I’m Not Children Anymore Part 7

“kau tunggu oppa disana ya..”ucapnya sebelum pergi meninggalkanku..

“yye..”jawabku riang..

***

“Ash namja itu lagi..”dengusku pelan saat melihat Chunji sedang menatapku di depan pintu kelas

“Anyeong..”ia mulai menyapaku..

“ne anyeong”ucapku dingin dan sengaja melewatinya..

“kau sudah baikan?”ia memperhatikanku dengan seksama dan berjalan mengikutiku

“yya,,jangan so baik padaku..”ucapku ketus

“heh??”ia bertanya dengan wajah polos.. ya ampun kenapa ia memperlihatkan ekspresi itu.. rrrggh.. aku tidak tahan melihatnya

“Neo,, jangan dekat dekat aku lagi..”kataku beranjak dari tempat duduku dan beralih menjauhinya.. kelihatannya Chunji belum sepenuhnya mencerna ucapanku.. ah peduli amat pikirku

***

Dengan serius aku memperhatikan dosen yang sedang mengajar dihadapanku… tapi tatapan Chunji yang sedari tadi memperhatikanku membuatku tak bisa berkonsentrasi penuh.. aku menoleh padanya yang tepat berada di samping belakang tempat duduku.. ia segera mengalihkan pandangannya dan berpura pura melihat kedepan.. Aigoo~ aku menggeleng pelan..kejadian itu berulang beberapa kali sampai akhirnya pelajaran selesai..

“Hey,,chakaman??”chunji mencoba mengejarku yang berusaha menghindarinya..

“ada apa??”aku berbalik segan..

“Kau,,hosh hosh..”ia berusaha menagtur nafasnya yg tersenggal karena berlari mengejarku..

“apa??”kataku melihtanya kesal..entahlah aku tak bisa jika harus bersikap ramah padanya,,

“neo,,kenapa menghindariku terus??”ia mulai menatapku dengan mata bulatnya..

“mm~ ani..aku tak mehgindar darimu..”ucapku mengalihkan pandanganku,,mencoba tak berkontak mata dengannya.. belakangan ini aku aneh..selalu salah tingkah jika sedang bersamanya..

“kalau begitu aku mengantar mu pulang ok?” hah?? pertanyaan bodoh macam apa itu?

“hei bukankah kita saling membenci? Untuk apa pulang bersama? Temanmu saja bukan..”

“siapa bilang aku benci padamu..,,ayo aku antar kau saja.. ada yang ingin..”

“aku ada janji bersama Teukie oppa..,jadi aku tak langsung pulang..sudah ya..dahh..”ucapku berlalu dihadapannya dan melambaikan tanganku..

“Yyak aissh..”kudengar dia masih mendengus pelan..

***

Aku melihat jam yang melekat di tanganku,,waktu menunjukan 04.40 pm,,wah sepertinya aku datang lebih awal,,tapi tak apa mungkin saja Teukie oppa juga muncul sebentar lagi.. pikirku optimis

‘Seoul Lotte World’ aku mendongkak melihat nama yang tertera di depannku,, Kyyaaa~ sungguh tidak sabar untuk menaiki semua wahana yang ada didalam,,terlebih aku memang suka pergi ke Taman Hiburan..

-Leeteuk pov-

@SM Office

Aku segera berlari menuju parkiran di lantai paling dasar,,hingga satu suara mengentikan langkahku..

“Teuk-shi.. apakah kau sudah membaca naskahnya??”tanya seorang staf disana yang setengah berlari menghampiriku..

“naskah apa?”ucapku bingung,,dan kembali melihat layar handphone ku yang memperlihatkan waktu 05.16pm.. aissh aku pasti terlambat ..

“Naskah yang ku berikan pada Hyung manager.. aku sudah memberitahunya bahwa kau harus menjadi MC pengganti di acara yang tidak bisa dihadiri Eunhyuk dan Shindong.. apa ia tidak memberitahumu?””ucapnya tergesa gesa sambil mencoba mengatur nafas..

“apa? Kenapa harus aku?”ucapku tak terima..

“sudahlah Teuk-shi tak ada yang bisa menggantikan mereka selain dirimu.. aku mohon ,,acara ini sangat penting..”katanya sedikit memelas..

“tapi aku ada janji..”kataku mengelak..

“acaranya hanya dua jam saja..aku mohon.. sebelum acara berakhir,,ku pastikan kau sudah bisa pergi..”ia meyakinkanku

Aku terdiam beberapa saat,,kulihat lagi layar di handphoneku,,05.21pm.. aku sudah terlambat,,lebih baik kusuruh Nana pulang saja..mungkin mengajaknya ke Taman Hiburan bisa kulakukan lain kali..

“baiklah..”ucapku lesu,,staf itu langsung memegang pundaku dan menyodorkan ku naskah yang harus ku pelajari.. sesekali ku lihat keluar gedung..sore ini begitu gelap seperti akan turun hujan..aku harus menghubunginya.. angguku yakin..

“Hyung tunggu dulu,,aku harus menghubungi seseorang..”pintaku sedikit menjauhinya sambil menunjukan ponselku..

“baiklah,,jangan lama lama,,aku akan menunggumu di ruang ganti..”

“yye..”kataku langsung berbalik dan memijit angka satu di ponselku..

Ttutt,,tttutt.. ‘aku mohon angkat telfonnya’..aku menggigit jariku cemas, takut mendengar Nana kecewa karena aku membatalkan kencan kami..

“yeoboseyo..”sahut suara disebrang..

“Jagii..mian aku ti…” ttutt ttutt..telponnya terputus,,

“kenapa?”ucapku heran dan kembali meneka tombol 1 mencoba menghubunginya lagi..

‘maaf nomor yang anda hubungi…’ segera kumatikan panggilannya.. kenapa langsung tidak aktif? Dengusku kesal.. apa ia marah? Aishh.. aku mengacak acak rambutku dan berlari ke ruang ganti..

-Nana pov-

Drrt Drtt Hp ku bergetar.. kurogoh jaketku dan kulihat LDR ponselku..ternyata dari Teukie oppa.. segera ku tekan tombol accept..

“yeoboseyo..”ucapku mulai menyapa

“Jagii..mian aku ti…” ttutt ttutt..telponnya terputus,,

“yeoboseyo..yeo..”aku melihat ponselku ternyata Lowbat..

“kenapa aku lupa men-cash ponsel ku.. Pabo..pabo”aku memukul mukul benda itu ke keningku..

***

3 jam berdiri disini rasanya pegal juga.. aku melihat ke sekelilingku.. tak jauh dari posisiku berdiri aku melihat ada sebuah kursi taman.. aku menghampirinya dengan kaki yang mulai kesemutan.. aku langsung merebahkan kakiku setelah duduk diatasnya..

“ah pegal sekali..”keluhku sambil memukul mukul kakiku dengan kepalan tanganku..

“Oppa kau dimana??” aku mendongkakkan kepalaku ke atas langit yang sekarang sudah berwarna gelap sepenuhnya..tak terasa air mataku mulai menetes.. aku tak tau tapi menunggu Oppa selama ini mulai merubah suasana hatiku..

“apakah kau kedinginan?”tanya seseorang membuyarkan lamunanku..aku segera melihat ke sumber suara.. Namja itu..berdiri dihadapanku sambil mengembangkan seyumnya..

“Chunji-ah??”kataku menatapnya dengan ekspreksi kaget..

-Chunji pov-

Sudah 3 jam aku mengamatinya disini,,di dalam mobilku yang ku parkir tak jauh dari posisinya berdiri.. ‘Apakah ia tak lelah terus berdiri seperti itu? Kenapa ia tak pulang saja?’ .. Aishh Teukie Hyung kemana lagi..masa selama ini membuatnya menunggu begitu.. jika aku jadi dia tak akan ku biarkan Nana menungguku untuk sedetik pun..gumamku dalam hati.

Akhirnya kuputuskan untuk turun dari mobil dan menghampirinya yang sedang mendongkakkan kepalanya ke atas langit..

“kau kenapa bisa berada disini?”ia menunjuku dengan ekspresi polosnya..haha lucu sekali

“emmp.. kau kedinginan?”ucapku mengulangi pertanyaanku dan kini mulai duduk disampingnya.. kulihat wajahnya dari dekat..bibirnya agak membiru sedikit membuatku khawatir..

“ania..tidak sama sekali..”sangkalnya.. tapi tangannya segera merapatkan jaket yang melekat pada tubuhnya..  aku hanya tersenyum melihat tingkanya..

“kalau begitu kau pasti lelah..”kuberanikan diri untuk mengangkat kakinya ke pangkuanku dan mulai memijitnya.. ia berontak melihat aksiku

“yyak..apa yang kau lakukan..”ia kelihatan risih dengan perlakuanku..”lihat semua orang memperhatikan kita..,,turunkan kakiku..”katanya dengan nada mengancam..

Aku segera memperhatikan sekelilingku,,memang semua orang sepertinya sedang melihat kearah kami..tapi aku sudah tak perduli lagi..

“Diamlah,,hanya sebentar dan kakimu akan baik baik saja..”ucapku  tak kalah keras dari ucapannya tadi.. ia sangat terkejut dan menjadi diam..

“nah seperti ini.. bagus.. kan tidak sakit..”ucapku sambil terus memijit kakinya,,sekarang kakinya mulai melemas tak kaku seperti saat pertama kunaikan..

“dasar aneh..”ucapnya hampir tak terdengar..”apa yang kau katakan?” aku menoleh ke arahnya..

“ah anio,,aku tak mengatakan apapun..”,,jelas jelas aku mendengarnya..

-Nana pov-

“apakah sejak tadi kau menungguku?”ucapku ragu dan menunduk mencoba melihat muka namja yang berada di depanku..ia menghentikan aktifitas memijat kakiku dan menoleh kearahku..

“tidak..”jawabnya singkat dan kembali memberikan relaksasi pada kaki ku yang pegal..

Aku hanya mengerucutkan bibirku mendengar jawabannya..

-Chunji pov-

‘dasar gadis bodoh,,jika aku mengatakan yang sebenarnya apakah kau akan percaya?’

Tes..tes.. tiba tiba hujan mulai turun..perlahan lalu tiba tiba menjadi besar.. aku segera menarik tangan Nana dan berlari untuk mencari tempat berteduh,,kulihat tak jauh dari kursi taman yang kami duduki ada sebuah box telepon.. aku segera masuk kesana,,walaupun tempatnya agak sempit untuk kami berdua tapi ini lebih baik dari pada menjadi basah kuyup..

Posisi kami sedikit,ah tidak.. tapi sangat dekat dan menjadikan suasan kikuk diantara aku dan dia..ia menghalangi badannya dengan kedua tangan yang ia rapatkan ke depan dadaku.. dan tanpa sadar aku melingkarkan tanganku pada pinggangnya..,aku mengamati keadaan diluar yang sepertinya tak akan berhenti dalam sekejap… saat mataku sedang berkeliling tiba tiba kami beradu pandang..

‘Deg..’

Tuhan..mata ini.. membuatku ingin menjadikannya miliku seutuhnya..

-Nana pov-

Sial,,kenapa turun hujan,,dan parahnya aku terperangkap dalam box telepon bersama namja ini.. ck ck

Tapi.. kenapa hatiku berdebar saat melihatnya..ah darahku berdesir.. dan kenapa aku tak dapat melepaskan pandanganku.. baru kali ini aku menatap mata seorang namja lebih dari 3 menit selain Teukie Oppa.. sial..ada apa denganku..

“Nana,,aku…”ia mulai berucap.. tiba tiba Drrt..drrt kurasakan sakunya bergetar..

Kemudian ia merogohnya dengan susah payah..

“yeoboseyo..,,ah Hyung-ah..”kami menatap satu sama lain saat Chunji mengatakan kata ‘Hyung’,,itu pasti Shiwon Oppa pikirku..

“Ne,,aku sedang diluar terjebak hujan.. Yye?? Tentu saja sendiri memangnya harus dengan siapa..,,ah molasseo,,mungkin akan lama..waeyo hyung-ah??.. pindah? Kemana?,,baiklah.. maaf tidak dapat membantumu berkemas.. Sms kan saja alamat barumu padaku, nanti aku akan mengunjungimu secepatnya.. yye anyeong..”ia menutup flip top ponselnya..

“kau,,kenapa berbohong padanya?”gadis ini mulai membuka mulutnya,,dan menatapku tajam

“bohong?..”ucapku tak mengerti..

“kau bilang sedang sendiri,,jelas-jelas kita berdua terjebak disini..”

“yyak,,kau pikir Shiwon Hyung akan mengerti posisi kita,,dan tak memberitahukan apapun pada Teukie Hyung ha?”hardiku padanya.. ia kemudian tertunduk dan memandang keluar.. Bagus Chunji,,lihat yang kau lakukan..sekarang gadis ini pasti membencimu..

“Mian..”ucapku lirih..

“Ania..kau memang benar,tak seharusnya aku berkata seperti itu padamu.. lagipula aku tak mau membuat Teukie Oppa salah paham dengan semua ini..”ia menatapku dan tersenyum lembut

“bisakah kita keluar sekarang?..sepertinya hujan sudah agak reda..”sambungnya lagi.

“ah? Oh baiklah.. sepertinya sudah reda.”ucapku malas,,entah kenapa aku malah senang terjebak hujan bersamanya..

Kami berdua pun melangkah keluar..memang sedikit gerimis tapi tak apalah..

Aku segera melepas jaket yang ku kenakan untuk melindungi kepala Nana,,ia sempat menolak tapi akhirnya membiarkanku mengenakannya..

“gomawo..”

“nne..cheonman..tunggu disini sebentar aku akan memeblikan Hot Chocolate untuk menghangatkan badan kita..”

“mm..”ia memberikan anggukan persetujuan..

Aku pun berlari meninggalkannya,,mencari kedai coffe terdekat yang kuingat jaraknya hanya beberapa meter saja dari sini..

-Teukie pov-

“Aku pulang..,,eh?..kenapa lampunya masih gelap..”aku tertegun sejenak.. dan akhirnya bergegas menyambar jaketku lagi..

“ia pasti masih menungguku disana..,,bodoh kenapa aku tak menyadarinya..”aku memukul stir mobilku kesal..

***

Aku berlari dan akhirnya menemukan sosok yeoja yang sedang berdidri mengusap usap lengannya karena kedinginan..

“Jaggi-ya..”aku berteriak padanya dari jauh.. untung suasana disini cukup sepi,,

Ia menoleh,,sedikit kaget melihat kedatanganku..

“oppa..”

Aku segera memeluknya..dia sedikit basah..

“mianhae.. jongmal minahae..”aku berbisik lembut ke telinganya..

“oppa.. aku.. Aku kira kau tak akan datang..”suaranya bergetar seperti menahan tangis..

Aku memandangnya,,dan mengecup pipinya lembut..

Nana pov-

Bibir Oppa menempel di pipiku yang dingin..aku hanya membelalakan mataku menerima perlakuannya..

“Uljima..”katanya melepaskan ciuman itu sebentar dan mengecup pipiku lagi..

Aku hanya tersenyum senang mendengar ucapannya.. ini seribu kali lebih baik daripada bersenang senang di Taman ria.. batinku..

“kau kehujanan??”Oppa bertanya padaku tanpa melepaskan pelukannya..

“tidak,,tadi aku sempat berteduh..”aku menggeleng pelan dan membenamkan kepalaku di dadanya..

“Jo-a.. jangan sampai kau sakit jagi-ya..”ia mencium puncak kepalaku..membuatku mempererat pelukanku..

-Chunji Pov-

Prakk.. kujatuhkan kedua minuman yang kubawa.. Didepanku aku melihat pemandangan yang seumur hidup tak ingin aku lihat.. Sesak? Tentu saja,,tiba tiba dadaku terasa berat.. aku segera berbalik dan menjauh dari tempat itu…

-To be Continued-

Enjoy it~

Gomabsumnida 😀 *bow

Tagged: , ,

4 thoughts on “I’m Not Children Anymore Part 7

  1. Asri May 9, 2011 at 8:01 pm Reply

    Ooooh…. chunji ptah ht!!!!!!!
    kasian chunji…..

    • nnateukie May 11, 2011 at 9:32 am Reply

      iia,,kasian kasian..haha ^^ sini sini dipeluk thor *bukh ditimpuk teukie

  2. lee hana May 16, 2011 at 12:19 pm Reply

    kasian Chunji..
    sabar ya nak..
    lagi pula menurutku Chunji juga sech yang nyari masalah, masa orang udah punya cwo masih di incar juga ckckckck aneh!
    ok lanjutannya donk..
    aku penasaran..
    hehehehe ^^v

  3. minkijaeteuk March 19, 2012 at 10:02 am Reply

    ya chunji y teuki y dateng deh,,, kasian bgt chunji udah nemenin nana ujung2 y malah teuki yg asik…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: