Letter of Angel XXI “Total Eclipse Of The Heart”

Part I , Part II , Part III,Part IV, Part V, Part VI, Part VII, Part VIII , Part IX,Part X,Part XI, Part XII,Part XIII, Part XIV, Part XV, Part XVI, Part XVI,Part XVII , Part XVIII, Part XIX, Part XX

Background Song : Total Eclipse Of The Heart_Bonny Tiller (Original Song). Feel the emotion, it has many versions, but the origin I guess is the best one.


“Apa benar kalau Yoona melahirkan anak Siwon?”

“Ne, sajangnim” jawab bawahannya.

“Cari informasinya dan pastikan kau mendapatkannya hari ini”

“Ne. sajangnim” jawab bawahannya sambil membungkuk.

“Anak itu anak Siwon”

FLASHBACK

“Gugurkan anak itu” jawabnya santai.

“Tidak. Apapun yang terjadi saya tidak akan menggugurakan anak ini. Dengan atau tanpa Siwon, akan saya besarkan anak ini dengan tangan saya sendiri. Anda tak perlu khawatir, saya tidak akan mengganggu kehidupan Siwon lagi. Saya permisi”
———————————————————————————————
“Eomma, ayo cepat aku ingin bertemu appa”

“Sayang hati-hati jangan berlari. Nanti bisa jatuh”

“Ya!!!! Chanhee-ya….”

“Huwaaa…. Eomma”

“Chanhee…. Upz… Tidak apa-apa jagoan. Jangan menangis yah. Tidak apa-apa, Jagoan appa” Donghae menggendong Canhee dan aku membersihkan debu di bajunya.

“Myungsoo, tidak apa kalau kau berikan permenmu pada Chanhee?” tanya Jaejoong oppa pada Myungsoo yang berada di gendongannya.

“Chanhee Jangan menangis lagi. Ini untukmu” Myungsoo mengulurkan permen pada Chanhee. Chanhee tersenyum senang.

“Gomawo, Myungsoo hyung” Myungsoo tersenyum dan mengangguk.

“Sekarang kalian main berdua sambil menunggu Sungjong serta Kwangmin dan Youngmin yah”

“Iya, eomma” jawab Myungsoo yang langsung mengajak Chanhee ke taman rumah sakit.

Myungsoo dan Chanhee bermain dengan riang, tak lama Hara eonni dan Kyuhyun oppa bersama bayi kembar kecil mereka datang. Myungsoo dan Chanhee yang melihatnya segera berlari untuk melihat si kembar kecil.

Myungsoo menyentuh pipi gembul Youngmin dan kemudian berganti ke Kwangmin. Youngmin dan Kwangmin tidur nyenyak di keranjang bayi mereka.

“Donghae, Jaejoong, Kyuhyun” Kami menengok dan melihat Donghwan oppa datang bersama Jieun.

Sungjong berada di gendongan Jieun.
Sungjong minta turun dari gendongan ibunya dan ikut bergabung dengan Chanhee dan Myungsoo. Sungjong berhigh-five dengan Chanhee. Aku menyapa Donghwan oppa dan Jieun.

“Aku senang Chanhee dan Sungjong sangat dekat” kata Donghae.

“Aku harap mereka saling menjaga” tambah Donghwan.

“Sepertinya ada yang terkena virus cheesy” komentar Jaejoong.
Kami semua tertawa.
————————————————————————————
Tunggu mimpi apa ini? Apakah aku akan kehilangan Mavin? Apa kami akan kehilangan Mavin? Tidak… Mimpi ini terasa nyata, sangat nyata. Chanhee… Anak itu… Dia anakku dan Donghae-oppa, tapi dimana Mavin?. Tidak mungkin, dia pasti akan tetap bersama kami.

Aku segera menuju box bayi dan melihat Mavin yang tertidur. Tak terasa air mata membanjiri pipiku dan aku jatuh terduduk. Tuhan… Jangan ambil dia dari kami. Aku bisa merasakan Chanhee, apakah dia putraku di masa depan? Tuhan, bila Chanhee adalah masa depanku, aku mohon Mavin juga bagian dari masa depan itu.

“Jiyeon, kenapa kau menangis?” Donghae menyentuh pundakku dan aku langsung memeluknya.

“Oppa, katakan padaku kalau kita tak akan pernah kehilangan Mavin. Apapun yang terjadi dia akan bersama kita kan? Oppa… Katakan padaku” Tangisku semakin tak terbendung, Donghae oppa menuntunku ke ruangan lain.

Turnaround, every now and then I get a
little bit lonely and you’re never coming around
Turnaround, Every now and then I get a
little bit tired of listening to the sound of my tears
Turnaround, Every now and then I get a
little bit nervous that the best of all the years have gone by

Donghae’s View
Aku masih berada di ruangan kerjaku hingga aku mendengar seseorang terisak. Aku menuju ke kamar kami dan melihat Jiyeon menangis. Aku menghampiri dan menyentuh pundaknya, dia langsung memelukku. Aku terkejut saat dia secara jelas menyatakan ketakutannya untuk kehilangan Mavin. Aku menutunnya ke ruangan lain agar kami tak membangunkan Mavin yang sedang tertidur.

“Jiyeonie, apa yang membuatmu berpikir kalau kita akan kehilangan Mavin?” tanyaku setelah dia kembali tenang. Jiyeon menceritakan mimpinya, aku tak bisa menyembunyikan keterkejutanku. Jika benar itu masa depan kami, tidak mungkin itu masa depan kami kenapa Donghwa hyung bersama Jieun.

Itu tidak mungkin lalu dimana Changmin? Aku rasa mimpi Jieun hanya sebuah bunga tidur. Aku meyakinkan Jieun kalau itu semua hanya mimpi dan taka da yang perlu dikhawatirkan. Meski, sebenarnya dalam hatiku mungkin aku mengharapkan masa depan itu dengan begitu anak Donghwa hyung dan Jieun akan terlahir, tapi aku segera menghapus keinginan itu karena itu artinya Mavin juga tidak ada di masa depan kami.

Turnaround, Every now and then I get a
little bit terrified and then I see the look in your eyes
Turnaround bright eyes, Every now and
then I fall apart
Turnaround bright eyes, Every now and
then I fall apart

Siwon’s View

Sekretaris pribadiku Kwan ahjushi datang bersama sekretaris appaku, sekretaris Lim ahjushi.
“Tuan Muda, Tuan Besar ingin anda menghadap beliau sekarang juga” Melihat ekspresi Kwan ahjushi, ini semua pasti bukan hal baik.
Aku segera menuju ruang dengan papan bertuliskan President Choi di depannya.

“Sajangnim, ada urusan apa anda memanggil saya?”

“Siwon, meski aku presiden direktur, tapi aku tetap ayahmu. Kau diperbolehkan memanggilku ayah. Namun, bukan hal ini yang ingin aku bicarakan. Aku ingin memperkenalkanmu dengan seseorang” Aku mengikuti arah pandangan ayah dan saat itu masuklah seorang pria muda seusiaku. Dari raut wajahnya aku berani bertaruh dia adalah orang yang keras dan berpendirian teguh.

“Siwon, kenalkan ini Pengacara Jung Yunho. Dia yang akan menjadi pengacara barumu mulai dari sekarang” Mataku membesar, aku tidak percaya apa yang aku dengar dan menatap ayah penuh tanda tanya.

“Choneun Jung Yunho imnida. Mulai dari sekarang saya akan menjadi pengacara untuk memenangkan kasus hak asuh putra anda”

Aku segera keluar dari ruang ayah tanpa memperdulikan teriakannya padaku.

Darimana appa mengetahui tentang kasus ini. Kenapa dia menunjuk pengacara Jung untuk menjadi pengacara baruku?

“Seunghyun. Kita harus bertemu ada yang harus aku bicarakan. Ini sangat penting” kataku.

“Aku juga ingin membicarakan sesuatu yang penting kita bertemu di café biasa” jawabnya mengakhiri telpon kami.

Ternyata Seunghyun tidak datang sendiri, dia datang bersama jaksa Kim Junsu.

“Ada apa ini? Kenapa jaksa Kim Junsu juga kemari?” Aku sudah tidak bisa menyembunyikan kepanikanku, appa adalah orang yang bisa melakukan apa saja untuk mendapat apa yang dia inginkan. Firasatku mengatakan ayah telah melakukan sesuatu di luar perkiraanku.
“Kasus perebutan hak asuh sudah sampai di pengadilan tinggi. Berkasnya telah diajukan hari ini”
“Tunggu bukannya berkasnya memang sudah diajukan?” tanyaku.
“Memang tapi kami semula memperlambat prosesnya dengan mendahulukan kasus-kasus perdata dan pidana sebelumnya. Aku memilih menyelesaikan tumpukan kasus lain untuk segera diselesaikan dibanding kasusmu, tapi aku menerima perintah agar kasusmu segera disidangkan”

“Tunggu aku tak mengerti apa maksudmu?” tanyaku pada Seunghyun.

“Secara mudah kau dan Donghae akan segera bertemu di persidangan. Hari persidangan sudah ditentukan 2 minggu dari sekarang. Kau tahu sekarang, lalu apa yang tadi ingin kau biacarakan?”tanya Seunghyun.

“Ayah… Pasti ayah yang melakukannya” kataku geram. Seunghyun dan Junsu mendengarkan semua ceritaku. Junsu dan Seunghyun sudah tidak terkejut dengan apa yang dilakukan ayah karena mereka berpendapat kalau aku juga seperti itu.

“Siapa nama pengacara barumu?” tanya Junsu.

“Jung Yunho” jawabku.

Seunghyun hampir menyemburkan minumannya dan Junsu terlihat sangat khawatir.

“Apa aku akan kalah?” tanyaku.

“Kau tak tahu siapa Jung Yunho?” tanya mereka berdua hampir bersamaan.

“Jika Shim Changmin Pangeran Meja Hijau, maka kau bisa mengatakan kalau Jung Yunho adalah Kaisar Muda Hukum”

“Kaisar Muda Hukum? Maksudmu Kaisar Muda Meja Hijau?” tanyaku.

“Bila Shim Changmin memiliki keturunan pengacara dimulai dari kakeknya, maka Jung Yunho memperoleh keturunan pengacara dari leluhurnya. Nenek Jung Yunho dari pihak ayah adalah guru besar hokum pidana universitas Seoul, kakek Jung Yunho dulunya adalah kepala kejaksaan agung. Ibu Jung Yunho setengah keturunan korea dan jepang. Kakeknya adalah orang Jepang dan merupakan kepala badan investigasi khusus jepang, neneknya orang Korea dan dia adalah ketua mahkamah konstitusi dengan kata lain Jung Yunho terlahir sebagai titisan para penegak hukum. Kau bisa percaya atau tidak tapi leluhurnya adalah para jaksa, hakim, penegak hokum dari dinasti entah Joseon atau apa, begitu juga kakek dari pihak ibunya entah dari zaman Edo atau apa.”

“Sebenarnya apa yang ingin anda sampaikan Jaksa Kim Junsu?” Aku tak mengerti kenapa harus berputar-putar sebegitu jauh.

“Aku tak mengira saat mengatakan pada Changmin dulu bahwa dia harus menghadapi Athena dan Mars akhirnya menjadi kenyataan”

“Apa lagi maksudnya?” tanyaku frustasi.

“Jung Yunho disebut sebagai titisan Athena dan Mars, dia tak pernah sekalipun kalah di persidangan. Dia bisa menjadi Athena atau menjadi Mars, kau tak akan tahu apa yang ada di otaknya”

“Tapi aku tak pernah mendengar kiprahnya di Korea”

“Dia sama seperti Hara dia berkiprah di AS tepatnya di New York. Dia juga pernah berkiprah di Jepang, sekarang dia ingin menjadikan Korea sebagai taklukannya. Sepertinya seperti itu hahaha….” Junsu mencoba melucu, tetapi itu tak merubah keadaan. Aku menginginkan Mavin, tapi tidak dengan jalan yang tak aku mengerti. Sekarang bukan Choi Siwon yang berhadapan dengan Donghae, tapi ayahlah yang berada di sini sekarang.

Seunghyun’s View

“Menurutmu apa yang kita katakan pada Siwon cukup?” tanya Junsu.

“Iya, cukup untuk membuatnya bingung” jawabku.

“Aku rasa kita cocok bagaimana kalau kita menjodohkan anak kita?” tanya Junsu.
“Jika anakmu perempuan aku setuju”

“Hahaha… Kau yakin sekali, kau saja belum menikah bagaimana kau berani menyanggupi tantanganku?”

“Tak akan sulit bagiku segera menikah dan mempunyai anak, tapi aku lebih menyukai jika anak kita bersaudara. Maka aku tak perlu menghajar putraku sendiri bila kau mengatakan padaku kalau putraku menyakiti putrimu. Lagipula bukankah kau punya Kim Jaejoong sahabat karibmu?”

“Hahaha…. Kau benar putriku akan lebih mudah menerima kenyataan kalau dia akan selalu bermarga Kim. Hei… tunggu putri? Kau berpikir anakku seorang perempuan?”
“Tepat sekali dan itu harapanku”

Donghae’s View

Hari ini aku menerima telpon dari Changmin mengenai sidang yang akan kami hadapi. Akhirnya, saat ini datang juga. Mimpi Jiyeon tak akan menjadi nyata, Mavin tetap akan berada di sisi kami apapun yang terjadi. Ayah… Kau dengar aku? Ayah, aku janji aku tak akan menyerahkan putraku. Akan aku besarkan dia dengan kasih saying dan cinta serta semua hal yang bisa aku berikan.

Mavin adalah kebahagiaanku dan Jiyeon… Mavin adalah hal paling bernilai yang dititipkan padaku…. Anak itu lahir dalam dekapanku… Tangis pertamanya, suara degup jantung kecilnya, mata yang belum terbuka, tubuh kecil itu… Aku tak akan bisa melupakannya. Meskipun, aku bukan ayah biologisnya , tapi dia putraku. Mungkin darah yang mengalir di dalam tubuhnya bukan darahku, mungkin semua yang ada dalam dirinya bukan berasal dariku, tapi dengan seluruh hatiku aku mencintainya. Anak yang membuatku mengerti bagaimana perasaan seorang ayah. Bagaimana rasa senang saat melihatnya tertawa, tersenyum, rasa nyaman saat melihatnya tidur dengan nyenyak dan rasa ketakutan serta kekhawatiran saat terjadi sesuatu padanya.

Aku memutuskan untuk tidur sejenak di sofa di ruangku.
————————————————————————————————-
“Appa…. Aku main sama Myungsoo-hyung yah”

“Kenapa mereka berdua aktif sekali” komentar Jaejoong hyung. Aku dan Jaejoong hyung sedang mengunjungi Brazil terkait proyek kemanusiaan. Kami pun mengajak istri dan anak kami yang memang kebetulan anak-anak sedang libur pasca ujian semester.

“Itu lebih baik dibanding hanya menghabiskan waktu di depan layar kaca”Jaejoong hyung hanya mencibir sebagai balasannya.

“Appa… Eomma… Kemari…”

Kami berempat langsung berlari menghampiri Chanhee dan Myungsoo. Chanhee menunjuk sebuah bintang yang bersinar terang.

“Indah appa….” Komentar Chanhee.

“Itu polaris” kataku. Aku mengarahkan tangan Chanhee untuk menghubungkan bintang dalam konstelasi ursa minor.
“Nah, yang itu di bagian sudut titik keempat ujung ekor tarik garis lurus akan ada konstelasi lain dengan ukuran lebih besar. Itu namanya ursa mayor, sayang. Nah, titik yang ayah maksud tadi itu polaris, dia adalah bintang paling terang di konstelasi ursa minor” Chanhee menggerakkan kepalanya ke samping sambil terus memandangku. Lucu sekali… Dan bisa terlihat ekspresinya yang bingung.

“Tunggu ayah sebentar yah” Aku meninggalkan mereka berlima dan berlari ke kamar hotel kami untuk mengambil teropong dan juga alat tulis. Myungsoo dan Chanhee menatapku dengan tidak sabar. Aku menyerahkan teropong itu pada mereka berdua, mereka bergantian menggunakannya. Sedangkan, aku menggambar beberapa konstelasi bintang.

Aku menunjukkan gambar konstelasi ursa mayor dan ursa minor pada mereka. Chanhee mengangguk, tapi masih saja kelihatan bingung.

“Polaris yang paling terang itu yang ini dan kalau di langit yang mana?” Chanhee langsung menunjuk polaris di langit. Aku memerintahkannya untuk menarik garis sesuai dengan gambar dan dia memelukku setelah bisa menemukan keduanya di langit. Aku merasa seseorang menarik bajuku dan aku lihat Myungsoo menatapku.

“Myungie, ada apa?” tanyaku. Dia menunjuk bintang lain, tapi aku kurang mengerti arah tangannya. Aku pun menggendong Myungsoo dan memintanya menunjukkan padaku. Setelah aku tahu bintang yang dia maksud. Aku memegang tangannya dan menarik garis untuk menghubungkan bintang-bintang. Dia menatapku intens minta penjelasan.

“Rasi bintang Draco yang berarti naga. Bintang paling terang itu namanya Gamma Draconis atau dikenal juga dengan sebutan Eltanis, sayang.” Dia tersenyum riang.

“Mau menggambarnya?” Dia mengangguk, aku menurunkannya dan dia menggambar Draco.

“Hebat… Bagus sekali Myungie” Dia tersenyum dan langsung memelukku. Aku sedikit terhenyak, Myungsoo bukan anak yang dengan mudah mengekspresikan perasaannya.

“Appa” Chanhee ikut memelukku.

Jaejoong hyung kelihatan sebal saat Myungsoo memelukku.

“Dia saja jika tak aku yang memeluknya. Dia tak mau aku peluk” Jaejoong hyung menggembungkan pipinya dan Myungsoo hanya menarik nafas.

“Aku suka El…”

“Eltain, sayang” tambahku.

“Iya, eltain. Tapi ahjushi aku tak pernah melihatnya di Korea” dia sedih. Chanhee juga menatapku dan menunjuk polaris.

“Korea Selatan berada di southern hemisphere sehingga konstelasi yang tampak adalah southern circumpolar sky, sehingga kalian tidak bisa melihatnya karena mereka berada di northern circumpolar sky”

“Jadi, kita tak bisa melihat polaris dan eltain lagi?” Myungsoo berubah sedih.

Aku menggendong Chanhee di tangan kiri dan Myungsoo di tangan kananku. Mereka masih play group jadi aku masih kuat melakukannya.

“Lihat ke langit. Myungie, ingatlah Eltain dan Chanhee, ingatlah Polaris” Mereka terdiam dan melihat dengan intens.

“Sekarang apa yang kalian lihat?” Mereka menatapku.

“Aku melihat Eltain dan Polaris sedang berada di pelukanku. Mereka tersenyum senang dan langsung memelukku.

“Ohya, ahjushi bintang yang paling terang itu apa?” tanya Myungsoo tiba-tiba.

“Sirius” Chanhee menjawab dengan cepat, aku kaget dia mengetahui Sirius.

“Darimana putra appa tahu?” tanyaku.

“Kemarin appa bilang padaku. Saat aku bertanya appa sedang melihat apa, tapi apa langsung menyembunyikannya di balik meja dan appa bilang sedang menikmati indahnya bintang paling terang, yakni Sirius. Appa bilang Sirius tidak mudah ditemukan, dia sangat terang. Mungkin awalnya kita tidak sadar dia di sana, tapi dia di sana. Dan aku tahu dimana Sirius”

Kami mengamati langit dan dia menunjuk bintang paling terang di Ursa Mayor. Sirius…. Mavin… Aku melihat foto hyung-mu, Chanhee. Sirius appa…

Aku tak sadar air mataku menetes. Tangan lembut mengusap air mataku, tangan kecil Myungsoo dan Chanhee.

“Sirius memang paling terang” kata Myungsoo.

“Kalian semua bersinar terang dan sangat indah. Aku harap suatu hari Eltain, Polaris dan Sirius membawa kalian padaku”

“Aku akan membawa Sirius. Aku janji Sirius pasti akan datang karena ahjushi sekarang sudah punya Eltain dan Polaris.

Jiyeon terlihat menggigit bibirnya, Jaejoong hyung tahu dengan jelas semua ini.

Iya, Sirius… Aku harap Sirius kembali……

“Aku janji ahjushi, Sirius akan datang padamu” ulang Myungsoo.
————————————————————————————————

“Donghae, ada apa?” tanya Donghwa hyung. Aku menggelengkan kepalaku, tapi tetap saja tak bisa membohongi hyung-ku dan akhirnya aku menceritakan semuanya tepatnya hanya masalah persidangan, aku tak ingin menceritakan mimpi Jiyeon atau mimpiku yang menurutku hanya bunga tidur. Dia menarik nafas panjang dan meninggalkan ruanganku. Namun, sebelum keluar dia berbalik.

“Mulai hari ini hingga saat persidangan kau tidak akan menerima tugas sebagai dokter penanggungjawab dan kau hanya perlu menyelesaikan jadwal operasi yang memang sudah ditentukan. Untuk rumah sakit SNU, aku rasa ada baiknya kau memberitahu kepala rumah sakit mengenai masalah ini. Jika tidak aku yang akan memberitahunya. Satu hal penting bagi semuanya dengan Jiyeon. Dia berhak tahu Donghae, bagaimanapun dia adalah ibu Mavin. Kau dan Jiyeon lah tokoh utama dalam drama ini. Bagaimanapun ending skenario dari Tuhan, masih bisa diubah jika kalian mau berusaha. Sekarang tak akan nada yang berubah, tapi masa depan adalah cerminan sekarang” Aku bingung maksud Donghwa hyung, tapi yang terpenting yang ingin dia sampaikan adalah Mavin bukan hanya anakku, tetapi anakku dan Jiyeon.

Dad, I wish you were here….. I really need you to through this out….

Turnaround, Every now and then I get a
little bit restless and I dream of something wild
Turnaround, Every now and then I get a
little bit helpless and I’m lying like a child in your arms

Jiyeon’s View

From : My Sunshine
Jiyeonie, hari ini aku akan pulang lebih awal dari rumah sakit. Jadi, aku bisa menjemput Mavin dan tidak perlu melibatkan Jungmin. Kau pulang kuliah jam berapa?

To : My Sunshine
Aku selesai kuliah jam 1, tapi ada praktikum sampai malam. Aku sudah meminta eomma untuk menjaga Mavin hingga besok karena aku pikir oppa sedang sibuk dengan urusan rumah sakit. Mian  harusnya aku memastikan dulu sebelum melakukannya.

From : My Sunshine
It’s okay. I’ll pick you up, just waiting for me and your lovely son. Hwaiting !!! Get good score and don’t make any trouble.
“Jiyeon, ayo ke kantin” ajak Taemin. Aku mengangguk dan mengikuti langkah Taemin.

Donghae’s View

“Donghae” kepala rumah sakit SNU yang sekaligus guru besar kedokteran bedah jantung SNU memanggilku saat aku sudah tinggal beberapa langkah untuk keluar dari ruangannya.

“Ne, uisha. Ada apa?”

“Kau bisa berlibur untuk besok. Maksudku besok sudah Jum’at dan ada baiknya kau memanfaatkan akhir minggu ini dengan keluargamu”

“Tapi uisha…”

“Jangan khawatir kau tidak merepotkan siapapun. Semua pasienmu untuk besok akan berada dalam pengawasanku. Meski aku sudah tahu, aku masih bisa menjalankan tugas sebagai dokter” ujarnya sambil tertawa.

“Ohya, salam untuk ibumu dan jika kau mengunjungi ayahmu katakan padanya kalau aku merindukannya” Dia langsung menarikku ke dalam pelukannya. Pelukan yang hangat sangat hangat…..

Dad… I really miss you….

Jiyeon’s View

Aku terlonjak saat mendengar ponselku bordering di tengah-tengah praktikum, segera aku meminta izin untuk menerima telpon.
Eommonim??
Jiyeonie…. Bagaimana kabarmu? Aku merindukanmu…. Bagaimana keadaan cucuku? Dia sudah besar dan tambah tampan kan?

Pembicaraan kami terpaksa aku putus karena sedang praktikum. Aku merasa bersalah, tapi eommonim sangat mengerti keadaanku.

Baiklah. Aku akan ke rumahmu untuk menemui cucuku sekalian menunggu Donghae yang katamu akan menjemputnya. Aku rasa akan ada arisan ibu-ibu di rumahmu… ahahaha….
Aku tertawa dan menutup telpon.

Donghae’s View

Tiba di rumah Jiyeon, aku disambut oleh pelukan amat sangat kuat “bear hug crash bone” eomma dan eommonim hanya bisa tersenyum. Mavin bermain-main dengan baby sister yang dipekerjakan eommonim. Dia kelihatan sangat ceria apalagi dengan ditemani nenek-neneknya yang entah kapan sadar usia mereka. Sigh….

Aku mengirim Jiyeon pesan dan menanyakan kapan dia pulang agar aku bisa menjemputnya.

From : Jiyeonie
Aku akan pulang sebentar lagi oppa. Masih di tempat eomma kan? Aku naik mobil Taemin saja, rumah kami kan searah. Mavin sudah tidur? Cium untuknya <3333

Dasar… Emoticon anak-anak muda memang aneh.

Ya, Mavin sedang tidur dengan nyenyak. Eomma sudah pulang setelah makan malam, sedangkan aku disini bersama Jungmin, eommonim dan abeoji.

Keluarga Jiyeon memang menyenangkan dan hangat. Kami mendengar mobil berhenti di depan rumah dan aku keluar untuk melihatnya. Jiyeon turun dari mobil Taemin dan membungkuk terima kasih. Taemin sepertinya melihatku yang berdiri di depan pintu masuk rumah Jiyeon karena dia tiba-tiba melongokkan kepalanya dan menunjuk ke arahku. Meski tidak terlalu jelas, aku bisa melihat ada seulas senyum di bibir Taemin saat Jieyon menghampiriku.

“Oppa….” Jiyeon entah sadar atau tidak memelukku dan memberikan ciuman kilat di pipiku. Aku membutuhkan beberapa detik untuk mencerna semua yang terjadi dan mengedipkan mataku berkali-kali sebelum akhirnya melihat Jiyeon yang tersenyum lebar. Dia melewatiku dan bergabung dengan keluarganya di ruang tengah. Kami melanjutkan pembicaraan kami hingga larut malam hingga Jungmin mengatakan tepatnya menyuruh kami semua untuk tidur. Ternyata dia memang tipe pengatur tidak hanya pada adiknya, padaku, tetapi juga pada orang tuanya.

Belum sempat aku berdiri Jungmin sudah menarikku paksa. Jiyeon ingin protes, tapi menerima death glare Jungmin dan langsung terdiam.

“Well because tonight you’ll spend your time in my SISTER BED so DO IT SAFETY” Bola mataku serasa mau keluar ketika Jungmin menyerahkan amplop yang ternyata berisi kondom. Dia tersenyum penuh kemenangan saat melihat ekspresiku. Saat Jiyeon menghampiriku segera aku masukkan amplop tersebut ke saku celanaku.

PARK JUNGMIN…. KU BUNUH KAU…. teriakku dalam hati.

Gara-gara Jungmin aku justru tidak bisa tidur.

“Oppa, di bawah dingin yah? Kau bisa naik kok” katanya padaku. Sial…. Meski, Jiyeon hanya ingin berniat baik, tapi … sister… safety…. SIAALLLLL……

Aku mengacak-acak rambutku tanpa aku sadari. Dan tiba-tiba aku merasakan tangan seseorang menghentikan kegiatanku dan melihat Jiyeon tersenyum padaku.

“Aku tak tahu yang terjadi pada oppa, tapi aku tahu bagaimana menghibur diri” kata Jiyeon. Aku menatapnya intens meminta penjelasan. Dia tiba-tiba berdiri dan mengajakku menuju balkon di depan kamarnya.

“Look” Aku mengikuti arah tangannya.

“Bintangnya banyak dan terang” kata Jiyeon.

“Konstelasi modern terdiri dari 88 rasi bintang. Zodiak termasuk dalam 88 rasi bintang ini dan umumnya orang-orang hanya mengetahui zodiak jikapun mengetahui konstelasi umumnya hanya sebatas pengetahuan dari sekolah kecuali mereka yang memang sangat menyukai bintang dan tentunya astronom” Jiyeon mengangguk-angguk.

“Oppa, banyak mengerti yah. Beda denganku” katanya sambil menggembungkan pipi. Aku mengacak rambutnya.

“Lihat ke langit akan aku ajari kau untuk menemukan kostelasi-konstelasi”

Sangat menyenangkan menemukan konstelasi dan bagiku seperti mengingat masa kecil.
“Oppa, katanya bintang paling terang itu polaris benarkah?”

“Jika di konstelasi ursa minor itu polaris…”

POLARIS…

SIRIUS…

DRACO…

“Memang ada yang lain yang lebih terang?”

“Draco, Polaris… Sirius”

Jiyeon menatapku bingung. Aku tersenyum padanya.

“Draco, Polaris, Sirius…. Mereka lah yang paling terang”

God, even If my dream will become true. Please, don’t take Sirius. I’ll protect and love my Polaris and my Eltain. They’ll become my wealthy…. Chanhee, Myungsoo… I’m waiting for you guys to be born and Sirius will protect you two.

SIRIUS, POLARIS, DRACO….. JUST BESIDE ME…. IF YOU TAKE THEM FROM ME… IT’LL BE TOTAL ECLIPSE OF MY HEART

Once upon a time there was light in my life
But now there’s only love in the dark
Nothing I can say
A total eclipse of the heart

Tagged: , , , ,

11 thoughts on “Letter of Angel XXI “Total Eclipse Of The Heart”

  1. kyula88 March 29, 2012 at 2:27 pm Reply

    keren eonnie! yaah meskipun agak membingungkan. hehe mian yaa 😀
    soalnya-kan ada campuran sama mimpi juga. awalnya aku agk heran, kok ada Myungsoo dkk, eh taunya mimpi toh 😀

    ditunggu part selanjutnya ya eon! 🙂
    gomawo juga atas PW-nya

  2. Dezztidini March 29, 2012 at 10:56 pm Reply

    part nie sdikit membingungkan awalny tpi pas d bca k bwah jdi ngrti…hehe
    tpi part nie jg lucu,,hahaha
    jungmin da”jach ngsih kondom k hae…hohoho
    sumpah ngkak q bcany ;-D
    lanjt y chingu next partny q tunggu…
    And mksh y pw_ny…
    Azza azza faigthing.. ;>

  3. rinanggo March 31, 2012 at 10:43 pm Reply

    uhm….. keren keren kok 🙂
    walaupun agak ngebingungin karena ada beberapa istilah yg agak susah si
    tapi lanjutannya tetep ditunggu

  4. leehana15 April 4, 2012 at 3:46 pm Reply

    Aku mau baca yang XX dong…
    jebal…
    demi apa aku penasaran tingkat dewa.
    aku sempet nangis waktu itu bocah ngomong bakalan bawa SIRIUS ke Donghae.
    SIRIUS itu Mavinkan??
    semoga Mavin g jatuh ke tangan Siwon..
    oh iya
    aku masukin PW nya g mempan..
    Ditunggu ya…
    emailku fika.pikacu@yahoo.com
    Gomawo~

  5. bummie April 24, 2012 at 7:45 am Reply

    awalnya aku gak ngerti pas flashback itu..
    oh trnyta mimpi yah?
    hmmmm…. mavin ttep ama donghae n jiyeon kan?
    Gak sbr nunggu lanjutannya chingu.. 🙂

  6. parkleni May 22, 2012 at 7:28 pm Reply

    ditunggu bgttz next partnya..

    Email aku anggraleni@rocketmail.com

  7. […] Protected: Letter of Angel XXI “Total Eclipse Of The Heart” […]

  8. rinanggo May 23, 2012 at 7:28 am Reply

    password new stage dong kirim ke cloud_1310@yahoo.co.id yaaa
    gomawo 🙂

  9. dea May 25, 2012 at 3:00 pm Reply

    ok, good job!
    baca part ini dapet ilmu pengetahuan
    continue to the next part!

  10. […] Protected: Letter of Angel XXI “Total Eclipse Of The Heart” […]

  11. […] XII,Part XIII, Part XIV, Part XV, Part XVI, Part XVI,Part XVII , Part XVIII, Part XIX, Part XX, Part XXI, Part XXII, Part XXIII When I walked you back home, it was the house of another guy I felt like […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: