju ke kasir.

…………………………..

“berapa semuanya??” tanya Danni pada kasir yang menghitung barang belanjaan mereka.

“Semuanya 700.000 won…”

Danni mencari dompet nya di dalam tas.

“Ini 700.000 won…” changmin memberikan uangnya kepada kasir tersebut.

“kenapa kau yang bayar??” tanya Danni heran sambil mengambil barang belanjaan mereka.

“memang nya kenapa?? Aku kan juga ikut makan…” jawab changmin santai dan mengambil barang-barang yang dibawa danni.

Karena jujur saja belanjaan mereka sangat amat banyak karena hampir sebagian besar changmin yang mengambil makanan-makanan yang ada.

@ Home…

Tagged: , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: