Souffle [1/?]



Author : Nisa – Eyl
Tittle : Souffle
Status: On Going!
Genre: Fantasy – Romance
Rating: PG
Cast: Lee Joon/Zaffi, Park Yoo Rin/Ler
Disclaimer: They’re belong to Mang Dadang…
A/N: Cerita gaje nih hahahaha. Gak tau nih ah asal-asal berfantasi. Dan dan siapkan konsentrasi kalian karena karenaaaaaaaaaa banyak nama-nama aneh disini!
Warning: Tata Bahasa ancur men! Typos! Gajeeeeeeeeeeeeeeeeeeee!!
—————————————————————–


‘apa kau pernah dihadapkan pada suatu keadaan?
Dimana kau harus memutuskan, tetapi kau tidak diberi pilihan?’

[ Park Yoo Rin PoV]

Ah ya. aku menyesal karena aku tidak terlahir sebagai manusia. Menjadi manusia sungguhan sepertinya menyenangkan. Ck… ada banyak hal yang menarik bisa dilakukan.
Ya ya ya. aku juga manusia. Ya. sekilas aku adalah manusia
Tidak ada bedanya dengan kebanyakan manusia yang sering aku temui
Seperti bibi Jung si penjual jajangmyeon, paman Oh si tukang bunga, dan Han Byul eonnie si penjaga mini market
“Yoo Rin-ah~ kemari, sepertinya aku butuh bantuanmu” ujar seorang lelaki paruh baya yang sibuk dengan roti panggangnya
Dialah Park Young Joong. ‘Appa’ ku
“ada apa Appa?”
“ini…” ucapnya sambil menatap frustasi pemanggang roti
Aku hanya tersenyum
Ku sentuh pemanggang roti itu. Hanya butuh beberapa sentuhan. Dan pemanggang roti itu pun bisa di gunakan lagi. Ck. Tapi, menjadi manusia sungguhan sepertinya repot juga
“gomawo” ucapnya sambil tersenyum senang. Ia pun kembali memanggang rotinya. Dan menyeduh black tea kesukaannya
Ah. Benar-benar menyenangkan menjadi manusia…
***
Aku menyentuh dadaku, dimana seharusnya terdapat suatu detakan. Ck, aku tidak memiliki detakan itu. Bagaimana rasanya mendapati di dada kita ada sesuatu yang berdetak?
Sepertinya menyenangkan
Hah…
“kau kenapa?” Tanya Han Byul eonnie sambil menatapku heran. Dia sibuk mengelap pintu kaca mini market itu
Aku hanya menggeleng dan tersenyum
“aku bantu ya?”
Han Byul eonnie hanya terkekeh, “ya ya ya silahkan, karena percuma jika aku menolak tawaranmu, kau pasti tetap akan mengerjakannya”
Ah ya benar. Aku memiliki sifat manusia eh? Ya, kerasa kepala. Dan aku bangga. Sungguh.
“bagaimana kalau aku membuang sampah?” tanyaku
“terserah kau saja” jawabnya singkat
Aku hanya mengangguk dan kemudian kebelakang untuk mengangkut tumpukan sampah-sampah plastic…
***
‘dan ketika nafas itu datang bersamaan dengan sebagian nyawaku
Dan ketika kesempatan itu datang bersamaan dengan seonggok harapanku…’

***
Ok. Aku membuangnya di bak sampah yang berada tidak jauh dengan mini market itu. Ya, di sebuah gang kecil.
Aku mendesah pelan dan tersenyum lega. Sekali lagi ku tegaskan, menjadi manusia itu menyenangkan. Bisa mengerjakan hal yang menarik. Membuang sampah salah satunya. Apa aku aneh eh? Ah. Sejujurnya aku belum tahun pola pikir manusia sejati itu seperti apa, jadi aku tidak tahu membuang sampah itu hal menarik atau bukan? Tapi sejauh ini, aku sangat senang melakukannya
“jangan lari!!!!”
Tiba-tiba saja aku mendengar teriakan. Ada apa?
Aku pun berjalan menuju sumber suara
“yak! Jangan lari!!”
Terlihat seorang laki-laki berpakaian serba hitam berlari dengan sangat cepat. Menghindari serbuan orang-orang yang mengejarnya. Kenapa dia?
Ah. Apa perlu di tolong? Sepertinya iya. Aku harus menolongnya. Bukannya menjadi manusia itu harus berhati? Dan menolong adalah kebiasaan yang sering dilakukan manusia. Baiklah akan ku tolong.
Aku menunggu laki-laki itu melewatiku. Ya, jika sudah satu jajar denganku, akan ku gandengan tangannya dan akan ku ajak dia berlari. Baiklah, itu hal kecil…
Ok, dia mendekat. Satu… dua… ti…
***
‘aku bukanlah kaumnya…
Dan sedetik pun aku tidak penah berharap menjadi bagiannya…
Semuanya berubah, ketika secercah kehadiran yang tidak pernah aku prediksi mulai mengisi kenihilan ini…’

[Lee Joon PoV]

Aku tidak kontrol. Seharusnya aku tidak melakukan itu. Baiklah. Aku masih belum terbiasa dengan ini semua. Dan kenapa bisa-bisanya aku berjalan menabrak pintu kaca itu sampai pecah berserakan?
Ck. Ku kira pintu kaca itu akan terbuka dengan otomatis saat badanku hampir mengenainya. Ya baiklah, jangan salahkan aku. Lagi pula mereka menempatkanku di tempat yang salah
Dikejar sekumpulan manusia. Bagaimana ini?
Sampai kapan aku terus berlari? Sampai aku lelah. Hey, aku tidak akan merasakan hal konyol itu. Yang ada manusia-manusia itu yang akan kelelahan mengejarku. Sudahlah biarkan saja…
“ikut aku!”
Apa-apaan ini? Ada seorang gadis menarik tanganku dan mengajaku berlari. Larinya sangat cepat, waw… ada juga manusia sehebat ini? Dia menoleh ke arahku. Dan, dia… cantik.
***
Dia menatapku dengan tatapan yang mematikan. Ah. Ada juga manusia secantik dia he?
“ada apa?” tanyaku langsung
Oh ya, kami berada di puncak gedung yang tingginya bisa diperkirakan… 140 meter. Kami sampai disini dalam jangka waktu 10 menit. Lagi-lagi aku takjub. Dia manusia? Hah… jangan bercanda! Larinya cepat sekali. Dan dia? Tidak terlihat kelelahan…
“anniyo, kenapa kau dikejar-kejar oleh ma, eh maksudku mereka?”
Aku hanya tersenyum, “aku memecahkan pintu kaca restoran mereka” jawabku cepat
Aku membuka mantel hitamku. Dan melemparkannya ke bawah. Ku rasa, aku cukup terlihat normal dimata ‘mereka’ dengan pakaian ini. mirip dengan orang-orang yang bekerja di kantor mewah itu, aku cukup keren. Sepertinya. Lagi pula aku sangat suka kemeja broken white ku ini. terlihat elegan… ouh! Baru saja beberapa jam aku disini, tapi humanism syndrome sudah menjalar sempurna dalam diriku
“kenapa bisa?”
“aku terlalu ceroboh. Sepertinya menjadi manusia tidak mudah, aku tidak bisa membayangkan bagaimana mereka bisa hidup dalam keadaan yang menurutku jauh dari layak. Ck, kurasa keinstanan itu amat sangat diperlukan. Tapi disini? Semuanya begitu rumit”
Ku lihat mata gadis itu membulat. Aku hanya memalingkan wajahku. Mengangkuhkan wajahku yang memang sudah angkuh. Ck. Kalau saja aku mempunyai ‘benda’ pasti sekarang sudah berdetak dengan hebat
“jangan pikirkan perkataanku” tukasku cepat
Gadis itu mendesah pelan. Berdiri disampingku…
“perkataanmu seolah kalau kau bukan manusia saja” ucapnya pelan
Mataku terbelalak. Ah! Jangan sampai dia menyadari sesuatu! Tertawa? Hm. Sepertinya ide cukup bagus…
“ha” aku mencoba tertawa, tapi… terdengar aneh, sepertinya harus ditambah lagi, “ha ha ha.. ha” ck, cara tertawaku aneh sekali! Aku harus banyak belajar
Gadis itu menoleh kearahku dan menghujamku dengan tatapan aneh. Oh, hentikan.
“kau kenapa?”
“aku?”
Dia mengangguk
“aku tertawa” ucapku datar
Sejenak gadis itu terdiam, dan… “hahahahahahahaha!!!”
Ah? Dia tertawa? Cara dia tertawa indah sekali. Aku sangat suka. Ck. Bagaimana bisa?
Tanpa sadar aku berjalan kearahnya. Dan berdiri di depannya. Cantik…
Aku menambah jarak kedekatanku dengan gadis itu. Kini tubuh kami hanya berjarak 5 cm. aku bisa memandangnya dengan jelas… terlalu menyilaukan. Dia makhluk paling mempesona yang pernah aku lihat…
“eh?” dia terkejut
Matanya semakin melebar. Tawanya terhenti…
Aku menatapnya dengan tajam….
“apa yang kau lakukan?” tanyanya heran namun terdengar sangat tenang
“ajari aku bagaimana caranya tertawa”

***
‘jika kau bertanya padaku, apa aku membutuhkan nafas? Akan kujawab dengan lantang, aku tidak butuh…
Tapi, semuanya berubah. Ketika aku menemukan segerombol udara yang teramat indah mengitari pandanganku. Dia lebih dari sekedar nafas… dan aku membutuhkannya’

***
Gadis ini berjalan disampingku. Namanya? Park Yoo Rin. Ah, nama yang aneh. Dan aku mengenalkan diriku sebagai Lee Joon. Ya. Karena jika ku beri tahu dia namaku adalah Zaffi, mungkin dia akan tercengang. Ini Korea? Oh. Jadi dulu aku sempat tinggal disini ya? Lumayan.
Ya. Ragaku yang kupakai berasal dari sini. Aku jadi penasaran, bagaimana kehidupanku dulu? Ya, sebelum aku menjadi kaum yang di hidup di Travor Era. Atau jaman 5 juta tahun mendatang.
“kita akan kemana?” tanyaku
Dia menoleh dan tersenyum, “kita kerumahku saja, ok?”
Aku hanya mengangguk patuh dan focus pada pandanganku lagi. Melangkahkan kaki dengan hati-hati. Aku tidak mau melakukan kecerobohan seperti tadi.
***

‘Travor Era.
Masa dimana manusia kehilangan sebagian atau bahkan hampir seluruh jiwanya.
Hidup. Namun tidak akan pernah mati. Kecuali, dihancurkan.
Mereka tidak makan. Mereka tidak tidur.
Tidak bernafas dan tidak memiliki organ-organ vital.
Tubuh mereka hanya sekedar kulit dan tulang…
Mereka dinamakan kaum Kaylee
Kaylee adalah sekumpulan manusia yang hidup di Travor Era…
Kaylee sendiri terbagi menjadi 5 kasta:
Leado : Kaylee jajaran pemimpin/ jajaran eksekutif di masa itu
Hunta: Kaylee yang menjadi bawahan Leado. Bertugas mengendalikan ‘Craz’, memburu manusia sejati, dan mencari kaum ‘craz’ yang hilang
Zav: Kaylee golongan biasa. Kaylee yang mengabdikan hidupnya untuk Leado
Forg: Kaylee yang dijadikan budak
Dan, Craz : Kaylee yang diasingkan. Mereka memiliki intelektual diatas rata-rata. Hobi memberontak, dan membenci kaum Leado dan Hunta. Mereka adalah kaum yang sering kali ‘hilang’. Mencari sebagian nyawa mereka…’

***
Berbohong sepertinya tidak buruk. Ya, bukannya manusia sejati senang melakukan itu?
Dan sekarang aku berbohong padanya, aku berkata aku tersesat dan butuh tempat tinggal untuk sementara waktu.
Dan hey, apakah bodoh itu ciri-ciri paling menonjol dari seorang manusia ya? Gadis dan pria paruh baya itu dengan mudah mempercayaiku…
“Joon-ah, kau boleh tinggal disini untuk sementara, kami sangat senang, iyakan Yoo Rin-ah?”
Gadis itu menangguk sambil tersenyum. Kemudian menyesap benda cair itu… ah ya, manusia sejati kan butuh makan dan minum. Ck, aku hanya memandangi cangkir yang ada di depanku. Aku? Meminumnya? Konyol.
“terimakasih paman” ucapku datar. Uh! aku harus mulai belajar membenahi ekspresiku.
“sebenarnya apa yang kau cari?” Tanya pria itu lagi
Aku terdiam.


Aku adalah seorang Hunta. Aku sedang mencari salah satu kaum Craz yang hilang. Ok. Kaum Craz kali ini bukan hilang, tapi dia sengaja dihilangkan. Karena dia memiliki ‘Souffle’ yang diinginkan oleh setiap Leado… dia, orang yang penting
Aku tersenyum. Aku tahu aku gagal melakukannya tapi apa salahnya jika aku mencoba?
“aku sedang mencari, saudaraku yang hilang. Aku tidak terlalu tahu seluk beluk Kota Seoul. Jadi aku tersesat”
“memangnya kau berasal darimana?”
“aku berasal dari, Spanyol… tepatnya kota Madrid” Wow. Itu adalah area yang paling ingin aku kunjungi di jaman ini. Rekanku pernah menunjukan area itu padaku dan aku jatuh cinta. Seandainya kaum Craz itu hilang ke kota Madrid, mungkin aku akan semangat mencarinya. Kenapa harus di Seoul?
***
[Park Yoo Rin PoV]
Lee Joon. Dia pemuda yang sangat tampan
Sepertinya aku tertarik padanya. Tapi, yang benar saja. Aku tidak mungkin bisa bersatu dengannya.
Dia manusia sejati. Sedangkan aku?
Aku adalah kaum Kaylee
Tepatnya Kaylee dengan kasta Craz
Ya, sudah hampir 3 bulan (perhitungan kalender di jaman ini) aku melarikan diri dari Travor Era.
Daz dan Gev, menghilangkan aku ke jaman ini. Mereka ingin menyelamatkanku. Dari kejaran Leado dan Hunta. Mereka mengetahui jika aku… memiliki ‘Souffle’ atau nafas…
Kaum Kaylee yang memiliki Souffle sepertiku… akan diincar habis-habisan. Karena bisa dikatakan, aku adalah orang termulia diantara kaum Kaylee yang paling mulia seperti kaum Leado… dan mereka akan melakukan apa saja untuk menghancurkanku. Agar mereka tetap bisa memimpin Travor Era…
Nama asliku adalah Ler. Dan aku, menjalani kehidupan ‘fake human’ sebagai Park Yoo Rin.
Dan aku, menjadikan pria disampingku ini sebagai ayahku. Ya, Kaylee yang memiliki ‘Souffle’ sepertiku bisa mengendalikan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Mengendalikan memory manusia sejati misalnya… termasuk pria ini. Park Young Joong tidak memiliki keluarga tapi, dengan mudah aku mengendalikan memory pria ini dan semua orang yang mengenalnya, sehingga yang mereka ingat tentang diriku adalah aku adalah anak dari seorang Park Young Joong
Aku bernafas. Hanya saja aku tidak memiliki detak jantung dan denyut nadi
Aku tidak butuh tidur dan makan. Semua yang aku lakukan hanya formalitas…
***
Aku terduduk di tempat tidurku. Memandangi jendela yang memampangkan langit gelap namun indah.
Udaranya sejuk sekali. Aku suka
Sudah pukul2 pagi. Dan seharusnya manusia sejati itu tidur. Aku tidak butuh tidur, jadi ku putuskan untuk berdiam diri saja
Ah. Lee Joon. Pemuda itu sedang apa? Sedang tidur mungkin. dia kan manusia. Tapi kenapa dia bertindak seolah-olah kalau dia itu bukan manusia?
Saat tadi Appa menjamunya, dia sama sekali tidak menyentuh makanan atau minuman yang Appa sajikan.
Dia juga miskin ekspresi
Ah. Aku berpikir apa sih? Tentu saja dia manusia…
Sudahlah, lebih baik aku tidur
***
[Lee Joon PoV]
Hah. Tidur? Aku benar-benar tidak butuh
Lagi pula, untuk apa aku melakukan kegiatan bodoh itu
Kehidupan manusia sejati sama sekali tidak ada bagus-bagusnya. Dan aku tidak tertarik
Ck, pria itu meminjamkan aku pakaian. Celana training dan T-shirt untuk tidur. Aku bisa mengganti bajuku sendiri sebenarnya. Tapi, pasti dia curiga darimana aku mendapat baju ganti. Ya, aku kan datang dengan tangan kosong…
Aku hanya terduduk di atas meja sambil melipat tangan di dada. Di mana aku bisa menemukan Craz itu?
Craz yang aku cari adalah Craz wanita dengan ciri-ciri… terdapat tattoo bertuliskan ‘1237’ di punggungnya
Sulit juga mencarinya, lagi pula mana mungkin aku memeriksa setiap punggung wanita yang ada di Seoul
Ok. Lupakan soal misi ku.
Ntah kenapa aku memikirkan Yoo Rin sekarang. Apa aku tertarik padanya?
Kepada seorang manusia sejati? Menggelikan.
Tapi, dia cantik. Sangat cantik.
Kaum Kaylee juga bisa merasakan cinta. Ya. Aku juga tidak mengerti. Kenapa kaum Kaylee bisa merasakan perasaan itu sedangkan hati saja mereka tidak punya.
Ck, tapi. Tidak apa-apa sepertinya aku sedikit bermain-main dengan gadis itu, pasti mencari kaum Craz akan menjadi pekerjaan yang melelahkan dan gadis itu akan menjadi sedikit hiburan
***

Kini aku berada di samping gadis ini. Gadis ini tengah memejamkan matanya…
Ya. Dia tertidur. Aku suka, cara dia memejamkan mata
Pandanganku menyusuri setiap garis wajah gadis itu. Seperti biasa, cantik…
Ku dekatkan wajahku dan… kurasakan nafasnya yang hangat menerpa wajahku
Ck, jadi manusia sejati jika bernafas seperti ini ya? Menggiurkan sekali
Aku menjauhkan kembali wajahku. Bagaimana kalau aku benar-benar menyukai gadis ini?
Sepertinya tidak buruk
Aku kembali mendekatkan lagi wajahku, nafas itu terus menderu menerpa wajahku…
Jadi, Park Yoo Rin. Ijinkan aku untuk merasakannya juga, mengingat Kaylee itu… tidak bernafas. Benar kan?
Membekap bibirnya disaat tertidur? Ck, ku rasa tidak apa-apa…
***

ToBeCon

Tagged:

One thought on “Souffle [1/?]

  1. Asri April 11, 2011 at 7:15 am Reply

    Ow…. ow…. ow……^^
    Lee joon, kau bbahaya:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: