Letter of Angel XXIV “INSANE”

Part I , Part II , Part III,Part IV, Part V, Part VI, Part VII, Part VIII , Part IX,Part X,Part XI, Part XII,Part XIII, Part XIV, Part XV, Part XVI, Part XVI,Part XVII , Part XVIII, Part XIX, Part XX, Part XXI, Part XXII, Part XXIII

When I walked you back home, it was the house of another guy
I felt like you always walked a bit farther from me when there were a lot of people
Just like a big balloon shrinking down, we have cooled down
I can’t hide my frustrated heart
What went wrong?

Korea…. I back…..

Langit Seoul hari ini sangat cerah. Sinar matahari yang hangat, menghangatkan dinginnya pagi.

“Tuan Kim, selamat datang kembali di Korea” ujar sekretarisku. Sekretaris aku tak pernah berpikir untuk memiliki tangan kanan yang akan menyelesaikan semua urusan yang tak sempat aku urus sendiri. Dokter Kim Jaejoong hidupmu sudah berubah. Bukan lagi dokter Kim yang selalu mengurusi rumah sakit dan keluarganya saja, Yuri Haejoong sebenarnya kemana takdir akan membawaku?

“Tuan Kim” Sekretarisku menyadarkanku dari lamunan.

“Nyonya Kim menelpon. Dia ingin memastikan anda sudah sampai dengan selamat” Segera kurogoh ponsel dan memakai headset. Suzzy pasti khawatir. Aku sudah janji untuk menghubunginya segera setelah sampai di Seoul.

“Yeoboseyo” ujarku.

“Yeoboseyo, oppa” Aku bisa merasa kelegaan dari suaranya.

“Mianhae, baru bisa menghubungi sekarang”

“Gwaenchana. Asal kau baik-baik saja. Oppa, semua baik saja kan?” tanyanya.

“Maaf Tuan mengganggu. Doojoon menunggu anda di mansion. Ini laporan penyidikan yang anda minta. Saya sudah meminta pelayan untuk menyiapkan jas anda untuk pemakaman Tuan Shim. Kita akan sampai di mansion kurang dari 15menit lagi. Buket bela sungkawa sudah dikirim. Kikwang dan Junhyung sudah mengirim orang-orang terbaik untuk pengamanan dan pengawasan keluarga dan sahabat anda.”
Jaejoong mengambil nafas panjang.

“Kematian Changmin apa sudah ada titik terang? Bagaimana laporan hasil penyelidikan dan olah TKP?” Sebagai seorang dokter yang juga pernah mengalami rotasi dokter muda di berbagai bagian termasuk bagian forensik sebelum memutuskan menjadi dokter bedah jantung, Jaejoong cukup mengetahui hal-hal semacam ini.

“Sementara ini polisi masih menganggap ini kasus pencurian biasa terkait hilangnya beberapa barang berharga serta mobil di kediaman Kyuhyun, tetapi kemungkinan besar ini adalah alibi”
Jaejoong terdiam sejenak dan berpikir.

“Saat kejadian siapa saja yang berada di sana?”

“Adik Cho Kyuhyun, Lee Jieun. Tidak lama kemudian Goo Hara tiba di TKP dan langsung memanggil ambulance dan polisi”

“Jieun? Jangan katakan kalau…..” Tenggorokan Jaejoong tercekat. The worst thing is standing beside someone that you love in lifeless stage, but the worse than that is realized your soul die in your arms.

“Oppa” Suara Suzzy membawa Jaejoong kembali ke dunia nyata.

“Are you okay?”

“Yes” jawab Jaejoong pendek.

Suzzy menarik nafas panjang.

“I’m your wife even we didn’t know each other so long. I know you’re not okay. Never say you’re happy when you’re sad, never say you’re fine when you’re not okay, never say you feel good when you feel bad. There are times you are afraid, times you are confused and times you feel uneasy. You start to cry, you feel alone, you stop to love. Oppa, you still have me. Even you didn’t want make me worry, you make me worry already. Be strong and courage as you’re, but don’t be afraid to be weak in front of me. It’s not time to act strong. We are here oppa and always be here to support you. Kris has missed you already.” Suzy memberi penekanan pada kata-kata yang menurutnya mampu membuat Jaejoong terbuka padanya.

“I miss you two” Jaejoong tersenyum kecil setelah mendengar kata-kata Suzy.

“Oppa, ….”

“I’m okay. I must stay strong, I ever through this before. Sky is falling down, froze, dark cloud commit to kill myself. I knew it better. If I didn’t have them, I wouldn’t be able met you and had chance once more to have family. Have Kris to protect and feel his slow breath in my tight embrace. I’ll be back soon. Please, take care of Kris and you too for sure. Send Kris my kiss, tell him his father really wants to see his peaceful sleeping face and his cute laugh”

“Tuan, ada telpon dari Kikwang. Nona Lee Jeun berusaha bunuh diri dengan menabrakkan diri ke mobil yang lewat. Dia diselamatkan nona Jung Jessica yang berlari dan menariknya sebelum sempat tertabrak”

“Suzy, I’ll call you later” Jaejoong siap mengakhiri sambungan telponnya.

“Oppa, wait” Jaejoong bisa mendengar suara kecil tawa Kris.

We love you. Take care appa” teriak Suzy dan menutup telpon. Jaejoong tersenyum.
Jaejoong sampai di mansion dan terlibat pembicaraan sebentar dengan Doojoon dan segera mengganti pakaiannya dengan jas hitam.

Doojoon dan beberapa bodyguard mengikuti Jaejoong yang menggunakan mobil sendiri dan berusaha menjaga jarak agar tidak ada yang curiga.

Di pemakaman Jaejoong bertemu Donghae, Donghwa, Eunhyuk, Siwon dan masih banyak lagi. Suasana yang kembali mengingatkannya dengan suasana waktu itu. Jaejoong segera menggelengkan kepalanya dan berusaha untuk tidak membuat dirinya lemah di saat seperti ini.

“Hyung” panggil Donghae. Jaejoong mengangguk. Pemakaman Changmin diwarnai tangisan dari ayah, ibu dan saudara serta keluarga besarnya.

Setelah pemakaman mereka berkumpul di rumah Donghae dan sebagian memutuskan untuk menjenguk Jieun yang sekarang sedang berada di rumah sakit. Kyuhyun tidak bisa membiarkan Jieun semakin terluka karena tinggal di rumah mereka akan mengingatkan Jieun dengan kematian Changmin.

“Bagaimana kronologinya?” ujar Jaejoong memulai pembicaraan. Tidak ada yang bicara.

“Jieun belum bisa dimintai keterangan” Junsu membuka mulut.

“Maksudmu?”

“Jieun adalah saksi kunci” Lanjut Junsu sambil menarik nafas panjang.

“Aku akan mengantar Jiyeon ke rumah sakit” kata Donghae, tetapi Donghwa menahan Donghae.

“Biar aku yang antar Jiyeon. Aku juga ingin menjenguk Jieun”

Donghwa berdiri, Donghae memberi kecupan singkat dan pelukan pada Jiyeon serta menghapus airmata Jiyeon.

Suasana kembali sunyi. Mereka semua terdiam, tidak tahu bagaimana untuk memulai pembicaraan. Terlalu banyak masalah yang terjadi dan semua terasa semakin berat sekarang.

“Donghae, lebih baik kau istirahat. Besok sidang akan dilaksanakan” nasihat Jungsoo.

“Kau pikir aku masih memikirkan sidang setelah apa yang terjadi pada Changmin. Kematian Changmin dan semua hal yang terjadi semua adalah karena aku. Andai saja bukan karena aku pasti tidak akan seperti ini. Aku yakin mereka melakukannya untuk mendapatkan Mavin. Seandainya aku melepas Mavin dari awal maka…”

Jaejoong memukul wajah Donghae dengan keras. Junsu dan Jungsoo berusaha menahan Jaejoong.

“Hyung, Junsu lepaskan aku. Anak ini perlu diberi pelajaran. Aku tahu yang aku lakukan” Junsu dan Jungsoo akhirnya mundur setelah mendengar teriakan Jaejoong yang juga memberi keyakinan pada mereka kalau Jaejoong tahu dengan benar apa yang dilakukannya.

“Kau pikir menyerahkan Mavin akan menyelesaikan masalah. Kau pikir jika sejak awal memberikan Mavin hal ini dapat dicegah? Hah??? Lee Donghae dimana otakmu? Bagaimana kau bisa menyalahkan Mavin atas segalanya” Jaejoong masih memegang kerah baju Donghae.

“Aku tak menyalahkan Mavin” teriak Donghae.

“Kau menyalahkannya. Jika tidak kau tak akan berkata demikian. Mana ada ayah yang berkata demikian? Hah???? Kau ingin berkata menyalahkan dirimu sendiri, tetapi ini sama saja kau menyesali keberadaan Mavin. Kau tahu kami semua berada disini untuk mendukungmu, kami aku, Junsu, Jungsoo hyung, Eunhyuk, Donghwa, Hara, Kyuhyun, dan Yuri, Haejoong, Changmin kami mendukungmu. Mavin adalah malaikat yang dikirim Tuhan untuk kau jaga dan kami sudah menganggapnya sebagai bagian hidup kami. Kau pikir aku akan diam saja ketika pikiran bodohmu menguasai otakmu atau perasaanmu membutakan dirimu”

“Look who says that. Kau bahkan ingin mengakhiri hidupmu ketika Yuri noona dan Haejoong meninggalkanmu. Pernah kau memikirkan kami yang berada di sampingmu? Hah?” Jaejoong siap memukul Donghae, tetapi pukulannya jatuh di lantai beberapa inchi dari wajah Donghae.

Jaejoong berdiri dan menarik Donghae untuk berdiri dan memberinya pelukan saudara. Donghae seolah membeku, tetapi sesaat kemudian memeluk Jaejoong. Mereka diam dalam posisi itu dan Jaejoong melepaskan pelukannya.

“Maafkan aku Hyung. Aku tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan. Aku bahkan tak tahu ini mimpi, drama atau benar hidup. Kenapa hidupkku seperti scenario drama? Drama sedih yang diatur untuk mendapatkan banyak rating dan nominasi serta penghargaan karena mampu menghadirkan alur sedih tanpa akhir? Pathetic… So pathetic”

“It’s fate not scenario. If it is scenario, God must will be the director” Jaejoong menepuk bahu Donghae.

Junsu meninggalkan mereka berdua dan segera menuju kantor kejaksaan. Laporan terkait penyidikan kasus Changmin yang dia minta langsung dari kepala penyidikan kasus telah keluar. Junsu memohon bantuannya, meski itu jelas terlarang untuk membocorkan dokumen, tetapi akhirnya dia menyerah dan memberikan Junsu informasi paling penting meski tidak semuanya dia berikan.

“Jaksa Kim ada 2 orang tamu di ruang anda. Mereka menunggu anda sejak tadi”

Junsu berpikir kalau Kepala Penyidik datang bersama staff atau polisi lain, Junsu terkejut ketika melihat Yunho di kantornya bersama kepala penyidik.

“Jaksa Junsu ada yang ingin saya bicarakan sebentar” Kepala penyidik keluar untuk memberikan mereka privacy.

“Saya mengajukan ke pengadilan untuk mengundur persidangan sampai pengacara pengganti Shim Changmin diperoleh” kata Yunho. Junsu mengangguk.

“Ada yang lain yang kau ingin sampaikan?” tanya Junsu.

“Temukan pembunuhnya. Aku akan buat perhitungan dengannya. Aku ingin kita bekerjasama, aku akan selidiki keluarga Choi. Harusnya aku menggunakan praduga tak bersalah, tetapi kuakui aku curiga pada Tuan Besar Choi”

“Bukankah dia klienmu?” tanya Junsu.

“Klien? Klien adalah orang yang mempercayai pengacaranya entah bagaimanapun itu. Bagiku klien adalah orang yang mengatakan dirinya bersalah jika bersalah dan tidak jika dia tidak bersalah. Aku bisa meringankan hukumannya dengan memperjuangkannya, tetapi ketika dia sudah menutupi sesuatu yang harusnya aku ketahui, aku harus lebih berhati-hati dengannya. Berapa banyak kebohongan yang dia rakit, aku tak ingin menjadi boneka dari klien. Dan lagi….”
Yunho menarik nafas panjang.

“Melihat rival pengacaramu dimakamkan bukanlah hal yang mudah. Aku tak punya kata yang baik untuk menyampaikannya. Namun, satu yang pasti aku akan kehilangan seorang rival yang aku prediksi mampu menjatuhkanku untuk pertama kalinya. Seseorang yang mampu membuatku merasakan ketegangan dan harus berpikir sangat keras di persidangan. Aku akan merindukan sensasinya dan aku akan merindukan tatapan dinginnya saat menghadapiku. Shim Changmin…. Prince of Court Yard”

———————————————————————————————–

I will leave for you so I will get to hate you
Now I won’t cling onto you anymore
I’m gonna be better – it’s better if I’m not here
Especially today, you have so many secrets

“Maaf bisa keluar sebentar. Kami perlu memeriksa keadaan pasien”

“Dokter aku ingin berada disini. Aku perlu tahu keadaan adikku” Kyuhyun bersikeras.

“Eunhyuk…. Maaf Dokter Lee. Bolehkah saya juga tinggal disini. Saya harus memastikan kalau dia baik-baik saja agar semua merasa lebih tenang. Kyuhyun, Hara, Jiyeon aku janji akan memberikan informasi kepada kalian. Kami tak akan bohong dan pegang janjiku Kyuhyun. Aku tak akan mengatakan hal yang hanya membuatmu tenang saja” ujar Donghwa meyakinkan.

Kyuhyun akhirnya dengan berat hati mengikuti Hara yang memegang tangannya mengajak keluar dan Jiyeon memberikan tatapan sedih sejenak sebelum keluar menyusul Kyuhyun dan Hara.

Donghwa melihat Eunhyuk yang memeriksa Jieun.

“Hyung, kau meyukainya?” Donghwa terkejut mendengar pernyataan Eunhyuk.

“Aku bisa melihatnya dari matamu”

Donghwa berusaha menyembunyikan keterkejutannya dengan tertawa.

“Hahaha…. Kau membuatku terkejut. Benar aku memang menyukainya. Dia gadis yang ceria dan manis, dia juga menyenangkan. Siapa yang tidak akan menyukainya?” tanya Donghwa balik.

“Hyung, aku serius” Donghwa menarik nafas panjang dan menatap Eunhyuk yang penasaran menunggu jawaban Donghwa.

“Changmin baru dimakamkan. Apa kau pikir itu pertanyaan wajar sekarang? Dan Jieun masih shock serta depresi. Aku rasa jikapun aku mencurahkan seluruh waktuku dan memandangnya, itu tak lebih karena empati. Kehilangan bukanlah hal yang mudah sebagai dokter kita tahu itu dengan baik. Meski kita terbiasa hidup dengan melihat begitu banyak adegan kesedihan, kemalangan, kehilangan, tetapi kita masih saja merasa bahwa dunia kita runtuh. Mungkin bagi kita dokter yang menangani pasien. Kehilangan pasien mungkin kurang dari 2%-3% dibanding banyaknya jumlah pasien lain yang pernah kita selamatkan selama karir kita, tetapi bagi keluarga dan orang-orang yang mencintainya itu berarti 100% kehilangan. Aku manusia dan aku bisa merasakan perasaan orang lain terutama kehilangan. Big hole inside your heart I ever experienced it. My father, my uncle, my dear patient, my first patient who was die in front of me. I ever knew how misserable it. I don’t know how much pain must endure when your lover left you, but I know really know how much pain that love could cause”

Eunhyuk mengangguk. You love her hyung… You love her

When I walked you back home, it was the house of another guy
I felt like you always walked a bit farther from me when there were a lot of people
Just like a big balloon shrinking down, we have cooled down
I can’t hide my frustrated heart
What went wrong?

——————————————————————————————–

It was a moment where time got slower
The beauty that I learned of, felt and believed in till now
You have changed it all

The front of my eyes became as dark as dawn
Like a single ray of light, she finally found me
My girl, my destiny

As I stomped on the ground, control my exploding breath
I ran (Tonight I’m so lonely, don’t wanna be alone without you)
To you

“Eunhyuk” panggil Jaejoong dan Donghae bersamaan. Eunhyuk langsung berlari dan memberikan big-tight-hug-crush-bone pada Jaejoong.

“Eun…Eun..hyuk… Kau membuatku …ti..dak…bi…bi..sa …ber…nafas” Donghae langsung memisahkan Jaejoong dari Eunhyuk. Eunhyuk tersenyum tak bersalah dan Jaejoong berusaha mengatur nafasnya yang terpotong akibat pelukan maut Eunhyuk. Donghae memukul kepala Eunhyuk.

“Hei, what was that for?” kata Eunhyuk dan justru menerima pukulan lain dari Donghae. Jaejoong tertawa dan menghentikan aksi Donghae.

“Kau tak bisa membalasku jadi kau melampiaskannya pada Eunhyuk?” seringai Jaejoong. Donghae mengangkat dua jempolnya.

Eunhyuk bingung, tetapi tidak mempermasalahkannya.

“Tuan Kim” beberapa pria berjas mendekati Jaejoong. Jaejoong tersenyum pada mereka. Donghae dan Eunhyuk hanya bertukar pandang. Pria-pria berjas itu membawa banyak plastik berisi makanan dan berbagai macam snack yang kemudian Jaejoong bagikan ke dokter-dokter, suster dan para staff rumah sakit. Jaejoong juga memberikan coklat dan balon pada anak-anak yang dirawat di bangsal anak.

Eunhyuk melongo sedangkan Donghae sedang menerima apa yang terjadi di depannya.

“Hyung, berapa banyak yang kau habiskan untuk itu semua dan siapa pria-pria berjas tadi”

“Tidak banyak dan mereka mungkin orang-orang yang dipekerjakan oleh restoran dan pusat oleh-oleh yang aku pesan” jawab Jaejoong.

Donghae dan Eunhyuk mengangguk.

“Donghae, kau masuk dulu ada yang ingin aku bicarakan dengan Eunhyuk” kata Jaejoong.

“Bagaimana keadaan Lee Jieun”

“Depresi” Eunhyuk menjawab singkat. Jaejoong mengangguk dan ingin masuk ke dalam ruangan.

“Hyung, ada yang ingin aku sampaikan soal Donghwa hyung” Jaejoong memutar tubuhnya dan kembali menghadap Eunhyuk.

“Ada apa?”

“Ini rahasia bisa kita bicara di tempat lain?” ajak Eunhyuk.

Jaejoong mendekati Eunhyuk dan berbisik.

“Jika ini menyangkut Lee Jieun. Aku sudah tahu dari dulu” Jaejoong tersenyum penuh kemenangan saat melihat ekspresi Eunhyuk.

“Maybe it’s not good time, but when Jieun find someone else it will ease her pain. I have experienced it”

“Tunggu. Kau menemukan wanita lain?” Jaejoong hanya memberi wink dan masuk ke ruang rawat Jieun.

“Jiyeon” panggil Donghae. Jiyeon, Donghwa dan Hara duduk di kursi tunggu di ruang Jieun. Sedangkan, Kyuhyun duduk di samping ranjang Jieun memegang tangan adiknya dan ekspresinya yang benar-benar lelah dan sedih.

Donghae membawakan makanan untuk mereka.

“Bagaimana keadaan Jieun?” tanya Jaejoong. Donghwa menarik nafas dalam.

“Dia sudah diberi obat penenang dan obat tidur. Dia dalam keadaan shock berat”
Jaejoong mengangguk mengerti. Donghae memberi tatapan aneh pada Jaejoong, tetapi Jaejoong menatap Donghae dengan sedikit tatapan intimidasi dan membuat Donghae mengalihkan pandangannya pada Jiyeon.

“Jiyeon, Donghae kalian pulanglah setelah makan. Hara bawa Kyuhyun pulang. Biar aku yang menunggu Jieun bersama Donghwa”

“Tapi….” Sebelum meneruskan perkataannya Jaejoong memotong Hara.

“Kyuhyun membutuhkan istirahat. Kau boleh khawatir pada Jieun, tapi aku rasa Kyuhyun…”

Mereka mengikuti arah pandangan Jaejoong. Kyuhyun sama sekali tidak terganggu dengan mereka dan seolah tidak mempedulikan segala pembicaraan, terlarut dalam dunianya sendiri.
Hara mengangguk. Hara segera menyelesaikan makannya dan mendekati Kyuhyun.

“Oppa” panggil Hara sambil menepuk bahu Kyuhyun. Kyuhyun menoleh dan memberikan senyum kecil yang lebih terlihat sebagai senyum getir pada Hara.

“Kita pulang” tanya Hara. Kyuhyun menggeleng. Jaejoong mendekati mereka berdua.

“Kyuhyun pulanglah bersama Hara. Kalian berdua sama-sama lelah. Biar aku yang menjaga adikmu. Pulanglah sekarang” Kyuhyun masih ingin tinggal disitu, tetapi melihat Jiyeon, Donghae, Hara, Donghwa, dan Jaejoong yang seolah memohon padanya dia akhirnya mengangguk.

“I’ll be back soon, my sister” Kyuhyun mencium kening Jieun dan meninggalkan ruang rawat Jieun.
Setelah mereka semua pergi. Jaejoong duduk di sebelah Donghwa.

“Bagaimana kabarmu?” tanya Donghwa.

“Aku yang harusnya bertanya demikian. Bagaimana kabarmu Lee Donghwa?”

“I’m fine” Donghwa tersenyum kecil.

“Bagaimana hatimu?” tanya Jaejoong. Donghwa menoleh pada Jaejoong bingung.

“Lee Donghwa kau lupa aku adalah sahabatmu. Aku mengenalmu dengan cukup baik meski hanya sebagai teman kuliah. Aku mengenal adik dan keluargamu. Aku….”

“Tskk… Kim Jaejoong, kau tetap saja menyebalkan” kata Donghwa.

“Kau juga sangat menyebalkan kau orang kesekian yang memotong perkataanku hari ini” tawa Jaejoong.

“You know me better than anyone else” Donghwa melemparkan pandangannya pada Jieun.

“You love her”

“It’s useless to lie to you. First, I laid my eyes on her I felt something different I want to touch her, want to kiss her. I want her so desperately. I know it is sin to have this feeling. She belongs to someone else. I tried my best to keep this feeling , I could say I’m not good friend at all. I love her Jaejoong and it’s hard for me to see her in this stage. Why… Why it’s not me who killed so she can smile and has beautiful life with Changmin”

Donghwa menutup mukanya dengan kedua tangannya.

Jaejoong menepuk-nepuk bahu Donghwa dan berusaha memilih kata-kata yang tepat.

“Believe or not. I felt my sky was falling down when I lost Yuri and Haejoong, but from now on from that day I met Suzy my world becomes the bright one. God gives me angels not to replace Yuri and Haejoong. God gives me son and wife to protect better than before. God makes me strong and I know I became stronger to convince everyone in my life that life goes on and is getting better even you got bit sadness, you will get slice of happiness. God has his scenario if I could compare life and film, life would be the best perfect film. You could change the scenario because the director gives you power to do it. We’re not doll actors and actresses, we’re actors and actresses who given choice by God. To live and willing that led survive to reach our aim of happiness or to give up and feel sorrow inside your heart”

Donghwa memandang Jaejoong.

“I have new family. I’ll tell you later, but I tell you I will do everything to pursue my perfect dream of life. Not just imagination or fiction, make it real in real life as fate. Suzy is my wife and Kris is my son. They’re my dream of perfectness that could be I imagine. Lost something precious gave me power to hold the worst scenario on my shoulder, no doubt I could do this because when I do something it will never happen. Just pursue your perfect life”

Donghwa berdiri dari duduknya dan menuju ke sisi ranjang Jieun. Jaejoong tersenyum dan berdiri meninggalkan ruang rawat Jieun.

“Kau sudah disini sejak tadi dan menguping kan?” kata Jaejoong pada Donghae.

“Kau sejak lama sudah menyadari perasaan Donghwa hyung pada Jiyeon? Sejak kapan?” tanya Donghae.
“It’s not such a big deal, Donghae. Did you confess to your wife that you love her a lot?” Mata Donghae membesar.

“I….I….” Jaejoong melihat Jiyeon datang menghampiri mereka dari belakang dan membawa 2 cangkir kopi.

“Kau belum pulang?” tanya Jaejoong.

“Donghae oppa bilang ingin sejenak disini untuk menunggu Jaejoong oppa. Dia memintaku membeli kopi untuk kalian” Jiyeon menyorongkan cangkir berisi kopi pada Jaejoong dan pada Donghae.
“Ohya, ada yang ingin dikatakan Donghae. Dengarkan baik-baik yah. Terima kasih kopinya” kata Jaejoong sambil meneguk kopinya dan berjalan meninggalkan mereka.

Donghae bingung harus bilang apa. Dia menarik nafas dalam dan menatap mata Jiyeon.

“Jiyeonie, Saranghaeyo” Donghae menarik Jiyeon dalam pelukannya. Jiyeon memeluk Donghae erat dan membiarkan air matanya tumpah.

“Nado Saranghaeyo… Nado.. Nado.. saranghaeyo Lee Donghae” ujar Jiyeon.

Dari kejauhan Jaejoong tersenyum melihat mereka berdua.

“Yeoboseyo”

“Suzy-ya. Listen carefully. I love you” It’s my confession.

Lee Jieun, I’ll be your guardian. I’ll never let you sink in sorrow. I’ll make you mine and give the heaven to you. My heaven won’t be heaven if it’s not you here.

I stole those lips, I had to
I want you, without an explanation or excuse, I stole your lips
It was a crazy thing to do but no matter what it is breathtaking and electrifying
I had to make a memory that the both of us can never forget

———————————————————————————————–

DIBUTUHKAN AUTHOR BARU UNTUK SFF. PERSYARATAN BERSEDIA UPDATE STORY DAN MINIMAL SETIAP MINGGU BERSEDIA MENULIS CERITA BARU. SILAHKAN TINGGALKAN EMAIL DI BAWAH. BAGI YANG BERMINAT MENJADI AUTHOR SILAHKAN TULISKAN JUGA KEINGINAN KAMU MENJADI AUTHOR, BAGI READERS YANG TIDAK BERMINAT MENJADI AUTHOR MAKA AKAN DIKIRIM PESAN BERUPA PASSWORD UNTUK LOA PART XXV.

KAMSAHAMNIDA

Lily191

Tagged: , , , , ,

12 thoughts on “Letter of Angel XXIV “INSANE”

  1. leehana15 June 2, 2012 at 9:49 pm Reply

    Waaaa..
    akhirnya muncul juga!!
    ^^b
    jangan bilang kalau Tuan Besar itu pelakunya!!
    sadis banget sich!!

    Part lanjutannya di tunggu ya!!
    Fighting!!^^b
    BTW apa aku pertama??

    • lily191 June 2, 2012 at 9:56 pm Reply

      well, sepertinya iya. Mian g pernah balas comment. Baru sekarang bisa bernafas lega dan mantau site. Ini juga bakal hiatus karena ada kkn lppm ugm di Maluku jadi sekitar 3 bulan hiatus. Maunya sebelum hiatus segera ditamatkan agar readers tidak harus nunggu kelanjutan ampe 3 bulan. he33 Semoga penelitian juga lancar jadi yah doakan saja biar bisa punya waktu bikin cerita lanjutan. he33 mahasiswa semester 6 kegencet skripsi he33

  2. kyula88 June 2, 2012 at 10:35 pm Reply

    Omo makin seru aja ceritanya! 🙂
    Sumpah kyuhyun oppa bener2 oppa panutan ^^ jd pengen punya oppa kyk kyuppa 🙂 next partnya ditunggu yaa

  3. bummie June 4, 2012 at 8:34 pm Reply

    yeay… donghae nembak jiyeon kkkk^^
    itu beast akhirnya muncul juga..
    Gomapseumnida eonnie, walopun belum ada dialognya baru numpang nama juga udah seneng hehe
    lanjut eon..
    oya sukses buat KKN nya yaa^^

  4. Dea June 5, 2012 at 10:45 am Reply

    lanjut lanjut lanjut!!!
    ditunggu ditunggu ditunggu!

  5. rinanggo June 5, 2012 at 5:39 pm Reply

    woooowwww 🙂
    akhirnya donghae nembak jiyeon juga walaupun suasananya kurang romantis si,tapi next part tetep ditunggu 🙂

  6. danna67 June 6, 2012 at 10:41 am Reply

    ya tuhannnnnnn kok changmin sampe mati..??? kan belom baca part sebelumnya..author saya masih penasaran ….pls give me passnyaa…..hiks hiks kasih jieun sampe2 setress bunuh diri ….jiyeon donghae cukhaeeeeeeeeeee……kirim melalui emai saya ya thor….

    hadana79@yahoo.com

  7. Dezztidini June 6, 2012 at 9:57 pm Reply

    Aaach chingu jngan bnyak dialog english_ny doNk g ngerti….hehehe
    q g ngerti ma mksud doNghae ngmOng : kau sejak lama sudah menyadari perasaan doNghwan kpada jiyeon? Jangan blang donghwan suka ma jiyeon??jelasin doNk,,hehehe
    maklum otak agak doNg”…heuheu
    jngan lpa PW_ny kash tau q y… ;>
    sukses bwt penelitian & kKn_ny…faigthing ;>
    next partny d tnggu… B-)

  8. iineey June 6, 2012 at 10:29 pm Reply

    Lanjutannya sangad dinanti chingu…

    Poor jieun…jangan lupa kirim password ke ∂ķΰ ya chingu

  9. oi20 June 10, 2012 at 8:01 pm Reply

    salam kenal….
    maaf aq baru berkunjung di blog ni,,,baru aja baca2 FF nya…
    aq baca dari awal dlu yah….
    oia klo mnt password utk FF ni yg diproteksi caranya gmn???
    mksh sblmnya…

  10. Jheinchyeon July 4, 2012 at 5:04 pm Reply

    Daebakkk ff.ea keren akhir,ea donghae bilang cinta juga ma jiyeon unni

    chingu password,ea bage donkkk #jeball
    chingu punya fb / twitt ngk ?? #kalau ada boleh tau nama???? #masang puppyeye,ea jiyeon

  11. rio January 15, 2013 at 8:13 pm Reply

    manteep thor ceritanya,,
    tapi lanjutannya kn d protect bisa minta passwrdnya ngga???
    yang ni ff nya Letter of Angel XXIII,,
    ni email gwa
    tulussatriowibowo@yahoo.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: